Category: Bojonegoro

5 Destinasi Wisata Di Bojonegoro

Bojonegoro adalah kota yang berbatasan dengan jawa tengah dimana letak secara geografis sebelah utara berbatasan dengan kota bumi wali yaitu Tuban, sebelah barat dengan Blora, sebelah selatan berbatasan dengan Nganjuk, Madiun dan Ngawi, dan sebelah timur berbatasan dengan Lamongan. Bojonegoro secara disebelah utara di lalui sungai terkenal yaitu bengawan solo dimana membawa dampak positif bagi warga bagian utara kota Bojonegoro karena pertanian mereka subur akibat tidak kekurangan air ada suply dari bengawan solo. Bojonegoro terkenal dengan yang namanya Masyarakat Samin dimana pada zaman dulu ada sebuah desa di bojonegoro yang menentang apa yang menjadi peraturan Belanda di prakarsai oleh tokoh yang namanya Samin, hasil bumi dll tidak mau di jual ke Belanda mereka lebih baik memakan sendiri hasil bumi mereka dari pada menjual ke Belanda kala itu, perjuangan gigih Masyarakat yamin ini sampai sekarang masih terkenang oleh warga Bojonegoro. Bojonegoro memiliki ragam tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Berikut ini 5 destinasi wisata yang bisa menjadi rekomendasi untuk dikunjungi ketika di bojonegoro.

  1. Kayangan Api Bojonegoro

Api Abadi Kayangan Api adalah sumber api yang tak hunjung padam yang terletak di kawasan hutan lindung Desa Sendangharo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Destinasi geologi dibalut sejarah budaya itu terletak di tengah hutan lindung yang banyak ditanam pohon Jati. Komplek ini merupakan sebuah wisata yang menyuguhkan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah. Gas alam ini tersulut api sehingga menciptakan api yang tak pernah padam walau di terpa hujan. Lokasi ini makin populer setelah dijadikan tempat pengambilan api Pekan Olahraga Nasional (PON) XV pada tahun 2000.

Konon cerita yang berkembang, Api Kayangan ini adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau empu Supa yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Mbah Kriyo pada zaman dulu merupakan seorang yang sering membuat alat-alat pertanian dan alat pusaka keris, tombak, cundrik dan sebagainya. Bertahun-tahun membuat peralatan tersebut akhirnya Mbah Kriyo memutuskan untuk bertapa di tengah hutan. Saat bersemedi, Mabh Kriyo membawa api dan menyalakannya dibebatuan, tepat di sebelahnya. Api itulah yang dipercayai terus berkobar hingga saat ini dan disebut dengan Kayangan api. Api tersebut digunakan untuk menympurnakan pusaka yang ia buat. Menurut beberapa sumber, jika malam hari bara api yang terbentuk terkadang menyerupai bentuk senjata tradisional yaitu keris, dan payung pusaka.

Tidak jauh dari lokasi tumpukan batu api yang diberi batas pagar beton memutar itu, ada sumber air berwarna keruh yang dipercaya sebagai tempat membasuh pusaka setelah diproses di Kayangan Api. Air tersebut seperti mendidih bergerak dari dalam tanah aroma belerang sangat kuat di sekitar sumber air tersebut. Sumber air yang dikenal dengan nama Sumur Blekutuk tersebut berada di dekat pohon dengan dua akar yang dipercaya sebagai pintu masuk asli kawasan pembuatan pusaka Kerajaan Majapahit. Di komplek wisata itu juga terdapat sejumlah artefak yang diduga terkait dengan eksistensi Kerajaan Majapahit. Kayangan Api sempat populer pada tahun 2000 karena ditunjuk sebagai tempat pengambilan api untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XV di Surabaya, di mana Jawa Timur sebagai tuan rumah.

  1. Air Terjun Krondonan

Air Terjun Krondonan terletak di daerah Kec. Gondang Bojonegoro. Sebenarnya belum ada namanya, hanya saja tempatnya masih berada di desa krondonan, oleh sebab itu banyak yang menyebutnya “Air Terjun Krondonan”. Akses untuk menuju kesana memang lumayan jauh karena melewati hutan hutan jati dan jalan setapak. Namun semua perjalanan itu akan terbayar dengan kepuasan keindahan alamnya yang mempesona. dari arah kota Bojonegoro bertolak ke selatan sekitar 37km. Setelah sampai di Kec. Gondang masih diteruskan dengan menaiki pegunungan yang lumayan tinggi. Tidak ada plang atau papan petunjuk disarankan untuk bertanya pada warga sekitar. Hamparan pegunungan yang tinggi menjulang cukup membunuh rasa lelah, udara yang sejuk, dan sawah yang hijau, serta gemercik air yang menenangkan jiwa.

Menurut warga setempat, debit air sangat tinggi pada puncak musim hujan. Air berwarna keruh kecokelatan. Sedangkan  pada puncak musim kemarau, debit air sangat rendah sehingga tak tampak lagi air terjun yang deras. Yang ada adalah air yang merembes di dinding tebing. Jadi, jika ingin mendapatkan view terbaik dengan medan sungai yang mudah dilalui, datanglah pada akhir musim hujan atau menjelang pergantian musim hujan ke musim kemarau.

  1. Negeri Atas Angin

Negeri Atas Angin yang berada di Desa Deling, Kecamatan Sekar. Tempat ini juga dapat diakses dengan mudah dari Madiun karna lokasinya berada di kawasan perbatasan Bojonegoro dan Madiun. Objek utama tempat ini adalah sebuah bukit dengan ketinggian 650 mdpl. Dari ketinggian itu kita bisa menyaksikan pemandangan alam yang terlihat begitu indah. Selain mempunyai panorama alam yang indah. Bojonegoro ini juga menyimpan cerita atau legenda rakyat yang menarik.

wisata Negeri Atas Angin menawarkan obyek wisata yang berupa pemandangan alam di perbukitan, Jadi pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan dari atas bukit yang dinamakan Bukit Cinta. Disini juga menawarkan olahraga paralayang sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan alam indah ke segala penjuru pegunungan kapur. Saat ini wisata Negeri Atas Angin terus dikembangkan dengan membangun sejumlah sarana prasarana untuk menarik wisatawan baik wisatawan lokal maupun asing. Untuk bisa menikmati wisata di negeri atas angin pengunjung akan dikenakan karcis yang harganya cukup murah.

Selain itu, Objek wisata ini sangat cocok bagi anda yang hobi mendaki, dengan potensi wisata alam yang sangat indah banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di tempat wisata ini, selain melihat panorama alam yang begitu menggoda mata para pengujung diantaranya ada hal ­ hal seru lainya yang bisa kita lakukan seperti : Mendaki Bukit Cinta, camping, Berenang Di Junopuro, FlayingFox, Melihat Sunset sore hari saat cuaca mendukung, Melihat Sunrise pagi hari saat cuaca mendukung dan Spesial di hari minggu anda para wisatawan akan di suguhi hiburan ujar kepala dinas pariwisata.

  1. Kedung Maor

Air Terjun Kedung Maor berasal dari aliran Kali Soko dan limpahan air dari Waduk Pacal. Air Terjun Kedung Maor terletak di pertengahan hutan tepatnya di kawasan hutan RPH (Resort Pemangkuaan Hutan) Tretes, KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Bojonegoro. Anda bisa mencapai lokasi Air terjun ini sekitar satu jam setengah dengan jarak 40 km dari Kota Bojonegoro ke arah selatan Arah Nganjuk. Tepatnya di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Untuk masuk ke obyek wisata ini, kamu tidak akan dikenai biaya masuk, tapi dikenai biaya parkir seharga Rp. 5.000,00 untuk roda dua dan Rp. 10.000,00 untuk kendaraan roda empat.

Untuk sampai ke lokasi ini, kamu bisa menempuhnya dengan jarak 32 km dari pusat Kota Bojonegoro. Aksesnya pun tidak terlalu sulit, meskipun jalanan menuju lokasi ini masih berupa makadam, tapi jalannya cukup lebar dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Di lokasi ini kamu bisa memanfaatkan waktumu untuk sekadar berselfie ataupun berenang. Nah, kalau kamu ingin berenang, kami sarankan agar kamu lebih berhati-hati, soalnya kedalaman kedung ini bisa mencapai 3-7 meter. Seperti air terjun pada umumnya, air terjun ini juga akan berwarna keruh ketika sedang banjir atau sedang turun hujan yang lebat, karena air terjun ini merupakan aliran dari kali soko dan waduk pacal yang sangat deras intensitas airnya.

  1. Teksas Wonocolo

Mendengar Texas, tentu yang terlintas di otak kita adalah Amerika Serikat. Negeri yang kaya akan destinasi wisata dan terkenal sebagai penghasil minyak terbesar di dunia. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur baru saja diresmikan destinasi objek  wisata baru oleh Bupati Bojonegoro Kang Yoto dengan nama “The Little” Teksas Wonocolo pada hari Rabu, 27 April 2016.

Objek wisata “The Little” Teksas Wonocolo terletak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro.Teksas Wonocolo di Bojonegoro, destinasi wisata baru bertema minyak bumi. Traveler yang suka jeprat-jepret pasti akan girang ketika mengunjungi Desa Wisata Migas atau GeoPark di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. ulisan Teksas Wonocolo ini adalah kesengajaan dan memiliki arti. “Teksas yang dimaksud disini singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera. Dan ini idenya Kang Yoto (Bupati Bojonegoro).

Top