Category: Gorontalo

5 Destinasi Wisata Menarik di Gorontalo

Provinsi Gorontalo adalah provinsi yang terletak di ujung utara pulau Sulawesi dan berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Gorontalo adalah sebuah provinsi di Indonesia, dulunya daerah Gorontalo (Hulontalo) merupakan wilayah Kabupaten Gorontalo dan Kota Madya Gorontalo di Sulawesi Utara. Seiring dengan munculnya pemekaran wilayah dan berkenaan dengan otonomi daerah di Era Reformasi. Gorontalo merupakan provinsi baru dari pemekaran Sulawesi Utara. Provinsi ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000, pada tanggal 22 Desember 2000 dan menjadi Provinsi ke-32 di Indonesia. Ibukota Provinsi Gorontalo adalah Kota Gorontalo (sering disebut Kota Hulontalo) yang terkenal dengan sebutan “Kota Serambi Madinah”. Letak Gorontalo sangat strategis bila dipandang secara ekonomis, karena berada pada poros tengah wilayah pertumbuhan ekonomi, yaitu antara 2 Kawasan Ekonomi Terpadu Batui Provinsi Sulawesi Tengah dan Manado – Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Letaknya yang strategis ini dapat dijadikan sebagai daerah transit seluruh komoditi dari dan menuju kedua kawasan tersebut. Kota Gorontalo merupakan salah satu kota tertua di Sulawesi Selatan selain kota Makasar, Pare-Pare, dan Manado. Kota Gorontalo merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 – 500 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu Gorontalo memiliki tempat wisata yang bagus  untuk dikunjungi. Berikut ini 5 destinasi wisata di Gorontalo untuk dikunjungi.

  1. Benteng Otanaha

Benteng Otanaha merupakan objek wisata yang menarik di Gorontalo tterletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo dan dibangun sekitar tahun 1522. Benteng Otanaha terletak di atas sebuah bukit, dan memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng.  Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga, sehingga jumlah keseluruhan anak tangga yaitu 348.

Benteng Otanaha didirikan sebagai benteng pertahanan, benteng ini dibangun oleh Raja Ilato pada tahun 1522 Masehi. Dengan prakarsa pemimpin-pemimpin kapal Portugis yang berhenti di pelabuhan Gorontalo. Benteng yang terbuat dari pasir, batu kapur dan telur Burung Maleo ini sangat kuat meskipun semennya terbuat dari telur. Walau telah pernah mengalami pemugaran pada tahun 1978-1981, namun bentuk Benteng dengan ketinggian dinding mencapai tujuh meter ini tetap dipertahankan sebagaimana bentuk semula. Benteng Otanaha berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 20 meter.

Otanaha terdiri dari tiga benteng, yaitu dua benteng besar yang letaknya saling berdekatan dan satu benteng kecil yang letaknya di bawah kedua benteng yang besar, selain objek utama berupa benteng, Otanaha juga dilengkapi dengan beberapa tempat duduk. Dari benteng otanaha kita dapat melihat pemandangan Danau Limboto yang kini banyak ditumbuhi tanaman eceng gondok, Kota Gorontalo juga nampak indah dari atas benteng ini. Untuk sampai ke benteng ini pengunjung dapat menggunakan kendaraan sampai atas atau meletakkan kendaraannya di tempat parkir di dekat loket kemudian menaiki anak tangga yang jumlahnya kurang lebih 350 buah untuk sampai di benteng utama. Harga tiket masuk ke dalam benteng Rp5.000,00 per orang.

  1. Pantai Bolihutuo Boalemo

Pantai Bolihutuo Boalemo merupakan sebuah destinasi wisata pantai yang paling terkenal yang ada di Gorontalo. Pantai Boalemo Indah terletak di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, 32 kilometer dari ibukota Kabupaten, atau 30 menit menggunakan angkutan umum. Pantai ini selalu ramai pengunjung baik dari lokal maupun mancanegara. Pantai berpasir putih dengan suasana rindang. Pohon-pohon pinus besar membuat teduh pinggiran pantai. Anda memuaskan mata memandang hamparan laut luas dan dikelilingi hijau ribuan pohon yang membentang di ketinggian bukit-bukit. Dari bibir pantai atau dari rimbunan pohon, Anda bisa menikmati keindahan alam di bumi bertasbih itu sekaligus menemukan kesejukan hati. Kumpulan pohon pinus hijau juga memberikan kesejukan melambai-lambai seolah menyambut kedatangan wisatawan.

Panjang garis pantainya sekitar 1,5 km sehingga bisa menampung beribu wisatawan di tempat ini. Aktivitas Jet sky, banana boat, snorkling mungkin bisa dicoba di tempat ini berhubung ditempat ini menyediakan jasa pelayanan aktivitas tersebut. Selain itu anda bisa menemukan Fasilitas lain yang ada di sini seperti  gazebo, rumah makan, waterpark. Uang masuk ke tempat ini cuman Rp. 5000,- sedangkan untuk menikmati fasilitas waterpark dikenakan biaya Rp. 20.000,- Obyek Wisata ini kini telah tersedia fasilitas wisata seperti: Sepeda air, Kapal motor, Alat diving, Cottage dengan tarif Rp. 150.000 per malam (Harga dapat berubah sewaktu-waktu), Rumah makan aneka seafood, Tourism Information Center, Saung dan gazebo untuk beristirahat dikenakan tarif Rp.3000/Orang.

  1. Air Terjun Ayuhulalo Gorontalo

Air Terjun Ayuhulalo Gorontalo terletak di Desa Ayuhulalo berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Gorontalo, sekitar 8 kilometer dari Tilamuta, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Propinsi Gorontalo. Ayuhulalo mempunyai arti hujan bulan. Air terjun Ayuhulalo merupakan salah satu tempat wisata andalan bagi pariwisata kabupaten Boalemo, propinsi Gorontalo. Air terjun ini memiliki sumber air yang tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau. Bagi anda yang ingin menyentuh keaslian alam pegunungan anda bisa mendatangi obyek wisata alam ini.

Air terjun Ayuhulalo tidak terlalu besar, dan mungkin bisa dibilang cukup kecil untuk ukuran obyek wisata air terjun. Air terjun ini memiliki pemandangan alam yang hijau serta air pegunungan yang segar. Di tempat ini anda bisa berfoto ria atau merekam semua aktivitas anda bersama keluarga ataupun teman. Selain itu,anda juga bisa bermain air sambil merasakan kejernihan dan kesegaran air pegunungan. Terutama bagi anda yang sengaja ingin menenangkan pikiran setelah seminggu beraktivitas.

  1. Danau Limboto

Danau Limboto merupakan danau indah seluas 3.000 hektar yang terletak di pusat kota dan bandara, tepatnya di Kecamatan Limboto, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Danau ini merupakan muara dari lima sungai besar, yakni Sungai Bone Bolango, Sungai Alo, Sungai Daenaa, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Pada era 1950-an, Danau Limboto memiliki kedalaman hingga 27 m, namun kini danau ini hanya memiliki kedalaman 5 hingga 8 meter. Danau ini sangat terkenal dengan pemandangan indah saat sunset dan sunrise jadi pagi hari ataupun menjelang senja merupakan waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Limboto. Saat matahari terbit atau tenggelam, pemandangan danau semarak oleh kilau cahaya matahari, oranye bercampur biru keunguan, yang jatuh di permukaan air danau dan warna langit yang berubah warna. Berbagai kegiatan dapat Anda lakukan di sini mulai dari memancing, lomba berperahu, atau berenang sampai menikmati ikan bakar segar yang disediakan oleh mayarakat nelayan setempat dengan harga yang relatif murah.

hanya itu, danau ini menenangkanmu dengan keberadaan tanaman rambat yang tumbuh subur menghiasi permukaan danau seperti eceng gondok, gelagah, dan bunga teratai. Apalagi jika kamu datang saat musim berbunga, kamu akan terpana dengan keindahan permukaan danau yang ditutupi bunga nan cantik dan wangi. Tentu saja yang tidak boleh kamu lupakan adalah pemandangan senja yang menambah eksotis langit Danau Limboto dengan burung-burung liar yang beterbangan bebas di danau. Mereka merupakan burung-burung liar yang tengah pulang dari pengembaraannya. Untuk mengunjungi tempat ini anda tidak dikenakan biaya retribusi.

  1. Pakaya Tower Limboto

Pakaya Tower Limboto, terletak di tengah kota Limboto, Kabupaten Gorontalo. Menara yang didesain mirip dengan Menara Eiffel di Paris Prancis ini dibangun pada tahun 2002 silam, oleh Bupati Kabupaten Gorontalo, Ahmad Pakaya. Sebelumnya  menara ini bernama Menara keagungan Limboto. Kebijakan pemerintah daerah dengan mengganti nama Menara Keagungan  Limboto menjadi nama mantan Bupati Gorontalo periode 2000-2005  Ahmad  Pakaya  sebagai bentuk penghargaan terhadap  kepemimpinanya  yang telah memimpin Kabupaten Gorontalo menjadi lebih baik serta memberikan karya-karyanya untuk pembangunan Kabupaen Gorontalo dimana  Bupati David saat itu masih menjabat sebagai sekertaris daerah.

Menara ini dibangun setinggi 65 meter dan lebar 21 Meter, serta terdapat 5 lantai, dilantai ke-5 itulah, pengunjung dapat menikmati pemadangan Kabupaten Gorontalo dari ketinggian. tiket masuk sebesar Rp. 10.000 untuk dewasa, dan Rp. 5.000 untuk anak-anak. Untuk sampai ke puncak menara, pengunjung harus melewai ratusan anak tangga, pasalnya fasilitas lift di menara tersebut, hanya mampu mencapai lantai ke-tiga. Menara ini selalu menjadi objek wisata berfoto bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Gorontalo.

 

Top