Category: Bekasi

5 Destinasi Wisata yang bisa didatangi di Urban City Bekasi

Bekasi merupakan nama sebuah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat. Nama Bekasi berasal dari bagasasi yang artinya sama dengan candrabaga, yaitu nama sungai yang melewati kota Bekasi. Bekasi merupakan bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia. Bekasi  sebuah daerah yang berada disebelah barat pulau Jawa. Bekasi Memiliki dua wilayah administrasi yaitu pemerintahan Kota Bekasi dan pemerintahan Kabupaten Bekasi, wilayah ini berbatasan dengan Jakarta di sebelah barat dan Bogor di sebelah Selatan. Karena banyak pabrik-pabrik perusahaan besar yang berada di sana dan ramainya kegiatan ekonomi membuat kota yang dijuluki “Kota Patriot” ini menjadi kota terbesar kedua di Jawa Barat. Fasilitas infrastruktur yang modern membuat kota ini tidak kalah dari Jakarta itu sendiri. Keberadaan perumahan-perumahan tempat tinggal dan mall-mall yang megah membuat Bekasi sangat ramai dan sering terjadi kemacetan dan polusi. Tapi diluar itu, Bekasi memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

  1. Wisata Rumah Pohon

Rumah Pohon merupakan salah satu tempat wisata di Bekasi yang cukup populer. Wahana baru yang menyajikan berbagai aktifitas permainan di alam terbuka untuk anak dan dewasa. Terletak  di Jalan Raya Parposter, Jatiasih, Bekasi. Objek wisata alam yang menampilan rumah-rumah yang disusun oleh pohon sehingga menjadikan sebuah  bangunan yang benar-benar natural. Lokasinya yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan sebuah danau membuat suasana yang teduh dan asri.

Harga permainan Rumah Pohon ada yg sudah dikemas dlm bentuk paket. Paket full Outbond (permainan ice breaking, jembatan gantung, tali, pentagon, labirin, climbing wall, flying fox, tangkap ikan, makan serta minum) yg harus diikuti minimal empat anak selama satu jam dengan harga Rp. 70 ribu. Sedangkan mini Outbond dikenakan biaya Rp. 50 ribu per orang selama 15 menit dan bisa dimainkan utk satu hingga tiga anak. Jika Anda tertarik dengan permainan lumpur, datanglah ke area motor ATV. Untuk tarif ATV dewasa dikenakan Rp. 40 ribu dan ATV kecil Rp.3 0 ribu per 5 kali putaran, sedangkan flying Fox & wall climbing Rp. 25 ribu saja. Bagi para orang tua yang jenuh menunggu anak­-anaknya bermain juga diberikan sarana untuk memancing. Untuk sewa alat pancing dikenakan biaya Rp. 20 ribu dengan tiket masuk pemancingan Rp10 ribu per orang. Setelah lelah bermain, Anda dan keluarga bisa menikmati santapan nasi bakar, nasi timbel dan sayur asem di Buat yang hobi mobil-mobilan di Wisata Rumah Pohon bisa mencoba berkeliling track mengendarai motor ATV untuk melatih koordinasi, konsentrasi dan ketangkasan.

Wisata Rumah Pohon juga menyediakan sebuah kolam untuk perlombaan menangkap ikan. Dan Wisata Rumah Pohon juga tersedia danau mini yang dipenuhi berbagai jenis ikan serta saung untuk bersantai sambil mengawasi anak-anak yang bisa berkeliling danau memakai rakit sambil memberi makan ikan. Bagi adik yang masih balita, di Wisata Rumah Pohon tersedia fasilitas taman bermain yang cukup lengkap seperti tabung luncur, ayunan hingga kolam pasir. Orang tua bisa mengawasi anak-anak bermain di playground sambil menyantap bakso atau pilihan menu makan siang lainnya yang bisa dipesan dari kantin. Tersedia juga musholla dengan toilet yang cukup bersih untuk Anda yang ingin menunaikan ibadah sholat. Setelah lelah bermain, Anda dan keluarga bisa menikmati santapan nasi bakar, nasi timbel dan sayur asem di rumah makan Rumah Pohon atau di saung­saung yg sudah tersedia di setiap wahana sambil menghadap ke danau. Rumah Pohon buka mulai pukul 9.00­17.00 WIB setiap hari.

  1. Pantai Muara Beting

Secara administratif Pantai Muara Beting terletak di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Pantai Muara Beting sedang dalam proses pengembangan sebagai potensi objek wisata di Kabupaten Bekasi.Pantai ini memang asik untuk dimanfaatkan sebaga tempat wisata. Pantai Muara Beting ini sedang dalam proses pengembangan sebagai objek wisata pantai di Kabupaten Bekasi yang potensial. Terdapat juga sebuah hutan bakau seluas 70 Ha. Jika kita beruntung kita bisa menemukan burung-burung yang sedang bermigrasi dari laut china selatan menuju ke area Pantai Muara Beting ini, jarang jarang kan kamu bisa melihat migrasi burung di pantai layaknya di eropa sana, nah, bagi kamu yang ingin melihat burung-burung ini, biasanya burung-burung bermigrasi sekitar bulan september sampai februari.

Ombak di Pantai Muara Beting Bekasi terbilang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, ketika berkunjung ke tempat wisata Bekasi satu ini kita tidak akan menemukan hamparan pasir putih layaknya pantai pada umumnya, karena Pantai Muara Beting memiliki pasir berwarna coklat kehitaman mirip di Pantai Parangtritis, Jogja. Pantai Muara Beting terbilang tidak terlalu ramai, tempat wisata ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat untuk melarikan diri sejenak dari keramaian kota. Pantai Muara Beting juga menjadi salah satu spot keren untuk melihat sunset di Bekasi. Selain itu kamu bisa mengunjungi hutan bakau di dekat area pantai, disini kita dapat menyusuri hutan bakau dengan menaiki perahu yang sudah disediakan, sepanjang penyusuran kita akan disuguhi pemandangan rimbunnya pepohonan bakau dengan burung-burung disekitarnya.

Pantai Muara Beting juga tersedia beberapa fasilitas seperti Tempat Parkir, Toilet, Mushola, dll. Sedangkan untuk Harga Tiket Masuk Pantai Muara Beting Bekasi adalah hanya dengan membayar parkir anda sudah bisa menikmati suasana pantai ini. Selain itu biaya untuk menyewa perahu adalah Rp 20.000,-. Jam buka pantai ini adalah 24 jam. Untuk penginapan, kamu dapat mencari di pusat kota Bekasi karena sejauh ini belum terdapat hotel di sekitar Pantai Muara Beting.

  1. Gedung Juang 45

Gedung Juang 45 atau yang disebut juga dengan Gedung Tinggi ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menyukai wisata sejarah. Tempat wisata di Bekasi ini menjadi saksi perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah. Di tempat ini pula banyak terjadi perundingan atas tukar tawanan antara pejuang dan penjajah. Gedung ini dibangun dalam dua tahap yaitu pada tahun 1906 dan 1925. Arsitektur khas Eropa terlihat di gedung ini sama seperti peninggalan Belanda lainnya, yang paling terlihat adalah banyaknya tiang penyanggah berukuran besar dan bermotif bunga. Gedung Juang 45 sebenarnya merupakan salah satu dari lima unit bangunan di kompleks ini. Gedung utama ini terdiri dari dua lantai dengan empat kamar di lantai 1. Untuk menuju lantai 2, terdapat dua tangga.

Gedung Juang 45 tak sepenuhnya menjadi tempat wisata karena saat ini digunakan sebagai gedung perkantoran pemerintah kabupaten Bekasi. Meskipun demikian, Anda masih bisa berkunjung untuk melihat arsitektur Eropa kuno sekaligus mengenang masa perjuangan rakyat Bekasi. Sebelumnya, gedung ini juga telah berkali-kali beralih fungsi mulai dari gedung perkuliahan, markas TNI sampai dengan kantor legium veteran. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 1.000 meter persegi dan berada sekitar 100 meter dari Stasiun Tambun, atau tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin 5, Tambun, Bekasi. Mengingat letaknya yang strategis, oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi saat Bupati Bekasi dijabat Abdul Fatah, bangunan ini sempat dijadikan sebagai tempat perkuliahan bagi mahasiswa Akademi Pembangunan Desa (APD) yang merupakan cikal bakal pembangunan perguruan tinggi di Bekasi, dan kini dikenal dengan Universitas Islam 45 (Unisma). Manfaat lain gedung ini, juga sempat digunakan sebagai Kantor BP­7 dan Kantor Legiun Veteran. Tahun 1999, di gedung menjadi sekretraist Pemilu. Lalu menjadi kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sekretarit Kantor Pepabri dan Wredatama. Kini gedung yang menghadap timur ini, menjadi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Tenaga Kerja Pemertintah Kabupaten Bekasi.

Fasilitas yang tersedia bagi pengunjung Museum Joang ’45 adalah Ruang Pameran Tetap dan Temporer dengan pojok multi media, Bioskop Joang 45, Studio penayangan film-film dokumenter dan film perjuangan lama, Perpustakaan referensi sejarah ilmiah, dilengkapi komik-komik perjuangan untuk bacaan anak, Childrenroom, ruang khusus untuk kreativitas anak dilengkapi game komputer pahlawan, mewarnai, puzzle, dan permainan knock-down, Souvenir Shop, Plaza untuk aktivitas outdoor berupa Teater Anak. Harga tiket masuk Museum Joang ’45 cukup terjangkau yaitu: dewasa Rp 2000,-; mahasiswa Rp 1.000,-; dan anak-anak Rp 600,-. Apabila pengunjung datang dalam rombongan (minimal 20 orang) harganya lebih murah lagi yaitu: dewasa Rp 1.500,-; mahasiswa Rp 7.500,-; dan anak-anak Rp 500,-. Museum Joang ’45 buka pada hari Selasa sampai dengan Minggu, dan waktu bukanya yaitu dari jam 09.00-15.00 WIB.

  1. Taman Buaya

Taman Buaya adalah kompleks penangkaran buaya yang berada di daerah Serang, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kita bisa ke sana melalui jalur pintu tol Cikarang Barat (Lippo Cikarang) ke arah kanan, menuju Jonggol, Bogor. Penangkaran buaya ini dikenal dengan Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) atau Taman Buaya Cikarang. Jumlah buaya yang ditangkarkan kurang lebih 500 ekor, Taman Buaya Cikarang merupakan salah satu penangkaran terbesar di Asia bahkan dunia. Selain sebagai penangkaran buaya, Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) juga sebagai sarana rekreasi alternatif, karena menyediakan tempat untuk rekreasi. Terdapat taman bermain untuk anak, sarana untuk bersantai, panggung hiburan bahkan pada hari-hari tertentu diadakan pertunjukan manusia dan buaya.

Menurut petugas taman, Warsidi, ada 500 buaya di taman yang didirikan pada tahun 1991 ini. Ada buaya muara sumatera yang berjumlah 423 ekor, buaya kalimantan (moncong panjang) sekitar 30 ekor, buaya irian (warna kulitnya hitam) ada 2 ekor, dan buaya albino sekitar 2 ekor yang terpisah di 4 kolam. Atraksi buaya biasanya dilakukan di hari libur. Kadang dalam sebulan hanya 2 kali. Bentuk atraksi di antaranya pawang tidur di punggung buaya, kepala pawang masuk ke kepala buaya. Untuk pengembangbiakkan, tempat penetasan telur buaya yang berusia di bawah 15 tahun akan dibawa ke daerah Tangerang. Setelah itu akan dibawa lagi ke taman untuk dirawat & dikembangbiakan. Buaya juga bisa hidup seperti dinosaurus (sekitar hampir 100 tahun). Nah di taman ini, buaya paling tua berusia 55 tahun dan yang paling muda berusia 15 tahun.

Tiket masuk  Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) adalah Rp 12.000,- untuk dewasa, Rp 6.000 untuk anak-anak. Untuk anak-anak  yang usianya di bawah 3 tahun, ternyata digratiskan oleh penjaga tiket. taman ini buka pada pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

  1. Hutan Kota Bekasi

Bekasi yang dikenal dengan kawasan pemukiman dan industrinya ini ternyata memiliki sebuah hutan kota yang nyaman untuk dikunjungi saat akhir pekan. Tempat wisata ini berlokasi di Desa Margahayu, Bekasi Selatan. Hutan Kota di Kota Bekasi yaitu hutan/taman kota Alun-alun Kota Bekasi dan Hutan kota Bina Bangsa di Komplek Stadion Patriot Bhagasasi selain sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta paru-paru kota, belakangan ini menjadi lokasi favorit warga kota untuk weekend atau sekedar kongkow-kongkow. Kedua hutan kota tersebut terus dipercantik dan dibangun beberapa area publik seperti WiFi dan arena bermain anak-anak sebagai bagian dari Program 1000 taman. Bahkan di hutan kota Bina Bangsa ada kegiatan outbound serta trak jalan kaki. Tempat wisata di Bekasi ini dibuka pada tahun 2012 dan memiliki luas sekitar 2 hektar. Di sini, terdapat banyak pepohonan dan udaranya relatif sejuk. Kegiatan yang bisa Anda lakukan antara lain piknik, bersepeda dan melihat penangkaran burung merpati dan kutilang.

Sebagai ruang terbuka hijau Taman Alun-alun Kota Bekasi menjadi tempat rekreasi murah atau sekedar melepas penat. Jika malam hari berbagai sajian kuliner murah meriah bisa didapatkan pengunjung dengan cara lesehan. Saat ini ada beberapa komunitas yang berkumpul di Taman Alun-alun seperti Orkesta, fotografi dan musik indie atau beberapa kelompok pecinta motor dari bebrgai merk yang berkumpul membentuk komunitas. Di Taman Alun-Alun Kota Bekasi juga tersedia tempat duduk yang tersebar di semua sudut dan pendopo yang dibangun persis di tengah-tengah taman. Ada juga kolam ikan dengan aneka ikan didalamnya. Lokasi ini menjadi idola muda-mudi untuk ber-selfi ria dan bercengkrama sambil menikmati kuliner yang berjejer di samping taman. Bagi yang hoby bermain bola para pengunjung mencoba lapangan olahraga ditengah-tengah alun-alun yang biasa dipakai sebagai sarana olahraga sepakbola atau tempat upacara dihari-hari besar nasional.

Selain itu terdapat tugu yang berdiri gagah sebagai simbol Patriotisme Rakyat Bekasi. Tugu itu bernama Tugu Resolusi Rakyat Bekasi. Tugu ini menjadi penanda dan saksi berdirinya wilayah administrasi Bekasi yang terpisah dari Jatinegara, DKI Jakarta pada masa pergolakan. Sedangkan hutan kota bina bangsa terletak di jantung Kota Bekasi, Hutan Kota Bina Bangsa berada di kawasan Stadion Patriot, GOR Patriot dan Lintasan Sepatu Roda Kota Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 1, Kelurahan Kayuringinjaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Luasnya sekitar 3 hektar yang juga dikelola oleh BPLH Kota Bekasi. Jumlah total pohon yang tumbuh di hutan kota ini mencapai 7.653 pohon dengan 23 macam jenis varian. Dua danau kecil juga sudah dilakukan rehabilitasi dan dibangun rumah kompos untuk mendaur ulang sampah daun dari pohon yang berguguran sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Top