Month: March 2017

5 Destinasi Wisata Populer dan Indah Di Wonosobo

Wonosobo memang menjadi destinasi wisata yang tak paling diminati. Baik pengunjung lokal maupun turis luar negeri ramai memadati salah satu kabupaten berhawa dingin di Jawa Tengah ini. Namun suhu udara yang dingin ini justru menambah esensi wisata di Wonosobo jadi makin romantis. Kota yang terletak di dataran tinggi pulau Jawa ini diapit oleh dua buah gunung yaitu gunung Sindoro dan Sumbing. Kabupaten Wonosobo letaknya berbatasan dengan kabupaten Temanggung yang juga memiliki banyak tempat wisata. Wonosobo, merupakan sebuah kabupaten kecil yang terletak persis di tengah tengah pulau jawa. Wonosobo juga merupakan kota tujuan wisata kedua setelah magelang dengan borobudur sebagai wisata andalanya di jawa tengah.

  1. Curug Sikarim

Curug Sikarim terletak di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, ada sebuah air terjun yang tidak hanya menyajikan pesona keindahan alam tapi juga keindahan suara alam. Berlatar belakang Bukit Sikunir, Curug Sikarim menyajikan pengalaman yang berbeda kepada setiap pengunjung yang datang. Berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Wonosobo, tidak terlalu mudah mencapai air terjun yang memiliki ketinggian 24 meter ini.  Untuk perjalanan menuju Curug Sikarim yang berada dekat dengan Desa Sembungan yaitu desa tertinggi di Pulau Jawa, Anda akan menyusuri perjalanan yang panjang, jalanan yang berliku, dan rusak. Untuk kendaraan, disarankan menggunakan motor khusus tracking sedangkan untuk mobil terutama mobil pribadi yang tidak terbiasa dengan medan menantang tidak disarankan untuk perjalanan.

Selama perjalanan menuju Curug Sikarim, Anda akan di suguhkan pemandangan yang indah dengan bukit-bukit yang hijau, pertanian sayur yang luas, dan spot-spot yang indah dan elegan untuk berfoto-foto. Dengan suasana pedesaan yang sangat kental, warganya yang ramah dan masih mengandalkan pertanian ini menjadi nilai tambah. Selain ramah, mereka juga sangat menghargai siapa saja yang datang, mungkin hanya sekedar berbincang dengan para penduduk dan petani yang tinggal disekitar Curug Sikarim. Anda akan merasakan kehangatan dan ketulusan dari para warga yang tinggal disekitar Curug. Selain itu di perjalanan menuju Curug Sikarim, Anda dapat melihat perkebunan wasabi. Wasabi yang ditanam di lahan-lahan sekitar Curug Sikarim dibudidayakan dan dikelola oleh pemerintah Jepang. Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Wonosobo, sampailah Anda di Curug Sikarim. Anda akan melihat jernihnya air terjun Sikarim dengan ketinggian sekitar 100 meter dan dikelilingi hutan yang hijau.

Kondisi jalan berliku, naik-turun, serta berlubang menjadi kendala tersendiri saat berkunjung ke curug ini. Tapi, sebagai hiburan, selama perjalanan, pengunjung akan ditemani keindahan alam Wonosobo yang memukau. Ladang-ladang milik warga sekitar terlihat begitu subur dengan daun-daun yang hijau. Di kejauhan, bukit-bukit yang dihiasi tanaman hijau. Plus, udara yang sangat sejuk. Tiba di Curug Sikarim, pengunjung akan disajikan pemandangan air yang mengalir deras menyusuri tebing batu. Aliran air terbagi menjadi dua jalur aliran. Tidak puas dengan pemandangan dari kejauhan, berjalanlah mendekat melalui jalan setapak.

  1. Lubang Sewu

Lubang Sewu terletak di Desa Erorejo Kecamatan Wadaslintang Wonosobo tepatnya di area sekitar waduk Wadaslintang. Untuk menuju ke destinasi ini kalian pergi ke area perbatasan antara Wonosobo dan Kebumen. Untuk perjalanan dari Kota Wonosobo melewati arah Banjarnegara hingga sampai perempatan Sawangan, lalu melewati Kaliwiro dan menuju ke Wadaslintang, sudah terpampang jelas tulisan Desa Wisata Erorejo Lubang Sewu, jarak yang ditempuh jika melalui Wonosobo sekitar 43 km.

Asal muasal nama lubang sewu berasal dari cerita masyarakat sekitar saat keadaan air surut kadang terlihat ribuan lubang dan batu yang terkikis oleh air seperti karang atau seperti grand canyon berukuran kecil dan indah, tempat wisata ini dikatakan destinasi musiman karena kadang bebatuan tersebut tenggelam saat musim hujan. Di Desa Erorejo juga terdapat sekumpulan nelayan air tawar yang memiliki anggota sekitar 40 kepala keluarga yang biasa berpenghasilan dari ikan di Waduk Wadaslintang, saat musim ikan melimpah dalam satu hari bisa menghasilakan 1 Kwt ikan segar, tidak heran jika banyak orang yang memiliki hobi memancing berkunjung ke tempat ini hanya untuk menikmati indahnya Erorejo sekaligus menyalurkan hobi memancingnya.

Lubang sewu di waduk wadaslintang tidak sepanjang tahun terlihat.Lubang lubang ini terlihat hanya di musim kemarau. Saat debit air waduk surut maka baru akan terlihat ribuan lubang lubang di bebatuan.Dari sinilah di namakan Lubang sewu. Beberapa fasilitas yang di dapat adalah : Keindahan Waduk Wadaslintang, Bebatuan lubang sewu, Pemandangan matahari tenggelam di atas Waduk, Lokasi pemancingan, Gazebo, Bukit Hijau, kuliner warung makan khas Wonosobo, mushola dan WC.

  1. Telaga Warna

Secara Administratif, Telaga Warna Masuk Wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah . Awal anda masuk ke Wilayah Dataran Tinggi Dieng, anda akan menjumpai pertigaan, Jalur kanan jika anda ingin menuju wilayah Dieng Kulon, Belok kanan anda masuk wilayah Desa Dieng Wetan. Telaga Warna terletak sekitar 800m melalui Jalan Jalur Kiri. Menurut mitos yang berkembang di Masyarakat Dieng, beragam warna yang muncul dipermukaan Telaga warna, Konon diakibatkan pada jaman dahulu kala ada Cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga tersebut. Sedangkan menurut kajian Ilmiah, warna-warni dipermukaan Telaga tersebut adalah akibat dari pembiasan cahaya pada Endapan Belerang/sulfur didasar Telaga warna. Warna yang dominan muncul dipermukaan telaga warna adalah Warna Hijau, warna putih kekuningan, serta warna biru laut.

Selain keunikan airnya, kondisi alam di sekitar Telaga Warna juga cukup menawan. Berpadu dengan kesejukan udara pegunungan yang begitu dingin, hembusan angin di sela-sela pepohonan, sehingga menghadirkan suasana yang begitu harmonis. Belum lagi kicauan burung-burung liar yang bersembunyi di balik pepohonan, sungguh membuat suasana hati semakin damai. Keberadaan bukit-bukit yang menjulang tinggi, seakan mengelilingi area telaga, merupakan pesona lain yang tak kalah menawan saat Anda berada di lokasi Telaga Warna.

Ada lagi yang unik dengan kawasan Telaga Warna, yaitu keberadaan Telaga Pengilon. Ada yang menyebut kedua telaga ini Telaga Kembar. Telaga Pengilon yang letaknya bersandingan dengan Telaga Warna, tidak terpengaruh oleh air Telaga Warna. Warna permukaan airnya tetap jernih seperti cermin karena memang kandungan sulfurnya rendah sekali. Untuk itulah air Telaga Pengilon-lah yang dijadikan sumber irigasi oleh penduduk sekitar untuk mengairi ladang tanaman kentang yg menjadi komoditas utama Dieng. Beberapa objek wisata lain di sekitar Telaga Warna Dieng adalah: Gua Semar atau dikenal dengan Pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati, Gua Sumur Eyang Kumalasari danGua Jaran Resi Kendaliseto.

  1. Bukit Scooter

Bukit Scooter terletak di sebelah utara Desa Dieng Kulon, dengan jarak tempuh sekitar 1 Km perjalanan dengan mendaki bukit. Aksesnya relatif mudah dan tidak melelahkan. Jika selama ini yang Anda ketahui tentang Dieng hanya seputar wisata candi, Telaga Warna, Kawah Sikidang atau Bukit Sikunir dan Gunung Prau saja, tak ada salahnya Anda berkenalan dengan Bukit Scooter. Bukit Scooter adalah Spot yang tepat untuk berburu panorama-panorama unik Dieng yang berbeda dari biasanya setiap waktu setiap musim. Pagi, siang ataupun malam Bukit Scooter selalu bisa menyuguhkan pemandangan indah nan mempesona. Dari bukit ini Anda bisa menyaksikan lanskap Dataran Tinggi Dieng yang dikelilingi gunung dan bukit dalam lapis selimut kabut menghampar di atas pemukiman penduduk yang menciptakan nuansa tersendiri khas alam pegunungan. Di sini Anda juga bisa menyaksikan detik-detik terbitnya matahari menerangi lanskap Dataran Tinggi Dieng. Bahkan jika kondisi cuaca mendukung, cerah dan tak berkabut, Laut Jawa yang berada di utara Jawa Tengah dapat terlihat dengan mata telanjang dari tempat ini.

Bukit scooter dijuluki dengan julukan “BLUE SUNRISE” (Sunrise dengan langit biru) yang sangat beda dengan panorama sunrise yang lain yang ada di kawasan wisata dataran tinggi Dieng, sebuah obyek wisata alam yang memukau bagi para wisatawan dan tentunya recomended bagi anda dan keluarga. Tiket masuk menuju “bukit scooter” hanya IDR 5000 per wisatawan, harga yang sangat murah untuk sebuah panorama alam yang di juluki Blue sunrise ini.

Bukit Scooter juga dilengkapi dengan Gazebo yang bisa digunakan para pengunjung untuk beristirahat dan bersantai. Di sini Anda akan serasa sedang bersantai di atas awan sambil menikmati sejuknya semilir angin khas pegunungan. Saat malam dan cuaca sedang cerah, jangan lewatkan untuk menikmati taburan bintang atau yang biasa kita sebut milkyway terpapar indah di atas langit Dieng. Keindahan taburan bintang inilah yang membuat Bukit ini juga memiliki julukan “Bukit Bintang”. Sungguh mahakarya indah Sang Pencipta yang mengagumkan dan patut kita syukuri.

  1. Kawasan Dieng / Dieng Plateau

Dieng Plateau, dataran tinggi terindah di Pulau Jawa yang terletak pada ketinggian 2.000 mdpl. Dieng Plateau dengan julukan negeri di atas awan. Terletak di Bakal, Batur, Banjarnegara, jawa tengah.

Dieng yang dijuluki dengan negeri Kahyangan memang sejak dahulu sudah dijadikan pemukiman, terbukti dengan adanya Candi-Candi Hindu di dataran tinggi Dieng. Candi-candi Dieng ini bisa menjadi pilihan tepat untuk berlibur jika Anda pergi ke Dieng. Kompleks candi arjuna Terletak pada ketinggian 2093 meter diatas permukaan laut (mdpl), Candi Arjuna menyajikan pesona lansekap dataran tinggi Dieng yang berpadu dengan mahakarya agung peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno. Deretan lekuk perbukitan yang menawan serta hamparan kabut khas dataran tinggi menjadi pelengkap bagi para pejalan yang singgah ke komplek Candi Arjuna. Di Kompleks Candi Arjuna ini terdapat lima bangunan candi yang berjajar lurus dari sisi utara ke selatan. Deretan candi-candi tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Rata-rata ketinggian candi yang ada di kompleks Candi Arjuna ini hanya setinggi empat hingga lima meter saja. Di sekeliling candi terdapat jalur bebatuan kerikil yang difungsikan sebagai jalur bagi umat Hindu yang sedang bersembahyang untuk berkeliling mengitari candi.

Selain Candi, Kawah Dieng juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi jika kita ingin melihat seperti apa gunung berapi itu. Tapi hati-hati ya jangan terlalu dekat dengan kawah, tapi soal asap kawah Dieng aman kok. Pegunungan Dieng merupakan kawasan vulkanik yang masih aktif hingga sekarang. Tidak heran jika banyak ditemukan kawah-kawah yang diantaranya masih menunjukan aktivitasnya seperti salah satu diantaranya Kawah SiKidang ,merupakan salah satu Obyek Wisata andalan di Dieng. Pemandangan alam dilokasi yang menakjubkan, antara dominasi warna hijau pegunungan dan perbukitan yang mengelilingnya dipadu dengan hamparan tanah kapur disekitar tanah Sikidang memberi kesan indah namun misterius pada wilayah ini. Lalu Kawah Sileri, Kawah Terluas di Dieng ini terhitung masih aktif. Dari permukaan kawah masih terus menerus mengeluarkan asap putih dan menunjukan gejala-gejala aktivitas Vulkanis. Luas Kawah ini Sekitar 4 Hektar, dengan kepundan datar sehingga aliran airnya mengalir ke bawah. Warna air kawah yang keabu-abuan menyerupai air cucian beras (leri). Itulah asal muasal mengapa kawah ini dinamakan kawah seleri. Dan yang terakhir Kawah Candradimuka, Kawah  yang sering disebut-sebut dalam legenda pewayangan sebagai tempat dimana Gatutkaca dijedi (dimandikan) sehingga memiliki kesaktian yang luar biasa. Kawah ini juga termasuk Kawah Aktif.

Top

5 Destinasi Wisata Populer Di Bangkalan

Kabupaten Bangkalan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bangkalan. Kabupaten ini terletak di ujung paling barat Pulau Madura; berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Sampang di timur serta Selat Madura di selatan dan barat. Pelabuhan Kamal merupakan pintu gerbang Madura dari Jawa, di mana terdapat layanan kapal feri yang menghubungkan Madura dengan Surabaya (Pelabuhan Ujung). Saat ini telah beroperasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila. Kabupaten Bangkalan terdiri atas 18 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 273 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Bangkalan. Bangkalan juga mempunyai pesona alam yang menarik dan obyek wisata yang beragam. Berikut ini tempat wisata yang bisa anda kunjungi ketika berada di Bangkalan.

  1. Pantai Siring Kemuning

Pantai Siring Kemuning termasuk salah satu deretan tempat wisata di Bangkalan Madura, Lokasinya berada di wilayah Utara Bangkalan tepatnya di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi. Dari Kota Bangkalan berjarak kurang lebih 46 km dengan lama perjalanan sekitar 1,5 Jam – 2 Jam dari Kota Bangkalan. Di Pantai Siring Kemuning ini anda akan merasakan sepoi angin dan deburan ombak yang menyegarkan fikiran setelah sibuk dengan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Ketika pertama kali memasuki pantai siring kemuning, anda akan disambut oleh jejeran pepohonan yang rindang dan sejuk serta suasana yang menenangkan. Pantai Siring Kemuning menyimpan pesona pantai yang begitu indah dan masih sangat alami dengan pasir lembut juga halus bila dipijaki.

Selain itu yang menjadi daya tarik kuat dari pantai Siring Kemuning ini adalah deburan ombak pantai yang mampu membuat tenang pikiran. Hembusan dan semilir angin pantai yang sangat sejuk, walaupun begitu para pengunjung diminta untuk tetap senantiasa waspada saat bermain – main di tepi pantai karena gulungan ombak yang cukup kuat untuk menarik ke tengah pantai. Jejeran pohon – pohon rindang dan sejuk menyambut kedatangan para pengunjung sejak awal memasuki gerbang pantai Siring Kemuning ini. Untuk menikmati keindahan pantai ini Anda akan dikenakan biaya masuk yang terbilang cukup murah yaitu Rp.3000,/orang dan uang restribusi parkir Rp.3.000, untuk motor dan mobil Rp.5000.

  1. Bukit Jaddih

Bukit kapur Jaddih merupakan kawasan tambang kapur yang sudah dieksplorasi selama bertahun-tahun. Hasil kerukan dan pahatan gunung kapur ini membentuk pola tak beraturan dengan ukuran yang bervariasi. Di tengah-tengah bukit terdapat cerukan yang membentuk kolam yang akhirnya orang menyebut itu sebagai Danau Biru. Konon, air yang ada dalam kolam itu bukan berasal dari genangan air hujan yang terkumpul dari bebukitan kapur di sekitarnya melainkan air yang memang bersumber dari bawah, dari cadas kapur yang sudah dikeruk. Dari puncak bukit, anda akan  terkagum menyaksikan bentang bukit kapur yang sudah dipahat dan dikeruk di sana-sini. Tampak seperti kawasan kota kuno. Di beberapa sudut, dinding kapur yang menghitam karena lumut memberi corak tegas pada setiap bagian patahan. Di kawasan puncak, hamparan gundukan yang diselimuti rerumputan hijau menjadi daya tarik sendiri. Dari kawasan puncak juga, kita bisa dengan leluasa memandang bentang alam dan pemukiman di sekitar Bangkalan.

Wisata alam Bukit Jaddih tidak hanya menawarkan Panorama Alam berupa bukit kapur yang pemandangannya sebelas dua belas dengan Cappadocia yang ada di Turki, tetapi disana juga terdapat kolam renang yang bernama “Goa Potte”. Selain itu karena disini adalah tempat pertambangan kapur, tentunya juga ada banyak goa – goal kecil sisa penambangan. Namun tidak disarankan untuk memasuki goa tadi karena cukup rapuh dan bisa runtuh kapan saja. Sebenarnya, daya tarik utama dari kawasan wisata Bukit Jaddih yang ada di madura ini adalah panorama alam sekitarnya yang fotogenik. Dengan suasana dan cuaca yang mendukung, kalian yang berkunjung ke tempat ini pastilah berkesempatan untuk mendapatkan foto yang bagus.

Perlu dicatat juga, meski tempat ini bagus dan layak untuk dijadikan sebagai tempat wisata, namun masih banyak penambangan batu kapur yang masih aktif. Sehingga para pekerja penambang kapur di dekat Bukit Jaddih masih banyak terlihat. Tiket masuk ke Bukit Jaddih adalah Rp 2000 dan biaya parkir disini adalah Rp 5000.

  1. Bukit Geger

Bukit Geger adalah salah satu dataran yang paling tinggi di Pulau Garam, Madura. Geger, dalam artian bahasa Maduranya adalah jatuh, konon ceritanya gunung Geger ini bermula. saat patih Prangguling yang dititahkan oleh raja Sanghyang untuk menghilangkan nyawa Putri Doro Gung. Sang putri yang hamil secara ghaib dinilai bisa menjadi aib bagi kerajaan Madengkemulan sehingga putri diasingkan ke hutan belantara. Patih Prangguling yang tidak tega membunuh putri akhirnya membawanya ke suatu tempat yang menjadi cikal bakal Madura, yaitu di daratan sempit namun ketika air laut surut dataran itu menjadi luas dan sekarang dinamakan Ghunong Geger tersebut. Dari kisah inilah yang menjadi awal mula pulau Madura, putra dari putri Doro Gung (Putri Kuning) bernama Raden Segoro yang kemudian menjadi penduduk pertama di pulau Madura.

Bukit ini memiliki ketinggian 200 meter diatas permukaan laut, letaknya sekitar 30 Km dari kota Bangkalan. Karena keindahan alam dan luasnya area Geger, biasanya pada waktu-waktu tertentu dijadikan tempat untuk penjelajahan para peserta kemah dalam kegiatan pramuka sekolah. Bukit ini dikelilingi oleh tumbuhan kayu Mahoni yang masih dalam hutan lindung, untuk menaiki Bukit Geger ini anda diharuskan melewati banyak sekali anak tangga yang melewati suasana alam yang asri, capek, tapi ketika sudah sampai diatas anda akan lupa karena tersihir oleh keindahan alamnya yang masih alami. Di hutan Gunung Geger banyak sekali kita temui hewan-hewan liar, seperti monyet, burung, ular, ayam hutan, dan beberapa jenis satwa liar yang keberadaannya tidak boleh kita ganggu. Pengunjung sendiri tidak diperkenankan memberi makanan kepada kawanan monyet karena dikhawatirkan akan terus diikuti, kecuali pada waktu-waktu tertentu.

Selain itu ada spot-spot indah si bukit ini yang dapat anda kunjungi juga, yaitu; Gua Pelanangan, Gua Petapan, Gua Potre, Gua Pancong Pote dan Gua Ular. Selain gua-gua tersebut, di Bukit Geger juga ada Cekungan Pangelean yang cocok untuk istirahat, selain itu ada juga panjat tebing dan Situs Planggiran, dimana itu adalah tempat pertama kalinya Dewi Ratna Roro Gung (Putri Kuning) melahirkan anak pertamanya yang bernama Raden Segara. Disana ada toilet yang berada dibawah anak tangga, jadi sebelum mules diatas, mending anda masuk toilet dulu dibawah hehe. Untuk beribadah anda bisa melakukan sholat di masjid depan pintu masuk.

  1. Bukit Kapur Arosbaya

Dahulunya, Bukit Kapur Arosbaya adalah sebuah tambang batu kapur biasa dengan bukit sisa pahatan. Namun sekarang bukit kapur ini telah menjadi objek wisata di Madura. Bukit bekas pahatan sisa penambangan kapur di sini justru menghadirkan bentuk-bentuk unik dan menjadi alasan orang-orang yang berkunjung ke sini.Tak hanya bekas pahatannya saja yang unik, namun warna Bukit Kapur Arosbaya yang merah merona menambah keunikan Bukit Kapur Arosbaya ini. Warga sekitar mengenal daerah tambang ini dengan sebutan “Bedel”.

Hampir sama dengan Bukit Kapur Jaddih, Bukit Kapur Arosbaya merupakan bekas penambangan batu kapur oleh warga sekitar yang meninggalkan bekas pahatan bebatuan yang bentuknya sangat eksotis. Banyak teman-teman fotografer atau muda mudi yang datang ketempat ini untuk mengabadikan pemandangan dan suasana bukit kapur yang cantik. Bukit pelalangan adalah nama lain dari Bukit Kapur Arosbaya. Lokasinya berada di Desa Buduran Kecamatan Arosbaya, rute menuju bukit ini cukup mudah. Jadi tidak heran kalau banyak muda mudi yang bermain ke tempat ini untuk berselfi ria dan menguploadnya ke sosial media masing-masing. Tak jauh dari Bukit Jaddih, terdapat pula bukit bekas penambangan kapur yakni Bukit Arosbaya yang berada di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Tak jauh berbeda dengan Bukit Jaddih, Bukit Pelalangan ini juga memiliki panorama keindahan corak seni pahatan dari hasil penambangan. Memang terdapat perbedaan warna kapur antara kapur yang berada di Bukit Jaddih berwarna putih, sedangkan Bukit Pelalangan berwarna coklat. Bukit ini juga menggemparkan dunia sosial media, karena banyak postingan foto yang sangat indah di upload di instagram.

  1. Air Terjun Durjan

Air terjun ini terletak di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Bangkalan. Untuk menuju lokasi air terjun ini memang tidak semulus yang dibayangkan, pencinta wisata alam akan dihadapkan medan yang lumayan berbatu, namun ini akan menjadi tantangan bagi penggemar offroad. Air terjun ini mengalirkan air yang sangat dingin dan hawa sejuk di sekitarnya. Batu-batu kecil, ganggang tanaman lumut serta akar pohon besar yang menembus bebatuan makin menambah keunikan dan eksotisme air terjun ini.

Air terjun ini tertutup pohon-pohon yang lebat. Tinggi air terjun ini sekitar 10-15 meter. Selain bisa menikmati dari bawah,kita bisa menikmati alam ini dari atas air terjun dengan mengitari air terjun melewati sawah sebelah kanan untuk bisa naik ke atasnya.  Batu-batu kecil, ganggang tanaman lumut serta akar pohon besar yang menembus bebatuan makin menambah keunikan dan eksotisme air terjun ini. Memang berwisata di Air Terjun Kokop, bukan sekedar menikmati air terjun, namun justru yang menarik, selama perjalanan mencapai lokasi ini, akan selalu dihadang oleh panorama alam terbukan, asri, serta menikmati hamparan sawah ladang serta sapaan masyarakat sekitar yang demikian bersahabat dan menmghhargai setiap tamu yang masuk wilayahnya.

Top

5 Destinasi Wisata Keren dan Hits di Banyuwangi

Banyuwangi sebagai sebuah kabupaten paling timur dari Pulau Jawa yang juga merupakan daerah perbatasan dengan Pulau Bali. Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menjadi salah satu tempat yang dilewati para wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali melewati jalur darat dan kemudian menyeberang di pelabuhan Ketapang. Mungkin nama Banyuwangi masih kalah populer jika dibandingkan dengan Bali namun tahukah anda pelabuhan yang ada di pesisir ini memiliki banyak sekali tempat wisata yang tidak boleh untuk dilewatkan begitu saja. Jadi bagi para wisawatan yang ingin berlibur ke Bali, bisa singgah sementara untuk menikmati beberapa tempat wisata yang paling direkomendasikan dimanapun yang diinginkan. Karena banyuwangi juga memiliki banyak keindahan bahari khususnya pantai maupun pulau kecil dengan daerah pesisir yang sangat indah. Berikut ini destinasi wisata yang ada di banyuwangi yang sayang untuk di lewatkan ketika melewati atau sedang berada di kabupaten ini.

  1. Pulau Merah

Pulau kecil yang berada di pantai Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Pulau Merah di selatan Kabupaten Banyuwangi ini berhasil memikat wisatawan melalui bentuknya yang menyerupai pegunungan yang berada di tengah pantai. Ombak yang menggulung di pantai ini merupakan salah satu destinasi yang disukai wisatawan mancanegara, khususnya mereka yang menyukai olahraga selancar (surfing). Ketika laut surut, para pengunjung dapat mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki menikmati keunikan gunung kecil yang berada ditengah pantai yang warna tanahnya berwarna merah, karena itu dinamakan pantai Pulau Merah. Pada saat pasang surut itu terlihat tanahnya merah. Ada juga yang mengatakan disebut Pulau Merah karena tepian bebatuan pantainya nampak berwarna seperti tanah merah.

Padahal pada awalnya, pantai ini disebut Pantai Ringin Pitu. Pergeseran nama dari Pantai Ringin Pitu menjadi Pulau Merah ini ada dua versi. Menurut versi pertama, karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan dari pulau setinggi 200 meter itu. Sedangkan versi kedua mengatakan, konon dari Pulau Merah yang ada di hadapan pantainya yang berjarak sekitar 100 meter, dulunya pernah terpancar cahaya merah, sehingga warga sekitar akhirnya menamainya Pulau Merah. Ombak besar di pantai yang berada di Teluk Pancer ini disukai para penggemar olahraga surfing atau selancar. Di waktu­waktu tertentu banyak wisatawan asing yang berselancar. Suasananya yang sejuk dan disempurnakan dengan jejeran pegunungan hijau membuat pengunjung seperti berada di surga.

Kondisi ombak Pulau Merah sangatlah cocok bagi para peselancar dari beragam tingkat, mulai dari pemula hingga professional. Pantai pulau merah lebih menjorok ke dalam dan tidak memiliki banyak batu karang seperti halnya di Pantai Plengkung, sehingga lebih aman bila digunakan berselancar bagi pemula. Angin laut Pulau Merah boleh dibilang cukup kencang sehingga menyebabkan gelombang lautnya relatif tinggi, bisa mencapai 4­5 meter. Bagi Anda yang berminat bermain selancar tidak harus repot membawa papan selancar dari rumah, karena Anda dapat menyewanya di lokasi, dengan ongkos sewa Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu Anda dapat berselancar sepuasnya. Untuk Anda yang hobi memancing bisa menyewa perahu tradisional untuk mendapatkan beragam jenis ikan sebanyak mungkin. Aktivitas lainnya yang bisa dilakukan adalah snorkeling atau menyelam. Bermain air dan pasir bersama kawan atau keluarga tentunya akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bermain bola, voli atau cukup berjalanjalan menyusuri pantai adalah pilihan yang lain yang bisa Anda lakukan. Harga tiket masuk ke pantai ini sebesar Rp 3000/orang dan saat weekend menjadi Rp 5000/orang.

  1. Teluk Hijau Greenbay

Pantai Teluk Hijau ini lokasinya berada di area Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggrahan, Banyuwangi, Jawa Timur. Jaraknya dari kota Banyuwangi sekitar 90 kilometer yang dapat ditempuh selama kurang lebih dua jam perjalanan. Akses menuju Teluk Hijau tidak hanya bisa dilalui melalui akses darat. Akses dari lautpun bisa dilalui melalui jalur pantai Rajagwesi dengan menyewa perahu. Green Bay Banyuwangi ini memiliki lanskap yang mirip dengan Tanjung Layar Bayah, Banten. Selain karena masih perawan, beberapa spot memiliki keindahannya masing-masing. Sebut saja salah satuny terdapat sebuah air tejun yang berada di tepi pantai yang dikelilingi batu karang yang cantik. Air terjun dengan tinggi sekitar 8 meter tersebut kerap digunakan sebagai tempat bilas alami.

Pantai Teluk Hijau ini relatif aman untuk berenang. Ombaknya tidak terlalu berbahaya namun tetap kalian harus waspada. Yang lebih menarik lagi di tempat yang sama terdapat pantai Batu. Benar, pantai ini dinamakan batu karena pesisir pantainya bukan ditutupi pasir putih nan lembut, melainkan hampir seluruhnya ditutupi oleh bebatuan yang bersih. Susunan bebatuan di Pantai Batu ini seperti sudah ditata secara rapi. Padahal, bebatuan tersebut tersusun secara alami. Beberapa warga menyebutkan bahwa asal muasal bebatuan tersebut hadir setelah pantai Batu ini sempat diterjang ombak besar sekitar tahun 1994. Awalnya pantai ini sama seperi pantai di Teluk Hijau yang memiliki pasir putih yang lembut. Namun setelah terjangan ombak dashyat itu, pasir di Pantai Batu ini secara alami tertutupi bebatuan yang menambah keunikan Pantai Batu. Hingga saat ini pantai ini dinamakan oleh warga dengan nama Pantai Batu.

Tak heran jika saat ini Teluk Hijau menjadi salah satu tujuan wisata populer di Banyuwangi. Sesuai dengan namanya, teluk ini berwarna hijau jika dilihat dari jauh. Ini berbeda dengan kebanyakan teluk atau laut yang biasanya berwarna biru. Warna hijau tersebut karena di dasar perairan dangkalnya terdapat alga yang memantulkan warna hijau di permukaan perairannya.

  1. Bangsring Underwater

Pantai Bangsring yang dikenal dengan nama Bunder, singkatan dari Bangsring Underwater, memiliki terumbu karang yang masih asli maupun yang baru ditanam dalam wilayah seluas 15 hektar di Selat Bali ini. Selain menyaksikan terumbu karang, wisatawan akan melihat banyak ikan hias yang cantik yang mengelilingi coral, baik soft coral maupun hard coral, yang hidup di perairan tersebut. Kerennya lagi, untuk menikmati keindahan bawah laut Bangsring, wisatawan tidak perlu jauh-jauh mencapainya di tengah laut. Hanya dalam jarak puluhan meter dari pantai, eksotisme surga bawah laut Bangsring sudah terpampang nyata. Kawasan Bangsring underwater yang berada di Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi ini sangat terjaga keasriannya. Tidak heran karena tempat ini merupakan area konservasi terumbu karang yang digagas oleh kelompok nelayan tradisional setempat yang menamakan diri Bangsring Samudra Bakti.

Wisata Bunder menawarkan wisata bahari seperti rumah apung,snorkeling, diving, renang bersama anak ikan hiu serta memberi makan ikan laut liar yang ada di Selat Bali. Untuk menyusuri pantai Bangsring, wisatawan dapat menggunakan perahu nelayan, banana boat, kano dan balon air. Untuk memasuki wisata Bunder, wisatawan tidak ditarik tiket masuk, melainkan hanya dikenakan ongkos parkir sebesar Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 3 ribu untuk motor. Sedangkan jika wisatawan menyewa alat snorkeling dikenakan biaya Rp 35 ribu yang terdiri dari rompi pelampung, kacamata google dan snorkle, sedangkan kalau sewa kamera underwater Rp 150 ribu. Oya kebersihan alat snorkle ini cukup terjaga, karena setelah digunakan pengunjung akan dibilas dengan air tawar oleh petugas.

Selain itu daya tarik Bangsring Underwater adalah keberadaan Rumah Apung yang merupakan bantuan dari pemerintah. Rumah apung ini didirikan diatas laut yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Untuk mencapai rumah apung bisa naik perahu dengan membayar Rp 10 ribu/orang PP. Rumah apung Bangsring tersebut berukuran ukuran 27 x 7 meter dengan bentuk bangunan semacam gubuk atau tempat singgah. Saat ini Rumah Apung tersebut mempunyai fasilitas 8 kolam keramba, 17 Kano, 4 banana boat, beragam peralatan selam, dan dilengkapi toilet yang representatif berjumlah 35 buah. Didalam kolam keramba yang berukuran 3×3 meter berisi berbagai macam ikan hias, lobster, kerapu dan ikan hiu yang digunakan untuk pembelajaran masyarakat untuk mencintai lingkungan laut. Rumah Apung Bangsring sendiri telah ditetapkan sebagai contoh pengelolaan rumah apung terbaik se-Indonesia oleh pemerintah pusat.

  1. Air Terjun Jagir

Air terjun jagir ini terletak di Dusun Kampung Anyar, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Air Terjun Jagir ini memiliki keunikan dimana dalam satu lokasi terdapat tiga air terjun, masyarakat sering menyebut air terjun Three In One, air terjun kembar, air terjun bersaudara, sampai air terjun bidadari karena airnya yang saking jernihnya diibaratkan sebagai pemandian bidadari. Air yang mengalir dari Air Terjun Jagir ini berasal dari mata air yang terletak di atas air terjun langsung, yakni mata air sumber Pawon, yang diartikan dapur, tempat makanan dan minuman berasal. Air terjun memiliki aliran air yang menyebar, jadi dalam satu air terjun bisa terdapat tiga aliran air terjun sekaligus.

Awal mula mengapa air terjun ini dinamakan dengan nama Jagir, adalah karena banyaknya pohon Jagir yang tumbuh disekitar air terjun, yang dikeramatkan oleh masyarakat dan konon katanya hanya bisa tumbuh di kampung Anyar. “Konon, pohon tersebut hanya bisa tumbuh di daerah sini, dan karena banyak sekali tumbuh disini, makanya dinamakan Pohon Jagir. Air Terjun Jagir atau air terjun kembar ini memiliki dua buah air terjun utama, yang pertama berada di bawah badan jalan, ditempuh berjalan kaki sekitar 5 menit. Dengan ketinggian air terjun kurang lebih sekitar 10 meter. Nah air terjun berikutnya agak masuk hutan, mengikuti aliran air ke atas, sekitar 15-20 menit untuk mencapai air terjun yang tingginya sekitar 30 meter. Cukup tinggi dengan curahan air yang sangat deras.

Fasilitas yang ada di Air Terjun Jagir ini cukup lengkap, seperti tempat ganti pakaian, wc dan toilet, yang cukup representatif. Berbagai macam kuliner khas pun tersedia disini, juga oleh-oleh yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan.

  1. Jawatan Benculuk

Wisata Jawatan Benculuk mulai didirikan pada tahun 1951 sampai tahun 1962. Berdasarkan data arsip Perhutani pemerintahan Banyuwangi, luas tempat wisata ini dulunya 5,2 hektar. Dan sampai saat ini luas lahan yang tersisa tinggal 3,8 hektar. Uniknya, Jawatan Benculuk Banyuwangi adalah satu satu nya tempat yang mempunyai sumber tenaga listrik mandiri. Jadi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik tempat wisata ini tidak bergantung pada daerah lainnya. Selain itu Jawatan juga masih menyimpan sebuah kereta tua (Sepur Klutuk) yang dilengkapi dengan teknisi dan juga bengkel nya. Dan kereta tua ini dulunya beroperasi antar kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, mulai dari Kalibaru, Genteng, Purwoharjo, Alas Purwo, Srono, Rogojampi, dan Banyuwangi Kota. Di beberapa kecamatan tersebut, rel Sepur Klutuk ini masih bisa dijumpai, namun kebanyakan rel sudah banyak yang hilang, baik tertimbun tanah maupun dikarenakan ulah tangan tangan yang tidak bertanggung jawab.

Tempat  ini sebetulnya bukan dibangun untuk tempat wisata, melainkan sebagai area resapan air dan penimbun kayu jati yang dikelola oleh Perhutani Banyuwangi. Namun keberadaan pohon-pohon trembesi yang rindang dan menjulang tinggi menciptakan sebuah pemandangan nan eksotis sekaligus misterius, sehingga banyak orang yang datang ke sini untuk menikmati pesonanya. Jawatan Benculuk Banyuwangi merupakan sebuah bangunan tua yang dulunya digunakan untuk pengelolaan Transportasi Kereta Api. Namun, saat ini wisata Jawatan sudah beralih fungsi sebagai tempat wisata. Jawatan Benculuk selain difungsikan sebagai tempat wisata juga difungsikan sebagai area resapan air dan penimbun kayu jati yang berkualitas yang dikelola oleh Perhutani Banyuwangi. Kalau Anda hobi hunting foto, maka saat yang paling tepat ialah di sore hari ketika sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah pepohonan sehingga tampak begitu magis. Tak heran jika di sore hari, kawasan ini kerap dikunjungi warga untuk bersantai menikmati udara segar, bersepeda, berolahraga, atau bahkan melakukan foto pre-wedding. Selain menyuguhkan keindahan alam, kawasan wisata Jawatan juga menawarkan beberapa aktivitas lain seperti memancing dan arung jeram, tentu saja dengan biaya tambahan.

Fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola wisata Jawatan Benculuk sangatlah memadai, hal ini dimaksudkan untuk membuat wisatawan yang berkunjung ke tempat ini merasa betah dan nyaman. Fasilitas yang tersedia antara lain; Musholla, Toilet, Wifi gratis, Lapangan Bola, Lapangan Tenis, Lapangan Voli, Lapangan Karate, Sejumlah Minimarket, Warung kopi, Kantin Dan Sungai yang bebas untuk di pancing.

Top

5 Destinasi Wisata Di Bojonegoro

Bojonegoro adalah kota yang berbatasan dengan jawa tengah dimana letak secara geografis sebelah utara berbatasan dengan kota bumi wali yaitu Tuban, sebelah barat dengan Blora, sebelah selatan berbatasan dengan Nganjuk, Madiun dan Ngawi, dan sebelah timur berbatasan dengan Lamongan. Bojonegoro secara disebelah utara di lalui sungai terkenal yaitu bengawan solo dimana membawa dampak positif bagi warga bagian utara kota Bojonegoro karena pertanian mereka subur akibat tidak kekurangan air ada suply dari bengawan solo. Bojonegoro terkenal dengan yang namanya Masyarakat Samin dimana pada zaman dulu ada sebuah desa di bojonegoro yang menentang apa yang menjadi peraturan Belanda di prakarsai oleh tokoh yang namanya Samin, hasil bumi dll tidak mau di jual ke Belanda mereka lebih baik memakan sendiri hasil bumi mereka dari pada menjual ke Belanda kala itu, perjuangan gigih Masyarakat yamin ini sampai sekarang masih terkenang oleh warga Bojonegoro. Bojonegoro memiliki ragam tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Berikut ini 5 destinasi wisata yang bisa menjadi rekomendasi untuk dikunjungi ketika di bojonegoro.

  1. Kayangan Api Bojonegoro

Api Abadi Kayangan Api adalah sumber api yang tak hunjung padam yang terletak di kawasan hutan lindung Desa Sendangharo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Destinasi geologi dibalut sejarah budaya itu terletak di tengah hutan lindung yang banyak ditanam pohon Jati. Komplek ini merupakan sebuah wisata yang menyuguhkan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah. Gas alam ini tersulut api sehingga menciptakan api yang tak pernah padam walau di terpa hujan. Lokasi ini makin populer setelah dijadikan tempat pengambilan api Pekan Olahraga Nasional (PON) XV pada tahun 2000.

Konon cerita yang berkembang, Api Kayangan ini adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau empu Supa yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Mbah Kriyo pada zaman dulu merupakan seorang yang sering membuat alat-alat pertanian dan alat pusaka keris, tombak, cundrik dan sebagainya. Bertahun-tahun membuat peralatan tersebut akhirnya Mbah Kriyo memutuskan untuk bertapa di tengah hutan. Saat bersemedi, Mabh Kriyo membawa api dan menyalakannya dibebatuan, tepat di sebelahnya. Api itulah yang dipercayai terus berkobar hingga saat ini dan disebut dengan Kayangan api. Api tersebut digunakan untuk menympurnakan pusaka yang ia buat. Menurut beberapa sumber, jika malam hari bara api yang terbentuk terkadang menyerupai bentuk senjata tradisional yaitu keris, dan payung pusaka.

Tidak jauh dari lokasi tumpukan batu api yang diberi batas pagar beton memutar itu, ada sumber air berwarna keruh yang dipercaya sebagai tempat membasuh pusaka setelah diproses di Kayangan Api. Air tersebut seperti mendidih bergerak dari dalam tanah aroma belerang sangat kuat di sekitar sumber air tersebut. Sumber air yang dikenal dengan nama Sumur Blekutuk tersebut berada di dekat pohon dengan dua akar yang dipercaya sebagai pintu masuk asli kawasan pembuatan pusaka Kerajaan Majapahit. Di komplek wisata itu juga terdapat sejumlah artefak yang diduga terkait dengan eksistensi Kerajaan Majapahit. Kayangan Api sempat populer pada tahun 2000 karena ditunjuk sebagai tempat pengambilan api untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XV di Surabaya, di mana Jawa Timur sebagai tuan rumah.

  1. Air Terjun Krondonan

Air Terjun Krondonan terletak di daerah Kec. Gondang Bojonegoro. Sebenarnya belum ada namanya, hanya saja tempatnya masih berada di desa krondonan, oleh sebab itu banyak yang menyebutnya “Air Terjun Krondonan”. Akses untuk menuju kesana memang lumayan jauh karena melewati hutan hutan jati dan jalan setapak. Namun semua perjalanan itu akan terbayar dengan kepuasan keindahan alamnya yang mempesona. dari arah kota Bojonegoro bertolak ke selatan sekitar 37km. Setelah sampai di Kec. Gondang masih diteruskan dengan menaiki pegunungan yang lumayan tinggi. Tidak ada plang atau papan petunjuk disarankan untuk bertanya pada warga sekitar. Hamparan pegunungan yang tinggi menjulang cukup membunuh rasa lelah, udara yang sejuk, dan sawah yang hijau, serta gemercik air yang menenangkan jiwa.

Menurut warga setempat, debit air sangat tinggi pada puncak musim hujan. Air berwarna keruh kecokelatan. Sedangkan  pada puncak musim kemarau, debit air sangat rendah sehingga tak tampak lagi air terjun yang deras. Yang ada adalah air yang merembes di dinding tebing. Jadi, jika ingin mendapatkan view terbaik dengan medan sungai yang mudah dilalui, datanglah pada akhir musim hujan atau menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau.

  1. Negeri Atas Angin

Negeri Atas Angin yang berada di Desa Deling, Kecamatan Sekar. Tempat ini juga dapat diakses dengan mudah dari Madiun karna lokasinya berada di kawasan perbatasan Bojonegoro dan Madiun. Objek utama tempat ini adalah sebuah bukit dengan ketinggian 650 mdpl. Dari ketinggian itu kita bisa menyaksikan pemandangan alam yang terlihat begitu indah. Selain mempunyai panorama alam yang indah. Bojonegoro ini juga menyimpan cerita atau legenda rakyat yang menarik.

wisata Negeri Atas Angin menawarkan obyek wisata yang berupa pemandangan alam di perbukitan, Jadi pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan dari atas bukit yang dinamakan Bukit Cinta. Disini juga menawarkan olahraga paralayang sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan alam indah ke segala penjuru pegunungan kapur. Saat ini wisata Negeri Atas Angin terus dikembangkan dengan membangun sejumlah sarana prasarana untuk menarik wisatawan baik wisatawan lokal maupun asing. Untuk bisa menikmati wisata di negeri atas angin pengunjung akan dikenakan karcis yang harganya cukup murah.

Selain itu, Objek wisata ini sangat cocok bagi anda yang hobi mendaki, dengan potensi wisata alam yang sangat indah banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di tempat wisata ini, selain melihat panorama alam yang begitu menggoda mata para pengujung diantaranya ada hal ­ hal seru lainya yang bisa kita lakukan seperti : Mendaki Bukit Cinta, camping, Berenang Di Junopuro, FlayingFox, Melihat Sunset sore hari saat cuaca mendukung, Melihat Sunrise pagi hari saat cuaca mendukung dan Spesial di hari minggu anda para wisatawan akan di suguhi hiburan ujar kepala dinas pariwisata.

  1. Kedung Maor

Air Terjun Kedung Maor berasal dari aliran Kali Soko dan limpahan air dari Waduk Pacal. Air Terjun Kedung Maor terletak di pertengahan hutan tepatnya di kawasan hutan RPH (Resort Pemangkuaan Hutan) Tretes, KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Bojonegoro. Anda bisa mencapai lokasi Air terjun ini sekitar satu jam setengah dengan jarak 40 km dari Kota Bojonegoro ke arah selatan Arah Nganjuk. Tepatnya di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Untuk masuk ke obyek wisata ini, kamu tidak akan dikenai biaya masuk, tapi dikenai biaya parkir seharga Rp. 5.000,00 untuk roda dua dan Rp. 10.000,00 untuk kendaraan roda empat.

Untuk sampai ke lokasi ini, kamu bisa menempuhnya dengan jarak 32 km dari pusat Kota Bojonegoro. Aksesnya pun tidak terlalu sulit, meskipun jalanan menuju lokasi ini masih berupa makadam, tapi jalannya cukup lebar dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Di lokasi ini kamu bisa memanfaatkan waktumu untuk sekadar berselfie ataupun berenang. Nah, kalau kamu ingin berenang, kami sarankan agar kamu lebih berhati-hati, soalnya kedalaman kedung ini bisa mencapai 3-7 meter. Seperti air terjun pada umumnya, air terjun ini juga akan berwarna keruh ketika sedang banjir atau sedang turun hujan yang lebat, karena air terjun ini merupakan aliran dari kali soko dan waduk pacal yang sangat deras intensitas airnya.

  1. Teksas Wonocolo

Mendengar Texas, tentu yang terlintas di otak kita adalah Amerika Serikat. Negeri yang kaya akan destinasi wisata dan terkenal sebagai penghasil minyak terbesar di dunia. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur baru saja diresmikan destinasi objek  wisata baru oleh Bupati Bojonegoro Kang Yoto dengan nama “The Little” Teksas Wonocolo pada hari Rabu, 27 April 2016.

Objek wisata “The Little” Teksas Wonocolo terletak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro.Teksas Wonocolo di Bojonegoro, destinasi wisata baru bertema minyak bumi. Traveler yang suka jeprat-jepret pasti akan girang ketika mengunjungi Desa Wisata Migas atau GeoPark di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. ulisan Teksas Wonocolo ini adalah kesengajaan dan memiliki arti. “Teksas yang dimaksud disini singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera. Dan ini idenya Kang Yoto (Bupati Bojonegoro).

Top

5 Destinasi Wisata Alam yang Menakjubkan di Bondowoso

Bondowoso memang sebuah kota kecil di wilayah timur. Kabupaten Bondowoso tidak punya wilayah perbatasan dengan laut, sehingga jangan nanya wisata bahari atau pantai. Di wilayah utara, Bondowoso dibatasi oleh Kabupaten Situbondo, di selatan sama Kabupaten Jember, sebelah timur Kabupaten Banyuwangi dan sebelah barat Kabupaten Probolinggo. Pusat Bondowoso berada di jalur persimpangan jalur antara Besuki dengan Situbondo menuju Jember. Bondowoso dihuni sekitar 800 ribu jiwa dan luas wilayah 1.560 kilometer persegi, termasuk wilayah sedang di Jawa Timur. Saat ini dipimpin oleh Bupati Amin Said Husni dan wakil Bupati Salwa Arifin Jaya. Amid Said memerintah sejak tahun 2008 dan kembali menang pilkada tahun 2013. Bondowoso dapat dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu wilayah barat yang berupa pegunungan (bagian dari pegunungan Iyang), bagian tengah berupa dataran tinggi dan bergelombang, dan bagian timur berupa pegunungan (bagian dari dataran tinggi Ijen). Bondowoso adalah satu-satunya wilayah kabupaten di daerah Tapal Kuda yang tidak memiliki garis pantai. Bondowoso adalah kota kecil dengan kondisi geografis pegunungan, perbukitan, dan dataran rendah. Banyak tempat menarik di Bondowoso yang dapat memberikan kita kesan wisata yang sangat menyenangkan dan indah.

  1. Air Terjun Tancak Kembar

Wana wisata air terjun Tancak Kembar terletak di Desa Andongsari Kecamatan Pakem sekitar 25 km arah barat dari kota Bondowoso. Tinggi tebing air terjun ini 77 m yang berhawa sejuk terdapat pada kawasan hutan lindung dengan ketinggian 1100 mdpl. Ada dua aliran air terjun yang satu sama lain berjarak sekitar 20 meter. Kedua air terjun tersebut memiliki ketinggian yang sama. Oleh karena itu, kedua air terjun itu lantas disebut dengan tancak (air terjun, bahasa Madura-red) kembar. Dua air terjun itu juga disimbolkan laki-laki dan perempuan. Pemanfaatan air terjun sampai saat ini tidak hanya untuk tempat rekreasi saja, akan tetapi untuk sarana irigasi, bahkan menurut masyarakat setempat, orang yang mandi disini dapat menambah awet muda. Lokasi obyek ini didukung oleh panorama alam yang indah dan menawan untuk dinikmati oleh pengunjung, serta didukung adanya pusat penelitian kopi arabica dan cacao seluas 180 Ha.

Dinamakan Air Terjun Air Terjun Tancak Kembar karna ada dua buah air terjun yang terletak berdampingan. Masing-masing air terjun memiliki tinggi sekitar 70 meter. Lokasi air terjun ini berada di alam bebas yang membutuhkan perjuangan untuk mencapainya. Air terjun ini memiliki sebuah mitos. Konon, air terjun ini pernah digunakan mandi oleh Dewi Rengganis yakni seorang putri raja kerajaan Majapahit yang terkenal dengan kecantikannya. Itulah sebabnya kenapa air di air terjun ini dipercaya memiliki kasian awet muda. Pada hari-hari tertentu, banyak pengunjung yang sengaja datang untuk sekadar melakukan ritual. Mereka biasanya membawa sesaji dan menggelar selamatan di sekitar air terjun yang kemudian dilanjutkan dengan mandi.

  1. Kawah Ijen

Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru, dan Merapi. Gunung Ijen terletak di sebelah timur Gunung Merapi (di Jawa Timur juga terdapat gunung yang memiliki nama yang sama dengan gunung di Jawa Tengah yaitu Gunung Merapi). Kawasan Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso. Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.

Tempat wisata terindah di Bondowoso jatim yang satu ini memiliki keindahan alam yang begitu memukau. Untuk menuju ke lokasi wisata ini bisa di tempuh melalui 2 jalur yaitu jalur utara dan jalur selatan. Untuk jalur utara, bisa ditempuh dengan waktu 2,5 jam dari situbondo menuju Sempol yang nantinya berakhir di Paltuding. Sedangkan dari jalur selatan, bisa di lalui dari banyuwangi menuju Licin yang bisa di tempuh dengan jarak 35 km. Kawah ini memiliki panjang pendakian sepanjang 3 km yang bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Pendakian menuju kawah ini dapat di bilang cukup sulit karena memiliki kemiringan 25 sampai dengan 35 derajat. Jalur pendakian menuju kawah juga sangat terjal dan berpasir sehingga diperlukan keahlian dan persiapan khusus untuk menuju ke wisata ini. Tentunya setelah sampai ke kawah Ijen ini, akan terbayar semua kelelahan.

Kawah ini di selimuti dengan asap belerang dengan kawah belerang yangberwarna hijau tosca dan ada nyala api biru atau blue fire yang hanya bisa dijumpai di 2 tempat di seluruh dunia. Blue fire atau api yang berwarna biru. Di dunia, blue fire hanya ada di Islandia dan Indonesia (Ijen) saja. Biasanya blue fire turun ke kawah hanya pada waktu tertentu, yaitu dini hari pukul 01.00 – 02.00. kenapa warna apinya biru? Karena campuran sulfur dari kawah ijen itu sendiri dengan panas bumi yang mencapai 300 derajat celcius, maka menghasilkan warna biru pada api, saking panasnya. Jika matahari sudah mulai tampak, warna apinya berangsur-angsur menjadi kuning atau oranye.

  1. Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di Desa Jampit, Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Kawah ini letaknya cukup dekat dari Kawah Ijen hanya sekitar 20-30 menit saja. Lokasi sekitar kawah ini cukup menarik karena berupa savanna padang rumput sejauh mata kita memandang, dikelilingi pegunungan-pegunungan tinggi terkesan dan tidak percaya ini masih di Jawa. Kawah Wurung adalah sebuah kawasan perbukitan yang memiliki hamparan padang rumput (savana) yang hijau dengan cerukan yang berbentuk seperti kawah gunung. Perbukitan tersebut dikelilingi sebuah lubang raksasa seperti kaldera. Kawah Wurung berarti kawah yang tidak jadi atau bisa diartikan kawah yang telah mati. Kalau sebuah kawah umumnya terdapat air atau endapan belerang dengan buih­buihnya, maka di sini sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah perbukitan yang diselimuti rerumputan hijau diselingi dengan sedikit pepohonan di beberapa bagiannya.

Ada yang mengatakan pemandangan Kawah Kurung merupakan miniatur Gunung Bromo, ada pula yang mengingatkan padang savana di sana bak di New Zealand, landscape nya disebut­sebut juga bak di film televisi Teletubbies. Bentuk bukitnya yang indah dan kehijauan membuatnya dijuluki sebagai jamrudnya Bondowoso. Semua pujian sah­sah saja karena memang begitu adanya. Sebelum mencapai Kawah Wurung, Anda akan melewati jalan yang menanjak dan bergelombang sejauh sekitar 100 meter yang dinamakan Tanjakan Cinta. Ujung dari tanjakan ini adalah sebuah puncak bukit yang melingkar, yang disebut Bukit Cincin. Bukit cincin merupakan sebuah kubangan besar yang berbentuk seperti kaldera besar. Bukit ini terlihat seperti melingkari Kawah Wurung, mungkin karena itu dinamai seperti itu.

Dari atas bukit terlihat jelas hamparan luas rumput hijau bak permadani. Beberapa fauna seperti kijang dan sapi berkeliaran bebas di padang rumput ini. Jika pandangan diarahkan ke sekeliling, terlihat dikejauhan bibir kaldera Ijen berdampingan dengan puncak Merapi, sementara di sudut lain nampak Gunung Raung dengan kalderanya yang terjal. Yang pasti pecinta fotografi yang amatiran pun tidak akan habis­habisannya mengabadikan keindahannya. Kawah Wurung tidak selalu tampil dengan pesona hijaunya. Ini hanya bisa disaksikan di musim hujan, sedangkan jika traveler datang pada saat musim panas, pemandangan padang savananya berubah menjadi merah muda merona sampai kekuningan. Namun pesonanya tetap tak pudar. Selain itu anda dapat menjelajahi perbukitan dengan berjalan kaki, ada cara lain yang bisa dilakukan, seperti bersepeda gunung, berolahraga ringan, atau mendirikan hammock menikmati suasana sekitar. Kawah Wurung juga menjadi salah satu lokasi pengambilan foto untuk pre­wedding yang menarik.

  1. Situs Megalitikum Bondowoso

Situs ini terletak di tengah perbukitan Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Tapi batu bersusun yang dikenal dengan nama Batu So’on (so’on dalam Bahasa Madura berarti susun –karena penduduk lokal banyak yang berasal dari Madura) atau Batu Solor (karena berada di Desa Solor) ini bentuknya sedikit mirip Stonehenge. Di sini pengunjung bisa menjumpai batu besar yang menumpuk dengan begitu fantastis. Nggak kalah dengan Stonehenge yang ada di Inggris. Biarpun sering dijuluki sebagai salah satu situs megalitikum di Indonesia, tapi belum ada penelitian resmi yang menjelaskan asal muasal dari batu-batu yang ada di lokasi tersebut. Situs megalitikum yang merupakan peninggalan pada masa jaman batu besar. Di situs ini Anda akan melihat secara langsung sarkofagus yang juga di kenal sebagai keranda yang terbuat dari batu cadas. Fungsinya yaitu sama dengan kuburan batu atau dolmen. Situs seperti ini jarang sekali di temui dan salah satunya bisa Anda lihat langsung di desa Gliseran kecamatan Wringin Bondowoso.

Untuk menuju lokasi Batu Solor, diperlukan upaya yang cukup keras karena jalan akses yang rusak parah. Selain melewati pemukiman warga, kita juga akan melewati perbukitan, serta persawahan. Namun jangan kawatir, meski akses ke lokasi terbilang cukup susah, terutama saat musim hujan, semuanya akan terlunasi ketika tiba di lokasi Batu Solor. Jika anda berangkat dari kawasan kota Bondowoso, diperlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai di tujuan. Kendaraan yang disarankan adalah mobil offroad dan motor trail, sebab jalannya cukup terjal dan penuh bebatuan.

  1. Kawah Ilalang

Kawah ilalang ini berada di sebelah timur dari kawah wurung, tepatnya di dusun Curah Macan, desa Kalianyar kecamatan Sempol Bondowoso. Pesona kawah ilalang ini adalah ilalang yang tumbuh subur di sekitar lokasi yang sangat jarang ditemui di tengah kota. Dengan ditambah hembusan angin yang membuat seakan terdengat auman singa, dan dihiasi panorama pegunungan ijen di sekitarnya menambah keindahannya. Jika Anda hendak menuju kawasan Kawah Ilalang, Anda bisa melaju ke daerah Sempol dan cukup mengikuti arah plang “Kawah Wurung”. Kawah Ilalang ini berada di wilayah Kecamatan Sempol, satu jalur dengan wisata Kawah Wurung. Tapi Anda perlu sedikit hati-hati karena tidak ada penanda untuk kawasan Kawah Ilalang. Jika Anda salah jalan, maka akan tersesat.

Di kawasan Kawah Ilalang banyak ditumbuhi oleh tanaman ilalang, oleh karena itu tempat keren ini dinamakan Kawah Ilalang, pemandangan di lokasi ini tak perlu diragukan lagi, sangat cocok untuk menyegarkan mata dengan sejauh mata memandang akan terlihat hamparan rerumputan hijau. Kawah Ilalang tak hanya menawarkan pemandangan ilalang dan rumput saja, melainkan disini kita juga bisa melihat Kawah Wurung dari sudut pandang berbeda, gunung Raung yang terlihat kokoh beridiri hingga gunung Ijen yang terletak di Banyuwangi. Masyarakat sekitar lebih mengenal tempat ini dengan nama Bukit Glaman atau Lawang Seng,

 

Top

5 Destinasi Wisata Menarik di Gresik

Gresik adalah sebuah daerah di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Gresik, yang berbatasan dengan Surabaya, memang terkenal sebagai salah satu kota industri di Jawa Timur. Daerah ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Selat Madura di sebelah timur, Kabupaten Lamongan di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, serta Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto di sebelah selatan. Beberapa industri besar berada di sini, seperti industri semen, petrokimia, dan peralatan elektronik. Di kota ini berdiri pabrik semen pertama sekaligus perusahaan semen terbesar di Indonesia. Bersama dengan Sidoarjo, Gresik merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila. Meskipun terkenal dengan kota industri, Gresik juga menyimpan beragam obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa destinasi yang dapat dikunjungi di Gresik yaitu;

  1. Pulau Bawean

Meski letaknya di tengah-tengah Laut Jawa, Pulau Bawean ini masih bagian dari Kabupaten Gresik. Secara geografis kepulauan Bawean terletak antara 112 45’ Bujur Timur dan 5 45’Lintang Selatan. Luas wilayah sebesar 196,27 Km. kepulauan Bawean terdiri dari 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Pulau yang letaknya 80 mil atau 120 km dari Gresik membutuhkan waktu 3 jam bila ditempuh dengan menggunakan kapal cepat atau 8 jam bila ditempuh menggunakan kapal biasa. Pulau ini ternyata menyimpan sejuta eksotisme pariwisata di dalamnya. Pulau Bawean merupakan pulau kecil yang terletak di sisi utara Pulau Jawa. Pulau Bawean bisa menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang mengasyikkan. Di pulau ini terdapat suaka alam dan suaka margasatwa. Selain itu wisata pantainya pun juga mempesona, masih alami, bersih, dan masih jarang dikunjungi wisatawan. Di pantai ini, Anda bisa bermain dengan aman dan nyaman.

Tak hanya itu, di Pulau Bawean juga tersimpan kekayaan alam lainnya yang bisa Anda kunjungi diantaranya sejumlah pantai berpasir putih di sekeliling pulau, wisata pemandian air panas, air terjun, Danau Kastoba, sampai Pulau Noko yang bisa kamu jelajahi dengan berjalan kaki saat laut surut. Selain itu, ada rusa Bawean (Axis kuhli), spesies endemik yang dijadikan sebagai maskot bagi Kabupaten Gresik. Untuk menuju kemari, kamu bisa menumpang kapal cepat ekspres bahari milik swasta, atau kapal ASDP Gili Iyang.Jika beruntung, Anda bisa menjumpai Rusa Bawean yang menjadi maskot dari Kabupaten Gresik. Salah satu fenomena yang khas di Pulau Bawean adalah menu ikan yang berlimpah. Masyarakat Bawean menanam sayuran secara terbatas seperti sawi, bayam, kangkung dan singkong, sedangkan sayuran lain seperti wortel, dan cabai dibawa dari Gresik. Hal ini mengakibatkan harga sayuran menjadi sangat mahal jika tidak ada kapal yang berlabuh yang membawa sembako dan sayuran.

  1. Gunung Kapur Sekapuk

Sekapuk merupakan nama sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Ujung pangkah Kabupaten Gresik. Terletak di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. Desa ini terletak 5 km dari arah pantai Utara Jawa, penduduknya mayoritas bekerja sebagai petani dan penggali tambang gunung kapur. Awalnya Gunung kapur Sekapuk merupakan salah satu perbukitan kapur di wilayah Gresik, gunung ini merupakan sebuah bukit kapur biasa, semenjak tahun 1950-an gunung kapur ini mulai digali, digergaji dan dipahat. Semenjak tahun itulah bentuk alam gunung ini menjadi berubah. Bentuk yang dihasilkan dari pahatan dan penggalian liar oleh para warga membentuk sebuah arsitektur yang eksotisme dan menawan jika dilihat. Kawasan ini terbentang sepanjang 2-3 km mulai dari desa sekapuk sampai desa Cangaan Gresik. Untuk akses jalan masuk masih belum rata dan bisa ditempuh dengan jalan kaki, sepeda gunung, sepeda motor dan mobil.

Hingga saat ini, tempat tersebut sebenarnya bukan lokasi wisata. Yang unik dari tempat ini adalah bekas aktivitas penggalian yang dilakukan selama bertahun-tahun membuat bentuknya jadi tampak unik. Tebing dan lorong kapur yang ada membuatnya memiliki sisi yang menarik perhatian wisatawan. Bergeser ke area yang lain, Anda bisa menemukan sebuah sisa bukit kapur yang bentuknya menyerupai bangunan peradaban kuno. Untuk sesaat, mungkin Anda akan serasa sedang mengunjungi kawasan Eropa yang kaya akan kebudayaan masa lalunya. Sisa bukit kapur yang menjulang, ditambah hiasan tanaman liar dan lumut yang tumbuh di sana, membuat eksotisme lokasi ini jadi makin terasa.

  1. Bukit Jamur Gresik

Salah satu tempat unik yang bisa kita kunjungi di Gresik adalah Bukit Jamur. Letaknya hanya sekitar 20 km saja dari pusat kota Gresik dan tepatnya terletak di Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur. Untuk mencapi tempat ini dapat diakses dengan mudah baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Luasnya tempat wisata bukit jamur gresik ini sekitar 2 hektare dan berada di tengah perbukitan yang sudah diratakan dengan luas 250 hektare. Awalnya dulu nama bukit tersebut bukan Bukit Jamur melainkan namanya Bukit Dakar. Tapi karena mengingat sebutan nama Dakar itu kurang enak di dengar yang merupakan nama kelamin, akhirnya beri nama Bukit Jamur dan itu juga bukan tanpa alasan, bukan hanya nama dakar kurang enak didengar akan tetapi nama bukit jamur didukung juga dari bentuk bebatuan memang menyerupai tanaman Jamur.

Lokasi ini sebenarnya merupakan sebuah lahan penambangan batu kapur yang dimiliki oleh perseorangan. Konon, eksplorasi batu-batu kapur di tempat ini membuat batu-batu yang bentuknya seperti jamur tersebut menjadi terlihat. Melihat potensinya sebagai sebuah tempat wisata, pemilik lahan akhirnya bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk mengelola tempat ini sebagai tempat wisata. Bukit Jamur di Gresik ini dibuka untuk umum hanya pada hari minggu saja, karena untuk hari biasa banyak pekerjaan proyek yang berjalan disekitar lokasi bukit jamur, karena dikhawatirkan pengunjung bisa mengganggu jalannya proyek disaat hari kerja, maka disaat hari kerja lokasi ini ditutup untuk umum. Untuk masuk lokasi bukit jamur ini, pengunjung harus menyerahkan KTP di pos penjagaan (seperti yang saya alami saat berkunjung kesana), dan membayar tiket masuk sebesar Rp. 3.000 untuk sepeda motor dan Rp. 10.000 untuk mobil. Untuk parkir kendaraan tidak perlu khawatir, karena di dekat lokasi bukit jamur sudah ada petugas yang berjaga mengatur parkir pengunjung dan area parkir juga sangat luas. Selain itu karena di tempat wisata ini sangat panas, anda menyewa payung seharga Rp 3000 – Rp 5000 sesuai dengan ukuran payung yang disewakan.

  1. Air Terjun Laccar

Air Terjun Laccar terletak di desa kebun teluk dalam, kecamatan sangkapura, pulau bawean. Air terjun ini letaknya sedikit agak terpencil sehingga untuk menuju ke air terjun tersebut butuh perjuangan karna harus melalui jalan setapak memasuki hutan sejauh kurang lebih 500-an meter dan dilanjutkan dengan melewati jalan jalan sungai berbatu. Air terjun laccar mempunyai ketinggian kurang lebih 20-an meter dan air yang mengalir di air terjun ini dipengaruhi oleh musim jadi ketika waktu musim kemarauair yang mengalir di air terjun ini mengecil dan sebaliknya ketika musim hujan tiba. Pemandangan di sekitar kawasan air terjun ini cukup indah berupa tebing, hijau tetumbuhan yang memberikan kesejukan di area air terjun laccar ini. Air terjun laccar mempunyai keunikan tersendiri karna keadaan alamnya yang masih alami, tidak banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini sehingga menjadikan suasana di sekitaran air terjun ini lebih tenang. Dengan berwisata ketempat yang tidak begitu ramai seperti di air terjun laccar ini kita akan lebih bisa untuk menikmati keindahan alamnya ditempat tersebut, berbeda dengan tempat wisata yang penuh sesak dengan pengunjung malah kita seperti berada didalam pasar, memang kurang menyenangkan, kalau untuk saya sendiri lebih suka dengan tempat yang tidak begitu ramai atau paling tidak ada orang lah sehingga tidak menjadikan kita sendirian.

  1. Tanjung Gaang

Tanjung Gaang merupakan obyek wisata yang berada di pulau bawean tepatnya Dusun Somor-somor Tanjung Kima, Desa Kumalasa, Tanjung Gaang kurang lebih 8 Km ke arah barat dari Pulau Bawean. Tanjung Gaang menyuguhkan keindahan batu karang dan tebing yang kokoh dan indah. Untuk bisa sampai di Tanjung Gaang ada dua jalur yang bisa di tempuh yaitu jalur darat dan laut, namun akan menjadi menyenangkan apabila anda mengunakan jalur laut dengan menyewa perahu nelayan warga setempat karna apabila anda mengunakan jalur laut anda akan di suguhi aneka biota laut yang bisa anda lihat di sepanjang perjalanan. Kita harus melewati beberapa karang terlebih dahulu. Anda harus melewati Pantai Kima, dan juga Tanjung Kodok Bawean, setelah itu jalanan berkarang. Anda harus merangkak secara hati-hati agar tak terjatuh pada karang yang tajam.

Daya tarik utama dari Tanjung Gaang adalah bukit karangnya yang indah. Bukit di Tanjung Gaang sangat terkenal dan konon mengandung batu marmer juga. Dari atas, Anda bisa melihat ikan-ikan di dalam kejernihan air laut. Menurut mitos yang berkembang, pada jaman dahulu setiap malam jumat, gua-gua yang ada mengeluarkan bunyi-bunyian seperti musik. Tetapi tak banyak yang tau kebenaran ceritanya. Bukit karang dan kejernihan air lautnya ini adalah daya tarik dari Tanjung Gaang. Kita dapat menikmati bukit karang yang indah dengan air laut yang masih sangat jernih berada di bawahnya. Dan kita dapat menikmati lucunya ikan menari-nari dalam kerjernihan air laut tersebut. Dan istimewanya lagi sebagian dari bukit karang ini ialah bukit marmer. Ada hal menarik lain yang ada di Tanjung Gaang, sebelum kita menikmati pada lokasi utama, kita harus melalui Pantai Tanjung Kima, Batu Karang yang mirip Kodok atau sering disebut dengan Tanjung Kodok Bawean dan jalan yang berkarang. Dan pada jalan yang berkarang tersebut kita harus melewati dengan cara sedikit merangkak dengan sangat hati-hati juga, sebab jika tidak kita akan terjatuh pada batuan karang yang tajam.

Top

5 Destinasi Wisata Menarik di Jember

Jember adalah sebuah wilayah kabupaten yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Jember memiliki nama Ibukota Jember. Kabupaten berbatasan dengan beberapa daerah seperti Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudera Hindia di selatan, dan Kabupaten Lumajang di barat. Dalam konteks regional, Kabupaten Jember mempunyai kedudukan dan peran yang strategis sebagai salah satu Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

  1. Taman Nasional Meru Betiri

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 580 km2, secara administratif masuk dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Namanya diambil dari gunung tertinggi yang terdapat di dalamnya, yaitu Gunung Meru yang memiliki ketinggian 500 mdpl dan Gunung Betiri (1.223 m) terletak diantara 8°22’16” – 8°32’05” LS dan 113°37’51” – 113°57’06” BT. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929. Pertimbangannya agar ekosistem hutan dan kekayaan alam di dalam hutan seluas 58.000 hektar tersebut terjaga.

Di sinilah wisatawan dapat menemukan berbagai tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api­api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat­obatan. Tak hanya tumbuhan, Anda dapat bertemu berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Kabarnya juga masih terdapat sisa­sisa harimau Jawa. Selain itu juga bisa disaksikan banteng, macan tutul, kijang, dan berbagai jenis monyet. Dari jenis burung terdapat burung merak, berbagai elang dan rangkong. Penyu merupakan satwa khas Meru Betiri. Di sini jenis penyu langka seperti penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) ditangkarkan di Pantai Sukamade, ujung timur Meru Betiri.

Spot menarik di Taman ini yaitu; Gunung Sodung, Goa Jepang, Muara Timur, Teluk Meru, Agrowisata, Teluk Damai dan Teluk Hijau, Pantai Sukamade, Demplot Agroforestry, dan Habitat Rafflesia. Beberapa hal yang dapat dilakukan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) ini yaitu; Berkeliling kawasan hutan di Taman Nasional Meru Betiri, Menikmati keindahan flora yang beraneka ragam dan melihat langsung kehidupan para satwa, Berwisata bahari di pantai yang masih perawan, Berkunjung dan bercengkerama dengan para nelayan di desa nelayan, Melakukan body surfing yang bisa dijadikan sarana belajar berselancar, Menonton aktifitas penyu selama berada di daratan pantai di kawasan Taman Nasional Meru Beriti, dan Menikmati wisata budaya khas masyarakat lokal. Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja. Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB dan Harga Tiket Masuk : Rp. 2.000,- per orang (WNI) dan Rp. 150.000,- per orang (WNA).

  1. Perkebunan Teh Gambir

Perkebunan Teh Gunung Gambir terletak di 48Km arah timur laut Kota Jember tepatnya di desa Gelang, kecamatan Sumber baru berada di lereng pegunungan Argopuro. Perkebunan ini merupakan peninggalan dari masa kolonial Belanda sejak tahun 1918 dan berada di ketinggian 900 M dari permukaan laut. Untuk mencapai ke lokasi dapat menggunakan kendaraan pribadi atau sewa karena di lokasi belum tersedia sarana transportasi. Untuk jenis kendaraan yang dipakai, anda lebih baik menggunakan kendaraan yang mempunyai jarak dengan tanah / ground clearance cukup tinggi, mengingat medan yang akan di tempuh sebagian merupakan jalan makadam / berbatu.

Perkebunan teh Gunung Gambir merupakan penghasil teh yang cukup potensial. Di perkebunan teh gunung Gambir ini para pengunjung bisa melihat tanaman teh yang ditanam pada tahun 1918, 1923 dan 1927. Di sini pengunjung bisa menyaksikan para pemetik teh bekerja dan melihat bagaimana proses pembuatan teh hingga siap minum. Bahkan khusus para wisatawan dapat menikmati beragam rasa teh dengan mencicipi 8 jenis teh produk Gunung Gambir. Tempat ini juga terdapat proyek pengembangan lahan Teh Hijau ( Green Tea) yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat karena manfaatnya bagi kesehatan. Teh hijau juga menjadi minuman yang sangat populer di asia, terutama di Jepang. Meminum teh hijau adalah rutinitas yang masih dilakukan oleh warga Jepang.

Selain itu  kebun teh ini juga dapat dijadikan sarana olahraga (tea walk) dan camping, Fasilitas yang tersedia seperti; Paket kunjungan kebun teh dan proses pengolahan teh ( Tea Package Tour),     Camping Ground ( bumi perkemahan ) untuk Pramuka dan Pecinta Alam, Jogging Track, topografi lokasi yang berbukit-bukit dapat dimanfaatkan sebagai arena jogging track, Lapangan Tenis,      Penginapan, Villa Rangganis, Villa Camelia, Yabukita Room dan Pabrik Teh.

  1. Teluk Love Jember

Teluk yang berada di Desa Sumberrejo, Kec. Ambulu, Kab. Jember dan masih berada di kawasan sekitar Pantai Payangan . Pantai payangan ini merupakan pantai yang cukup populer dan banyak dikunjungi para wisatawan. Di pantai payangan ini anda bisa menyaksikan indahnya panorama pantai dengan deburan ombak yang terbilang cukup besar yang menerjang bebatuan cantik khas pantai payangan tersebut. Selain menikmati pesona pantai payangan anda juga bisa menyaksikan pemadangan unik dari atas bukit yang dikenal dengan nama Teluk Love.

Teluk love ini berada di area paling timur pantai payangan, kira-kira 200meter jika dari area parkir pantai payangan, keindahan teluk love ini bisa anda saksikan dari atas bukit yang dikenal dengan nama bukit domba. Kenapa dijuluki bukit domba, karena di sekitar area bukit terdapat beberapa domba milik masyarakat setempat yang juga ikut menyaksikan keindahan pantai tersebut. Ketika sampai di bukit domba anda akan dikenai biaya RP.5000, untuk menyusuri bukit tersebut. Bukitnya tidak terlalu tinggi sehingga kurang lebih 15 menit anda akan sampai di puncak bukit. Setibanya dipuncak anda akan dapat melihat pemandangan teluk love tersebut yang terlihat cantik. Disore hari saat matahari terbenam pemandangan teluk love ini akan semakin indah, terpaan angin pantai akan membuat anda tenggelam dalam kedamaian, karna wisata ini menyuguhkan nuasa romantis sesuai dengan namanya maka tidak heran jika banyak para muda-mudi berpasangan yang  mendaki untuk menyaksikan indahnya teluk love tersebut.

  1. Air Terjun Tancak

Air terjun ini terletak di Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Dengan titik Koordinat GPS: 8° 3′ 57.63″ S  113° 37′ 12.09″ E . Dari kota Jember menuju Panti ditempuh kira-kira 45 menit. Untuk kesana sebaiknya dilakukan pada musim kemarau  karena di musim hujan kondisi jalan setapak sangat becek dan licin.  Terlebih lagi akan banyak ditemui hewan pacet selama perjalanan.  Selain itu tidak ketiadaan petunjuk jalan disini, oleh karena itu disarankan banyak bertanya kepada penduduk setempat. Jalan sudah beraspal meski tidak seluruhnya dalam kondisi baik. Setelah itu, Anda harus berjalan kaki kira-kira 3,5 km menelusuri jalan setapak. Jangan khawatir dengan kendaraan Anda, untuk parkir kendaraan sudah terdapat di daerah pemukiman tepat sebelum jalan beraspal berakhir.

Air Terjun Tancak memiliki panorama yang sangat indah dan berada di lereng Gunung Pasang yang dikelilingi oleh hamparan perkebunan kopi yang luas. Air terjun ini memiliki ketinggian 82 m dengan debit air 150 meter kubik perdetik. Puncak air terjun ini yang sering tertutup kabut atau awan, banyak juga orang yang menyebutnya sebagai “air terjun dari langit”.

  1. Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma)

Obyek wisata Pantai Papuma ini menjadi salah satu primadona yang mampu menyedot wisatawan ke Kabupaten Jember. Terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan kira-kira 45 km dari pusat Kota Jember. Pantai ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Pasir pantainya yang putih dan bersih semakin menambah keindahan pantai ini. Maka tak heran kalau para wisatawan  dari berbagai daerah di Indonesia datang berlibur ke tempat ini. Selain berpasir putih, pantai ini juga mempunyai keistimewaan lain, yakni berupa batu-batu besar yang berdiri di kawasan pantai tersebut.

Pantai Papuma atau Pasir Putih Malikan ini cocok untuk Anda yang ingin refreshing karena dipenuhi dengan pohon-pohon yang rimbun. Selain itu, di pantai ini Anda juga bisa menemukan Goa Lawa yang hanya bisa dimasuki jika air sedang surut. Goa ini dipercaya sebagai tempat putri penguasa laut selatan lho. Ada juga yang percaya ini adalah tempat bertapa Kyai Mataram.  Begitu pandangan dilempar di kejauhan, nampak keelokan khas Papuma. Ada karang-karang besar -sering juga disebut pulau- yang menahan hantaman gelombang dahsyat Pantai Selatan. Ada tujuh batu karang besar yang membentuk deretan pulau kecil. Karang besar itu diberi nama  disesuaikan dengan kemiripan bentuknya. Ada  Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau Kodok Bentuk enam pulau tersebut sangat khas. Seperti Pulau Kodok yang bentuknya mirip seperti Kodok raksasa.  Pulau Narada bentuknya mirip dengan topi Dewa Narada. Dua buah batu karang khas Ikon Papuma adalah Pulau Kajang dan Pulau Narada.

Di sekitar pantai ini, kamu juga menemukan beberapa tempat penginapan dengan harga yang relatif terjangkau. Jadi, kamu bisa berlama-lama di tempat ini tanpa khawatir memikirkan tempat tinggal. Untuk harga tiket masuk pada hari libur Rp 10000, dan hari biasa Rp. 7500. Sedangkan biaya parkir kendaraan roda 6 /Rp 6000. kendaraan roda 4 Rp 2000 dan kendaraan roda 2 Rp 1000.

 

 

Top