Category: Cilacap

5 Destinasi Wisata Favorit di Cilacap

Cilacap merupakan sebuah kabupaten yang juga memiliki luasan daerah terbesar yang ada di jawa tengah. Pulau nusakambangan juga termasuk dalam bagian wilayah dari kabupaten Cilacap. Banyak yang tak mengira jika sebenarnya Cilacap memiliki banyak potensi wisata yang bisa anda kunjungi bersama keluarga pada saat musim liburan. Kabupaten Cilacap terletak di bagian selatan pulau jawa yang menjadikan kabupaten ini memiliki pesona alam yang cukup indah khususnya pantai. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai wisata Cilacap yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Berikut tempatwisata yang ada di cilacap.

  1. Pulau Nusakambangan

Pulau ini memang sangat terkenal karena di pulau nusakambangan ini terdapat penjara yang dikhususkan untuk narapidana dengan tingkat kejahatan yang dilakukan sangat berat. Namun di balik kisah penjara kelas kakap tersebut, pulau nusakambangan juga menjadi tempat wisata Cilacap yang memiliki panorama keindahan alam memukai yang bisa anda kunjungi. Pulau Nusakambangan terletak di sebelah Selatan Pulau Jawa dan merupakan pulau kecil terluar yang berbatasan dengan Australia. Di sebelah Utara pulau ini terdapat selat yang terkenal dengan sebutan Segara Anakan. Selat ini memisahkan Pulau Nusakambangan dengan daratan Pulau Jawa, khususnya dengan Kota Cilacap. Kota Cilacap merupakan daerah terdekat dan berbatasan langsung dengan kawasan Pulau Nusakambangan. Sebelah Selatan Pulau Nusakambangan adalah Samudera Hindia yang terkenal dengan ombaknya yang besar. Luas Pulau Nusakambangan adalah sekitar 210 km2 atau 21.000 ha, memanjang dari Barat ke Timur. Pulau ini memiliki titik referensi (TR) 143. Secara administratif Pulau Nusakambangan termasuk dalam wilayah Desa Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan Kotif Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan letak geografis kawasan Pulau Nusakambangan yaitu pada 7 0 30’ – 7 0 35’ LS dan 108 0 53 – 109 0 03’BT.

Di pulau ini terdapat pantai pasir putih yang tidak bisa dijumpai pada saat anda di pantai teluk penyu. Seklain keindahan pantai pasir putih, pulau nusakambangan yang dikelilingi hutan tersebut memiliki ke eksotisan tersendiri yang bisa anda nikmati pada saat mengunjungi tempat tersebut. terdapat pula benteng peninggalan jajahan belanda yang bisa anda susuri dan sekaligus belajar mengenai sejarah yang pernah terjadi pada saat belanda menjajah Indonesia. Keeksotikan pulau ini membuat anda betah untuk berlama-lama menikmati indahnya pesona suasana alam yang asri di pulau nusakambangan ini. Akses untuk menuju ke pulau tersebut hanya dengan menaiki kapal dari pantai teluk penyu selama 5 menit. Jika anda sudah puas dan ingin pulang bisa menghubungi kapal yang tadi digunakan untuk perjalanan berangkat. Selain itu disini ada banyak sekali tempat wisata di pulau ini, antara lain hutan cagar alam, keindahan batu karang, hutan belantara, gua, benteng, serta pantai. Disini ada benteng Karang Bolong dan Benteng Pendem, sementara untuk pantai, ada Pantai Karang Pandan. Semuanya eksotis dan masih terlihat asri dan alami.

  1. Curug Cimandaway

Curug Cimandaway adalah sebuah tempat wisata air terjun terletak diperbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah tepatnya berada di kota Majenang Dusun Serang Desa datar Kecamatan Dayeuh Luhur. Curug Cimandaway sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat setempat sejak tahun 1986, Nama air terjun Curug Cimandaway ini bearasal dari nama yang diambil dari kata Ci yang berarti Air, Ma berarti Sima atau terkesima, Da berarti Darah dan Way berarti Wanita, sehingga jika diartikan secara keseluruhan arti dari nama Curug Cimandaway ini adalah Air yang mempesona/ membuat wanita terkesima sehingga menurut kepercayaan masyarakat setempat bilamana ada pasangan yang datang mengunjungi curug tersebut akan berjodoh.

curug setinggi 65 meter ini telah diresmikan bupati Cilacap tahun 2012 sebagai salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi di kabupaten ini. Curug Cimandaway terletak di dusun Serang, desa Datar, kecamatan Dayeuh Luhur. Air terjun ini sudah diketahui warga sejak tahun 1986, namun baru 4 tahun lalu dikembangkan sebagai tujuan wisata. Kamu wajib mengunjungi air terjun ini, meskipun akses menuju ke lokasi masih lumayan melelahkan. Curug ini meupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Cilacap. Keunikan curug atau air terjun ini adalah sumber airnya berasal dari Sungai Singaraja dan airnya jatuh ke Sungai Cikawalon yang berada di bawahnya.

  1. Gunung Selok

Gunung Selok adalah sebuah wilayah yang di kelola oleh Perum Perhutani KPH wilayah Banyumas Timur yang memiliki luas 235,7 ha yang bisa disebut bukit yang berada di daerah desa Karangbenda Kecamatan Adipala yang memiliki ketinggian 150 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terkenal akan wisata spiritualnya. Karena pada umumnya orang yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut untuk melakukan ziarah atau melakukan semedi di tempat petilasan sampai semedi di goa-goa yang terdapat di gunung tersebut.

Selain itu, sebagian orang berpendapat bahwa lokasi-lokasi yang berada di gunung tersebut adalah lokasi yang dianggap keramat. Namun ada lokasi yang paling dianggap keramat yaitu padepokan Jambe Pitu dan padepokan Jambe Lima. Berkunjung ke tempat wisata ini dijamin akan lebih mengasyikkan dibandingkan dengan berkunjung ke tempat obyek wisata lain, karena Anda akan disuguhi dengan perpaduan keindahan alam dan tempat peninggalan zaman dulu.

Anda akan disuguhi dengan keindahan alam, pantai selatan yang indah sampai peninggalan penjajahan Jepang berupa benteng yang konon katanya berjumlah 25 buah. Goa yang terdapat di lokasi wisata tersebut di antaranya goa Rahayu dan goa Ratu yang selalu dikunjungi oleh para peziarah untuk mencapai maksud tertentu. Itulah tempat wisata Gunung Selok yang terdapat di daerah Cilacap, selain tempat ziarah juga menjadikan tempat ini untuk melepas kepenatan di waktu aktif beraktivitas.

  1. Benteng Pendem

Benteng Pendem merupakan wisata sejarah yang sayang untuk dilewatkan jika berada di Cilacap. Benteng yang berada diatas tanah 6.5 Ha ini masih berdiri kokoh sebagai saksi sejarah, begaimana kekuasaan belanda sangat kuat mencakar di Indonesia. Benteng pendem dalam bahasa belanda disebut “Kusbatterij Op De Lantong Te Tjilatjap” ini terletak sekitar 0.5 km dari pantai teluk penyu. Benteng ini di bangun pemerintah Belanda pada kisaran tahun 1861-1879. Setelah Belanda berakhir, benteng ini dimanfaatkan tentara Jepang sebagai markas, kemudian setelah Jepang pergi, benteng ini juga sempat dijadikan markas TNI dan sempat dimanfaatkan sebagai markas untuk latihan pasukan KOPASSUS yang terkenal mengerikan itu.

Sekarang, Bangunan Benteng Pendem ini masih kokoh berdiri, dengan dikelilingi parit. Di dalam Benteng Pendem ini memiliki 60 kamar/ barak, benteng pengintai, gudang senjata, terowongan, ruang penjara, ruang rapat, ruang amunisi, ruang tembak dan 13 tempat-tempat penting untuk pertahanan yang dikelilingi oleh pagar dan parit serta tertimbun tanah sedalam 1-3 meter. Dan konon, di benteng Pendem ini terdapat terowongan juga yang menembus sampai samudra Hindia. Terowongan ini dapat digunakan prajurit untuk meloloskan diri jika situsasi terdesak.

Benteng Pendem terletak di wilayah dusun Kebonjati,desa Cilacap, Kecamatan Cilacap, kabupaten Cilacap. Posisi geo-grafisnya adalah 108 49’08” BT dan 7*40’31”.Pada saat ini di halaman dalam benteng telah dibangun beberapa fasilitas wisata seperti loket penjualan tiket dan toilet. Sedangkan halaman luar terdapat kilang minyak milik Pertamina di belakang benteng dan pantai wisata Teluk Penyu di sebelah timur. Benteng Pendem merupakan bangunan terbuat dari batu bata plesteran dibangun melalui beberapa tahap.  Beberapa bagian dari benteng yang masih dapat dilihat  meliputi: bangunan penjara, ruang senjata, terowongan, gudang dan dapur, bangunan akomodasi, barak prajurit/asrama, benteng pertahanan dan pengintai, dan parit.

  1. Hutan Mangrove Kampung Laut Tengah

Kampung Laut adalah sebuah kecamatan di kabupaten Cilacap yang terdiri dari 4 desa atau kelurahan, masing-masing adalah Desa Ujungalang, Ujung Gagak, Panikel, dan Klaces. Daerah ini dikenal masih memiliki rimbunan hutan bakau yang besar di kawasan Segara Anakan. Segara Anakan sendiri adalah laguna terbesar di Indonesia yang terletak di utara pulau Nusakambangan. Akses menuju hutan mangrove Kampung Laut cukup jauh, butuh waktu 1 jam untuk mencapainya. Bagi yang berminat ada dua cara untuk menuju kesana, pertama dengan menyewa kapal nelayan di pelabuhan Seleko. Harga sewa perahu ini sekitar Rp. 300-600 ribu tergantung hasil negosiasi traveler dengan nelayan setempat. Keuntungan menyewa perahu nelayan adalah traveler bisa leluasa menentukan waktu berangkat dan pulang dari lokasi. Sedangkan cara kedua dengan menumpang kapal reguler yang memiliki jam operasional mulai pukul 8 pagi hingga jam 1 siang. Tentu tarifnya lebih murah yaitu per kepala Rp. 10 ribu untuk menyeberang ke Kampung Laut dari Cilacap dan pindah kapal lagi untuk menuju ke hutan mangrove dengan biaya yang sama. Waktu tempuhnya menjadi lama sekitar 1,5 jam dan traveler terikat oleh waktu kalau tidak mau ketinggalan kapal.

Berkeliling hutan mangrove melalui jembatan kayu adalah aktivitas seru yang ditawarkan di tempat ini. Di beberapa sudut juga disediakan gardu pandang yang memungkinkan traveler untuk melihat lebih luas hamparan hutan mangrove yang katanya terbesar se-Indonesia tersebut. Keadaan alam sekitar objek wisata Kampung Laut ini sangatlah mendukung pertumbuhan biota laut, menjadikan kawasan wisata tersebut sebagai surga bagi ikan – ikan yang hidup disekitar lokasi tersebut. Bagi para pecinta memancing, lokasi Kampung Laut ini tempat yang sangat cocok untuk menyalurkan hobi tersebut. Berbagai macam jenis ikan dapat ditemukan dilokasi ini diantaranya ikan kerapu, udang galah, ikan sidat dan masih banyak lagi jenis ikan lainnya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati berbagai macam menu makanan seafood diantaranya  kerang totok, kepiting udang dan ikan belanak yang menjadi salah satu menu khas lokasi wisata tersebut. Di samping wisata kuliner dengan berbagai jenis biota laut, pengunjung juga dapat menikmati wisata lainya berupa gua yang berada di Pulau Nusakambangan ini, di antaranya Gua Masigit, Gua Maria, Gua Semar, Gua Batu Lawang, dan Gua Pintu Gerbang.

Top