Category: Balikpapan

5 Destinasi Wisata Alam Yang Menarik Di Balikpapan

Kota Balikpapan terletak di pesisir tenggara Kalimantan Timur, kota ini menghadap ke arah Selat Makassar. Konon katanya Kota Balikpapa merupakan kota degan biaya hidup termahal di Indonesia. Hal itu menunjukkan pendapatan perkapita masyarakat yang tinggi. Kota Balikpapan juga dikenal dengan penghasil minyak yang melimpah di Indonesia. Tak salah kalau banyak yang menyebut Balikpapan dengan Kota Minyak. Balikpapan disebut sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia. Kota ini juga memiliki kualitas udara yang lebih baik dibanding beberapa kota besar lainnya. Beberapa kali kota ini sering mendapatkan piagam penghargaan Internasional. Salah satunya di tahun 2015, Balikpapan mampu mengalahkan paris sebagai kota paling dicintai di dunia. Berikut ini 5 destinasi wisata alam yang menarik di Balikpapan.

  1. Pantai Kemala Balikpapan

Pantai Kemala adalah salah satu tempat wisata di Balikpapan yang paling ramai dikunjungi oleh para penikmat perjalanan, terlebih di saat akhir pekan dan hari libur atau bisa dikatakan pantai favorit di Balikpapan. Terletak di daerah pusat kota Balikpapan, tepatnya di seputaran Jln. Jend Sudirman, Balikpapan Selatan, Pantai Kemala ini terkenal dengan sebutan Pantai Polda. Pantai Kemala Diresmikan oleh Ketua Yayasan Bhayangkari Polda Kaltim, yaitu Hayati Indarto pada tanggal 26 Agustus 2007. Pemandangan di Pantai Kemala ini sangat indah, hamparan pasir pantai yang berwarna putih serta deburan ombak menjadi daya tarik pantai ini. Banyak orang yang menyamakannya dengan Pantai Jimbaran di Bali. Hal itu ditambah dengan pemandangan sunset pada sore hari yang sangat menawan.

Selain pemandangan yang indah, pengunjung juga dapat bermain flying fox, jet sky,  banana boat dll. Karena ombak yang agak tenang, anda dapat melakukan berbagai kegiatan menarik di wisata Balikpapan Kalimantan Timur ini seperti berenang, duduk di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan, berjalan-jalan di sepanjang pantai. Anda juga dapat menikmati wahana permainan air seperti banana boat dengan biaya Rp. 25.000,- per orang atau jetski dengan biaya Rp. 800.000,- per orang. Untuk dapat masuk ke arena pantai Kemala, anda hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 500,- per orang. Jika anda membawa mobil pribadi akan dikenakan biaya Rp. 2.000,- dan untuk tarif motor senilai Rp. 1.000,-

Selain berenang di pantai, kegiatan menarik yang dilakukan di antaranya duduk bersantai dan bercengkerama di pinggir pantai serta menikmati hamparan pasir pantai yang putih dan bersih. Di kawasan pantai ini, terdapat berbagai restoran bagi Anda yang ingin bersantap sembari menikmati keindahan panorama laut. Sajian menu makanan cukup variatif, mulai dari masakan berbagai daerah hingga masakan Eropa juga tersedia untuk Anda

  1. Bukit Bangkirai Balikpapan

Bukit Bangkirai merupakan wisata hutan hujan tropis yang masih alami, berada di Jalan Raya Soekarno-Hatta Km. 38, Kecataman Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Balikpapan, Kalimantan Timur yang dikelola oleh PT. Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman Industri (UMHTI). Kawasan ini berjarak 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja, 58 km dari kota Balikpapan dan 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda. Di kawasan wisata seluas 1.500 hektar yang diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998 ini kamu bisa menikmati pemandangan dan sejuknya hutan hujan tropis yang masih alami dengan kicauan burung dan suara hewan penghuni hutan ini. Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan kebun buah seluas 4 hektar. Bukit Bangkirai mempunyai 45 jenis anggrek, salah satunya anggrek hitam yang menjadi maskot Kalimantan Timur. Selain itu pohon bangkirai merupakan tumbuhan yang mendominasi kawasan hutan ini dengan umur rata-rata lebih dari 150 tahun, tinggi 40-50 meter dan diameter 2,3 meter. Itulah sebabnya kawasan ini dinamakan Bukit Bangkirai. Terdapat pula beragam aneka satwa yang menghuni hutan ini diantaranya : 113 jenis burung, monyet ekor panjang, babi hutan, owa-owa, beruk, lutung merah, bajing terbang dan rusa sambar.

Di kawasan wisata ini kamu bisa mencoba tantangan dengan meniti jembatan tajuk gantung (canopy bridge) yang menjadi daya tarik tersendiri di Bukit Bangkirai. Jembatan tajuk ini terbentang sepanjang 64 meter diatas ketinggian 30 meter dari permukaan tanah yang menghubungkan 5 pohon bangkirai dengan masing-masing pohon berjarak sekitar 10-15 meter. Konstruksi jembatan ini dibuat di Amerika Serikat dan dibangun pada tahun 1998 dengan standar keamanan yang cukup bagi pengunjung. Terbuat dari kabel, dengan dasarnya papan dan berdinding jala tali nilon yang dirancang khusus dengan bahan kayu dan besi antikarat sehingga jembatan ini akan kuat 15-20 tahun. Canopy bridge di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia. Dari jembatan tajuk ini kamu bisa melihat formasi Tajuk Tegakan Dipterocarpaceae yang merupakan ciri dari hutan hujan tropis yang indah dan saling sambung menyambung. jika anda ingin menguji adrenalin dan menikmati keindahan Hutan dari atas melewati Canopy bridge, anda perlu merogoh kocek Rp. 20.000 untuk WNI dan untuk wisatawan mancanegara Rp. 50.000.

Selain itu terdapat pula jalur trekking di kawasan wisata alam ini yang meliputi 7 trek dengan panjang sekitar 150 meter hingga 6 km. Kamu juga bisa berkemah di sini karena tersedia lapangan berumput datar dengan luas 20 x 50 meter dan sudah dipagari kayu untuk area kemah. Harga tiket masuk ke kawasan wisata ini untuk orang dewasa hanya dengan Rp 3.500, sedangkan untuk anak-anak cukup membayar Rp 1.500 saja. Sedangkan untuk parker roda empat dikenakan Rp.5.000, dan kendaraan roda dua Rp. 3.000. Sedangkan Obyek wisata Bukit Bangkirai juga sudah dilengkapi fasilitas yang memadai. Selain tempat parkira, tempat wisata ini juga terdapat gedung pertemuan yang mampu menampung 100 orang. Terdapat pula restoran dengan sajian menu yang bervariasi, serta penginapan (cottage) dengan fasilitas AC. Yang unik dan menarik, tempat wisata ini terdapat jugle cabin, yaitu penginapan alami disekitar Bukit yang tidak dilengkapi fasilitas listrik. Jadi anda tidak perlu khawatir jika ingin menyewa tempat untuk beristirahat ataupun menginap.

  1. Hutan Bakau Margomulyo Balikpapan

Lokasi Wisata hutan Bakau Margomulyo ini tepatnya adalah di belakang SMU Negeri 8 di jalan AMD Gunung Empat, RT 42, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar 16,8 hektar dan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung, tempat wisata, tempat penelitian, pendidikan lingkungan dan konservasi pohon bakau. Hutan bakau margomulyo adalah sebuah wisata yang menyuguhkan keindahan alam yang sangat indah, yang mana tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menikmati pengalaman liburan di dalam hutan. Di objek wisata ini Anda juga akan mendapati sebuah jembatan yang indah yang terbuat dari sebuah kayu yang cukup panjang sekitar 800 meter.

Kawasan mangrove ini merupakan hasil pembebasan lahan yang dilakukan oleh kota Balikpapan untuk dijadikan kawasan konservasi tumbuhan bakau. Beberapa jenis vegetasi yang tumbuh dikawasan ini diantaranya  jenisRhizophora  (bakau), Avicennia alba (api-api hitam), Nypa fruticans (nipah) Sonneratia caseolaris (pidada), dan Cerbera spp.( bintaro). Selain ditumbuhi tanaman bakau kawasan ini merupakan tempat tinggal beberapa satwa liar seperti bekatan dan beberapa jenis burung. Untuk pengunjung yang akan menelusuri kawasan ini sudah disediakan jalur tracking yang terbuat dari kayu Ulin. Selain itu ada juga menara pengawas dan beberapa gazebo sehingga membuat tempat ini sangat cocok untuk kegiatan wisata. Sesekali pengunjung dapat bertemu dengan penduduk lokal yang sedang mencari kijing (sejenis siput), atau yang sedang mencari kepiting.

Apabila lelah ada tempat istirahat gazebo kecil, dan tentunya dengan menikmati bekal yang anda bawa. Anda yang datang ke mangrove Margomulyo ini hanya perlu menjaga sikap dengan tidak membuang sampah sembarangan. Biasanya di objek wisata ini ramai pengunjung pada sore hari baik datang dari wisatawan lokal maupun luar daerah. Hutan Mangrove Margomulyo bisa dikunjungi pada pukul 08.00 WITA hingga pukul 17.30 WITA. Tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk memasuki kawasan ini, karena Anda tidak akan dikenakan biaya tiket masuk. Hanya saja bagi para wisatawan, ada dua hal yang sangat wajib untuk dipatuhi, yaitu tidak boleh membuang sampah sembarangan di kawasan ini, dan tidak boleh mengambil atau membawa pulang apapun dari kawasan hutan lindung. Namun jika ingin berfoto, masih diperbolehkan.

  1. Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan

Hutan Lindung  Sungai Wain (HLSW) merupakan salah satu obyek wisata alam di Kota  Balikpapan, Provinsi  Kalimantan Timur, Indonesia. HLSW adalah perpaduan obyek wisata hutan dan  sungai. Luas keseluruhan kawasan HLSW adalah 10.025 hektar terdiri atas Hutan Dipterocarpa dataran rendah, Hutan Dipterocarpa perbukitan, Hutan Rawa terbuka dan Air Tawar, Hutan Riparian dan     Aliran Sungai wain sepanjang +/ 18.300mtr (dengan hutan bakau di tepiannya)  dengan airnya yang jernih. Hutan lindung ini merupakan rumah bagi beberapa satwa seperti Orang Utan, Beruang Madu, Bekantan, kantong Semar dan tanaman langka dunia seperti  Bangkirai, Ulin, Meranti, Keruing, Gaharu, dan tumbuhan endemik Balikpapan ‘Etlingera Balikpapanensis’ atau Jahe Balikpapan, dll.

Di lokasi ini, pengunjung  juga dapat menikmati trekking pendek dengan melintasi jalur sepanjang 400 meter  di atas titian kayu, yaitu jembatan pajang yang ada di dekat waduk air Sungai  Wain. Pengunjung juga bisa menikmati trekking sepanjang 3 km sambil melihat-lihat  beberapa tumbuhan langka, seperti Kantung Semar. Untuk dapat menikmati aneka  ragam tumbuhan dan juga binatang langka, seperti mengamati beruang madu yang  berjumlah 60 ekor, pengunjung perlu mendapatkan ijin khusus dari pihak  pengelola. Jika ingin menikmati pemandangan pedalaman kawasan HLSW yang lebih  menantang lagi, pengujung perlu melakukan trekking sepanjang 8 km hingga sampai  di base camp Jamaluddin. Disarankan agar pengunjung menetap di sana  selama beberapa hari sambil menelusuri dan mengamati pemandangan yang ada di  sekitarnya.

Jam operasional     : 08:00-17:00 (Senin – Jum’at) Untuk jam operasional yang berdasarkan pada permintaan pengunjung dibutuhkan surat permohonan terlebih dahulu. Untuk biaya masuk                   : ada 4 paket untuk kunjungan satu   hari. Yaitu untuk Tur “Track Eko-PLH-Kebun Raya”:Paket A (1-6 tamu) A = Rp. 350.000,-; B (7-9 tamu) B = Rp. 500.000,-; C (7-12 tamu) C = Rp. 590.000,-; D (>12 tamu) D = Rp. 850.000,-. Sedangkan Tur “Mangrove dan Selok Puda”: Paket A (1-6 tamu) A = Rp. 180.000,-; B (7-9 tamu) B = Rp. 270.000,-; C (7-12 tamu) C = Rp. 450.000,-; D (>12 tamu) D = Rp. 540.000,-. Pada Bulan Oktober s/d desember merupakan bulan yang tepat untuk dapat melihat Burung Enggang yang terdapat di Hutan Lindung Sungai Wain. Hutan Lindung Sungai Wain menyediakan pemandu wisata. Saat musim hujan pengunjung disarankan untuk menggunakan sepatu.

  1. Hutan Mangrove Center Kariangau Graha Indah

Hutan Mangrove Center Kariangau terletak di Graha Indah, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur. Selain Mangrove Center Kariangau terdapat juga Hutan Mangrove Margomulyo. Kawasan hutan Mangrove Center Kariangan seluasnya 150 hektare, meliputi bagian utara Teluk Balikpapan yang memanjang dari barat ke timur. Semakin ke utara, kawasan rawa menghilang dan ada tanah keras. Ada 40 jenis mangrove tumbuh di Mangrove Center. Bakau atau Rhyzopora mucronata menjadi tumbuhan dominan. Di sana, terdapat 32 keramba berisi benih ikan nila dan kerapu macan. Satu petak keramba berukuran 4 x 4 meter.

Tidak kurang dari 400 ekor bekantan (Nasalis larvatus, atau proboscis monkey, kera berhidung mancung dan berbulu oranye). Di Hutan Mangrove Center Kariangau kita bisa menyewa perahu klotok untuk berkeliling menyusuri sungai Somber selama 1 jam bolak-balik dan tentunya ditemani oleh tur guide. Untuk menyewa perahu dihargai sekitar Rp. 300 ribu per perahu (*) bisa di isi sampai 10 orang. Selama menyusuri sungai dengan klotok kita bisa melihat Bekantan yang lagi cari makan. Jumlahnya cukup banyak, terutama saat menjelang sore banyak tampak keluarga bekantan yang keluar mencari makan di pucuk pohon Mangrove yang menjulang. Berasa lagi di pedalaman kalimantan kalau nyusur sungai gini, kanan kiri rimbun hutan mangrove, kalau mesin klotoknya dimatikan cuma kedengaran suara alam, burung berkicau dan suara bekantan, terasa banget lah suasana di hutannya. Untuk tiket masuk pengelola tidak mematok harga.

Top