Category: Bau-Bau

5 Destinasi Wisata Indah Di Bau-Bau

Kota Baubau adalah sebuah kota di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki panorama alam yang indah dan mempesona. Baubau memperoleh status kota pada tanggal 21 Juni 2001 berdasarkan UU No. 13 Tahun 2001. Kota Baubau dapat dikatakan sebagai Kota Wisata karena ditempat ini banyak ditemui Tempat Wisata Menarik dan Indah dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Kota Baubau banyak menawarkan banyak tempat wisata menarik; berikut ini 5 destinasi wisata indah di Bau-Bau:

  1. Gua Lakasa

Gua Lakasa baru ditemukan pertama kali pada tahun 1999. Orang yang menemukan gua indah ini adalah seorang pria bernama La Kasa. Dari penemuan ini, gua yang terletak di tengah kebun warga ini dinamai Lakasa untuk mengabadikan penemu yang juga membuka mulut gua menjadi cukup lebar dan bisa dimasuki oleh warga. Akses menuju ke kawasan Gua Lakasa bisa dibilang cukup mudah. Anda hanya perlu menggunakan jalan poros searah dengan Pantai Nirwana. Lokasi dari gua ini sekitar 300 meter dari jalan desa yang masih bisa dilalui dengan kendaraan atau kalau kamu ingin sedikit bertualang bisa melakukannya dengan berjalan kaki hingga akhirnya sampai di mulut gua. Hanya saja permandian alam yang indah ini berada di dalam perut bumi.

Pintu masuknya hanya seukuran badan orang dewasa sehingga terkesan tertutup. Namun setelah masuk ke dalamnya ditemukan keindahan alam yang cukup mempesona. Di dalamnya terdapat hamparan air telaga yang jernih dan sejuk. Di sekelilingnya terdapat stalagtit dan stalagmite yang sangat indah. Ini menandakan proses kejadian telaga bawah tanah ini telah berusia berabad abad lamanya. Terletak kurang lebih 7 Km sebelah barat Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kedalaman goa yang mencapai 120 meter dan mulut Goa Lakasa cukup sempit yang hanya berdiameter sekitar 70 cm. Selain itu, kondisi jalan yang terjal dan sempit harus dilalui hingga mencapai kedalaman 15 meter. Jika diketuk, stalagtit dan stalagmite yang terpampang di setiap langit-langit dan dasar goa bisa menghasilkan bunyi-bunyi yang cukup merdu layaknya bunyi alat musik angklung.

Keindahan yang ditawarkan oleh Gua Lakasa saat kamu ke sana. Keindahan pertama yang ditawarkan adalah banyaknya stalaktit dan stalakmit. Hampir di sepanjang isi gua, terdapat endapan kapur yang terbentuk selama ribuan tahun ini. Keindahan kedua yang ditawarkan oleh Gua Lakasa adalah adanya kristal berwarna putih yang tumbuh perlahan-lahan di dekat kolam. Kristal ini tampak indah kalau dilihat dari kejauhan jika dikenai cahaya dari senter. Terakhir, gua ini juga memiliki kolam pemandian yang segar dan air tidak pernah habis saat musim kemarau tiba.

  1. Benteng Keraton Kerajaan Buton

Salah satu tempat wisata sejarah yang paling terkenal di Baubau adalah Benteng Keraton Buton.  Lokasi benteng ini berada di atas bukit yang cukup terjal. Terletak 3 kilometer dari pusat Kota Bau-bau di Sulawesi Tenggara. Benteng ini dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III yaitu La Sangaji. Awalnya benteng ini hanya dibangun dari tumpukan batu yang disusun mengelilingi istana. Tujuan dibangunnya batu-batu ini sebagai pembatas antara kompleks kerajaan dengan perkampungan. Selanjutnya pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yaitu La Elangi, tumpukan batu itu dijadikan benteng permanen.

Dari benteng ini kita bisa menyaksikan pemandangan Kota Baubau dari ketinggian. Benteng ini memiliki arsitektur yang cukup unik. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Materialnya berupa batu kapur dengan bentuk melingkar dengan panjang keliling sekitar 2.740 meter. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian,suatu pemandangan yang cukup menakjukkan. Karena letaknya di puncak bukit yang tinggi, benteng ini menjadi tempat pertahanan terbaik pada masa itu. Selain itu, di dalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah.

  1. Air Terjun Tirta Rimba

Air terjun ini Terletak di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Wolio, Kota Bau Bau, Propinsi Sulawesi Tenggara. Berjarak 6 km sebelah barat pusat Kota Bau-Bau.  Dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Air Terjun yang merupakan aliran Sungai Kokalukuna ini mempunyai ketinggian hanya sekitar 6 meter dengan lebar aliran sungai sepanjang kurang lebih 5 meter. Air mengalir dari atas melalui batu-batu besar menuju kolam yang telah dibentuk dengan ukuran sekitar 10×7 meter lengkap dengan papan tempat meluncur layaknya kolam renang. Tempat ini menjadi favorit terutama bagi anak-anak dan biasanya dikunjungi pada hari libur, sehingga bila berkunjung pada hari kerja suasana sepi dan damai akan kita dapatkan disana karena hanya terdapat beberapa pengunjung saja.

Cara terbaik untuk menikmati Air Terjun Tirta Rimba ini adalah dengan berdiri di bawah aliran air dekat batu-batu besar, karena airnya tidak terlalu deras sehingga cukup nyaman untuk berdiri di bawahnya. Air di sini juga sangat jernih karena memang tempat ini merupakan salah satu daerah konservasi yang berada dalam pengawasan Kementerian Kehutanan. Beberapa meter dari air terjun ini telah dibangun saluran khusus yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mirip aliran sungai alami yang berundak-undak dan ketika musim hujan tiba, seluruh aliran tersebut tertutupi air sehingga musim hujan terkadang menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Tirta Rimba. Tiket masuk adalah Rp 2000, bahkan pada saat di luar musin liburan tidak dikenakan tarif sepeserpun.

  1. Pantai Lakeba

Pantai Lakeba terletak di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pantai Lakeba merupakan objek wisata yang menjadi tujuan wisata baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara karena panorama yang indah serta hembusan angin membuat pengunjung benar-benar menikmati liburannya. Pantai ini memiliki pasir putih, air pantai yang jernih, lingkungan sekitar yang bersih, fasilitas yang lengkap. Panjang pantai hampir mencapai 1 km, dengan hamparan pasir yang luas anda lebih leluasa untuk bermain di pantai ini. Pohon kelapa banyak tumbuh di sepanjang pantai menjadikan pantai ini semakin sejuk. Pantai ini cocok untuk berjemur, bermain pasir, berenang, bahkan menyelam, dan jangan lupa untuk menikmati keindahan matahari terbenam dari pantai ini. Selain sebagai obyek wisata, Pantai Lakeba juga menjadi tempat aktivitas nelayan pada saat akan melaut sehingga anda bisa melihat aktivitas nelayan di pantai ini. Pantai Lakeba memiliki fasilitas yang sangat lengkap, seperti Children Play Ground, Banana Boat, Jet Ski, Parasailing. Ada juga restoran untuk bersantap anda, lengkap dengan menu yang beraneka ragam yang akan memanjakan lidah anda, seperti amarican food, chinese food dan yang pasti indonesian food. Untuk menginap anda tidak perlu kuatir, banyak penginapan yang disediakan.

Keindahan Objek Wisata Pantai Lakeba Baubau ini juga bisa Anda nikmati di malam hari. Lampu-lampu kecil dari kapal-kapal penangkap ikan yang hilir mudik di seberang garis pantai menciptakan panorama tersendiri bagi siapa saja yang menyaksikan. Tidak ada pungutan biaya untuk masuk ke Pantai Lakeba, kecuali iuran warga sebesar Rp 2000/orang di akhir pekan. Untuk mencapai Pantai Lakeba dari kota Bau-Bau, perjalanan bisa ditempuh melewati jalur darat menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua dengan perkiraan waktu kurang lebih 30 menit.

  1. Pulau Liwutongkidi

Sebuah pulau kecil yang terletak di Kecamatan Siompu dan Kadatua, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Memiliki berbagai jenis karang yang perlu dijaga kelestarian habitat dan ekosistemnya serta untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas keanekaragaman hayati yang dikandungnya. Berdasarkan hal tersebut, maka pada tanggal 18 November 2005 ditetapkan Surat Keputusan Bupati Buton No. 578 Tahun 2005 tentang Penetapan Pulau Liwutongkidi sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah.

Selain itu juga memiliki pemandangan yang memesona dengan hamparan pasir putihnya yang menakjubkan dan mengelilingi seluruh pulau. Deburan ombak yang berpadu dengan cantiknya laut biru menjadikan pulau ini semakin menarik untuk dikunjungi. Pulau Liwutongkidi ini memiliki luas sekitar 1.000 km persegi dan memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata – rata 1.000 mm per tahun. Keanekaragaman terumbu karang dan biota laut menjadikan pulau ini sebagai magnet baru bagi wisatawan yang gemar menyelam (diving). Bukan hanya itu, ketenangan dapat juga kita jumpai ketika mengunjungi Pulau Liwutongkidi ini. Keunikan lain dari Pulau Liwutongkidi adalah bentuknya yang terlihat dari udara seperti cincin bergandeng dua.

Wisata bahari di Pulau Liwutongkidi termasuk dalam salah satu kawasan pengembangan terpadu Batauga, Siompu, Liwutongkidi, dan Kadatua (Basilika). Dengan adanya kawasan ini, diharapkan banyak wisawatan yang akan mengunjungi Kabupaten Buton, baik wisatawan domestik maupun asing. Akses menuju Pulau Liwutongkidi cukup mudah. Kita dapat menggunakan sarana transportasi speed boat selama kurang lebih 15 menit dari Pelabuhan Kota Baubau.

Top