Category: Bangkalan

5 Destinasi Wisata Populer Di Bangkalan

Kabupaten Bangkalan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bangkalan. Kabupaten ini terletak di ujung paling barat Pulau Madura; berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Sampang di timur serta Selat Madura di selatan dan barat. Pelabuhan Kamal merupakan pintu gerbang Madura dari Jawa, di mana terdapat layanan kapal feri yang menghubungkan Madura dengan Surabaya (Pelabuhan Ujung). Saat ini telah beroperasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila. Kabupaten Bangkalan terdiri atas 18 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 273 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Bangkalan. Bangkalan juga mempunyai pesona alam yang menarik dan obyek wisata yang beragam. Berikut ini tempat wisata yang bisa anda kunjungi ketika berada di Bangkalan.

  1. Pantai Siring Kemuning

Pantai Siring Kemuning termasuk salah satu deretan tempat wisata di Bangkalan Madura, Lokasinya berada di wilayah Utara Bangkalan tepatnya di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi. Dari Kota Bangkalan berjarak kurang lebih 46 km dengan lama perjalanan sekitar 1,5 Jam – 2 Jam dari Kota Bangkalan. Di Pantai Siring Kemuning ini anda akan merasakan sepoi angin dan deburan ombak yang menyegarkan fikiran setelah sibuk dengan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Ketika pertama kali memasuki pantai siring kemuning, anda akan disambut oleh jejeran pepohonan yang rindang dan sejuk serta suasana yang menenangkan. Pantai Siring Kemuning menyimpan pesona pantai yang begitu indah dan masih sangat alami dengan pasir lembut juga halus bila dipijaki.

Selain itu yang menjadi daya tarik kuat dari pantai Siring Kemuning ini adalah deburan ombak pantai yang mampu membuat tenang pikiran. Hembusan dan semilir angin pantai yang sangat sejuk, walaupun begitu para pengunjung diminta untuk tetap senantiasa waspada saat bermain – main di tepi pantai karena gulungan ombak yang cukup kuat untuk menarik ke tengah pantai. Jejeran pohon – pohon rindang dan sejuk menyambut kedatangan para pengunjung sejak awal memasuki gerbang pantai Siring Kemuning ini. Untuk menikmati keindahan pantai ini Anda akan dikenakan biaya masuk yang terbilang cukup murah yaitu Rp.3000,/orang dan uang restribusi parkir Rp.3.000, untuk motor dan mobil Rp.5000.

  1. Bukit Jaddih

Bukit kapur Jaddih merupakan kawasan tambang kapur yang sudah dieksplorasi selama bertahun-tahun. Hasil kerukan dan pahatan gunung kapur ini membentuk pola tak beraturan dengan ukuran yang bervariasi. Di tengah-tengah bukit terdapat cerukan yang membentuk kolam yang akhirnya orang menyebut itu sebagai Danau Biru. Konon, air yang ada dalam kolam itu bukan berasal dari genangan air hujan yang terkumpul dari bebukitan kapur di sekitarnya melainkan air yang memang bersumber dari bawah, dari cadas kapur yang sudah dikeruk. Dari puncak bukit, anda akan  terkagum menyaksikan bentang bukit kapur yang sudah dipahat dan dikeruk di sana-sini. Tampak seperti kawasan kota kuno. Di beberapa sudut, dinding kapur yang menghitam karena lumut memberi corak tegas pada setiap bagian patahan. Di kawasan puncak, hamparan gundukan yang diselimuti rerumputan hijau menjadi daya tarik sendiri. Dari kawasan puncak juga, kita bisa dengan leluasa memandang bentang alam dan pemukiman di sekitar Bangkalan.

Wisata alam Bukit Jaddih tidak hanya menawarkan Panorama Alam berupa bukit kapur yang pemandangannya sebelas dua belas dengan Cappadocia yang ada di Turki, tetapi disana juga terdapat kolam renang yang bernama “Goa Potte”. Selain itu karena disini adalah tempat pertambangan kapur, tentunya juga ada banyak goa – goal kecil sisa penambangan. Namun tidak disarankan untuk memasuki goa tadi karena cukup rapuh dan bisa runtuh kapan saja. Sebenarnya, daya tarik utama dari kawasan wisata Bukit Jaddih yang ada di madura ini adalah panorama alam sekitarnya yang fotogenik. Dengan suasana dan cuaca yang mendukung, kalian yang berkunjung ke tempat ini pastilah berkesempatan untuk mendapatkan foto yang bagus.

Perlu dicatat juga, meski tempat ini bagus dan layak untuk dijadikan sebagai tempat wisata, namun masih banyak penambangan batu kapur yang masih aktif. Sehingga para pekerja penambang kapur di dekat Bukit Jaddih masih banyak terlihat. Tiket masuk ke Bukit Jaddih adalah Rp 2000 dan biaya parkir disini adalah Rp 5000.

  1. Bukit Geger

Bukit Geger adalah salah satu dataran yang paling tinggi di Pulau Garam, Madura. Geger, dalam artian bahasa Maduranya adalah jatuh, konon ceritanya gunung Geger ini bermula. saat patih Prangguling yang dititahkan oleh raja Sanghyang untuk menghilangkan nyawa Putri Doro Gung. Sang putri yang hamil secara ghaib dinilai bisa menjadi aib bagi kerajaan Madengkemulan sehingga putri diasingkan ke hutan belantara. Patih Prangguling yang tidak tega membunuh putri akhirnya membawanya ke suatu tempat yang menjadi cikal bakal Madura, yaitu di daratan sempit namun ketika air laut surut dataran itu menjadi luas dan sekarang dinamakan Ghunong Geger tersebut. Dari kisah inilah yang menjadi awal mula pulau Madura, putra dari putri Doro Gung (Putri Kuning) bernama Raden Segoro yang kemudian menjadi penduduk pertama di pulau Madura.

Bukit ini memiliki ketinggian 200 meter diatas permukaan laut, letaknya sekitar 30 Km dari kota Bangkalan. Karena keindahan alam dan luasnya area Geger, biasanya pada waktu-waktu tertentu dijadikan tempat untuk penjelajahan para peserta kemah dalam kegiatan pramuka sekolah. Bukit ini dikelilingi oleh tumbuhan kayu Mahoni yang masih dalam hutan lindung, untuk menaiki Bukit Geger ini anda diharuskan melewati banyak sekali anak tangga yang melewati suasana alam yang asri, capek, tapi ketika sudah sampai diatas anda akan lupa karena tersihir oleh keindahan alamnya yang masih alami. Di hutan Gunung Geger banyak sekali kita temui hewan-hewan liar, seperti monyet, burung, ular, ayam hutan, dan beberapa jenis satwa liar yang keberadaannya tidak boleh kita ganggu. Pengunjung sendiri tidak diperkenankan memberi makanan kepada kawanan monyet karena dikhawatirkan akan terus diikuti, kecuali pada waktu-waktu tertentu.

Selain itu ada spot-spot indah si bukit ini yang dapat anda kunjungi juga, yaitu; Gua Pelanangan, Gua Petapan, Gua Potre, Gua Pancong Pote dan Gua Ular. Selain gua-gua tersebut, di Bukit Geger juga ada Cekungan Pangelean yang cocok untuk istirahat, selain itu ada juga panjat tebing dan Situs Planggiran, dimana itu adalah tempat pertama kalinya Dewi Ratna Roro Gung (Putri Kuning) melahirkan anak pertamanya yang bernama Raden Segara. Disana ada toilet yang berada dibawah anak tangga, jadi sebelum mules diatas, mending anda masuk toilet dulu dibawah hehe. Untuk beribadah anda bisa melakukan sholat di masjid depan pintu masuk.

  1. Bukit Kapur Arosbaya

Dahulunya, Bukit Kapur Arosbaya adalah sebuah tambang batu kapur biasa dengan bukit sisa pahatan. Namun sekarang bukit kapur ini telah menjadi objek wisata di Madura. Bukit bekas pahatan sisa penambangan kapur di sini justru menghadirkan bentuk-bentuk unik dan menjadi alasan orang-orang yang berkunjung ke sini.Tak hanya bekas pahatannya saja yang unik, namun warna Bukit Kapur Arosbaya yang merah merona menambah keunikan Bukit Kapur Arosbaya ini. Warga sekitar mengenal daerah tambang ini dengan sebutan “Bedel”.

Hampir sama dengan Bukit Kapur Jaddih, Bukit Kapur Arosbaya merupakan bekas penambangan batu kapur oleh warga sekitar yang meninggalkan bekas pahatan bebatuan yang bentuknya sangat eksotis. Banyak teman-teman fotografer atau muda mudi yang datang ketempat ini untuk mengabadikan pemandangan dan suasana bukit kapur yang cantik. Bukit pelalangan adalah nama lain dari Bukit Kapur Arosbaya. Lokasinya berada di Desa Buduran Kecamatan Arosbaya, rute menuju bukit ini cukup mudah. Jadi tidak heran kalau banyak muda mudi yang bermain ke tempat ini untuk berselfi ria dan menguploadnya ke sosial media masing-masing. Tak jauh dari Bukit Jaddih, terdapat pula bukit bekas penambangan kapur yakni Bukit Arosbaya yang berada di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Tak jauh berbeda dengan Bukit Jaddih, Bukit Pelalangan ini juga memiliki panorama keindahan corak seni pahatan dari hasil penambangan. Memang terdapat perbedaan warna kapur antara kapur yang berada di Bukit Jaddih berwarna putih, sedangkan Bukit Pelalangan berwarna coklat. Bukit ini juga menggemparkan dunia sosial media, karena banyak postingan foto yang sangat indah di upload di instagram.

  1. Air Terjun Durjan

Air terjun ini terletak di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Bangkalan. Untuk menuju lokasi air terjun ini memang tidak semulus yang dibayangkan, pencinta wisata alam akan dihadapkan medan yang lumayan berbatu, namun ini akan menjadi tantangan bagi penggemar offroad. Air terjun ini mengalirkan air yang sangat dingin dan hawa sejuk di sekitarnya. Batu-batu kecil, ganggang tanaman lumut serta akar pohon besar yang menembus bebatuan makin menambah keunikan dan eksotisme air terjun ini.

Air terjun ini tertutup pohon-pohon yang lebat. Tinggi air terjun ini sekitar 10-15 meter. Selain bisa menikmati dari bawah,kita bisa menikmati alam ini dari atas air terjun dengan mengitari air terjun melewati sawah sebelah kanan untuk bisa naik ke atasnya.  Batu-batu kecil, ganggang tanaman lumut serta akar pohon besar yang menembus bebatuan makin menambah keunikan dan eksotisme air terjun ini. Memang berwisata di Air Terjun Kokop, bukan sekedar menikmati air terjun, namun justru yang menarik, selama perjalanan mencapai lokasi ini, akan selalu dihadang oleh panorama alam terbukan, asri, serta menikmati hamparan sawah ladang serta sapaan masyarakat sekitar yang demikian bersahabat dan menmghhargai setiap tamu yang masuk wilayahnya.

Top