Month: February 2017

5 Destinasi Wisata Alam yang Menarik Di Jombang

Jombang adalah sebuah kabupaten yang terletak di bagian tengah di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang memiliki motto “Jombang Beriman” ini bisa dibilang memiliki posisi yang strategis karena berada di tengah-tengah propinsi Jawa Timur. Posisi yang strategis ini didukung dengan infrastruktur yang memadai dari pemerintah propinsi Jawa Timur sehingga jalan-jalan yang ada di kabupaten Jombang bisa dibilang cukup baik dibandingkan dengan daerah-daerah di sekitarnya. Jombang merupakan salah satu Kabupaten milik Jawa Timur yang memiliki luas wilayah sekitar 1.159,50 kilometer persegi dan jumlah penduduk di daerah ini sekitar 1,5 juta jiwa. Jombang juga disebut sebagai kota santri , karena banyaknya sekolah pendidikan Islam atau pondok pesantren. Kemudian jika dilihat secara admisistratifnya, Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan yang mencakup 306 desa dan 4 kelurahan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang merupakan dataran rendah dengan hampir 90 %  berada pada ketinggian 500 meter diatas permukaan laut. Kabupaten Jombang memiliki berbagai potensi pariwisata yang menarik untuk dijadikan tujuan wisata.

  1. Goa Sriti

Goa Sriti terletak di kecamatan Wonosalam, kabupaten Jombang. Goa Sriti merupakan tempat wisata di Jombang yang memiliki panjang kurang lebih 320 Meter, membentang dari barat ke timur dan di atasnya di lintasi jalan besar. Menurut berbagai cerita, konon goa ini adalah tempat semedi para petinggi Kerajaan Majapahit, sekaligus tempat persembunyian atau ‘nyepi’ dari keramaian kota Majapahit. Untuk mencapai Goa ini harus melalui jalan setapak dan berliku tapi Anda akan melihat pemandangan kawasan hutan yang hijau alami dan persawahan penduduk sehingga perjalanan anda tidak akan terasa melelahkan. Goa Sriti merupakan tempat wisata yang menurut para pecinta alam masih terasa nuansa alaminya.

Perjalanan ke Goa Sriti harus ditempuh dengan jalan kaki dari pintu gerbang pertama. Dalam perjalanan anda akan selalu ditemani dengan pemandangan alam yang masih sangat asri. Pemerintah kabupaten Jombang belum memberikan penerangan yang memadai untuk di dalam goa. Tapi menurut para pecinta alam justru itulah yang membuat menarik karena masih bisa merasakan sensasi bertualang yang sebenarnya. Jadi goa ini berada di bawah jalan yang setiap hari ramai di lalui lalulalang kendaraan para pengunjung yang lewat. Saat akan menuju mulut goa, Anda akan disuguhkan pemandangan yang sungguh luar biasa eksotis. Sesampainya di dalam goa, pemandangan alamnya juga tak kalah indah. Seperti umumnya goa di Goa Sriti juga memiliki dinding yang menyerupai stalagtit dan stalagmit yang saling silang. Sesampainya di dalam goa, pemandangan alamnya tak kalah indah. Layaknya goa pada umumnya, Goa Sriti memiliki dinding yang menyerupai stalagtit dan stalagmit yang saling silang.

  1. Air Terjun Tretes

Air Terjun Tretes adalah air terjun yang tertinggi di Jawa Timur  yang panorama alamnya sangat indah. Terletak di Desa Galengdowo, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang, yaitu kurang lebih 40 km dari pusat Kota Jombang. Ketinggian air terjun tersebut sekitar 158 meter dan berada pada ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut dan merupakan hulu sungai Sumber Watu Bonakah. Air terjun ini terletak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo di Gunung Jurug Guah dalam komplek Gunung Anjasmoro (2277 m), dimana kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang masih terjaga keaslian dan keindahan alamnya.  Secara geologis kawasan ini merupakan batuan hasil gunung api kuarter tua. Pada kawasan ini terdapat aliran sungai yang merupakan sambungan dari air terjun tersebut, sehingga untuk kebutuhan air di kawasan ini dapat terpenuhi dengan baik. Curah hujan di kawasan ini berkisar 5.856 mm/th. Sedangkan suhu rata-rata 24 ° C.

Fasilitas umum yang tersedia di kawasan wisata ini masih minim. Hanya terdapat beberapa kedai makan dan areal parkir kendaraan di pemukiman penduduk. Harga tiket masuk ke wisata air terjun ini bisa dibilang cukup murah. Tiket masuk untuk dewasa adalah Rp. 5.000, untuk anak-anak, biasanya tidak dikenakan ongkos masuk kecuali anak anak yang sudah sedikit besar.  Biaya parkir kendaraan disini jika menggunakan sepeda motor biasanya dikenakan Rp. 2.000,- dan jika membawa mobil ongkos parkir Rp. 5.000,-.

  1. Kedung Cinet

Kedung Cinet berlokasi di desa Pojok Klitih sekitar 10 km dari Jembatan Brantas Ploso dan berada di tengah hutan belantara. Saat perjalanan menuju ke lokasi wisata ini, Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang indah dan eksotis. Dalam perjalanan Anda akan menyusuri sungai Brantas dan melintasi jembatan gantung yang manantang adrenalin. Hijaunya alam hutan dan jernihnya aliran air sungai Brantas membuat perjalanan ke wisata Kedung Cinet menjadi terasa istimewa dan mengasyikkan. Di sebut Grand Canyon mini karena lokasi wisata ini hampir mirip dengan panorama alam yang disuguhkan  oleh obyek wisata Grand Canyon yang berada di Arizona, Amerika Serikat. Keeksotisan Kedung Cinet dimulai sejak perjalanan menuju lokasi tersebut.  Birunya hamparan air Sungai Berantas serta keindahan warna-warni persawahan Desa Plandaan tak dapat lagi anda pungkiri keindahanya. Anda juga akan dibawa melewati jembatan kayu untuk mencapai ke lokasi wisata Kedung Cinet. Sesampainya di lokasi anda akan dimanjakan oleh keindahan ngarai ini.

Keindahan ngarai Kedung Cinet akan membuat anda tak sempat berkedip. Pertama-tama anda akan menyaksikan permukaan penampang sungai dilengkapi dengan hijau air dan juga tumbuhan di sisi kanan dan kiri sungai. Suara gemericik aliran air terdengan sangat asyik mengalir disela-sela rongga ngarai. Di hampir seluruh kawasan Kedung Cinet merupakan spot yang sangat menarik untuk digunakan berfoto. Keunikan ngarai Kedung Cinet menyadarkan kita akan betapa indahnya ciptaan sang pencipta. Menurut cerita yang berkembang, Dahulu lokasi ini digunakan sebagai tempat pemandian di masa kerajaan Majapahit. Waktu-waktu terbaik untuk mengunjungi lokasi wisata ini adalah pada musim kemarau. Karena hanya pada musim kemarau pengunjung dapat melihat jernihnya endapan air yang ada di Kedung Cinet. Untuk biaya retribusi masuknya tidak ada hanya anda harus membayar parkir sebesar Rp 5000-,.

  1. Goa Sigolo-Golo

Merupakan wisata alam jombang yang terletak di dusun Kranten, Desa Panglungan, Kec. Wonosalam berjarak sekitar 30 Km dari Air Terjun Tretes.  Goa Sigolo-golo merupakan salah satu obyek wisata dari Jombang yang wajib anda kunjungi. Trek menuju ke Goa Sigolo-golo cukup sulit namun mungkin hal inilah yang menjadi daya tarik dari Goa Sigolo-golo. Karena medan yang akan dilalui cukup menantang pengunjung harus mempersiapkan stamina dan fisik yang sebaik-baiknya.

Untuk menuju ke Goa Sigolo-golo pengunjung harus melalui jalan turun dan menyusuri anak tangga yang tersusun dari tanah yang dibentuk dengan pagar bambu dan kayu lainya. Selanjutnya pengunjung akan menemui keindahan Sungai Bomo. Keindahan lain dari Goa Sigolo-golo adalah pengunjung dapat menikmati keindahan tebing yang curam dan bebatuan yang eksotis. Pengunjung akan melihat rimbunnya pepohonan yang terlihat masih sangat alami. Selain itu, pemandangan pegunungan yang megah juga seakan membuat daya tarik tersendiri untuk memandanginya. Pemandangan indah di tempat ini rasanya sangat cocok sebagai tempat berfoto. Untuk biaya masuknya Rp 5000/orang dan parkir Rp 5000. Tempat wisata ini akan ramai di akhir pekan.

  1. Air Terjun Selo Lapis

Air Terjun ini berada di lereng Gunung Selo Ringgit tepatnya di lereng gunung Selo Ringgit, Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur. Nama Selo  lapis diambil dari bahasa jawa yang berarti batu lapis. Samsutik, mantri hutan Carang wulung mengatakan, penemu wana wisata Selo Lapis ini yakni salah satu warga Dusun Mendiro saat mencari jamur di tebing dengan ketinggian 15 meter. Saat itu tebing masih tertutup pepohonan. Wana wisata alam yang masih perawan ini jika dikelola dengan serius bisa mendatangkan wisatawan domestik maupun luar kota, Dalam waktu dekat warga Dusun Mendiro akan bergotong royong membersihkan lokasi Selo Lapis agar para pengunjung bisa lebih menikmati keindahan wisata. Air terjun ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 2014 dan dikelola oleh warga sekitar.

Area ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak,sejauh 500 meter atau dengan waktu tempuh 30 menit dari dusun mendiro. Jalan setapak yang sedikit licin jika hujan mengharuskan pengunjung yang menuju kesini harus ekstra hati-hati. Rasa penat akan terbayarkan begitu berada di wana wisata dengan keindahan bebatuan yang berlapis seta ditumbuhi pepohonan yang rindang. Para pengunjung pun bisa langsung menikmati tetesan air dari bukit selo lapis. Karena air yang jernih dan dingin ini bisa langsung diminum dan untuk membasuh muka setelah perjalanan yang melelahkan menuruni bebukitan. Alamnya masih alami dan terjaga kelestariannya sehingga nyaman untuk berlama-lama di sana. Untuk masuk ke kawasan air terjun setiap anda harus membayar Rp 10000.

Top

5 Rekomendasi Destinasi Wisata di Lamongan

Kabupaten yang berbatasan dengan Mojokerto, Gresik dan juga Bojonegoro ini dikenal luas lantaran kulinernya berupa Soto Lamongan yang begitu terkenal dan hampir selalu ada di setiap kota di Jawa. Pusat pemerintahan Lamongan terletak 50 km sebelah barat Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Lamongan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila. Selain itu Lamongan mempunyai tempat wisata terkenal  yang banyak dikunjungi dan menjadi favorit masyarakat sekitar diantaranya adalah:

  1. Alun-Alun Kota Lamongan

Alun-alun Kota Lamongan juga bisa menjadi salah satu tempat wisata Lamongan yang menarik dan menjadi favorit tujuan wisata masyarakat sekitar. Alun-Alun Lamongan ini direnovasi pada tahun 2011 sehingga semakin indah. Banyak masyarakat yang meluangkan waktu akhir pekannya untuk mengunjungi Alun-Alun ini bersama keluarga, tidak sedikit pula sebuah komunitas yang mengadakan perkumpulan disini, Tumbuhan rindang yang ada di sekitar alun-alun membuat suasana menjadi makin nyaman, Bukan hanya itu saja, deretan penjual makanan khas Lamongan pun membuat anda bisa wisata kuliner disini. Cukup datang ke alun-alunnya saja, maka anda bisa mencicipi berbagai makanan khas Lamongan yang anda inginkan. Selain itu anda juga bisa Cuma sekedar duduk-duduk nongkrong dengan teman atau bermain dengan fasilitas yang disediakan. Alun-­alun ini juga berlokasi dekat dengan hotel­-hotel di Lamongan. Sehingga mencari akomodasi saat berlibur di Lamongan, wisatawan tidak akan kesulitan.

Alun-alun pada zaman dahulu diguanakan oleh Raja yang ingin mengadakan sebuah acara bersama dengan rakyatnya, kini Alun-Alun digunakan untuk acara rakyat , tempatnya pun disolek sedemikian rupa hingga terasa bikin betah, termasuk di kota tempat Tim Sepak Bola PERSELA berasal.  Di pusat kota ini ktia dapat menikmati pemandangan panorama alam pegunungan yang melingkupi Lamongan. Disini setiap sore banyak warga berkumpul sekadar melepas lelah dan menikmati keadaan sekeliling. Mulai dari anak-anak, kaum muda hingga orang tua dan nenek kakek.

  1. Gunung Pegat

Daerah Babat, Lamongan terkenal dengan kawasan yang penuh dengan bukit kapur memanjang. Kawasan perbukitan ini disebut dengan Gunung Pegat lantaran terdapat bukit yang dipisahkan oleh sebuah jalan raya yang menghubungkan antara Lamongan dan Jombang. Nama pegat sendiri berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti cerai atau terpisah. Bukit-bukit kapur yang berada di gunung ini akan membuat Anda takjub dengan keindahan alam unik nan tak banyak diketahui.

Bukit kapur yang dibelah membentuk penampakan yang indah namun terselip sebuah mitos tidak bersahabat bagi sepasang kekasih. Konon jika ada pasangan yang melintasi gunung ini maka hubungan tersebut tidak akan langgeng atau tidak akan berakhir sampai jenjang pernikahan. Dan mitos ini masih dipercaya hingga kini, tetapi kembali lagi pada diri kita masing-masing mau percaya atau tidak. Meski demikian karena pesonanya yang unik maka tak jarang sekelompok muda-mudi tetap datang untuk berfoto-foto.

  1. Pantai Kutang

Pantai Kutang terletak di ujung Dusun Kenthong, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan. Pantai ini sangat menarik hati para wisatawan. P‎antai Kutang ini belum banyak dikenal masyarakat luas sehingga mendapatkan predikat ‘perawan’ dan membuat para wisatawan menjadi penasaran dan berlomba untuk mengunjunginya terlebih dahulu. Menurut pengakuan dari warga setempat, pemberian nama yang unik ini bukan asal-asalan saja atau hanya berdasarkan pemikiran warga yang ngeres. Ada sejarah yang melatar belakanginya, diceritakan pada zaman dahulu banyak pasangan muda mudi yang berkunjung ke pantai ini. Anehnya saat pulang mereka meninggalkan pakaian dalam mereka termasuk bra atau kutang di sana. Dari situlah kemudian nama Kutang disematkan pada pantai ini.

Jika biasanya pemandangan pantai langsung terlihat hamparan pasir tapi di Pantai Kutang ini, Anda akan melihat taman mangrove. Selain memiliki alam yang masih alami, pantai ini juga mempunyai eksotisme pasir putih dan kerimbunan pohon Mangrove. Tidak hanya itu, disini Anda juga bisa bermain ayunan yang telah tersedia di akar-akar pohon mangrove sembari bermain air. Saat pantai surut anda bisa melihat rumput laut dan bebatuan yang indah. Saat itu adalah momen yang baik untuk melakukan foto-foto. Waktu terbaik untuk mengambil gambar pantai ini adalah pada saat sore hari menjelang magrib. Sunset di pantai ini juara, meski berada di utara tapi matahari terlihat tenggelam di tengah laut karena memang posisinya agak serong.

  1. Wego Lamongan

WEGO sendiri adalah singkatan dari Wisata Edukasi Gondang Outbond. Objek wisata yang hadir dengan tema ekowisata ini diresmikan pada 10 November 2016 lalu yang bertepatan dengan hari pahlawan. dibangun pada lahan seluas 23 hektar yang ada di sekitar Waduk Gondang di kawasan Desa Ketegagung, sebelah selatan Lamongan. Didalamnya terdapat berbagai wahana seperti outbond, bumi perkemahan, dan kolam renang dengan gaya Eropa. Awalya objek wisata di Lamongan yang satu ini hendak dibangun dengan konsep edukatif untuk tujuan ilmu pengetahuan dan sains, mengingat didalamnya tumbuh beragam tanaman hutan hujan tropis. Terhitung ada lebih dari 300 jenis pohon tumbuh subur dikawasan ini.

Spot-spot meanrik yang ada di WEGO ini yaitu Jembatan Cinta Wego Lamongan, Pesawat Wego, Perahu Dayung, Perahu kaki, Flying Fox, Kandang Burung, Bumi Perkemahan, Waduk Gondang, Homestay, Kolam Renang. Selain itu terdapat fasilitas seperti Musholla, Toilet, Rumah Makan, Jasa Fotographer, Parkir motor. Tiket Masuk Wego Lamongan dan Parkirnya yaitu Pertama masuk di Gapura area Wego Lamongan ini sobat akan dikenakan Biaya Parkir. Motor: 3.000,-    Mobil : 5.000,-. Sedang untuk tiket masuk Wego sendiri Perorang dikenakan Biaya Rp. 10.000,- untuk anak usia diatas 2 tahun dikenakan biaya. Dan untuk permainan yang ada dikenakan biaya juga, Flyingfox : 15.000,- Perahu Dayung : 10.000,- Perahu  Kaki      : 10.000,-

  1. Goa Maharani Zoo

Goa Maharani Zoo juga termasuk dalam group Jawa Timur Group yang membawahi Jatim Park 1 dan 2, Eco Green Park, Surabaya Carnival, dan masih banyak lagi. Maharani Zoo berdiri di area seluas 3.5 hektar. Maharani Zoo berdiri sejak 25 Mei 2008 dan menyajikan wahana konservasi dan edukasi serta budaya yang terangkum dalam nuansa etnik Afrika. Wisata yang bisa ditempuh sejauh 1.5 jam perjalanan dari Surabaya ini juga menghadirkan pemandangan pesisir pantai utara. Sejumlah fasilitas yang ditawarkan meliputi taman satwa atau kebun binatang yang dilengkapi dengan koleksi berbagai binatang, seperti orang utan, beruang madu, wallaby, jerapah, singa putih dan harimau putih serta masih banyak koleksi yang lainnya. Umumnya binatang yang ada di Maharani Zoo berasal dari Asia. Namun kini telah bertambah dengan gajah Palembang dan Pekanbaru. Maharani Zoo juga dilengkapi dengan Galery Satwa atau Museum Satwa. Bentuk bangunannya masih mengambil setting Afrika dan memajang berbagai koleksi fosil ataupun replika fosil binatang-binatang yang telah punah, seperti beruang putih, ikan paus biru, ikan paus bangkok, dan juga mamooth si gajah purba. Maharani Zoo juga menghadirkan sejumlah binatang albino yang eksotis seperti kangguru albino, tikus, ular, dan masih banyak lagi. Selain itu ada juga taman burung yang semakin melengkapi koleksi Maharani Zoo.

Goa Maharani sendiri sudah cukup populer sejak dulu. Penemuan goa ini pun tidak disengaja saat 6 penggali tanah coral pupuk dolomit dan bahan fosfat sedang melakukan penggalian yang dipimpin oleh mandor bernama Bapak Muh. Faried. Nama istrinya, Maharani, kemudian dipilih menjadi nama goa ini karena dari mimpi sang istri goa ini ditemukan. Dalama mimpinya, Ibu Maharani melihat dua ekor naga bermahkota sedang menjaga cahaya bunga-bunga yang sangat indah dan berwarna-warni. Naga-naga dalam mimpi tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk patung yang menjaga pintu masuk goa bersama dengan dua burung garuda di Gerbang Paksi Tatsoko. Stalaktit dan stalagmit yang dimiliki Goa Maharani memang cukup cantik dengan berbagai warna kala terkena cahaya. Apalagi stalaktit dan stalagmit tersebut juga masih terus tumbuh  hingga saat ini. Karena kecantikannya hingga ada yang menyandingkan goa ini dengan Goa Carlsbad di Perancis dan Goa Mamonth di Amerika Serikat. Untuk menjelajahi Goa Maharani, telah disiapkan jalur trekking yang nyaman sejauh 350 meter.

Fasilitas lain yang ditawarkan Goa Maharani adalah area parkir yang luas, toilet, dan penjual aneka oleh-oleh serta kuliner di bagian depan. Jika membutuhkan penginapan ada Tanjung Kodok Beach Resort. Jam operasionalnya buka setiap hari mulai pukul 07.30 pagi hingga pukul 17.00 sore. Sedangkan untuk harga tiket masuknya dalah sebagai berikut ini:

MAHARANI ZOO & GOA ( MZG )

  • weekday ( senin – kamis ) Rp. 49.000,-
  • weekend ( jumat – minggu, hari besar nasional, musim libur WBL ) Rp. 91.000,-

WISATA BAHARI LAMONGAN + MAHARANI ZOO & GOA ( WBL + MZG )

  • weekday ( senin – kamis ) Rp. 70.000,-
  • weekend ( jumat – minggu, hari besar nasional, musim libur WBL ) Rp. 130.000,-
Top

5 Destinasi Wisata Alam Keren yang Wajib dikunjungi Di Lumajang

Kabupaten Lumajang merupakan sebuah kabupaten yang ada di Jawa Timur, Ibu kotanya adalah Lumajang. Kabupaten tersebut merupakan perbatasan antara Samudera Hindia di bagian selatan, kabupaten Probolinggo di bagian utara dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Malang. Nama Lumajang berasal dari nama tempat “Lamajang” yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya. Lumajang adalah sebuah daerah di Provinsi Jawa Timur.

Lumajang terletak di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Kabupaten Lumajang terdiri atas 21 kecamatan, yang masih di bagi lagi atas 21 desa dan 7 kelurahan. Lumajang memiliki luas wilayah sekitar 1790.90 kilometer persegi. Wilayah ini terdiri dari dataran yang subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yakni Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan juga Gunung Lamongan. Kabupaten Lumajang memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter diatas permukaan laut. Seperti kabupaten-kabupaten lain yang ada di Indonesia Lumajang pula memiliki iklim tropis dengan jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 1.500 – 2.500 mm. Temperatur atau suhu didaerah ini berkisar antara 24 derajat Celcius hingga 32 derajat Celcius. Sedangkan di wilayah pegungan mencapai 5 derajat Celcius.

  1. Danau Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektare. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 meter dpl, Ranu Kumbolo merupakan sumber air bersih bagi para pendaki Gunung Semeru yang tengah berkemah atau yang akan mendaki ke Mahameru, puncak Gunung Semeru.

Danau ini juga termasuk tempat untuk mengambil air terakhir sebelum akhirnya melanjutkan pendakian menuju puncak Semeru. Terlebih lagi, Anda tak akan menjumpai sumber mata air lainnya hingga puncak Semeru selain danau ini. Dengan debit air yang melimpah dan tak pernah surut, Ranu Kumbolo menjadi titik berkumpulnya para pendaki untuk mendirikan tenda. Keindahan Ranu Kumbolo memang tak perlu diragukan lagi. Di sana, para pendaki biasanya berburu sunrise yang memang begitu mengagumkan. Matahari pagi muncul di sela-sela dua bukit hijau berpadu dengan beningnya air danau menjadi sebuah panorama yang tak terucap.

  1. Puncak B29

Puncak B29 Lumajang yang terkenal dengan sebutan “Negeri Di Atas Awan”. Dari puncak bukit ini kita bisa melihat hamparan lautan awan putih dan kita bisa menikmati sensasi seperti sedang berada diatas awan. Tentunya sungguh sangat menyenangkan jika sedang berada ditempat ini. Jika sempat menginap, wisatawan juga akan disuguhi pemandangan sunset dan sunrise yang tak kalah indahnya jika dibandingkan dengan sunrise gunung bromo. Sebenarnya letak puncak B29 Lumajang ini berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Lokasinya berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan sebagian besar penduduk dari Desa Argosari tersebut merupakan asli Suku Tengger. Ketinggian puncak B29 lebih tinggi dari gunung bromo, yaitu 2900 mdpl dan sedangkan gunung bromo hanya 2393 mdpl. Baik puncak B2, gunung bromo dan gunung semeru, semua masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ada 2 versi tentang penamaan B29 ini. Versi yang pertama adalah huruf B berarti Bukit dan angka 29 merupakan nomor urutan dari jumlah bukit disana. Versi yang kedua adalah penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (dua sembilan, jawa) karena ketinggiannya 2900 mdpl. Terlepas dari asal-usul penamaan tersebut, yang pasti puncak indah nan anggun ini sungguh sangat sayang untuk dilewatkan jika Anda sedang melakukan perjalanan wisata ke propinsi Jawa Timur.

  1. Pantai Watu Godeg

Pantai Watu Godeg Ini terletak di Desa Bulu Rejo Kecamatan Tempur Sari Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Berjarak 8 Km dari Kecamatan Tempursari kearah Selatan, atau sekitar  80 km dari Kota Lumajang arah selatan.  Dengan adanya jalan tembus Pasirian – Tempursari jaraknya dapat diperpendek menjadi 12 Km dari Kecamatan Pasirian. Salah satu yang khas dari Pantai Watu Godeg adalah sebuah batu yang menjulang tinggi sendirian di pinggir pantai. Bebatuan tebing tersebut merupakan pecahan, yang terbentuk karena hantaman ombak pantai Selatan yang ganas.  Batu ini menurut beberapa orang sangat sakral, masyakat menamai Watu Gedeg.

Ada pula nama Watu Godeg adalah sebutan sebuah tebing yang menyerupai dinding raksasa mempunyai ketinggian mencapai puluhan meter. Ada yang versi lain, sebutan  Watu Godeg diambil dari keberadaan batu besar di tepi pantai itu. Dalam bahasa Jawa, Watu berarti Batu, dan Godeg adalah sejenis penyakit kulit seperti panu dan kudis. Sehingga masyarakat sekitar mempercayai bahwa dengan mandi di laut ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Versi lain lagi mengartikan Watu Godek, batu besar dipantai bila terkena ombak seperti bergoyang, Godek (geleng kepala).

Pantai dengan pemandangan yang indah, dengan hijaunya perbukitan menjadi latar belakang yang sangat hidup. Begitu pecahan ombak menggiring kearah bibir pantai, adalah pemandangan khas Pantai pantai selatan, pinggiran samudera Indinesia. Selain itu pengujung juga akan disuguhkan dengan tebing bebatuan yang tinggi dan pengunjung bisa melewati dibawah tebingnya serta terbingkai bak lukisan alam. Ketika kita berada di Watu Gedeg dipastikan pengunjung akan tertegun, karena kagum dengan kedasyatan pemandangan yang diwarnai dengan gulungan ombak pantai selatan.

  1. Kebun Teh Kertowono Gucialit

Kebun teh ini terletak di desa Gucialit Kecamatan Gucialit Lumajang, merupakan perkebunan teh yang memiliki panorama yang cukup mengesangkan dan pastinya memiliki udara sejuk. Berjarak sekitar 45 KM dari arah Kota Lumajang.Disini juga ada pabrik teh peninggalan kolonial belanda yang hingga saat ini masih beroperasi. Destinasi wisata yang berada di naungan PT. Perkebunan Nasional XII (PTPN XII). Dikawasan perkebunnan ini terhampar pemandangan yang menakjubkan. Sejauh mata memandang kita disuguhkan dataran hijau nan elok, barisan tanaman teh yang rapi, dengan suhu kurang lebih 16 derajat celcius karena berada di atas ketinggian 650 hingga 1.250 meter dari permukaan laut (dpl) dengan luas sekitar 931,82 hektare.

Perkebunan dan pertanian di Kabupaten Lumajang ini adalah salah satu sumber pemasukan Kabupaten Lumajang. Kondisi awal perkebunan di Lumajang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Terdapat dua pabrik, yaitu Pabrik Gula Jatiroto (1884) dan Pabrik Teh Kertowono (1910). Pabrik Gula Jatiroto adalah Pabrik Gula Terbesar, sehingga pada masa penjajahan Belanda, dimana saat itu Belanda yang dipimpin oleh Ratu Wilhelmina pernah berkunjung ke Jatiroto sebagai ungkapan syukur karena pabrik gula Djatiroto memberikan keuntungan yang sangat besar, sekitar 20 persen setiap tahunnya, sehingga mampu menyelamatkan perekonomian Negeri Kincir Angin.

  1. Air Terjun Tumpak Sewu

Lokasi air terjun ini terletak di Desa Sidomulyo, kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Air Terjun Tumpak Sewu, ada juga yang menyebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang. Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang. Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.

Akses menuju ke lokasi objek wisata ini terbilang cukup mudah dan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari Kota Malang. Dari akses jalan utama anda akan dengan mudah menemukan pintu masuk ke lokasi, karena terdapat papan penunjuk yang mudah terlihat dengan jelas. Ketika anda masuk ke lokasi, anda akan diminta untuk membayar retribusi parkir dan tiket masuk ke lokasi wisata dengan harga kurang lebih Rp 3000 – Rp 5000 untuk satu orang. Setelah memakirkan kendaraan anda harus berjalan kaki untuk bisa mencapai lokasi Air Terjun Tumpak Sewu.

Pemandangan yang sangat  indah akan anda rasakan saat tiba di lokasi tumpak sewu baik dari atas maupun bawah air terjun. Terdapat sebuat tempat untuk berfoto dengan view yang sangat luar biasa indahnya, petugas disekitar lokasi wisata menyebut tempat tersebut dengan nama “panorama”. Selain Air Terjun Tumpak Sewu anda akan menemui Gua tetes yang sebenarnya ini merupakan tempat wisata awal sebelum air terjun Tumpak Sewu di buka untuk umum. Gua tetes juga merupakan keindahan alam yang menakjubkan karena ada sumber mata air di atas gua yang memancar ke segala arah hingga air tadi jatuh di setiap sisi gua seperti layangnya tetesan air yang perlahan, maka dari itu di namakanlah spot ini dengan Gua Tetes.

Top

5 Destinasi Wisata Alami Di Magetan

Magetan adalah sebuah kota di kawasan pegunungan yang memiliki hawa sejuk dan damai.Meskipun kota Magetan ini adalah kota kecil tidak terlalu ramai, akan tetapi sangat asri tempat ini. Pemandangan hijau, hawa sejuk dan suasana yang nyaman dapat kamu temui saat berlibur ke sini. Berikut ini beberapa ulasan destinasi wisata di magetan.

  1. Telaga Sarangan

Telaga Sarangan berada di Kaki Gunung Lawu yang menganugerahinya bukan saja pemandangan danau yang menawan tapi juga udara yang sejuk khas pegunungan. Telaga yang memiliki nama lain sebagai Telaga Pasir ini telah menjadi tulang punggung pariwisata kabupaten Magetan sejak lama maka tak heran jika namanya terkenal kemana-mana. Telaga Sarangan hanya berjarak 16 kilometer dari pusat kota ke arah barat. Luas telaga sekitar 30 hektar dengan kedalaman rata-rata 28 meter. Traveler bisa menemukan aneka penginapan dari yang berbintang hingga kelas melati. Fasilitas penunjang lainnya juga ada, seperti perahu boat untuk berkeliling telaga dari air atau ojek kuda untuk mengantarmu berkeliling dari pinggir telaga.

Telaga Sarangan juga akan menyuguhkan Anda udara yang sejuk yaitu dengan suhu sekitar 18 hingga 25 derajat Celcius, salah satunya karena letaknya yang berada di kaki gunung. Telaga ini banyak dikunjungi oleh wisatawan sehingga Telaga Sarangan sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas wisata seperti puluhan peginapan, toko cinderamata, fasilitas berkuda di sekitar telaga, speed boat, berbagai tempat makan, wahana bermain dan lain-lain. Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 10 ribu untuk dapat menikmati seluruh pemandangan di Telaga Sarangan. Untuk biaya masuk yang harus dibayarkan bila mengendarai sepeda motor adalah Rp 2.500, sementara untuk mobil dikenakan Rp 5 ribu. Biaya parkir mobil Rp 1.500 dan biaya parkir sepeda motor dikenakan Rp 1 ribu saja.

  1. Air Terjun Pundak Kiwo

Di Magetan, wisata alam lainnya yang akan membuat liburan makin asyik adalah Air Terjun Pundak Kiwo yang menarik. Dengan ketinggian sekitar 45 meter, air terjun ini ada di Desa Ngancar dan ada di bagian teratas dari sederetan air terjun di desa ini. Posisinya yang berada di ketinggian 1.476 mdpl membuatnya menjadi air terjun tertinggi dalam hal lokasi keberadaannya. Nama Pundak Kiwo berasal dari letak air terjun di sebelah kiri dari lereng gunung Lawu jika dilihat dari bawah.

Dari rangkaian air terjun di lokasi desa tersebut, Air Terjun Pundak Kiwo merupakan yang paling tinggi dan bila memandanginya dari bawah kita akan tahu persis bahwa air terjun ini ada di sebelah kiri lereng Gunung Lawu. Itulah alasan mengapa air terjun ini disebut dengan Pundak Kiwo (ada di sisi kiri lereng gunung). Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata ini sudah cukup baik karena di sana kita akan menemukan tempat parkir yang memadai berikut juga gazebo dan kamar mandi untuk kepentingan para pengunjung. Pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 3 ribu. Hanya saja harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.

  1. Gunung Lawu

Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya antara Kabupaten Karanganyar dan Magetan. Dikelilingi dengan kabut dan udara sejuk, serta rindang perkebunan dan hutan pinus, kawasan lembah Gunung Lawu memiliki lebih dari sekedar panorama indah dari dataran tinggi. Sebagai kawasan yang dianggap sakral berabad-abad lampau, lembah Gunung Lawu menyimpan banyak misteri melalui serangkaian candi yang unik dan estetik.

Gunung setinggi 3.265 meter ini memiliki tiga puncak: Hargo Dumilah, Hargo Dalem, dan Hargo Dumiling. Jika cuaca cerah, dari ketiga puncak Lawu tersebut kita bisa melihat hampir semua puncak gunung-gunung yang ada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur. Sepanjang tahun lembah-lembah selalu dikelilingi kabut, terutama pada siang dan sore. Suhu udara sejuk berkisar 15-25 derajat Celcius. Tak hanya pemandangan pegunungan, di antara lembah-lembah gunung yang tertidur ini juga banyak bertebaran bentukan alam yang indah dan situs bersejarah.

Di gunung ini juga banyak tempat-tempat keramat antara lain Sendang Drajat, Argo Dalem, Argo Dumilah, Pasar Dieng, Batu Tugu “Punden Berundak”, Lumbung Selayur, Telaga Kuning dan masih banyak lagi. Gunung ini juga ditumbuhi bunga Edelweis berwarna merah muda, kuning dan putih. Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.

  1. Candi Sadon

Candi Sadon terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di sebelah jalan raya Magetan – Panekan. Walaupun nama candi tersebut adalah Candi Sadon, sesuai dengan nama dusun tempatnya berada, namun masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan nama Candi Reog, karena di reruntuhan Candi Sadon terdapat Kalamakara, arca raksasa Kala yang wajahnya mirip dengan kepala harimau pada ‘dhadhakmerak’. Dhadhakmerak adalah topeng kepala harimau dengan hiasan susunan bulumerak disekelilingnya. Topeng ini merupakan atribut tokoh Singabarong dalam kesenian reog. Topeng dhadak merak yang berat keseluruhannya antara 30-40 kg tersebut biasanya dikenakan oleh penari Singabarong.

Candi Sadon memiliki bentuk awal seperti gunungan wayang (mungkin yang dimaksud adalah memiliki langgam candi Jawa Timur). Pada tahun 1966, Candi Sadon mengalami perusakan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 1969 diadakan penataan kembali batu-batu reruntuhan Candi Sadon. Candi Sadon dipercaya masyarakat setempat sebagai candi tertua yang didirikan mendahului Candi Borobudur dan tinggalan-tinggalan masa klasik tua lainnya. Dalam mitologi setempat, fragmen naga Candi Sadon dikenal sebagai nogotatmolo. Konon fragmen tersebut berjumlah sepasang namun satu fragmen telah dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Magetan. Fragmen naga yang berada di Candi Sadon dipercaya sebagai naga betina.

  1. Wana Wisata Cemoro Sewu

Lokasi Wana Wisata (WW) Cemoro Sewu secara administratif berada di desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan terletak pada petak 73/2 RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu DS.  Cemoro sewu berada pada ketinggian 1.820 mdpl, merupakan pintu gerbang pendakian menuju Gunung Lawu  dari jalur Jawa Timur yang biasa digunakan oleh wisatawan yang akan “muncak”. Lokasi pintu gerbang pendakian tersebut berada pada jalur jalan provinsi antara Magetan-Solo melalui Tawangmangu. Keberadaan lokasi WWCemoro Sewu sangat strategis dandapat  dicapai baik dari arah Magetan maupun arah Solo dengan mudah dengan jarak22 km dari Plaosan atau 42 km darikota Magetan kearah Solo. Apalagi proyek pembangunan jalan provinsi (jalan tembus) sudah selesai sehingga menjadikan aksesibilitas untuk sampai ke lokasi obyek wisata ini menjadi mudah.

Menjadi titik awal pendakian menuju Gunung Lawu sekaligus tempat istirahat yang nyaman, kawasan Cemoro Sewu selalu menjadi tujuan singgah yang banyak diburu traveler khususnya mereka yang hendak menuju Tawangmangu di Karanganyar setelah berlibur di Telaga Sarangan. Kalau kamu berada di Magetan tapi tidak mampir ke Cemoro Sewu pasti akan menyesal. Sebab dari tempat ini kamu bisa menikmati udara sejuk pegunungan yang pada waktu-waktu tertentu akan diselimuti kabut merubah suasana menjadi seperti di hutan Jurrassic Park. Banyak warung-warung yang berada di sekitar tempat ini, umumnya mereka menjajakan kuliner khas berupa sate kelinci.

Disini juga menawarkan wisata memetik stroberi sendiri langsung dari pohonnya dengan biaya yang sangat terjangkau mulai dari 5.000 – 25.000. Tidak hanya memetik stroberi saja, namun di sekeliling lokasi juga terdapat pemandangan yang indah untuk anda nikmati ketika anda berwisata disini. Di sekitaran kawasan Cemoro Sewu yang merupakan pintu gerbang untuk pendakian Lawu ini terdapat warung-warung makan. Menjajakan teh, kopi, mie rebus, hingga sate kelinci – kamu layak banget mampir ke tempat ini. Secangkir teh atau kopi yang kamu pesan bakal terasa istimewa saat kamu menikmatinya sambil memandang penorama Lawu.

Top

5 Destinasi Wisata Alam Di Pamekasan

Kabupaten Pamekasan, kabupaten yang masih dalam wilayah Provinsi Jawa Timur ini berada di Pulau Madura. Lokasi kabupaten ini juga berada di perbatasan Laut Madura dan Jawa. Kabupaten terpencil yang berada di pulau Madura ini memiliki potensi wisata yang yang menjanjikan. Karena pesona dan keindahan alam dan wisatanya yang fantastis. Berikut ini tempat wisata yang dapat dikunjungi ketika di Pamekasan.

  1. Wisata Api Tak Kunjung Padam

Terletak di Desa Larangan, Tokol, Pamekasan. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Pamekasan, hanya berjarak sekitar 4-5 km saja. Nama itu memang cocok dengan kondisi api di wisata ini yang bahkan tetap menyala meskipun diguyur hujan. Mungkin ini adalah api abadi. Keabadian api ini membuatnya menjadi tempat wisata paling hits di Pamekasan, bahkan menjadi salah satu ikon wisata terkenal di pulau Madura. Fenomena alam yang langka seperti ini hanya ada dua di Indonesia, selain di Pamekasan api abadi juga bisa ditemukan di Bojonegoro.

Keberadaan Api Tak Kunjung Padam sering dikaitkan dengan cerita dahulu yang melegenda yaitu Ki Moko yang sakti mandraguna di madura yang ingi mempersunting putri Palembang dengan mas kawin seekor ikan sejenis lele yang ia dapatkan dari sungai timur. Terjadilah keajaiban ketika pesta pernikahan berlangsung dimana mata ikan yang Ki Moko tangkap berubah menjadi mutiara. Pesta tersebut berlangsung bibawah pohon Palembang dalam keadaan gelap. Mengetahui keadaannya gelap lalu Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah sehingga muncul titik api yang sampai saat ini tidak pernah padam. Sudah pernah dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui kandungan gas dari semburan nyala api yang terdapat di objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini, namun hasilnya nihil tidak ditemukan kandungan gas apapun.

Di lokasi Api Abadi, Anda bisa menemukan lebih dari 50 titik api yang keluar dari dalam tanah. Sesuai namanya, Api Abadi berarti api yang tidak akan pernah padam. Hujan deras biasa tak akan mampu memadamkan api. Api hanya padam saat terjadi hujan badai disertai angin kencang. Itupun saat hujan perlahan reda, api akan kembali menyala. Titik-titik api tersebut dikelilingi oleh pagar besi. Di sekitar lokasi, tampak penduduk lokal menjajakan jagung yang bisa Anda bakar sendiri di atas api. 10 menit dibakar di atas api, jagung bakar Anda pun siap disantap. Panas api yang dihasilkan dari celah-celah tanah merata. Nyala birunya seperti api dari kompor gas. Penduduk sekitar pun ada yang memanfaatkan api untuk memasak. Anehnya, api tidak menyebar sampai keluar pagar. Api abadi hanya berada di dalam lingkaran pagar.Tidak ada tiket masuk untuk melihat keajaiban Api Tak Kunjung Padam tapi kamu wajib membayar parkir ya guys. Cukup Rp. 2000 untuk motor, dan Rp. 5000 untuk mobil.

  1. Air Terjun Durbugen

Air terjun ini terletak di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan. Di sekitar Kelurahan Kowel sebenarnya ada dua air terjun yaitu Air Terjun Palesteran dan Air Terjun Durbugen. Air Terjun Palesteran terbentuk dari bendungan sungai buatan warga sekitar sedangkan Air Terjun Durbugen adalah air terjun alami.Wisata Air Terjun Durbugen Pamekasan memiliki pesona keindahan yang menarik dan unik, sangat disayangkan jika anda berkunjung ke Pamekasan namun tidak berkunjung ke Wisata ini. Wisata ini sangat cocok untuk mengisi liburan anda, apalagi seperti liburan panjang. Air Terjun ini memang pendek tidak memiliki ketinggian seperti air terjun pada umumnya. Namun, suara airnya cukup memberikan ketenangan pada para pengunjung. Selain itu, wisata ini jauh dari pusat kota jadi bisa dijadikan tempat bersantai dan merenung sejenak.

Air terjun Durbugen ini sangat cocok buat kamu yang ingin memancing atau pun bermain air. Tapi sebaiknya datang saat musim penghujan ya biar main airnya lebih berasa. Konon area sekitar air terjun ini punya mitos seram yaitu memiliki penunggu yang suka mengganggu orang yang berkunjung ke sana. Warga menyarankan pada traveler yang datang untuk berhati-hati dan selalu mengucapkan salam sebelum masuk ke kawasan air terjun.

  1. Pantai Jumiang

Pantai ini terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Hanya berjarak sekitar 12 km ke arah tenggara Kota Pamekasan. Kabar gembiranya, kondisi jalan raya dari Kota Pameksan menuju Pantai Jumiang sudah sangat bagus. Bahkan sudah ada layanan saran transpotasi umum yang bisa membawamu menuju pantai. Pantai Jumiang memiliki kontur yang berbeda dengan pantai-pantai di Pulau Madura pada umumnya. Pantai ini dihiasi tebing-tebing tinggi. Sunset dan sunrisenya yang mempesona, dan gugusan karang yang memikat.

Salah satu sisi pantai ini berupa tebing tinggi yang memungkinkan traveler melihat hamparan laut yang luas seakan tak bertepi. Sebelumnya, sepanjang perjalanan menuju pantai traveler juga akan disuguhi dengan pemandangan tambak garam yang luas. Selain itu pula , gugusan yang terdiri dari tebing dan juga karang ini menyajikan pemandangan dan ke eksotisannya tersendiri. Debur ombak yang menerobos langsung tepat berada di sela-sela karang ini seakan – akan menciptakan sensasi pengalaman wisata air yang sangatlah indah. Seolah olah , waktu ini enggan beranjak pada saat kita mengunjungi pantai Jumiang ini . Untuk menikmati pesona Pantai Jumiang, kamu cukup membayar Rp. 5000 saja.

  1. Bukit Waru

Terletak di Desa Waru Barat dan Waru Timur,  Kecamatan Waru. Dari kejauhan, Bukit Waru seperti tembok raksasa yang berdiri kokoh. Sejak dulu, Bukit Waru menyimpan potensi alam yang begitu indah. Keanekaragaman populasi satwa dan tumbuhan menjadi ciri khas tak terlupakan. ternyata Bukit Waru adalah bukit tertinggi di Pamekasan. Bukit Waru memiliki pesona keindahan tersendiri yang menjadikan sebagai background untuk berfoto atau selfie ria, ada pun warga yang berfoto untuk sesi priweding di lokasi Bukit Waru ini, jika anda berkunjung maka siapkan batrey ponsel atau kamera anda dengan full agar bisa berfoto dengan berbagai pose.

Batuan Bukit Waru lah menjadi pemandangan pertama ketika anda mendekati area perbukitan waru, Secara alami, terdapat relief menarik di perbukitan waru ini, jika di kaki bukit dan memandang ke arah Selatan, anda akan melihat Kecamatan Waru dan di sisi Utara anda akan melihat hamparan laut luas yang indah di pandang mata. Banyaknya sejumlah titik, banyaknya batu-batu bukit yang begitu kokoh dapat dijadikan sebagai olah raga alam, seperti panjat tebing, saat ini banyak sekali pengunjung yang datang ke Bukit Waru, karena rute menuju lokasi sudah enak dengan jalannya yang beraspal.

  1. Gua Blaban

Gua blaban merupakan Gua hasil temuan warga Madura. Gua blaban ini berada di Dusun Rojing, Desa Blabar, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan Madura Gua Blaban ini ditemukan oleh warga sekitar. Temuan itu bermula saat beberapa orang pekerja sedang menggali sumur untuk kebutuhan air minum. Pada kedalamam 7 meter, penggali sumur justru menemukan lubang besar berdiameter 50 meter persegi dan pada dinding lubang itu penuh dengan batu akik. Atas temuan itu, pemilik sumur langsung melaporkan ke Kepala Desa Blaban Sukrianto dan selanjutnya informasi penemuan gua batu akik itu menyebar luas di masyarakat.

Untuk memasuki gua tersebut pengunjung diharuskan membayar biaya masuk sebesar Rp. 20.000 sebagai karcis masuk. Kemudian menuju sebuah sumur yang terdapat tangga besi melingkar hingga mencapai dasar gua dengan jarak sekitar 4 meter. Didalam gua, udara terasa cukup pengap dikarnakan kurangnya ventilasi untuk keluar masuk oksigen serta suhu didalam gua yang cukup hangat. Semua akan terbayar ketika melihat cantiknya bebatuan stalaktit dan stalagmit yang terdapat didalam Gua.

Top

5 Destinasi Wisata Indah dan Populer di Sampang

Sampang, diapit oleh dua provinsi dan dua samudera. Di sisi barat dari daerah ini terletak di Bangkalan Kabupaten adalah timur perbatasan Pamekasan. Sampang adalah salah satu Kabupaten yang berada di Pulau Madura. Kabupaten Sampang kira-kira berjarak 100 km dari Surabaya atau 1, 5 jam perjalanan via Jembatan Suramadu dan 45 menit berlayar dengan perahu. Sampang juga memiliki tempat wisata yang menarik. Jika anda sedang berada disini anda dapat mengunjungi salah satu tempat menarik yang tersebar di Sampang.

  1. Pantai Nepa

Pantai Nepa menjadi satu kawasan dengan Objek Wisata Hutan Kera Nepa. Terletak di di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates. Untuk bisa sampai ke Pantai Nepa ada dua pilihan akses jalan yang bisa anda pilih, terutama bagi anda yang berasal dari luar Pulau Madura. Membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dengan jarak sekitar 90 km bagi anda yang menggunakan Tol Suramadu, dengan memutar melewati Kota Sampang. Untuk jarak yang lebih dekat dan waktu yang tidak lama anda bisa melewati Kota Bangkalan lalu menuju arah Pantura dan jarak yang harus ditempuh sekitar 70 km dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Jika anda mengunjungi pantai hutan kera nepa, sudah barang tentu anda juga mengunjungi pantai nepa karena lokasi hutan kera nepa berada di bibir pantai nepa, di hutan ini anda dapat menjumpai ratusan kera liar penghuni hutan. Namun tidak perlu khawatir karena kera-kera tersebut tidak berbahaya kok, asalkan kita tidak menggangu mereka, maka mereka juga tidak akan mengganggu kita, bahkan kera-kera tersebut bisa jinak kalau kita memberi mereka makan. Poho-pohon rindang dengan nuansa hutan rimba dan gerombolan kera menjadi ciri khas dari objek wisata hutan ini. Biasanya di Kawasan tempat wisata hutan kera nepa ada beberapa orang pemandu yang merupakan warga sekitar, mereka akan memanggil kawanan kera dengan cara berteriak “lo li la li lo li la li lo” saat ada pengunjung datang agar kera-kera tersebut berdatangan, sehingga pengunjung dapat memberikan makanan atau sekedar berfoto ditengah kawanan kera nepa.

Selain dapat bermain dan berfoto di tengah kawanan kera, anda juga dapat menikmati hamparan pasir putih pantai kera nepa yang tidak kalah cantiknya dengan pantai-pantai lainnya. Pantai nepa masih bersih dan alami karena pantai dengan ombak yang tenang ini masih belum terlalu ramai dengan pengunjung, umumnya wisatawan pantai dan hutan kera nepa berasal dari Pulau Madura sendiri.

  1. Air Terjun Toroan Ketapang

Air terjun Toroan merupakan sebuah keajaiban alam yang bisa ditemukan di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Keajaiban alam itu berupa sebuah pantai yang memiliki air terjun langsung jatuh ke laut. Air terjun yang berada di tebing sisi pantai dikelilingi oleh pepohonan hijau yang menyegarkan. Anda dapat bermain-main di bawahnya tanpa takut terseret ombak sebab ada batu-batu besar yang berjajar sebagai penahan ombak alami sebelum sampai ke air terjun. Dari pantai ini Anda juga dapat menikmati sensasi sunset yang menawan. Air terjun Toroan menjadi ikon pariwisata bukan hanya bagi Kabupaten Sampang, namun juga Madura secara umum. Sebab ini adalah satu-satunya air terjun yang berada di pulau ini. Pemerintah setempat telah memberikan perhatian serius tentang potensi pantai ini, sehingga dibangunlah berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, tempat parkir, dan warung makan.

Sejauh ini belum ada tarif masuk menuju lokasi air terjun ini. Anda hanya membayar  ongkos parkir saja yaitu sebesar Rp. 5.000 aa untuk kendaraan roda dua, dan Rp. 10.000 untuk kendaraan roda empat. Air terjun Toroan menawarkan susana wisata yang masih sangat alami. Kedalaman kolamnya mencapai 2 meter dengan ketinggian sekitar 20 meter. Air Terjun Toroan memuntahkan aliran air yang lumayan deras dan pastinya segar banget.

Air Terjun Toroan dikelilingi dengan banyaknya pepohonan rindang di sekitarnya sehingga udara cukup sejuk dan asri.  Batu-batu yang besar dan masih utuh, mampu menahan gelombang ombak dan pasirnya masih bersih di sepanjang bibir pantai.  Dengan demikian keadaan alam di sekitar air terjun ini  masih sangat alami.  Belum tersentuh oleh penambang pasir laut dan belum dikotori oleh coretan-coretan tangan.  Bahkan disini di sore hari dapat menyaksikan matahari terbenam.

  1. Bukit Masegit

Bukit Masegit di pelosok utara Kabupaten Sampang, tepatnya di Kecamatan Omben. Tempat wisata yang lagi booming di Madura ini menawarkan nuansa pedesaan dengan suasanya yang mampu membuat fikiran lebih tenang, anda dapat menaiki batu yang menjulang tinggi sambil berselfi ria di lokasi bukit masegit. Namun tetap harus berhati-hati ya agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bukit batu yang menjulang tinggi ini menyajikan panorama kota Sampang yang bersahaja. Waktu terbaik untuk mengunjungi bukit Masegit tentu saja saat matahari terbit atau saat matahari akan tenggelam.

Wisata Bukit Masegit di Sampang sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya.  Keindahan wisata Wisata Bukit Masegit di Sampang ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat wisata Bukit Masegit di kota Sampang.

  1. Pulau Mandangin

Pulau Mandangin merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Pulau Mandangi, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Indonesia. Wisata Pulau Mandangin di Sampang adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari. Wisata Pulau Mandangin di Sampang memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika anda berada di kota Sampang tidak mengunjungi wisata Pulau Mandangin di Sampang yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut. Wisata Pulau Mandangin di Sampang sangat cocok untuk mengisi kegiatan liburan anda, apalagi saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya.  Keindahan wisata Pulau Mandangin di Sampang ini sangatlah baik bagi anda semua yang berada di dekat atau di kejauhan untuk merapat mengunjungi tempat wisata Pulau Mandangin di kota Sampang.

Satu-satunya cara untuk mencapai pulau Mandangin adalah berlayar dengan perahu motor yang murah banget. Cuma Rp. 10.000. Tapi buat kamu yang agak sentimen sama perahu motor mungkin kamu bisa minum obat anti mabuk sebelum berlayar.

Kamu akan berlayar dari Pelabuhan Tanglok, Sampang, Madura sekitar 30 menit untuk mencapai pulau ini. Setibanya disana kamu akan menjumpai beberapa penduduk yang sedang mencari ikan. Ya, memang itulah pekerjaan penduduk pulau ini. Pulau ini benar-benar masih sangat sederhana. Perumahan penduduk saling berhimpitan satu sama lain. Jalanan kampung bukan jalan mewah yang beraspal, tidak ada Pajero Sport yang melintas di pulau ini. Di tiap halaman rumah, penduduk menjual ikanya.

  1. Gua Lebar

Dengan pemandangan alam yang begitu indah yang ditawarkan oleh Gua Lebar ternyata Gua ini merupakan Gua Buatan. Pada zaman penjajahan Belanda Gua ini menjadi tempat persembunyian mereka, Gua Lebar dibentuk dengan cara diledakkan sehingga menghasilkan cekungan yang lebar untuk bersembunyi sekaligus menyimpan persenjataan mereka. Objek wisata alam Gua Lebar ini berada tepat di tengah kota Sampang, berbeda sekai dengan objek wisata alam lainnya yang kebanyakan berada di daerah pinggiran dan pedalaman. Letak geografis Gua yang sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan ini menjadi nilai lebih. Kita tidak perlu kerepotan dan kebingungan mencari letak dimana Gua berada.

Gua ini terletak di kelurahan Dalpenang kecamatan Sampang. Memiliki jarak sekitar 800 meter dari pusat kota, atau sekitar lima menit saja untuk bisa menuju kesana. Objek wisata alam Gua Lebar ini merupakan kawasan Gua yang menjorok ke dalam tanah yang berbentuk seperti cekungan dengan kedalaman kurang lebih 100 meter. Sebelum berubah menjadi kawasan objek wisata alama, dulunya Gua Lebar ini adalah bekas tempat penambangan batu kapur. Jenis batu kapur yang ditambang di Gua ini adalah batu kapur putih, seperti yang ada di Bukit Kapur Putih Jaddih Bangkalan. Selain itu, ketika teman – teman memasuki area dalam Gua akan melihat sendiri dinding Gua seperti tebing.

Dari atas Gua Teman – teman bisa menikmati pemandangan kota Sampang dari posisi pandang sebelah timur, barat dan utara. Dari posisi pandang sebelah selatan teman – teman bisa melihat langsung Selat Madura dengan bantuan menara pantau. Objek pemandangan Kota Sampang akan semakin menarik ketika dilihat pada malam hari dengan banyaknya lampu – lampu malam yang menghiasi. Bagi teman – teman yang menyukai keindahan sunrise dan sunset bisa datang ke Gua Lebar di pagi hari dan sore hari. Indahnya pemandangan Gua Lebar ditambah dengan keindahan sunrise dan sunset melahirkan objek wisata alam yang sungguh sempurna di pulau garam. Dari data yang berhasil dikumpulkan dinas setempat, Gua Lebar ini bisa dikembangkan menjadi wisata lainnya yakni wisata Outbond. Seperti Camp Area, rock climbing, flying fox, spider net, jogging treck, bycicle treck di daerah sekitar kawasan wisata Gua Lebar.

Di dekat Gua Lebar juga terdapat kolam pemandian umum bagi wisatawan, untuk bisa masuk ke dalam kolam pemandian teman – teman hanya cukup membayar karcis sebesar lima ribu. Selain itu dei sekitar Gua juga disediakan rumah makan, jadi teman – teman tidak lagi kebingungan mencari makanan tinggal beli saja. Untuk bisa masuk ke dalam Gua Lebar teman – teman tidak dipungu biaya alias gratis, hanya saja membayar karcis parkir sebesar dua ribu rupiah.

Top

5 Destinasi Wisata yang bisa dikunjungi ketika di Sidoarjo

Sidoarjo merupakan sebuah daerah yang terletak di Provinsi Jawa Timur dan beribukota di Sidoarjo. Daerah ini berbatasan dengan Selat Madura di sebelah timur, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya di sebelah utara, Kabupaten Mojokerto di sebelah barat serta Kabupaten Pasuruan di sebelah selatan. Sidoarjo termasuk ke dalam salah satu dari dua penyangga utama Kota Surabaya di samping Gresik. Sidoarjo juga termasuk telah mengalami perkembangan yang pesat terutama karena banyaknya potensi daerah yang dikembangkan dengan baik. Salah satunya adalah dari segi wisata.

  1. Pulau Sarinah

Pulau ini terletak di Kampung Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Pulau Sarinah adalah pulau baru hasil dari sedimentasi lumpur yang keluar dari lumpur Lapindo,. Nyaris 7 tahun lumpur itu dibuang ke Sungai Porong, saat ini membuahkan hamparan pulau buatan di pesisir timur Sidoarjo. Untuk mempermudah perahu merapat, di pulau itu juga didirikan dermaga. Sampai kini, Pulau Sarinah seringkali dipakai pusat riset sebagian kampus serta aktivis lingkungan dengan menanam mangrove di lokasi itu. Untuk mencapai kawasan wisata pantai Tlocor anda bisa langsung menuju  Dermaga Tlocor , atau dengan menempuh perjalanan 15 kilometer ke arah timur setelah melewati jembatan Porong. Setelah tiba di Dermaga Tlocor anda bisa meneruskan perjalanan dengan menyawa perahu yang telah diseMonument Tlocordiakan milik warga setempat.

Namun saat ini, Pulau Sarinah telah mulai di kenal serta jadi jujugan wisatawan lokal lantaran keindahan dari Pantai Tlocor. Para pengunjung dapat menaiki perahu untuk bisa menyusuri pantai ini. Disini anda akan disuguhkan dengan hijaunya tanaman bakau di samping kiri kanan pesisir. Desiran ombak kecil membuat perahumu sedikit bergoyang menjadi tantangan tersendiri untuk kamu coba. Terdapat juga dermaga buatan yang dibuat dengan tujuan untuk memudahkan perahu merapat. Karena  areal yang dimiliki Pulau Telocor cukup luas.

  1. Pantai Kepetingan

Kepetingan juga sering disebut Ketingan sudah lama menjadi objek wisata pantai di Kabupaten Sidoarjo. Terletak Desa Sawohan, Kecamatan Buduran.  Untuk mencapai Pantai Kepetingan  kita bisa menembus dari Bluru Kidul (Sidoarjo), Balongdowo (Candi), Karanggayam (Sidoarjo), Gisik Cemandi (Sedati) dan Kalanganyar (Sedati) menggunakan perahu yang disewakan oleh para nelayan. Kepetingan termasuk sebuah kampung terpelosok di Sidoarjo , dikarenakan dikeliling tambak-tambak, hutan mangrove, serta tak punya kampung tetangga  yang membuat kepetingan tampak terisolasi dari suasana perkotaan.

Pantai Kepetingan ini akan ramai dikunjungi pada hari libur dan puncaknya adalah bila tiba waktu tradisi upacara Nyadran tiba pantai Kepetingan akan terasa sangat penuh, namun apabila hari-hari biasa hanya segelintir orang saja yang terlihat sedang menikmati suasana di pantai Kepetingan. Ritual sedekah laut ini digelar sebagai bentuk syukur warga lokal atas ikan di laut Sidoarjo yang melimpah. Nyadran kian semarak saat dilakukan dengan iring-iringan perahu yang disertai tabuhan gamelan menuju Pantai Kepetingan di pagi hari. Nyadran biasa digelar saat musim libur panjang, sehingga menjadi momen yang pas bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata yang berbeda. Setiap bulan ruwah atau sekitar 1 minggu sebelum bulan puasa, masyarakat mengadakan Nyadran sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta.

  1. Lumpur Lapindo

Sejak Mei 2006, Jalan di Sidoarjo memang sudah kena imbas daripada Lumpur Lapindo yang meluber dari Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Semburan lumpur panas ini menggenangi pemukiman warga dan lokasi berdampak disekitarnya, akibatnya aktivitas perekonomian warga jadi hilang dan rumah mereka lenyap ditenggelamkan lumpur yang berbau gas alam tersebut.

Namun, ada hal menarik datang dari cerita tragis lumpur panas Lapindo ini, yakni ketika seorang Seniman asal Tegal menyumbangkan ide seninya pada peringatan 8 tahun bencana lumpur lapindo ini yaitu 29 May 2014. Lelaki bernama Dadang itu membuat sejumlah patung yang dibuatnya dari bahan lumpur yang sudah tidak panas. Patungnya dibikin mirip dengan suasana penduduk kampung yang susah karena rumahnya tenggelam oleh lumpur. Bermacam bentuk diantaranya : ibu yang sedang megangin alat dapur, pria yang setengah badannya tenggelam, dan patung-patung yang mengundang empati atas bencana yang menimpa mereka. Nah, sejak saat itulah warga sekitar membuka sebuah tempat yang diberi nama “Wisata Lumpur Lapindo” hal ini mereka manfaatkan untuk mencari rezeki seiring dengan banyaknya orang-orang yang ingin sekedar melihat patung dan kondisi lumpur lapindo saat ini.

Setiap pengunjung yang ingin masuk, melihat-lihat atau berfoto dan selfie di kawasan ini, terkena 3 macam pungutan dari warga. Pertama adalah biaya parkir kendaraan dan masuk ke lokasi sebesar Rp15.000 per orang. Kedua adalah jika pengunjung ingin menggunakan jasa ojek untuk melihat pusat semburan yang berada di tengah kawasan ini, sebesar Rp25.000 per orang. Ketiga, yaitu uang keamanan menuju pusat semburan sebesar Rp5.000 per kendaraan yang masuk. Sehingga total biaya yang yang harus dikeluarkan setiap wisatawan yang ingin menginjakkan kaki di permukaan lumpur yang mengeras adalah Rp45.000.

  1. Candi Pari

Candi Pari terletak di Dusun Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo atau  sekitar 2 km ke arah barat laut dari pusat semburan lumpur Lapindo.. Berdiri diatas tanah seluas 1.310 m2 pada ketinggian ± 4,42 m dari permukaan laut. Lokasi Cadi Pari di kelilingi oleh pemukiman penduduk. Candi ini terletak di desa Candi Pari, Porong, Kabupaten Sidoarjo. Candi Pari ini merupakan bangunan persegi panjang dari batu bata, menghadap ke barat dengan ambang batas dan gerbang yang dibuat oleh batu andesit alam. Di masa lalu, di atas pintu gerbang Candi Pari ada batu dengan angka tahun 1371. Candi Pari ini adalah peninggalan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk AD 1350-1389 Pada kenyataannya, Candi Pari ini mampu memberikan gambaran bagaimana kompleksitas isu-isu ekonomi, aspek politik, budaya, dan sosial yang lain pada waktu itu.

Gaya arsitektur Candi Pari dipengaruhi oleh budaya Campa, yang merupakan daerah di Vietnam sekarang, terutama candi di Mison. Pengaruh ini terlihat pada bangunan dan ornamen, namun Candi Pari masih menunjukkan karakter Indonesia. Menurut legenda foks, Candi Pari ini dibangun untuk comemorated yang kehilangan dari Joko Pandelegan. Dalam arsitektur, Candi Pari memiliki perbedaan dengan candi-candi lain di Jawa Timur. Perbedaan ini muncul dalam bentuk fisik dari Candi Pari yang sebagian besar yg dilembungkan dan tampak kokoh seperti candi di Jawa Tengah. Sedangkan candi di Jawa Timur, sebagian besar dalam bentuk ramping. Selain itu, perbedaan muncul dalam bentuk ornamen kaki, tubuh dan candi.

  1. Museum Mpu Tantular

Museum Mpu Tantular merupakan museum yang dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan merupakan kelanjutan dari didirikannya lembaga kebudayaan kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh seorang warga Surabaya yang berkebangsaan Jerman, bernama Von Vaber pada tahun 1933. Museum ini baru diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937. Lokasi Museum Mpu Tantular  memang sering berpindah-pindah karena barang koleksi semakin hari semakin banyak oleh karena itu butuh tempat yang lebih luas. Lokasi awal meseum Mpu Tantular adalah di Jl Pemuda  3 Surabaya , lalu pada pertengahan tahun 1975 dipindahkan ke Jl Mayangkara No 6 , diresmikan kembali pada tahun 12 Agustus 1977 oleh Gubernur Jawa Timur Sunandar Priyosudarma. Selanjutnya pada tanggal 14 Mei 2004 pindahkan ke lokasi sekarang yaitu jl Raya Buduran dan di resmikan sendiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi JawaTimur, Bapak Dr. H. Rasiyo,Msi.

Bangunan Museum Mpu Tantular terdiri dari sebelas buah yangberdiri di atas lahan seluas 3,28 hektar. Museum Mpu Tantular tersebut menyuguhkan berbagai koleksi didalamnya. Diantaranya koleksi emas, koleksi etnografi, koleksi geologi dan biologi, koleksi historika dan teknologi, koleksi keramologi, koleksi numismatik, koleksi filologi, koleksi senirupa, dan koleksi arkeologi. Mpu Tantular terpilih sebagai nama untuk National Museum Jawa Timur karena untuk menghormati sudut pandangnya tentang hidup di Indonesia dan disebut Daya nya Elemen Nasional Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. Mpu Tantular adalah seorang ahli bahasa dari Jawa Timur yang hidup di abad ke-14. Ketika ia memiliki penelitian tentang masa gemilang Kerajaan Majapahit. Sebagai generasi muda yang menghargai sejarah bangsa, maka patutlah kita menenggok Museum Mpu Tantular. Harga tiket masuk ke Museum Mpu Tantular sangatlah murah, hanya dengan merogoh kocek Rp 2.000 untuk dewasa, dan Rp 1.500 untuk anak-anak. Jadwal buka museum tiap hari Selasa hingga Minggu.

Jam Buka Museum ini adalah:
Senin-Kamis: 08:00-15:00 WIB
Jumat: 08:00-14:00 WIB
Sabtu: 08:00-12:30 WIB
Minggu: 08:00-13:30 WIB
Libur Nasional: Tutup

Top

5 Destinasi Wisata Eksotis dan Menarik Di Situbondo

Situbondo adalah sebuah daerah di Jawa Timur, Daerah ini terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda dan dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan. Dengan letaknya yang strategis, di tengah jalur transportasi darat Jawa-Bali, kegiatan perekonomiannya tampak aktif.  Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda. Situbondo sendiri mempunyai tempat wisata dengan pemandangan yang sangat indah. Dengan luas 163.850 hektar, Kabupaten Situbondo memiliki beberapa tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, berikut adalah tempat tersebut.

  1. Air Terjun Setancak

Air Terjun ini terletak di desa Mojosari, kecamatan Asembagus. Berjarak tempuh sekitar 3- 4 jam dari kota Situbondo.  Untuk mencapai obyek wisata ini harus melakukan perjalanan  sejauh 5 km  dengan kendaraan roda empat pribadi, atau dengan kendaraan roda dua, dan selanjutnya sekitar ± 2 km  berjalan kaki. Nama Air Terjun Setancak diambil dari kata daerah setempat yaitu kata ‘Tancak’ (dalam bahasa Madura) yang artinya adalah air yang memancar.  Hal ini menggambarkan asal muasal terbentuknya air terjun Setancak yang keluar dari dalam tanah secara tiba-tiba. Air terjun ini dipercaya sebagai tempat mandi para angsa di masa lampau.

Dengan ketinggian sekitar 8M dan lebar 10 M, memiliki debit alir 80 liter/detik. Air terjun Setancak memiliki pesona tersendiri untuk dikunjungi. Selain pemandangan air terjun, ditempat ini, akan disuguhi dengan pemandangan menarik lainnya, yaitu populasi burung Walet disamping air terjun. Konon air terjun Setancak ini merupakan tempat pemandian  burung-burung walet. Kejadian menarik ini dapat disaksikan pada pukul 06.00 WIB ( pagi ) dan pada pukul 17.00  WIB, sore menjelang malam.

  1. Padang Rumput Sikasur

Sikasur, adalah sebuah hamparan padang rumput hijau dan asri yang terletak di Situbondo. Padang rumput Sikasur terletak di antara Gunung Hyan atau lebih dikenal dengan Argopuro dan Puncak Rengganis, tepatnya berada di desa Baderan, kecamatan Sumbermalang, sekitar 18 Km arah selatan dari Besuki. Saat mengunjungi padang rumput Sikasur, akan ditemukan danau bernama Sitanjung yang akan menambah keeksotisan padang rumput ini secara nyata.

Sikasur sangat bagus untuk dijadikan camp, karena terdapat sungai kecil yang mengalir jernih dihiasi tumbuhan Selada air (penduduk setempat menyebutnya Arnong). Di Sikasur ini juga terdapat bekas lapangan terbang yang dibuat oleh A.J.M Ledeboer pada tahun 1940-an. Lapangan terbang tersebut, konon digunakan untuk kegiatan pembudidayaan rusa yang didatangkan dari luar, sisa-sisa populasi masih ada tetapi semakin berkurang.

  1. Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo, tepatnya berada di desa Wongsorejo, Kecamatan Banyuputih. Lokasi Baluran memang agak terisolasi dari pusat keramaian, mengingat tempatnya memang sangat terpencil. Jarak Dari jalan raya ke lokasi adalah 12 km. Jarak  Denpasar Ke Taman Nasional Baluran kurang lebih 159 km. Sedangkan jarak Banyuwangi ke Baluran adalah 60 km. Ketika sudah sampai di pintu masuk, pengunjung dapat membeli tiket dan melanjutkan perjalanan sejauh 12 km untuk menuju pusat lokasi wisata.

Taman Nasional Baluran adalah sebuah padang rumput yang sangat luas yang di dalam nya terdapat berbagai satwa lindung seperti macan tutul, Anjing hutan, Kijang, Rusa, Burung merak, Sapi, Kerbau, beragam jenis burung dan satwa unik lainnya. Adanya hewan hewan yang berkeliaran di padang rumput Savana menjadikan suasananya mirip seperti di Afrika. Taman Nasional Baluran atau yang disebut juga dengan nama Savana Bekol adalah salah satu Savana yang dimiliki Indonesia.  Dan daerah lain yang juga memiliki Savana adalah Nusa Tenggara Timur. Meskipun lokasi Taman Nasional Baluran berada di pelosok, wisatawan yang berkunjung tidak pernah sepi. Rata rata 100 wisatawan datang setiap harinya. Jumlah tersebut umumnya meningkat ketika hari libur. Wisatawan diperbolehkan melintas di tengah padang savana ini untuk melihat berbagai aneka satwa yang ada dan menikmati indahnya pemandangan dari berbagai penjuru. Akses jalan yang melintas di tengah padang savana ini berujung di sebuah Pantai yang bernama Pantai Bama.

Kawasan Taman Nasional Baluran mempunyai iklim yang masih normal, yaitu berkisar antara 27ºC – 30º C. Sedangkan untuk tingkat kelembapan udaranya mencapai 77%. Besarnya tingkat Kelembaban udara tersebut di pengaruhi oleh hembusan angin tenggara. Di pusat lokasi wisata Taman Nasional Baluran juga telah disediakan tempat khusus bagi mereka yang ingin Camping. Di area camping terdapat fasilitas kamar mandi dan meskipun tempatnya gersang, untuk mendapatkan air bersih tidaklah sulit. Selain hanya menikmati pemandangan yang ada, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas seru sekaligus menantang seperti Hiking, Trecking, Birdcatching, Wildlife Observation.

  1. Pantai Pasir Putih Situbondo

Pantai Pasir Putih Situbondo terletak di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kab. Situbondo, Jawa Timur. Dengan bentuknya yang melengkung serta hutan kehijauan di tepian, pantai ini menyuguhkan sebuah lanskap indah. Barisan pepohonan Cemara Udang, kelapa, serta deretan pepohonan jati memberikan udara sejuk dan menghadirkan ketenangan di kawasan pantai tersebut.Air laut yang sungguh tenang, nyaris tak berombak adalah pesonanya. Anda dapat menemukan petualangan bawah laut yang mengasyikkan di sana. Pantai Pasir Putih di Situbondo memiliki topografi unik dengan bentuknya yang melengkung ke arah laut. Pada arah utara dari pantai ini, terhampar laut biru Selat Madura.

Pada bagian hutan di pantai ini, Anda dapat melihat sejumlah satwa berkeliaran di pepohonan. Salah satunya adalah kera hitam, satwa yang kerapkali berebutan makanan di jalan masuk Pantai Pasir Putih. Suara kicauan burung juga terdengar sepanjang hari. Keberadaan hutan ini adalah salah satu pesona unik yang dimiliki Pantai Pasir Putih tersebut.

Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, mulai dari berenang, berkano, berlayar, memancing, cross ATV, hingga menyelam (snorkel). Tetapi sebelum masuk, Anda perlu membayar tiket masuk Pantai Pasir Putih sebesar Rp 6 ribu per orang, belum termasuk parkir kendaraan. Di kawasan Pantai Pasir Putih Situbondo juga sering diselenggarakan aneka hiburan maupun lomba, seperti konser musik, lomba memancing, lomba selancar, dan lomba perahu nelayan. Khusus di bulan Oktober, diselenggarakan upacara Petik Laut oleh masyarakat nelayan lokal. Upacara Petik Laut bertujuan untuk memohon berkah Tuhan dari hasil laut yang mereka dapatkan. Pada saat upacara ini, lazimnya ada pertunjukan musik Gandrung yang merupakan pertunjukan musik tradisional yang populer di wilayah tersebut.

  1. Arum Jeram Samir

Wisata Sungai Samir Rafting yang terletak di Desa Bantal, Kecamatan Asem Bagus, Kabupaten Situbondo. Arum jeram samir memiliki jarak tempuh kurang lebih 9 km dengan pilihan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, aliran sungai yang digunakan untuk wisata air ini menghubungkan antara dua kabupaten yaitu kabupaten banyuwangi sebagai start dan kabupaten situbondo sebagai finishnya. Sungai Samir di kenal memiliki arus yang cukup liar, dengan pesona alam yang indah serta di sepanjang bibir sungai ditempatkan sejumlah obor yang akan menyinari mereka yang hendak Rafting malam hari. Suasana malam terasa hidup dengan cahaya temaram obor dari bambu yang tampak dari kejauhan ketika wisatawan akan melintasi sungai tersebut.

Selain wisata arum jeram, Samir Rafting juga menawarkan berbagai sarana hiburan bagi pengunjung diantaranya outbond, camping, pemandangan alam yang masih alami seperti tebing berbatu, pegunungan, dan bukit. Selain hal tersebut, di daerah wisata arum jeram ini masih sangat kental akan kebudayan lokal, hal ini terbukti dengan banyaknya rumah warga sekitar yang masih  tergolong sangat tradisional yang disebut dengan “TABING TONGKOK”.

 

Top

5 Destinasi Wisata bagus Di Sumenep

Sumenep adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya adalah Kota Sumenep. Daerah ini terletak di Pulau Madura yangmenyimpan berbagai macam tempat wisata. Berikut ini tempat wisata di sumenep yang bisa anda kunjungi.

  1. Pulau Gili Labak

Gili Labak yang dahulu orang menyebutnya dengan Pulau Tikus terletak Pulau Gili Labek ini berada di Desa Kombang, Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Tepatnya, lokasi pulau yang hanya dihuni oleh sekitar 35 kepala keluarga dan memiliki luas 5 hektar ini berada di sebelah tenggara kota Sumenep. Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan berjalan kaki. Spot andalan dari pulau ini adalah keindahan biota bawah laut yang akan memuaskan para penghobi snorkeling dan diving. Hamparan gugusan terumbu karang dan warna-warni keberagaman ikan lautnya akan membuat Anda betah berlama-lama berwisata disana. Selain itu, hamparan pasir putih bersih dan pemandangan laut biru dengan desiran ombaknya yang tenang menambah pesona keindahan pulau yang masih perawan dan terpencil ini.

Untuk menuju ke pulau ini dapat ditempuh dengan kapal sekitar 2 jam dari pelabuhan Kalianget Madura. Tarif sewa kapal relatif berubah-ubah biasanya berkisar 350 ribu untuk 15 orang. Jadi kalau Anda ingin berhemat pandai-pandailah dalam menawar tarif sewa kapal ini. Anda akan disuguhkan dengan keindahan gugusan terumbu karang yang sangat mempesona. Tak hanya itu, pulau ini juga sangat cocok untuk para pengunjung yang memiliki hobi snorkling atau diving. Keindahan alam bawah lautnya sungguh luar biasa. Namun sayangnya fasilitas di pulau ini masih kurang memadai sehingga pengelola harus lebih meningkatkan fasilitas untuk kenyamanan para pengunjung.

  1. Pulau Giliyang

Pulau giliyang ini terletak di wilayah kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pulau ini dikenal dengan dua nama yaitu gila iyang dan gili elang menurut warga sekiar nama tersebut memiliki sejarah atasa asa lmuasalnya nama pulau tersebut yaitu; Nama yang pertama yaitu Gila Iyang yang diartikan “gila dari nenek moyang” hal tersebut dikarenakan dahulu kala pulau tersebut menjadi tempat pembuangan orang gila dan pada saat pulau tersebut di temukan terdapat banyak orang gila yang menempati pulau tersebut. Nama yang kedua ialah Pulau Gili Elang yang mana nama tersebut diartikan sebagai “pulau yang hilang” (dalam bahasa Madura), menurut cerita yang berkembang dahulu kala pada zaman penjajahan belanda, pulau tersebut merupakan pulau yang tidak di temukan atau bisa di anggap hilang, sementara pulau lainnya di kawasan tersebut telah ditemukan dan pulau ini menjadi Giliyang pada tahun 2006 oleh tim pembakuan nama repabumi.

Pulau giliyang ini juga dikenal dengan kandungan oksigen tertinggi nomer dua di dunia, klaim tersebut berdasarkan penelitian oleh Tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN pada ahir juli 2006, yang kemudian dilakukan lagi kaji ulang pada tahun 2011 tanggal 27 Desember oleh BLH (badan lingkungan hidup) sumenep dan jawa timur dan Bappeda. Hasil dari penelitian tersebut pulau giliyang ini memiliki konsentrasi oksigen sebesar 20,9% dengan level explosif limit (LEL) 0,5%. Nilai kandungan tersebut berbeda dengan wilayah lain yang mempunyai nilai konsentrasi oksigen 20,9% dan LEL 0,0%. Ketika dikaji ulang, hasilnya pun sama yakni oksigen di pulau tersebut antara 3,3 hingga 4,8 persen atau di atas normal. Dan tak heran jika pulau giliyang tersebut dijadikan destinasi wisata kesehatan.

Pulau ini memiliki beberapa spot yang bisa anda kunjungi seperti spot oksigen Batu Sponge, spot ini merupakan sebuah bukit yang memiliki ketinggian kurang lebihnya 15 meter yang ditanami dengan pohon jati, untuk mencapai spot ini pengunjung akan melewati anak tangga yang berukuran cukup besar untuk mendaki ke puncak bukit tersebut, udara di bukit ini sangatlah sejuk dan segar  dengan peman dangan hamparan pasir pantai dan view laut yang menawan dan tentunya sangat keren dijadikan obyek foto-foto. Dan masih banyak spot lainnya yang bisa anda explore di pulau giliyang tersebut. Untuk sampai di pulau giliyang ini pengunjung harus menyebrang menggunakan perahu motor yang tersedia di pelabuhan dungkek. Dengan harga sewa kisaran Rp.300.000/perahu.

  1. Pulau Kangean

Kangean merupakan pulau yang masuk dalam Kepulauan Kangean yang masuk ke dalam teritorial Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Menurut cerita, asal mula pulau ini apabila air laut surut baru dapat dilihat dari jauh, sedangkan apabila air laut pasang, maka akan terendam dibawah muka air, olehkarena itu pilau ini dinamakan Pulau Kangean yang asal perkataan Madura ‘Ka-aengan’ yang artinya terendam pada air. Airnya yang jernih dan pemandangan bawah lautnya memang selalu memanjakan para diver. Kangean adalah gugusan kepulauan yang sangat indah dengan pantai berpasir putih dan air yang sangat jernih, membuat siapa saja betah berlama-lama bermain di sana. Namun, selain pantainya, Kangean juga memiliki alam bawah laut yang tak kalah cantiknya. Banyak wisatawan yang datang ke sini khusus untuk diving.

Air lautnya yang sangat jernih dengan pemandangan koral beragam, mulai dari koral lembut maupun keras, bahkan yang berbentuk sponge pun semua ada di perairan Pulau Kangean di Sumenep ini. Di pinggir pantai terdapat sebuah kolam kecil sebagai penampungan air. Bak kecil ini biasa digunakan oleh warga sekitar untuk kegiatan mencuci. Memandang jauh ke ujung batas antara laut dan langit menyesapi udara yang sejuk sungguh kegiatan yang bisa mendatangkan kesenangan tak ternilai. Karena ombak yang dimiliki di tempat wisata ini cukup besar sehingga Dolaners bisa menggunakannya sebagai kegiatan surfing. Selain itu surfing, diving dan snorkeling juga masih menjadi kegiatan favorite di Pulau Kangean Sumenep. Untuk menuju Pulau Kangean, Anda harus naik kapal cepat atau kapal feri dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, dengan jarak tempuh sekitar 4 jam untuk kapal cepat dan 8 jam untuk kapal feri.

  1. Bukit Tinggi Daramista

Berada di sebuah desa bernama desa Daramista, untuk bisa sampai disana kita harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat kota Sumenep. Selama perjalanan menuju bukit kita bisa menikmati pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Dari puncak Bukit Tinggi Daramista ini kita bisa dengan langsung melihat kota Sumenep yang begitu indah dan luas. Setelah tiba di puncak bukit kita akan melewati pos penjaga keamanan disana kita bisa menitipkan sepeda motor dengan membayar biaya 2 ribu. Tidak perlu khawatir, pengamanan di sekitar bukit cukup aman untuk kita tinggalkan. Bukit Tinggi Daramista ini merupakan objek wisata alam yang dikelola sangat profesional oleh pemerintah setempat.

Terdapat beberapa gubuk kecil dari bambu yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai menikmati pemandangan bukit bersama keluarga juga teman. Ada jalan setapak yang sengaja dibuat untuk bisa dilewati pengunjung karena bentuk bukit yang bertingkat. Disekitar gubuk kecil ada sebuh kolam ikan yang masih bernuansa bambu dan cukup menarik perhatian pengunjung. Dari puncak bukit kita juga bisa menikmati senja sore, banyak pengunjung yang memang sengaja datang ke bukit menjelang sore berakhir agar tidak ketinggalan senja yang sangat indah. Ketika malam datang di sekitar bukit ada rangkain lampu kecil berwarna – warni yang digantung di pohon. Di atas puncak bukit juga telah disediakan sebuah warung kecil yang berjualan makanan, minuman dan kebutuhan lainnya. Untuk jaringan sinyal dan koneksi internet teman – teman tidak perlu khawatir karena jangkauannya cukup baik.

  1. Gua Mahakarya

Gua Mahakarya terletak di desa Banraas atau sekitar 3 kilometer dari tepi pantai Gili Iyang. Gua Mahakarya di Semenep ditemukan pada tahun 2014 oleh warga sekitar, pada awalnya gua ini bernama Gua Celeng, akan tetapi dikarenakan sempat dijadikan sebagai tempat persembunyian babi hutan.  Nama Mahakarya sendriri merupakan nama yang diberikan oleh warga sekitar, setelah gua tersebut ditinggalkan sang Celeng(babi hutan). Keindahan batu stalaktik dan stalakmitnya yang masih hidup  pada pada Gua Mahakarya , membuat orang yang berkunjung kesana pasti akan takjub ketika meilhat sebagian dari dinding gua berkelap-kelip terkena oleh cahaya. Ukuran Gua Mahakarya sendiri cukup panjang dan masih alami, dengan memberikan sebuah sensasi petualangan yang sangat menantang tentunya.

Gua Mahakarya ini memiliki luas yang cukup besar sekitar 800 meter persegi dan terbagi menjadi 7 ruangan yang bisa teman – teman singgahi dan nikmati. Penerangan Gua tersendiri berasal dari bantuan mahasiswa ITS dengan mengandalkan tenaga matahari. Di dalam Gua juga masih banyak ditemukan kelelawar yang bergerombol. Luasnya Gua menjadikan sirkulasi udara sangat teratur sehingga membuat kami bebas bernafas dan bergerak. Sedang beberapa bebatuan stalaktik dan stalakmik masih aktif menetes dan menghasilkan bebatuan dan ornamen yang baru. Di dalam Gua juga bisa ditemukan bebatuan yang bersinar karena terkandung butiran – butiran kecil yang bila terkena sinar akan memancarkan kilau yang sangat indah. Selain itu di dalam Gua terdapat bebatuan yang memiliki bentuk sangat unik, seperti bebatuan yang berjejer seumpama sebuah deretan anggota keluarga bapak, ibu serta dua orang anak. Lain lagi ada bebatuan yang berbetuk seperti Naga yang sangat indah.

Top

5 Destinasi Wisata Alam yang Indah Di Tulungagung

Tulungagung adalah salah satu daerah yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Pusat pemerintahan Tulungagung berada di Kecamatan Tulungagung. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Secara geografis Tulungagung terletak di paling selatan pula jawa atau tepatnya daerah pesisir pulau jawa. Kabupaten ini terdiri dari wilayah dataran rendah sampai dengan pegunungan. Oleh karena itu selain punya pantai-pantai yang sangat indah, Tulungagung juga punya pesona pemandangan pegunungan serta air terjun yang juga tidak kalah indah. Berikut ini beberapa tempat eisata yang ada di tUlungagung yang dapat disinggahi ketika berada disana.

  1. Gunung Budheg

Gunung ini secara administratif terletak di Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat dengan ketinggian sekitar 600 mdpl dan dengan dua puncak berbeda sebagai ciri khasnya. Di saat kita berada di puncak Gunung Budeg, kita dapat menikmati pemandangan berupa hamparan luas wilayah Kabupaten Tulungagung. Kenikmatan yang kita peroleh akan semakin terasa karena memang selama pendakian kita dihadapkan dengan jalan yang lumayan terjal dan menanjak. Namun setelah sampai di puncak, rasa lelah kita akan terbayar sudah. Belum lagi apabila kita camping di sana, kita akan memperoleh pemandangan mengasikkan di malam hari dan di pagi harinya kita berkesempatan untuk menengok sang surya saat terbit dari ufuk timur.

Gunung Budeg memiliki dua jalur pendakian yakni lewat jalur selatan dan Utara. Jalur utara sudah mulai dilewati semenjak tahun 1979. Wisatawan pada saat itu tidak bertujuan untuk mencapai puncak gunung budek namun bertujuan untuk melakukan wisata sejarah di Goa tritis atau patung Jogo budek. Kedua tempat ini memiliki mitos yang diyakini hinggi sekarang. Meskipun berada pada lahan perhutani, jalur utara dikelola oleh Juri Kunci yang ditugaskan dari dinas Purbakala. Sedangkan jalur selatan menawarkan puncak gunung budeg. Sebelum mencapai puncak, wisatawan harus melakukan registrasi di pos  pendakian. Pos ini dikelola oleh LMDH Wono Yoso yang dibentuk pada tahun 2006. Jalur selatan memiliki fasilitas, kamar mandi, aula untuk 100 siswa dan tempat yang lapang, sehingga, meskipun jalur ini dibuka baru-baru saja namun sudah mampu menyedot wisatawan lebih banyak daripada jalur Utara.  Selain untuk wisata, juga sering digunakan untuk Diklat osis, PMR, Pramuka dan kegiatan sekolah yang berbasis edukasi.

Gunung budeg menawarkan melihat matahari tenggelam maupun matahari terbit. Demi untuk melihat matahari terbit banyak pengunjung yang datang pada malam hari, mereka menginap di sini. Bila wisatawan tidak memiliki tenda dan alat penginapan. Pos dijalur selatan menyediakan dengan system sewa. gunung budeg mulai dikenal wisatawan ramai pada tahun 2014. Puncak pengunjung biasanya saat musim penghujan karena saat itu langit sedang indah.  dengan biaya registrasi Rp 5.000 per orang. Biaya ini digunakan untuk pengelolaan, perawatan dan pembaruan sarana prasarana yang ada.

  1. Tebing Banyu Mulok

Bukit Banyu Mulok berada di sebelah kanan Pantai Coro atau lebih tepatnya di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung. Jarak antara Banyu Mulok dengan Pantai Coro tidak terlalu jauh, jika ditempuh dengan berjalan kaki hanya membutuhkan waktu 15 menit. Pengunjung harus memutari pantai terlebih dahulu lalu menaiki bukit yang lumayan tinggi.

Banyu Mulok jika diartikan ke bahasa Indonesia berarti Air yang Naik, diberi nama begitu karena pantai ini berhadapan langsung dengan samudera hindia sehingga ombaknya sangat besar sehingga ketika ombaknya menghantam tebing maka air lautnya akan naik ke atas. Pemandangan di Bukit Banyu Mulok ini sangat istimewa, disini anda dapat melihat luasnya laut dan pebukitan. Selain itu, jika anda beruntung anda akan melihat pelangi serta ombak yang naik hingga ke atas bukit. Hamparan padang rumput yang hijau akan menambah keindahan tempat wisata ini. Foto anda akan lebih keren dengan background luasnya laut yang dipadu dengan hamparan padang rumput.

Waktu terbaik untuk mengunjungi wisata ini adalah di siang hari menjelang sore hari karena disaat itu ombak disana sedang besar besarnya sehingga anda bisa melihat pemandangan ombak yang naik ke atas. Jika anda datang di pagi hari anda dapat melihat sunrise disini dan pengunjungnya pun masih sepi. Disini pengunjung dapat mendirikan tenda dan bermalam di Bukit Banyu Mulok menikmati keindahan jutaan bintang yang terbentang di angkasa.

  1. Bukit Cemenung

Bukit ini terletak di Desa Tenggong Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Di desa tersebut terdapat sebuah bukit yang dahulunya dijadikan sebagai lokasi bekas tambang kapur dan batuan mangan, serta pabrik gamping atau batu kapur.

Keunikan dan daya tarik dari lokasi wisata ini adalah adanya bangunan besar dengan cerobong di bagian atasnya. Keberadaan bangunan bercerobong di Bukit Ceenung dikarenakan pada jaman dahulu daerah tersebut merupakan kawasan tambang kapur serta batuan mangan dan juga pabrik gamping (batu kapur). Sekilas bentuk bangunan yang ada mirip dengan model bangunan kincir di negeri Belanda. Sehingga anda bisa mengabadikan potret diri berlatarbelakang bangunan unik tersebut.

Udara yang cukup dingin akan melengkapi perjalanan wisata anda di Bukit Cemenung. Menikmati keindahan alam tersebut akan memberikan ketenangan dan pengalaman menarik bagi anda saat mengunjunginya. Sudah banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri berdatangan ke Bukit Cemenung untuk menikmati pemandangan alam yang luar biasa dan unik di sekitar lokasi tersebut.

  1. Air Terjun Alas Kandung

Air Terjun Alas Kandung  terletak di wilayah pinggiran Alas (Hutan) Kandung Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Tulungagung, atau sekitar 30 kilometer dari Kota Blitar ini, hanya dalam waktu 1 jam perjalanan. Air Terjun Alas Kandung memiliki 3 tingkatan dengan ketinggian yang bervariasi, paling tinggi di puncak air terjun memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Airnya yang terlihat ke biru-biruan yang sangat menggoda untuk kita berenang. Namun perlu diketahui kedalaman Air Terjun Alas Kandung lumayan dalam sekitar 4-8 meter, sehingga bagi yang tidak ahli renang ata tidak membawa perlengkapan berenang sebaiknya menahan diri untuk berendam di Air Terjun Alas Kandung ini. Walaupun tidak berenang Anda masih bisa melakukan aktifitas lain seperti berfoto-foto. Air Terjun Alas Kandung dikelilingi pepohonan yang sangat rindang menambah tentram suasana. Di dalam kolaman, ikan-ikan dan udang kecil akan menghampiri ketika kita memasukkan kaki ke dalam air.

Air terjun ini masih sangat alami karena berada di tengah kawasan hutan. Aliran air terjun ini memang tidak terlalu deras, tapi jernihnya air dan keindahan tebing di sini akan membuat suasana semakin menyenagkan. Kalian akan merasakan kesejukan dari air yang jernih dan alami mengalir dari atas tebing, bahkan kalian juga bisa mandi di bagian bawah dari air terjun ini. Banyak sekali anak anak sekitar menghabiskan waktu dengan berenang di air terjun alas kandung ini. Mulai dari berenang atau bahkan melompat dari bebatuan yang ada di sekitar air terjun ini.

  1. Pantai Kedung Tumpang

Inilah pantai dengan kolam renang alami terindah di Pulau Jawa. Terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban kabupaten tulungagung jawa timur.  Rasanya tak berlebihan menyebut Kedung Tumpang sebagai pantai anti mainstream terindah di Pulau Jawa. Pantai ini sebenarnya adalah gugusan karang yang tergerus ombak, sehingga membentuk cekungan alami kolam laguna yang terisi air laut. Bentuk laguna Kedung Tumpang pun indah, airnya bening dan traveler bisa berenang dengan asyik di sini. Seperti punya kolam renang pribadi dengan view cantik menuju ke laut lepas. Namun perlu diingat, traveler hanya boleh berenang di laguna Kedung Tumpang ini saat sedang surut saja, yaitu pada pagi hari. Saat air laut sedang pasang, otomatis kita tidak diperbolehkan untuk berenang di Kedung Tumpang karena ombak di sekitar sangatlah kencang, dan sangat berbahaya untuk berenang.

Kedung tumpang dalam bahasa indonesia berarti  kolam yang menumpang. Diberi nama seperti itu karena posisinya yang menumpang diatas tebing yang berbatasan langsung dengan laut selatan. Jadi seolah-olah kedung tumpang adalah sebuah kolam yang menumpang diatas laut atau tebing laut. Untuk biaya retribusinya hanya Rp 5000.

Top