5 Destinasi Wisata Bagus di Tarakan

Tarakan adalah kota yang berada di Provinsi Kalimantan Utara yang sekaligus kota sentral dari pemerintahan Kalimantan. Kota yang dinobatkan sebagai kota terbaik dan terkaya nomer 19 se Indonesia ini berada dibagian utara dari pulau Kalimantan dan Provinsi Kalimantan Utara. Sebagai kota yang ada di bagian utara Indonesia Kota Tarakan memiliki banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi mulai dari wisata budaya hinggga wisata alam yang memikat. Namun salah satu tempat Wisata Tarakan yang sangat memikat adalah kekayaan alamnya. Berikut ini 5 destinasi wisata yang terdapat di Tarakan.

  1. Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan (KKMB) Tarakan

KKMB yang kini luasnya 22 hektar, awalnya hanya 3 hektar. Pengembangan kawasan ini merupakan inisatif dari Walikota Tarakan saat itu Yusuf Serang Kasim, yang peresmiannya dilakukan pada 5 Juni 2003. Menurut Yusuf, kawasan ini selain berfungsi sebagai paru-paru Kota Tarakan juga sebagai benteng hijau untuk melindungi kota dari abrasi. Hutan Mangrove Tarakan yang menjadi habitat alami pohon-pohon bakau dan fauna khas Tarakan ini, juga dijadikan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan oleh peneliti-peneliti baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Selain itu Pengunjung juga dapat melihat hewan-hewan khas yang tinggal di dalam hutan dan salah satunya yang paling menarik adalah keberadan bekantan, satwa langka endemik khas Kalimantan yang sangat dilindungi. Yang membuat unik bekantan dengan jenis monyet-monyet lainnya adalah hidungnya yang panjang sehingga dijuluki sebagai “Monyet Belanda”. Bekantan merupakan monyet yang cenderung hidup bebas, senang bergelantungan di pohon dan sangat lincah berayunan dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Tingkahnya merupakan atraksi yang sangat menghibur para pengunjung di hutan mangrove ini.

Selain keunikan atraksi dari para faunanya, flora yang terdapat di kawasan hutan mangrove ini juga tak kalah menariknya. Panorama antara perpaduan hutan mangrove dengan segala kekayaan flora dan faunanya merupakan perpaduan yan sangat dinamis dan cantik. Pohon-pohon yang berada di Hutan Mangrove Tarakan ini rata-rata sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun laanya. Pengunjung juga dapat menikmati asrinya hutan bakau yang berada di jantung Kota Tarakan ini sambil menikmati aksi lincah dari para bekantan dan kera. Untuk memasuki kawasan ini anda hanya perlu membayar Rp 3000,- per orang dewasa (Adult), Rp 2000,- per anak (Children) dan khusus untuk wisatawan mancanegara per orangnya Rp5000,- (Foreign Tourist).

  1. Pantai Amal

Untuk menuju pantai ini jaraknya kurang lebih 11 km dari pusat kota. Pantai ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat dalam waktu kurang lebih 20 menit. Anda juga dapat menggunakan transportasi laut yaitu menggunakan speedboat dan transport laut lainnya. Di pantai ini akan terasa menyenangkan ketika disambut oleh lambaian pohon-pohon nyiur di tepi pantai. Pantai Amal Tarakan juga bisa disebut Pantai Amal Baru Tarakan meski tidak termasuk pantai berpasir putih seperti pantai di beberapa kawasan wisata di pulau Bali maupun pantai Indonesia lainnya. Memiliki keindahan air laut yang biru dengan pasirnya yang coklat dipadu dengan cakrawala biru yang membentang dan lambaian pohon kelapa maka akan tampak dengan jelas keindahan alam di pesisir Pantai Amal ini. Mulai dari tempat berkumpul keluarga, bermain bola bersama teman, hingga menikmati pemandangannya yang akan membuaikan Anda.

Nikmati sepuasnya langit biru membentang jernih dengan iringan awan yang indah. Saat yang paling indah menikmati pantai ini adalah melihat matahari terbit. Di sini pasir pantainya berwarna coklat dan ombaknya juga tidak terlalu besar. Tarif untuk masuk Pantai Amal ini adalah Rp. 5000 bagi anak-anak dan dewasa. Pantai Amal mempunyai kuliner khas yang patut kamu cicipi, yaitu kapah. Kapah adalah kerang yang mempunyai cangkang dan daging yang berwarna putih. Kapah bukanlah sekedar kerang yang bisa ditemukan begitu saja disetiap pantai di Kalimantan.

  1. Hutan Lindung Sungai Sesayap

Objek Wisata alam di Tanah Tidung ini sebuah hutan lindung yang eksotis yang dapat anda nikmati dengan berlayar di sungai Sesayap menggunakan perahu yang disediakan penduduk disana. Keindahan alam pemandangan dan pepohonan rimbun yang tumbuh subur hingga dapat dinikmati disepanjang sungai saat kita berlayar. Hutan lindung di tanah tidung ini adalah tempat untuk berlindung dan berteduhnya berbagai jenis hewan  yang dilindungi seperti kera, beberapa jenis burung dan hewan lindung lainnya.

Beberapa jenis hewan berlindung pada Pohon Perengat. Pohon Perengat adalah pohon yang memiliki buah yang bisa dimanfaatkan untuk asam. Pemandangan Alam lain yang sangat menarik dan menakjubkan adalah ketika para nelayan disana sedang menangkap berbagai macam ikan dan menjala udang di sepanjang Sungai Sesayap. Bisa anda ketahui bahwa Sungai Sesayap terkenal sebagai salah satu daerah penghasil udang. Anda bisa melihat kegiatan para nelayan yang tengah menjala udang dan ikan. Selain itu anda juga bisa melihat aneka jenis hewan unik dan langka di hutan lindung.

  1. Gunung Putih

Gunung Putih merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara, Indonesia. Gunung Putih adalah wisata alam gunung kapur yang berwarna putih. Gunung mempunyai keindahan yang alami dengan memiliki relief-relief seperti pahatan seorang seniman di gunung kapur. Gunung Putih mempunyai panorama alam yang indah dan menakjubkan. Disini kita bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan dengan memanjat relief-relief itu sampai ke puncak gunung. Tapi jika anda tidak suka dengan olahraga panjat tebing, kita dapat naik dengan anak tangga yang tersedia di sana. Pemandangan alam di puncak Gunung Putih sangat eksotis dan membuat mata anda terkagum-kagum. Di gunung ini juga terdapat goa burung. Menurut penduduk setempat Konon katanya bahwa goa ini adalah tempat tafakur/menenangkan diri Sultan Bulungan dan Di Gunung Putih ini juga disajikan kesenian daerah di rumah panggung yang ada di lokasi ini.

  1. Penangkaran Buaya Juwata

Penangkaran Buaya Juwata, berada di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Obyek ini adalah salah satu obyek wisata unggulan di Kota Tarakan dan memiliki koleksi buaya dari beberapa wilayah di Kalimantan. PBJ dibangun pertama kali pada tahun 1991 dengan tujuan memperoleh produk dari buaya. Hal ini perlu dilakukan karena ketiga jenis buaya yang ditangkarkan disini adalah dari spesies buaya yang dilindungi. Populasi ketiga buaya tersebut terus-menerus turun dan terancam mengalami kepunahan. Dengan luas sekitar 5 hektar, kegiatan penangkaran buaya telah dimulai sejak 1991. Ada tiga jenis buaya ditangkarkan di sini. Mereka adalah Buaya Muara (crocodylus porosus), Buaya Supit (tamistoma scheillius), dan Buaya Air Tawar (crocodylus siamlisus).

Penangkaran ini sendiri umum nya untuk nya mengembang biakkan buaya dan membesarkan nya, tidak jarang penangkaran ini juga di sebut sebagai peternakan buaya. Sebab buaya di sini di manfaatkan daging, kulit, gigi dan lain nya, daging nya untuk di konsumsi dan kulitnya untuk di olah lagi menjadi produk-produk seperti tas, dompet, sepatu dan juga ikat pinggang, kulit buaya di penangkaran ini juga di ekspor ke berbagai negara. Sedangkan untuk gigi nya sendiri di olah menjadi suvenir khas penangkaran buaya juwata.

Top

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *