Month: March 2017

5 Destinasi Wisata Asyik Di Blora

Blora merupakan sebuah daerah yang masuk dalam kawasan Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Blora secara geografis merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terdiri dari 271 desa, 24 kelurahan, 16 kecamatan. Kondisi geografis Blora termasuk dalam dataran rendah serta perbukitan di 20 – 280 MDPL. Blora memiliki kawasan hutan jati yang menjadikan kota ini dikenal sebagai pengexspor kayu jati terbesar yang ada di Indonesia. Kabupaten Blora meraih beberapa kali Adipura, disamping itu juga terkenal dengan obyek wisatanya yang sangat menarik, kesenian daerah, makanan khas serta industri pariwisata yang indah dan menarik. Meskipun kota ini tampak kecil, tapi di sini kamu bisa menemukan beberapa tempat wisata yang tak kalah asyik dari tempat lainnya. Berikut ini tempat wisata di Blora yang dapat kamu kunjungi.

  1. Goa Terawang Todanan Blora

Goa Terawang merupakan tempat wisata berupa goa alam yang terletak di tepi Jalan Todanan-Blora, Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Goa ini berada di tengah hutan jati yang dikelola oleh Perhutani. Tepatnya di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Tempat wisata Blora yang menyatu dengan alam ini memiliki keindahan eksotik di mata wisatawan. Goa yang terbentuk dari endapan batu gamping 10 juta tahun silam ini sering kali dijadikan tempat penilitian oleh orang indonesia maupun mancanegara. Dan dalam satu kawasan yang berluaskan 13 H ini, terdapat beberapa goa induk seperti Goa Suru, Goa Kidang dan Goa Manuk yang tidak kalah indahnya.

Akses jalan menuju Goa Terawang mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dinamakan Goa Terawang karena di dalam goa tersebut terdapat lobang besar alami yang menyebabkan sinar matahari dapat masuk ke dalam goa. Kawasan wisata Goa terawang ini didalamnya terdapat satu goa induk yang berukuran agak besar, 5 goa kecil dan 1 sendang. Goa Terawang ini menjadi tujuan wisata karena keunikannya berupa goa yang terbentuk secara alami dan memiliki pemandangan yang luar biasa. Selain goa, di kawasan wisata ini juga sudah dibengun arena bermain anak.

  1. Lokomotif Wisata Cepu

Loko tour ini merupakan paket perjalanan wisata di KPH Hutan Jati Cepu, Blora, dengan menggunakan rangkaian kereta api yang ditarik oleh lokomotif tua buatan Berliner, Maschinenbaun, Jerman pada tahun1928. Rute Loko Tour ini lumayan panjang. Anda akan diajak untuk memulai start dari kelurahan Ngelo, kecamatan Cepu yaitu kantor perhutani yang terletak sekitar 35 kilometer di sebelah tenggara dari pusat kota Blora.

Objek utamanya adalah melihat hutan jati yang dirawat menggunakan asas kelestarian hutan. Jadi anda akan melewati hutan jati di wilayah BKPH Ledok, Kendilan, Pasar Sore, Blungun, Nglobo, Cabak dan Nglebur. Lokasi-lokasi tersebut masih berada di wilayah kecamatan Cepu, Sambong, Jepon, Jiken, kabupaten Blora. Sedangkan dua wilayah lainnya masuk kecamatan Kasiman dan Bojonegoro, Jawa Timur. Nah, bisa anda bayangkan sendiri kan bagaimana sensasi yang akan anda rasakan ketika melewati deretan pepohonan jati yang tidak sedikit. Anda juga akan melihat di sekitar hutan jati ini terdapat ladang-ladang minyak yang masih diolah secara tradisional oleh masyarakat.

Setelah itu, para wisatawan akan diajak untuk melihat tempat penimbangan kayu du daerah Batokan. Kamu akan mendapati puluhan log kayu yang telah di tebang dan siap untuk dilakukan proses lebih lanjut. Lokasi ini berdekatan dengan kawasan industri pengolahan kayu jati, disinilah kemudian log-log kayu tersebut diolah menjadi furnitur.Total perjalanan Loko Tour ini kurang lebihnya selama 4 jam. Wisatawan yang melakukan paket perjalanan ini biasanya berasal dari mancanegara. Untuk sebuah paket wisata menggunakan lokomotif tua ini, pengelola mengeluarkan biaya operasional sebesar enam sampai dengan sepuluh juta rupiah.

  1. Monumen Hutan Jati

Objek wisata Monumen Jati Alam atau yang lebih terkenalnya wisata Gubuk Payung. Hutan Monumen jati Alam ini terletak di antara jalan Blora-Cepu, menempati lahan seluas 31,8 hektar. Sedangkan jumlah pohon jati sesuai yang tercatat di lokasi monumen yaitu sebanyak 1.766 batang. Rata-rata tinggi pohon disini 39 meter, garis tengah 89 meter dan sebagian besar berumur lebih dari 100 tahun. wisata ini juga merupakan salah satu tempat pemberhentian bagi wisata Loco Tour.

Jati alam di Gubug Payung yang usianya diperkirakan mencapai antara 100 hingga 200 tahun. Sementara jati Denok yang terletak di di Dukuh Temetes, Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, tepatnya di petak 62, RPH Temetes, BKPH Temanjang, KPH Randublatung, usianya lebih dari 300 tahun. Hutan ini merupakan hutan jati kelas dunia yang dilindungi oleh pemerintah. Di kurun tahun 2007-2008, Blora mendapatkan dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran pohon jati. Yang pertama satu pohon jati di kawasan Temengeng Kecamatan Sambong, tak jauh dari Gubug Payung, yang laku terjual Rp 1 miliar. Pohon jati berusia lebih dari 150 tahun itu dijual, karena mati.

  1. Gunung Manggir

Tempat wisata ini terletak di perbukitan kapur dengan ketinggian 250 meter dari permukaan laut,wisata yang sangat indah ini memiliki luas tempat 4 hektar yang terdapat goa yang letaknya terdapat di dekat pucuk gunung.Terdapat 3 trap atau tingkatan pada goa itu yaitu Trap Atas/Trap Pertama yang mempunyai dalam hingga 15 meter dari permukaan trap,kemudianTrap Tengah/Trap Kedua yang mempunyai kedalaman hingga 7 meter dari permukaan trap dan di dalam goa itu terdapat stalagmit yang unik dan menarik.

Jika anda sudah sampai ke pucuk gunung Manggir maka anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indahnya,mungkin rasa letih dan penat anda akan terbayar dengan pemandangan yang sangat indah dari pucuk Gunung Manggir ini,di pucak Gunung Manggir terdapat tanah terbuka kurang lebih 5 meter persegi. Di puncak gunung terdapat pemandangan yang sangat menawan,anda dapat melihat sawah sawah dan pepohonan jadi yang lebat miliki masayarakat setempat,serta arela pemukiman masyarakat yang cukup luas. Di objek wisata pegunungan Manggir ini tepatnya disampingnya terdapat Goa Manggir dan disampingnya lagi terdapat Goa Mangglih yang letaknya tepat disebelah utara dari gunung tersebut.Untuk mencapai objek wisata Pegunungan Manggir ini diperlukan kendaraan roda dua atau empat untuk mempermudah dan mempercepat perjalanannya,dari jalan aspal, kemudian dilanjutkan ke arah gua dan melalui jalan kampung hingga jalan setapak.

  1. Gunung Pencu

Gunung Pencu berada di wilayah Kecamatan Bogorejo, tepatnya di sebelah utara Desa Gayam. Lokasi Gunung Pencu dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Blora. Gunung Pencu berada pada kawasan pegunungan kapur utara di sebelah timur laut Kabupaten Blora. Pegunungan kapur ini membentang hingga Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lokasinya yang berada pada perbatasan dua provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur, membuat Kecamatan Bogorejo ini sering digunakan oleh truk-truk pengangkut batu kapur sebagai jalur alternatif distribusi pertambangan. Sejarah Gunung Pencu atau dinamakan Gunung Pencu karena gunungnya seperti pencu yang sangat menarik dan menjadi salah satu wisata alam di Blora yang wajib dikunjungi.

Desa Gandu memiliki topograS sebesar 15-40% dengan ketinggian sekitar 400 m di atas permukaan laut, dimana daerah tersebut merupakan daerah pegunungan. Di bawah tebing batuan tersebut terdapat sungai yang masih jernih airnya. Di salah satu sudut tebing terdapat sebuah goa, tetapi ukurannya relatif kecil. Dulu pemerintah setempat sempat membangun sebuah jembatan gantung dan pendapa. Namun, kini jembatan gantung dengan berbagai fasilitas yang ada di lokasi tersebut sudah tak berfungsi dan rusak karena kurang adanya pengawasan dan pemeliharaan. Puas menikmati pemandangan hutan jati dan batuan karst, berlanjut perjalanan ke Gunung Pencu. Kendaraan dapat dititipkan ke salah satu rumah warga setempat, karena perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Di samping kanan dan kiri jalan setapak, saya harus melewati ladang (persil) milik warga yang sedang ditanami jagung, cabai rawit, serta tanaman persil lainnya. Kurang lebih dua puluh menit berjalan, sampailah di “puncak” Gunung Pencu.

Top

5 Destinasi Wisata Alam Menarik di Boyolali

Boyolali salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang dulunya tergabung dalam karesidenan Surakarta dan letaknya yang dekat dengan Surakarta. Boyolali. Kabupaten yang pernah mendapat piala Adipura 11 kali dari pemerintah ini memang layak mendapatkan penghargaan sebagai kota terbersih. Setiap sudut kota memang tertata dengan rapih dan bersih. Ditambah, hawa sejuk khas pegunungan, yang membuat siapa saja betah berlama-lama. Boyolali dikenal oleh masyarakat umum sebagai kota penghasil susu sapi murni terbaik dan terbesar yang ada di Jawa Tengah. Karena kualitasnya yang bagus, beberapa kafe dan warung di daerah Yogyakarta dan Solo mempercayai dan memproduksi susu sapi murni dari Boyolali. Dan karena kenikmatannya juga, susu murni ini diproduksikan ke kota-kota besar. Selain itu, Boyolali juga dikenal memiliki udara yang sejuk. Hal ini dikarenakan lokasi Boyolali yang berada tepat dibawah kaki gunung Merapi dan Merbabu. Maka dari itu, sangatlah cocok jika daerah tersebut dijadikan sebagai tempat wisata. Tempat wisata di Boyolali Jawa Tengah tidak akan kalah seperti tempat wisata di daerah lainnya karena keanekaragaman tempat wisata yang tidak akan anda temukan ditempat lain.

  1. Air Terjun Kedung Kayang

Air terjun ini berada di antara Gunung Merbabu dan Merapi serta aliran airnya pun lumayan deras. Tepatnya di perbatasan Desa Wonolelo, Magelang dengan Desa Klakah, Boyolali. Untuk jarak tempuh dari Boyolali dan Magelang memang tak begitu jauh sampai 30 km, untuk selang waktu perjalan kemungkinan besar menghabiskan waktu sekitar 1 jam sedangkan dari Jogja membutuhkan waktu sekitar 1,45 jam untuk jarak 55 km. Konon katanya warga masyarakat Magelang juga menginginkan air terjun ini, dan menjadi rebutan antar warga yang berada di Kecamatan Sawangan Magelang dan Kecamatan Selo, Boyolali. Sampai saat ini air terjun ini di dominasi oleh Warga masyarakat boyolali sebagai tempat wisatanya.

Sebagai tempat wisata yang indah, para pengelola juga menyediakan tempat istirahat dibawah air mata mengalir yang jernih di bawah air terjun. Tenang saja ketika anda ke malaman, anda dapat menginap di sekitaran area air terjun dan juga tersedia warungnya terutama dikunjungi pada waktu liburan nasional dan libur weekend. Air terjun kedung kayang adalah objek wisata Boyolali paling terkenal dan menjadi favorit wisatawan yang datang liburan ke Boyolali. Air terjun ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa, pemandangan sekitarnya masih alami dan asri. Kedung Kayang merupakan air terjun dengan debet air yang cukup tinggi. Meski begitu, masih relatif aman untuk mandi di bawah air terjun. Air yang jatuh dari air terjun ini mengalir ke sebuah sungai kecil berbatu. Karna berada di ketinggian 950 mdpl maka suasana di sekitar air terjun terasa sangat segar. Hanya ada suara gemuruh air terjun serta canda tawa para pengunjung yang akan terdengar di sekitar lokasi air terjun. Suasana semacam ini sangat ideal untuk berkontemplasi seraya menyegarkan pikiran agar kembali kreatif saat kembali ke rutinitas. Untuk harga tiket masuk Air terjung Kedung Kayang dihargai Rp.2500 per orang.

  1. Omah Bambu Merapi

Oemah Bamboe adalah salah satu tempat wisata yang cukup hits dikawasan Selo, Oemah Bamboe terletak tepat di kaki Gunung Merapi, tepatnya diatas logo New Selo yang terpampang besar layaknya tulisan Hollywood. Lokasi Oemah Bamboe ini berada diketinggian sekitar 1700 Mdpl, membuat udara di tempat wisata Boyolali tersebut cukup sejuk , ditambah dengan banyaknya pepohonan dan tanaman hijau yang menyegarkan mata akan senantiasa membuatmu betah berlama-lama disini. Oemah Bamboe menawarkan pemandangan yang sangat indah, di tempat wisata ini kita bisa melihat megahnya Gunung Merbabu yang berada tepat didepan mata kita, dan Gunung Merapi yang menjadi backgroundnya.

Selain itu lokasinya yang sejalur dengan jalur pendakian Gunung Merapi membuat tempat wisata ini kian ramai, Oemah Bamboe sendiri sebenarnya adalah sebuah kedai kopi, jadi kita bisa bersantai meleihat pemandangan bersama teman sambil menikmati secangkir kopi yang segar. Fasilitas yang tersedia adalah Warung Makan, Toilet, Spot Foto, Menara, Dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk Harga Tiket Masuk Oemah Bamboe Merapi Rp. 5.000/orang dan untuk jam bukanya 06.00 – 20.00 WIB.

  1. Bukit Gancik

Bukit ini terletak di Dusun Selo Nduwur, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sejak di kawasan tersebut dibangun gardu pandang, bukit Gancik yang berada di ketinggian sekitar 1.900 mdpl di lereng Gunung Merbabu itu menjadi destinasi wisata alam alternatif yang cukup favorit.Gardu pandang yang dibangun tepat menghadap Gunung Merapi tersebut mulai menjadi lokasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Selo, Boyolali. Bangunannya terbuat dari kayu dan bambu setinggi 10 meter. Pembangunan fasilitas baru itu dilakukan secara swadaya warga setempat. Pengunjung yang datang ke gardu pandang ini akan merasakan sensasi berada di atas awan, tanpa perlu mendaki puncak Gunung Merapi atau Merbabu. Pengunjung dapat mendirikan tenda, sekaligus menunggu datangnya sunrise maupun sunset. Untuk mencapai gardu itu, pengunjung bisa berjalan kaki sekitar 20 menit. Bisa juga menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor melintasi jalur-jalur pertanian yang sebagian sudah dibeton.

Untuk masuk ke Bukit Gancik, kita hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000,-/orang. Sedangkan motor bisa kita parkirkan di rumah warga di jalur pendakian bukit ini. Biasanya, pengunjung akan memarkirkan kendaraan di rumah warga paling ujung, dan kita hanya perlu membayar uang parkir sebesar Rp2.000,- saja.  Disini juga banyak ojek motor yang menawarkan jasanya. Kita hanya perlu membayar Rp10.000,- sekali jalan (naik atau turun).

  1. Gardu Pandang Alam Sutera

Alam Sutra merupakan spot wisata yang berupa gardu pandang di tengah perkebunan milik warga sekitar yang tidak jauh dari daerah kawasan wisata Selo. Tepatnya terletak di Dukuh Pojok Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali. Desa Wisata Alam Sutra menawarkan pesona alam dengan landskap pegunungan. Lokasinya yang berada di ketinggian membuat desa wisata ini sangat layak jadi tempat melarikan diri dari kesibukan harian. Gardu pandang yang ada di desa wisata ini sendiri dibentuk senyaman mungkin agar kamu bisa menikmati hamparan pepohonan dengan latar pegunungan.

Selain gardu pandangnya kamu juga bisa ke Petilasan Kebokanigoro yang konon menjadi tempat Ki Kebokanigoro mukso (menghilang). Atau melihat aneka jenis tanaman sayur dan buah-buahan yang terhampar luas. Ada beberapa tempat/ gardu pandang yang bisa pengunjung pakai untuk berfoto-foto, antara lain gardu pandang yang terdapat tulisan Alam Sutra, gardu pandang yang terdapat tulisan Pohon Harapan, gardu pandang yang terdapat ornamen berbentuk hati yang terbuat dari bambu, dan lain-lain.

  1. Kedung Goro

Terletak di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kedung yang dalam bahasa Indonesia berarti kolam, merupakan sebuah cerukan dalam di aliran sungai membentuk satu wisata air alami. Kedung Goro menawarkan pesona menyejukan dengan landscape sungai berwarna jernih kehijauan, bebatuan besar dan juga serumpun pepohonan.  Batu-batu cadas yang membentang di sepanjang sungai itu menciptakan eksotisme alam yang mempesona. Di sana, sebuah batu seukuran rumah membentuk lekukan-lekukan halus mengikuti alur sungai dan menyerupai bandul bulat. Ada yang berlubang hingga ke bawah batu, ada pula yang meliuk-liuk indah. Gemericik air tumpah dari atas, lalu timbul tenggelam di sela-sela bebatuan. Dedaunan tanaman hijau dan lumut sungai lebat kian menyejukkan mata.

Lokasi ini cocok sekali buat kamu yang suka fotografi alam. Terlebih buat kamu yang ingin jejeguran dan bersenang-senang bersama teman-teman. Kedung Goro memiliki tiga kedung, yaitu: di bawah,  di tengah dan di atas. Kedung paling dalam adalah bagian tengah, kedalamannya mencapai 5 meter. Para pengunjung bisa memacu adrenalin dengan menghanyutkan diri atau arum jeram di bebatuan. Jika menginginkan lebih menantang lagi, pengunjung bisa memanjat tebing bebatuan lalu melompat ke dasar sungai dari ketinggian sekitar tujuh meter. Jika tak cukup nyali, bisa sekedar berfoto dengan latar belakang pemandangan alam yang menggoda mata itu. Buat kamu yang belum bisa berenang, sebaiknya jangan coba-coba mainan air ke tengah ya. Mainan airnya di ciblon-nya aja biar lebih aman.

 

Top

5 Destinasi Wisata Alam Bagus di Brebes

Brebes adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Cirebon di Jawa Barat. Brebes adalah kabupaten terluas kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Cilacap.Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah. Sebagian besar penduduk di Brebes ini bermata pencaharian sebagai petani bawang, sehingga di sini terkenal banget sama bawangnya. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat di kota ini sebagian menggunakan bahasa Sunda serta bahasa jawa dengan dialeg khas Ngapak. Selain terkanal dengan sebutan kota bawang dan kota telur asin, Brebes juga memiliki sejumlah lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Berikut ini tempat wisata yang ada di Brebes.

  1. Kebun Teh Kaligua

Kaligua adalah sebuah kebun teh. Di sini merupakan obyek wisata yang sangat cocok buat kamu yang hobby melihat pemandangan. Lokasi Kaligua ini ada di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan. Kaligua ada di wilayah Brebes bagian selatan. Agrowisata Kaligua ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan cara menjadikannya tempat wisata. Di sini udaranya cukup dingin, jadi kamu bisa mempersiapkan jaket. Obyek wisata brebes Kebun teh di Kaligua ini memiliki pemandangan yang indah yaitu berupa hamparan kebun teh yang hijau serta udara yang segar karena berada di kawasan pegunungan.

Di areal ini, kamu tidak cuma bisa menikmati pemandangan kebun teh saja, tapi juga ada beberapa tempat lainnya seperti Telaga Ranjang, Goa Jepang, Dan Mata Air Tuk Bening. Selain itu, di tempat ini juga terdapat beberapa permainan outbond yang bisa kamu coba. Kalo ngaku lakik harus berani nyoba. Pihak pengelola sudah menyediakan fasilitas penginapan buat kamu yang ingin menginap. Di sini terdapat villa-villa juga yang bisa disewa. Selain itu untuk fasilitas penunjangnya juga ada gedung pertemuan, area outbond, area perkemahan, lapangan olahraga, kafe, pusat layanan kesehatan, sarana ibadah, dan lain-lain. Untuk masuk kawasan Agrowisata, kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 8.000,-. Selain itu, di sini juga ada banyak paket wisata yang bisa kamu coba.

  1. Curug Putri

Curug Putri berlokasi di Dukuh Padanama, Desa Mandala, Kec. Sirampog, Kab. Brebes. Curug Putri ini memiliki ketinggian kurang lebih 35 meter. Jika kamu melihat tebing yang ada di sekitar air terjun ini, kamu akan mendapati sebuah ukiran alami di tebing ini membentuk ornamen yang epik. Lokasi Curug Putri ini bisa dibilang cukup sulit. Jalannya masih belum diaspal, selain itu kendaraan pun tak bisa masuk sampai lokasi curug. Kamu harus melakukan tracking untuk sampe lokasi air terjunnya. Untuk masuk ke sini, kamu tidak perlu biaya masuk, hanya perlu membayar parkir.

Curug Putri ini dulunya mempunyai dua sumber pancuran air dan biasa dikenal dengan nama Curug Kembar. Namun untuk saat ini tinggal satu namun memiliki panorama yang eksotik. Mulai dari pohon rimbun hingga tebing bebatuan yang terbentuk secara alami. Bila disaksikan dari bawah, keindahan Curug Putri ini tak kalah dengan air terjun lain yang ada di luar negeri. Semua tantangan ketika menuju tempat ini dijamin dibayar lunas oleh kesegaran hawa di sekitar air terjun dan keindahan pesona air terjun yang disajikan tempat ini. Meski belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai, namun air terjun ini tetap ramai dikunjungi wisatawan yang ingin bermain air atau sekedar duduk di tepi air terjun menikmati keindahannya.

  1. Pantai Randusanga

Salah satu pantai indah yang ada di kota Brebes adalah Randusanga. Pantai ini terletak di di desa Randusanga Kulon jaraknya sekitar 12 km ke arah utara dari kota Brebes dan berada sekitar 7 km di sebelah utara jalur pantura. Pemandangan pantai ini cukup indah. Di kawasan pantai ini dimanfaatkan untuk membudiyakan rumput laut dan ikan bandeng. Di pantai ini anda bisa menikmati pemandangan pantai yang berpasir putih dengan ombak yang tidak terlalu besar. Selain itu, Di sini juga terdapat makanan khas yaitu rujak uleg.

Fasilitas yang ada disini adalah mainan anak, panggung gembira, arena balap motor (grass track), camping ground, kafe dan rumah makan khas ikan laut bakar serta kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan bawang merah. Tiket masuk kepantai ini cuma Rp. 10.000. Selain itu pemandangan perkebunan bawang, budidaya rumput laun serta ikan bandeng. Di Pantai Randusanga yang lokasinya dekat dengan Jalur Pantura ini juga memiliki fasilitas yang menarik seperti Camping Ground, Arena Balap Motor, Mainan Anak,  dan Rumah Makan.

  1. Kalibaya Park

Pesona dan eksotisme alam Brebes nampaknya tak ada habisnya untuk dieksplor. Satu demi satu objek wisata baru terus bermunculan, contohnya adalah tempat wisata Kalibaya Park yang berada di atas Puncak Malio ini. Kawasan Lio Rimba Raya atau biasa disingkat Kalibaya Park adalah sebuah destinasi wisata baru yang terletak di Puncak Lio Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Brebes. Kalibaya yang di kelola secara swadaya oleh LMDH Manguntapa, beserta Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis Manguntapa) dan karang taruna HIPPEMAP  Desa Pasirpanjang ini setiap libur akhir pekan dan tanggal merah selalu dikunjungi tidak kurang 900 sampai 1500 wisatawan.

Kalibaya Park menyuguhkan pesona alam pemandangan puncak gunung dengan view langsung ke Waduk Malahayu.Beberapa wahana dan spot yang tersedia ditempat wisata yang berlokasi tepat berada di pinggir jalan provinsi pantura – jalur selatan ini antaranya, Gardu Pandang dengan View Waduk Malahayu & Laut Jawa, Area Outbond, Taman Bermain dan Bersantai, Rumah Pohon, Track ATV, Padang Savana, Open stage dan masih banyak spot yang anda bisa temukan disini. Biaya harga tiket masuk obyek wisata Kalibaya Park di Brebes Jawa Tengah ini cukup bersahabat, kita hanya mengeluarkan uang Rp. 3.000,- / orang di hari biasa, sedangkan untuk di akhir pekan dan hari libur.

  1. Bukit Panenjoan

Bukit Panenjoan merupakan wisata perbukitan yang menyuguhkan pemandangan alam yang asri nan hijau dipandu dengan landscape pegunungan. Bukit Panenjoan terletak tak jauh dari Jln. Raya Windusakti-Capar. Tepatnya, di Dsn. Babakan, Dsa. Wanoja, Kec. Salem, Brebes, Jawa Tengah. Memakan jarak tempuh sekitar 70 KM atau sekitar 2,5 jam perjalanan dari pusat kota Brebes. Bukit Panenjoan memiliki sejumlah fasilitas, beberapa di antaranya; kursi duduk untuk bersantai sembari menikmati pemandagan alam, warung makan, dan gardu pandang. Nah, gardu pandang inilah yang biasanya menjadi spot andalan di obyek wisata Bukit Panjenoan. Para wisatawan rela antri demi mendapatkan foto yang cantik dan ciamik. Oh iya, waktu terbaik berada di sini adalah pagi hari. Kenapa pagi hari? kerena sunrise-nya eksotis sekali.

Tempat ini masih sangat baru, harap maklum jika fasilitas belum terlalu memadai. Untuk tiket masuknya, berbahagialah, karena kamu bisa menikamtinya keindahannya secara cuma-cuma alias gratis. Bukit Panenjoan merupakan tempat wisata yang masih baru di Kabupaten Brebes, jadi pengelola tentunya ingin memberikan pelayanan yang sesuai. Diantara fasilitas yang sudah ada disini yakni: Tempat parkir, Tempat sampah, Warung, Tempat istirahat, Dan lain sebagainya. Sedangkan untuk biaya retribusinya yaitu: Biaya Karcis/Tiket Masuk : Rp. 5.000,00/orang, Biaya Parkir: Rp. 2.000,00/motor, danBiaya foto di gardu pandang: Rp. 5.000,00.

Top

5 Destinasi Wisata Favorit di Cilacap

Cilacap merupakan sebuah kabupaten yang juga memiliki luasan daerah terbesar yang ada di jawa tengah. Pulau nusakambangan juga termasuk dalam bagian wilayah dari kabupaten Cilacap. Banyak yang tak mengira jika sebenarnya Cilacap memiliki banyak potensi wisata yang bisa anda kunjungi bersama keluarga pada saat musim liburan. Kabupaten Cilacap terletak di bagian selatan pulau jawa yang menjadikan kabupaten ini memiliki pesona alam yang cukup indah khususnya pantai. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai wisata Cilacap yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Berikut tempatwisata yang ada di cilacap.

  1. Pulau Nusakambangan

Pulau ini memang sangat terkenal karena di pulau nusakambangan ini terdapat penjara yang dikhususkan untuk narapidana dengan tingkat kejahatan yang dilakukan sangat berat. Namun di balik kisah penjara kelas kakap tersebut, pulau nusakambangan juga menjadi tempat wisata Cilacap yang memiliki panorama keindahan alam memukai yang bisa anda kunjungi. Pulau Nusakambangan terletak di sebelah Selatan Pulau Jawa dan merupakan pulau kecil terluar yang berbatasan dengan Australia. Di sebelah Utara pulau ini terdapat selat yang terkenal dengan sebutan Segara Anakan. Selat ini memisahkan Pulau Nusakambangan dengan daratan Pulau Jawa, khususnya dengan Kota Cilacap. Kota Cilacap merupakan daerah terdekat dan berbatasan langsung dengan kawasan Pulau Nusakambangan. Sebelah Selatan Pulau Nusakambangan adalah Samudera Hindia yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Luas Pulau Nusakambangan adalah sekitar 210 km2 atau 21.000 ha, memanjang dari Barat ke Timur. Pulau ini memiliki titik referensi (TR) 143. Secara administratif Pulau Nusakambangan termasuk dalam wilayah Desa Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kotif Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan letak geografis kawasan Pulau Nusakambangan yaitu pada 7 0 30’ – 7 0 35’ LS dan 108 0 53 – 109 0 03’BT.

Di pulau ini terdapat pantai pasir putih yang tidak bisa dijumpai pada saat anda di pantai teluk penyu. Seklain keindahan pantai pasir putih, pulau nusakambangan yang dikelilingi hutan tersebut memiliki ke eksotisan tersendiri yang bisa anda nikmati pada saat mengunjungi tempat tersebut. terdapat pula benteng peninggalan jajahan belanda yang bisa anda susuri dan sekaligus belajar mengenai sejarah yang pernah terjadi pada saat belanda menjajah Indonesia. Keeksotikan pulau ini membuat anda betah untuk berlama-lama menikmati indahnya pesona suasana alam yang asri di pulau nusakambangan ini. Akses untuk menuju ke pulau tersebut hanya dengan menaiki kapal dari pantai teluk penyu selama 5 menit. Jika anda sudah puas dan ingin pulang bisa menghubungi kapal yang tadi digunakan untuk perjalanan berangkat. Selain itu disini ada banyak sekali tempat wisata di pulau ini, antara lain hutan cagar alam, keindahan batu karang, hutan belantara, gua, benteng, serta pantai. Disini ada benteng Karang Bolong dan Benteng Pendem, sementara untuk pantai, ada Pantai Karang Pandan. Semuanya eksotis dan masih terlihat asri dan alami.

  1. Curug Cimandaway

Curug Cimandaway adalah sebuah tempat wisata air terjun terletak diperbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah tepatnya berada di kota Majenang Dusun Serang Desa datar Kecamatan Dayeuh Luhur. Curug Cimandaway sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat setempat sejak tahun 1986, Nama air terjun Curug Cimandaway ini bearasal dari nama yang diambil dari kata Ci yang berarti Air, Ma berarti Sima atau terkesima, Da berarti Darah dan Way berarti Wanita, sehingga jika diartikan secara keseluruhan arti dari nama Curug Cimandaway ini adalah Air yang mempesona/ membuat wanita terkesima sehingga menurut kepercayaan masyarakat setempat bilamana ada pasangan yang datang mengunjungi curug tersebut akan berjodoh.

curug setinggi 65 meter ini telah diresmikan bupati Cilacap tahun 2012 sebagai salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi di kabupaten ini. Curug Cimandaway terletak di dusun Serang, desa Datar, kecamatan Dayeuh Luhur. Air terjun ini sudah diketahui warga sejak tahun 1986, namun baru 4 tahun lalu dikembangkan sebagai tujuan wisata. Kamu wajib mengunjungi air terjun ini, meskipun akses menuju ke lokasi masih lumayan melelahkan. Curug ini meupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Cilacap. Keunikan curug atau air terjun ini adalah sumber airnya berasal dari Sungai Singaraja dan airnya jatuh ke Sungai Cikawalon yang berada di bawahnya.

  1. Gunung Selok

Gunung Selok adalah sebuah wilayah yang di kelola oleh Perum Perhutani KPH wilayah Banyumas Timur yang memiliki luas 235,7 ha yang bisa disebut bukit yang berada di daerah desa Karangbenda Kecamatan Adipala yang memiliki ketinggian 150 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terkenal akan wisata spiritualnya. Karena pada umumnya orang yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut untuk melakukan ziarah atau melakukan semedi di tempat petilasan sampai semedi di goa-goa yang terdapat di gunung tersebut.

Selain itu, sebagian orang berpendapat bahwa lokasi-lokasi yang berada di gunung tersebut adalah lokasi yang dianggap keramat. Namun ada lokasi yang paling dianggap keramat yaitu padepokan Jambe Pitu dan padepokan Jambe Lima. Berkunjung ke tempat wisata ini dijamin akan lebih mengasyikkan dibandingkan dengan berkunjung ke tempat obyek wisata lain, karena Anda akan disuguhi dengan perpaduan keindahan alam dan tempat peninggalan zaman dulu.

Anda akan disuguhi dengan keindahan alam, pantai selatan yang indah sampai peninggalan penjajahan Jepang berupa benteng yang konon katanya berjumlah 25 buah. Goa yang terdapat di lokasi wisata tersebut di antaranya goa Rahayu dan goa Ratu yang selalu dikunjungi oleh para peziarah untuk mencapai maksud tertentu. Itulah tempat wisata Gunung Selok yang terdapat di daerah Cilacap, selain tempat ziarah juga menjadikan tempat ini untuk melepas kepenatan di waktu aktif beraktivitas.

  1. Benteng Pendem

Benteng Pendem merupakan wisata sejarah yang sayang untuk dilewatkan jika berada di Cilacap. Benteng yang berada diatas tanah 6.5 Ha ini masih berdiri kokoh sebagai saksi sejarah, begaimana kekuasaan belanda sangat kuat mencakar di Indonesia. Benteng pendem dalam bahasa belanda disebut “Kusbatterij Op De Lantong Te Tjilatjap” ini terletak sekitar 0.5 km dari pantai teluk penyu. Benteng ini di bangun pemerintah Belanda pada kisaran tahun 1861-1879. Setelah Belanda berakhir, benteng ini dimanfaatkan tentara Jepang sebagai markas, kemudian setelah Jepang pergi, benteng ini juga sempat dijadikan markas TNI dan sempat dimanfaatkan sebagai markas untuk latihan pasukan KOPASSUS yang terkenal mengerikan itu.

Sekarang, Bangunan Benteng Pendem ini masih kokoh berdiri, dengan dikelilingi parit. Di dalam Benteng Pendem ini memiliki 60 kamar/ barak, benteng pengintai, gudang senjata, terowongan, ruang penjara, ruang rapat, ruang amunisi, ruang tembak dan 13 tempat-tempat penting untuk pertahanan yang dikelilingi oleh pagar dan parit serta tertimbun tanah sedalam 1-3 meter. Dan konon, di benteng Pendem ini terdapat terowongan juga yang menembus sampai samudra Hindia. Terowongan ini dapat digunakan prajurit untuk meloloskan diri jika situsasi terdesak.

Benteng Pendem terletak di wilayah dusun Kebonjati,desa Cilacap, Kecamatan Cilacap, kabupaten Cilacap. Posisi geo-grafisnya adalah 108 49’08” BT dan 7*40’31”.Pada saat ini di halaman dalam benteng telah dibangun beberapa fasilitas wisata seperti loket penjualan tiket dan toilet. Sedangkan halaman luar terdapat kilang minyak milik Pertamina di belakang benteng dan pantai wisata Teluk Penyu di sebelah timur. Benteng Pendem merupakan bangunan terbuat dari batu bata plesteran dibangun melalui beberapa tahap.  Beberapa bagian dari benteng yang masih dapat dilihat  meliputi: bangunan penjara, ruang senjata, terowongan, gudang dan dapur, bangunan akomodasi, barak prajurit/asrama, benteng pertahanan dan pengintai, dan parit.

  1. Hutan Mangrove Kampung Laut Tengah

Kampung Laut adalah sebuah kecamatan di kabupaten Cilacap yang terdiri dari 4 desa atau kelurahan, masing-masing adalah Desa Ujungalang, Ujung Gagak, Panikel, dan Klaces. Daerah ini dikenal masih memiliki rimbunan hutan bakau yang besar di kawasan Segara Anakan. Segara Anakan sendiri adalah laguna terbesar di Indonesia yang terletak di utara pulau Nusakambangan. Akses menuju hutan mangrove Kampung Laut cukup jauh, butuh waktu 1 jam untuk mencapainya. Bagi yang berminat ada dua cara untuk menuju kesana, pertama dengan menyewa kapal nelayan di pelabuhan Seleko. Harga sewa perahu ini sekitar Rp. 300-600 ribu tergantung hasil negosiasi traveler dengan nelayan setempat. Keuntungan menyewa perahu nelayan adalah traveler bisa leluasa menentukan waktu berangkat dan pulang dari lokasi. Sedangkan cara kedua dengan menumpang kapal reguler yang memiliki jam operasional mulai pukul 8 pagi hingga jam 1 siang. Tentu tarifnya lebih murah yaitu per kepala Rp. 10 ribu untuk menyeberang ke Kampung Laut dari Cilacap dan pindah kapal lagi untuk menuju ke hutan mangrove dengan biaya yang sama. Waktu tempuhnya menjadi lama sekitar 1,5 jam dan traveler terikat oleh waktu kalau tidak mau ketinggalan kapal.

Berkeliling hutan mangrove melalui jembatan kayu adalah aktivitas seru yang ditawarkan di tempat ini. Di beberapa sudut juga disediakan gardu pandang yang memungkinkan traveler untuk melihat lebih luas hamparan hutan mangrove yang katanya terbesar se-Indonesia tersebut. Keadaan alam sekitar objek wisata Kampung Laut ini sangatlah mendukung pertumbuhan biota laut, menjadikan kawasan wisata tersebut sebagai surga bagi ikan – ikan yang hidup disekitar lokasi tersebut. Bagi para pecinta memancing, lokasi Kampung Laut ini tempat yang sangat cocok untuk menyalurkan hobi tersebut. Berbagai macam jenis ikan dapat ditemukan dilokasi ini diantaranya ikan kerapu, udang galah, ikan sidat dan masih banyak lagi jenis ikan lainnya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati berbagai macam menu makanan seafood diantaranya  kerang totok, kepiting udang dan ikan belanak yang menjadi salah satu menu khas lokasi wisata tersebut. Di samping wisata kuliner dengan berbagai jenis biota laut, pengunjung juga dapat menikmati wisata lainya berupa gua yang berada di Pulau Nusakambangan ini, di antaranya Gua Masigit, Gua Maria, Gua Semar, Gua Batu Lawang, dan Gua Pintu Gerbang.

Top

5 Destinasi Wisata yang Bisa dikunjungi di Demak

Demak merupakan sebuah kota kecil yang ada di bagian utara Semarang. Demak yang dikenal juga dengan nama kota wali ternyata mempunyai beraneka macam obyek wisata mulai dari wisata sejarah sampai dengan wisata alam dan wisata yang lainnya. Di bawah ini adalah beberapa obyek wisata yang ada di Demak dan sekitarnya yang bisa anda kunjungi.

  1. Pantai Morosari

Pantai Morosari merupakan salah satu wisata pantai yang ada di kabupaten Demak. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya, hanya berjarak sekitar 3 Km dari jalan raya. Pantai ini dikenal dengan keindahan panorama alamnya yang indah. Selain wisata pantai kita juga dapat mengunjungi salah satu hutan mangrove yang ada disebrang pulau dengan menaiki prahu. Morosari adalah nama sebuah dusun yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, provinsi Jawa Tengah. Persisnya dari jalan Raya Semarang Demak Km. 9. Rute paling mudah untuk kesini pada jembatan Sayung dari arah Semarang menuju Demak belok kekiri menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 4 km kearah laut ( utara ). Dahulu Morosari merupakan dusun yang dikenal dengan tambak penghasil udang yanng mampu menghidupi masyarakat sekitar, namun dalam dekade terakhir, terjadi abrasi pantai yang cukup signifikan karena kerasnya ombak. Bahkan Desa Tambak Sari yang letaknya tak jauh dari Morosari, penduduknya sudah direlokasi ke tempat lain.

Kawasan dengan luas sekitar 5 hektar ini didirikan bangunan dengan nuansa tradisional / etnik dengan atap alang alang seperti bangunan bangunan yang biasa terdapat pada obyek wisata pada umumnya. Bangunan tersebut antara lain berupa: Kantor Pengelola dan Counter Water Sport, Rumah makan seafood kapasitas 75 orang, makanan tradisional kapasitas 14 Gerobak Pedagang, Bale Bengong / Gazebo dan Mushola dan Lahan parkir yang luas. Fasilitas lain yang dimiliki oleh Wisata Bahari Morosari ini berupa permainan olah raga air seperti: 4 Buah Perahu Canoe Single, 2 Buah Speed Boat berkapasitas 8 orang, 1 Buah Banana Boat berkapasitas 5 orang, 6 Buah Sepeda Air Paus, Bebek, Anjing Laut, 3 Buah Jetski Yamaha Wave Runner 700 cc berkapasitas 3 orang, 1 Buah Dragon Boat berkapasitas 20 orang, serta 5 Buah Perahu Kayak Double. Obyek wisata bahari Morosari yang diresmikan pada tanggal 19 Januari 2006 tidaklah semata untuk dijadikan obyek wisata Demak dan untuk menambah pendapatan asli daerah, namun lebih untuk pemberdayaan masyarakat sekitar yang kondisi desa serta mata pencaharian masyarakatnya sangat terpuruk akibat abrasi pantai yang melanda desa mereka.

  1. Hutan Mangrove Morosari

Wisata hutan mangrove terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Menurut beberapa informasi, untuk menuju ke sana wisatawan bisa menggunakan dua cara yaitu melalui jalan darat atau menggunakan perahu. Selain pemandangan hutan mangrove di sana juga terdapat makam Syekh Abdullah Mudzakir. Hutan mangrove ini adalah salah satu tempat ngadem paling asik di Demak. Lokasi tempat ini tidak terlalu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Demak dan Semarang. Sebagaimana hutan mangrove pada umumnya, di Hutan Mangrove Morosari juga disediakan track jembatan kayu bagi pengunjung untuk menyusuri area hutan. Beberapa spesies liar seperti burung bangau putih sesekali akan kita jumpai saat berjalan menyusuri hutan mangrove.

Di tempat ini terdapat beberapa larangan yang harus dipatuhi, termasuk larangan bergandeng tangan jika kita berkunjung bersama pasangan. Untuk masuk ke area hutan mangrove sendiri kita tidak dikenakan biaya kecuali ongkos parkir. Namun, jika kita membawa kamera (bukan kamera hp) akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 25.000. Di kawasan hutan ini ada sebuah makam ulama yakni Syekh Abdullah Mudzakir. Kita diperbolehkan mengunjungi makam tersebut namun dilarang mengambil gambar. Saat menghabiskan waktu di sini, anda juga dapat melihat sunset yang menawan ditemani suasana yang asri dan udara laut segar karena adanya barisan bakau yang berhias banyaknya bangau putih yang datang dan pergi. Untuk mencapai lokasi bisa menggunakan perahu atau kendaraan bermotor.

  1. Agrowisata Bellimbing Dan Jambu Merah Delima

Selain dikenal dengan tanahnya para wali, Demak juga dikenal sebagai penghasil jambu delima serta belimbing. Untuk mengenalkan potensi daerah tersebut, beberapa desa di Demak dikembangkan menjadi agrowisata. Terletak di Desa Betokan, Tempuran, Sidomulyo, Wonosari, dan Mranak yang lokasinya saling berdekatan. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari pusa kota Demak. Agrowisata buah belimbing dan jambu delima di demak ini merupakan salah satu hasil pertanian yang paling terkenal di wilayah Kabupaten Demak. Rasa buah yang di suguhkan oleh buah belimbing dan juga jambu delima ini memang sangat berbeda dengan buah yang lain. Selain bisa memetik buah dari pohon dan memakannya langsung, kita juga sekaligus bisa belajar cara berkebun buah jambu delima dan belimbing.

Selain menikmati kelezatan buah segar yang dapat langsung dipetik dari pohonnya, pengunjung juga disuguhi pemandangan dan nuansa pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Hal ini menjadikan lokasi agrowisata di Demak ini ramai dikunjungi oleh masyarakat perkotaan. Sistem yang dipakai dalam agrowisata ini adalah sistem paket, dimana setiap paket beranggotakan sekitar 30 pengunjung. Dan biaya yang dipasang kurang lebih Rp50.000,- per orang.

  1. Sentra Batik Demak

Rupanya Demak pun punya kekayaan lokal berupa batik dengan motif beragam yang menggambarkan berbagai hasil alam daerah serta bermacam elemen yang ada di Masjid Agung Demak. Di tempat yang satu ini anda tak hanya dapat berbelanja saja, melainkan juga melihat proses pembuatan batik, dari awal sampai tercipta kain yang sudah jadi. Batik tak hanya identik dengan Kota Jogja, Kota Solo maupun Kota Pekalongan. Kota Demak pun memiliki sentra batik demak tersendiri. Setiap sentra industri batik di setiap kota memiliki ciri khasnya sendiri sendiri salah satunya dengan batik yang ada di sentra batik demak ini.  Sentra batik Demak tersebut telah dikembangkan selma atiga tahun terakhir ini tepatnya mulai tahun 2012. Motif yang diusung oleh batik demak ini memadukan motif klasik dan juga memadukan motif batik kontemporer. Batik tersebut juga banyak terinspirasi dari khasanah kearifan lokal. Ada berbagai motif batik yang diambil dari stilasi berbagai hasil alam daerah dan elemen-elemen dalam Masjid Agung Demak. Anda bisa melihat langsung proses pembuatan batik ini dari bahan mentah hingga jadi, sekaligus Anda juga bisa berbelanja di sana.

Destinasi Wisata  Sentra Batik di Demak merupakan kekayaan alam dan sejarah Demak atau dikenal motif Demakan ke dalam karya setiap kain batiknya. Dengan demikian, tidak hanya penggemar batik, tetapi juga orang lain semakin tahu soal Demak. Motif-motif batik Sri Setyani sederhana, tidak jauh dari kekayaan alam di sekitarnya. Perpaduan motif jambu, belimbing, serta motif hiasan Masjid Agung yang ditorehkan di selembar kain katun ternyata banyak peminatnya. Keuletan Sri Setyani membuat batik-batik motif Demakan, ternyata dapat perhatian Pemkab Demak.  Motif Sekar Jagad Demak Bintoro, yaitu motif yang memadukan pola jambu, belimbing berpadu garis pantai telah menjadi seragam khas para pegawai di Pemerintah Kabupaten Demak. Pola batik Masjid Agung, yang dipadu dengan motif bunga krisan. Motif masjid itu dibuat dalam pola besar. Sri Setyani ingin menonjolkan bentuk masjid yang dipadu kekayaan alam Demak. batik Pintu Bledeg, polanya berasal dari pengembangan pintu Bledeg peninggalan Ki Ageng Sela. Ada juga pola batik Pintu Bledeg ini menginterpretasi motif lawang yang ada gambar kepala naga.

  1. Sentra Kerajinan Rebana

Tempat selanjutnya yang dapat anda kunjungi saat mengisi liburan di Demak yaitu sentra kerajinan rebana. Seni budaya yang telah jadi tradisi dan kebanggaan masyarakat Demak selain wayang dan juga tembang-tembang adalah marawis dan juga rebana. Di sentra kerajinan rebana anda akan melihat banyaknya elemen yang terdapat pada marawis dan juga rebana (fungsi, nama, serta filosofi yang ada di dalamnya). Ternyata rebana yang diproduksi di sini telah beredar sampai seluruh pelosok nusantara. Rebana dan bedug ini terbuat dari bahan yang sama yaitu kulit sapi. Meskipun terlihat sederhana ternyata pembuatan rebana dan juga bedug tersebut tidak semudah yang kita kira. Hal itu dikarenakan pembuatan rebana membutuhkan waktu yang lama dan pembuatan yang rumit. Tujuannya adalah agar suara rebana dan juga bedug sesuai dengan yang diharapkan. Rebana yang bagus ketika ditepuk memiliki suara yang khas dan nyaring. Begitupula dengan bedug. Harga rebana dan juga bedug tergolong mahal, terutama jika terbuat dari kulit sapi. Rebana yang paling bagus terbuat dari kulit kerbau, sayangnya semakin sedikitnya kerbau yang dipelihara oleh masyarakat, kulit sapi menjadi pengganti. Rebana yang terbuat dari kulit kerbau mampu bertahan sampai dengan dua belas tahun lamanya. Untuk kulit sapi hanya mampu bertahan selama 5 tahun.

Mushtofa adalah pembuat kerajinan Rebana yang memiliki kualitas terbaik. Beliau adalah generasi ketiga, yang belajar membuat bedug dan rebana sejak masih berusia sembilan tahun. Dimulai dari hanya dikerjakan oleh anggota keluarga, sampai kemudian akhirnya merekrut beberapa tetangga untuk membantu pengerjaan produksinya. Ternyata rebana itu pembuatannya tidak sesederhana yang di duga. Kayu trembesi yang dijadikan bahan utamanya, musti dikeringkan dan disimpan dalam jangka waktu satu tahun sebelum bisa digunakan. Kulit kerbau dipilih sebagai bahan penampang  bedug karena usianya lebih panjang. Bisa awet hingga dua belas tahun. Selanjutnya jika kulit sobek atau berlubang bisa direparasi juga di tempat pak Mus. Kekuatan kulit kerbau juga bisa kami saksikan langsung kemarin. Melihat betapa unik dan tidak mudahnya pembuatan bedug, juga mahal bahannya, maka tak heran jika harga satu buah bedug saja bisa sampai Tiga puluh tujuh juta rupiah untuk bedug dengan diameter penampang 120 cm.

Top

5 Destinasi Wisata Bagus di Grobogan

Kabupaten Grobogan merupakan nama sebuah kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten dengan wilayah terluas di Jawa Tengah (Jateng).Kabupaten Grobogan beribukota di Kota Purwodadi. Nama Purwodadi sendiri lebih terkenal dibandingkan dengan Kabupaten Grobogan, sehingga banyak yang mengira Purwodadi ini nama Kabupaten, padahal hanya nama sebuah kota. Kabupaten Grobogan memiliki luas wilayah 1.975,85 km². Secara geografis diapit oleh dua pegunungan kapur yaitu pegunungan Kendeng bagian selatan dan pegunungan Kapur utara dibagian utara. Batas wilayah sebelah timur Kabupaten Blora, sebelah barat Kabupaten Semarang dan Kabupaten demak, sebelah selatan Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Ngawi, disebelah utara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati.Purwodadi terkenal dengan wisata kulinernya yang sangat unik yaitu swike kodok. Selain itu Grobogan juga memiliki potensi wisata yang bisa kamu singgahi ketika berada di kabupaten ini.

  1. Bledug Kuwu

Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena gunung api lumpur, seperti halnya yang terjadi di Porong, Sidoarjo. Tetapi sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732M – 928M). Terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan (Purwodadi). Tempat tersebut dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Selain obyek Bledug Kuwu masih ada wisata sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari Bledug Kuwu ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung antara dua hingga tiga menit dengan diameter ± 650 meter. Secara etimologi, nama Bledug Kuwu berasal dari Bahasa Jawa. Yaitu bledug yang berarti ledakan/ meledak dan kuwu yang diserap dari kata kuwur yang berarti lari/ kabur/ berhamburan.

Menurut sejarah asal usul nama Bledug Kuwu, yaitu sebuah kawah lumpur (bledug) yang berlokasi di Kuwu. Kawah tersebut secara berkala melepaskan lumpur mineral, dalam bentuk letupan besar (setinggi hingga 2 m). Oleh penduduk setempat, lumpur ini dimanfaatkan mineralnya untuk pembuatan konsentrat garam, yang disebut bleng dan dipakai dalam pembuatan kerupuk karak. Legenda yang beredar turun temurun, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu merupakan jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan, setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut. Karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat, agar dia diakui sebagai anaknya Raden Ajisaka.

  1. Goa Macan Dan Goa Lawa

Wisata alam yang terdapat di Kabupaten Grobogan lainnya adalah berupa Goa. Kita tahu bahwa di wilayah Kabupaten Grobogan terdapat pegunungan kapur yang cukup besar, sehingga ada beberapa goa yang terbentuk secara alami. Goa yang terdapat di Kabupaten Grobogan ini diantaranya adalah Goa Macan dan Goa Lowo. Kedua goa ini terletak berdekatan. Nama kedua goa ini dinamakan dengan nama binatang yang dahulu sering menghuni goa ini. Namun saat ini sudah tidak ada macan yang terdapat di goa macan, tinggal namanya sajaDi kedua goa ini dapat anda lihat pemandangan alam yang indah berupa goa di tengah rimbunnya pohon dan didalamnya terdapat banyak stalaktid dan stalagmit. Untuk menuju Gua Macan dan Lawa tidak terlalu jauh, sekitar 5 kilometer dari Purwodadi, Ibu Kota Grobogan. Letaknya di kawasan hutan kawasan KPH Purwodadi tepatnya di Dusun Watu Song Kelurahan Sedayu Kecamatan Sedayu Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Untuk mencapai Goa ini kita harus melalui jalanan yang menanjak, menurun serta berliku. Tapi jangan khawatir, jalan yang dilalui bukanlah jalan setapak yang licin tapi jalan yang dilalui untuk menuju Goa ini sudah dikeraskan. Tidak perlu berjalan kaki untuk mencapai lokasi wisata ini. Karena mobil sudah dapat menjelajah jalan sepanjang dua kilo meter menuju lokasi ini. Gua Lowo atau Gua Kelelawar adalah tetangga dari Gua Macan, letaknya pun bersebelahan. Gua lowo, sesuai dengan namanya, memang dihuni banyak kelelawar. Pengunjung yang menyambangi Gua Macan pasti juga akan menyempatkan mampir ke Gua Lowo, begitu juga sebaliknya. Perbedaan Gua Lowo dengan Gua Macan terletak di Stalaktit dan Stalakmit yang ada di dalam gua. Stalaktit dan Stalakmit di Gua Lowo lebih banyak sehingga sedikit menyulitkan pengunjung untuk menikmati pesona dalam gua.

  1. Air Terjun Widuri

Lokasi terletak di tengah kawasan hutan jati Desa Kemaduh Batur, Kecamatan Tawangharjo, Aksesbilitas berjarak kurang lebih 21 km sebelah timur laut kota Purwodadi di jalan raya Purwodadi Blora km 17. Kabupaten Grobogan, Air terjun widuri memiliki tinggi kurang lebih 50 meter. Hingga sampai sekarang Wana wisata air terjun widuri tersebut masih berkembang, yang pembangunannya dikelola oleh swadaya masyarakat dan akses jalannya di bangun PNPM Mandiri serta LH (lingkungan hidup), disamping wisata tersebut sangat berpotensi, juga terlihat memajukan desa yang tertinggal, dan sangat membantu bagi para pecinta alam untuk menikmati suasna tersebut, dan pencari ispirasi, karana wisata tersebut adalah salah satu wisata yang sangat berkembang kususnya di kabupaten Grobogan. Mesti agak berbukit turun naik jika ingin ketempat lokasi air terjun, namun hawanya sangat sejuk dan bisa melihat pemandangan yang indah disekitarnya. Tak hanya panoramannya yang sangat menarik dan indah, selain itu pemandian air terjun tersebut dipercayai warga setempat dan warga luar daerah bisa sebagai pelantara atau sarana pennyembuhan penyakit kulit di hari tertentu, jika mandi ditempat itu.

Dan nama Widuri sendiri berasal dari kata Widodaren (Bidadari). Menurut cerita warga setempat,> “konon suatu hari Jaka Tarub berangkat berburu di kawasan Gunung Keramat tersebut, lalu Jaka Tarub Di gunung itu melihat sebuah telaga, tempat tujuh bidadari mandi. Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari. Ketika 7 bidadari selesai mandi, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu bidadari tersebut bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang. Akhirnya munculah Jaka Tarub yang datang menolong, Bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan, hingga bidadari tersebut bersedia ikut pulang kerumahnya. Kemudian Keduanya menikah dan mendapatkan seorang putri bernama Dewi Nawangsih.

  1. White Canyon/Tugu Lasi

Tak hanya Green Canyon Pangandaran atau Brown Canyon di Semarang, di Grobogan Jawa Tengah juga ada yang namanya White Canyon atau juga dikenal dengan Tugulasi. White Canyon di Grobogan ini sebelumnya adalah kawasan bekas penambangan bukit Kapur. Seperti namanya tebing-tebing tersebut berwarna putih keemasan. Tugu lasi terletak di desa Mrisi, kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah. Berjarak kurang lebih 8 kilometer di selatan kota Gubug. Tempat ini terbentuk karena penambangan secara manual selama puluhan tahun.

Nah, bagi Anda yang suka berpetualang White Canyon ini bisa jadi pilihan yang cocok. Selain itu tempat ini juga cocok untuk hunting foto yang keren. Tempat ini paling juara jika difoto saat senja. Kala matahari mulai terbenam, pancaran jingga sinar mentari akan mempertegas warna keemasan dari tebing kapur menjadikan suatu objek foto yang keren banget.

  1. Lumpur Kesongo

Sumber Lumpur Kesongo merupakan sebuah keajaiban alam yang ada di KPH Randublatung. Ia terletak di petak 141 RPH Padas, BKPH Trembes dengan luas sekitar 100 Ha, berupa hamparan tanah kosong yang sebagian ditumbuhi rumput serta genangan air (rawa) dan menjadi tempat singgahnya beberapa jenis burung. Dengan jarak sekitar 30 km dari arah Randublatung ke barat (Kecamatan Gabus, kabupaten Grobogan), Sumber Lumpur Kesongo memiliki keistimewaan, yaitu letupan-letupan lumpur dingin di setiap saat dan bersifat sporadic. Selain itu pada titik ledakan yang dinamakan “keraton” bisa mengeluarkan letupan lumpur apabila dituang dengan susu cair. Letupan tersebut dipercaya bisa menggambarkan seberapa kuat dan besar keinginan pengunjung tentang suatu niat. Ritual ini bisa dilakukan dengan dipandu oleh jurukunci.Kesongo ditetapkan sebagai situs ekologi oleh KPH Randublatung. Lokasi sekitarnya dimanfaatkan oleh masyarakat dukuh Pekuwon Lor dan Sucen mencari rumput wlingi (Scirpus grossus L.), rumput Grinting (Cynodon dactylon) dan Rumput Sunduk Welut (Cyperus difformis).

Kawasan kesongo juga merupakan habitat beberapa jenis burung (aves) seperti Bangau tong-tong (leptotilos javanicus), manyar jambul (Ploccus manyar), belibis (Dendrocygna javanica), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Alap-alap capung (Microhierax frigillarius). Ditemukan pula 6 jenis amfibi, yaitu Katak Tegalan (Fejervarya limnocharis), Katak Hijau/Sawah (Fejervarya cancrivora), Bencok (Rana chalconota), Bangkong Kerdil (Limnonectes microdiscus), Kongkang Jengkrik (Rana nicobariensis), Katak Pohon Jawa (Rhacoporus javanus). Kesongo dianggap keramat oleh penduduk sekitar karena ada kaitannya dengan legenda jawa Joko linglung. Konon di tempat tersebut pernah ada kejadian hilangnya 9 anak gembala yang ditelan oleh ular penjelmaan Joko Linglung.

Keajaiban lain di padang kesongo tersebut kadang juga terjadi letupan besar yang dinamai “kurdo” oleh masyarakat. Kurdo ini biasanya menelan korban berupa matinya puluhan burung yang bersarang di kawasan itu. Korban letusan berupa beberapa jenis burung oleh beberapa orang dimanfaatkan untuk lauk sehari – hari. Pada jam-jam tertentu, kita bisa melihat segerombolan burung Bangau Tongtong dan sekawanan kerbau milik masyarakat yang dilepaskan di padang rumput. Ini menjadi obyek yang menarik, selain pemandangan alam berupa hamparan lumpur lembab yang meletup-letup keluar dari perut bumi.

Top

5 Destinasi Wisata Menarik di Jepara

Kabupaten Jepara merupakan salah satu Kab. di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa. Ibukota Kabupatennya adalah Jepara. Daerah yang terkenal dengan sentra penghasil ukiran kayu ini juga merupakan tempat kelahiran pahlawan nasional wanita Indonesia yang terkenal yaitu R.A. Kartini dengan gagasan emansipasi wanita Indonesia. Tak hanya itu, Jepara juga menyuguhkan pesona alam yang menggoda untuk dikunjungi. Apa saja destinasi wisata menarik di Jepara? Berikut ini wisata menarik di jepara yang dapat anda kunjungi ketika berada di daerah ini.

  1. Karimun Jawa

Taman Nasional Karimunjawa ini berada 83 km dari barat laut kota Jepara. Untuk sampai ke pulau karimun jawa dibutuhkan waktu penyebarangan selama 2 hingga 3 jam dari pelabuhan pantai kartini menggunakan kapal muria. Luas Taman Nasional ini sekitar 107.225 ha yang berfungsi sebagai cagar alam laut yang dilindungi dengan tipe ekosistem hutan hujan daratan rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Bagi anda yang ingin melihaat ‘surga’ bawah laut, disinilah tempatnya. Ada lebih dari 90 jenis karang keras, 242 jenis ikan hias, hingga 133 genera akuatik. Beberapa biota laut di Karimunjawa ini adalah biota yang dilindungi.

Pesona biota laut di Karimunjawa menjadi magnet bagi wisatawatan baik lokal maupun mancanegara. Pariwisata di karimun jawa diantarannya sebagai berikut. Ada banyak kegiatan wisata memikat yang dapat Anda lakukan di Karimunjawa. Karakteristik seluruh pantai di Karimunjawa memiliki hamparan pasir putih dengan garis pantai yang panjang, berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu kegiatan yang disukai banyak wisatawan. Objek wisata Jepara ini menyuguhkan Anda berbagai olahraga air yang seru, menyelam, snorkeling, memancing, berenang, berjemur, atau menjelajahi lautnya yang jernih.

  1. Pantai Kartini

Pantai Kartini merupakan tempat wisata paling Populer di Jepara bagi anak-anak dan keluarga. Pantai ini terletak di sebelah barat kantor bupati jepara. Tepatnya Pantai Kartini berada diantara obyek wisata Karimunjawa dan Pantai Panjang. Pantai tersebut mempunyai luas sekitar 3,5 hektar dengan di lengkapi berbagai wahana yang siap memnajakan anda apabila berlibur ke tempat ini. Pantai ini juga di percaya dapat menyembuhkan penyakit seperti gatal gatal dan rematik dengan cara mandi di pantai tersebut. Air di pantai kartini lah yang di percaya dapa menyembuhkan penyakit tersebut.

Konon, pantai ini merupakan tempat bermain R.A Kartini bersama saudaranya semasa kecil. Untuk mengenang jasa pahlawan nasional tersebut, maka pantai itu dinamakan Pantai Kartini. Dengan akses jalan yang mudah dan bagus, wisatawan bisa cepat menjangkau kawasan pantai. Dengan air laut yang tenang, terasa betah menikmati keindahan alamnya. Pantai ini juga merupakan lokasi dilaksanakannya ritual “Lomban”, sebuah acara tradisional yang dilaksanakan tepat seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Selain menikmati wisata pantai, ada banyak wahana permainan disini, seperti komedi putar, mandi bola, perahu arus, dermaga, dan aquarium kura-kura dapat ditemukan di pantai Jepara yang satu ini. Untuk menikmati pantai ini kita hanya membayar Rp 3000/ orang di hari biasa dan  ketika akhir pekan dan hari libur, harga tiket masuk pantai menjadi Rp 5000/ orang.

  1. Air Terjun Songgolangit

Air terjun songgolangit teletak di Dusun Dukuh Ngelencer, Bucu, Kembang,jepara jaraknya 30 km arah utara dari pusat kota Jepara. Air Terjun Songgolangit ini memiliki ketinggian 80 m dengan lebar 2 m. Songgo langit merupakan bahasa jawa yang mempunyai arti menyangga awan dalam bahasa indonesia.  Menurut kisah masyarakat setempat, konon air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan untuk menikmati keindahan di kawasan air terjun, sebab para wisatawan adalah tamu yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.

Air di sini dianggap dapat memberikan khasiat awet muda bagi mereka yang membasuh wajah mereka menggunakan air dari air terjun ini, atau mandi di sini. Namun ada satu hal yang perlu Anda perhatikan, bahwa di dalam kolam air terjun ini terdapat palung sedalam 8 meter dengan resiko sangat tinggi dimana orang bisa terseret ke dalamnya.Udara yang segar dengan panorama alam yang indah adalah daya tarik dari air terjun di Jepara ini. Pemandangan alamnya yang indah, disini juga terdapat banyak kupu-kupu dengan warna yang warna-warni yang indah dilihat dan membuat lokasi ini juga nyaman nyaman. Disarankan untuk mengunjungi tempat ini tidak pada musim kemarau panjang, karena pada saat kemarau kucuran dari air terjun ini menipis sehingga Anda tidak dapat menikmati keindahan aliran air terjun ini.

  1. Benteng Portugis

Benteng portugis di jadikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Jepara. Benteng ini berlokasi di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Jepara. Jarak dari Jepara menuju benteng portugis sekitar 45 km sehingga anda membutuhkan kira-kira satu jam dalam perjalanan. Selain menyuguhkan bangunan yang bersejarah, di kawasan ini juga menyuguhkan pemandangan bukit yang berpadu dengan pemandangan pantai yang membentang luas. Karena letaknya berada di pinggir laut, maka pemandangan di sekitar benteng juga sangat indah yaitu bukit serta pantai yang membentang luas serta hamparan batuan sedimen yang menawan. Benteng Portugis ini dibangun di atas bukit batu yang berposisi di pinggir laut, di bagian utara benteng persis berhadapan dengan Pulau Mondoliko.

Di masa lampau, benteng ini memiliki peran strategis dalam mengontrol jalur pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur dan sebaliknya. Benteng yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo ini menawarkan suguhan keindahan alam yang begitu disukai banyak kalangan penikmat perjalanan. Pemandangan yang elok dan luar biasa di sekitar benteng, gunung-gunung indah, hamparan luas pantai yang menyejukkan hati, di seberang terdapat pulau Mandalika, terdapat berbagai lempengan batu dan paras putih, pohon-pohon besar yang rindang, berbagai tangga yang dikelilingi tumbuhan, di atas bukit terdapat tembak berbagai peninggalan Jepang, dan tempat-tempat serta sudut indah lainnya. Disini tersedia fasilitas seperti tempat karaoke, tempat untuk berkumpul keluarga, tempat bersantai, musholla, tempat bilas bagi yang setelah mandi di pantai dan juga terdapat berbagai jenis permainan anak-anak seperti ayunan, seluncuran dan lain-lain. Untuk hari-hari biasa anda cukup membayar Rp. 3500,- perorang dan kendaraan pribadi boleh di bawa masuk untuk mengelilingi tempat wisata dan naik ke atas bukit. Sedangkan pada hari libur minggu tiket menjadi Rp.5.000,- perorang, dan pada hari libur special seperti hari raya dan libur tertentu harga tiket naik Rp. 8.000,- perorang. Biaya tiket masuk sudah termasuk biaya parkir.

  1. Goa Tritip

Goa ini berlokasi di Desa Ujungwatu, Kec Donorojo Jepara. Apabila anda berkunjung ke goa ini jangan kaget apabila anda menjumpai banyak sajen karena jaman dahulu goa ini merupakan sebuah tempat untuk pertapaan dan kini tiap malam jumat pasti anda yang menaruh sajen di area goa tersebut. Goa Tritip adalah wisata Jepara yang terletak di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Goa ini adalah goa yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar sehingga apabila Anda berkunjung kesini maka Anda akan menemui banyak sesajen yang bertebaran di sekitar goa. Pada zaman dahulu, Goa Tritip adalah tempat yang digunakan untuk bertapa dan pada malam jumat pasti ada sesajen di sekitar area goa. Tidak usah takut dengan suasana disini, yang penting Anda harus menjaga sopan santun dan kebersihan.

Karena gua ini berada tepat di sebelah benteng peninggalan pada zaman Portugis. Untuk itu, suasana yang ada di tempat ini masih sangat alami dan menyegarkan. Selain itu, dengan adanya bunyi air mengalir yang berada di dalam Goa Tritip juga menjadikan tempat ini pantas untuk kita kunjungi. Karena dengan adanya bunyi air yang menetes tersebut akan menambah suasana hening dan tenang yang pasti kira rasakan ketika kita berada di dalam gua tersebut. Sehingga pesona alam yang sangat nyaman bisa kita nikmati di dalam Gua Tritip

Top

5 Destinasi Wisata Alam “Recomended” Di Karanganyar

Karanganyar merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Karanganyar sempat menjadi terkenal di Indonesia karena sebagai “Kota Jemani”. Dahulu pada saat demam jemani, Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu penghasil jemani dengan kualitas bagus. Selain Jemani tentunya juga banyak sekali dikembangkan tanaman hias disana seperti anthurium, gelombang cinta, adenium, dan lain sebagainya. Kondisi iklim di Kabupaten Karanganyar yang terdapat di lereng Gunung Lawu ini memang sangat cocok untuk tanaman hias serta tanaman buah dan sayur atau hortikultura. Sampai saat ini, tanaman hias masih dijadikan sebagai salah satu komoditas unggulan di Karanganyar, namun kepopulerannya sudah tidak seperti dulu. Para wisatawan yang berkunjung ke Grojogan Sewu masih banyak yang membeli tanaman hias ini sebagai oleh-oleh keluarga dirumah. Lokasi Kabupaten Karanganyar adalah 14 km di sebelah timur Kota Surakarta atau Solo. Dengan demikian pariwisata di Karanganyar tidak bisa dilepaskan dari Pariwisata di Kota Solo. Berikut ini beberapa wisata yang ada di Karanganyar.

  1. Grojogan Sewu

Air Terjun Grojogan Sewu terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah atau lebih tepatnya tersembunyi di lereng Gunung Lawu. Kalau kamu berangkat dari kota Karanganyar, kamu harus menempuh perjalanan kurang lebih 27 atau selama 45 menit. Air terjun Grojogan Sewu dinobatkan sebagai air terjun tertinggi di Jawa Tengah. Selain itu juga masuk dalam kawasan Hutan Wisata Grojogan Sewu yang memiliki luas sekitar 20 Ha. Hutan ini dihiasi jejeran pohon yang bisa menjadi spot foto yang menarik. Dan kabarnya, di kawasan hutan ini banyak dihuni sekelompok kera jinak. Jadi, kamu juga bisa coba mengabadikan moment bersama kera-kera ini. Disini ada mitos yang menyelimuti jembatan tersebut. Konon, jika pasangan yang melintas di atas jembatan itu berhenti di tengah jalan, maka sepulang dari air terjun hubungan mereka akan gonjang-ganjing.

Akses untuk menuju lokasi wisata ini cukup mudah yaitu hanya perlu menyusuri anak tangga yang jika dihitung sebanyak kurang lebih 1250 buah anak tangga yang sudah dibuat khusus untuk memudahkan pejalan kaki. Sembari menyusuri anak tangga, wisatawan akan disuguhi pemandangan alam hutan yang sangat asri. Air Terjun Grojogan Sewu sudah dilengkapi berbagai fasilitas dan wahana bermain. Selain mengabadikan momen bersama Kera kamu juga bisa melihat binatang lain di Taman Binatang Hutan. Di sekitar air terjun juga sudah dilengkapi fasilitas berupa tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata, mushola dan MCK. Untuk wahana permainan, kamu bisa mencoba bermain di Mini Waterboom, Mini Rafting, Out Bond dan Flying Fox. Biaya masuk ke lokasi air terjun seharga Rp. 18.000 per orang sedangkan jam bukanya sampai jam 16.00 WIB.

  1. Candi Cetho

Candi cetho berlokasi Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho sendiri merupakan sebuah candi peninggalan dari agama hindu pada saat masa kejayaan kerajaan majapahit. Tentunya di lokasi candi ini memiliki keunikan serta keunggulan tersendiri di banding dengan candi-candi lainnya. masih di lokasi yang sama, terdapat pula petilasan Ki Ageng Krinciwesi yang menjadi sebuah ikon dari leluhur desa cetho ini. Disini anda akan menemukan sembilan tingkatan berundak dari candi. Sebelum memasuki gapura besar berbentuk candi bentar, anda akan disambut oleh dua pasang arca penjaga. Tingkat pertama setelah gapura masuk (yaitu teras ketiga) merupakan halaman candi begitu juga dengan tingkat kedua yang masih berupa halaman. Pada tingkat ketiga, anda akan menemukan petilasan Ki Ageng Krincingwesi yakni leluhur masyarakat Dusun Ceto. Sedangkan pada tingkatan selanjutnya, anda akan menemukan beberapa relief dan dan patung dari candi tersebut.

Candi Cetho memiliki panjang 190 m dan lebar 30 m dan berada pada ketinggian 1496 mdpl. Karena lokasinya di dataran tinggi, secara otomatis udara disini sangat sejuk dan segar, apalagi masih banyak pepohonan disekelilingnya. Candi yang masih aktif digunakan untuk melakukan peribadatan umat Hindu ini memiliki arsitektur yang sangat cantik dan indah untuk hunting foto. Banyak foto­foto para traveler di Candi Cetho yang sudah viral di kalangan netizen melalui instagram. Untuk harga tiket masuk Candi Cetho Rp.7.000,­ per orang.

  1. Perkebunan Teh Kemuning

Lokasi Kebun Teh Kemuning berada di kaki gunung Lawu, tepatnya di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Perkebunan Teh Kemuning ini dikelola oleh PT Rumpun Sari Kemuning dan menempati gedung yang terletak disekitar kawasan kebun teh. Disini anda dapat menghirup udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati indahnya perkebunan teh yang hijau dengan udara yang sejuk. Selain itu di tempat ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk hobi aero sport paralayang tepatnya di Venues Bukit Paralayang Ds. Segoro Gunung Kemuning Karanganyar. berada pada ketinggian yang bervariasi antara 800 hingga 1.540 mdpl dengan kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen. . Luas lahan yang aktif berproduksi perkebunan ini adalah 392 hektar, dari total seluas 437 hektar. Sisanya untuk pabrik pengolahan teh, pembibitan, emplasemen dan rumah dinas atau rumah tinggal. Dari lahan aktif, bisa dihasilkan 12 hingga 15 ton daun teh basah.

Kesejukan udara di are wisata kebun teh kemuning dengan hamparan hijau kebun teh di lereng Gunung Lawu yang membentuk piramida-piramida pohon teh patut disyukuri dan dinikmati bersama. Betapa indahnya bila kesejukan-kesejukan udara ini merasuk dalam sanubari. Sejauh mata memandang tersaji hamparan hijau kebun teh. Bentuknya sangat mirip piramida. Sebuah pemandangan yang begitu memanjakan indera penglihatan. Disini anda tidak hanya bisa menikmati keindahan alam hamparan kebun teh dan melihat para pekerja sedang memetik teh. anda juga bisa melihat secara langsung proses pembuatan teh dari awal hingga akhir. Di area wisata kebun teh kemuning ini anda bisa mampir ke satu tempat seru yang sangat cocok untuk para penggemar teh. Namanya adalah Rumah Teh Ndoro Donker.

Dengan suasana yang sejuk khas pegunungan, Rumah Teh Ndoro Donker menjadi tempat nongkrong favorite mereka yang berkunjung ke wisata kebun teh kemuning. Ada berbagai jenis teh yang bisa dinikmati di Ndoro Dongker dengan harga yang relatif terjangkau. Beberapa jenis teh yang bisa dinikmati disana antara lain teh hijau kemuning, teh hitam donker, teh aroma Inggris (earl grey, cemomile, lady grey, mint, passion fruit ), teh raja, teh putih, dan teh herbal. Teh bisa disajikan dalam cangkir ataupun teko kecil. Di tempat ini juga tersedia berbagai menu makanan mulai dari makan berat seperti nasi goreng, sup iga, iga bakar hingga makanan ringan macam singkong goreng, bitterbalen dan sebagainya. Tempat minum teh pun bisa dipilih. Mau di ruangan ruangan terbuka atau di dalam rumah. Tinggal pilih sesuai selera.

  1. Goa Tlorong

Goa ini terletak di desa Lempong Kecamatan Jenawi, merupakan goa alami yang memiliki ukuran mulut goa 2m x 1,5m. Goa Tlorong memiliki daya tarik lingkungan alam yang indah serta Goa TlorongGoa ini terletak di desa Lempong Kecamatan Jenawi, merupakan goa alami yang memiliki ukuran mulut goa 2m x 1,5m. Goa Tlorong memiliki daya tarik lingkungan alam yang indah serta hawa sejuk dan mempunyai latar belakang Gunung Kembar, sehingga cukup berpotensi untuk dijadikan sebuah objek wisata.

Jalan akses menuju Goa Tlorong ini sedikit menantang, kita harus melewati hutan pohon karet yang luas dengan tikungan yang lumayan tajam. Kemudian kita melewati perkampungan, jalan di perkampungan itu sedikit licin karena berlumut kalau menutut saya lebih baik mengendarai motor ketika berkunjung kesana karena jalan yang dilewati cukup sempit. Setelah itu untuk menuju Goa Tlorong kita harus menitipkan kendaraan kita kepada warga setempat dan jika ingin di temani maka warga setempat yang sangat ramah itu bersedia untuk memandu. Sebelum menjacai Goa Tlorong kita harus menuruni bukit terlebih dahulu karena tempat Goa Tlorong ini sedikit tersembunyi. Di sana ada 3 Goa tetapi saya baru melihat 2 Goa yang satu bertempat dibawah dan Goa lainnya ada di atasnya tetapi tenang sudah dibangun tangga untuk ke Goa yang atas walaupun tangganya tidak penuh. Jangan lupa ketika ingin ke Goa Tlorong bawa masker dan juga senter karena di dalamnya terdapat kelelawar yang sangat banyak dan bawa senter sebagai penerangan untuk melihan keindahan di dalam Goa Tlorong.

Menurut warga sekitar Goa itu dulunya merupakan tempat persembunyian tentara – tentara PKI, dan kata warga juga dulu Goa tersebut sempat akan dibangun persinggahan untuk presiden tetapi karena sesuatu hal maka pembangunan itu di batalkan. Goa ini sangat indah, dan belum terlalu banyak yang mengetahui dan mengunjunginya jadi suasana di sana masih sangat asri, cocok untuk kami yang senang dengan jelajah alam. memasuki Goa ini kita harus merunduk karena lubang menuju ruang Goa sangatlah pendek sekitar 50 cm dan terdapat aliran air yang sangat jernih dari dalam. Tetapi ketika telah sampai di dalam ruang Goa tampak sangat luas dan terdapat pintu – pintu Goa. Tetapi di Goa atas pintu masuknya sangat tinggi tetapi jalan untuk memasuki ruang Goa sedikit menurun dan licin. Sungguh itu adalah keindahan Indonesia yang tersembunyi, yang benar – benar masih alami. Jika anda berminat kunjungi saja Goa Tlorong ini, suasana alami akan menyambut anda dan memanjakan anda.

  1. Bukit Sekipan

wisata Bukit Sekipan di kaki Gunung Lawu, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda sebagai wisata hutan dan perkemahan. Lokasi sebagai tempat latihan sejumlah tentara untuk arena tembak tersebut saat ini mulai dilirik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam lokasi wisata Bukit Sekipan disediakan sejumlah wahana bagi pengunjung seperti lokasi outbound, lokasi edukasi bagi anak-anak, leadership program, kuliner, penginapan, taman wahana seperti water boom, play gound, serta taman miniatur zoo. pengunjung hanya perlu merogoh uang Rp 20.000 sebagai tiket masuk khusus hari Senin-Jumat dan Rp 25.000 untuk hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur. Bukti Sekipan membuka wisatanya mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk pengunjung yang ingin menikmati permainan outbound di Bukit Sekipan, pihak pengelola mematok tiket Rp 100.000 per orang untuk hari biasa dan Rp 125.000 untuk akhir pekan.

Sementara bagi pengunjung yang ingin lebih puas menikmati hawa dingin kaki Gunung Lawu, pihak pengelola juga menyediakan penginapan. Fasilitas yang disediakan di Bukit Sekipan yaitu; Waterboom, Taman, Rumah Makan, Villa, Hotel dan Musholla, Outbond Area (Berbagai jenis permainan outbond, Tanah lapang berumput yang luas, Rumah Joglo besar untuk in house trining, Kolam renang, kolam ikan, Jembatan goyang, Flying  Fox, Aneka tanaman obat – obatan herbal, Trampolin), Outbond Islami (Joglo, Miniatur Ka’bah, Tempat untuk lempar jumrah / jamarot, Tempat untuk Sa’iKain Ikhrom).

Top

5 Destinasi Wisata Alam Di Kebumen

Kabupaten Kebumen merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di ujung bagian selatan Pulau Jawa. Kabupaten Kebumen berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di sebelah utara, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap di sebelah Barat, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo di sebelah timur serta berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah selatan. Kota Kebumen terdiri dari dataran rendah di bagian selatan, sedangkan pada bagian utara terdiri dari pegunungan dan perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Sementara itu., di barat terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan yang terdiri dari pegunungan kapur. Kebumen memiliki kondisi dan tekstur tanah yang agak keras dan cuaca panas. Tetapi meskipun demikian, Kabupaten Kebumen banyak memiliki wisata alam yang indah. Berikut ini 5 tempat wisata yang ada di kebumen.

  1. Pantai Gebyuran

Pantai Gebyuran terletak di Desa Pasir Kecamatan Ayah tepatnya  di sebelah barat Tanjung Karang Penganten atau Pantai ini merupakan pantai yang sempit karena hanya memiliki panjang  100 meter saja. Pantai Gebyuran memiliki pasir pantai yang berwarna hitam kecoklatan yang landai. Ombak di pantai ini tergolong ramah karena banyaknya karang yang meredakan laju keganasan ombak pantai selatan. Uniknya, Pantai Gebyuran yang masih sangat alami ini memilki sebuah goa. Pantai Gebyuran sejatinya sebuah pantai dibawah tebing yang membentuk ceruk layaknya goa. Karena berada dibawah permukaan tanah dan dibalik punggung perbukitan karst, stalaktit di goa Pantai Gebyuran pun masih aktif meneteskan air. Bahkan jika musim penghujan tiba air yang menetes akan deras mengucur dari sela stalaktit.  Inilah pesona sesungguhnya dari Pantai Gebyuran yang siapa saja ingin mengunjunginya berulang kali.

Sebagai pantai yang menghadap ke barat, Pantai ini memiliki panorama senja yang indah. Sayup-sayup terlihat Tanjung Karangbata dikejauhan yang menjorok ke lautan. Sementara di sisi selatan karang-karang dan tebing Tanjung Karang Penganten riuh beradu dengan ombak pantai selatan. Pasir pantai yang bersih bisa leluasa dinikmati sembari bermain pasir atau hanya dudu-duduk diatas batu karang. Pemandangan dari atas Pantai Gebyuran pun tak kalah cantik. Pengunjung akan disajikan pemandangan tebing-tebing pesisir selatan mulai dari Pantai Surumanis, Pecaron hingga Tanjung Karangbata. Pun lengkap dengan bukit-bukitnya yang tersohor seperti Bukit Silayur.

  1. Gua Barat

Gua ini terletak di desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen  Jawa Tengah yang menawarkan stalagmit (batu di lantai gua yang terbentuk oleh tetesan material) dan stalaktit (kapur yang tumbuh di dinding gua) yang sangat indah dan menawan. Nama Gua Barat sesuai dengan karakter alamiahnya. Barat dalam bahasa jawa berarti angin. Di mulut gua kerap berembus angin kencang dari arah dalam. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara antara di dalam dan luar gua. Derasnya air lalu mendorong angin dari dalam menuju arah luar. Gua Barat memiliki sekitar 100 air terjun dengan ketinggian bervariasi mulai dari 1 meter hingga 30 meter. Jeram-jeram itu ada di ruas 2 kilometer terakhir menuju Jump Ulyses hingga Muddy Passage. Untuk menjelajahinya diwajibkan menggunakan jasa pemandu yang disediakan oleh pengelola berikut dengan peralatannya seperti helm, pakaian khusus, sepatu boat dan head lamp.

Untuk menuju ke Gua Barat jika naik pesawat turun di Yogyakarta lalu melanjutkan perjalanan ke lokasi dengan memakan waktu sekitar 3 jam. Sedangkan bila menggunakan jasa kereta api dapat turun di Stasiun Purwokerto atau Stasiun Gombong. Masalah penginapan tidak perlu khawatir karena selain di kota Gombong juga tersedia rumah penduduk setempat yang dijadikan sebagai penginapan. Waktu yang tepat untuk mengunjungi gua barat adalah saat musim kemarau yaitu sekitar bulan Mei hingga Oktober.

  1. Curug Silancur

Curug ini berada di Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen yang berada di Cagar Alam Nasional Geologi Karangsambung. Untuk menjangkau air terjun harus berjalan kaki melewati lerengan perbukitan yang terjal sejauh 400 meter. Di sekitar air terjun tak ada fasilitas apapun, hanya lahan parkir swadaya masyarakat di pinggir jalan raya. Selama perjalanan ke air terjun banyak dijumpai sungai­sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Curug Silancur merupakan sebuah air terjun yang sangat bersejarah di Kebumen. Karena Desa Wadasmalang adalah desa yang dahulu pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kabupaten Kebumen pada saat perang kemerdekaan. Sehingga membuat desa ini sangat istimewa dalam hal sejarah dari NKRI.

Curug Silancur memiliki ketinggian 25 meter. Tak seperti curug pada umumnya, Curug Silancur tidak memilik ‘bak’ penampungan air di bawahnya. Air yang meluncur akan jatuh menghantam batuan besar sehingga menghasilkan percikan air yang segar. Jika terik matahari dalam keadaan sempurna, percikan air yang terbawa angin terlihat berwarna­warni seperti pelangi. Curug Silancur mempunyai daya tarik tersendiri karena lingkungannya masih betul­-betul alami. Kesunyian juga masih sangat terasa. Udara di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan yang asri. Banyak dijumpai juga pesawahan terasering warga yang sangat cantik serta pohon pinus yang rindang. Selain kita bisa menikmati air terjun yang memiliki debit ukuran air terjun yang besar. Kita juga bisa berpanen durian saat musim panen sudah dating. Sehingga tidak jarang banyak yang penyuka buah durian berpesta dengan mengunjungi wisata ini. Karena kita bisa mendapatkan buah durian dengan harga yang murah tentunya.

  1. Bukit Pentulu Indah

Bukit yang dikenal juga dengan nama bukit PI ini berada di area Pegunungan Paras, tepatnya di Dukuh Dakah, Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Sekitar 21 Km dari kota Kebumen, mamakan waktu tempuh sekitar 35 menit perjalanan. Bukit ini menjadi spot fenomenal, karena bukit ini serupa dengan rumah pohon Kali Biru yang terdapat di Yogyakarta. konon sebelum terkenal bukit Pentulu Indah merupakan sebuah bukit milik dinas perhutani yang banyak ditanami tanaman karet. Namun karena dijaman sekarang ini perkembangan teknologi informasi dan sosial media berkembang pesat, yang awalnya bukit PI tersebut masih sepi dan belum mendapat campur tangan pihak manapun karena banyak remaja pecinta alam kebumen yang meng explore wisata tersebut maka tercetuslah untuk membuka wisata alam dengan nuansa mirip Kalibiru Jogja.

Bukit Pentulu Indah ini mempunyai pesona untuk menikmati keindahan alam bukit, kabut saat pagi/menjelang malam, dan matahari saat sunset/sunrise. Di bukit ini, anda juga bisa melihat matahari terbit yang berlatar belakang kabut Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Untuk sampai di lokasi ini, anda tidak perlu khawatir akan melakukan hiking berat, pasalnya bukit ini hanya memiliki ketinggian 300 meter di atas permukaan laut, sehingga wisata ini sangat recommeded bagi anda. Sepanjang mata memandang anda akan disuguhkan oleh pemandangan hijau dan teduhnya hutan pinus, pohon pinus disini tergolong masih muda, sehingga sangat cocok dijadikan spot foto. Untuk bisa menikmati keindahan di Bukit PI, kamu cukup membayar biaya retribusi Rp5.000/orang dan parkir Rp2.000.

  1. Hutan Mangrove Logending

Kawasan hutan mangrove yang letaknya tak jauh dari Pantai Logending Kecamatan Ayah, berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kebumen. Deretan perbukitan Karst Gombong Selatan tampak anggun dengan ratusan puncaknya yang mewujud lancip bak piramid. Di sejengkal kakinya yang permai, hamparan hutan mangrove melekuk manis di sepanjang tepian muara Sungai Bodo yang membatas karst dengan dataran rendah Pantai Selatan. Kawasan Hutan Mangrove Logending sekarang telah memiliki luas sekitar 50 Ha. Wisata Hutan Mangrove ini berada diketinggian 5 meter dari permukaan air laut dengan suhu rata rata antara 24 celcius hingga 34 derajat celcius.

Pasalanya,  ekosistem mangrove menjadi produk wisata yang menarik karena menyajikan fenomena alam yang beragam, mulai dari keanekaragaman jenis mangrove, jenis-jenis fauna yang terdapat dalam ekosistem tersebut seperti burung, mollusca (siput atau keong), ikan, jenis-jenis crustacea (kepiting) dan hewan-hewan lainnya. Disini para pengunjung bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang hutan mangrove dan fungsinya bagi lingkungan, proses terjadinya suksesi, dan berbagai pengetahuan lainnya terkait ekosistem mangrove. pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan panorama alam di sana. Mereka pun dapat turut serta menjaga dan melestarikan hutan mangrove. Salah satunya dengan cara menanam bibit pohon mangrove.

Dengan menyewa perahu, pengunjung diajak menyusuri Sungai Bodo yang merupakan pembatas antara Kabupaten Kebumen dan Cilacap. Hamparan hutan bakau berbaris manis di sepanjang bibir sungai. Selama perjalanan, Pemandu bercerita tentang manfaat bakau bagi kehidupan. Menunjukkan secara langsung sisi sungai yang telah dan belum ditanami bakau. Tak hanya mencegah abrasi, keberadaan hutan bakau dirasakan manfaatnya secara ekonomi oleh masyarakat sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Atraksi lainnya yang mengagumkan ialah aktivitas bird watching. Tepuk tangan dan teriakan mengundang ratusan kuntul berwarna hitam keluar beterbangan dari rimbunnya bakau. Benar-benar pemandangan yang tidak ternilai.

Top

5 Rekomendasi Destinasi Wisata di Kendal

Kendal adalah nama sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Kendal berbatasan langsung dengan Kota Semarang, sehingga Kota Kendal banyak disebut sebagai salah satu Kota Satelit dari Kota Semarang. Kabupaten Kendal berbatasan langsung dengan Laut Jawa di utara, berbatasan dengan Kota Semarang di sebelah timur, berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Temanggung di sebelah selatan dan berbatasan dengan Kabupaten Batang di sebelah Barat. Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon itu pada mulanya tidak ada yang tahu namanya tapi ketika Pakuwojo bersembunyi di pohon itu di dalam pohon itu terang benderang akhirnya pohon itu dinamakan pohon Qondhali yang berarti penerang dan akhirnya daerah tempat pohon itu dinamakan Qondhali karena orang Jawa tidak fasih berbahasa Arab maka jadi Kendal. Selain itu, Kendal sendiri juga banyak sekali mempunyai segudang tempat wisata yang sangat indah. Berikut ini beberapa tempat wisata yang bisa anda kunjungi di Kendal.

  1. The Sea Pantai Cahaya

Wisata The Sea Pantai Cahaya merupakan pantai yang pendek. Tidak seperti pada pantai pada umumnya yang memiliki garis pantai yang panjang, Wisata The Sea Pantai Cahaya hanya berupa cekungan yang kecil. Secara umum memang hal yang ditonjolkan dari Wisata The Sea Pantai Cahaya bukanlah keindahan pantainya, namun lebih karena fasilitas yang dibangun di area Wisata The Sea Pantai Cahaya ini. Pantai ini terletak di  Desa Sendang Sikucing, Rowosari, Kendal, Jawa Tengah, Indonesia. akses menuju pantai ini pun juga mudah, karena dapat dijangkau dengan mobil pribadi. Berada dibawah naungan PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI). PT. WSI merupakan lembaga konservasi satwa dan tumbuhan yang berdiri sejak tahun 1999 dan pertama di Indonesia, yaitu sebuah lembaga yang bergerak dibidang penangkaran lumba-lumba, namun seiring perkembangannya sekarang telah dibuka untuk umum sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah dan Indonesia dengan keunikan dan perpaduan antara alam dan binatang supaya terjaga keseimbangan.

The Sea Pantai Cahaya  mempunyai segmen pasar semua kalangan mulai dari anak-anak, kawula muda sampai dengan orang dewasa, dan tentunya the sea Pantai Cahaya di tunjang oleh wahana dan fasilitas yang sangat memadai antara perpaduan hewan, laut dan tumbuhan  juga dilengkapi dengan Pentas Lumba-Lumba serta  aneka satwa, Therapy Lumba-Lumba, Berenang bersama Lumba-Lumba, Pemandangan Laut Lepas, Bon-Bin Mini Cahaya, dan Kolam Renang Cahaya. Didalam Kolam Renang Cahaya terdapat kolam bermain untuk anak-anak yang dilengkapi dengan Ember Tumpah dan Water Boom mini, Kolam Tanding dengan air terjun Niagara, dan juga Kolam Apung (satu-satunya di Jawa Tengah), Balkon Sunset, Wahana permainan anak seperti Mandi Bola, Perahu Kano, ATV Jungle, Kereta Mini, dan Panggung Hiburan Theatron.

Harga Tiket Umum

Pintu Masuk Lokasi The Sea Pantai Cahaya          Rp. 10.000,-

Pentas Lumba-lumban dan Aneka Satwa               Rp.  25.000,-

Pintu Masuk Water King                                        Rp. 25.000,-

Sewa Loker                                                             Rp.  3.000,-

Harga Tiket Khusus

Rombongan dan Biro Perjalanan

PAKET I

Pintu Masuk The Sea + Dolphin Show                     Rp. 15.000,-

Pintu Masuk The Sea + Water King                          Rp. 20.000,-

Pintu Masuk The Sea + water King+ Loker              Rp. 21.500,-

PAKET II

Pintu Masuk The Sea + Dolphin Show + Water King                               Rp. 30.000,-

Pintu Masuk The Sea + Water King + Loker + Makan                              Rp. 31.500.-

Pintu Masuk The Sea + Dolphin Show + Water King+ Loker+Makan      Rp. 41.500,-

  1. Ngebruk Patean

Tempat wisata ini dikenal sebagai Mekar Sari nya Kendal Jawa Tengah. Tempat Wisata ini adalah Agrowisata Ngebruk Patean atau juga dikenal dengan nama Plantera Fruit Paradise. Seperti halnya di Mekar Sari, Pengunjung dari Agro Wisata Ngebruk Patean ini dapat berkeliling menggunakan kendaraan wisata yang telah disediakan dan melihat berbagai macam tanaman buah tropis yang ditanam di kebun buah ini. Pengunjung juga diperkenankan untuk memetik beberapa buah yang terdapat di kebun tersebut. Buah yang dibudidayakan di Agro Wisata Ngebruk Patean ada banyak, diantaranya adalah Durian montong, lengkeng itoh, buah naga (Red Dragon) , Sirkaya Grand anona, Rambutan Binjai & Ropiah dan Jambu Citra. Agro Wisata Ngebruk Patean ini dikelola oleh PT. Cengkeh Zanzibar yang memiliki produk utama berupa cengkeh. Pada tahun 2000 PT. Cengkeh Zanzibar mengembangkan usahanya dengan membudidayakan beberapa buah tropis pilihan.

Tempat wisata ini terletak di sebuah lahan seluas 234 hektar di Desa Sidokumpul Kecamatan Patean Kabupaten Kendal. Jika dilihat dari lokasinya sebenarnya lokasi dari Agro Wisata Ngebruk Patean ini ada d sebelah barat Kota Semarang. Jam Buka Agro Wisata Ngebruk Patean adalah Sabtu-Minggu dan hari Besar: buka untuk umum pk 9.00 – 15.00 dan Senin-Jumat : wisata keliling kebun & resto buka untuk tamu konfirmasi minimal 25 org. Sedangkan Toko buah dan toko bibit buka setiap hari. Paket wisata yang ditawarkan di Agro Wisata Ngebruk Patean; Fruit Tour, Fruit Safari Dan Fruit Paradise.

  1. Perkebunan Teh Medini

Perkebunan Teh Medini merupakan sebuah perkebunan teh yang terletak di kaki Gunung Ungaran tepatnya di Dukuh Medini, Desa Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan. Perkebunan Teh Medini berada pada ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Tempat ini merupakan salah satu jalur yang bisa dilewati oleh para pendaki yang ingin naik ke Gunung Ungaran. Di Kebun Teh Medini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menikmati pemandangan hijaunya kebun teh serta suasana perkebunan yang sangat sejuk. Deretan tanaman teh akan menyambut kedatangan kita begitu tiba di kawasan Kebun Teh Medini. Perkebunan Teh Medini menawarkan pemandangan alam hijau dan udara yang segar. Maka dari itu jika anda terpesona dengan tempat wisata ini anda bisa datang saja ke sini, tetapi jangan lupa bawa kamera untuk berfoto-foto di tempat wisata indah ini.

Selama berada di wisata alam hijau yang sejuk dan dingin ini Anda bisa menghabiskan waktu dengan berfoto-foto untuk mengabadikan keindahan Kebun Teh Medini, bersantai di taman yang ada di tengah kebun teh sambil menikmati udara sekitar yang sejuk dan berbagai kegiatan wisata lainnya. Fasilitas yang ada di tempat wisata ini yaitu Mushola, kamar mandi/toilet, kantin, area perkemahan, dan goa jepang.

  1. Curug Semawur

Curug Semawur terdiri dari 8 tingkat dengan airnya yang jernih dan tidak pernah kering di musim kemarau.   Pada tingkat pertama air mempunyai ketinggian sekitar 25 meter, dan tingkat kedua berketinggian 50 meter.  Dari dasar lembah, hanya tiga tingkat air terjun yang bisa dilihat dengan mata. Curug ini berada di ketinggian 1300 m dpl dan mengalir di Kali Bajang. Terletak di perbatasan Kabupaten Kendal dan Batang, tepatnya di Dusun Jiwan, Desa Blumah Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah. Berjarak sekitar 33 km dari kota Semarang.  Untuk mencapai lokasi ke curug dari dusun Jiwan ditempuh dengan berjalan kaki selama 1,5 jam sejauh sekitar 2 km dengan kondisi naik turun. Untuk sampai di air terjun “Curug Semawur” ini,ada 2 alternatif jalan yang bisa kita lalui, pertama kalau kita ingin berbasah-basahan ria, kita bisa langsung menyusuri aliran sungai lampir ini sampai keatas dengan waktu kurang lebih satu jam, namun kalau kita ingin sedikit lebih santai, kita bisa juga lewati jalan setapak yang berada diperbukitan, namun jangan kaget kalu kita bertemu dengan tanaman liar serta semak-semak, yang tingginya lebih tinggi dari badan kita sendiri, dan jalan setapak tersebut merupakan jalan menuju ke Curug Semawur yang harus kita lalui.

Perjalanan disinipun tak kalah menariknya, selain terdapat ladang penduduk yang begitu luas, serta ditanami beraneka jenis tanaman, disepanjang jalan setapak inipun banyak ditanami kopi, yang merupakan andalan pertanian dari warga sekitar, selain cengkeh dan buah melinjo tentunya. Yang tak kalah asyiknya disini masih banyak terdapat burung-burung liar yang senantiasa menemani disetiap langkah kaki kita. Rasa capek dan letih akan segera hilang, apalagi kita sudah berada dibawah air terjun yang pertama, dengan hawa udaranya yang begitu sejuk & segar. Disinipun kita sudah bisa mandi dengan sesuka hati, namun belum puas rasanya kalau kita tidak menuju ke air terjun yang kedua yang mempunyai ketinggin kurang lebih 30 meter, untuk menuju ke air terjun yang kedua ini, kita harus ekstra hati-hati, karena selain jalannya yang menanjak & merambat keadaan jalannya lumayan licin karena berbatu.

Setelah puas berada dibawah guyuran segarnya air terjun curug semawur, penulis beristirahat sejenak dibawah rindangnya pepohonan, sembari ngobrol santai dan makan-makan, namun tak lama penulis beristirahat, ada rombongan dari siswa sekolah, serta dari klub pencinta alam yang datang kesini, kebanyakan dari mereka langsung menuju ke area kubangan batu dan tak lama kemudian, merekapun beramai-ramai mandi dibawah segarnya guyuran air terjun. Namun sangat disayangkan curug semawur yang begitu indah ini, kurang begitu mendapat perhatian serta kurang begitu diminati oleh para pengunjung pada umumnya, kalaupun ada, mungkin untuk mereka yang benar-benar siap akan medan yang bakal dilaluinya, karena memang kondisi jalan menuju curug semawur ini selain masih setapak alami juga begitu jauh dari desa terakhir.

  1. Bukit Selo Arjuno

Bukit selo arjuno ini berlokasi di Dusun watu Lawang, Desa Cening, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Indonesia. Jika dari pusat kabupaten Kendal kurang lebihnya berjarak 31Km yang bisa ditempuh 30menit perjalanan. Bukit Selo Arjuno sendiri merupakan bukit bebatuan yang menjadi akses masuk ke Dusun Watulawang. Dulunya di dusun ini ada empat bukit batu besar, tapi karena termakan waktu sekarang tinggal dua. Mengenai asal-usul Bukit Selo Arjuno masih belum jelas sampai sekarang, tapi ada beberapa orang yang mengatakan bahwa di bukit ini pernah terjadi kejadian fenonema langit berupa cahaya terang.

Bukit Selo Arjuno juga akan memanjakan matamu dengan indahnya pemandangan alam khas Jawa Tengah. Pepohonan hijau, birunya langit serta nyanyaian serangga akan menghapus segala luka dan gundahmu. Gugusan bukit-bukit dan lembah seakan membuat mata tak mampu berkedip untuk selalu mengamati setiap keindahan sejauh mata memandang. Dari Puncak bukit kita bisa melihat aliran sungai mengalir yang berkelok-kelok menyusuri lembah. Untuk fasilitas yang tersedia yaitu Warung Makan, Tempat Parkir,Toilet. Dan untuk harga tiket masuknya adalah Rp 5000.

Top