Category: Jombang

5 Destinasi Wisata Alam yang Menarik Di Jombang

Jombang adalah sebuah kabupaten yang terletak di bagian tengah di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang memiliki motto “Jombang Beriman” ini bisa dibilang memiliki posisi yang strategis karena berada di tengah-tengah propinsi Jawa Timur. Posisi yang strategis ini didukung dengan infrastruktur yang memadai dari pemerintah propinsi Jawa Timur sehingga jalan-jalan yang ada di kabupaten Jombang bisa dibilang cukup baik dibandingkan dengan daerah-daerah di sekitarnya. Jombang merupakan salah satu Kabupaten milik Jawa Timur yang memiliki luas wilayah sekitar 1.159,50 kilometer persegi dan jumlah penduduk di daerah ini sekitar 1,5 juta jiwa. Jombang juga disebut sebagai kota santri , karena banyaknya sekolah pendidikan Islam atau pondok pesantren. Kemudian jika dilihat secara admisistratifnya, Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan yang mencakup 306 desa dan 4 kelurahan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang merupakan dataran rendah dengan hampir 90 %  berada pada ketinggian 500 meter diatas permukaan laut. Kabupaten Jombang memiliki berbagai potensi pariwisata yang menarik untuk dijadikan tujuan wisata.

  1. Goa Sriti

Goa Sriti terletak di kecamatan Wonosalam, kabupaten Jombang. Goa Sriti merupakan tempat wisata di Jombang yang memiliki panjang kurang lebih 320 Meter, membentang dari barat ke timur dan di atasnya di lintasi jalan besar. Menurut berbagai cerita, konon goa ini adalah tempat semedi para petinggi Kerajaan Majapahit, sekaligus tempat persembunyian atau ‘nyepi’ dari keramaian kota Majapahit. Untuk mencapai Goa ini harus melalui jalan setapak dan berliku tapi Anda akan melihat pemandangan kawasan hutan yang hijau alami dan persawahan penduduk sehingga perjalanan anda tidak akan terasa melelahkan. Goa Sriti merupakan tempat wisata yang menurut para pecinta alam masih terasa nuansa alaminya.

Perjalanan ke Goa Sriti harus ditempuh dengan jalan kaki dari pintu gerbang pertama. Dalam perjalanan anda akan selalu ditemani dengan pemandangan alam yang masih sangat asri. Pemerintah kabupaten Jombang belum memberikan penerangan yang memadai untuk di dalam goa. Tapi menurut para pecinta alam justru itulah yang membuat menarik karena masih bisa merasakan sensasi bertualang yang sebenarnya. Jadi goa ini berada di bawah jalan yang setiap hari ramai di lalui lalulalang kendaraan para pengunjung yang lewat. Saat akan menuju mulut goa, Anda akan disuguhkan pemandangan yang sungguh luar biasa eksotis. Sesampainya di dalam goa, pemandangan alamnya juga tak kalah indah. Seperti umumnya goa di Goa Sriti juga memiliki dinding yang menyerupai stalagtit dan stalagmit yang saling silang. Sesampainya di dalam goa, pemandangan alamnya tak kalah indah. Layaknya goa pada umumnya, Goa Sriti memiliki dinding yang menyerupai stalagtit dan stalagmit yang saling silang.

  1. Air Terjun Tretes

Air Terjun Tretes adalah air terjun yang tertinggi di Jawa Timur  yang panorama alamnya sangat indah. Terletak di Desa Galengdowo, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang, yaitu kurang lebih 40 km dari pusat Kota Jombang. Ketinggian air terjun tersebut sekitar 158 meter dan berada pada ketinggian 1250 meter di atas permukaan air laut dan merupakan hulu sungai Sumber Watu Bonakah. Air terjun ini terletak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo di Gunung Jurug Guah dalam komplek Gunung Anjasmoro (2277 m), dimana kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang masih terjaga keaslian dan keindahan alamnya.  Secara geologis kawasan ini merupakan batuan hasil gunung api kuarter tua. Pada kawasan ini terdapat aliran sungai yang merupakan sambungan dari air terjun tersebut, sehingga untuk kebutuhan air di kawasan ini dapat terpenuhi dengan baik. Curah hujan di kawasan ini berkisar 5.856 mm/th. Sedangkan suhu rata-rata 24 ° C.

Fasilitas umum yang tersedia di kawasan wisata ini masih minim. Hanya terdapat beberapa kedai makan dan areal parkir kendaraan di pemukiman penduduk. Harga tiket masuk ke wisata air terjun ini bisa dibilang cukup murah. Tiket masuk untuk dewasa adalah Rp. 5.000, untuk anak-anak, biasanya tidak dikenakan ongkos masuk kecuali anak anak yang sudah sedikit besar.  Biaya parkir kendaraan disini jika menggunakan sepeda motor biasanya dikenakan Rp. 2.000,- dan jika membawa mobil ongkos parkir Rp. 5.000,-.

  1. Kedung Cinet

Kedung Cinet berlokasi di desa Pojok Klitih sekitar 10 km dari Jembatan Brantas Ploso dan berada di tengah hutan belantara. Saat perjalanan menuju ke lokasi wisata ini, Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang indah dan eksotis. Dalam perjalanan Anda akan menyusuri sungai Brantas dan melintasi jembatan gantung yang manantang adrenalin. Hijaunya alam hutan dan jernihnya aliran air sungai Brantas membuat perjalanan ke wisata Kedung Cinet menjadi terasa istimewa dan mengasyikkan. Di sebut Grand Canyon mini karena lokasi wisata ini hampir mirip dengan panorama alam yang disuguhkan  oleh obyek wisata Grand Canyon yang berada di Arizona, Amerika Serikat. Keeksotisan Kedung Cinet dimulai sejak perjalanan menuju lokasi tersebut.  Birunya hamparan air Sungai Berantas serta keindahan warna-warni persawahan Desa Plandaan tak dapat lagi anda pungkiri keindahanya. Anda juga akan dibawa melewati jembatan kayu untuk mencapai ke lokasi wisata Kedung Cinet. Sesampainya di lokasi anda akan dimanjakan oleh keindahan ngarai ini.

Keindahan ngarai Kedung Cinet akan membuat anda tak sempat berkedip. Pertama-tama anda akan menyaksikan permukaan penampang sungai dilengkapi dengan hijau air dan juga tumbuhan di sisi kanan dan kiri sungai. Suara gemericik aliran air terdengan sangat asyik mengalir disela-sela rongga ngarai. Di hampir seluruh kawasan Kedung Cinet merupakan spot yang sangat menarik untuk digunakan berfoto. Keunikan ngarai Kedung Cinet menyadarkan kita akan betapa indahnya ciptaan sang pencipta. Menurut cerita yang berkembang, Dahulu lokasi ini digunakan sebagai tempat pemandian di masa kerajaan Majapahit. Waktu-waktu terbaik untuk mengunjungi lokasi wisata ini adalah pada musim kemarau. Karena hanya pada musim kemarau pengunjung dapat melihat jernihnya endapan air yang ada di Kedung Cinet. Untuk biaya retribusi masuknya tidak ada hanya anda harus membayar parkir sebesar Rp 5000-,.

  1. Goa Sigolo-Golo

Merupakan wisata alam jombang yang terletak di dusun Kranten, Desa Panglungan, Kec. Wonosalam berjarak sekitar 30 Km dari Air Terjun Tretes.  Goa Sigolo-golo merupakan salah satu obyek wisata dari Jombang yang wajib anda kunjungi. Trek menuju ke Goa Sigolo-golo cukup sulit namun mungkin hal inilah yang menjadi daya tarik dari Goa Sigolo-golo. Karena medan yang akan dilalui cukup menantang pengunjung harus mempersiapkan stamina dan fisik yang sebaik-baiknya.

Untuk menuju ke Goa Sigolo-golo pengunjung harus melalui jalan turun dan menyusuri anak tangga yang tersusun dari tanah yang dibentuk dengan pagar bambu dan kayu lainya. Selanjutnya pengunjung akan menemui keindahan Sungai Bomo. Keindahan lain dari Goa Sigolo-golo adalah pengunjung dapat menikmati keindahan tebing yang curam dan bebatuan yang eksotis. Pengunjung akan melihat rimbunnya pepohonan yang terlihat masih sangat alami. Selain itu, pemandangan pegunungan yang megah juga seakan membuat daya tarik tersendiri untuk memandanginya. Pemandangan indah di tempat ini rasanya sangat cocok sebagai tempat berfoto. Untuk biaya masuknya Rp 5000/orang dan parkir Rp 5000. Tempat wisata ini akan ramai di akhir pekan.

  1. Air Terjun Selo Lapis

Air Terjun ini berada di lereng Gunung Selo Ringgit tepatnya di lereng gunung Selo Ringgit, Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur. Nama Selo  lapis diambil dari bahasa jawa yang berarti batu lapis. Samsutik, mantri hutan Carang wulung mengatakan, penemu wana wisata Selo Lapis ini yakni salah satu warga Dusun Mendiro saat mencari jamur di tebing dengan ketinggian 15 meter. Saat itu tebing masih tertutup pepohonan. Wana wisata alam yang masih perawan ini jika dikelola dengan serius bisa mendatangkan wisatawan domestik maupun luar kota, Dalam waktu dekat warga Dusun Mendiro akan bergotong royong membersihkan lokasi Selo Lapis agar para pengunjung bisa lebih menikmati keindahan wisata. Air terjun ini mulai dibuka untuk umum pada tahun 2014 dan dikelola oleh warga sekitar.

Area ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalan setapak,sejauh 500 meter atau dengan waktu tempuh 30 menit dari dusun mendiro. Jalan setapak yang sedikit licin jika hujan mengharuskan pengunjung yang menuju kesini harus ekstra hati-hati. Rasa penat akan terbayarkan begitu berada di wana wisata dengan keindahan bebatuan yang berlapis seta ditumbuhi pepohonan yang rindang. Para pengunjung pun bisa langsung menikmati tetesan air dari bukit selo lapis. Karena air yang jernih dan dingin ini bisa langsung diminum dan untuk membasuh muka setelah perjalanan yang melelahkan menuruni bebukitan. Alamnya masih alami dan terjaga kelestariannya sehingga nyaman untuk berlama-lama di sana. Untuk masuk ke kawasan air terjun setiap anda harus membayar Rp 10000.

Top