Month: January 2017

5 Destinasi Wisata yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan di Banjarmasin

Banjarmasin merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai kota terbesar sekaligus yang terpadat di luar Pulau Jawa. Keadaan geografisnya didominasi oleh aliran sungai—baik yang besar maupun yang kecil—seperti halnya Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Maka tak heran jika kota ini diberi julukan “Kota Seribu Sungai”. Banjarmasin memiliki julukan Kota Seribu Sungai, karena memang pusat Kota Banjarmasin dibelah oleh banyak sekali sungai, seperit Sunga Martapura, Barito,  sungai Sipandai, sungai Sigaling, sungai Keramat, sungai Jagabaya, sungai Pangeran dan masih banyak sungai lainnya yang membuat wilayah Banjarmasin yang seluas seluas 72 km² menjadi delta atau kepulauan yang terdiri dari sekitar 25 buah pulau kecil (delta). Selain itu Banjarmasin dikenal dengan pasar tradisionalnya yang berada di atas air atau biasa disebut pasar terapung. Hal ini menjadikan sungai sebagai salah satu bagian terpenting bagi kehidupan warga Banjarmasin. Banjarmasin memiliki udara yang masih sangat asri dan sejuk. Banjarmasin sendiri kini membangun sebuah kota metropolitan terbesar di Indonesia yang ke sembilan bergabung dengan Banjarbaru, yaitu Banjar Bakula. Selain itu Banjarmasin juga memiliki daya tarik wisatanya yang indah. Berikut beberapa destinasi wista yang bisa dikunjungi di Banjarmasin.

  1. Pasar Terapung

Salah satu keunikan saat mengunjungi kota Banjarmasin yaitu pasar terapung yang merupakan cirri khas dari Banjarmasin. Pasar terapung adalah sebuah pasar yang melakukan transaksi jual beli dilakukan diatas perahu yang mengapung di air. Setiap pagi hari pasar penuh dengan pedagang dan pembeli yang bertransaksi jual beli, tentunya di atas perahu yang saling berdekatan. Hampir semua barang-barang kebutuhan pokok dapat dibeli di pasar terapung. Bahkan, tidak sedikit orang yang menjajakan masakan, makanan, dan minuman juga secara terapung. Anda sebagai wisatawan juga bisa sekedar membeli buah, makanan, atau minuman di pasar terapung untuk merasakan sendiri sensasi beraktivitas di atas perahu kayu yang bergoyang-goyang.

Maka tak heran jika tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata yang paling banyak di kunjungi, tepat berada dimuara sungai barito dikleurahan kuin utara Banjarmasin. Pasar tersebut di perkirakan sudah ada sejak tahun  400 tahun lalu, yang menjual berbagai macam hasil kebun sampai pakaian yang berlangsung dari jam 5 pagi sampai 7 pagi. Keunikan dari pasar ini yaitu tongkat dengan ujung kawat yang berfungsi untuk mengambil barang yang dibeli karena sulit untuk mendekati perahu. Di dunia hanya ada tiga pasar terapung yang original lho. Satu di Thailand dan duanya ada di Indonesia. Di Indonesia keduanya ada di Banjarmasin. Kedua pasar terapung tersebut adalah Pasar Terapung Kuin dan Pasar Terapung Lok Baintan. Saya sendiri sudah pernah ke Pasar Terapung Lok Baintan namun belum ke yang di Kuin.

Pasar Terapung Kuin: Seperti namanya, pasar ini terapung di muara sungai kuin yang membuat pasar ini menarik dan juga berbeda dengan pasar pasar lainnya. Anda bisa bertualang ke pasar ini menggunakan perahu yang bernama kelotok sambil berbelanja atau sekedar melihat lihat saja. Pasar Terapung Kuin ini daya tarik dari berbagai macam wisatawan yang berkunjung ke kota Banjarmasin. Pasar apung ini berada tidak jauh dari pusat kota, di muara Sungai Kuin yang merupakan salah satu dari anak sungai Barito. Sedangkan yang kedua adalah Pasar Terapung Lok Baintan: Kalau anda tidak puas melihat Pasar Apung Kuin, anda bisa mengunjungi Pasar Apung Lok Baintan yang biasa memulai  dari pukul 05.00 sampai sekitar pukul 09.00 WITA. Di pasar ini, kita akan menemukan beberapa transaksi barter. Barang yang diperjualbelikan disini sangatlah beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, jajanan, sampai barang-barang kebutuhan pokok.

  1. Pulau Kembang

Salah satu pulau yang menjadi pesona para pengunjung di Banjarmasin adalah Pulau Kembang. Pulau Kembang merupakan sebuah delta yang terletak di tengah Sungai Barito, tepatnya di Pulau Alalak, kecamatan Alalak, kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Tempat wisata ini terletak sekitar 1,5 km dari pusat kota Banjarmasin. Pulau ini bisa dicapai dengan kelotok yang banyak disewakan di sekitar Pasar Terapung. Di sini Anda bisa menemukan beragam habitat monyet dengan burung-­burung dari berbagai macam jenis.

Selain itu, pemandangan yang ada di pulau Kembang juga sangat mempesona dengan suasana penghijauan yang masih asri. Menurut warga, di pulau ini terdapat seekor monyet besar yang merupakan raja monyet. Saat berada di pulau ini, berhati-hatilah dengan barang bawaan Anda. Monyet-monyet seringkali penasaran dan ingin melihat apa saja yang Anda bawa. Jika anda berkunjung ke sini sebaiknya bawa makanan ringan atau buah-buahan untuk mengalihkan perhatian mereka dari tas Anda. Menariknya, di pulau ini terdapat sebuah kuil dan altar dengan arca berbentuk monyet putih atau Hanoman. Altar ini, oleh warga Tionghoa, digunakan untuk meletakkan sesaji pada saat-saat tertentu. Harga tiket masuk ke tempat ini yaitu Rp. 5.000 untuk wsisatwan lokal sedangkan untuk wisatawan mancannegara Rp. 25.000.

  1. Taman Siring Sungai Martapura

Taman Siring adalah wisata baru yang dikembangkan di tepian sungai Martapura.Taman Siring ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan tepatnya di seberang Kompleks Masjid raya Sabilal Muhtadin. Dinamakan sebagai Taman Siring Sungai Martapura, karena letaknya yang berada tepat di bagian tepian sungai. Tempat wisata Banjarmasin yang satu ini tak pernah sepi dikunjungi para wisatawan, terutama di sore hari. Taman ini memiliki keistimewaan dengan memiliki tempat yang nyaman untuk kegiatan bersantai, nongkrong, bermain, menikmati pemandangan serta melakukan kegiatan lainya di sekitar taman siring seperti menikmati kuliner khas Banjar. Jika Anda berkunjung ke tempat wisata ini, maka Anda akan melihat aneka ragam perahu khas daerah Banjarmasin. Bagi Anda yang hobi memancing, sangat dianjurkan untuk membawa peralatan pancing karena Anda bisa memancing hingga puas di Taman Siring Sungai Martapura ini. Tak hanya itu saja, di sini juga bisa menikmati aneka macam kuliner yang lezat­-lezat sebagai kuliner khas dari Banjarmasin. Wahana wisata di Banjarmasin yang satu ini direkomendasikan bagi Anda yang ingin menikmati wisata budaya yang sangat menarik. Di taman ini ditumbuhi banyak pohon sehingga suasananya rindang dan sejuk. Pohon-pohon di sini berjenis penopang tanah bantaran sungai seperti trembesi yang memang sengaja ditanam oleh Pemerintah Kota Banjarmasin agar sungainya lestari.

Lantai Siring ini terdiri dari bebatuan bermotif. Ada juga yang timbul, sering dipakai pengunjung untuk refleksi kaki. Di dua bagian ujung Siring sepanjang satu kilometer ini ada dermaga apung. Ada juga dermaga khusus pasar terapung yang biasanya dipakai para pedagang pasar terapung untuk berjualan pada Minggu pagi. Di bagian tengahnya ada Menara Pandang, gazebo, dan dua rumah tua yang sudah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan dijadikan tempat wisata.

Dari atas Menara Pandang Anda bisa melihat daerah sekitar Siring Banjarmasin. Fasilitas ditaman ini juga tersedia dari toilet, tempat ibadah, sampai hotspot area. Ada beberapa perahu yang berada di tepian sungai, perahu ini siap mengantar wisatawan menyusuri sungai martapura. Untuk memasuki area wisata tersebut, Anda hanya dipungut biaya parkir kendaraan sebesar Rp 2.000. Di akhir pekan juga banyak komunitas berkumpul di area Taman Siring Banjarmasin. Mereka juga ikut meramaikan Taman ini.

Komunitas-komunitas tersebut bisa menjadi hiburan bagi masyarakat yang berkunjung. Komunitas itu antara lain komunitas inlineskate, skateboard, BMX, sepeda motor, boat modelling, dance, photography, Baisan Pemadam Kebakaran, dan masih banyak lagi.

  1. Kampung Sasirangan

Kampung Sasirangan adalah tempat pembuatan batik khas Banjarmasin yaitu Kain Sasirangan dimana pembuatan batik ini masih menggunakan cara tradisional seperti kerajinan batik di pulau jawa. Kampoeng BNI Sasirangan Banjarmasin atau sering disingkat Kampung Sasirangan terletak di  Jalan Seberang Masjid, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak tahun 2010 telah dijadikan salah satu obyek wisata souvenir kerajinan kain dan busana Sasirangan. Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan (Kalsel), dan biasanya menjadi cinderamata favorit para turis yang berkunjung ke Kalsel. Sasirangan berasal dari kata bahasa Banjar yang artinya diikat atau dijahit dengan menggunakan tangan. Memang dulunya Sasirangan adalah pakaian adat Suku Banjar dan hanya dipakai untuk upacara adat tertentu, salah satunya adalah upacara penyembuhan bagi seseorang yang terkena suatu penyakit. Tapi sekarang, Sasirangan sudah biasa dipakai untuk bahan pakaian sehari-hari. Baik pakaian resmi atau non resmi. Sampai saat ini, ada sekitar 30 jenis motif kain Sasirangan. Kegiatan menyirang ini punya efek menenangkan jiwa, begitu pula warna-warna yang dihasilkan. Oleh sebab itu, Sasirangan ini dipercaya sebagai kain penyembuh jiwa.

Kain Sasirangan adalah kain yang didapat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu. Pada dasarnya teknik pewarnaan rintang mengakibatkan tempat-tempat tertentu akan terhalang atau tidak tertembus oleh penetrasi larutan zat warna. Prosesnya sering diusahakan dalam bentuk industri rumah tangga, karena tidak diperlukan peralatan khusus, cukup dengan tangan saja untuk mendapatkan motif maupun corak tertentu, melalui teknik jahitan tangan dan ikatan. Nama Sasirangan sendiri berasal dari kata sirang yang dalam bahasa setempat berarti diikat. Kain bermotif unik ini dikenal pula dengan kain calapan atau kain celupan. Disebut demikian karena kain sasirangan dibuat dnegan cara diikat lalu diwarnai dengan cara dicelupkan ke cairan pewarna. Setelah dipola, kain putihan akan diikat secara menyilang mengikuti motif yang sudah ditentukan. Semakin banyak warna dan motif, tentu memerlukan proses pengerjaan yang lebih lama dan lebih rumit. Adapun corak atau motif yang dikenal antara lain Kembang Kacang, Ombak Sinapur Karang, Bintang Bahambur, Turun Dayang, Daun Jaruju, Kangkung Kaombakan, Kulit Kayu, Sarigading, Parada dan lain-lain. Produk barang jadi yang dihasilkan dari Kain Sasirangan yaitu Kebaya, Hem, Selendang, Jilbab, Gorden, Taplak Meja, Sapu Tangan, Sprei dll.

Kain Sasirangan dulunya adalah pakaian adat yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat. Bahkan kain ini mulanya digunakan untuk kesembuhan bagi orang yang tertimpa suatu penyakit (pamintaan). Anda bisa naik angkot dengan tarif Rp 3.000 dari terminal induknya di Pasar Sentra Antasari jurusan Pasar Lama. Anda lalu dapat turun di perempatan lampu merah dekat pasar itu, setelah itu Anda bisa berjalan kaki sebentar menuju ke Kampung Sasirangan karena lokasinya bersebelahan dengan Pasar Lama.

  1. Museum Wasaka

Museum Wasaka terletak di Gang H Andir, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Museum ini berada di tepi sungai Martapura, berdampingan dengan Jembatan 17 Mei (Jembatan Banua Anyar) yang besar, panjang, dan kokoh. Museum Wasaka diresmikan pada 10 November 1991, bertempat di rumah Banjar Bubungan Tinggi yang kemudian dialihfungsikan dari bangunan hunian menjadi museum. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya konservasi dan menjaga kelestarian bangunan tradisional Banjar. Museum Wasaka merekam jejak perjuangan rakyat Kalimantan Selatan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Terdapat lebih kurang 400 benda bersejarah yang dipamerkan di museum ini, terutama yang berkaitan dengan sejarah perjuangan rakyat dan pemuda Kalimantan Selatan.

Wasaka sendiri adalah singkatan dari Waja Sampai Kaputing yang berarti perjuangan yang tiada henti hingga tetes darah penghabisan. Kalimat itu merupakan moto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Inilah tempat wisata di Banjarmasin yang mengandung unsur sejarah. Pasalnya, di dalam museumnya bisa dilihat dan dinikmati berbagai peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perlawanan rakyat Kalimantan dalam melawan penjajah Belanda. Misalnya, koleksi foto, seragam perjuangan, mesin ketik, berbagai senjata tradisional dan modern, dan lain sebagainya. sebuah benda sejarah yang menarik banyak wisatawan yang datang ke Museum Wasaka, yaitu teks proklamasi yang dibuat pada tanggal 17 Mei 1949. Jadi, 4 tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Bung Karno, rakyat Kalimantan baru menyusul kemerdekaannya.

Hal itu dikarenakan pada saat perjanjian Linggarjati ditandatangani pulau Kalimantan tidak termasuk ke dalam wilayah Indonesia. Namun demikian, rakyat Kalimantan juga ingin menikmati kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda. Oleh karena itu, mereka melawan dengan sengit hingga akhirnya bisa bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi yang menyukai wisata sejarah, Meseum Wasaka bisa menjadi pilihan terbaik untuk berlibur. Anda pun bisa menemukan informasi dan warisan sejarah dari zaman perjuangan kemerdekaan. Museum Wasaka beroperasi dari hari Selasa-Kamis, mulai pukul 09.00-12.00 WITA, kemudian dibuka kembali pukul 13.30-15.00 WITA. Sedangkan pada hari Jumat, museum dibuka mulai pukul 09.00-11.00 WITA dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-12.30 WITA. Museum tutup pada hari Senin dan libur nasional.

Top

5 Destinasi Wisata Alam Di Makassar

Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, dahulu Makassar bernama Ujung Pandang, yang merupakan kota terbesar di Indonesia bagian Timur yang memiliki luas 175.77 km persegi. Kota ini pula yang menjadi pintu menuju petualangan  seru ke dataran tinggi Tana Toraja di Sulawesi Selatan dengan budaya masyarakatnya yang mengagumkan. Sejak masa lampau, Makassar telah dikenal dunia sebagai salah satu pelabuhan laut tersibuk di Nusantara. Sejak abad ke-14, banyak kapal dagang dari China, India, dan Kamboja melakukan transaksi komoditas. Bangsa Eropa mulai masuk ke kawasan Makassar ini pada abad ke-16. Kota ini banyak disinggahi oleh beragam suku bangsa yang bertempat tinggal dan menetap di Makassar. Mayoritas penduduknya adalah suku Makassar, Toraja, Bugis, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makassar yang terkenal dengan kuliner khasnya, pisang epe dan coto ini memiliki berbagai tempat wisata yang indah. Selain itu sejumlah tempat wisata di Makassar memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari keindahan alam, tempat sejarah, kekayaan budaya, wahana permainan, hingga pemandangan alam yang menyejukan. Berikut ini beberapa wisata alam yang ada di Makassar yang dapat anda kunjungi atau menjadi list di liburan anda.

  1. Pantai Losari

Pantai Losari adalah landmark kota Makassar yang paling banyak dan paling favorit dikunjungi wisatawan. Pantai yang membentang sepanjang barat Kota Makassar ini cukup mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan selama 15 menit dari Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar. Begitu sampai di lokasi, anda akan disambut dengan gugusan huruf yang membentuk tulisan “Pantai Losari”. Pantai ini menjadi favorit para wisatawan untuk menyaksikan sunset yang sangat memukau. Tempat wisata andalan ini memiliki keunikan tersendiri. Jika biasanya pantai dikenal dengan pasirnya, Pantai Losari tidak memiliki pasir. Jika Anda datang, Anda akan menemui beton di tepiannya. Tidak ada pasir bukan berarti pantai ini tak layak dikunjungi, ada banyak hal lain yang menarik dari tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan seperti memancing, naik sepeda air atau banana boat, berlayar dengan perahu dan masih banyak lagi.

Pantai losari menawarkan pemandangan yang sangat indah, disini terdapat tiga anjungan yang bisa anda gunakan untuk memanjakan mata, dimana, setiap anjungan menawarkan panorama alam yang berbeda-beda. Jika anda berkunjung sore hari, dan cuaca cerah anda akan sangat beruntung bisa menyaksikan pemandangan sunset (matahari terbenam) dengan sempurna. Apalagi ditemani dengan pisang epe, makanan khas kota makassar, dimakan perlahan sambil menikmati matahari yang perlahan kembali diujung kaki langit bersama keluarga, teman, sahabat, maupun orang spesial anda, pasti menjadi quality time yang takan pernah anda lupakan.

Fasilitas dan Akomodasi yang terdapat di pantai losari adalah transportasi umum seperti becak, taksi, bus, dan sebagainya. Transportasi tersebut bisa Anda gunakan untuk berkeliling di sepanjang Pantai Losari. Tersedia juga berbagai hotel dengan berbagai kelas, dari wisma sampai hotel berbintang. Rumah sakit, restoran, cafe, warung, kerajinan emas dan souvenir sebagai buah tangan. Obyek wisata Pantai Losari lokasinya berada di jantung Kota Makassar, tepatnya di Jalan Penghibur, Jalan ini berada di sebelah barat Kota Makassar.

  1. Kebun Teh Malino

Kebun Teh Malino adalah sebuah destinasi wisata yang populer di masyarakat Sulawesi Selatan. Inilah kawasan “Puncak“-nya Sulawesi Selatan. Terletak secara administratif dalam wilayah Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pesona tempat wisata di Sulawesi Selatan yang satu ini terletak pada suasana alam yang menyegarkan dengan udara yang begitu sejuk. Berjarak sekitar 90 km dari kota Makassar, Anda dapat tiba di kota Malino dalam waktu antara 2-3 jam perjalanan. Malino adalah salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa dan dikenal juga sebagai kota bunga. Yang memiliki sejumlah objek wisata menarik, seperti air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, lembah biru, bunker peninggalan Jepang, dan Gunung Bawakaraeng.

Di Malino terdapat hutan wisata berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah, jadi sepanjang perjalanan kamu bisa menikmati pemandangan barisan pohon pinus yang indah. Di sini juga terdapat banyak air terjun seperti Air Terjun Seribu Tangga serta Air Terjun Takapala. Ada satu lagi tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke sini yaitu wisata kebun teh di Malino Highlands, kamu bisa menelusuri jalan yang membelah kebuh teh seluas 200 hektar ini sambil menikmati sejuknya udara di sana.

Malino berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di sini berkisar antara 10 – 26 derajat Celcius, jangan sampai lupa membawa jaket dan pakaian hangat Anda. Kawasan ini sudah terkenal sejak zaman Belanda dan dijadikan tempat wisata favorit mereka. Di sini, ada banyak air terjun yang indah seperti Air Terjun Seribu Tangga dan Air Terjun Takapala. Selain itu, ada juga kebun teh, lembah biru dan bunker peninggalan Jepang. Sebelum pulang, sempatkan untuk membeli oleh-oleh khas tempat wisata ini seperti dodol ketan, buah markisa dan juga apel. Inilah sebab mengapa Malino Highlands disukai banyak wisatawan sebagai sebuah kegiatan wisata alam di Sulawesi Selatan yang sangat menyegarkan. Tersedia banyak villa dan guesthouse di kawasan wisata ini serta beberapa hotel.

  1. Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung adalah cagar alam berdiri diatas lahan seluas ± 43.750 Ha dan hanya 45 km sebelah utara Makassar / Ujung Pandang. Menurut Sejarah bantimurung berasal dari kata banting dan murung atatu membanting kemurungan’. Bantimurung merupakan taman nasional wisata alam Indonesia. Taman Nasional Bantimurung ini terletak di Maros, Sulawesi Selatan, sekitar satu jam perjalanan dari Makassar. Taman ini terkenal dengan banyaknya kupu-kupu, pada 1856 Sir Alfred Wallace mengunjungi tempat ini dan beliau menyebut daerah ini sebagai ‘Kingdom of butterflies’ (‘Kerajaan kupu-kupu’). Sebuah nama yang masih digunakan sampai sekarang. Sayangnya jumlah spesies kupu-kupu menurun secara signifikan dalam dekade terakhir. Dalam perhitungan pertama ada 270 spesies, pada tahun 1997 jumlah hanya 147 spesies dan pada perhitungan terakhir di tahun 2010 hanya bisa ditemukan 90 spesies. Selain penurunan spesies, jumlah kupu-kupu juga telah menurun secara signifikan: sebelumnya ada begitu banyak kupu-kupu, mereka akan berkumpul dalam kelompoknya masing – masing. Taman nasional ini mulai ditunjuk menjadi kawasan konservasi atau taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004.

Selain itu Taman Nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua yang merupakan habitat beragam spesies. Terdapat banyak sekali wisata alam yang ditawarkan di tempat wisata yang ada di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan ini. Diantaranya adalah Air terjun bantimurung Penangkaran kupu-kupu, Goa, Cagar Alam dan lain-lain. Terdapat gunung dan perbukitan yang terdiri dari batu-batuan yang seprtinya dulu kala berupa karang sekedar informasi di Kabupaten Maros ini juga terdapat sebuah tempat penelitian Jagung Terbaik yang harganya bisa jutaan. Hingga jagung hasil penelitian di maros ini dijadikan bibit unggul nantinya.

Selain itu, terdapat beberapa goa yang sekarang menjadi salah satu objek wisata di Bantimurung ini menurut sejarah awalnya Goa-goa batu di bantimurung ini adalah tempat bertapa dan tempat tinggal Karaeng Toakala atau raja Toakala hingga tak heran kala melintas sepanjang jalan menuju goa tersebut terdapat sebuah makam raja toakala atau kepala suku tersebut. Ada juga wisata yang tidak kalah menarik dan paling berkesan di bantimurung yaitu Air terjun Bantimurung yang memiliki ketinggian 15 meter. Tiket masuk Taman Bantimurung adalah Rp 5.000 per orang dewasa. Tersedia penginapan bertarif rendah di sekeliling Taman Nasional dengan tarif Rp 50.000.

  1. Rammang-Rammang

Rammang adalah sebuah kawasan pegunungan batuan Kapur (karst). Lokasi Rammang­Rammang berada pada Desa Salenrang, Kacamatan Bontoa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Akses ke Rammang­Rammang berada di jalan Poros Maros ­Pangkep yang merupakan jalan lintas Provinsi dan hanya terletak beberapa meter dari jalan poros. Jaraknya hanya sekitar 40 km di sebelah utara Kota Makassar. Kata Rammang¬Rammang berasal dari bahasa Makassar, mengingat bahasa Makassar yang terdiri dari 4 suku, RammangRammang menurut warga setempat Rammang berarti awan atau kabut. Berdasarkan pendapat ini dapat disimpulkan arti kata rammang¬rammang adalah sekumpulan awan dan kabut. Nama ini disebabkan oleh kondisi pagi hari di Rammang¬Rammang yang selalu berkabut tidak peduli dalam musim seperti apa¬apa.

Kamu bisa mencapai tempat ini dengan kendaraan pribadi, baik motor atau mobil selama 1,5 – 2 jam perjalanan. Jika ingin menggunakan angkutan umum, rutenya adalah pusat kota Makassar – naik pete-pete atau taksi ke Mandai (bilangnya turun di depan Bandara Sultan Hasanudin ya) – disambung naik pete-pete lagi ke Pangkep – turun di pertigaan pabrik semen Bosowa (1 – 1,5 jam) – jalan kaki menuju pabrik semen sejauh 500 meter atau naik ojek/pete-pete lagi. Setelah itu, disebelah kiri jalan kamu bisa lihat gapura dengan tulisan “Selamat Datang di Karst Maros”. Perjalanan menuju Rammang Rammang selanjutnya masih harus naik perahu milik warga setempat untuk menyusuri sungai dengan tarif Rp100.000* – Rp120.000* pp. Hingga akhirnya kamu sampai di dermaga terakhir.

Eksistensi pegunungan karst di Makassar ini juga mencatatkan rekor mengagumkan karena menjadi satu-satunya di Indonesia. Sedangkan di dunia, Rammang Rammang menempati posisi ketiga sebagai Taman Hutan Batu Kapur, setelah Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar dan Taman Hutan Batu Shilin di Cina. Dengan luas hampir 43 hektar, view yang ditampilkan di sana benar-benar mengagumkan. Rammang­rammang terdiri dari Hutan Batu yang terdiri pegunungan batu Karst yang dibelah oleh sungai Pute. Pada ujung sungai jika berjalan sampai di ujung Kampung Berua ada Telaga Bidadari dan juga Gua Bulu’ Barakka dan Gua Pasaung. Background asli dari Rammang­Rammang adalah sebuah kampung petani di sekitar gunung karst, jadi waktu yang paling indah untuk mengunjungi tempat ini adalah pada saat sawah sedang hijau­-hijaunya.

  1. Pulau Lae-Lae

Lae-Lae adalah sebuah pulau di Kelurahan Lae-Lae Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pulau ini memiliki nama lain yaitu Gusung Tallang. Pulau dengan luas 0,04 km² ini dihuni oleh 420 keluarga atau sekitar 1780 jiwa. Kita bisa mengunjungi daerah iini melaui dermaga Kayu Bangkoa yang terletak di Jalan Penghibur, yang letaknya tidak jauh dari anjungan Pantai Losari. Dengan mrenggunakan speedboat/jonson dengan waktu tempuh kurang dari 15 menit dengan biaya Rp 15.000.

Bagi sebagian orang yang berkunjung kesana, Pulau Lae-Lae merupakan surganya sunset kota Makassar. Tidak heran, jika sore menjelang para pemburu sunset pun akan memenuhi Dermaga Kayu Bangkoa untuk menyeberang menuju Pulau Lae-Lae. bermalam di Pulau Lae-Lae disediakan di lokasi berwujud ‘Bale-Bale’, atau bisa dikatakan seperti pondok kecil seadanya yang dikelola oleh warga setempat. tarif bermalamnya pun sangat terjangkau. Untuk semalamnya, Anda hanya perlu merogoh kocek 50 ribu rupiah. Disarankan bagi pengunjung yang berminat bermalam di tempat ini membawa perlengkapan tambahan untuk menghadang kondisi cuaca pulau di malam hari yang kerap tak menentu.

Pulau Lae-lae memiliki pasir yang putih, bersih, dan air laut yang jernih. Inilah yang menjadi daya tarik Lae-lae. Kebanyakan pengunjung yang datang menghabiskan waktu dengan bermain air, berjemur, bermain pasir, bola, atau sekadar duduk-duduk santai di gazebo yang telah disediakan. Selain pasir dan lautnya yang bersih, Pulau Lae-lae memiliki alam bawah laut yang menawan. Jika beruntung, Anda bisa berjumpa dengan si siput laut kecil dan unik, nudibranc atau siput telanjang. Anda para pecinta snorkeling, jangan sampai lewatkan kesempatan menyelam di sini. Anda tidak perlu kuatir akan tenggelam jauh ke dasar laut jika berenang di perairan Pulau Lae-lae. Ini karena perairan di sekitar pulau relatif dangkal dengan kedalaman kurang dari 7,5 meter. Sunset adalah momen paling di tunggu-tunggu di pulau ini. Sudah tidak di ragukan lagi kalau pemandangan di kala matahari terbenam di Pulau Lae-lae memang sangat indah. Anda pun tak boleh melewatkannya. Apalagi jika cuaca sedang cerah, maka itu adalah hari keberuntungan Anda. Di Pulau ini sudah terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari penginapan dengan harga terjangkau, tempat makan, dan pondok penginapan yang disebut dengan Bale-bale. Fasilitas tersebut di kelola oleh masyarakat setempat di pulau.

Top

5 Destinasi Wisata Andalan Di Padang

Kota Padang adalah ibukota dari provinsi Sumatera Barat dan merupakan kota terbesar di Sumatra Barat. Kota yang terkenal dengan legenda Malin Kundang dan Siti Nurbaya. Kota Padang Padang memiliki wilayah seluas 694,96 km² dengan kondisi geografi berbatasan dengan laut dan dikelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian mencapai 1.853 mdpl. Kota ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia.Kota ini juga terkenal akan masakannya. Selain menjadi selera sebagian besar masyarakat Indonesia, masakan ini juga populer sampai ke mancanegara. Makanan yang populer di antaranya seperti Gulai, Rendang, Ayam Pop, Terung Balado, Gulai Itik Cabe Hijau, Nasi Kapau, Sate Padang dan Karupuak Sanjai. Restoran Padang banyak terdapat di seluruh kota besar di Indonesia. Meskipun begitu, yang dinamakan sebagai “masakan Padang” sebenarnya dikenal sebagai masakan etnis Minangkabau secara umum. Kota Padang memiliki kultur yang beragam, tipe orangnya pun juga beragam, adat bersandi sarak, sarak bersandi Kitabullah itulah semboyan masyarakat minang yang melekat hingga kini. Namun, selain kulinernya, Padang juga memiliki tempat-tempat wisata menarik. Berikut ini wisata andalan yang ada di Padang.

  1. Pantai Taplau Padang

Pantai Padang sangat terkenal di Kota Padang dan juga menjadi ikon kota padang. Pantai Padang lebih popular disebut Taplau Padang. Taplau adalah istilah orang Padang menamakan pantai Padang, sebenarnya kalimat Taplau merupakan singkatan Tapi Lauik (tepi pantai). Pantai Padang memiliki garis pantai yang panjang. Di salah satu sisi, latar belakang laut dilengkapi dengan sebuah bukit yang disebut sebagai Gunung Padang. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke pantai yang satu ini selain pemandangan yang indah pantai ini juga memberikan suasana yang begitu tenang banyak sekali wisatawan lokal yang datang ke tempat wisata yang satu ini. Pantai padang berlokasi di pusat kota Padang yang bisa dengan mudah dicapai sehingga selalu dipadati oleh warga kota Padang yang ingin bersantai dan menghilangkan penat dari segala rutinitas sehari-hari.

Pantai yang tidak memiliki pasir ini dan terdapat sebuah lokasi dimana tersedia area bermain khusus anak-anak sehingga sangat cocok untuk orangtua yang ingin mengajak anak berekreasi pada akhir pekan. Di Pantai Padang pengunjung dapat menikmati matahari yang perlahan-lahan turun berubah menjadi senja. Lalu mulai menyentuh cakrawala dan menebar sinar terakhir. Pantai Padang juga memiliki beberapa pedagan makanan di warung tenda berdiri berjejer di tepi pantai, terutama pantai di depan Taman Budaya. Anda bisa menikmati minuman dingin maupun makanan ringan. Sebagai teman bersantai, Anda bisa beli kacang rebus ataupun telur rebus yang dijajakan oleh pendakang ataupun makan rujak khas Padang seru juga dinikmati di sore hari. Selain itu anda juga bisa memancing di kawasan itu batu-batu yang di pasang untuk menahan gelombang bisa di pakai untuk tempat memancing, batu tersebut menjorok ketengah laut.

Tak hanya menikmati matahari tenggelam, Taplau ini juga bisa di pakai ajang untuk mandi-mandi bagi yang pandai berenang. Jalan di tepi pantai yang datar dan lurus juga banyak di gunakan oleh para pengendara sepeda untuk berolahraga pada pagi hari maupun sore, bagi anda yang ingin bersepeda juga namun tidak sempat membawa sepeda atau bahkan tidak memiliki sepeda, anda tidak perlu berkecil hati karena di sekitar pantai banyak terdapat penyewaan sepeda, tarif rata-rata sewa sepeda per jam nya cukup murah kok, hanya Rp 10.000/Jam. Pada malam hari pemandangan pantai padang sangat unik karena terdapat banyak lampu-lampu seperti ada perkampungan dari kejauhan, yang sebenarnya adalah lampu-lampu yang berasal dari kapal nelayan yang sedang menangkap ikan. Tidak ada biaya masuk, cukup untuk biaya parkir saja kalau anda datang di daerah ini yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat Kota Padang ke arah barat.

  1. Pantai Air Manis

Pantai Air Manis atau Pantai Aie Manih merupakan salah satu pantai terkenal yang sering dikunjungi yang ada di kota Padang. Bukan berarti pantai ini mempunyai air yang manis. Secara geografis Batu Malin Kundang terletak di daerah Pantai Air Manis, Kelurahan Aie Mani, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Provinsi Sumatera Barat. Untuk menuju ke lokasi wisata legenda ini Anda dapat menempuhnya dengan menggunakan kendaraan roda empat atau juga roda dua. Karena jalurnya yang sempit, maka Anda diharuskan untuk berhati-hati, walaupun jalannya sudah diaspal, tetapi lebarnya hanya 4 meter saja. Sangat disarankan agar kecepatan kendaraan Anda cukup 40 Km/jam, apalagi ketika cuaca sedang hujan. Dengan hanya menempuh lebih kurang 20-30 menit perjalanan dari pusat Kota Padang, maka Anda sudah dapat menikmati tempat ini. Pantai Air Manis memiliki pasir yang berwarna coklat keputih-putihan yang terhampar luas dan landai di sepanjang bibir pantai. Oleh  karenanya, pantai ini sangat cocok untuk tempat piknik, bermain ombak, surfing dan camping.

Di pantai ini anda juga akan bisa menemukan batu Malin Kundang yang ceritanya sudah sangat legenda di Indonesia. Legenda Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu. Di pesisir pantai, ada sebuah batu besar seperti manusia dengan posisi tertelungkup. Konon, batu itu adalah Malin Kundang yang dikutuk oleh ibunya, karena telah menjadi anak durhaka. Kisah Malin Kundang sendiri bercerita mengenai seorang anak yang tidak mengakui ibu kandungnya sendiri setelah ia menjadi seorang yang kaya raya. Kemudian Malin Kundang dikutuk menjadi batu, dan batu tersebut berada di Pantai Aie Manih (Pantai Air Manis). Selain terkenal dengan batu Malin Kundang, pantai ini juga menawarkan mendapatkan bentang Samudra Hindia dan pemandangan yang indah dengan Gunung Padang sebagai latarnya, serta gelombang yang aman untuk wisata pantai. Selain memiliki panorama yang indah, ombak di pantai ini juga tidak terlalu tinggi. Menjadikannya sebagai salah satu obyek wisata populer bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Tidak jauh dari lokasi Batu Malin Kundang terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Pisang Kecil. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari lokasi Batu Malin Kundang. Untuk dapat ke Pulau Pisang Kecil, pengunjung dapat menyewa perahu atau bisa juga dengan berjalan kaki. Namun perlu diingat, bila memilih berjalan kaki, maka Anda harus segera kembali ke Pantai Air Manis sebelum pukul 16.00 WIB, karena air laut biasanya sudah mulai pasang. Beberapa penginapan yang sebagian besar dikelola oleh masyarakat setempat dapat Anda temui di sini. Selain itu, rumah makan serta kios aneka souvenir juga tersedia di sini.

Selain berenang ataupun sekedar bersantai di tepi pantai, pengunjung juga dapat membeli souvenir khas berupa terumbu karang serta kerang dalam berbagai bentuk dengan harga sekitar Rp 5.000,- hingga Rp 50.000,-. Jika Anda ingin berlama-lama menikmati Pantai Air Manis, Anda tidak perlu khawatir untuk mencari tempat bermalam di sekitar kawasan wisata pantai, karena tersedia penginapan dengan harga yang terjangkau, karena sebagian besar penginapan tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar. Untuk urusan makan, tersedia warung makan yang berada di sepanjang Pantai Air Manis. Selain itu beberapa fasilitas seperti tempat parkir, toko souvenir, toilet umum, persewaan papan selancar dan tempat ibadah juga sudah tersedia.

  1. Gunung Padang

Gunung Padang merupakan objek wisata yang menjadi legenda hidup cerita Siti Nurbaya. Gunung Padang merupakan objek wisata yang sangat strategis berada di pusat kota kira-kira lebih dari 5 km atau berjarak 1 km dari Kantor Balai Kota Lama Padang, tepatnya Kelurahan Kampung Seberang Pabayang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Kita bisa melewati sepanjang pesisir Pantai Padang, kemudian menuju arah jembatan Siti Nurbaya. Ikuti saja jalan hingga ke bawah jembatan, lurus terus dengan menyusuri tepian sungai Batang Arau hingga menuju arah Gunung Padang yang berada di muara sungai. Masyarakat Kota Padang menamainya Gunung Padang karena bukit ini bisa dikatakan tempat tertinggi disekitar pusat kota. Gunung Padang menyimpan kombinasi antara panorama yang indah, legenda cinta, dan sepenggal sejarah masa kependudukan Jepang. Masuk ke areal objek wisata pun dengan menggunakan karcis masuk  sebesar  Rp.5000 untuk dewasa dan Rp.3000 untuk anak-anak. Nah, untuk setiap kendaraan yang diparkir akan dikenakan biaya sebesar Rp.3000 per unitnya.

Akses menuju Gunung Padang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di kaki gunung tersebut sebelum melanjutkan dengan berjalan kaki. Uniknya, jalan menuju Gunung Padang itu pengunjung harus mendaki ratusan anak jenjang yang panjang dan berliku. Kepenatan menaiki anak tangga akan terobati saat melempar pandangan ke sebelah kanan. Di sisi kiri jalan sesekali kita akan menemukan bangunan tua bekas peninggalan pada masa pendudukan Jepang. Di sini kita bisa melihat beberapa bangunan tua beserta meriam yang digunakan oleh Jepang untuk mengawasi kapal yang keluar masuk Pelabuhan Muaro. Pada sisi kanan jalan menjelang puncak kita akan menemukan sebuah celah batu yang berbentuk gua dengan tangga menurun. Menurut keterangan salah seorang pemandu, tempat ini adalah lokasi makam dari Siti Nurbaya, tokoh utama dalam sebuah kisah legendaris Minangkabau. Di bukit tersebut, pernah ditanam jasad Siti Nurbaya yang mewakili budaya kelam kawin paksa wanita Minang. Kisah roman Kasih Tak Sampai: karangan Marah Rusli tersebut bermula dari keelokan Gunung Padang. Bukit yang tak begitu tinggi tersebut juga dimanfaatkan kalangan pencinta olahraga climbing untuk menguji nyali. Tak jarang empat jalur pemanjatan yang ada di kawasan Siti Nurbaya tersebut menjadi dinding alam favorit bagi para climber.

Untuk mengabadikan Judul novel ini Pemerintah Kota Padang membangun sebuah jembatan yaitu Jembatan Siti Nurbaya yang menjadi satu satunya penghubung antara kota Padang dengan Bukit Gado Gado atau dikenal juga dengan bukit Sentiong ,yang terbelah oleh Sungai Batang Arau yang bermuara di Samudra Indonesia. Sehingga setelah anda pulang dari Gunung Padang anda dapat mampir ke jembatan ini. Dari jembatan ini kita dapat menyaksikan ratusan speed boat ,baik untuk menangkap ikan,maupun yang digunakan untuk mengangkut turis yang ingin bergabung dengan wisata diving. Waktu yang paling cocok untuk mengunjungi lokasi wisata ini adalah pada waktu menjelang matahari terbenam, karena Anda dapat menyaksikan keindahan pemandangan matahari terbenam dari jembatan Siti Nurbaya tersebut. Setelah itu area di sekitar jembatan akan dipenuhi oleh para penjual makanan yang menawarkan kuliner khas Padang dengan harga yang cukup bersahabat. Menikmati keindahan lereng gunung Padang yang penuh kerlap-kerlip lampu dari pemukiman penduduk di sekitar gunung yang semakin padat.

  1. Museum Adityawarman

Museum Adityawarman terletak di Jalan Diponegoro No. 10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Berdiri di tengah lahan seluas 2,6 hektar, museum dengan luas bangunan sekitar 2.855 meter persegi ini dibangun dengan mengambil inspirasi arsitektur dari rumah bagonjong atau rumah gadang yang merupakan ciri khas gaya arsitektur tradisional Minangkabau. Rumah bagonjong sendiri merupakan rumah panggung dengan atap meniru bentuk seperti tanduk kerbau yang bertumpuk. Jumlah gonjong yang ada di atap museum ini sendiri berjumlah tujuh pucuk. Museum ini merupakan salah satu museum terpenting yang mengangkat sejarah masyarakat Minangkabau dan peninggalan kebudayaan mereka sejak masa prasejarah hingga era modern. Museum ini juga bisa disebut sebagai taman mininya Sumatra Barat. Disini kita dapat mengenal berbagai pernak-pernik kehidupan masyarakat Minang dari koleksi yang dimilikinya.

Museum ini mulai dibangun pada tahun 1974, sebagai sebuah pusat pelestarian benda bersejarah yang meliputi cagar budaya Minangkabau, cagar budaya Mentawai, dan secara umum cagar budaya Nusantara. Peresmiannya sendiri dilaksanakan pada 16 Maret 1977 oleh Mendikbud yang menjabat ketika itu, Prof. Dr. Sjarif Thayeb. nama sebelumnya adalam Museum Negeri Propinsi Sumatera Barat. Nama Adityawarman dikutip dari nama seorang penguasa atau Raja besar yang dulunya pernah berkuasa di Minangkabau, satu jaman dengan Kerajaan Majapahit pada masa kejayaan Patih Gajah Mada. Museum ini memiliki tampilan pemandangan luar yang hijau dan asri. Di dalam Museum Adityawarman para wisatawan akan disuguhi 5781 koleksi arkeologi, keramologika, numismatika dan heralsika, etnografika, seni rupa, teknologika, biologika, historika, geologika serta filologika.

Di museum ini, Anda bisa belajar mengenai sistem kekerabatan yang  unik dari Minangkabau. Berbeda dari daerah lainnya di Indonesia yang pada umumnya memegang sistem kekerabatan patrilineal, Minangkabau menggunakan sistem matrilineal. Sehingga, bisa dikatakan peran wanita di Minangkabau ini lebih tinggi dibandingkan pria. Selain itu Kesenian banyak ditampilkan dalam upacara-upacara adat, salah satunya  adalah upacara pernikahan. Di salah satu sudut museum terdapat ruang peragaan pelaminan pernikahan adat Minang. Tentu saja ruangan ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh pengunjung. Jam Buka: Selasa – Minggu  : Pukul 08.00 – 16.00 Wib; Jum’at : Pukul 08.00 – 16.00 Wib; Senin: Khusus ruang pameran (tutup) dan sedangkan untuk Karcis masuk Dewasa: Rp 2.000,- (termasuk asuransi Rp 100) dan Anak – anak: Rp 1.000 (termasuk asuransi Rp 50). Khusus untuk rombongan hanya membayar separuh dari jumlah rombongan.

  1. Air Terjun Lembah Anai

Air Terjun Lembah Anai adalah salah satu ikon pariwisata di Provinsi Sumatera Barat yang biasa disebut juga sebagai Aia Mancua ataupun Aia Tajun oleh orang­-orang Padang. Terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi, tepatnya di Nagarai Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, sekitar 38 km dari arah Batusangkar. Air Terjun ini menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi, dua kota yang menjadi sentra bagi tata pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, dan pariwisata di Provinsi Sumatra Barat. Ini adalah kawasan konservasi cagar alam Lembah Anai yang di tetapkan semenjak kolonial Belanda. Hal ini dapat diketahui melalui surat keputusan No. 25 Stbl No. 756 yang dikeluarkan pada tanggal 18 Desember 1922 oleh pemerintah Hindia Belanda. Saat itu, kawasan yang ditetapkan sebagai cagar alam mencakup areal seluas 221 ha dan masih dipertahankan hingga sekarang. Selain itu buktinya adalah pembangunan jalur kereta api oleh Belanda di area ini. Kawasan ini memiliki hamparan hutan hujan tropik yang lebat dengan aneka ragam jenis flora dan fauna. Air terjun ini merupakan bagian dari aliran sungai Batang Lurah yang berhulu di atas Gunung Singgalang. Air terjun ini memperoleh pasokan airnya dari Gunung Singgalang.

Dengan tinggi mencapai 50 meter, Air Terjun Lembah Anai ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Terlebih ketika menyaksikan pemandangan kabut dengan pelangi warna-warni saat tempat ini terpapar cahaya matahari. Hawanya menyejukkan, tenang dan pemandangan hijau yang menyegarkan mata. Jika ingin berkunjung ke tempat ini pun sangat mudah. Bisa menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Untuk angkutan umum, tersedia angkot menuju lokasi Kawasan Cagar Alam Lembah Anai dengan ongkos berkisar 30 ribu rupiah per orang. Selain itu, ada pula kereta yang beroperasi setiap hari minggu dengan tiket yang lebih murah. Air Terjun Lembah Anai Padangi sendiri memiliki air jernih yang mengalir dari lokasi Gunung Singgalang dengan menyusuri perbukitan hingga menuju lereng, sampai mengalir melalui cagar alam dari Lembah Anai hingga akhirnya sampai di bagian tepi tebing.

Untuk tiket masuk menuju tempat wisata Lembah Anai ini ditarif dengan harga Rp.1500 saja per orangnya. Namun, harga ini bisa berubah­-ubah sesuai dengan ketetapan dari pihak pengelola Lembah Anai Sumatera Barat. Anda bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi wisata Lembah Anai ini, karena di sekitar lokasi sendiri ada banyak jajanan yang menjajakan minuman maupun makanan. Anda juga bisa membeli oleh­oleh di sini tanpa harus pergi lagi ke pusat kota. Oleh­oleh yang disajikan di warung yang ada di sekitar Lembah Anai, berupa beras rendang, keripik sanjai, dodol, sampai aneka macam oleh­oleh yang lainnya.

Top

5 Destinasi Wisata yang harus dikunjungi di Palembang

Palembang merupakan ibu kota propinsi dari sumatera selatan. Palembang ini merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Kota Palembang sendiri terkenal karena kota ini merupakan pusat dari Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal. Sehingga membuat kota ini dikenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya”. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km² yang dihuni 1,7 juta orang dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Selain populer dengan pempek-nya, Palembang juga menyimpan beberapa tempat wisata yang indah dan sudah jadi ikon kota ini lho. Palembang menyimpan banyak tempat wisata yang indah yang bisa anda jadikan tujuan untuk menghabiskan waktu libur anda.

  1. Jembatan Ampera

Jembatan yang menjadi ciri khas, landmark atau ikon kota Palembang yang dibangun pada tahun 1962 ini menghubungkan daerah seberang Ulu dan seberang Ilir. Kedua wilayah ini terpisahkan oleh sungai Musi. Dulu jembatan ampera memiliki motor penggerak yang bisa terangkat jika ada kapal besar yang melintas di bawahnya. Tetapi sejak tahun 1970 fungsi ini dihentikan agar tidak mengganggu perjalanan yang melintas. Karena waktu yang dibutuhkan untuk membuka jembatan sampai terangkat sempurna sekitar 30 menit. Jembatan Ampera yang memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter ini dinamakan Jembatan Bung Karno. Pemberian nama tersebut ditujukan sebagai bentuk penghargaan kepada Soekarno yang sudah memperjuangkan keinginan warga Palembang yang menginginkan sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Namun, Bung Karno tidak setuju dengan pemberian nama tersebut. Makan, jembatan itu dinamakan Jembatan Ampera, sesuai fungsinya yaitu sebagai Amanat penderitaan Rakyat (slogan bangsa Indonesia tahun 1960-an).

Dulunya Sungai Musi adalah sarana transportasi utama. Di tepiannya, terdapat beberapa obyek wisata, seperti Restoran Terapung, Benteng Kuto Besak, Kampung Arab, dan lain-lain. Pada pagi atau siang hari mungkin jembatan ini terlihat biasa saja, tapi menjelang malam hari, Jembatan Ampera tampak sangat indah dengan lampu­lampu yang menghiasinya. Disepanjang Sungai Musi terdapat banyak objek wisata yang bisa dikunjungi misalnya, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Benteng Kuto Besak, Pasar 16 Ilir, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Jembatan Musi II, Kilang Minyak Pertamina, Rumah Sakit, Pantai Bagus Kuning, Masjid Al Munawar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di dekat Jembatan Ampera juga terdapat pasar yang menyediakan oleh-oleh atau souvenir khas Palembang. Bagi wisatawan yang lapar pun tidak perlu khawatir karena di pasar tersebut juga menyediakan berbagai macam makanan yang dapat dinikmati dan mengisi kekosongan pada perut. Jika Anda ingin melihat keindahan dari Jembatan Ampera ini adalah di waktu malam hari karena di waktu itulah jembatan ini selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang warna-warni dan sangat terang serta memancar ke segala arah. Arah sinar dari lampu yang memancar itu tidak hanya menyamping, tetapi menjulang ke atas langit. Keindahan ini tampak lebih sempurna karena teknik pencahayaan yang digunakan ditata secara khusus, sehingga kemegahan jembatan ini semakin terlihat sempurna.

  1. Pulau Kemaro

Pulau Kemaro merupakan salah satu tempat wisata di Palembang yang paling terkenal. Pulau ini menjadi destinasi wisata favorit buat masyarakat Palembang dan lokasinya yang berada di tengah Sungai Musi, tak jauh dari Jembatan Ampera Palembang, hanya sekitar 6 km jaraknya. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah Klenteng yang banyak didatangi oleh umat Buddha untuk berdoa dan berziarah. Di Pulau Kemaro terdapat beberapa hal menarik, misalnya pagoda berlantai 9 yang dibangun pada tahun 2006, dan pohon cinta. Di sana ada makam seorang Putri Palembang, putri yang menikah dengan pangeran dari China. Sang pangeran yang tenggelam terlebih dahulu ke sungai, akhirnya disusul oleh sang putri. Masyarakat setempat percaya bahwa bila sepasang kekasih mengukir namanya di pohon cinta ini, maka hubungan cinta mereka akan berlanjut sampai dengan pernikahan.

Untuk menuju kesana, kalian cukup membayar biaya perahu yang banyak ditemukan disekitar Jembatan Ampera. Jenis transportasi yang ditawarkan umumnya berbentuk perahu kayu, mulai dari perahu tongkang ukuran besar, perahu ketek ukuran sedang, hingga perahu kecil yang disebut speedboat. Jika anda merupakan rombongan besar lebih dari 10 orang, anda mungkin bisa menyewa perahu tongkang. Untuk biaya sewanya memang cukup menguras isi dompet, yaitu berkisar Rp 1,5 – 2 juta. Jika anda merupakan rombongan kecil kurang dari 10 orang anda bisa menyewa perahu ketek ukuran sedang dengan harga berkisar Rp 300 – 400 ribu. Sementara jika anda merupakan rombongan kecil di bawah 5 orang anda bisa menyewa speed boat dengan harga sekitar Rp 200 – 250 ribu. Biaya sewa tersebut mencakup perjalanan pergi pulang, ada yang sistemnya mereka menunggu, ada juga yang sistemnya nanti akan dijemput lagi sesuai waktu yang disepakati. Adapun lama waktu tempuh dari tepian Pelataran Sungai dengan BKB menuju lokasi Pulau Kemaro tentunya tergantung jenis perahu yang disewa. Untuk Perahu tongkang dan ketek relatif lebih lambat, waktu tempuhnya berkisar 25 – 30 menit. Sementara jika memakai speedboat waktu tempuhnya bisa 10-15 menit.

  1. Benteng Kuto Besak

Palembang juga memiliki peninggalan bangunan bersejarah dari Kerajaan Palembang Darussalam saat masa pendudukan bangsa Belanda yang masih bertahan hingga sekarang. Benteng ini adalah satu­satunya benteng yang menggunakan dinding batu di Indonesia yang dulu dijadikan pertahanan untuk menangkal serangan dari penjajah Belanda. Di dalam benteng ini terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya serta rumah sakit. Benteng yang berlokasi persis di tepi Sungai Musi ini bukan bangunan biasa. Karena Benteng Kuto Besak sudah berumur ratusan tahun. Benteng Kuto Besak dibangun pada tahun 1776-1803 Masehi pada saat pemerintahan Sultan Muhammad Badaruddin. Usia bagunan ini mencapai ratusan tahun, sehingga membuat tempat wisata ini menjadi sangat menarik dengan nilai sejarah yang tinggi. kemegahannya masih terlihat dari benteng dengan tinggi mencapai 9,9 meter, panjang 288,75 meter dan lebar 183,75 meter. Apalagi tebalnya mencapai 1,99 meter. Di setiap sudut benteng ini terdapat benteng pertahanan, salah satunya yang ada di sebelah barat laut, memiliki ukuran lebih besar dari ketiga benteng pertahanan lainnya.

Dari Benteng Kuto Besak, Anda dapat melihat banyak kapal berlayar di Sungai Musi. Benteng Kuto Besak adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang sudah menjadi ikon unik karena keindahan yang ditawarkannya, terutama pada sore hari. Ketika malam tiba, biasanya Benteng Kuto Besak diramaikan oleh pedagang pasar malam yang menyajikan aneka kuliner yang enak-enak, salah satunya pempek. Juga ada berbagai macam jajanan kaki lima yang nggak kalah lezat. Bakal lebih asyik, jika kamu makan malam di atas kapal restoran terapung. Suasana malam makin terasa hangat karena ada deretan lampu taman dengan refleksi warna kuning dari permukaan sungai.

  1. Gunung Dempo

Gunung Dempo merupakan salah satu obyek wisata alam Kabupaten Lahat yang merupakan puncak tertinggi salah satu dari kumpulan pegunungan yang dikenal dengan bukit barisan ini memilki tinggi 3.195 mdpl. Gunung tertinggi di Sumatera Selatan ini dapat dicapai langsung dari Palembang dengan kendaraan pribadi selama lebih kurang 6 jam, menempuh jarak sepanjang 295 km. Dapat juga mempergunakan bus umum dari Lahat menuju Pagar Alam (60 km), dan dari sini dilanjutkan dengan bus lain menempuh jarak 9 km sampai ke perkebunan dan pabrik teh lereng gunung. Obyek wisata ini mirip dengan keindahan gunung Lokon Tomohon.

Gunung Dempo menyajikan pemandangan yang sangat indah dengan kebun teh berhektar-hektar. Uniknya, kawahnya bisa berubah warna sewaktu-waktu, kadang putih, biru, atau hijau. Di dekat Gunung Dempo terdapat Kampung Ampat, yaitu desa yang kebanyakan masyarakatnya berasal dari suku Jawa. Mereka juga menggunakan bahasa Jawa dan menjadi tujuan transmigrasi masyarakat Jawa. Serta memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit hutan Montane serta Hutan Ericaceous atau yang disebut hutan gunung. Gunung ini terletak pada perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Gunung Dempo sendiri merupakan gunung berapi yang masih aktif. Sehingga tak heran jika masih tampak terlihat asap dan semburan lumpur yang menuju ke dataran rendah. Salah satu hal yang menarik dari Gunung Dempo adalah adanya sumber mata air yang berada pada lembah yang terhampar ditengah antara puncak Gunung Dempo dan Gunung Marapi. Selain itu panorama yang indah yang diberikan ketika para pendaki berada diatas puncak gunung dempo dapat menjadi suatu kepuasan tersendiri.

  1. Air Terjun Maung ( Curup Maung)

Air terjun curug maung ditemukan oleh warga sekitar awal tahun 2014. Air Terjun Maung adalah salah satu dari 76 air terjun di Kabupaten lahat. Air Terjun Maung memiliki tinggi hampir 80 meter dengan lebar yang hampir sama dengan tingginya. Air Terjun Maung ini lebih populer dengan sebutan Curup Maung dengan pemandangan alam disekitar lokasi Curup Maung yang masih sangat hijau dan alami, menjadi daya tarik utama wisatawan. Meskipun ramai akan pengunjung, namun air terjun ini masih terlihat eksotik. Sepanjang 80 meter aliran air tersebut terbagi oleh dinding jurang dan rumput yang hijau. Itulah yang membuatnya tampak indah, sekaligus berbeda dari air terjun lainnya.

Di sebelah kanan Air Terjun Maung ada dua air terjun kembar yang mengalir deras. Menurut masyarakat setempat, Air Terjun maung berasal dari Ayek Mingkek yang mengalir melalui goa dan kemudian terhempas ke Sungai Lematang. Disana terdapat 2 Air terjun besar dan 5 air terjun kecil. Dengan ketinggian 200 M. Diatas air terjun tumbuh pepohonan dan kebun kopi masyarakat. Lokasinya berada di Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat. Kurang lebih sekitar satu jam dari Ibu Kota Kabupaten Lahat menuju Kecamatan Gumay Ulu. Setelah sampai kelokasi dilanjutkan dengan berjalan kaki selama ± 1 jam untuk sampai ke curug maung, Anda akan melewati hutan dan kebun kopi dengan medan yang menurun dengan tingkat kecuraman hampir 45 derajat. Untuk kesini cukup membayar tiket masuk dan parkir seharga Rp 5000,-.

Top

5 Destinasi Wisata Menarik Di Medan

Kota Medan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara. Kota Medan juga menyimpan banyak destinasi wisata menarik untuk dikunjungi. Kota medan termasuk dalam kategori Kota metropolitan terbesar di luar Pulau Jawa yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Medan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki airport paling keren, Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Medan juga sangat dikenal dengan durian Ucoknya. Kota ini merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat. Meskipun kota ini merupakan ujung dari pulau sumatera, namun kota ini telah mengalami perkembangan yang pesat selama beberapa tahun ini. Selain itu Medan memiliki aneka ragam budaya dan tempat wisata yang indah untuk dikunjungi. Selayaknya kota-kota besar lainnya, selain sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, Medan juga sering menjadi kota tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia. Berikut ini beberapa destinasi wisata menarik di Medan.

  1. Danau Toba

Danau Toba merupakan wisata medan yang sudah sangat populer. Danau toba adalah danau vulkanis yang paling besar di dunia dan sudah sangat terkenal ke mancanegara. Danau ini terbentuk karena letusan gunung berapi yang teramat besar. Letusan tersebut membentuk kawah yang besar dan lama-kelamaan akan terisi air. Danau Toba sebenarnya hampir menyerupai sebuah lautan daripada danau, mengingat luas ukurannya yang memang tidak seperti danau biasanya. Oleh sebab itu Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan juga sebagai danau terbesar kedua setelah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba juga termasuk sebagai danau terdalam di dunia yaitu dalamnya sekira 450 meter. Secara administratif, kawasan Danau Toba terbentang pada tujuh kabupaten yang ada di Sumatera Utara, yakni Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tanah Karo, dan Dairi. Hal ini disebabkan panjang danau yang mencapai hingga 100 km dengan lebar sebesar 30 km. Danau Toba memiliki kedalaman maksimal mencapai 529 meter dengan luas danau sebesar 1.130 kilometer persegi.

Akses Lokasi menuju danau toba bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun bus, jika menggunakan bus, anda bisa menggunakan bus L300 atau bus yang tujuannya prapat, jika anda berangkat dari medan, anda bisa mencari bus tujuan prapat di terminal pinang baris, jarak yang akan anda tempuh dari medan ke perapat sekitar 176 km, dengan waktu sekitar 6 jam perjalanan kalau tidak macet, Jika anda menggunakan bus biasanya dikenakan biaya Rp 50.000, namun jika anda ingin pergi menggunakan mobil travel biasanya dikenakan biaya sebesar Rp 70.000, selain menggunakan bis dengan tujuan medan prapat anda juga bisa menggunakan bis dengan tujuan medan brastagi, biayanya biasanya sama.

Di tengah Danau Toba ada sebuah pulau kecil bernama Pulau Samosir, luasnya kurang lebih 647 kilometer persegi. Pulau Samosir memiliki luas yang hampir sama dengan negara Singapura. Pulau Samosir memiliki dua danau kecil yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Di pulau ini menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir. Suku Batak yang tinggal di Pulau Samosir masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Mereka juga masih menjalankan berbagai ritual yang biasa dilakukan nenek moyang dahulu. Jika anda ingin pergi ke pulau samosir anda bisa menggunakan kapal feri, jika menggunakan kapal feri bisa memakan waktu skitar 30 menit, tarifnya biasanya sekitar Rp 10.000.

  1. Istana Maimun

Salah satu ikon Kota Medan dan merupakan bangunan peninggalan dari Kerajaan Deli adalah Istana Maimun. Bangunan yang berwarna kuning terang (warna khas melayu) ini berdiri tepat di tengah kota. Istana Maimun memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam (Timur Tengah), Spanyol, India dan Italia. Ketika berkunjung ke Istana Maimun kita akan dapati peninggalan sejarah Kerajaan Deli, singgasana sultan, foto-foto sultan, serta koleksi benda bersejarah lainnya. Istana ini terletak di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Istana Maimun dibangun oleh Sultan Deli, yaitu Sultan Mahmud Al Rasyid pada tahun 1888 dan selesai pada tahun 1891. Dibangun dengan desain arsitektur bergaya Italia, istana dengan luas 2.777 meter persegi terdiri dari dua lantai dan terbagi menjadi tiga bangunan induk, bangunan sayap kiri juga sayap kanan. Setidaknya ada 30 ruangan dalam istana yang kental dengan pangaruh budaya Eropa. Istana terbagi menjadi tiga bagian, yakni bangunan induk, bangunan sayap kanan, serta bangunan sayap kiri. Panjang istana sekitar 75,5 meter dengan ketinggian hingga 14,14 meter. Sementara luas halaman istana mencapai empat hektar.

Bangunan istana menghadap arah utara dan tepat di depannya berdirilah Masjid Al-Mashun atau yang terkenal dengan nama Masjid Raya Medan. Yang menarik, ada bangunan kecil beratap ijuk di sisi kanan istana. Di sana tersimpan Meriam Puntung yang disebut juga meriam buntung dengan legenda penjelmaan putri yang cantik. Disebutkan, Meriam Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali nan cantik jelita. Dia berubah menjadi meriam dalam mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh yang ditolak pinangannya oleh Putri Hijau. Akibat laras meriamnya yang terlalu panas karena menembak terus menerus, maka akhirnya meriam pecah menjadi dua bagian. Ujung meriam yang merupakan bagian yang satu, melayang dan menurut dongeng jatuh di Kampung Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Tanah Karo. Sedangkan bagian yang lain disimpan pada bangunan kecil di sisi kanan Istana Maimun.

Rute Perjalanan ke Istana Maimun dari Bandara Udara Internasional Kualanamu, Anda harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 40 km untuk dapat tiba di pusat kota Medan. Tetapi jika Anda dari pelabuhan Belawan, jarak Istana Maimun ini berkisar 28 km. Letak istana yang berada di pusat kota memudahkan Anda untuk dapat tiba di sana. Tersedia berbagai angkutan umum yang dapat mengantarkan Anda ke sana, mulai dari becak, angkot, hingga taksi. Berikut jadwal berkunjung ke Istana dari Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid : SENIN – MINGGU : 08.00 s/d 17.00 WIB; 08.00 s/d 12.00 WIB; 14.00 s/d 17.00 WIB dan PERTUNJUKAN TRADISIONAL MUSIK MELAYU (LIVE MUSIC) pada SENIN – KAMIS : 10:30 s/d 12.00 WIB; JUMAT – SABTU : 14.00 s/d 15.30 WIB; MINGGU : 10.00 s/d 12.00 WIB. Dikenakan biaya Rp 15.000 – Rp 30.000 untuk menyewa pakaian adat melayu dan berfoto di dalam istana. Tiket masuk Istana Maimun seharga Rp 8.000,- per orang.

  1. Gereja Grha Maria Annai Velangkani

Salah satu obyek wisata rohani di Medan yang terkenal. Gereja umat katolik yang mempunyai bentuk unik, mirip dengan kuil hindu. Gereja ini awalnya dibangun untuk umat katolik tamil yang ada di Kota Medan, tetapi lama-kelamaan terbuka juga untuk umum. Annai Velangkanni (Bunda Velangkanni) dibangun dengan tujuan sebagai persembahan untuk Bunda Maria yang pernah terlihat ada di daerah pesisir Velangkanni, Tamil Nadu, India abad ke-17. Selain berdoa, di sini banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk mengambil gambar. Sudut lain dari tempat wisata rohani ini adalah Kapel Maria yang biasa dipakai untuk berdoa pada Bunda Maria.

Graha Santa Maria Annai Velangkanni didesain oleh Pastor James Bharataputra S.J. Gereja ini dibangun pada September 2001 pembangunan graha mulai dilakukan selama empat tahun dengan biaya yang dihabiskan sebesar Rp 4 miliar dan kemudian diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2005. Yang unik dari gereja ini adalah arsitektur Indo – Mogul yang pewarnaan ornamennya dilakuan sesuai dengan makna kitab suci. Bangunan berbentuk menara candi terdiri dari dua tingkat. Lantai dasar dijadikan aula, lantai pertama tempat beribadah dan balkon yang 14 jendelanya menceritakan jalan salib. Buat anda yang tertarik untuk mengunjungi dan melihat setiap sudut bangunan, anda bisa langsung datang ke tempat ini.

Akses jalan ke graha ini pun cukup mudah dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lokasi Graha Santa Maria Annai Velangkanni berada di Taman Sakura Indah, Jalan Bunga Sakura III no.10 Kel.Tanjung Selamat Kec.Medan Tuntungan. Tidak ada biaya retribusi untuk mengunjungi gereja ini, Anda hanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan. Cara menuju Gereja : naik angkot jalur apa pun yang menuju arah Terminal Pinang Baris. Lalu turun di depan terminal, dan naik angkot ke Asam Kumbang. Atau anda juga dapat menggunakan betor, dengan tarif Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000.

  1. Taman Buaya Asam Kumbang

Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda, cobalah untuk mengunjungi Taman Buaya Asam Kumbang. Taman ini adalah taman buaya terbesar di Indonesia dan juga menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Taman Buaya Asam Kumbang berlokasi di Jalan Bunga Raya nomor 59, Kecamatan Medan Selayang, Desa Asam Kumbang, Medan. Taman ini terletak sekitar 5 KM dari pusat Kota Medan. Awalnya taman ini merupakan taman yang didirikan untuk memenuhi hobi seorang Lo Tham Muk, orang kaya Medan beretnis Tiong Hoa, yang menyukai berbagai jenis reptil terutama buaya. Lo Tham Muk yang dikenal sebagai pendiri penangkaran ini awalnya memelihara sekitar 12 reptil, terutama buayanya. Kemudian buaya tersebut berkembang biak hingga kini Di tempat ini terdapat 3000­an ekor buaya dari yang kecil hingga yang besar kebanyakan dari spesies buaya muara. Lo Tham Muk resmi mendirikan penangkaran ini di tahun 1959 lalu. Tak disangka buaya di penangkaran ini semakin banyak dan akhirnya dijadikan tempat penangkaran buaya. Di tempat ini terdapat ribuan ekor buaya dalam berbagai jenis usia yang ditangkar dalam bermacam-macam kandang.

Kini, objek wisata Medan yang satu ini menjadi tempat penangkaran buaya terbesar di dunia di susul Madras Crocodile Bank Trust di Tamil Nadu, India. Penangkaran ini telah menghasilkan ribuan ekor budaya yang siap reproduksi. Untuk makanan buaya ini saja bisa menghasiskan 1 ton lebih daging sebagai konsumsi hariannya. Areal penangkaran ini seluas dua hektar, oleh pemiliknya di dalam areal ini telah dibangun 78 bak penangkaran buaya dan setiap bak dihuni sekitar 10-15 buaya disesuaikan dengan umurnya masing-masing. Bak dan kolam tersebut difungsikan untuk perawatan dan pembersihan buaya. Para pengunjung biasanya tetap dikontrol oleh pengelola agar tidak terlalu mengganggu aktivitas sang pemangsa liar ini. Bila anda berani, ada seekor buaya jinak untuk diajak berselfie ria. Selebihnya adalah buaya­buaya ganas. Anda juga dapat menyaksikan hewanhewan lainnya di Penangkaran Buaya Asam Kumbang seperti berbagai jenis ular, anjing, dan burung. Sebagian tanah dibuat semacam danau buatan, tempat leluasa untuk buaya hidup di air dan naik ke darat. Danau telah dipagari tembok panjang dengan tinggi sekitar 3 meter sebagai pembatas dengan areal perkampungan penduduk yang berada di sekitarnya.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang ini dibuka setiap hari dari jam 09.00­-18.00 Wib dan anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 6000,­/orang (Dewasa) dan Rp 4000,­/orang (Anak­anak). Saat makan buaya sekitar jam 17.00, Anda akan melihat aktivitas seru dan menegangkan dari buaya-buaya tersebut. Sebabnya, saat itulah waktunya Anda melihat buaya sedang menyantap makanan. jika anda ingin melihat atraksi buaya, maka anda harus membayar tiket seharga Rp 50.000 untuk setiap orang dan juga anda bisa memberi mereka makan dengan membeli ayam dan itik yang sudah di sediakan oleh pengelola disana dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per ekor nya.

  1. Air Terjun Sipiso-piso

Salah satu air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 120 meter. Dalam bahasa Batak, Sipiso-piso berarti piso atau pisau. Ini digunakan untuk mewakili tinggi dan derasnya air terjun yang mengalirkan air seperti bilah pisau tajam bila dilihat dari ketinggian. Lokasi Air Terjun Sipiso-Piso memang tidak jauh dari lokasi Danau Toba tepatnya di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Air Terjun Sipiso Piso berada di sekitar tepi Danau Toba bagian utara dengan ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus. Dari Air Terjun Sipiso-Piso ini kita juga dapat menyaksikan pemandangan Danau Toba dari ketinggian yang tentunya akan sangat indah. Sehingga banyak juga orang yang mengatakan bahwa air terjun ini sebagai kesempurnaan antara pemandangan Danau Toba dari ketinggian dan kedahsyatan air terjun yang mengalir dari perut bumi.

Untuk menuju ke dasar air terjun yang memiliki ketinggian 120 meter ini anda akan membutuhkan waktu sekitar 1 jam, Namun anda tidak perlu takut karena licin atau sebagainya, karena pemerintah kabupaten karo sudah membangun sebuah tangga untuk para wisatawan, agar pengunjung merasa nyaman dan aman, banyak anak tangga yang bakalan kita lewati sekitar 1200 anak tangga. Akses menuju Air terjun ini jika dari medan anda bisa menaiki bus dengan tujuan kabanjahe, biasanya klo naik bus sekitar 2 jam nyampek ke kabanjahe, setelah sampai di kabanjahe carilah bus yang tujuannya ke desa tongging, dari kabanjahe ke desa tongging biasanya menempuh jarak sekitar 24 km, dan memakan waktu kurang lebih 30 menit jika tidak macet. Jika anda berangkat dari pekanbaru menuju air terjun sipiso­piso bisa memakan waktu sekitar 12 jam jika tidak macet, jalur yang bisa anda gunakan dari pekanbaru menuju desa tongging adalah pekanbaru – dumai – bagan batu – rantau prapat – desa tongging – air terjun sipisopiso. Fasilitas yang terdapat di Air Terjun Sipiso­Piso ini cukup memadai, seperti lahan parkir dan warung makan yang cukup luas. Disini juga terdapat penginapan yang berada di Desa Tongging dan Desa Kabanjahe. Terdapat juga toko souvenir bagi anda yang ingin membeli oleh­oleh untuk teman dan kerabat terdekat. Sedangkan untuk tiket masuknya Rp 5000-,.

Top

5 Destinasi Wisata yang Sering dikunjungi Di Surabaya

Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur yang dikenal sebagai kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Surabaya juga mendapat julukan kota pahlawan karena banyak tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari kota ini yang pernah membela NKRI pada masa penjajah dan juga kota pelabuhan atau kota Industri karena sejarah yang sangat panjang, dan memang aktivitas industri serta bongkar muat di pelabuhan menjadi rutinitas yang tak pernah sepi. Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 km² dan jutaan penduduk yang menempatinya. Tidak kalah dengan tempat wisata di indonesia yang lainnya, ternyata Kota Surabaya dan sekitarnya juga memegang peranan penting dalam membuat tempat refreshing untuk masyarakatnya dan warga sekitarnya. Kota Surabaya juga terkenal sebagai kota jasa dan kota perdagangan. Di tempat ini juga terdapat banyak tempat wisata yang layak untuk di kunjungi. Tempat wisata Surabaya terbagi dalam beberapa tipe. Beragam tipe tersebut yaitu Wisata belanja, Wisata heritage/sejarah, Wisata religi, Wisata alam dan Wisata kuliner Surabaya. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang sering dikunjungi ada di Surabaya.

  1. Kebun Binatang Surabaya (KBS)

KBS merupakan salah satu kebun binatang yang terkenal di indonesia. kebun binatang ini adalah salah satu kebun binatang yang tertua di Asia. Kebun Binatang Surabaya pertama kali dibuka untuk umum pada April 1918. Bahkan pada tahun 1970-an, kebun binatang ini menyandang sebagai kebun binatang dengan koleksi terlengkap di Asia Tenggara. Kebun Binatang Surabaya juga pernah menyandang sebagai kebun binatang terbesar dan paling terkenal di Asia Tenggara. Dengan luas 15 hektar, tempat ini juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk berjalan kaki dan olahraga. kebun binatang di Surabaya sudah di bangun ketika wilayah Indonesia dikuasai oleh pemerintah Belanda. Tapi sudah berganti lokasi sampai berkali-kali sebelum akhirnya menetap di lokasi Surabaya. Saat ini kebun binatang berada di lokasi sangat strategis dan juga mudah di jangkau dari arah mana saja. Pada tahun 1916 silam, Kebun Binatang Surabaya berada di kawasan Kaliondo. Akan tapi pada tahun 1917 wisata kebun binatang telah di pindah lagi lokasinya berada di jalan Groedo sampai tahun 1920 kebun binatang Surabaya terletak pada kawasan Darmo yang luas lahannya mencapai 30.500 meter persegi. Saat ini KBS Kebun binatang Surabaya sendiri berlokasi di Jl. Setail No. 1, Surabaya, Jawa Timur 60291. Lokasi kebun binatang ini cukup terkenal karena terletak di depan patung “Suroboyo”, yang merupakan ikon dari Hiu dan Buaya yang melambangkan kota Surabaya. Selain itu, KBS juga mudah dijangkau karena dekat dengan terminal Joyoboyo.

Selain itu Kebun binatang Surabaya juga mempunyai berbagai tema seperti tema Pendidikan, penelitian, hiburan dan konservasi. Sehingga para pengunjungnya juga akan mendapat wawasan satwa yang terdapat di kebun binatang Surabaya. Dalam Kebun Binatang Surabaya juga mempunyai sekitar 315 spesies serta punya jumlah satwa hampir 2000 ekor lebih, Satwa tersebut terdiri atas berbagai jenis satwa mulai dari mamalia, aves, reptil, dan pices serta lain sebagainya. Dalam kebun binatang Surabaya juga terkenal dengan satwa langkanya seperti harimau Sumatera dengan binatang yang berasal dari satwa luar negeri. Fasilitas yang terdapat di KBS lokasi parkir yang luas, mushola sebagai tempat ibadah, ada kantin yang menyediakan beberapa macam menu makanan maupun oleh-oleh khas dari Surabaya. Selain itu juga terdapat Wahana permainan yang sangat lengkap, mulai dari wahana permainan anak sampai orang dewasa bahkan juga wahana permainan air. Harga tiket untuk masuk ke kebun binatang Surabaya tahun 2016 sangat murah yakni hanya perlu membayar 15.000 jika hari biasa. Sedangkan saat liburan para pengunjung biasanya harus membayar harga tiket masuknya Rp 20.000 ataupun lebih karena setiap waktu harga dapat berubah. Sebelum masuk, akan di beri gelang dijadikan sebagai tanda pengenal. Anda dapat mengunjungi tempat ini mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB.

  1. Wisata Hutan Mangrove Wonorejo

Mangrove merupakan hutan bakau. Pohon-pohon bakau ini tumbuh dan ditanam di sekitar pantai yang berfungsi untuk menahan erosi agar tidak terjadi abrasi. Dengan adanya tanaman bakau ini, bisa menghambat derasnya air laut yang menuju daratan, sehingga dapat mencegah bencana alam. Selain itu, hutan bakau juga berguna sebagai tempat tinggal sebagian binatang laut seperti ikan, udang, kerang, dan binatang lainnya. Lokasi Ekowisata Mangrove Wonorejo berada di Jl. Raya Wonorejo No. 1, Rungkut, Surabaya. Ekowisata mangrove wonorejo merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk oleh masyarakat wonorejo, surabaya. Saat ini di area Hutan Mangrove Wonorejo ini sudah berukuran lebih dari 200 hektar dan menjadi habitat untuk 30 spesies binatang yang dilindungi, seperti kera ekor panjang dan berbagai jenis burung pantai. Dengan menyusuri jogging track yang terbuat dari bilah bambu, kamu bisa menikmati suasana hutan di atas yang asri, serta mendengarkan kicauan burung yang merupakan endemik asli di Hutan Mangrove Wonorejo. Ada sekitar 15 spesies tanaman mangrove, 53 spesies serangga, 7 spesies primate dan 83 spesies burung, diantaranya kendidih, gagang bayam timur, caladi ulam, bubut Jawa, cekakak Jawa, blekok sawah, serta sejumlah satwa liar lain yang dapat kamu temui dengan mudah disini. Selagi menyusuri jogging track, jika beruntung, kamu bisa melihat gerak-gerik kepiting capit besar, biawak atau ikan ‘glodok.’

Untuk masuk dalam wilayah Ekowisata Mangrove Wonorejo akan dikenai tiket masuknya senilai Rp 25.000 bagi orang dewasa sedangkan Rp 15.000 bagi anak-anak. Tarif tiket ini juga sudah termasuk pembayaran kapal dengan perahu yang akan mengantar anda menuju pada hutan. Beberapa kapal dan juga perahu sudah disiapkan, dari mulai Kapal Jaya Samudra dengan kapasitas 50-60 orang, selanjutnya Perahu kapasitas 35 serta 40 orang dewasa, kemudian speedboat yang kapasitasnya mencapai 6 orang. Bila anda ingin memakai speedboat maka akan dikenai tiket masuk sejumlah Rp 300.000 dalam satu kali perjalanan. Wisata mangrove wonorejo hanya buka pada hari sabtu, minggu dan hari libur nasional saja dengan jam operasional pukul 08.00 – 16.00 WIB.

  1. Kenjeran Park

KenPark atau dikenal juga dengan Kenjeran Park sering juga disebut sebagai pantai Kenjeran baru. Letak antara pantai Kenjeran lama dan baru tidak terlalu jauh, kurang lebih 1 km. Lokasi Kenpark pantai Kenjeran Surabaya sangat luas dibandingkan dengan pantai Kenjeran lama. Tapi sama-sama memiliki pantai yang merupakan 1 terusan, terbentang dari pantai Kenjeran lama sampai dengan pantai Kenjeran baru. Tempat yang di kelola PT Gantaring Jaya berdiri pada tahun 1947 dikenal masyarakat Surabaya. Lokasinya berada di kawasan Kenjeran – Surabaya, Jawa Timur merupakan lokasi yang mudah dicari dan sangat strategis karena terletak di sejajaran jalanan Pantai Kenjeran. Kenpark merupakan sebuah kawasan wisata terpadu yang cukup luas, terdiri dari beberapa tempat wisata seperti arena kuda, waterpark, pemancingan, sirkuit balap gokart hingga sebuah rumah ibadah untuk yang beragama Budha atau yang sering dikenal dengan wihara/klenteng.

Di Ken Park terdapat Sanggar Agung yang merupakan tempat ibadah bagi umat Tri Darma dengan lokasi menjorok ke tengah laut. Desain eksteriornya bernuansa Bali dan Jawa Kuno. Disini, pengunjung akan melihat Patung Dewi Kwan Im tertinggi di Indonesia. Dalam satu tahun tempat ibadah ini menyelenggarakan beberapa kali upacara keagamaan, yang selalu dihadiri ribuan umat antara lain Peringatan Hari Suci Dewi Kwan Im, Peringatan Tri Suci Waisak dan yang paling ditunggu-tunggu umat adala perayaan festival bulan purnama yang dihadiri oleh puluhan ribu umat. Monumen Dewa Catur Muka adalah Monumen yang tertinggi di Dunia dengan ketinggian 36 meter dan merupakan salah satu tujuan wisata religi di Surabaya. Selain itu, KenPark juga memiliki wisata kuliner di area food court. Berbagai macam khas makanan Kenjeran yang layak sekali untuk dicoba seperti kupang lontong, sate kerang, dan es degan. Di area food court terbuka (semi outdoor), pengunjung juga bisa menaiki sepeda becak dengan harga Rp5.000 selama setengah jam.

Harga tiket masuk yang ditawarkan terbilang cukup terjangkau yaitu Rp 15.000. Untuk parkir roda empat seharga Rp. 10.000 dan untuk roda dua Rp. 8.000. Apa saja yang dapat dilakukan di Kenpark ini. Berikut beberapa kegiatan yang bisa dicoba; Berburu Matahari Terbit / Sunrise di Kenjeran Park, Berenang di Waterpark Kenjeran Park (Untuk menikmati wahana kolam renang di dalam Kenjeran Park ini, kalian akan dikenakan biaya lagi sebesar Rp 20.000 saat weekday, dan Rp 25.000 saat weekend), Berjalan-jalan di Area Replika Wisata Dunia dan Mengunjungi spot untuk hunting foto.

  1. Monumen Kapal Selam (Monkasel)

Monumen Kapal Selam atau biasa disingkat dengan Monkasel, berlokasi di tepi Kali Mas, di pusat kota Surabaya. Lebih tepatnya di sebelah Plaza Surabaya yaitu berada di Jalan Pemuda No 39. Wisata Kapal selam yang dibuka sejak tanggal 15 Juli 1998 ini menampilkan  KRI Pasopati 410 yang ketika masih aktif digunakan oleh TNI – Angkatan Laut menjadi bagian perjuangan,  pertahanan dan ketahanan  dari sejarah bangsa. Kapal Selam yang ada disini adalah KRI Pasopati 410. Ini juga merupakan salah satu Angkatan Laut milik Republik Indonesia pabrikan Uni Soviet tepatnya tahun 1952 lalu. Kapal Selam ini juga telah terlibat dalam peperangan di Laut Aru untuk pembebasan wilayah Irian Barat terhadap pendudukan pemerintahan Belanda. Namun akhirnya kapal selam tersebut sekarang ada di samping Plasa Surabaya Jl. Pemuda. Keberadaan dari wisata monumen Kapal Selam tersebut untuk memperingati keberanian para pahlawan Indonesia.

Di dalam Monumen Kapal Selam Surabaya ada beberapa ruangan yang menjadi daya tarik utama dari monument ini. Diantaranya adalah sebagai berikut; Ruang Tinggal Perwira, Ruang Torpedo Buritan, Ruang Diesel, Ruang Listrik, Ruang ABK atau Anak Buah Kapal, Ruang Periskop sebagai Pusat Informasi Tempur danRuang Torpedo Haluan dengan 4 peluncur torpedo. Selain itu, ada beberapa fasilitas yang disediakan Monumen Kapal Selam Surabaya. Di sini pengunjung bisa menonton Video Rama yang menampilkan sejarah kapal selam terutama di Indonesia. Ada musik yang diadakan di panggung terbuka khususnya pada akhir pekan hari Sabtu dan Minggu. Ada juga pemutaran film peperangan di Laut Aru. Bermain wisata air di dekat Kali Mas atau olahraga juga menyenangkan. Terdapat juga beberapa fasilitas umum seperti mencicipi kuliner khas Surabaya di sekitar area Monumen Kapal Selam Surabaya. Sedangkan tiket masuk yang harus anda bayar untuk menikmati kemegahan wisata Monumen Kapal Selam ini ialah Rp 10.000 setiap orang. Sedangkan akses jalan untuk menuju monumen jika anda tempuh dari stasiun Gubeng, kira-kira berjarak 100 meter akan sampai di pintu belakang. Monumen Kapal Selam ini juga buka setiap hari Senin sampai Jum’at dari Pukul 08.00 pagi hingga jam 20.00 malam. Sedangkan setiap hari Sabtu dengan Mingu, akan dibuka dari Pukul 08.00 sampai jam 21.00 malam.

  1. Monumen Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan menjadi saksi bisu tragedi 10 November yang dalam Negara Indonesia dikenal sebagai Hari Pahlawan. Tugu Pahlawan merupakan ikon kota Surabaya yang menjadi bukti perjuangan dan keberanian rakyat Surabaya melawan penjajahan Belanda. Tugu yang menjadi peringatan perjuangan bangsa Indonesia ini menjadi tempat wisata sejarah dan edukasi yang menarik ketika berkunjung ke kota Pahlawan, Surabaya. Tugu Pahlawan terletak di Jl. Pahlawan, Kelurahan Alun­alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur tepatnya di depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Aksesnya sangat mudah dijangkau, dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum seperti taksi. Memasuki area Tugu Pahlawan terdapat semacam pintu gerbang berbentuk candi yang menghiasi sebelah luar Tugu. Hal ini karena terjadinya pertempuran di kota ini pada tanggal 10 Nopember 1945 dimana para pejuang menurunkan bendera Belanda dan membunuh pemimpin Belanda yang bernama Jenderal Mallaby. Pertempuran ini menjadi bagian sejarah dari berdirinya bangsa Indonesia. Tugu Pahlawan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar yang digunakan sebagai pengadilan tinggi (Raad van Justitie) pada zaman kolonial Belanda. Selama pendudukan Jepang bangunan itu digunakan sebagai pusat pelatihan bagi polisi militer Indonesia melawan pendudukan Jepang. Selama Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 pengadilan itu dihancurkan oleh Sekutu.

Tugu pahlawan berbentuk paku terbalik, yaitu diameter bawah tugu lebih besar dari diameter atas. Tugu ini memiliki tinggi 41,15 meter atau 45 yard dan diameter 3,1 meter, yang semakin ke atas, diameter semakin kecil. Selain tugu pahlawan, di area ini terdapat patung dan bangunan lain yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia, khususnya untuk mengenang pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 Nopember 1945. Dibawah tanah Tugu Pahlawan terdapat Museum Tugu Pahlawan yang  di resmikan oleh Presiden R.I kala itu K.H Abdurrahman Wahid pada 19 Februari tahun 2000. Didalamnya terdapat dokumentasi pembangunan, dan kisah-kisah sejarah. Harga tiket masuk berkisar Rp.5.000. Hari Selasa-Jumat buka mulai pukul 07.00-15.00 WIB dan Sabtu-Minggu buka mulai pukul 07.00-12.00 WIB. Museum itu berbentuk piramida-piramida kecil yang menyimpan benda-­benda sejarah yang berkaitan dengan perjuangan rakyat Surabaya (arek­arek Suroboyo). Museum ini dibangun di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan sedalam 7 meter, dikenal dengan Museum 10 November. Di dalam museum, kita bisa menemukan rekaman asli pidato Bung Tomo yang berapi-api. Beberapa diorama menggambarkan aksi kepahlawanan warga Surabaya ditampilkan. Puas melihat diorama, turis bisa lanjut melihat koleksi lain dari museum, seperti foto-foto dan senjata-senjata tembak yang digunakan saat melawan para penjajah. Semua masih tersimpan rapi di museum ini.

Top

5 Destinasi Wisata Populer di Jakarta

Jakarta adalah ibu kota negara indonesia kita tercinta dan sebagai pusat pemerintahan. Kota jakarta identik dengan kesan hiruk-pikuk, macet, banjir, permaslahan-permasalahan dan kehidupan yang keras. Kota terbesar di Indonesia ini kota selalu sibuk dengan aktivitas yang hampir 24 jam non stop dan dapat juga dikatakan sebagai kota yang tak pernah tidur yang selalu saja ada aktivitas siang maupun malam. Namun meski demikian, ibukota Indonesia ini masih memiliki daya tarik wisata yang patut untuk kita jelajahi. Terdapat banyak tempat-tempat wisata di Jakarta yang meliputi wisata sejarah, Budaya, pendidikan nasional dan wisata keluarga. Berikut ini beberapa tempat yang terkenal yang  bisa di kunjungi ketika anda berada di Jakarta.

  1. Monumen Nasional (Monas)

Siapa yang tak tahu Monas, tugu kebanggan warga indonesia dan merupakan icon atau landmark ibu kota jakarta. Terletak di pusat kota jakarta. selain itu monas juga menjadi salah satu pusat tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Indonesa baik yang dijakarta maupun di luar Jakarta. Tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Setiap hari dari pagi hingga malam, monas selalu ramai dipadati para wisatawan. Awal pembangunannya sendiri dimulai tepat pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke 16 yaitu tanggal 17 Agustus tahun 1961. Setelah melalui proses yang cukup lama dan panjang, monumen ini sudah bisa dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 1975, tepatnya pada tanggal 12 Juli. Peresmiannya dilakukan oleh presiden yang ke dua yaitu Presiden Soeharto. Monumen Nasional adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Tugu Monas terlihat seperti lilin raksasa yang menjulang tinggi dengan api yang digambarkan dengan polesan emas 24 karat dibagian ujung tugu ini memiliki tinggi 132 meter (433 kaki). Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.

Pada tiap-tiap sudut di halaman luar sekeliling Monumen Nasional ada relief yang berkisah tentang sejarah Indonesia. Relief dimulai dari sudut timur laut, di sini terdapat gambaran kejayaan nusantara masa lalu, seperti adanya banyak kerajaan di Indonesia (seperti, Singasari dan Majapahit). Melihat Relief Sejarah Indonesia caranya yaitu dengan berkeliling searah jarum jam. Pada bagian dasar Monumen Nasional kita dapat menemukan adanya sebuah tempat yang bernama Museum Sejarah Nasional. Museum ini berada pada kedalaman 3 meter di bawah monumen. mempunyai 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama lagi di tengah-tengah, total dioramanya sebanyak 51 buah. Diorama tersebut menampilkan kondisi bangsa Indonesia yang dimulai dari masa prasejarah sampai dengan masa orde baru. Melihat diorama dimulai dari arah timur laut dan berjalan searah dengan jarum jam yaitu dimulai dari masa prasejarah, kerajaan, penjajahan Eropa, perlawanan pahlawan nasional terhadap VOC, pemerintahan Belanda, pergerakan nasional awal abad 20, jepang menduduki Indonesia, perang kemerdekaan dan revolusi, masa orde baru yaitu pemerintahan Soeharto. Di bagian dalam monumen terdapat Ruang Kemerdekaan. Untuk mencapainya dapat melewati tangga berputar baik dari utara atau selatan. Di sinilah symbol kemerdekaan dan kenegaraan disimpan dengan baik, beberapa diantaranya adalah naskah asli proklamasi yang ada dalam kotak kaca dan dalam gerbang yang dilapisi emas, peta kepulauan NKRI yang juga berlapis emas, lambang negara, bendera merah putih. Serta dinding yang memiliki tulisan proklamasi. Ada lift yang akan membawa para wisatawan ke pelataran puncak yang berukuran 11×11 meter. Dan di sini juga tersedia teropong yang dapat digunakan untuk melihat keindahan Kota Jakarta dari ketinggian. Badan elevator dikelilingi tangga darurat yang semuanya terbuat dari bahan besi.

Untuk menghilangkan rasa suntuk dan refreshing bisa mengunjungi Taman Monas, taman ini adalah sejenis hutan kota dengan rancangan seperti taman yang tentunya sangat indah. Di taman ini kita bisa melakukan beragam aktivitas seperti kumpul dan santai bersama keluarga dan juga olahraga. Selain itu dapat juga bermain dengan kawanan rusa yang memang sengaja didatangkan dari Istana Bogor. Sedangkan untuk harga tiket masuk ke monas adalah:

Tiket Masuk Dewasa
Museum dan Cawan Monas Rp 5.000
Puncak Monas Rp 10.000
Tiket Masuk Anak-anak
Museum dan Cawan Monas Rp 2.000
Puncak Monas Rp 2.000
Tiket Masuk Mahasiswa 
Museum dan Cawan Monas Rp 3.000
Puncak Monas Rp 5.000

Jam operasional atau jam buka monas jakarta dibuka setiap hari dari hari senin s/d minggu mulai pukul 07.00-00.00 WIB. Dengan jam buka yang lumayan lama maka pengunjung dapat menentukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke monumen nasional.

  1. Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta atau Batavia Lama (Oud Batavia) terletak di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Salah satu tempat wisata di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Kawasan Kota Tua ini terbilang wilayah kecil yang ada di Jakarta. Luas wilayah khusus ini sekitar 1,3 kilometer persegi yang melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Kota tua adalah sebuah kawasan kota rintisan yang dulunya dibangun oleh Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia. Berada di tengah kepulauan Indonesia menjadikan Batavia sebagai pusat perdagangan dari dan keluar negeri menggunakan pelayaran. Berada di antara perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Bagi kamu yang menyukai wisata sejarah, wajib hukumnya untuk datang ke kawasan Kota Tua. Selain bisa menikmati suasana Jakarta ala jaman Belanda, kamu juga sekaligus bisa belajar sejarah dengan mengunjungi museum-museum yang berada di kawasan Kota Tua. Batavia lama dulu mendapat julukan “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa. Batavia Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

Kota Tua Jakarta banyak dikunjungi karena ada hal menarik yang ada disana, apalagi kalau bukan obyek wisata yang ada di Kota Tua Jakarta tersebut. Pada masanya, Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk yang digunakan untuk kegiatan jual beli dalam perdagangan internasional. Sedangkan kawasan sekitar Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahilah adalah salah satu pusat pemerintahan kolonial. Berikut ini adalah beberapa obyek wisata yang bisa anda kunjungi ketika berada di Kota Tua Jakarta : Gedung Arsip Nasional, Gedung Chandranaya, Vihara Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti), Petak Sembilan, Pecinan Glodok dan Pinangsia, Gereja Sion, Tugu Jam Kota Tua Jakarta, Stasiun Jakarta Kota, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Standard-Chartered Bank, Kota’s Pub, VG Pub Kota, Toko Merah, Cafe Batavia, Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah (bekas Balai Kota Batavia), Museum Seni Rupa dan Keramik (bekas Pengadilan Batavia), Lapangan Fatahillah, Replika Sumur Batavia, Museum Wayang, Kali Besar (Grootegracht), Hotel Former, Nieuws van de Dag, Gedung Dasaad Musin, Jembatan Tarik Kota Intan, Galangan VOC, Menara Syahbandar, Museum Bahari, Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Masjid Luar Batang.

  1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa disingkat dengan TMII adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Jakarta Timur. Dibangun di atas tanah seluas 150 hektar, Taman Mini Indonesia Indah adalah salah satu taman rekreasi terbesar di Indonesia. Tempat wisata ini merupakan kawasan wisata yang mempunyai tema kebudayaan Indonesia yang berada di Jakarta Timur. TMII (Taman Mini Indonesia Indah) ialah hasil rangkuman dari berbagai segi kehidupan Indonesia yang paling besar di 26 provinsi pada tahun 75-an. Taman Mini Indonesia Indah merupakan sebuah taman rekreasi yang berisi gambaran kebudayaan nusantara. Di sini terdapat sebuah danau dengan miniatur kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya itu, masih ada banyak kebudayaan khas tiap provinsi di Indonesia yang dipamerkan di sini mulai dari tarian daerah, pakaian adat, rumah ibadah tiap agama resmi di Indonesia, berbagai museum dan lain-lain. TMII di resmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1991. Berikut wahana-wahana menarik di Taman Mini Indonesia Indah:

  • Anjungan daerah

Kawasan yang meliputi berbagai bangunan atau arsitektur tradisional dari hampir setiap suku bangsa yang tidak jarang memiliki lebih dari satu lebih dari satu jenis bangunan tradisional.

  • Bangunan Keagamaan

Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Cantharina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Penataraan Agung Kertabumi, Wihara Arya Dwipa Arama, Sasana Adirasa Pangaeran Samber Nyawa dan Kuil Konghucu.

  • Sarana Rekreasi

Istana Anak-anak Indonesia, Kereta Gantung, Perahu Angsa Arsipel Indonesia, Taman Among Putro, Taman Ria Atmaja, Desa Wisata, Kolam renang Snow Bay (Rp 25.000 per orang).

  • Teater dan Bioskop

Teater IMAX Keong Mas, di IMAX diputar berbagai film yang bertemakan lingkugan dan Nusantara sampai film Box Office, Teater Tanah Air ku dan Teater 4D.

  • Taman

Taman Anggrek, Taman Apotek Hidup, Taman Kaktus, Taman Melati, Taman Bunga Keong Mas, Akuarium Ikan Air Tawar, Taman Bekisar, Taman Burung, Taman Ria Atmaja Park panggung pagelaran musik, Taman Budaya Tionghoa Indonesia.

  • Museum

Museum Indonesia, Museum Purna Bakti Pertiwi, Museum Keprajuritan, Museum Prangko, Museum Pusaka, Museum Transportasi, Museum Listrik dan energi Baru, Museum telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Olahraga, Museum Asmat, Museum Satwa Indonesia Komodo dan Reptil, Museum Serangga, Museum Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi, Museum Minyak dan Gas Bumi dan Museum Timor Leste.

Untuk tiket masuk anda bisa cek langsung di web resmi TMII http://www.tamanmini.com/page/tiket.

  1. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya Ancol adalah salah satu tempat wisata modern yan terkenal di jakarta, tepatnya di jakarta utara. Kata Ancol sendiri menurut sebuah kamus Bahasa Sunda merupakan sebuah kata dalam Bahasa Sunda yang memiliki makna “Tanah Semenanjung”. Ini sangat cocok sekali dengan lokasi Taman Impian Jaya Ancol Jakarta yang berada tepat di bibir pantai di kawasan Jakarta Utara. Dan Sejak tahun 1966 berdirilah sebuah taman wisata yang terpadu di kawasan ini. Tempat dengan wahana permainan berteknologi tinggi, variasi permainan yang banyak, tak hanya permainan untuk anak saja melainkan juga bagi orang dewasa dan terutama anak muda.

Taman Impian Jaya Ancol menawarkan berbagai macam fasilitas untuk anda seperti : Pantai dan Taman, Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventure, Gelanggang Samudra, Sea World, Putri Duyung Cottages, Padang Golf Ancol, Marina, Pasar Seni, Pulau Bidadari, Ritel, Hailai Executive Club, Kereta Gantung, Bowling, dan Wisata Kuliner. Di dalamnya juga terdapat beberapa Hotel seperti Putri Duyung Cottage, Mercure Convention Centre, Hotel Raddin Ancol dan Apartement seperti Ancol Mansion yang akan segera dibuka, Mediterania Marina Ancol untuk anda yang mungkin ingin bermalam di Taman Impian Jaya Ancol. Untuk bisa menikmati keindahan Taman Impian Jaya Ancol, pengunjung diwajibkan membayar harga tiket masuk Ancol. Untuk saat ini harga tiket masuk Ancol terbilang cukup terjangkau yaitu weekdays dan weekend Rp 25.000,- per orang, Kendaraan roda 2 Rp 15.000, dan Kendaraan roda 4 Rp 20.000 dan Segaraga Rp 12.000 (hanya berlaku sabtu&minggu  jam 05.00-08.00). Jam Buka Taman Impian Jaya Ancol pada Weekday : 10.00 – 18.00 WIB sedangkan untuk Weekend : 10.00 – 20.00 WIB.Namun untuk bisa masuk ke beberapa taman hiburan tematik yang berada di dalam area Ancol ini pengunjung harus membeli lagi tiket masuknya secara terpisah.

  1. Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS)

Jika kita ke jakarta salah satu hal yang dipikirkan ketika akan berlibur kesana adalah kemacetannya serta banyaknya gedung-gedung tinggi menjulang. Tetapi jangan salah, jakarta mempunyai tempat wisata alam yang indah mempesona, yaitu Kepulauan Seribu. Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) adalah kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia. Kepulauan Seribu terletak di Laut Jawa dan Teluk Jakarta yang terdiri dari gugusan pulau-pulau terumbu karang yang terbentuk dan dibentuk oleh biota koral dan biota asosiasinya (algae, malusho, foraminifera dan lain-lain) dengan bantuan proses dinamika alam. Dulu, Kepulauan Seribu merupakan kecamatan. Sejak 2001, Kepulauan Seribu ditingkatkan menjadi Kabupaten Administrasi yang terdiri dari 2 kecamatan dan 6 kelurahan dengan ibukota kabupaten di Pulau Pramuka. Kepulauan Seribu atau Pulau Seribu merupakan nama wilayah kepulauan yang ada sekitar 45 kilometer di utara ibu kota Jakarta, Kepulauan tersebut terdiri dari 110 pulau ada yang berpenghuni dan ada juga yang tak berpenghuni yang sejajar seperti rantai sehingga disebut kepulauan seribu walaupun jumlahnya cuma ada ratus pulau.

Wisata di Pulau Seribu ini ada dua kategori, yakni wisata pulau yang bisa dinikmati umum, dan wisata pulau yang sifatnya privat resort serta Kepulauan Seribu mempunyai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu yang memiliki luas kurang lebih 108.000 ha. Kepulauan seribu memang surganya pulau- pulau dengan segala keindahannya, anda akan menemukan banyak pulau dengan ciri khas dan keistimewaanya masing. Banyak pulau di gugusan Kepulauan Seribu sudah dikelola menjadi pulau wisata. Pulau-pulau tersebut umumnya masih sangat alami dan bersih karena terletak di tengah laut atau cukup jauh dari Teluk Jakarta.  Berikut pulau tereksotis yang bisa anda kunjungi dikepulauan seribu yaitu; Pulau Pramuka, Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau karang congkak, Pulau Kotok, Pulau  Putri, Pulau Sepa, Pulau Tidung, Pulau Semak Daun, Pulau Bira, Pulau Pari, Pulau Harapan dan Pulau Pantara.

Top

5 Destinasi Wisata Bersejarah di Semarang

Ada banyak sekali tempat wisata yang menarik di Semarang untuk dikunjungi saat liburan tiba. Secara geografis Semarang memang terletak di dataran rendah Pulau Jawa. Semarang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Tengah dan juga merupakan kota metropolitan terbesar ke-5 di Indonesia setelah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Semarang sangat dikenal dengan lumpianya dan gedung lawang sewunya. Selain itu Kota Semarang sendiri mendapat julukan sebagai kota atlas. Berikut ini beberapa destinasi wisata bersejarah yang menarik di Semarang.

  1. Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang ada di Semarang dan menjadi icon di kota semarang. Selain itu juga menjadi salah satu objek wisata yang menarik di Semarang yang menghadirkan keindahan arsitektural bangunan yang unik. Meskipun lokasi wisata tersebut terbilang angker dan penuh mistis, tetapi Lawang Sewu tetap menjadi tujuan wisata nomor satu di kota ini. Bangunan peninggalan masa lampau ini mampu menyuguhkan sebuah pemandangan yang disukai banyak kalangan, terutama para penikmat fotografi. Lawang Sewu terletak di kawasan Bundaran Tugu Muda, kota Semarang, Jawa Tengah atau atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian karena gedung ini mempunyai pintu dan jendela berukuran besar menyerupai pintu yang berjumlah sangat banyak. Riwayat Lawang Sewu Semarang dimulai sejak tahun 1904 yang merupakan fase awal pembangunan bangunan tersebut dan terselesaikan 3 tahun kemudian. Rancangan bangunan dibuat oleh dua orang Belanda yang bernama B.J. Quendag dan J.F. Klinkhamer. Cetak biru denah bangunan Lawang Sewu ini ditandatangani pada tahun 1903 di Amsterdam. Bangunan atau gedung Lawang Sewu dulunya yang merupakan kantor dari Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini pernah menjadi lokasi pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kempetai dan Kidobutai Jepang selama 5 hari (14 Oktober -19 Oktober 1945). Oleh karena itulah Pemerintah Kota Semarang memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Terdiri dari dua lantai dan memiliki dua sayap bangunan yang membentang ke kanan dan kekiri. Bangunan ini dilengkapi dengan Ballroom, Gedung serbaguna, ruang makan hingga gedung pertunjukan. Ketika memasuki bangunan ini Anda akan disambut dengan lorong-lorong panjang yang dipenuhi dengan pintu dan jendela-jendela kayu di kanan-kirinya. Keindahan arsitekturnya juga cocok bagi Anda yang ingin melakukan foto Pre wedding atau sekedar hoby foto untuk koleksi pribadi saja. Lawang Sewu juga memiliki ruang bawah tanah. Tetapi, Anda harus membayar lagi tiket masuk untuk dapat masuk ke ruang bawah tanah ini. Di masa lampau, ruangan yang semula berfungsi sebagai saluran pembuangan air ini pernah dijadikan sebagai penjara. Saat akan memasuki ruang bawah tanah, Anda dapat memabaca larangan untuk melakukan segala aktivitas berbau mistis. Untuk menelusuri ruangan bawah tanah ini, Anda perlu menerobos genangan air yang cukup tinggi.

Objek wisata Lawang Sewu dibuka setiap hari dari mulai pukul 06.00 dan tutup pada pukul 21.00 wib. Untuk harga tiket masuknya Dewasa; Rp 10.000,- dan Rp.30.000,- untuk masuk ruang bawah tanah, Anak-anak dan pelajar; Rp.5.000,- dan untuk sewa guide Rp.30.000,- (diharuskan menggunakan guide).

  1. Vihara Buddhagaya Watugong

Selain lawang sewu , semarang memiliki tempat wisata sejarah yang lain, yaitu Vihara Buddhagaya Watugong. Terletak di jalan raya Pudakpayung Watugong. Dari pusat Kota Semarang, Anda dapat mencapai Vihara Buddhagaya dengan perjalanan selama 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau jalan menuju Solo – Jogja. Karena letaknya yang berada di pinggir jalan besar dan tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Vihara Buddhagaya dapat diakses dengan mudah. Kawasan ini dinamakan Watugong karena di daerah tersebut ditemukan batu (watu) yang bentuknya seperti gong. Pagoda Buddhagaya Watugong adalah sebuah Vihara yang dilakukan peresmian pada tahun 2006 silam, dan juga sekaligus dinyatakan di dalam MURI sebagai Pagoda tertinggi yang ada di indonesia. Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong yang mempunyai luas 2,25 hektar ini terdiri dari 5 bangunan utama dengan 2 bangunan utama, yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibangun pada tahun 1955. Selain itu, dalam kompleks Vihara Buddhagaya Watugong terdapat pula Monumen Watugong, patung Dewi Kwan Im, patung Buddha di bawah pohon Bodhi yang terletak di pelataran vihara, patung Buddha tidur berwarna coklat dengan pakaian dan tubuh berwarna emas di sebelah kiri pagoda, serta kolam teratai di sekitar pagoda. Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera pada tahun 1955.

Salah satu ikon dari Vihara Buddhagaya Watugong ini adalah sebuah Pagoda yang bernama Pagoda Acalokitesvara, atau yang biasa dikenal dengan nama Metakuruna. Pagoda tersebut memiliki arti sebagai pagoda yang memiliki cinta serta kasih sayang. Pagoda Acalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.

Di depan Vihara Buddhagaya, terdapat cottage untuk menginap yang disediakan oleh pengurus vihara. Pengurus Vihara Buddhagaya tidak mematok tarif retribusi untuk pengunjung, Anda dapat membayar retribusi masuk ke kompleks vihara seikhlasnya. Jam buka Vihara Buddhagaya adalah 07.00-21.00 WIB, pengunjung diwajibkan untuk memakai baju tertutup dan berbicara dengan sopan.

  1. Klenteng Sam Poo Kong

Selain lawang sewu dan Vihara Buddhagaya Watugong, semarang juga memiliki wisata sejarah dan religi lainnya, yaitu Klenteng Sam Poo Kong. Sam Poo Kong merupakan sebuah bangunan klenteng, yaitu sebuah bangunan yang difungsikan sebagai tempat beribadah masyarakat China, tak heran jika seluruh bangunan di Klenteng Sam Poo Kong berwarna merah dan kuning khas negeri China. Tempat ini dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu. Ada yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai.

Kelenteng Sam Po Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Oleh karena itu tempat ini disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Komplek Klenteng Sam po Kong terdiri atas sejumlah anjungan yaitu Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng). Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan. Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Zheng He).

Fasilitas yang tersedia di Klenteng Sam Poo Kong yaitu; WC, Mushola, Tempat parkir, Spot foto dan Pusat informasi. Untuk Harga Tiket Masuk Sam Poo Kong adalah Wisatawan Domestik Rp 5.000/orang dan wisatawan asing Rp 15.000/orang, Foto menggunakan pakaian khas China Rp.70.000/orang. Dan untuk Jam Bukanya pukul 06:00-23:00 WIB. Untuk masalah penginapan, karena lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota Semarang, jadi kamu bisa mencari hotel di pusat kota.

  1. Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang atau sering disebut “Little Netherland”. Kota lama semarang merupakan tempat wisata bersejarah lain yang ada di semarang. Anda dapat menemukan rekaman tata bangun wilayah berarsitektur Eropa yang ada di tempat ini. Kota lama semarang berada di Jl. Letjen Suprapto, Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kota Lama di Semarang ini adalah sentra perekonomian dan budaya masyarakat Jawa Tengah, juga menjadi pusat pemerintahan pada zaman Hindia Belanda. Area disekitaran kawasan Kota Lama juga sering disebut dengan Outstadt, yang mana luas dari wilayah ini adalah sekitar kurang lebih 31 hektar. Jika kita melihatnya dari kondisi geografis maka wilayah ini dipisahkan oleh daerah yang ada disekitarnya. Sehingga dari itu semua, terlihat kawasan ini seperti kota tersendiri.

Mengenai tarif yang dipatok untuk mengunjungi tempat wisata Kota Lama Semarang, sama sekali tidak ada meminta tarif sedikitpun. Anda bebas mengunjungi serta menelusuri setiap jalan yang ada dikawasan tersebut. Seperti halnya kota-kota lain di Indonesia yang pernah diduduki Belanda, di Kota Lama Semarang juga terdapat benteng sebagai pusat militer zaman dulu. Benteng ini sendiri dibangun di sisi barat Kota Lama Semarang. Sebagai benteng pertahanan,  benteng ini memiliki satu pintu gerbang di bagian selatan lengkap dengan 5 buah menara (mercusuar) yang masing-masing diberi nama: Zeeland, Amsterdam, Utrecht, Raamsdonk, serta Bunschoten. Selain benteng bekas pelatihan militer, beberapa bangunan kuno peninggalan kolonial yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang dan dibuka untuk umum di antaranya adalah: Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Blenduk Semarang, Kantor Gabungan Koperasi Batik Indonesia, Bank Export Import Indonesia, Susteran Ordo Fransiskan, Jembatan Mberok, PT Djakarta Lloyd, Pabrik Rokok Praoe Lajar, PT Pelni, PT Perkebunan XV, Polder Air Tawang, dan Area Tengah Kota Lama.

  1. Komplek Pecinan Semarang

Salah satu kawasan wisata yang sering dikunjungi guna sebagai tempat mengenang sejarah di kota Semarang. Tempat ini memiliki cukup banyak sejarah yang tak kalah banyaknya dengan kota Semarang itu sendiri sendiri. Komplek Pecinan Semarangjuga sering disebut Gang Baru. Gang Baru atau komplek Pecinan menyajikan pemandangan dan suasana khas Tiong Hoa di tengah kota Semarang. Berada di desa kauman, kabupaten semarang,  provinsi  jawa tengah. memiliki sejarah yang tidak kalah panjang dengan Kawasan Kota Lama Semarang, kawasan ini menjadi salah satu pemegang pengaruh besar terhadap pembentukan Kota Semarang dan memiliki nilai historis yang tidak lekang dimakan waktu serta berpontensi sebagai salah satu kawasan wisata budaya. Komplek Pecinan Semarang ini berpengaruh besar terhadap potensi eknomi, budaya, hingga sosial yang begitu terjalin antara ketiga unsur tersebut. Serta membuat tempat ini begitu menjadi primadona bagi orang-orang yang menyukai wisata sejarah.

Walaupun kawasan ini tak seperti zaman dahulu, namun akan tetapi bangunan-bangunan yang terdapat disini, masih banyak yang begitu terjaga keasliannya. Kawasan Pecinan Semarang memiliki beberapa aktifitas masyarakat yang dapat dikatakan semua masyarakat kota Semarang mengetahuinya, seperti :

  • Pasar tradisional Gang Baru, dinamakan sesuai nama jalan itu sendiri dan terletak diantara jalan Wotgandul dan jalan Gang Warung, pasar Gang Baru dapat dikunjungi setiap hari di pagi hari mulai pukul 05.00 sampai selesai.
  • Waroeng Semawis, aktifitas wisata kuliner di semarang, dimana aneka jajanan makanan dan minuman dijajakan sepanjang jalan Gang Warung yang berlangsung setiap hari jumat, sabtu dan minggu mulai sore hari sekitar jam 18.00 sampai selesai.
  • Pasar Imlek Semawis, kegiatan event ini masuk dalam agenda tahunan wisata kota Semarang dan diadakan selama 3 hari dalam rangka menyambut tahun baru Imlek.

Tarif yang ditawarkan untuk masuk kedalam area ini adalah gratis, dan tanpa satupun dipungut biaya. Kecuali jika anda mencoba menitipkan atau memarkirkan kendaraan diwilayah ini, maka akan diminta tarif parkir seperti tempat-tempat lainnya.

Top

5 Destinasi Wisata Hits Di Malang

Malang merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Timur. Malang Raya atau disebut juga Wilayah Metropolitan Malang merupakan daerah metropolitan di Provinsi Jawa Timur yang terhimpun dari tiga wilayah, yaitu Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Inilah kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur setelah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Selama ini Malang sudah dikenal sebagai salah satu Kota di Indonesia yang memiliki banyak destinasi wisata. Memang sudah banyak sekali tempat wisata di Malang yang terkenal dan menarik daya tarik wisatawan. Tak hanya destinasi wisata modern, tetapi juga terdapat banyak wisata alam yang bisa dikunjungi. Malang juga menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang di kenal dengan tempat wisata alam yang indah dan menakjubkan. Berikut ini adalah 5 tempat wisata baru di kabupaten Malang yang kini sedang hits di kalangan anak muda dan instagramable banget.

  1. Pantai Kedung Celeng Malang

Wisata Pantai kedung Celeng adalah sebuah pantai wisata yang terdapat di Malang, tepatnya di Jl. Raya Banjero Kelurahan Banjarejo, Dusun Sumberceleng Kec. Donomulyo, Malang. Berjarak 64 km  dari kota malang , pantai ini dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi ataupun motor. Pantai kedung Celeng saat ini mulai terkenal, terutama bagi kalangan para wisatawan yang menyukai pantai yang bernuansa eksotisme ini. Pesona keindahan pantai di daerah malang selatan memang menjadi daya tarik para wisatawan. Terlebih lagi dengan banyaknya postingan di media sosial yang membuat setiap sudut pantai yang tersembunyi keberadaannya menjadi mulai terkenal. Kedung celeng yang berasal dari bahasa jawa yang artinya “kedung = wadah tempat air dan celeng = babi, bukan berarti disini kita akan menemukan seekor babi di tepian pantai atau wadah tempat Babi yang dibuat dari air, hanya saja karena letaknya di dusun sumber celeng sehingga pantai ini mendapat julukan seperti itu.

Objek wisata ini memang belum banyak dikenal oleh wisatawan, karena memang tempat ini begitu tersembunyi. Jika berkunjung ketempat ini kita akan merasa berada di pantai pribadi. Biasanya pengunjung hanyalah beberapa warga sekitar yang hendak mencari kerang laut atau mencari ikan. Sementara pemandangan disekitar pantai terlihat dari bibir pantai air laut nan jernih juga pasir dengan warna putih nan lembut. Hal tersebut semakin eksotik ketika didepan kita terlihat sebuah pulau kecil. Ditempat wisata ini kita bisa merasakan hangatnya sinar matahari lengkap dengan deburan ombak serta indahnya laut biru yang menawan. Namun jangan khawatir pesona dari pantai Kedung Celeng bukan hanya disitu saja, anda bisa menikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Karang – karang yang tersusun dibawah laut dan beberapa biota laut, menambah kenikmatan anda dalam menikmati ciptaan Tuhan. Sehingga kita bisa bersnorkeling disana. Kita bisa menjelajah sampai dengan jarak 20 meter dari bibir pantai. Sampai pada kedalaman 1 hingga 2 meter kita akan disuguhkan terumbu dengan dibuktikan dari banyaknya habitat laut dari ikan-ikan kecil beraneka ragam serta coral-coral yang sangat indah. Untuk harga tiket masuk kita akan di kenakan biaya Rp.3000/orang dan Rp.5000 untuk parkir kendaraan.

  1. Segara Anakan Pulau Sempu

Satu lagi pesona alam yang eksotis di Jawa Timur yang tidak boleh anda lewatkan yaitu Pulau Sempu. Keindahan sebuah pantai sangat jelas terlihat di pulau yang terletak di Kota Malang ini. Mungkin belum banyak wisatawan yang mengetahui tentang pulau ini, namun bagi yang sering ke Malang tentu nama Pulau Sempu tidak asing lagi bagi mereka karena merupakan primadona baru tempat wisata di Kabupaten Malang. Lokasinya berada di pantai selatan Kabupaten Malang tepatnya di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. kira-kira 65 km dari Pusat Kota Malang. Lokasi Pulau Sempu berdekatan dengan Pantai Sendang Biru, Goa Cina, Bajulmati maupun Balekambang. Daya tarik utama dari Pulau Sempu adalah segara anakan yang terdapat dipulau tersebut. Surga yang tersembunyi, begitulah kira-kira gambaran Pulau Sempu dan Segera Anakan. Pulau ini seperti belum banyak terjamah tangan-tangan manusia karena letaknya yang bersembunyi dibalik sebuah kawasan cagar alam yang dikelola oleh Balai Konvervasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Sebuah pulau terpencil dengan keindahan yang memukau. Laguna Segara Anakan menjadi daya tarik pulau kecil dengan luas 877 Ha ini. Laguna dengan luas sekitar 4 Ha merupakan tempat menawan yang tersembunyi jauh di lingkar hutan tropis yang lebat. Pasir putih yang bertemu dengan birunya air yang tenang dan terpisah dari lautan lepas menjadikan Pulau Sempu tempat cocok untuk menghabiskan waktu liburan di Malang.

Cara menuju ke Pulau Sempu, wisatawan diwajibkan menyewa perahu dengan tarif kurang lebih Rp.100.000­Rp.200.000. Perahu bisa menampung sekitar 10 orang. Jika belum pernah ke Segara Anakan, disediakan jasa guide dengan tarif sekitar Rp.200.000. Karena tidak jauh dari Pantai Sendang Biru, hanya dibutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk sampai di Pulau Sempu. Untuk menikmati wisata Pulau Sempu Malang, anda bisa hanya mengelilingi sekitar pulau atau berhenti di garis pantai Pulau Sempu. Jika ingin ke Segara Anakan, perahu akan menuju ke Teluk Semut (Ant Bay). Sebelum menyeberang ke Pulau Sempu, para pengunjung harus meminta ijin ke kantor polisi hutan di Pantai Sendang Biru karena Pulau Sempu termasuk Kawasan Hutan Konservasi atau cagar alam bukan tempat wisata. Biaya pembuatan ijin sebesar 20.000 rupiah perorang, kita juga akan dibekali aturan-aturan yang berlaku selama berkunjung di Pulau. Menurut informasi terbaru, para pengunjung harus menyewa jasa Guide sebesar Rp.100.000/ kelompok. Perjalanan dilanjutkan dengan trekking kurang lebih selama 2 jam menembus lebatnya hutan dengan jalan curam, terjal dan berlumpur. Lokasi camp di Pulau Sempu Malang cukup menarik. Wisatawan dalam dan luar negeri tak segan menghabiskan waktu wisata di sekitar Segara Anakan selama semalam lalu akan dijemput esok harinya oleh nelayan sesuai kesepakatan. Jika tidak sempat menjelajah Pulau Sempu ada fasilitas penginapan di sekitar Pantai Sendang Biru. Selain itu ada mushola, warung dan juga nelayan yang menjual hasil tangkapan ikan.

  1. Mata Air Sumber Sirah Gondanglegi Malang

Sebuah sumber air dengan pemandangan yang begitu sangat alami. Tempat ini merupakah sumber air alami  dari dalam perut bumi yang diberi pembatas pada sisinya sehingga membentuk semacam kolam atau telaga. Sumber Sirah atau Sumber Sira berada di Desa Sumberjaya, Kec. Gondanglegi, Kab. Malang dengan jauh tempuh kurang dari 25 km dari pusat kabupaten Malang yangbisa dicapai dengan waktu 20 – 30 menit bermotor. Meskipun berada di Desa Sumberjaya, kadang ada juga yang berkata berada di Desa Putukrejo, Kec. Gondanglegi, oleh karena itu jalan masuk satu-satunya pergi Sumber Sirah ini merupakan dari desa Putukrejo. Tempat ini menjadi sumber utama pengairan irigasi bagi warga sekitar. Berada di tempat ini, kita seolah berada di telaga tujuh bidadari. Permukaan mata air ini sangat jernih bagaikan cermin, sehingga kita dapat melihat bahwa di dasar telaga ditumbuhi tanaman rumput air tawar sejenis hydrilla yang cantik. Tempat ini memang sudah menjadi tempat wisata favorit para muda-mudi di malang dan lokasi yang cukup Populer. Pengunjung akan terpesona sehingga ingin menyelami mata air tersebut dan bisa menjadi Objek berfoto yang keren. Juga terdapat Kios yang akan menjual serta juga akan menyewakan perlengkapan berenang misal pakaian, pelindung kamera jika digunakan dalam air, pelampung, kacamata renang dan perlengkapan lainnya yang lengkap. Terdapat Kolam dan lintasan guna river tubing.

Tiket Sumber Sirah: Rp. 1000 per orang. Parkir Rp. 2000 per sepeda motor dan mobil: Rp. 5000 per mobil, Sewa Pelampung atau ban dalam: Rp. 2000 s/d Rp. 5000, Kamar mandi guna ganti pakaian serta BAK dan lainnya sebanyak Rp. 1000, Toilet untuk BAB dan kamar mandi untuk mandi sebanyak Rp. 2000. Di Sumber Sirah tidak terdapat pintu gerbang yang dapat dibuka tutup, ini membuat pengunjung dapat bebas ke destinasi ini ini kapanpun itu. Tetapi, normalnya mulai dari pukul 07:00 akan ada petugas jaganya sampai pukul 17:00 yang adalah batas waktu parker disana. Dibuka setiap hari mulai hari Senin sampai hari Minggu ataupun hari libur. Area parkir khusus sepeda motor dengan kawasan yang cukup luas. Untuk Area parkir mobil sayang dengan kapasitas yang terbatas serta kalau sedang ramai  Anda harus menggunakan badan jalan sempit. Terdapat beberapa titik Toilet atau kamar mandi. Untuk masalah lapar, Anda bisa menemukan Beberapa unit rumah makan.

  1. Air Terjun Sumber Pitu Pujon Malang

Air terjun Sumber Pitu ini bisa dibilang masih begitu alami serta lokasinya agak tersembunyi di tengah hutan. Air tejun sumber pitu malang, atau warga sekitar malang sering menyebutnya dengan coban sumber pitu pujon. Coban sumber pitu malang sendiri berada di wilayah hutan milik perhutani kab. Malang. Dalam bahasa indonesia, coban sumber pitu pujon adalah air terjun yang memiliki 7 sumber. Disebut seperti itu karena memang air terjun sumber pitu memiliki 7 air terjun yang saling berdekatan dan memenuhitebing selebar kurang lebih 50 meter. Gemericik air terjun dengan 7 aliran namun bersumber dari 1 mata air ini menyuguhkan panorama yang lain dari yang lain. Mata air menyumbul dengan deras dengan jarak yang begitu berdekatan dari tebing dengan debit yang cukup besar yakni 1600 liter tiap detiknya. Saking besarnya hingga dimungkinkan Coban Sumber Pitu Tumpang ini berasal dari sungai yang berlokasi di bawah tanah. ir terjun Sumber Pitu terletak di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Air terjun sumber pitu pujon sendiri berada di jalur kota batu, malang – kediri atau masih satu jalur dengan beberapa air terjun yang berada di kota batu malang, yaitu air terjun coban rondo. Di depan Coban Sumber Pitu ada sebuah pohon berumur puluhan tahun yang telah tumbang dengan akar terangkat atas sehingga kamu bisa mengambil foto menawan dari titik ini. Perpaduan antara keindahan, kedamaian, tantangan, serta panorama yang ada di Sumber Pitu sungguh memikat pengunjung yang datang. Tujuh air terjun setinggi sekitar 70 meter di tengah hutan melahirkan pesona luar biasa. Di dekat sumber ada hamparan rumput lebat yang bisa digunakan untuk bersantai. Untuk masuk tempat wisata ini gratis alias tidak dipungut biaya (jika sudah ada pengelola dari penduduk maka tiket masuk bisa). Air terjun Sumber pitu ini merupakan air sumber yang benar benar terjaga kemurniannya. Anda bisa meminum air yang berasal dari air terjun sumber pitu ini, menikmati pemandangan indah, udara dan air yang segar bisa menjadi pilihan liburan bersama teman teman anda. Disarankan buat kamu untuk membawa bekal dari rumah supaya tidak kelaparan, dikarenakan disana masih belum ada pedagang. Maklum saja karena tempat ini masih sangat asri dan kamu diharuskan menjaga tempat ini dengan tidak membuang sampah sembarangan.

  1. Taman Labirin Coban Rondo Malang

Taman Labirin adalah salah satu wahana yang ada di kawasan wisata coban rondo malang ini merupakan wisata baru yang kini sedang hits di malang, tepatnya di desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya tidak jauh dari perbatasan kota Batu dan kabupaten Malang di wilayah Payung. Jarak dari Alun-Alun Kota Batu sekitar 9 km dan dari pusat kota Malang sekitar 29 km. Taman Labirin merupakan istilah jalur rumit yang berliku-liku dan memiliki banyak sekali persimpangan yang juga banyak memiliki jalan buntu. Labirin biasanya bisa digunakan sebagai permainan di atas kertas. Tetapi, untuk labirin yang bisa dirasakan secara langsung biasanya menggunakan tanaman yang tinggi. Pada jaman dahulu labirin dimanfaatkan untuk tempat mengurung minotaur, yaitu mitos Yunani. Labirin atau taman sesat ini menjadi magnet baru untuk menjerat wisatawan untuk datang. Letak yang tak jauh dari pintu masuk pertama kawasan hutan di coban rondo mempermudah bagi para pengunjung untuk menemukan tempat yang satu ini.

Labirin di Coban Rondo dibentuk dengan menggunakan tanaman hijau (tetehan) setinggi 2 meter yang berfungsi sebagai tembok atau pembatas jalan. Tembok hijau yang tinggi tersebut menjadi pembatas kiri-kanan dari jalan setapak dengan lebar kurang lebih 1,75 meter yang cukup untuk dilewati 2 orang saat berpapasan. Labirin ini menempati areal seluas 60 meter x 40 meter yang tentunya tidak terlalu luas, tapi meskipun begitu, ternyata cukup sulit loh untuk melewati tantangan dari labirin ini. Jalan yang berputar-putar, kadang buntu pada beberapa titik, ditambah lagi tembok yang tinggi dan kelihatan sama sepanjang jalan, membuat pengunjung yang masuk ke dalamnya tanpa mengetahui denah dari labirin ini bakalan kesulitan untuk mencapai titik finish yang berada di tengah-tengah labirin. Pengelola sering merubah jalur labirin dari hari-ke-hari dengan jadwal tertentu, hal tersebut dapat dilihat dari foto-foto Labirin Coban Rondo yang tersebar di sosial media, jalurnya kadang berbeda satu sama lain, meskipun titik finishnya selalu sama yaitu di pusat labirin (Kolam air mancur dan beberapa unit kursi sebagai tempat duduk berada di tengah-tengah labirin).

Labirin Coban Rondo ini dibuka setiap hari mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 4 sore. Waktu kunjungan populer di Labirin Coban Rondo ini berdasarkan Google Review adalah pada hari Jumat, selain itu akhir pekan adalah waktu yang cukup ramai. Bagi yang ingin datang saat-saat sepi, biasanya itu adalah pada awal pekan dari jam 8 – 9 pagi. Biaya Tiket Masuk Wisatawan Domestik/Lokal : Rp 15.000,- Biaya Tiket Masuk Wisatawan, Mancanegara : Rp 25.000,- Biaya Parkir Kendaraan roda 2 : Rp 2.000,- Biaya Parkir Kendaraan roda 4 : Rp 4.000,- Biaya Parkir Kendaraan roda 6 :Rp 6.000,- Biaya Bermain Fun Tubing Rp 35.000,- Biaya Permainan Paint Ball per 6 orang Rp 450.000,- (150 peluru) dan Rp 750.000,- (300 peluru), Biaya Masuk Labirin : Rp 10.000,- Biaya Bersepeda Gunung : Rp 5.000,- Biaya Berkuda : Rp 12.000,- Biaya Naik Kereta Kelinci : Rp 5.000,- Biaya Flying Fox : Rp 30.000,- Memberi makan Rusa : Rp 5.000,-

Top

5 Destinasi Wisata Alam Di Bandung

Bandung Adalah ibukota provinsi jawa barat dan merupakan salah satu kota metropolitan di indonesia. Sering disebut juga dengan sebutan Paris Van Java Indonesia atau Kota Kembang. Selain itu juga terkenal dengan Factory Outletnya. Bandung memiliki berbagai macam tepat wisata seperti wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, dan wisata budaya. Pada kesempatan ini kita ingin membahas destinasi wisata alam yang ada di bandung. Bandung juga memiliki keindahan alam yang mempesona dan elok. Disini kita bisa merasakan sejuknya udara, ragamnya kondisi geografis, budaya yang unik dan kulinernya yang bisa menggugah selera. Berikut ini 5 destinasi wisata alam yang harus dikunjungi versi kita.

  1. Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih Ciwidey adalah salah satu destinasi wisata alam favorit bagi wisatawan yang berada di di pusat kawasan wisata ciwidey Jl. Raya Soreang Ciwidey, Sugihmukti, Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat, kurang lebih sekitar 50 KM arah selatan kota Bandung. Danau berbentuk kawah yang tercipta akibat letusan Gunung Patuha ini dipercaya sebagai danau mistis oleh warga setempat karena dulu setiap burung yang terbang melintas di sekitarnya pasti akan langsung mati. Akibatnya semua orang enggan untuk mendekatinya. Baru pada abad ke-19 seorang ahli botani dari Jerman mengeksplorasi area ini dan menemukan danau kawah yang amat menawan. Kawah Putih Ciwidey berada di kawasan pegunungan yang mempunyai ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut, suhu udara di kawasan Kawah Putih tentu saja dingin dengan suhu 8 derajat Celsius sampai dengan 22 derajat Celsius, oleh karena itu jangan lupa membawa jaket atau memakai pakaian yang tebal. Kawah bekas letusan gunung purba sunda ini memiliki panorama alam indah berupa hamparan pasir putih di sekitar air kawah yang selalu berubah warna sesuai dengan kadar belerang yang terkandung, suhu, dan cuaca. Selain untuk dinikmati keindahan dan fenomena alamnya, Kawah Putih Ciwidey juga sering kali menjadi tempat kegiatan lain, seperti pengambilan gambar film, melukis, foto pengantin, sampai dengan kegiatan mendaki dan berkuda. Karena telah dikembangkan sebagai kawasan wisata, Kawah Putih mempunyai fasilitas penunjang yaitu: Area parkir yang luas, Mushola, Transportasi dari gerbang depan sampai dengan kawah, Pusat informasi, Restoran dan warung makanan, Toilet. Sedangkan untuk tarif kendaraan adalah sebagai berikut:

  • Parkir atas (mobil): 150.000 Rupiah
  • Parkir atas (motor): 35.000 Rupiah
  • Ontang-anting: 13.000 Rupiah
  • Parkir bawah (mobil): 6.000 Rupiah
  • Parkir bawah (motor): 5.000 Rupiah
  • Parkir bawah (bus): 25.000 Rupiah

Untuk harga Tiket Masuk weekday dan weekend Rp18.0000,- sedangkan untuk prewedding Rp 500.000,-. Untuk Jam Operasional kawah putih: 07.00-17.00.

  1. Stone Garden Geo Park Citatah Padalarang Bandung

Stone Garden adalah sebuah kawasan gunung batu kapur. Pada awalnya tempat ini dulu di sebut dengan nama Pasir pawon karena letaknya yang berada di wilayah Gunung Pawon. Namun saat ini lebih populer dengan nama Stone Garden. Stone Garden termasuk sebagai salahstau lokasi geowisata yang menunjukan batuan-batuan dengan bentuk artistik dari jutaan tahun lalu. Stone Garden terletak di daerah Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat. Letaknya sekitar 28 KM dari Kota Bandung dan 30 KM dari Lembang. Secara geografisnya terletak di puncak Gunung Pawon yang berada pada ketinggian 709 mdpl. Untuk pergi kesana dapat memakan waktu tempuh 1 – 2 jam dari pusat kota Bandung. Apabila Anda menggunakan mobil dan perjalanan melewati jalan tol, maka akan memakan kurang dari 1 jam tapi dalam kondisi tidak macet. Perlu diketahui bahwa pintu masuk menuju kawasan wisata stone garden padalarang ini terdapat 2 jalan alternatif, yaitu:

  1. Pintu Masuk Langsung ke Stone Garden

Harga tiket masuknya jika masuk dari pintu ini, maka anda akan dikenakan biaya Rp,3.000/orang dengan tarif parkir kendaraan mobil Rp.10.000, dan motor Rp.5.000.

  1. Pintu Masuk lewat Goa Pawon

Harga tiket masuk ke kawasan Stone Garden lewat pintu masuk ini, maka setiap pengunjung diharuskan membayar sebesar Rp.6.000/orang, dan tarif parkir kendaran mobil Rp.5000.

Harga tiket masuk: Rp. 10.000/orang. Jam operasional Stone Garden ini Mulai dari 06.00-17.00. Di lokasi ini sudah terdapat beberapa fasilitas, seperti toilet, tempat peribadahan berupa mushola, serta tempat-tempat jualan berupa warung-warung sederhana yang menjajakan aneka cemilan dan mankan serta warung penjual cendera mata atau aksesoris seperti topi, kacamata dan masih banyak yang lainnya.

Stone Garden juga sering di gunakan untuk sesi pemotretan prewedding. Waktu terbaik untuk berkunjung kemari adalah pada pagi atau sore hari saat sunset. Pemandangan pada pagi hari sedikit berkabut namun udaranya masih sangat segar. Jika datang di siang hari, tempat ini bisa sangat panas karena terik matahari langsung jatuh ke kepala kamu dan juga di sini hanya terdapat pondokan kecil tempat berteduh, tidak ada pepohonan melainkan hanya batu-batu yang menjulang. Jadi tidak di sarankan datang pada siang hari kecuali kamu memang berniat untuk berjemur. Jika kamu datang pada sore hari dan sedang beruntung, kamu bisa mendapatkan bonus pemandangan sunset yang cantik. Tidak kalah dengan cantiknya sunset di Tebing Keraton.

  1. De Ranch Lembang

De Ranch merupakan salah satu tempat wisata favorit dan unik. De Ranch menawarkan suasana yang berbeda dari tempat wisata pada umumnya. De Ranch mengusung konsep ala cowboy amerika, didukung dengan udara yang segar dan sejuk khas Lembang Bandung. De Ranch pada awalnya tidak dibuat untuk tempat wisata seperti sekarang ini. Dulunya, De Ranch adalah sebuah tempat pemeliharaan dan pengembangbiakan kuda tunggang dan sapir perah. Namun karena memiliki potensi wisata yang unik, dibukalah De Ranch pada bulan Desember tahun 2007, dengan konsep wisata kuda ala koboi yang menyenangkan dan edukatif. Terletak di Jl. Maribaya No. 17, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Phone:+62 22 2785865). Untuk mencapai objek wisata the Ranch anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Untuk mencapi de ranch, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit saja dari pusat Kota Lembang (kurang lebih 200 meter dari pertigaan pasar Lembang), dari arah Bandung setelah melewati pom bensin Lembang, silahkan belok kiri ke arah tangkuban perahu tapi langsung belok kanan memutar dan belok kiri untuk ambil jalan maribaya, kurang lebih 1 KM dari sana anda akan menemukan lokasi De Ranch Lembang di sebelah kiri jalan. Setiap wisatawan yang mengunjungi tempat wisata ini akan merasakan sensasi menjadi seorang cowboy seperti yang ada di amerika sana. setiap pengunjung mengitari lokasi De’Ranch dengan menunggang kuda lengkap memakai atribut cowboy seperti topi cowboy, baju cowboy, sepatu cowboy dan lainnya dengan ditemani oleh pemandu kuda yang berpengalaman. Lokasi yang dijelajahi meliputi peternakan kuda, peternakan sapi, perkebunan, padang rumput dan lain-lain. Selain itu juga dapat belajar untuk menunggang kuda. Anda bahkan dapat mengetahui tentang bagaimana pemeliharaan serta perawatan kuda yang baik.

Jam operasional De Ranch ini Setiap hari, Senin – Jumat : 09.00 – 17.00 WIB, Sabtu/Minggu/Libur :  08.00 – 18.00 WIB. Untuk harga tiket masuknya Selasa – Jum’at : Rp.5.000 ( Plus wellcome drink susu ), Sabtu – Minggu/Libur : Rp.5.000 dan pada hari Senin Libur. Delman: Rp 30,000, Kuda Tunggang: Rp 25,000, Triker : Rp 25,000, The Gold Hunter : Rp 20,000, Kuda Poni : Rp 25,000, Kolam Pancing : Rp 20,000, Fun Boat tarif : Rp 20,000, Balon Air : Rp 20,000, Flying Fox : Rp 20,000, Sepeda Balita : Rp 20,000, Sepeda Track : Rp 20,000, Tangkap Ikan : Rp 20,000, Mancing Anak : Rp 20,000, Loncat Anak : Rp 20,000, Panahan : Rp 20,000, Trampolin : Rp 20,000, Pony Kidz : Rp 20,000, Kidtrik : Rp 20,000, Kolam Indian Totem Web : Rp 20,000, Kuda Ayun : Rp 20,000, Peti Luncur : Rp 15,000, Riding Out : Rp 200,000, Delman Luar : Rp 40,000. De Ranch menyediakan beberapa fasilitas seperti; Factory Outlet, Restoran, Toko Oleh-oleh/Cendera mata, Pasar Tanaman Hias, Track Untuk Kursi Roda, Tempat Ibadah, Tempat Parkir, Toilet/WC, Kursus Tunggang Kuda, Kursus Merawat Kuda, Kursus Kusir, Kursus memasak Kue khas De Ranch dan Kursus Memerah susu sapi.

  1. Situ Patenggang

Situ Patenggang atau sering juga disebut Situ Patengan adalah tempat wisata di Bandung Selatan yang berupa sebuah danau. Patenggang atau Patengan adalah berarti sunda “Pateangan teangan” atau jika diartikan atau dimaknai ke dalam bahasa indonesia adalah kata kerja yang menunjukan aktifitas “saling mencari“. Danau yang berada di ketinggian lebih dari 1.600 meter di atas permukaan laut ini mempunyai pemandangan yang asri dan sejuk dengan perkebunan teh di sekitarnya. Danau yang mempunyai luas sekitar 45.000 hektar ini merupakan bagian dari cagar alam yang mempunyai luas lebih dari 123.000 hektar merupakan sebuah danau cantik yang terletak di daerah Ciwidey, Jawa Barat, tepatnya Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di tengah-tegah danau Situ Patenggang juga terdapat Pulau Asmara dan Batu Cinta yang merupakan sebuah lokasi di tengah Situ Patenggang yang memiliki mitos dan ditandai dengan batu besar. Mitos yang beredar di masyarakat hingga kini masih banyak yang mempercayainya.

Harga tiket masuk Situ Patenggang Ciwidey Bandung:

  • Senin – Jumät

Wisatawan Lokal : Rp 18.000

Wisatawan mancanegara : Rp 135.000

  • Sabtu – Minggu (Weekend)

Wisatawan Lokal : Rp. 20.500

Wisatawan mancanegara : Rp 185.000

Sedangkan untuk Tarif Parkir di Situ Patenggang: Roda 2 : Rp 3.500, Roda 4 : Rp 11.500, Bus/Truk : Rp 22.000.

Fasilitas yang ada di Situ Patenggang yaitu; Gazebo, Toilet, Mushola, Penginapan, Area parkir, Penyewaan perahu, Sepeda air, Toko buah, Toko souvenir, Rumah makan, dan Perahu angsa. Selain berkeliling di tepi danau dan menikmati keindahan alam yang asri, Anda juga dapat melakukan kegiatan wisata berikut: Memancing, Bermain sepeda air, Mengelilingi danau dengan perahu warna-warni, Piknik di pinggir danau, Berjalan-jalan di kebun teh, Mengunjungi batu cinta, dan Mengelilingi Pulau Asmara.

  1. Wisata Alam Dago Pakar

Wisata alam Bandung Dago Pakar adalah salah satu kawasan rekreasi yang sudah sangat terkenal di Jawa Barat. Komplek Taman Hutan Ir.H Djuanda No 99, Dago Bandung Utara Jawa Barat. Dago Pakar merupakan nama lain dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 14 Januari 1985. Dago Pakar yang termasuk wisata alam ini kaya akan flora atau tumbuhan, terutama pohon-pohon besar. Maka dari itu, setiap pengunjung yang masuk ke kawasan ini pasti akan merasakan kesejukan udara yang pastinya tak bisa ditemukan di kota-kota besar.

Dago Pakar Bandung memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat wisata di Bandung lainnya, seperti kawasan hutan raya yang masih asri rimbun dengan pepohonan yang sudah tua dan tinggi, sehingga memberikan suasana yang sangat sejuk dan sangat nyaman apabila kita melintasi kawasan hutan lindung ini. Berbagai tanaman hayati dengan segala isinya mampu memberikan sensasi rasa tenang dan nyaman bagi siapa pun yang datang ke sini. Karena keindahan alamnya yang begitu indah, Dago Pakar pun dijadikan salah satu objek wisata favorit bagi para pengunjung yang bertujuan untuk menikmati alam ataupun yang hanya ingin sekedar hiking ke sana. Selain itu Dago Pakar juga menyediakan area berkemah bagi mereka yang memang gemar camping. Selain dijadikan lokasi wisata, Dago Pakar juga memiliki fungsi lain yang bermanfaat, yaitu sebagai tempat konservasi flora dan fauna serta menjadi pusat penelitian botani. Jadi, Dago Pakar tak hanya sebagai tempat berlibur, tapi juga memberikan kontribusi positif bagi pendidikan dan kelestarian alam.

Ada beberapa lokasi tempat wisata menarik di Dago Pakar yang bisa dijadikan objek wisata seru dan dijamin mengasyikan untuk anda nikmati, seperti : Curug Dago & Batu, Prasasti Kerajaan Thailand, Panggung Terbuka, Kolam PLTA Bengkok, Monumen Ir. H. Djuanda & Gedung Informasi Taman Hutan Raya, Taman Bermain, Goa Jepang, Goa Belanda, Curug Lalay, Curug Omas Maribaya, Panorama Alam Taman Hutan Raya, dan Jogging Track ke Maribaya. Tiket Masuk kawasan wisata ini Rp 11.000/orang. Sedangkan jam operasionalnya adalah Setiap hari buka, Mulai Senin – Minggu, 08.00 – 17.00 WIB.

Top