Category: Blora

5 Destinasi Wisata Asyik Di Blora

Blora merupakan sebuah daerah yang masuk dalam kawasan Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Blora secara geografis merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terdiri dari 271 desa, 24 kelurahan, 16 kecamatan. Kondisi geografis Blora termasuk dalam dataran rendah serta perbukitan di 20 – 280 MDPL. Blora memiliki kawasan hutan jati yang menjadikan kota ini dikenal sebagai pengexspor kayu jati terbesar yang ada di Indonesia. Kabupaten Blora meraih beberapa kali Adipura, disamping itu juga terkenal dengan obyek wisatanya yang sangat menarik, kesenian daerah, makanan khas serta industri pariwisata yang indah dan menarik. Meskipun kota ini tampak kecil, tapi di sini kamu bisa menemukan beberapa tempat wisata yang tak kalah asyik dari tempat lainnya. Berikut ini tempat wisata di Blora yang dapat kamu kunjungi.

  1. Goa Terawang Todanan Blora

Goa Terawang merupakan tempat wisata berupa goa alam yang terletak di tepi Jalan Todanan-Blora, Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Goa ini berada di tengah hutan jati yang dikelola oleh Perhutani. Tepatnya di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Tempat wisata Blora yang menyatu dengan alam ini memiliki keindahan eksotik di mata wisatawan. Goa yang terbentuk dari endapan batu gamping 10 juta tahun silam ini sering kali dijadikan tempat penilitian oleh orang indonesia maupun mancanegara. Dan dalam satu kawasan yang berluaskan 13 H ini, terdapat beberapa goa induk seperti Goa Suru, Goa Kidang dan Goa Manuk yang tidak kalah indahnya.

Akses jalan menuju Goa Terawang mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dinamakan Goa Terawang karena di dalam goa tersebut terdapat lobang besar alami yang menyebabkan sinar matahari dapat masuk ke dalam goa. Kawasan wisata Goa terawang ini didalamnya terdapat satu goa induk yang berukuran agak besar, 5 goa kecil dan 1 sendang. Goa Terawang ini menjadi tujuan wisata karena keunikannya berupa goa yang terbentuk secara alami dan memiliki pemandangan yang luar biasa. Selain goa, di kawasan wisata ini juga sudah dibengun arena bermain anak.

  1. Lokomotif Wisata Cepu

Loko tour ini merupakan paket perjalanan wisata di KPH Hutan Jati Cepu, Blora, dengan menggunakan rangkaian kereta api yang ditarik oleh lokomotif tua buatan Berliner, Maschinenbaun, Jerman pada tahun1928. Rute Loko Tour ini lumayan panjang. Anda akan diajak untuk memulai start dari kelurahan Ngelo, kecamatan Cepu yaitu kantor perhutani yang terletak sekitar 35 kilometer di sebelah tenggara dari pusat kota Blora.

Objek utamanya adalah melihat hutan jati yang dirawat menggunakan asas kelestarian hutan. Jadi anda akan melewati hutan jati di wilayah BKPH Ledok, Kendilan, Pasar Sore, Blungun, Nglobo, Cabak dan Nglebur. Lokasi-lokasi tersebut masih berada di wilayah kecamatan Cepu, Sambong, Jepon, Jiken, kabupaten Blora. Sedangkan dua wilayah lainnya masuk kecamatan Kasiman dan Bojonegoro, Jawa Timur. Nah, bisa anda bayangkan sendiri kan bagaimana sensasi yang akan anda rasakan ketika melewati deretan pepohonan jati yang tidak sedikit. Anda juga akan melihat di sekitar hutan jati ini terdapat ladang-ladang minyak yang masih diolah secara tradisional oleh masyarakat.

Setelah itu, para wisatawan akan diajak untuk melihat tempat penimbangan kayu du daerah Batokan. Kamu akan mendapati puluhan log kayu yang telah di tebang dan siap untuk dilakukan proses lebih lanjut. Lokasi ini berdekatan dengan kawasan industri pengolahan kayu jati, disinilah kemudian log-log kayu tersebut diolah menjadi furnitur.Total perjalanan Loko Tour ini kurang lebihnya selama 4 jam. Wisatawan yang melakukan paket perjalanan ini biasanya berasal dari mancanegara. Untuk sebuah paket wisata menggunakan lokomotif tua ini, pengelola mengeluarkan biaya operasional sebesar enam sampai dengan sepuluh juta rupiah.

  1. Monumen Hutan Jati

Objek wisata Monumen Jati Alam atau yang lebih terkenalnya wisata Gubuk Payung. Hutan Monumen jati Alam ini terletak di antara jalan Blora-Cepu, menempati lahan seluas 31,8 hektar. Sedangkan jumlah pohon jati sesuai yang tercatat di lokasi monumen yaitu sebanyak 1.766 batang. Rata-rata tinggi pohon disini 39 meter, garis tengah 89 meter dan sebagian besar berumur lebih dari 100 tahun. wisata ini juga merupakan salah satu tempat pemberhentian bagi wisata Loco Tour.

Jati alam di Gubug Payung yang usianya diperkirakan mencapai antara 100 hingga 200 tahun. Sementara jati Denok yang terletak di di Dukuh Temetes, Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, tepatnya di petak 62, RPH Temetes, BKPH Temanjang, KPH Randublatung, usianya lebih dari 300 tahun. Hutan ini merupakan hutan jati kelas dunia yang dilindungi oleh pemerintah. Di kurun tahun 2007-2008, Blora mendapatkan dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran pohon jati. Yang pertama satu pohon jati di kawasan Temengeng Kecamatan Sambong, tak jauh dari Gubug Payung, yang laku terjual Rp 1 miliar. Pohon jati berusia lebih dari 150 tahun itu dijual, karena mati.

  1. Gunung Manggir

Tempat wisata ini terletak di perbukitan kapur dengan ketinggian 250 meter dari permukaan laut,wisata yang sangat indah ini memiliki luas tempat 4 hektar yang terdapat goa yang letaknya terdapat di dekat pucuk gunung.Terdapat 3 trap atau tingkatan pada goa itu yaitu Trap Atas/Trap Pertama yang mempunyai dalam hingga 15 meter dari permukaan trap,kemudianTrap Tengah/Trap Kedua yang mempunyai kedalaman hingga 7 meter dari permukaan trap dan di dalam goa itu terdapat stalagmit yang unik dan menarik.

Jika anda sudah sampai ke pucuk gunung Manggir maka anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indahnya,mungkin rasa letih dan penat anda akan terbayar dengan pemandangan yang sangat indah dari pucuk Gunung Manggir ini,di pucak Gunung Manggir terdapat tanah terbuka kurang lebih 5 meter persegi. Di puncak gunung terdapat pemandangan yang sangat menawan,anda dapat melihat sawah sawah dan pepohonan jadi yang lebat miliki masayarakat setempat,serta arela pemukiman masyarakat yang cukup luas. Di objek wisata pegunungan Manggir ini tepatnya disampingnya terdapat Goa Manggir dan disampingnya lagi terdapat Goa Mangglih yang letaknya tepat disebelah utara dari gunung tersebut.Untuk mencapai objek wisata Pegunungan Manggir ini diperlukan kendaraan roda dua atau empat untuk mempermudah dan mempercepat perjalanannya,dari jalan aspal, kemudian dilanjutkan ke arah gua dan melalui jalan kampung hingga jalan setapak.

  1. Gunung Pencu

Gunung Pencu berada di wilayah Kecamatan Bogorejo, tepatnya di sebelah utara Desa Gayam. Lokasi Gunung Pencu dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Blora. Gunung Pencu berada pada kawasan pegunungan kapur utara di sebelah timur laut Kabupaten Blora. Pegunungan kapur ini membentang hingga Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Lokasinya yang berada pada perbatasan dua provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur, membuat Kecamatan Bogorejo ini sering digunakan oleh truk-truk pengangkut batu kapur sebagai jalur alternatif distribusi pertambangan. Sejarah Gunung Pencu atau dinamakan Gunung Pencu karena gunungnya seperti pencu yang sangat menarik dan menjadi salah satu wisata alam di Blora yang wajib dikunjungi.

Desa Gandu memiliki topograS sebesar 15-40% dengan ketinggian sekitar 400 m di atas permukaan laut, dimana daerah tersebut merupakan daerah pegunungan. Di bawah tebing batuan tersebut terdapat sungai yang masih jernih airnya. Di salah satu sudut tebing terdapat sebuah goa, tetapi ukurannya relatif kecil. Dulu pemerintah setempat sempat membangun sebuah jembatan gantung dan pendapa. Namun, kini jembatan gantung dengan berbagai fasilitas yang ada di lokasi tersebut sudah tak berfungsi dan rusak karena kurang adanya pengawasan dan pemeliharaan. Puas menikmati pemandangan hutan jati dan batuan karst, berlanjut perjalanan ke Gunung Pencu. Kendaraan dapat dititipkan ke salah satu rumah warga setempat, karena perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Di samping kanan dan kiri jalan setapak, saya harus melewati ladang (persil) milik warga yang sedang ditanami jagung, cabai rawit, serta tanaman persil lainnya. Kurang lebih dua puluh menit berjalan, sampailah di “puncak” Gunung Pencu.

Top