Category: Bima

5 Destinasi Wisata Bagus Di Bima

Kota BIMA merupakan sebuah kota otonom yang terletak di bagian timur Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keberadaan Kota Bima tidak terlepas dari keberadaan Kebupaten Bima karena keduanya memiliki sejarah yang sama. Kota Bima secara geografis terletak di bagian timur Pulau Sumbawa pada posisi 118°41’00″­118°48’00” Bujur Timur dan 8°20’00″­8°30’00” Lintang Selatan. Tingkat curah hujan rata­rata 132,58 mm dengan hari hujan: rata­rata 10.08 hari/bulan. Sementara matahari bersinar terik sepanjang musim dengan rata­rata intensitas penyinaran tertinggi pada Bulan Oktober, dengan suhu 19,5 °C sampai 30,8 °C. Walau pulaunya tak sebesar Bali dan Lombok, tetapi tetap memiliki pesonanya sendiri. Bima memiliki pesona alam yang sangat memukau baik dari segi wisata alam, seni dan budaya, kuliner, religi dan masih banyak lagi.

Kehidupan penduduknya sebagian besar masih berdasarkan tradisi leluhur. Maka terlihat sebagai daerah yang tak tergerus oleh zaman semodern sekarang ini. Pemerintah kabupaten Bima saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan pesona alamnya yang tak kalah jauh dengan Bali. Kekayaan alam bima banyak menyimpan potensi wisata alam yang mungkin belum banyak tersorot media online, dengan segala keindahan dan keunikannya, disini tim Wisata Hits akan berbagi cerita, pengalaman perjalanan serta keindahan alam untuk menjadi informasi awal bagi para pecinta wisata alam, seni dan budaya khususnya masyarakat Indonesia. Oleh karena itu berikut ini beberapa destinasi wisata menakjubkan di Bima.

  1. Pantai Kalaki

Pantai Kalaki terletak di Jalan Raya Bima, Desa Pantai, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada koordinat 8°11’39″S 119°3’37″E. Pantai Kalaki merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Bima. Lokasinya relative cukup dekat dengan ibukota Kabupaten Bima. Pantai Kalaki dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari Pusat Kota Bima, lokasinya menuju arah barat kota menuju arah Bandara Sultan Mahmud Salahuddin atau menuju ke Dompu. Pantai Kalaki ini merupakan sebuah pantai yang berada di pesisir utara Pulau Sumbawa, menghadap kea rah utara menuju ke perairan Teluk Bima, sebuah perairan laut yang menjorok ke arah dalam dari Pulau Sumbawa di bagian timur.

Pantai Kalaki adalah salah satu obyek wisata pantai yang berada di kawasan teluk Bima dengan memiliki keanekaragaman daya tarik antara lain pantai pasir putih, perairan laut yang tidak berombak besar, panorama alam pegunungan sekeliling yang menarik mendukung keberadaan obyek wisata tersebut. Obyek wisata pantai Kalaki relevan sekali sebagai lokasi ajang berbagai kegiatan kepariwisataan Kabupaten Bima seperti lomba perahu dayung, lomba renang dan sebagai aneka ragam hiburan laut bagi wisata sepeda air, perahu pisang, jetsky, selancar angin dan lain – lainnya. Pantai ini memiliki panjang garis pantai kurang lebih sekitar satu kilometer dan berada tepat di pinggir jalan raya lintas. Sehingga suasana pantai ini akan terasa lebih hidup, apalagi ketika sedang ramai oleh wisatawan. Banyak aktivitas yang bisa anda lakukan di pantai ini, ditambah lagi dengan adanya fasilitas dan properti-properti lain yang bisa anda sewa untuk mengisi kegiatan wisata anda di Pantai Kalaki.

  1. Pulau Ular

Sebuah pulau kecil di wilayah Kabupaten Bima bagian timur, tepatnya di Desa Pai Kecamatan Wera. Pulau ini terletak dekat sekali dengan daratan Pulau Sumbawa hanya lebih kurang 400-500m. Orang-orang Bima menyebutnya Pulau Ular, karena pulau ini hanya dihuni oleh sekelompok ular-ular jinak yang tidak mengganggu penduduk. Yang menarik sebenarnya bukan karena banyaknya ular atau tidak adanya manusia yang mau tinggal di pulau seluas 500 m2 ini, tapi lebih karena ular-ular ini unik, berbeda dengan ular lain di Bima. Karena ular-ular ini mencari makan di dalam laut dan beristirahat di atas pulau di celah-celah bebatuan dan bergelantungan di tebing-tebing terjal. Ini menjadi daya tarik tersendiri. Ular-ular berwarna hitam putih cerah itu sangat mempesona bila tertimpa cahaya matahari. Wisatawan sangat menyukai momen-momen menyaksikan pemandangan langka ini. Mereka tanpa ketakutan mengalungkan ular-ular besar ini di lehernya. Yang tak kalah aneh, bentuk ekor ular ini sudah pipih menyerupai ekor ikan.

Para nelayan sering menemukannya masuk dalam jaring, namun segera dilepaskan karena mitos khusus terhadap ular tersebut. Ular ini tak bisa dibawa kemana-mana, karena akan selalu kembali ke habitatnya. Kalau tidak bisa kembali, dipercaya akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai. Karenanya, masyarakat desa sangat menjaga kelestarian satwa itu. Terdapat mitos bahwa menurut warga sekitar jika mengambil ular dipulau ular tidak akan bisa dipercaya ular yang diambil selalu kembali ke habitatnya kembali dan Kalau tidak bisa kembali, dipercaya akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai. Ular laut memang termasuk tidak agresif seperti kebanyak spesies ular lainnya. Tapi bila mengunjungi pulau ular pengunjung diharapkan berhati-hati melangkah, karena ular yang terkejut apabila terinjak dapat menggigit untuk mempertahankan dirinya. Tiap tahun ada beberapa nelayan yang terpatuk ular laut saat ingin menyingkirkan ular dari jala. Jika berkunjung ke pulau ular, selain bisa “bermain” dengan ular yang ada di pulau itu, pengunjung juga dapat melihat pemandangan Gunung Sangiang yang berdiri tegar di kejauhan dengan puncaknya yang bermahkota kabut serta beberapa pulau karang yang indah di sekitar pulau ular.

  1. Pantai Lawata

Pantai Lawata tetap tampak jernih dan asri, tapi tidak bagus buat berenang atau bermain air dikarenakan banyak lumpur dan batu-batu besar di dalamnya. Di sekitaran Lawata juga terdapat bukit-bukit kecil yang mempunyai beberapa goa yang bisa Kamu masuki. Di tepi Pantai Lawata juga didirikan beberapa cottage yang bisa jadi lokasi lesehan. Kamu pula bisa menikmati pemandangan pantai dari dalam cottage tersebut. Asal nama Lawata sendiri sebenarnya memiliki legenda yang berasa dari seorang musafir dari Jawa yang dikenal sebagai Sang Bima. Pada saat itu, Sang Bima datang bersama istri yang merupakan anak dari Ncuhi di Tambora.

Untuk melakukan penyambutan, digelar tarian di pantai dan untuk mempersilahkan tamunya duduk, para Ncuhi berkata “Ake Lawang Ita”, dimana lawang berarti pintu masuk dan ita adalah tuan. Kemudian Lawang Ita dijadikan nama pantai yakni Lawata dengan artian pintu masuk di kota Bima. Objek wisata Pantai Lawata menyuguhkan panorama alam yang indah dengan hamparan pasir putihnya yang halus serta air laut yang biru dan jernih. Beberapa tonjolan perbukitan pun tampak menghiasi dan menyejukkan pandangan anda dengan warna hijau dan sedikit kekuningan. Karena sejarahnya, Lawata kemudian “dibangun”, dibuatkan banyak “cottage” yang berderet di sepanjang pantainya. Setiap cottage memiliki bagian “dalam” yang bisa digunakan untuk lesehan, bagian luar/depan yang bisa digunakan untuk memandang ke arah laut/teluk, dan tempat berbeque di sebelah luar/belakang. Tampaknya, setiap cottage cukup untuk sebuah keluarga atau rombongan yang lebih dari 10 orang.

Pantai Lawata merupakan salah satu tempat tujuan wisata utama bagi masyarakat Kota Bima. Pantai Lawata adalah berupa sebuah “tonjolan” ke teluk Bima. Di Lawata terdapat sebuah bukit kecil yang memiliki beberapa buah gua kecil.Lawata memang sudah sejak dulu menjadi sebuah obyek wisata atau tempat piknik bagi masyarakat Bima. Lawata terletak hampir di luar kota Bima Pantainya bukanlah tempat yang bagus untuk bermain air, namun air (laut)nya bisa dibilang cukup jernih walaupun kadang berlumpur dan banyak batu-batu yang berserakan.

  1. Pantai Amahami

Pantai Amahami adalah pantai yang terdapat di pintu masuk kota Bima, yang merupakan pantai yang terkenal akan berbagai macam masakan kulinernya. Yang paling difavoritkan tentu saja masakan-masakan khas Bima. Ada juga pedagang yang berjualan masakan khas Nusantara lainnya. Di sore hari pantai Amahami dipenuhi oleh orang-orang yang berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya. Mereka menikmati santapan khas Bima bersama. Selain itu menikmati senja bersama adalah hal yang tidak akan mereka lewatkan. Kawasan pantai ini ramai terutama pada sore dan malam hari, dengan berbagai aktifitas yang ada seperti pedagang kaki lima. Kesan yang akan anda peroleh jika berkunjung ke Pantai Amahami adalah merupakan pantai yang nyaman dan indah,  tepian Pantai Amahami lumayan bersih dan suasana pantai Amahami masih asri.

Nama pantai ini sebenarnya adalah Lewi Sepi. Beberapa warga juga  juga yang mengatakan bahwa rangkaian pantai di sisi timur teluk Bima ini bernama Dewa Sepi. Hal ini ada kaitannya dengan sejarah kedatangan Raja Indra Zamrut, raja Bima pertama yang memerintah pada awal abad 14. sumber lain menceritakan bahwa di pantai ini dihuni oleh satu keluarga yang bernama Kanti. Kanti mempunyai seorang putera yang bernama Abdul Hamid. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Bima, bahwa nama bapaknya sering dipanggil dengan nama anaknya. Misalnya Kanti sudah akrab disapa Ama Hami. Lama kelamaan, Ama Hami terus menjadi kata yang akrab di bibir warga.

Ama Hami dan keluarganya terus mendiami kawasan pantai ini  sampai era tahun 70 an. Ada sekitar lebih dari 10 rumah panggung yang terdapat di pinggir pantai itu. Semuanya adalah keluarga Ama Hami mulai dari anak, menantu, serta cucu dan buyutnya. Pada masa Bupati Bima H. Oemar Harun, Bsc Ama Hami terus dibujuk untuk mengosongkan areal pantai itu dan diberikan fasilitas tanah di sekitar kelurahan Dara kota Bima. Awalnya ama Hami dan keluarganya menolak re-lokasi itu. Namun setelah beberapa kali dilakukan negosiasi oleh Pemerintah Daerah, Ama Hami pun menerima tawaran re-lokasi. Sejak saat itu Ama Hami pindah ke kampung Dara dan nama Ama Hami diabadikan untuk nama pantai di sepanjang Lawata hingga memasuki Kota Bima.

  1. Pantai Torowamba

Pantai Torowamba terletak di Desa Lamere, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Obyek wisata ini berjarak sekitar enam kilometer dari pusat kota Sape. Pantai Torowamba dikelilingi dengan tambak udang di sisi kiri dan kanannya. Hamparan pasir pantainya berwarna putih halus. Air lautnya pun cukup tenang dengan pemandangan alam yang sangat mempesona. Sehingga sangat cocok untuk bermain air maupun berenang. Pantai Torowamba memang pantai yang unik, di pantai ini terdapat sebuah tanjung dengan dua aliran arus. Ikannya pun cukup banyak dan cocok bagi pengunjung yang hobi memancing.

Torowamba memiliki pesona sajian alam yang khas daerah tropis dengan pantai sepanjang 200 meter yang jernih dan hamparan pasir putih. Dimana kita bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti berenang, bersantai, diving, memancing, snorkling bahkan berjemur. Selain itu disekitar pantai juga disediakan penginapan yang sangat berartistik lokal. Dijamin deh, kalau berlibur disini pasti sangat menyengkan sekali. Selain itu kita dapat menikmati karang biru yang beraneka warna dan berbagai macam ikan hias. Di depannya juga terdapat bukit kecil yang menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan agar mengunjunginya.

Beberapa penginapan yang dulu sempat ada pun kini sudah terbengkalai. Jadi bila Anda ingin bermalam di pantai ini, jangan lupa untuk membawa tenda dan bekal makanan serta minuman. Untuk menuju ke pantai ini, dari Bandara Sultan Mahmud Salahudin, dapat menggunakan bus kecil dari terminal bus dengan tujuan Sape. Lama perjalanan dari Bima ke Sape sekitar satu jam. Nah dari Sape, perjalanan bisa dilanjutkan menuju ke utara yakni ke arah Desa Lamere dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Dua kilometer dari Desa Lamere, Anda bisa langsung menuju ke lokasi Pantai Torowamba.

Top