Category: Cirebon

5 Destinasi Wisata Terpopuler Di Cirebon

Cirebon merupakan sebuah wilayah di Provinsi Jawa Barat dan berada di pesisir utara Jawa atau yang lebih dikenal dengan jalur pantura (pantai utara). Karena lokasi geografisnya, Cirebon menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan antara kota Jakarta – Semarang – Surabaya. Pada awalnya Cirebon berasal dari kata sarumban, Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang kemudian diberi nama Caruban (carub dalam bahasa Cirebon artinya bersatu padu). Diberinama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa diantaranya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsurunsur budaya bangsa Arab), agama, bahasa, dan adat istiadat. kemudian pelafalan kata caruban berubah lagi menjadi carbon dan kemudian cerbon.Cirebon menjadi salah satu Kota yang memiliki perkembangan yang sangat pesat, letaknya di Jawa Barat dan menjadi kota ketiga yang memiliki kemajuan yang luar biasa setelah Bandung dan Bekasi. Cirebon dikenal sebagai tempat para Sunan, ada banyak sekali peninggalan sejarah di Kota ini. Selama ini Cirebon banyak dikenal dengan kerajinan batiknya. Cirebon menjadi salah satu penghasil kerajinan batik terbesar di pesisir Jawa. Namun ternyata Cirebon tak hanya soal batik motif mega mendung yang menjadi andalannya. Daerah ini juga memiliki potensi pariwisata yang besar.

  1. Taman Sari Gua Sunyaragi

Taman sari Gua Sunyaragi salah satu peninggalan sejarah, terletak di Jl. Brigjen Darsono, Kel. Sunyaragi, Cirebon. Cagar budaya ini berdiri di atas lahan seluar kurang lebih 1,5 Ha. Bangunan ini didirikan oleh Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon sekitar tahun 1703. Adapun filosofi nama cagar budaya ini adalah Sunya artinya sepi, Ragi artinya raga, atau tempat untuk bermeditasi (menyepi). Lokasi ini dahulu memang digunakan oleh raja dan keluarganya sebagai tempat mencari ketenangan. Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Pada zaman dahulu kompleks gua tersebut dikelilingi oleh Danau Jati. Lokasi dimana dulu terdapat Danau Jati saat ini sudah mengering dan berubah menjadi jalan serta pemukiman penduduk. Gua Sunyaragi yang merupakan bagian dari keraton Kasepuhan ini memiliki banyak mitos, saat berkunjung kemari sebaiknya Boboesr menggunakan tour guide agar tidak sembarangan pegang patung yang ada.  Karena di Gua Sunyaragi ini terdapat patung bernama Perawan Sunti, yang menurut kepercayaan, siapapun yang menyentuh patung ini akan berat jodoh, tapi balik lagi kekepercayaan masing-masing

Di area ini ada 18 bangunan peninggalan sejarah yang merupakan perpaduan budaya Indonesia dan China. Ada dua bangunan utama yaitu pesanggrahan dan gua. Di dalam pesanggrahan terdapat beberapa ruangan seperti ruang tidur dan ruang rias. Yang menarik adalah bangunan gua yang dari luar terlihat seperti candi. Bagian dalamnya menyerupai gua karena ada banyak lorong dan berbentuk mirip labirin. Selain rindangnya pepohonan untuk beristirahat, di sekitar tempat wisata ini terdapat banyak saung kecil yang menjual makanan dan suvenir khas Cirebon. Untuk dapat masuk kita harus membayar tiket RP. 10.000 saja dan tempat wisata ini Buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00.

  1. Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan merupakan keraton kesultanan pertama di Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II pada tahun 1529. Selain sebagai keraton tertua di Cirebon, keraton ini juga menjadi yang termegah dan paling terawat di kota ini. Keraton dikelilingi oleh tembok bata berwarna merah. Sedangkan bangunan utamanya berwarna putih yang di dalamnya terdapat singgasana sultan dan ruang tidur. Bangunan peninggalan sejarah ini sekarang menjadi tempat wisata di Cirebon yang menjadi tujuan favorit pengunjung dari luar kota. Dalam area keraton Kasepuhan terdapat museum, yang bersisi beragam benda pusaka, kereta kencana, lukisan koleksi kerajaan dan sejarah kota cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati sebagai penghormatan kepada pangeran Mas Mochammad Arifin yang mamiliki gelar yang sama yaitu panembahan Pakungwati 1. Pada bangunan ini kamu akan melihat akulturasi dari berbagai macam budaya yang ada seperti budaya jawa, sunda, China, Arab, Eropa dan India.

Obyek ini sangat bersih dan terawat dan selalu menjadi tempat kunjungan favorite terutama pada tanggal 1 syawal. Karena saat itu, kereta kencana Singa Barong dimandikan (konon merupakan kereta milik sunan Gunung Jati). Konstruksi bangunan yang ada di keraton kasepuhan menggambarkan berbagai macam kultur budaya yang ada diCirebon, Seperti terlihat dari ukiran daun pintu gapura yang memiliki gaya Eropa, Gerbang yang menyerupai pintu di Bali, Pagar Siti hilingnya dari keramik China dan satu lagi yaitu tembok bata merah khas budaya Jawa yang mengelilingi area Keraton Kasepuhan. Jika anda ingin berlibur ke Keraton Kasepuhan, silakan beli tiket masuk secara online karena lebih murah. Harganya hanya Rp. 15.000 per orang.

  1. Keraton Kanoman

Keraton Kanomanan terletak di Jl. Winaon, Kampung Kanoman, Kel. Lemah Wungkuk, Cirebon. Keraton Kanoman dibangun pada tahun 1588 oleh Sultan Badaruddin karena terjadi perselisihan tentang pewaris keraton. Jarak Keraton Kanoman hanya 600 meter dari Keraton Kasepuhan. Keraton Kanoman masih menjadi tempat tinggal keturunan ke-12 kesultanan, yakni Raja Muhammad Emiruddin dan keluarganya. Di sini anda dapat masuk museum yang banyak menyimpan benda peninggalan bersejarah dari Eropa yang dikoleksi oleh sultan dahulu. Anda bisa masuk museum yang di dalamnya terdapat banyak benda peninggalan bersejarah seperti piring-piring antik dari Eropa yang merupakan koleksi sultan dahulu. Pada awalnya Keraton Kanoman merupakan pusat peradaban Kesultanan Cirebon, yang kemudian karena ada masalah internal terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon.

Salah satu bangunan penting yang ada di komplek Keraton Kanoman adalah Witana. Witana berasal dari kata “awit ana” yang berarti bangunan tempat tinggal pertama yang didirikan ketika membentuk Dukuh Caruban. Dalam kakawin Nagarakertagama bangunan witana adalah berupa panggung kayu sementara dengan atap tanpa dinding tempat persemayaman raja sementara waktu. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Cirebon adalah salah satu kota tua di Pulau Jawa.

  1. Telaga Nilam

Telaga Nilem berada di Pesawahan Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Telaga Nilam masih berada dikawasan Telaga Remis dan berjarak  sekitar 500 meter dari Telaga Remis. Berada di titik perbatasan Cirebon, Majalengka, dan Kuningan membuat tempat wisata ini mudah dijangkau dari mana saja.  Dari Kota Cirebon, Telaga Remis hanya berjarak sekitar 24 km ke arah selatan, sedangkan dari pusat kuningan berjarak 35 km ke arah utara.
tepatnya berada di  Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan dengan Koordinat :  6° 47′ 17″S,  108° 25′ 8″E. Telaga Nilem atau telaga nilam masih sejalan dengan telaga remis, namun tidak jauh dari pintu masuk retribusi (karcis) kawasan wisata ini bisa diartikan lokasinya sebelum telaga remis. Telaga Nilem adalah salah satu mata air atau kolam alami yang berada di wilayah kabupaten Kuningan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Air yang jernih dan sekitarnya hutan yang rimbun membuat lokasi wisata ini sangat asri. Kondisinya sepi dan tidak terlalu ramai. Dingin sekali karena masih wilayah pegunungan tepatnya masuk di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Dasar telaga (danau) ini adalah bebatuan dan kerikil yang banyak ditumbuhi ganggang dan lumut. Telaga Nilem masih boleh untuk dibuat renang, sedangkan beberapa telaga lain kebanyakan tidak diijinkan oleh pengelola dan pemuka adat setempat. Telaga nilem terdapat 2 kolam yaitu dangkal dan dalam. Dangkal sekitar 0-1,2 m, sedangkan yang dalam 0-4 m. Di dalam kawasan ini hanya ada 1 warung yang jualan makanan dan minuman namun tidak disediakan WC/kamar mandi. WC/kamar madi masih bisa menumpang di warung/ rumah penduduk di luar atau dekat parkiran kawasan wisata ini. Air yang segar dan udara sejuk dari rimbunan pepohonan di sekeliling telaga ini bisa membuat pikiran tenang dan damai. Fasilitas yang tersedia yaitu, Perahu motor, sepeda air, saung peristirahatan, mushola, toilet, cafetaria, toko cinderamata, tempat parkir.

  1. Telaga Biru Cicerem

Telaga Biru Cicerem berada di Desa Kaduela, Pasawahan, Kuningan memiliki pesona eksotis yang unik. Tempat ini sebenarnya bernama Situ Cicarem, namun disebabkan airnya yang berwarna biru, maka lebih dikenal dengan sebutan Telaga Biru Cicerem. Telaga Biru Cicerem berada di ketinggian sekitar 315 mdpl dengan suhu sekitar 20 derajat celsius. Terletak di kaki Gunung Ciremai, tempat ini masih dikelilingi oleh aneka tumbuhan rindang. Tempat ini pun biasa dijadikan lokasi hunting foto untuk para pecinta photography. Dan untuk masuk ke tempat wisata ini kamu hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 2.500 per orang. Warna air yang biru dan jernih berkilauan sungguh merupakan panorama eksotis dan menjadi andalan tempat ini. Di dalamnya hidup beragam ikan yang semakin menambah pesonanya tersendiri. Telaga Biru ini memiliki kedalaman sekitar 5 meter.

Untuk menuju ke Telaga Biru ini kamu bisa mengambil arah ke bundaran Ciracas dari Kuningan atau Cirebon. Tepatnya di sebelah utara setelah Pasar Cilimus, kemudian menuju Jalan Mandirancan. Lalu masuk ke Jalan Kasab dan pertigaan Cirea-Pasawahan, beloklah ke kiri menuju Tugu Macan Mandirancan. Dari Tugu Macan ini ambil arah ke Desa Pasawahan. Kamu akan menemukan pertigaan dekat lapangan bola, ambillah arah kanan menuju objek wisata Paniis. Tidak jauh dari wisata Paniis terdapat Situ Sipariuk. Lanjutkan perjalanan hingga ke perempatan Masjid Pasawahan dan belok ke kanan. Ikuti terus jalan hingga ditemukan gerbang yang menunjukan lokasi Situ Cicerem. Sepanjang perjalan pun kamu akan disuguhi panorama hamparan sawah dan eloknya Gunung Ciremai. Pengunjung juga dapat berenang dipinggiran situ bersama kawanan ikan yang akrab dengan kehadiran pengunjung. Tak jauh dari samping situ terdapat beberapa tempat duduk yang disediakan untuk pengunjung menikmati keseluruhan Situ Cicerem. Bagi yang ingin membeli makanan, terdapat warung yang menjual makanan ringan dan minuman di area situ.

Top