Category: Bondowoso

5 Destinasi Wisata Alam yang Menakjubkan di Bondowoso

Bondowoso memang sebuah kota kecil di wilayah timur. Kabupaten Bondowoso tidak punya wilayah perbatasan dengan laut, sehingga jangan nanya wisata bahari atau pantai. Di wilayah utara, Bondowoso dibatasi oleh Kabupaten Situbondo, di selatan sama Kabupaten Jember, sebelah timur Kabupaten Banyuwangi dan sebelah barat Kabupaten Probolinggo. Pusat Bondowoso berada di jalur persimpangan jalur antara Besuki dengan Situbondo menuju Jember. Bondowoso dihuni sekitar 800 ribu jiwa dan luas wilayah 1.560 kilometer persegi, termasuk wilayah sedang di Jawa Timur. Saat ini dipimpin oleh Bupati Amin Said Husni dan wakil Bupati Salwa Arifin Jaya. Amid Said memerintah sejak tahun 2008 dan kembali menang pilkada tahun 2013. Bondowoso dapat dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu wilayah barat yang berupa pegunungan (bagian dari pegunungan Iyang), bagian tengah berupa dataran tinggi dan bergelombang, dan bagian timur berupa pegunungan (bagian dari dataran tinggi Ijen). Bondowoso adalah satu-satunya wilayah kabupaten di daerah Tapal Kuda yang tidak memiliki garis pantai. Bondowoso adalah kota kecil dengan kondisi geografis pegunungan, perbukitan, dan dataran rendah. Banyak tempat menarik di Bondowoso yang dapat memberikan kita kesan wisata yang sangat menyenangkan dan indah.

  1. Air Terjun Tancak Kembar

Wana wisata air terjun Tancak Kembar terletak di Desa Andongsari Kecamatan Pakem sekitar 25 km arah barat dari kota Bondowoso. Tinggi tebing air terjun ini 77 m yang berhawa sejuk terdapat pada kawasan hutan lindung dengan ketinggian 1100 mdpl. Ada dua aliran air terjun yang satu sama lain berjarak sekitar 20 meter. Kedua air terjun tersebut memiliki ketinggian yang sama. Oleh karena itu, kedua air terjun itu lantas disebut dengan tancak (air terjun, bahasa Madura-red) kembar. Dua air terjun itu juga disimbolkan laki-laki dan perempuan. Pemanfaatan air terjun sampai saat ini tidak hanya untuk tempat rekreasi saja, akan tetapi untuk sarana irigasi, bahkan menurut masyarakat setempat, orang yang mandi disini dapat menambah awet muda. Lokasi obyek ini didukung oleh panorama alam yang indah dan menawan untuk dinikmati oleh pengunjung, serta didukung adanya pusat penelitian kopi arabica dan cacao seluas 180 Ha.

Dinamakan Air Terjun Air Terjun Tancak Kembar karna ada dua buah air terjun yang terletak berdampingan. Masing-masing air terjun memiliki tinggi sekitar 70 meter. Lokasi air terjun ini berada di alam bebas yang membutuhkan perjuangan untuk mencapainya. Air terjun ini memiliki sebuah mitos. Konon, air terjun ini pernah digunakan mandi oleh Dewi Rengganis yakni seorang putri raja kerajaan Majapahit yang terkenal dengan kecantikannya. Itulah sebabnya kenapa air di air terjun ini dipercaya memiliki kasian awet muda. Pada hari-hari tertentu, banyak pengunjung yang sengaja datang untuk sekadar melakukan ritual. Mereka biasanya membawa sesaji dan menggelar selamatan di sekitar air terjun yang kemudian dilanjutkan dengan mandi.

  1. Kawah Ijen

Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru, dan Merapi. Gunung Ijen terletak di sebelah timur Gunung Merapi (di Jawa Timur juga terdapat gunung yang memiliki nama yang sama dengan gunung di Jawa Tengah yaitu Gunung Merapi). Kawasan Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso. Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.

Tempat wisata terindah di Bondowoso jatim yang satu ini memiliki keindahan alam yang begitu memukau. Untuk menuju ke lokasi wisata ini bisa di tempuh melalui 2 jalur yaitu jalur utara dan jalur selatan. Untuk jalur utara, bisa ditempuh dengan waktu 2,5 jam dari situbondo menuju Sempol yang nantinya berakhir di Paltuding. Sedangkan dari jalur selatan, bisa di lalui dari banyuwangi menuju Licin yang bisa di tempuh dengan jarak 35 km. Kawah ini memiliki panjang pendakian sepanjang 3 km yang bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Pendakian menuju kawah ini dapat di bilang cukup sulit karena memiliki kemiringan 25 sampai dengan 35 derajat. Jalur pendakian menuju kawah juga sangat terjal dan berpasir sehingga diperlukan keahlian dan persiapan khusus untuk menuju ke wisata ini. Tentunya setelah sampai ke kawah Ijen ini, akan terbayar semua kelelahan.

Kawah ini di selimuti dengan asap belerang dengan kawah belerang yangberwarna hijau tosca dan ada nyala api biru atau blue fire yang hanya bisa dijumpai di 2 tempat di seluruh dunia. Blue fire atau api yang berwarna biru. Di dunia, blue fire hanya ada di Islandia dan Indonesia (Ijen) saja. Biasanya blue fire turun ke kawah hanya pada waktu tertentu, yaitu dini hari pukul 01.00 – 02.00. kenapa warna apinya biru? Karena campuran sulfur dari kawah ijen itu sendiri dengan panas bumi yang mencapai 300 derajat celcius, maka menghasilkan warna biru pada api, saking panasnya. Jika matahari sudah mulai tampak, warna apinya berangsur-angsur menjadi kuning atau oranye.

  1. Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di Desa Jampit, Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Kawah ini letaknya cukup dekat dari Kawah Ijen hanya sekitar 20-30 menit saja. Lokasi sekitar kawah ini cukup menarik karena berupa savanna padang rumput sejauh mata kita memandang, dikelilingi pegunungan-pegunungan tinggi terkesan dan tidak percaya ini masih di Jawa. Kawah Wurung adalah sebuah kawasan perbukitan yang memiliki hamparan padang rumput (savana) yang hijau dengan cerukan yang berbentuk seperti kawah gunung. Perbukitan tersebut dikelilingi sebuah lubang raksasa seperti kaldera. Kawah Wurung berarti kawah yang tidak jadi atau bisa diartikan kawah yang telah mati. Kalau sebuah kawah umumnya terdapat air atau endapan belerang dengan buih­buihnya, maka di sini sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah perbukitan yang diselimuti rerumputan hijau diselingi dengan sedikit pepohonan di beberapa bagiannya.

Ada yang mengatakan pemandangan Kawah Kurung merupakan miniatur Gunung Bromo, ada pula yang mengingatkan padang savana di sana bak di New Zealand, landscape nya disebut­sebut juga bak di film televisi Teletubbies. Bentuk bukitnya yang indah dan kehijauan membuatnya dijuluki sebagai jamrudnya Bondowoso. Semua pujian sah­sah saja karena memang begitu adanya. Sebelum mencapai Kawah Wurung, Anda akan melewati jalan yang menanjak dan bergelombang sejauh sekitar 100 meter yang dinamakan Tanjakan Cinta. Ujung dari tanjakan ini adalah sebuah puncak bukit yang melingkar, yang disebut Bukit Cincin. Bukit cincin merupakan sebuah kubangan besar yang berbentuk seperti kaldera besar. Bukit ini terlihat seperti melingkari Kawah Wurung, mungkin karena itu dinamai seperti itu.

Dari atas bukit terlihat jelas hamparan luas rumput hijau bak permadani. Beberapa fauna seperti kijang dan sapi berkeliaran bebas di padang rumput ini. Jika pandangan diarahkan ke sekeliling, terlihat dikejauhan bibir kaldera Ijen berdampingan dengan puncak Merapi, sementara di sudut lain nampak Gunung Raung dengan kalderanya yang terjal. Yang pasti pecinta fotografi yang amatiran pun tidak akan habis­habisannya mengabadikan keindahannya. Kawah Wurung tidak selalu tampil dengan pesona hijaunya. Ini hanya bisa disaksikan di musim hujan, sedangkan jika traveler datang pada saat musim panas, pemandangan padang savananya berubah menjadi merah muda merona sampai kekuningan. Namun pesonanya tetap tak pudar. Selain itu anda dapat menjelajahi perbukitan dengan berjalan kaki, ada cara lain yang bisa dilakukan, seperti bersepeda gunung, berolahraga ringan, atau mendirikan hammock menikmati suasana sekitar. Kawah Wurung juga menjadi salah satu lokasi pengambilan foto untuk pre­wedding yang menarik.

  1. Situs Megalitikum Bondowoso

Situs ini terletak di tengah perbukitan Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Tapi batu bersusun yang dikenal dengan nama Batu So’on (so’on dalam Bahasa Madura berarti susun –karena penduduk lokal banyak yang berasal dari Madura) atau Batu Solor (karena berada di Desa Solor) ini bentuknya sedikit mirip Stonehenge. Di sini pengunjung bisa menjumpai batu besar yang menumpuk dengan begitu fantastis. Nggak kalah dengan Stonehenge yang ada di Inggris. Biarpun sering dijuluki sebagai salah satu situs megalitikum di Indonesia, tapi belum ada penelitian resmi yang menjelaskan asal muasal dari batu-batu yang ada di lokasi tersebut. Situs megalitikum yang merupakan peninggalan pada masa jaman batu besar. Di situs ini Anda akan melihat secara langsung sarkofagus yang juga di kenal sebagai keranda yang terbuat dari batu cadas. Fungsinya yaitu sama dengan kuburan batu atau dolmen. Situs seperti ini jarang sekali di temui dan salah satunya bisa Anda lihat langsung di desa Gliseran kecamatan Wringin Bondowoso.

Untuk menuju lokasi Batu Solor, diperlukan upaya yang cukup keras karena jalan akses yang rusak parah. Selain melewati pemukiman warga, kita juga akan melewati perbukitan, serta persawahan. Namun jangan kawatir, meski akses ke lokasi terbilang cukup susah, terutama saat musim hujan, semuanya akan terlunasi ketika tiba di lokasi Batu Solor. Jika anda berangkat dari kawasan kota Bondowoso, diperlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai di tujuan. Kendaraan yang disarankan adalah mobil offroad dan motor trail, sebab jalannya cukup terjal dan penuh bebatuan.

  1. Kawah Ilalang

Kawah ilalang ini berada di sebelah timur dari kawah wurung, tepatnya di dusun Curah Macan, desa Kalianyar kecamatan Sempol Bondowoso. Pesona kawah ilalang ini adalah ilalang yang tumbuh subur di sekitar lokasi yang sangat jarang ditemui di tengah kota. Dengan ditambah hembusan angin yang membuat seakan terdengat auman singa, dan dihiasi panorama pegunungan ijen di sekitarnya menambah keindahannya. Jika Anda hendak menuju kawasan Kawah Ilalang, Anda bisa melaju ke daerah Sempol dan cukup mengikuti arah plang “Kawah Wurung”. Kawah Ilalang ini berada di wilayah Kecamatan Sempol, satu jalur dengan wisata Kawah Wurung. Tapi Anda perlu sedikit hati-hati karena tidak ada penanda untuk kawasan Kawah Ilalang. Jika Anda salah jalan, maka akan tersesat.

Di kawasan Kawah Ilalang banyak ditumbuhi oleh tanaman ilalang, oleh karena itu tempat keren ini dinamakan Kawah Ilalang, pemandangan di lokasi ini tak perlu diragukan lagi, sangat cocok untuk menyegarkan mata dengan sejauh mata memandang akan terlihat hamparan rerumputan hijau. Kawah Ilalang tak hanya menawarkan pemandangan ilalang dan rumput saja, melainkan disini kita juga bisa melihat Kawah Wurung dari sudut pandang berbeda, gunung Raung yang terlihat kokoh beridiri hingga gunung Ijen yang terletak di Banyuwangi. Masyarakat sekitar lebih mengenal tempat ini dengan nama Bukit Glaman atau Lawang Seng,

 

Top