Category: Jember

5 Destinasi Wisata Menarik di Jember

Jember adalah sebuah wilayah kabupaten yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Jember memiliki nama Ibukota Jember. Kabupaten berbatasan dengan beberapa daerah seperti Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Samudera Hindia di selatan, dan Kabupaten Lumajang di barat. Dalam konteks regional, Kabupaten Jember mempunyai kedudukan dan peran yang strategis sebagai salah satu Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

  1. Taman Nasional Meru Betiri

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 580 km2, secara administratif masuk dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Namanya diambil dari gunung tertinggi yang terdapat di dalamnya, yaitu Gunung Meru yang memiliki ketinggian 500 mdpl dan Gunung Betiri (1.223 m) terletak diantara 8°22’16” – 8°32’05” LS dan 113°37’51” – 113°57’06” BT. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929. Pertimbangannya agar ekosistem hutan dan kekayaan alam di dalam hutan seluas 58.000 hektar tersebut terjaga.

Di sinilah wisatawan dapat menemukan berbagai tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api­api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat­obatan. Tak hanya tumbuhan, Anda dapat bertemu berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Kabarnya juga masih terdapat sisa­sisa harimau Jawa. Selain itu juga bisa disaksikan banteng, macan tutul, kijang, dan berbagai jenis monyet. Dari jenis burung terdapat burung merak, berbagai elang dan rangkong. Penyu merupakan satwa khas Meru Betiri. Di sini jenis penyu langka seperti penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) ditangkarkan di Pantai Sukamade, ujung timur Meru Betiri.

Spot menarik di Taman ini yaitu; Gunung Sodung, Goa Jepang, Muara Timur, Teluk Meru, Agrowisata, Teluk Damai dan Teluk Hijau, Pantai Sukamade, Demplot Agroforestry, dan Habitat Rafflesia. Beberapa hal yang dapat dilakukan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) ini yaitu; Berkeliling kawasan hutan di Taman Nasional Meru Betiri, Menikmati keindahan flora yang beraneka ragam dan melihat langsung kehidupan para satwa, Berwisata bahari di pantai yang masih perawan, Berkunjung dan bercengkerama dengan para nelayan di desa nelayan, Melakukan body surfing yang bisa dijadikan sarana belajar berselancar, Menonton aktifitas penyu selama berada di daratan pantai di kawasan Taman Nasional Meru Beriti, dan Menikmati wisata budaya khas masyarakat lokal. Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja. Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB dan Harga Tiket Masuk : Rp. 2.000,- per orang (WNI) dan Rp. 150.000,- per orang (WNA).

  1. Perkebunan Teh Gambir

Perkebunan Teh Gunung Gambir terletak di 48Km arah timur laut Kota Jember tepatnya di desa Gelang, kecamatan Sumber baru berada di lereng pegunungan Argopuro. Perkebunan ini merupakan peninggalan dari masa kolonial Belanda sejak tahun 1918 dan berada di ketinggian 900 M dari permukaan laut. Untuk mencapai ke lokasi dapat menggunakan kendaraan pribadi atau sewa karena di lokasi belum tersedia sarana transportasi. Untuk jenis kendaraan yang dipakai, anda lebih baik menggunakan kendaraan yang mempunyai jarak dengan tanah / ground clearance cukup tinggi, mengingat medan yang akan di tempuh sebagian merupakan jalan makadam / berbatu.

Perkebunan teh Gunung Gambir merupakan penghasil teh yang cukup potensial. Di perkebunan teh gunung Gambir ini para pengunjung bisa melihat tanaman teh yang ditanam pada tahun 1918, 1923 dan 1927. Di sini pengunjung bisa menyaksikan para pemetik teh bekerja dan melihat bagaimana proses pembuatan teh hingga siap minum. Bahkan khusus para wisatawan dapat menikmati beragam rasa teh dengan mencicipi 8 jenis teh produk Gunung Gambir. Tempat ini juga terdapat proyek pengembangan lahan Teh Hijau ( Green Tea) yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat karena manfaatnya bagi kesehatan. Teh hijau juga menjadi minuman yang sangat populer di asia, terutama di Jepang. Meminum teh hijau adalah rutinitas yang masih dilakukan oleh warga Jepang.

Selain itu  kebun teh ini juga dapat dijadikan sarana olahraga (tea walk) dan camping, Fasilitas yang tersedia seperti; Paket kunjungan kebun teh dan proses pengolahan teh ( Tea Package Tour),     Camping Ground ( bumi perkemahan ) untuk Pramuka dan Pecinta Alam, Jogging Track, topografi lokasi yang berbukit-bukit dapat dimanfaatkan sebagai arena jogging track, Lapangan Tenis,      Penginapan, Villa Rangganis, Villa Camelia, Yabukita Room dan Pabrik Teh.

  1. Teluk Love Jember

Teluk yang berada di Desa Sumberrejo, Kec. Ambulu, Kab. Jember dan masih berada di kawasan sekitar Pantai Payangan . Pantai payangan ini merupakan pantai yang cukup populer dan banyak dikunjungi para wisatawan. Di pantai payangan ini anda bisa menyaksikan indahnya panorama pantai dengan deburan ombak yang terbilang cukup besar yang menerjang bebatuan cantik khas pantai payangan tersebut. Selain menikmati pesona pantai payangan anda juga bisa menyaksikan pemadangan unik dari atas bukit yang dikenal dengan nama Teluk Love.

Teluk love ini berada di area paling timur pantai payangan, kira-kira 200meter jika dari area parkir pantai payangan, keindahan teluk love ini bisa anda saksikan dari atas bukit yang dikenal dengan nama bukit domba. Kenapa dijuluki bukit domba, karena di sekitar area bukit terdapat beberapa domba milik masyarakat setempat yang juga ikut menyaksikan keindahan pantai tersebut. Ketika sampai di bukit domba anda akan dikenai biaya RP.5000, untuk menyusuri bukit tersebut. Bukitnya tidak terlalu tinggi sehingga kurang lebih 15 menit anda akan sampai di puncak bukit. Setibanya dipuncak anda akan dapat melihat pemandangan teluk love tersebut yang terlihat cantik. Disore hari saat matahari terbenam pemandangan teluk love ini akan semakin indah, terpaan angin pantai akan membuat anda tenggelam dalam kedamaian, karna wisata ini menyuguhkan nuasa romantis sesuai dengan namanya maka tidak heran jika banyak para muda-mudi berpasangan yang  mendaki untuk menyaksikan indahnya teluk love tersebut.

  1. Air Terjun Tancak

Air terjun ini terletak di Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Dengan titik Koordinat GPS: 8° 3′ 57.63″ S  113° 37′ 12.09″ E . Dari kota Jember menuju Panti ditempuh kira-kira 45 menit. Untuk kesana sebaiknya dilakukan pada musim kemarau  karena di musim hujan kondisi jalan setapak sangat becek dan licin.  Terlebih lagi akan banyak ditemui hewan pacet selama perjalanan.  Selain itu tidak ketiadaan petunjuk jalan disini, oleh karena itu disarankan banyak bertanya kepada penduduk setempat. Jalan sudah beraspal meski tidak seluruhnya dalam kondisi baik. Setelah itu, Anda harus berjalan kaki kira-kira 3,5 km menelusuri jalan setapak. Jangan khawatir dengan kendaraan Anda, untuk parkir kendaraan sudah terdapat di daerah pemukiman tepat sebelum jalan beraspal berakhir.

Air Terjun Tancak memiliki panorama yang sangat indah dan berada di lereng Gunung Pasang yang dikelilingi oleh hamparan perkebunan kopi yang luas. Air terjun ini memiliki ketinggian 82 m dengan debit air 150 meter kubik perdetik. Puncak air terjun ini yang sering tertutup kabut atau awan, banyak juga orang yang menyebutnya sebagai “air terjun dari langit”.

  1. Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma)

Obyek wisata Pantai Papuma ini menjadi salah satu primadona yang mampu menyedot wisatawan ke Kabupaten Jember. Terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan kira-kira 45 km dari pusat Kota Jember. Pantai ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Pasir pantainya yang putih dan bersih semakin menambah keindahan pantai ini. Maka tak heran kalau para wisatawan  dari berbagai daerah di Indonesia datang berlibur ke tempat ini. Selain berpasir putih, pantai ini juga mempunyai keistimewaan lain, yakni berupa batu-batu besar yang berdiri di kawasan pantai tersebut.

Pantai Papuma atau Pasir Putih Malikan ini cocok untuk Anda yang ingin refreshing karena dipenuhi dengan pohon-pohon yang rimbun. Selain itu, di pantai ini Anda juga bisa menemukan Goa Lawa yang hanya bisa dimasuki jika air sedang surut. Goa ini dipercaya sebagai tempat putri penguasa laut selatan lho. Ada juga yang percaya ini adalah tempat bertapa Kyai Mataram.  Begitu pandangan dilempar di kejauhan, nampak keelokan khas Papuma. Ada karang-karang besar -sering juga disebut pulau- yang menahan hantaman gelombang dahsyat Pantai Selatan. Ada tujuh batu karang besar yang membentuk deretan pulau kecil. Karang besar itu diberi nama  disesuaikan dengan kemiripan bentuknya. Ada  Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau Kodok Bentuk enam pulau tersebut sangat khas. Seperti Pulau Kodok yang bentuknya mirip seperti Kodok raksasa.  Pulau Narada bentuknya mirip dengan topi Dewa Narada. Dua buah batu karang khas Ikon Papuma adalah Pulau Kajang dan Pulau Narada.

Di sekitar pantai ini, kamu juga menemukan beberapa tempat penginapan dengan harga yang relatif terjangkau. Jadi, kamu bisa berlama-lama di tempat ini tanpa khawatir memikirkan tempat tinggal. Untuk harga tiket masuk pada hari libur Rp 10000, dan hari biasa Rp. 7500. Sedangkan biaya parkir kendaraan roda 6 /Rp 6000. kendaraan roda 4 Rp 2000 dan kendaraan roda 2 Rp 1000.

 

 

Top