Category: Blitar

5 Destinasi Wisata  Alam Di Blitar

Blitar adalah salah satu Kota di Jawa Timur yang merupakan asal daerah dari presiden pertama Indonesia. Berjarak kurang lebih 75 km dari kota Malang dan terletak di kaki Gunung Kelud. Daerah ini merupakan salah satu tempat bersejarah dalam perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kabupaten terkecil kedua di provinsi Jawa Timur ini memiliki prinsip “Kridho Hangudi Jaya” (bekerja keras untuk mencapai yang mulia) dan motto “Blitar Kota Patria”. Selain wisata sejarahnya, Blitar yang terletak di kaki gunung kelud ini menyimpan wisata alam yang indah. Berikut ini 5 destinasi wisata alam yang ada di blitar yang bisa dikunjungi.

  1. Gua Embultuk

Gua Embultuk adalah wisata stalakmit dan stalaktit di Blitar, terletak di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung. Jika berangkat dari pusat kota, Anda akan menempuh jarak perjalanan sekitar 40 km. Gua ini memiliki panjang sekitar 1.500 meter dengan luas dan tingginya 3 meter. Sepanjang kurang lebih 1,5 km, pesona stalagmit akan membuat anda merasa betah dengan suasana yang mengesankan, suara gemericik air bawah tanah menambah kesan alami. Jika Anda ingin menjelajahi gua, ini disarankan memakai alat bantu penerangan dan jangan lupa membawa pakaian ganti. Gua Embultuk merupakan satu-satunya gua di Blitar yang menyajikan keunikan stalagmitnya pada para pengunjung. Wisata gua ini selalu ramai dikunjungi oleh banyak turis, terutama pada liburan sekolah, dan jalan menuju gua ini pun telah direnovasi sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat.

Biaya untuk satu guide dengan maksimal rombongan 7 orang adalah 50 ribu rupiah. Guide akan membawa sebuah lampu dan menunjukkan jalan yang mudah untuk para pengunjung. Apabila tidak tahu jalan yang mudah, bisa saja anda tenggelam karena di beberapa bagian goa ini memiliki kedalaman hingga 3 meter. Di ujung dalam goa bentuk goa tampak seperti sebuah aula besar yang juga disebut dengan Batu Selendang Putri, karena bebatuannya tampak seperti selendang yang terjuntai. Tempat ini cukup luas dan lebar sehingga anda bisa bebas bergerak. Dulu gua ini merupakan tempat persembunyian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI)/G 30 S PKI pada tahun 1965-1966. Menurut salah seorang warga peralatan PKI pun masih ada di dalam gua, seperti peluru, pawonan, dan lain-lain.

  1. Rambut Monte

Wisata Rambut Monte merupakan wisata alam yang terdapat sebuah telaga, candi, petilasan atau tempat untuk bermeditasi yang di latar belakangi dengan pemandangan yang hijau dari perkebunan teh dan sawah warga setmempat, yang terhampar sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata ini. Rambut Monte terletak di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar. Candi yang terdapat di lokasi Rambut Monte ini merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Di bawah candi terdapat sebuah telaga yang dihuni oleh ikan, yang oleh warga sekitar di sebut dengan Ikan Dewa. Di pinggiran telaga disediakan sebuah gazebo untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam di sekitar telaga. Keindahan lokasi Rambut Monte ini kian bertambah dengan pantulan warna air dalam danau yang jernih kehijauan dan cenderung ke toska. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang di area telaga yang berisi ikan Dewa, tetapi terdapat kolam tersendiri untuk pengunjung berenang menikmati hijaunya alam di Rambut Monte.

Tempat wisata Telaga Rambut Monte dibuka menjadi tempat wisata sejak tahun 1976 dan dikelola swasta. Pada tahun 1996 tempat wisata ini dikelola oleh pemerintah daerah. Dulu Telaga Rambut Monte tidak seluas sekarang. Dengan berakhirnya G30S/PKI pada tahun 1965, telaga ini dilebarkan oleh mantan­mantan tahanan PKI yang masih hidup. Ada beberapa mitos yang menjadi asal mula adanya Ikan Sengkaring di Telaga Rambut Monte, yaitu : Ikan Sengkaring adalah wujud dari murid Mbah Monte yang dikutuk karena tidak melakukan perintah, yaitu menjaga Candi Rambut Monte. Sedangkan mitos yang kedua Ikan Sengkaring adalah wujud dari prajurit­prajurit Majapahit yang dikutuk.

  1. Pantai Gondo Mayit

Pantai Gondo Mayit merupakan salah satu lokasi wisata pantai di Blitar yang masih bersih dan alami dengan pemandangan yang mempesona. Terletak di Kecamatan Wonotirto, Desa Tambak Rejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Untuk menuju ke lokasi dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Kota Blitar, ikuti petunjuk ke Kedemangan dan Tulungagung sampai di pertigaan jembatan Kedemangan belok kiri mengikuti petunjuk ke Tambakrejo. Sampai di pertigaan terakir sebelum Pantai Tambakrejo belok kiri sekitar 1 km kanan jalan terdapat kampung. Masuk ikuti jalan utama sampai didepan gapura ada papan petunjuk ke Pantai Pasetran Gondo Mayit.

Dalam bahasa Jawa, Gondo Mayit memiliki arti bau mayat. Seram memang, tapi sebenarnya ini adalah nama sebuah pantai yang sangat indah. Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa pantai ini memiliki nama yang menyeramkan. Konon di pantai ini pernah ditemukan banyak mayat sehingga tercium bau mayat di sekitar pantai. Namun ini hanyalah sebuah cerita sejarah di masa lalu. Inilah yang membuat pantai di Blitar ini dinamakan Gondo Mayit. Selain itu juga terdapat pesanggrahan di pantai yang dipercaya merupakan tempat persinggahan nyi roro kidul. Air laut di Pantai Gondo Mayit sangat bening, mengundang Anda untuk terjun menikmati sejuk air dan hempasan ombaknya. Bibir pantai yang tidak cukup dalam membuat bentuk ombak memanjang yang sangat indah. Pantai ini memiliki pasir yang landai, sangat pas dijadikan sebagai tempat wisata keluarga. Pasir putihnya sangat bersih, tanpa karang dan tidak ada sampah. Karena berada di sebelah selatan Jawa membuat Pantai Gondo Mayit dianugerahi ombak yang cukup besar. Mungkin baru ombak tersebut satu-satunya yang bisa menjadi daya tarik selain kealamiannya. Sebagian besar pengunjung yang datang adalah surfer yang ingin mencoba ganasnya ombak. Akan tetapi, tidak jarang yang hanya ingin bermain di pinggir pantai saja.

Tiket masuk di pantai ini Rp. 6.000. Sedangkan untuk fasilitas di wisata pantai ini masih minim, namun untuk kamar mandi, tempat ganti pakaian di wisata ini bisa anda temukan, selain itu terdapat beberapa penjual makanan dan minuman yang bisa anda nikmati di area pantai tersebut, untuk penginapan atau hotel diwisata ini belum tersedia, namun anda bisa mendapatkannya di area kota blitar.

  1. Air Terjun Tirto Galuh

Air Terjun Tirto Galuh atau dikenal juga dengan nama Kedung Malang terletak di Desa Sidomulyo, Kec. Bakung, Kab Blitar. Air Terjun Tirto Galuh ini termasuk air terjun yang sangat unik, karena di satu lokasi memiliki banyak air terjun mini dengan ketinggian rata – rata sekitar 3 sampai 5 m. Air Terjun Tirto Galuh ini sangat populer di Kabupaten Blitar dengan memiliki susunan bebatuan sungai yang membentuk air terjun yang memiliki keindahan yang berbada dengan objek wisata lainnya. Tidak heran banyak wisatawan yang datang ke lokasi objek wisata tersebut. Sangat tidak disaranakn untuk datang ke tempat ini ketika daerah sini hujan deras, takutnya akan ada air bah / banjir bandang yang bisa datang sewaktu-waktu.

Rute Jalur menuju lokasi Air Terjun Tirto Galuh atau Kedung Malang, yaitu dari pusat Kota Blitar, silakan mengambil arah lewat kademangan sampai menemukan sebuah perempatan gawang. Kemudian ikuti jalan tersebut sampai melewati Monumen Trisula. Dari Monumen Trisula tersebut dilanjutkan perjalanan sampai menemukan pertigaan yang terdapat petunjung lokasi Air Terjun Tirto Galuh yang berjarak sekitar 500 meter dari pertigaan tersebut. Apabila Anda masih bingung dengan lokasinya, Anda dapat bertanya kepada warga sekitar di lokasi tersebut. Fasilitas yang ada di lokasi wisata Air Terjun Tirto Galuh ini yaitu warung makan, MCK, serta tempat parkir kendaraan. Untuk tiket masuk menuju lokasi tersebut masih belum ada. Namun pengunjung hanya dikenakan untuk biaya parkir saja sekitar Rp. 2.000,- untuk kendaraan roda dua.

  1. Sirah Kencong

Sirah Kencong merupakan nama sebuah daerah di Perkebunan Teh Bantaran Wlingi yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 90 menit berjarak sekitar 37 km dari Kota Blitar. Karena Sirah kencong sendiri berada di area pegunungan yang sulit dijangkau tepatnya pada ketinggian 1000 mdpl. Obyek wisata ini dikenal memiliki keindahan alam yang tiada duanya, dikenal menyimpan peninggalan benda cagar budaya yang adiluhung, dan dikenal pula memiliki medan yang menantang. Inilah Wisata Agro Sirah Kencong. Secara administratif masuk dalam wilayah Desa Ngadirenggo, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, berada dalam pengelolaan PT. Perkebunan Nusantara XII. Wisata Agro Sirah Kencong Wisata agro ini dapat dituju melalui dua rute, yakni via Desa Semen dan via Desa Tegalasri. Rute Sirah Kencong via Desa Semen adalah sebagai berikut: Blitar – Wlingi – Pertigaan RS Ngudiwaluyo Wlingi belok kiri – Ikuti jalan hingga memasuki Desa Semen – Setelah Pasar Semen ambil percabangan ke kanan ke arah Sirah Kencong. Rute Sirah Kencong via Tegalasri adalah sebagai berikut: Blitar – Wlingi – Pertigaan Kawedanan Wlingi belok ke kiri – Pertigaan Tegalasri ke kiri – Ikuti jalan hingga tiba di Sirah Kencong. Baik via Semen maupun Tegalasri, keduanya merupakan medan gunung. Sehingga akan banyak dijumpai tikungan, tanjakan, dan turunan yang siap memacu adrenalin para traveler sekalian.

Pesona utama dari Wisata Agro Sirah Kencong memang terletak pada kebun tehnya. Kebun teh ini memiliki luas sekitar 219.15 ha. Kebun teh membentang pada bentang alam yang berbukit-bukit sehingga tampak semakin indah. Jalan setapak tempat lalu lalang para pemetik teh tampak seperti guratan-guratan indah yang berulir benar-benar menawan. Selain kebun teh, wisata agro ini juga memiliki air terjun yang elok, yaitu Air Terjun Sirah Kencong. Air Terjun ini memiliki beberapa nama seperti Air Terjun Tirta Kencana, Air Terjun Suro Tani. Air terjun ini hanya berjarak 700 meteran dari Pabrik Pengolahan Teh. Untuk menjangkau air terjun sudah tersedia jalan setapak yang cukup nyaman. Tak seberapa jauh dari Air Terjun Sirah Kencong terdapat beberapa gua. Lorong gua gua ini melingkar dan tembus membentuk huruf U. Di dalam gua masih banyak hewan liar seperti kelelawar dan ular. Gas amoniak di dalam gua juga sangat pekat. Dan yang terakhi, wisata agro ini dikenal pula dengan bangunan cagar budayanya, yakni berupa candi. Candi Sirah Kencong ditemukan pada tahun 1967 oleh para pekerja perkebunan. Ketika ditemukan, kondisi fisik candi telah runtuh dan tidak utuh lagi. Sirah Kencong juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju Gunung Buthak. Oleh karenanya di sini terdapat pula pos peristirahatan Brak Papat. Untuk tiket masuk wisata agro ini Rp 4.000,- untuk tiket masuk per orang, dan biaya parkir Rp. 3.000,- untuk mobil, dan Rp. 2.000,- untuk sepeda motor.

Top