Category: Demak

5 Destinasi Wisata yang Bisa dikunjungi di Demak

Demak merupakan sebuah kota kecil yang ada di bagian utara Semarang. Demak yang dikenal juga dengan nama kota wali ternyata mempunyai beraneka macam obyek wisata mulai dari wisata sejarah sampai dengan wisata alam dan wisata yang lainnya. Di bawah ini adalah beberapa obyek wisata yang ada di Demak dan sekitarnya yang bisa anda kunjungi.

  1. Pantai Morosari

Pantai Morosari merupakan salah satu wisata pantai yang ada di kabupaten Demak. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya, hanya berjarak sekitar 3 Km dari jalan raya. Pantai ini dikenal dengan keindahan panorama alamnya yang indah. Selain wisata pantai kita juga dapat mengunjungi salah satu hutan mangrove yang ada disebrang pulau dengan menaiki prahu. Morosari adalah nama sebuah dusun yang terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, provinsi Jawa Tengah. Persisnya dari jalan Raya Semarang Demak Km. 9. Rute paling mudah untuk kesini pada jembatan Sayung dari arah Semarang menuju Demak belok kekiri menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 4 km kearah laut ( utara ). Dahulu Morosari merupakan dusun yang dikenal dengan tambak penghasil udang yanng mampu menghidupi masyarakat sekitar, namun dalam dekade terakhir, terjadi abrasi pantai yang cukup signifikan karena kerasnya ombak. Bahkan Desa Tambak Sari yang letaknya tak jauh dari Morosari, penduduknya sudah direlokasi ke tempat lain.

Kawasan dengan luas sekitar 5 hektar ini didirikan bangunan dengan nuansa tradisional / etnik dengan atap alang alang seperti bangunan bangunan yang biasa terdapat pada obyek wisata pada umumnya. Bangunan tersebut antara lain berupa: Kantor Pengelola dan Counter Water Sport, Rumah makan seafood kapasitas 75 orang, makanan tradisional kapasitas 14 Gerobak Pedagang, Bale Bengong / Gazebo dan Mushola dan Lahan parkir yang luas. Fasilitas lain yang dimiliki oleh Wisata Bahari Morosari ini berupa permainan olah raga air seperti: 4 Buah Perahu Canoe Single, 2 Buah Speed Boat berkapasitas 8 orang, 1 Buah Banana Boat berkapasitas 5 orang, 6 Buah Sepeda Air Paus, Bebek, Anjing Laut, 3 Buah Jetski Yamaha Wave Runner 700 cc berkapasitas 3 orang, 1 Buah Dragon Boat berkapasitas 20 orang, serta 5 Buah Perahu Kayak Double. Obyek wisata bahari Morosari yang diresmikan pada tanggal 19 Januari 2006 tidaklah semata untuk dijadikan obyek wisata Demak dan untuk menambah pendapatan asli daerah, namun lebih untuk pemberdayaan masyarakat sekitar yang kondisi desa serta mata pencaharian masyarakatnya sangat terpuruk akibat abrasi pantai yang melanda desa mereka.

  1. Hutan Mangrove Morosari

Wisata hutan mangrove terletak di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Menurut beberapa informasi, untuk menuju ke sana wisatawan bisa menggunakan dua cara yaitu melalui jalan darat atau menggunakan perahu. Selain pemandangan hutan mangrove di sana juga terdapat makam Syekh Abdullah Mudzakir. Hutan mangrove ini adalah salah satu tempat ngadem paling asik di Demak. Lokasi tempat ini tidak terlalu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Demak dan Semarang. Sebagaimana hutan mangrove pada umumnya, di Hutan Mangrove Morosari juga disediakan track jembatan kayu bagi pengunjung untuk menyusuri area hutan. Beberapa spesies liar seperti burung bangau putih sesekali akan kita jumpai saat berjalan menyusuri hutan mangrove.

Di tempat ini terdapat beberapa larangan yang harus dipatuhi, termasuk larangan bergandeng tangan jika kita berkunjung bersama pasangan. Untuk masuk ke area hutan mangrove sendiri kita tidak dikenakan biaya kecuali ongkos parkir. Namun, jika kita membawa kamera (bukan kamera hp) akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 25.000. Di kawasan hutan ini ada sebuah makam ulama yakni Syekh Abdullah Mudzakir. Kita diperbolehkan mengunjungi makam tersebut namun dilarang mengambil gambar. Saat menghabiskan waktu di sini, anda juga dapat melihat sunset yang menawan ditemani suasana yang asri dan udara laut segar karena adanya barisan bakau yang berhias banyaknya bangau putih yang datang dan pergi. Untuk mencapai lokasi bisa menggunakan perahu atau kendaraan bermotor.

  1. Agrowisata Bellimbing Dan Jambu Merah Delima

Selain dikenal dengan tanahnya para wali, Demak juga dikenal sebagai penghasil jambu delima serta belimbing. Untuk mengenalkan potensi daerah tersebut, beberapa desa di Demak dikembangkan menjadi agrowisata. Terletak di Desa Betokan, Tempuran, Sidomulyo, Wonosari, dan Mranak yang lokasinya saling berdekatan. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari pusa kota Demak. Agrowisata buah belimbing dan jambu delima di demak ini merupakan salah satu hasil pertanian yang paling terkenal di wilayah Kabupaten Demak. Rasa buah yang di suguhkan oleh buah belimbing dan juga jambu delima ini memang sangat berbeda dengan buah yang lain. Selain bisa memetik buah dari pohon dan memakannya langsung, kita juga sekaligus bisa belajar cara berkebun buah jambu delima dan belimbing.

Selain menikmati kelezatan buah segar yang dapat langsung dipetik dari pohonnya, pengunjung juga disuguhi pemandangan dan nuansa pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Hal ini menjadikan lokasi agrowisata di Demak ini ramai dikunjungi oleh masyarakat perkotaan. Sistem yang dipakai dalam agrowisata ini adalah sistem paket, dimana setiap paket beranggotakan sekitar 30 pengunjung. Dan biaya yang dipasang kurang lebih Rp50.000,- per orang.

  1. Sentra Batik Demak

Rupanya Demak pun punya kekayaan lokal berupa batik dengan motif beragam yang menggambarkan berbagai hasil alam daerah serta bermacam elemen yang ada di Masjid Agung Demak. Di tempat yang satu ini anda tak hanya dapat berbelanja saja, melainkan juga melihat proses pembuatan batik, dari awal sampai tercipta kain yang sudah jadi. Batik tak hanya identik dengan Kota Jogja, Kota Solo maupun Kota Pekalongan. Kota Demak pun memiliki sentra batik demak tersendiri. Setiap sentra industri batik di setiap kota memiliki ciri khasnya sendiri sendiri salah satunya dengan batik yang ada di sentra batik demak ini.  Sentra batik Demak tersebut telah dikembangkan selma atiga tahun terakhir ini tepatnya mulai tahun 2012. Motif yang diusung oleh batik demak ini memadukan motif klasik dan juga memadukan motif batik kontemporer. Batik tersebut juga banyak terinspirasi dari khasanah kearifan lokal. Ada berbagai motif batik yang diambil dari stilasi berbagai hasil alam daerah dan elemen-elemen dalam Masjid Agung Demak. Anda bisa melihat langsung proses pembuatan batik ini dari bahan mentah hingga jadi, sekaligus Anda juga bisa berbelanja di sana.

Destinasi Wisata  Sentra Batik di Demak merupakan kekayaan alam dan sejarah Demak atau dikenal motif Demakan ke dalam karya setiap kain batiknya. Dengan demikian, tidak hanya penggemar batik, tetapi juga orang lain semakin tahu soal Demak. Motif-motif batik Sri Setyani sederhana, tidak jauh dari kekayaan alam di sekitarnya. Perpaduan motif jambu, belimbing, serta motif hiasan Masjid Agung yang ditorehkan di selembar kain katun ternyata banyak peminatnya. Keuletan Sri Setyani membuat batik-batik motif Demakan, ternyata dapat perhatian Pemkab Demak.  Motif Sekar Jagad Demak Bintoro, yaitu motif yang memadukan pola jambu, belimbing berpadu garis pantai telah menjadi seragam khas para pegawai di Pemerintah Kabupaten Demak. Pola batik Masjid Agung, yang dipadu dengan motif bunga krisan. Motif masjid itu dibuat dalam pola besar. Sri Setyani ingin menonjolkan bentuk masjid yang dipadu kekayaan alam Demak. batik Pintu Bledeg, polanya berasal dari pengembangan pintu Bledeg peninggalan Ki Ageng Sela. Ada juga pola batik Pintu Bledeg ini menginterpretasi motif lawang yang ada gambar kepala naga.

  1. Sentra Kerajinan Rebana

Tempat selanjutnya yang dapat anda kunjungi saat mengisi liburan di Demak yaitu sentra kerajinan rebana. Seni budaya yang telah jadi tradisi dan kebanggaan masyarakat Demak selain wayang dan juga tembang-tembang adalah marawis dan juga rebana. Di sentra kerajinan rebana anda akan melihat banyaknya elemen yang terdapat pada marawis dan juga rebana (fungsi, nama, serta filosofi yang ada di dalamnya). Ternyata rebana yang diproduksi di sini telah beredar sampai seluruh pelosok nusantara. Rebana dan bedug ini terbuat dari bahan yang sama yaitu kulit sapi. Meskipun terlihat sederhana ternyata pembuatan rebana dan juga bedug tersebut tidak semudah yang kita kira. Hal itu dikarenakan pembuatan rebana membutuhkan waktu yang lama dan pembuatan yang rumit. Tujuannya adalah agar suara rebana dan juga bedug sesuai dengan yang diharapkan. Rebana yang bagus ketika ditepuk memiliki suara yang khas dan nyaring. Begitupula dengan bedug. Harga rebana dan juga bedug tergolong mahal, terutama jika terbuat dari kulit sapi. Rebana yang paling bagus terbuat dari kulit kerbau, sayangnya semakin sedikitnya kerbau yang dipelihara oleh masyarakat, kulit sapi menjadi pengganti. Rebana yang terbuat dari kulit kerbau mampu bertahan sampai dengan dua belas tahun lamanya. Untuk kulit sapi hanya mampu bertahan selama 5 tahun.

Mushtofa adalah pembuat kerajinan Rebana yang memiliki kualitas terbaik. Beliau adalah generasi ketiga, yang belajar membuat bedug dan rebana sejak masih berusia sembilan tahun. Dimulai dari hanya dikerjakan oleh anggota keluarga, sampai kemudian akhirnya merekrut beberapa tetangga untuk membantu pengerjaan produksinya. Ternyata rebana itu pembuatannya tidak sesederhana yang di duga. Kayu trembesi yang dijadikan bahan utamanya, musti dikeringkan dan disimpan dalam jangka waktu satu tahun sebelum bisa digunakan. Kulit kerbau dipilih sebagai bahan penampang  bedug karena usianya lebih panjang. Bisa awet hingga dua belas tahun. Selanjutnya jika kulit sobek atau berlubang bisa direparasi juga di tempat pak Mus. Kekuatan kulit kerbau juga bisa kami saksikan langsung kemarin. Melihat betapa unik dan tidak mudahnya pembuatan bedug, juga mahal bahannya, maka tak heran jika harga satu buah bedug saja bisa sampai Tiga puluh tujuh juta rupiah untuk bedug dengan diameter penampang 120 cm.

Top