Category: Denpasar

5 Destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan di Denpasar

Denpasar, sebagai Ibu Kota Bali dan juga pusat bisnis sekaligus pusat pemerintahan, Denpasar memiliki banyak sekali tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di Denpasar anda dapat dengan mudah menemukan restaurant, bar, hotel, spa, juga tempat hiburan menarik lainnya, selain tempat hiburan tersebut anda juga dapat mengunjungi tempat wisata alam, sejarah, budaya. Sebagian besar tujuan wisata andalan pulau Bali memang berada di luar kota Denpasar namun jika anda datang ke kota ini tidak ada salahnya singgah ke 5 tempat wisata di kota Denpasar berikut ini.

  1. Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi, sebuah monumen yang berada di jantung kota Denpasar, tempatnya berada di daerah Renon. Lokasinya berhadapan dengan perkantoran Gubernur Bali, Gedung DPRD Bali dan beberapa perkantoran pemerintah dan swasta. Disini wisatawan akan mendapatkan gambaran miniatur Bali dari beberapa zaman. Monumen ini dibangun dan didedikasikan untuk perjuangan rakyat pulau Bali. merupakan rancangan Ir Ida Gede Yadnya pada tahun 1981 dan mulai dibangun pada tahun 1987 atas prakarsa mantan Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra dan baru diresmikan 16 tahun kemudian pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. Monumen ini berada di tengah-tengah lapangan yang luasnya mencapai 13,8 hektare. Sedangkan luas bangunannya 70×70 meter. Di dalam monumen ini terdapat 33 diorama yang menggambarkan kehidupan orang Bali dari masa ke masa juga sejarah perjuangannya. Bangunan Monumen Bajra Sandhi terdiri dari beberapa bagian bangunan yaitu terdiri dari 17 anak tangga berada pada pintu utama, 8 buah tiang agung dalam gedung monumen, menjulang setinggi 45 meter. Terlihat begitu artistik dan penuh arti, melambangkan angka hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Bajra Sandhi Renon termasuk tempat wisata di Denpasar Bali yang murah dan menarik. Jika Jakarta memiliki Monas, pulau Bali memiliki Bajra Sandhi. Tempat ini sendiri dikenal akan seni ukirnya yang menunjukkan arsitektur khas dari Bali sehingga termasuk sebagai tempat wisata populer di Denpasar. Monmen Bajra Sandhi yang dibangun dengan ciri khas Bali ini bernilai artistik tinggi. Di monumen yang sering dikunjungi wisatawan terutama pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, wisatawan akan menemukan nuansa lain di mana bangunannya yang berada di tengah lapangan, terlihat indah karena dilengkapi taman.

Bagi wisatawan Asia seperti Jepang, China, Korea, keunikan monumen Bajra Sandhi terlihat seperti Pagoda. Oleh karena itu, banyak wisatawan Asia yang mengangap monumen ini adalah Pagoda, seperti di negara mereka. Harga Tiket Masuk : Rp. 5.000 (WNI) dan Rp. 10.000 (WNA). Selain hari libur nasional, Museum Bajra Sandhi dibuka setiap hari. Pada Senin-Jumat, museum dibuka pukul 08.30-17.00 WITA. Sedangkan pada Sabtu-Minggu, pengunjung bisa masuk mulai pukul 09.30-17.00 WITA.

  1. Museum Bali Denpasar

Museum Bali Denpasar disebut juga dengan nama museum negeri provinsi Bali Denpasar, artinya museum ini dikelola oleh pemprov provinsi Bali. Museum Bali terletak di pusat kota Denpasar, alamat tepatnya di jalan Mayor Wisnu Denpasar Bali 80232. Museum ini menyimpan banyak sekali pengetahuan yang menyangkut peradaban manusia dari zaman ke zaman, khususnya pada masyarakat Bali. Museum Bali dibangun pada tahun 1910, menggunakan arsitektur tradisional dengan ornamen yang khas Bali.

Struktur fisiknya mengikuti struktur fisik bangunan kraton (puri) atau tempat pemujaan (kahyangan, pura merajan) berdasarkan konsep trimanandala yaitu nista mandala jaba pisan ( bagian luar ) madya mandala : Jaba tengah ( bagian luar sebelum memasuki bagian inti), dan utama mandala jeroan (bagian inti). Di pojok depan sebelah kanan di bagian tengah Museum Bali terdapat sebuah bangunan yang disebut bale bengong.  Dipojok depan sebelah kiri terdapat sebuah bangunan yang disebut bale kulkul. Di bagian inti (jeroan) terdapat bangunan yang terdiri dari tiga gedung yaitu gedung Tabanan di utara, gedung karangasem di tengah – tengah, gedung Buleleng di sebelah selatan. Ketiga gedung menjadi tempat penyimpanan barang-barang kesenian barang etnografis, naskah-naskah kuno (prasasti), keramik, patung-patung porselin, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, senjata, alat-alat upacara, lukisan, wayang kulit dan lain sebagainya. Ketiga gedung itu difungsikan untuk tempat pameran tetap Museum Bali.

Di sana tersedia fasilitas berupa : perpustakaan, laboratorium, gedung untuk pameran sementara dan beberapa koleksi barang-barang peninggalan sejaman, kantor para karyawan. Di bagian depan sepanjang jalan Letkol Wisnu tersedia fasilitas parkir kendaraan bermotor bagi pengunjung. Tersedia pula sebuah kantin yang menjual minuman dan makanan untuk para pengunjung. Tiket masuk ke museum Bali di Denpasar akan dikenakan biaya Rp 5.000 / orang. Untuk dapat melakukan foto pre wedding di museum Bali Denpasar, biaya tiket masuknya berbeda dengan biaya tiket masuk hanya untuk berkujung. Untuk dapat melakukan foto pre wedding di museum Bali di Denpasar akan dikenakan biaya tambahan Rp 150.000. Jadwal berkunjung atau jam buka Museum Bali Denpasar yaitu Hari Minggu­-Kamis buka pada jam 08.00-­15.00 WITA sedangkan Hari jumat pada jam 08.00­12.30 WITA dan Hari sabtu dan tanggal merah, museum ini tutup.

  1. Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar

Museum lukisan sidik jari Denpasar terletak di Jalan Hayam Wuruk No 175, Tanjung Bungkah Denpasar Bali. Jika anda berangkat dari bandara Ngurah Rai, akan menempuh waktu kurang lebih 40 menit. Jaraknya hanya 15 km dari bandara Ngurah Rai, tapi karena kemacetan di kota Denpasar, maka waktu tempuh bertambah. Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar dibangun pada tahun 1993. Peresmian dilakukan setelah 2 tahun, tepatnya pada bulan Juli 1995. Tokoh yang memiliki gagasan, sekaligus pemilik dari objek wisata di Denpasar yang satu ini adalah bapak Gede Ngurah Rai Pemecutan. Pada 9 April 1967 teknik ini ditemukan secara tidak sengaja saat lukisan ‘tari baris’ yang sedang ia buat dirasa gagal. Maksud hati ingin memperbaiki kerusakannya dengan ujung jari tangan, namun justru memunculkan keunikan dan keindahannya yang berbeda. Sejak itu Ngurah Pemecutan mulai menyempurnakan teknik sidik jarinya, dan hingga kini ia melahirkan 666 lukisan. Tujuan dari bapak Gede Ngurah Rai Pemecutan untuk membangun museum Sidik Jari Denpasar, sebagai tempat untuk memajang aneka koleksi lukisan hasi karyanya, serta memajang puisi hasil karyanya yang ditulis diatas batu.

Museum ini dinamakan museum Sidik Jari karena berkaitan dengan cara yang digunakan ketika melukis. Metodenya ujung jari pelukis diolesi oleh berbagai macam warna cat lukis sesuai dengan imajinasi dari pelukisnya. Karena melukis menggunakan jari tanpa menggunakan kuas, tentunya terdapat bekas sidik jari dari tangan pelukis. Cara melukis ini yang dinamakan lukisan Sidik Jari. Di museum Sidik Jari Denpasar, pengunjung tidak hanya dapat melihat lukisan dan puisi saja, melainkan pengunjung yang ingin mendalami budaya Bali terutama seni tari Bali dapat belajar disini. Di museum ini diadakan kursus seni tari Bali, kursus melukis, kursus seni musik Bali dengan pengajar profesional. Untuk jam operasionalnya buka Setiap hari 09.00 s.d. 16.00 WITA. Fasilitas yang ada di museum ini yaitu Ruang pameran tetap, Ruang studio kerja, Ruang pameran berkala, Ruang terbuka, Balai bengong, Panggung terbuka, dan Taman.

  1. Pulau Serangan

Pulau Serangan adalah sebuah pulau kecil di Bali yang letaknya berada sekitar 5 km sebelah selatan Kota Denpasar, Pulau Serangan sangat mudah dijangkau karena sekarang telah dibangun jembatan penghubung yang menghubungkan Pulau Serangan dengan Pulau Denpasar. Di Pulau ini terdapat pusat konservasi penyu dan juga wisata hiu.

Kalangan pengelola obyek wisata bahari di Pantai Pulau Serangan, Denpasar Bali sejak November 2014 mengembangkan paket wisata berenang dengan ikan hiu bagi wisatawan asing dan domestik dalam upayanya melestarikan satwa langka tersebut. Kegiatan wisata berenang dengan dengan ikan hiu langsung diminati wisatawan asing karena sifatnya unik dan tidak ada di tempat lain. Untuk menuju lokasi kolam ikannya hanya membutuhkan waktu lima menit dengan menggunakan kapal cepat. Apabila wisatawan ingin melakukan aktivitas berenang dengan hiu tersebut dikenakan tarif sebesar 99 dolar Amerika Serikat (AS) dengan durasi dua jam. Sedangkan untuk wisatawan domestik hanya dikenakan biaya sebesar Rp 800 ribu untuk melakukan aktivitas berenang dengan hiu tersebut. Saat ini berenang dengan ikan hiu di Serangan menjadi unggulan dan kebanyakan untuk kegiatan memberi makan satwa itu diminati oleh anak­anak dari Tiongkok. Kegiatan konservasi dan wisata berenang dengan ikan hiu tersebut terus dikembangkan agar menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan mancanegara.

Selain itu juga ada tempat Konservasi penyu dan kura-kura di Pulau Serangan. Tempat wisata di Denpasar ini terbuka untuk umum dan sangat bagus untuk anak­anak yang ingin melihat dan mengenal tentang penyu dan kura­kura dari dekat. Tempat konservasi ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA. Berbagai ukuran, jenis, dan asal penyu dan kura­kura tersedia di tempat konservasi ini. Anda juga boleh foto di sana dengan penyu atau kura­kura pilihan petugas. Biasanya diperbolehkan kura­kura atau penyu yang masih kecil. Disana petugas akan memberikan kura­kura atau penyu yang boleh diajak foto bersama pengunjung. Itu pun harus hati­hati juga. Jangan membuat kura­kura atau penyu stres dengan berulang kali foto. Untuk harga tiket masuknya hanya cukup membayar Rp 5000 untuk parkir.

  1. Pura Agung Jagatnatha

Sebutan seribu pura bagi Bali memang tidak dibantahkan lagi, beragam jenisnya terdapat di tanah Dewata ini, salah satunya terdapat di jantung kota Denpasar yaitu Pura Agung Jagatnatha yang merupakan pura terbesar di Denpasar. Pura Agung Jagatnatha bertempat di samping Museum Bali. Pada umumnya bangunan pura menghadap ke arah Gunung Agung. Tepatnya terletak di Jalan Mayor Wisnu, Dangin Puri, Denpasar Bali. Masyarakat umat Hindu di daerah Bali percaya jika di puncak gunung itu terdapat kerajaan para dewa. Pura Agung Jagatnatha dibangun sebagai tempat pemujaan kepada Hyang Widhi Wasa / Tuhan sebagai rasa syukur. Pura yang menjadi salah satu tempat wisata di Denpasar ini diresmikan pada 13 Mei 1968. Awal mula didirikan pura ini karena saking banyaknya wisatawan dari berbagai desa di Bali ketika berkunjung ke Denpasar tidak menemukan tempat untuk sembahyang. Kemudian dibangunlah Pura Agung Jagatnatha itu. Pura Agung Jagatnatha memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan pura­pura lainnya di Pulau Dewata yaitu tidak ditemukannya pengempon (kelompok masyarakat yang mengelola pura ini). Pura Agung Jagatnatha hanya punya beberapa orang yang dipercaya untuk mengelola aliran dana yang masuk.

Bentuk Pura ini terlihat anggun, agung serta kental aura magis lokasinya di tengah kota dan hiruk pikuk kota Denpasar. Namun demikian pura ini tetap menyuguhkan suasana tenang dan nyaman, cocok untuk pendekatan rohani ke Sang Pencipta. Di sekeliling dinding terukir relief pada bangunan Pura Jagatnatha Denpasar, berisi tentang cerita Bharatayuda dan Ramayana. Selain sebagai tempat tujuan bersembahyangan bagi umat Hindu Disini Anda akan mendapatkan ketenangan, kesunyian, dan keindahan Pura yang dapat memanjakan mata Anda. Biasanya tempat ini ramai didatangi pada hari raya besar seperti Galungan, kuningan, Saraswati, Siwaratri dan Tilem maupun purnama.

Untuk urusan makanan anda tidak perlu khawatir kelaparan. Hal ini karena di sekitar kawasan menuju Pura Agung Jagatnatha ini banyak terdapat tempat makan, mulai dari warung hingga restaurant. Beragam tempat makan yang ada disini menawarkan menu andalannya masing masing. Salah satu Rumah Makan yang ramai dikunjungi para penikmat kuliner setiap harinya adalah Buleleng Restoran.

 

Top