Category: Jogja

5 Tempat Wisata di Jogja Terbaru Yang Paling Bagus

Rasa penat, bosan ataupun stress dengan pekerjaan sehari-hari merupakan hal yang wajar bagi mereka yang terlalu sibuk. Bahkan, waktu liburan yang seharusnya digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sering kali tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Tak perlu pergi ke luar negeri untuk berlibur atau merefresh otak, karena Indonesia juga memiliki tempat wisata yang menawan yang wajib anda kunjungi.

Salah satu daerah yang memiliki tempat wisata sangat beragam adalah Yogyakarta atau orang lebih suka menyebutnya Jogja. Tempat wisata daerah Jogja sendiri terdiri dari tempat wisata alam, budaya, edukasi, sejarah hingga tempat wisata modern yang dapat memanjakan para wisatawan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai tempat wisata di Jogja termasuk ke dalam daftar favorit tempat wisata di Indonesia yang dikenal baik di kalangan wisatawan domestik hingga turis mancanegara. Jogja adalah sebuah provinsi dengan berbagai keunikan dan kekayaan budaya yang mempesona. Ada banyak destinasi wisata hits yang bisa jadi tujuan liburan seru di Jogja lho! Berikut ini ada 5 destinasi wisata hits di Jogja yang bisa kamu kunjungi nantinya ketika berlibur.

1. Pesona Wisata Alam Kalibiru Yogyakarta

Wisata Kalibiru berada di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Yogyakarta dengan ketinggian 450 M dpl atau tepatnya di Hargowilis, Kokap, RT 22/RW 8, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada sekitar 10 km dari kota Wates atau pada titik GPS @-7.80482,110.1248283. Lokasi kawasan wisata Wisata Alam Kalibiru ini terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak tempuh kurang lebih 40 Kilometer, atau hanya berjarak 10 kilometer dari arah Kota Wates, Ibukota Kabupaten Kulonprogo.

Salah satu daya tarik kawasan wisata alam Wisata Kalibiru ini yaitu bentang alam nan asri yang merupakan harmonisasi antara hijaunya hutan dengan hamparan bukit yang sangat luas dengan pemandangan alamnya yang sangat indah dan mempesona. Keindahan panorama alam Wisata Kalibiru ini semakin menarik ketika berpadu dengan suasana masyarakat desa yang ramah, santun, yang masih kental dengan rasa kekeluargaan dan kegotong­royongan, yang masih mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Wisata Kalibiru antara lain: Outbound Training, Wisata Pedesaan, Wisata Budaya, Wisata Pendidikan, Wisata Keluarga, Wisata Trekking, Wisata Terapi Alam, dan lain sebagainya. Ada yang menarik di tempat wisata ini,selain tempatnya yang termasuk dataran tinggi yaitu spot foto yang berada di rumah pohon dengan latar belakang pemandangan Waduk Sermo. Dibantu oleh fotografer dan pemandu foto yang siap mengabadikan foto di ketinggian ini. Untuk menikmati spot ini anda harus bersabar dan antri. KalibiruBuka setiap hari, mulai pukul : 06.00 – 17.00 WIB. Khusus Untuk High Rope Games  hari senin libur.

Harga Tiket Masuk

Untuk tiket masuk tempat wisata per orang  Rp. 10.000

Tiket Parkir Mobil  : Rp. 5000,-

Tiket Parkir Motor : Rp. 2000,-

Harga tiket spot foto :

  • Spot High Rope Game (HRG) : Rp. 35.000,-
  • Spot Foto Panggung : Rp. 15.000,-
  • Spot Foto 1 : Rp. 15.000,-
  • Spot Foto Bundar/Tampir : Rp. 15.000,-
  • Spot foto 2 : Rp. 10.000,-
  • Spot foto 3 : Rp. 10.000,-

Fasilitas yang ada di wisata Kalibiru

  • Areal parkir yang luas
  • Homestay
  • Jogjo pertemuan
  • Outbound
  • Camping Ground
  • Kios makanan
  • Toilet
  • Terdapat tempat penginapan / pavilliun : Rp. 300.000,- per 24 jam (maks.10 orang).

Bagi yang merencanakan liburan di Jogja, jangan sampai ketinggalan tempat yang satu ini ya dan selamat berlibur.

2. Menikmati Kesejukan di Hutan Pinus Mangunan Dlingo

Hutan ini terkenal juga dengan sebutan Hutan Pinus Imogiri dan Hutan Pinus Dlingo. Hutan Pinus Mangunan Dlingo, Bantul memang sangat tinggi sehingga membentuk seperti kanopi alami. Saat berada di bawah pepohonan hutan pinus ini, berkas cahaya yang masuk akan terlihat sangat indah terutama disaat pagi hari. Tak heran jika Hutan Pinus Mangunan Dlingo, Bantul ini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta.

Hutan Pinus Mangunan Dlingo, Bantul ini berada di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jarak dari pusat kota Yogyakarta sekitar 23 kilometer yang bisa ditempuh selama kurang lebih 60 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat kota.

Hutan ini konon awalnya merupakan tanah tandus yang tak memiliki kehidupan. Hingga akhirnya mengalami penghijauan dengan ditanami pohon pinus. Kawasan hutan pinus yang indah ini merupakan kawasan yang dikelola oleh pengelola hutan Mangunan. Namun secara administratif kawasan Hutan Pinus Mangunan Dlingo Bantul ini masih dalam tataran wilayan Imogiri.

Kawasan hutan pinus ini memang sering dijadikan sebagai tempat wisata anak muda. Tak heran jika kawasan ini sangat dikenal di sosial media seperti Instagram. Apalagi ditambah dengan dibangunnya panggung terbuka yang bisa digunakan untuk ruang teater, sastra, hingga ruang pertunjukan musik di area terbuka yang sejuk. Panggung dan bangku-bangku penonton didesain setengah lingkaran. Bahan bangku dan panggung semua diambil dari kayu pohon yang masih terlihat bentuk aslinya. Inilah yang menarik dan unik dari Hutan Pinus Mangunan Dlingo Bantul Yogyakarta menjadi unik dan menarik. Selain itu Hutan ini menjadisalah satu destinasi para pesepeda dari Yogyakarta. Jalurnya yang mendaki akan menjadi tantangan sendiri bagi para pesepeda. Hutan Pinus Mangunan Dlingo, Bantul ini sudah tersedia fasilitas toilet umum. Bahkan juga sudah dibangun gardu pandang di atas pohon. Hutan pinus ini juga tak luput dari lokasi pemotretan pre-wedding hingga video klip iklan. Golden time untuk mengungjungi Hutan Pinus Mangunan Dlingo, Bantul ini sekitar pukul 06.00 – 10.00 WIB atau pukul 15.00-18.00 WIB.

Tiket Masuk Hutan Pinus Mangunan Dlingo

Tarif masuk belum diberlakukan di Hutan Pinus Mangunan Dlingo Bantul. Bahkan tidak ada retribusi untuk penggunaan kamera DSLR sekalipun. Namun untuk izin syuting dan keramaian harus ada izin dari pengelola dan aparat desa setempat.

Retribusi yang dipungut oleh pengelola hanyalah biaya parkir yang sangat terjangkau sekali. Untuk parkir motor hanya dipungut Rp 3.000 saja, sedangkan untuk biaya parkir mobil hanya dipungut Rp. 10.000 saja. Sangat murah mengingat belum ada tiket retribusi yang dikenakan bagi pengunjung yang datang ke Hutan Pinus Mangunan Dlingo Bantul ini. Untuk parkir bus dipatok Rp. 20.000. Sedangkan untuk izin foto pre-wedding dipatok dengan harga Rp. 50.000.

Yuk berkunjung ke Hutan Pinus Mangunan Dlingo, tempat ini cocok buat hunting foto, apalagi tempat ini sedang hits di social media.

3. Pantai Ngobaran Gunungkidul, Pantai yang bernuansa seperti di Bali

Pantai Ngobaran Gunungkidul sebuah pantai yang memiliki daya tarik dan memiliki keunikan sendiri membuat beda dari pantai pantai yang terdapat di gunungkidul umumnya. Di pantai ini banyak pura atau bangunan untuk peribadatan oleh warga sekitar yang penganut kepercayaan hindu. Didalamnya terdapat banyak patung-­patung dewa yang menjadi ciri khas pantai ngobaran ini, sehingga menjadikan icon buat pantai ini. Di dekat pura inilah yang menjadikan spot favorit bagi para muda­mudi untuk mengambil foto dengan latar belakang pura dan patung-­patung karena mirip seperti suasana saat berada di Tanah Lot Bali. Beberapa meter dari pura tersebut anda juga dapat menaiki tebing yang di atasnya terdapat joglo kecil dengan pagar yang merupakan pura tempat peribadatan umat hindu di sana anda juga dapat melihat pantai dan luasnya lautan samudra hindia. Dari bukit ini kita dapat menikmati pemandangan sunset yang sangat indah di iringi suara deburan ombak dan semilirnya angin. Pantai ngobaran itu terletak di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Berjarak sekitar 65 km atau sekitar 1,5 jam dari kota Jogja.

Sedikit cerita mengenai sejarah Pantai Ngobaran, Bangunan pura-pura dan berbagai macam patung hindu yang ada dipantai ngobaran ini ada kaitannya dengan kerajaan majapahit dan kerajaan demak. Konon ketika Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Brawijaya V diruntuhkan oleh Raja kerajaan Demak yang merupakan Putranya sendiri. Raja Brawijaya V memilih untuk meninggalkan kerajaan majapahit bersama putranya Bondan Kejawan. Raja Brawijaya V tidak ingin berperang melawan putranya sendiri dan memilih untuk menghindar dengan melakukan perjalanan menuju ke daerah barat. Perjalanannya itu mengantarkannya sampai disebuah pantai yang tenang dan damai, hingga pada akhirnya sang raja brawijaya memutuskan untuk melakukan Ritual Muksa atau pembakaran diri. Dari ritual ini timbulah kobaran api yang sangat besar. Berdasar Kobaran inilah pantai ini dinamai dengan nama “Pantai Ngobaran”. Selain itu penganut agama Hindu sering melakukan upacara Galungan setiap bulan purnama dan upacara Melasti yang merupakan rangakaian upacara Nyepi. Begitu juga dengan penganut aliran kejawen yang setiap malam selasa dan jumat mengadakan ritual dittempat ini. Oleh karenaitu saat memasuki kawasana pantai ini, anda akan disambut oleh suasana mistis yang berpadu dengan suara ombak yang menerpa tebing-tebing batu karang.

Selanjutnya bila anda berkunjung pada sore hari maka anda akn melihat aktivitas nelayan yang sedang mencari biota laut seperti landak laut, bintang laut, lobster dan kerang. Salah satu makanan khas disini adalah Kuliner Landak Goreng. Ini adalah Salah satu menu khas yang tersedia di warung-warung makan di tempat ini adalah landak goreng. Menurut masyarakat setempat daging landak laut sangat kenyal dan rasanya lezat. Cara menyantapnya pun cukup unik, duri landak sebelumnya di potong dulu atau dikepras atau dibabat hingga rata kemudian dipecah dengan menggunakan sabit hingga dagingnya terlihat. Setelah itu dagingnya dicongkel. Menu ini merupakan sajian yang ekstrem yang membuat anda tidak akan melupakan pengalaman menyantap landak laut ini.

Harga Tiket untuk memasuki pantai Ngobaran ini sebesar Rp.3.000,- sudah termasuk tiket masuk ke pantai Ngrenehan karena dua pantai ini merupakan satu paket satu tiket. Selain itu anda juga dapat mengunjungi pantai yang berada disebelah Pantai Ngobaran yaitu Pantai Nguyahan. Untuk Fasilitas yang disediakan di pantai Ngobaran meliputi : kamar mandi, tempat ibadah, warung makan dan tempat parkir. Yuk agendakan liburan kesini dengan suasana seperti tanah lot bali.

4. Taman Tebing Breksi, Melihat Keindahan Jogja dari Tempat Bekas Tambang

Jogja selalu jadi tujuan destinasi wisata favorit orang-orang Indonesia. Di sini kita bisa mendapatkan rekreasi macam apa pun yang diinginkan. Mulai dari wisata yang berhubungan dengan tradisi, sampai dengan alamnya yang juga sangat luar biasa. Tebing Breksi merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja yang berhasil menarik perhatian banyak orang. Mulanya, bukit ini hanyalah sebuah tambang batu biasa yang menyerupai bukit kecil setinggi kurang lebih 20 m. Tebing Breksi menawarkan pemandangan yang luar biasa. Dari atas tebing, wisatawan dapat melihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan dan Candi Barong yang dilatari oleh indahnya gunung Merapi. Tak hanya itu, tebing ini pun menawarkan panorama senja yang menggoda. Selain Tebing Breksi, terdapat Tlatar Seneng, yaitu area luas yang dilengkapi tempat duduk melingkar dilengkapi panggung bulat berdiameter kira-kira 15 meter.  Tlatar Seneng berada satu kawasan dengan Tebing Breksi dan difungsikan sebagai tempat pertunjukan kesenian disana. Tebing breksi memang lebih banyak disukai bagi pengunjung yang bersifat berpetualang seperti misalnya panjat tebing, sepeda gunung atau fotografi. Banyak bagian dari tempat ini yang indah untuk dijadikan sebagai obyek foto. karena adanya ukiran-ukiran dan juga tulisan-tulisan yang lucu dan unik. Foto pre wedding juga sangat cocok jika dilakukan di tempat ini.

Sekilas tentang Tebing Breksi merupakan sebuah tebing tinggi, dimana bekas penambangan batu breksi, ketika dilakukan sebuah penelitian, ternyata Tebing Breksi tersebut merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran Gunung Kidul  dan tebing tersebut masuk sebagai situs Geoheritage Candi Ijo yang harus dilestarikan dan dilindungi. Sehingga warga mendapat ide untuk menjadikan kawasan ini sebagai salah satu obyek wisata setelah melihat keindahan guratan bekas galian yang ada. Nama Breksi sendiri datang dari warga, mengikuti tren dimana nama bukit batu tempat wisata di Bali dan Bandung yang hasil potongannya mirip dengan tebing ini, disebut  dengan breksi. Karena itu lah, tebing ini dinamai Tebing breksi.

Tebing Breksi terletak di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute termudah menuju tempat ini adalah melalui Candi Prambanan. Dari sini, jarak yang harus Anda tempuh adalah sekitar tujuh kilometer. JIka sudah tiba di kawasan pasar Prambanan, silahkan pilih arah kanan menuju Piyungan. Dari lokasi ini, tiga kilometer lagi akan sampai ke lokasi tujuan. Anda dapat mengambil jalur kiri jika menemukan pertigaan, dan hanya tinggal satu kilometer lagi tiba di Tebing Breksi. Sebagai informasi, kendaraan yang Anda pergunakan menuju tempat ini sebaikany dalam kondisi baik mengingat kondisi jalan yang menanjak dan tidak mulus. Tebing Breksi ini buka tiap hari, tidak ada tarif khusus yang harus dibayarkan untuk masuk ke tebing breksi ini, hanya perlu memberikan sumbangan seikhlasnya untuk biaya pengelolaan dan membayar jasa penitipan motor sebesar Rp 2.000,-/ motor dan Rp 5.000,- untuk mobil. Untuk fasilitas disana sudah terdapat Kamar mandi, Mushola, dan warung makan.

Waktu yang tepat berkunjung ke Tebing Breksi adalah pada sore hari. Di sore hari karena kita bisa menikmati indahnya suasana senja di atas tebing. Sedangkan di siang hari, tidak direkomendasikan berkunjung ke tempat ini karena sinar matahari cukup terik.

5. Istana Air Taman Sari Yogyakarta (Taman Sari Water Castle)

Taman Sari juga tidak lepas dari cerita sejarah Keraton Jogjakarta. Keindahan dan keunikan bangunan di Taman Sari yang dulunya merupakan taman istana Keraton, selalu menarik perhatian wisatawan dan menjadikannya sebagai salah satu wisata populer yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Jogja. Taman sari terletak di Jalan Taman, Yogyakarta, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari alun­alun utara keraton.Dulu tempat ini merupakan tempat rekreasi keluarga kerajaan sekaligus benteng pertahanan yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I tahun 1758­1765 dan kini menjadi tempat wisata popular di Jogjakarta.

Taman Sari adalah Taman Istana yang memiliki gaya arsitektur unik karena merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Jawa dan Portugis, Sultan Hamengkubuwono I dulunya memang dibantu oleh arsitek-arsitek dari Portugis saat hendak membangun Taman Sari ini. Hal pertama yang mengesankan ketika Anda berkunjung ke Taman Sari adalah gapura unik dengan ukiran-ukiran cantik yang menjadi pintu masuk di Taman Sari. Memasuki dua pintu kedalam Anda akan menemukan dua kolam berair biru. Pada masanya kolam tersebut adalah tempat pemandian para putri dan selir-selir raja. Hiasan-hiasan seperti air mancur yang berbentuk kepala naga dan pot-pot bunga disekelilingnya menambah apik interior di Taman Sari. Keistimewaan lainnya di area taman sari adalah masjid bawah tanah. Untuk menuju masjid bawah tanah, Anda harus melewati jalan yang berupa lorong-lorong panjang dan tangga-tangga. Gaya arsitektur masjid ini tidak seperti masjid-masjid pada umumnya yang berbentuk persegi, melainkan berbentuk lingkaran. Di tengah-tengah masjid ini terdapat sumur yang disebut Sumur Gumilang. Masjid ini dulunya merupakan Surau yang sering dipakai Sultan untuk shalat.

Taman Sari terbagi menjadi 4 bagian:

  1. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat.
  2. Bagian kedua adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun.
  3. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.
  4. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Dari keempat kompleks yang ada di Taman Sari Yogyakarta, hanya Pemandian Umbul Binangun saja yang masih dalam keadaan utuh, sedangkan tiga bagian yang lain sudah menjadi perkampungan penduduk yang dulunya merupakan abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Taman Sari Keraton Yogyakarta dibuka setiap dari mulai pukul 08.00 – 14.00 wib. Adapun harga tiket untuk wisatawan lokal adalah Rp.3000,- dan untuk wisatawan manca negara Rp. 7.000,- Selain itu ada banyak penginapan, hotel dan warung makan sampai restoran yang menawarkan berbagai menu andalan kota Yogyakarta di sekitar kawasan ini . Anda juga bisa menyewa pemandu berlisensi dengan tarif: 10.000-20.000 rupiah. Keindahan arsitektur yang kuno membuat Taman Sari Jogja sangat mempesona. Tak jarang tempat wisata di Jogja ini digunakan untuk foto prewedding. Pesona air yang bagus berpadu dengan tembok bergaya Eropa, Hindu, Jawa dan China menjadikan Taman Sari Jogja sebuah wisata sejarah yang patut untuk dikunjungi ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Top