Category: Kebumen

5 Destinasi Wisata Alam Di Kebumen

Kabupaten Kebumen merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di ujung bagian selatan Pulau Jawa. Kabupaten Kebumen berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di sebelah utara, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap di sebelah Barat, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo di sebelah timur serta berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah selatan. Kota Kebumen terdiri dari dataran rendah di bagian selatan, sedangkan pada bagian utara terdiri dari pegunungan dan perbukitan yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Sementara itu., di barat terdapat Kawasan Karst Gombong Selatan yang terdiri dari pegunungan kapur. Kebumen memiliki kondisi dan tekstur tanah yang agak keras dan cuaca panas. Tetapi meskipun demikian, Kabupaten Kebumen banyak memiliki wisata alam yang indah. Berikut ini 5 tempat wisata yang ada di kebumen.

  1. Pantai Gebyuran

Pantai Gebyuran terletak di Desa Pasir Kecamatan Ayah tepatnya  di sebelah barat Tanjung Karang Penganten atau Pantai ini merupakan pantai yang sempit karena hanya memiliki panjang  100 meter saja. Pantai Gebyuran memiliki pasir pantai yang berwarna hitam kecoklatan yang landai. Ombak di pantai ini tergolong ramah karena banyaknya karang yang meredakan laju keganasan ombak pantai selatan. Uniknya, Pantai Gebyuran yang masih sangat alami ini memilki sebuah goa. Pantai Gebyuran sejatinya sebuah pantai dibawah tebing yang membentuk ceruk layaknya goa. Karena berada dibawah permukaan tanah dan dibalik punggung perbukitan karst, stalaktit di goa Pantai Gebyuran pun masih aktif meneteskan air. Bahkan jika musim penghujan tiba air yang menetes akan deras mengucur dari sela stalaktit.  Inilah pesona sesungguhnya dari Pantai Gebyuran yang siapa saja ingin mengunjunginya berulang kali.

Sebagai pantai yang menghadap ke barat, Pantai ini memiliki panorama senja yang indah. Sayup-sayup terlihat Tanjung Karangbata dikejauhan yang menjorok ke lautan. Sementara di sisi selatan karang-karang dan tebing Tanjung Karang Penganten riuh beradu dengan ombak pantai selatan. Pasir pantai yang bersih bisa leluasa dinikmati sembari bermain pasir atau hanya dudu-duduk diatas batu karang. Pemandangan dari atas Pantai Gebyuran pun tak kalah cantik. Pengunjung akan disajikan pemandangan tebing-tebing pesisir selatan mulai dari Pantai Surumanis, Pecaron hingga Tanjung Karangbata. Pun lengkap dengan bukit-bukitnya yang tersohor seperti Bukit Silayur.

  1. Gua Barat

Gua ini terletak di desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen  Jawa Tengah yang menawarkan stalagmit (batu di lantai gua yang terbentuk oleh tetesan material) dan stalaktit (kapur yang tumbuh di dinding gua) yang sangat indah dan menawan. Nama Gua Barat sesuai dengan karakter alamiahnya. Barat dalam bahasa jawa berarti angin. Di mulut gua kerap berembus angin kencang dari arah dalam. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara antara di dalam dan luar gua. Derasnya air lalu mendorong angin dari dalam menuju arah luar. Gua Barat memiliki sekitar 100 air terjun dengan ketinggian bervariasi mulai dari 1 meter hingga 30 meter. Jeram-jeram itu ada di ruas 2 kilometer terakhir menuju Jump Ulyses hingga Muddy Passage. Untuk menjelajahinya diwajibkan menggunakan jasa pemandu yang disediakan oleh pengelola berikut dengan peralatannya seperti helm, pakaian khusus, sepatu boat dan head lamp.

Untuk menuju ke Gua Barat jika naik pesawat turun di Yogyakarta lalu melanjutkan perjalanan ke lokasi dengan memakan waktu sekitar 3 jam. Sedangkan bila menggunakan jasa kereta api dapat turun di Stasiun Purwokerto atau Stasiun Gombong. Masalah penginapan tidak perlu khawatir karena selain di kota Gombong juga tersedia rumah penduduk setempat yang dijadikan sebagai penginapan. Waktu yang tepat untuk mengunjungi gua barat adalah saat musim kemarau yaitu sekitar bulan Mei hingga Oktober.

  1. Curug Silancur

Curug ini berada di Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen yang berada di Cagar Alam Nasional Geologi Karangsambung. Untuk menjangkau air terjun harus berjalan kaki melewati lerengan perbukitan yang terjal sejauh 400 meter. Di sekitar air terjun tak ada fasilitas apapun, hanya lahan parkir swadaya masyarakat di pinggir jalan raya. Selama perjalanan ke air terjun banyak dijumpai sungai­sungai kecil denga air jernih mengalir, bisa mengundang untuk turun sejenak merasakan sejuk dan jernihnya air pegunungan. Curug Silancur merupakan sebuah air terjun yang sangat bersejarah di Kebumen. Karena Desa Wadasmalang adalah desa yang dahulu pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kabupaten Kebumen pada saat perang kemerdekaan. Sehingga membuat desa ini sangat istimewa dalam hal sejarah dari NKRI.

Curug Silancur memiliki ketinggian 25 meter. Tak seperti curug pada umumnya, Curug Silancur tidak memilik ‘bak’ penampungan air di bawahnya. Air yang meluncur akan jatuh menghantam batuan besar sehingga menghasilkan percikan air yang segar. Jika terik matahari dalam keadaan sempurna, percikan air yang terbawa angin terlihat berwarna­warni seperti pelangi. Curug Silancur mempunyai daya tarik tersendiri karena lingkungannya masih betul­-betul alami. Kesunyian juga masih sangat terasa. Udara di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan yang asri. Banyak dijumpai juga pesawahan terasering warga yang sangat cantik serta pohon pinus yang rindang. Selain kita bisa menikmati air terjun yang memiliki debit ukuran air terjun yang besar. Kita juga bisa berpanen durian saat musim panen sudah dating. Sehingga tidak jarang banyak yang penyuka buah durian berpesta dengan mengunjungi wisata ini. Karena kita bisa mendapatkan buah durian dengan harga yang murah tentunya.

  1. Bukit Pentulu Indah

Bukit yang dikenal juga dengan nama bukit PI ini berada di area Pegunungan Paras, tepatnya di Dukuh Dakah, Kec. Karangsambung, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Sekitar 21 Km dari kota Kebumen, mamakan waktu tempuh sekitar 35 menit perjalanan. Bukit ini menjadi spot fenomenal, karena bukit ini serupa dengan rumah pohon Kali Biru yang terdapat di Yogyakarta. konon sebelum terkenal bukit Pentulu Indah merupakan sebuah bukit milik dinas perhutani yang banyak ditanami tanaman karet. Namun karena dijaman sekarang ini perkembangan teknologi informasi dan sosial media berkembang pesat, yang awalnya bukit PI tersebut masih sepi dan belum mendapat campur tangan pihak manapun karena banyak remaja pecinta alam kebumen yang meng explore wisata tersebut maka tercetuslah untuk membuka wisata alam dengan nuansa mirip Kalibiru Jogja.

Bukit Pentulu Indah ini mempunyai pesona untuk menikmati keindahan alam bukit, kabut saat pagi/menjelang malam, dan matahari saat sunset/sunrise. Di bukit ini, anda juga bisa melihat matahari terbit yang berlatar belakang kabut Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Untuk sampai di lokasi ini, anda tidak perlu khawatir akan melakukan hiking berat, pasalnya bukit ini hanya memiliki ketinggian 300 meter di atas permukaan laut, sehingga wisata ini sangat recommeded bagi anda. Sepanjang mata memandang anda akan disuguhkan oleh pemandangan hijau dan teduhnya hutan pinus, pohon pinus disini tergolong masih muda, sehingga sangat cocok dijadikan spot foto. Untuk bisa menikmati keindahan di Bukit PI, kamu cukup membayar biaya retribusi Rp5.000/orang dan parkir Rp2.000.

  1. Hutan Mangrove Logending

Kawasan hutan mangrove yang letaknya tak jauh dari Pantai Logending Kecamatan Ayah, berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Kebumen. Deretan perbukitan Karst Gombong Selatan tampak anggun dengan ratusan puncaknya yang mewujud lancip bak piramid. Di sejengkal kakinya yang permai, hamparan hutan mangrove melekuk manis di sepanjang tepian muara Sungai Bodo yang membatas karst dengan dataran rendah Pantai Selatan. Kawasan Hutan Mangrove Logending sekarang telah memiliki luas sekitar 50 Ha. Wisata Hutan Mangrove ini berada diketinggian 5 meter dari permukaan air laut dengan suhu rata rata antara 24 celcius hingga 34 derajat celcius.

Pasalanya,  ekosistem mangrove menjadi produk wisata yang menarik karena menyajikan fenomena alam yang beragam, mulai dari keanekaragaman jenis mangrove, jenis-jenis fauna yang terdapat dalam ekosistem tersebut seperti burung, mollusca (siput atau keong), ikan, jenis-jenis crustacea (kepiting) dan hewan-hewan lainnya. Disini para pengunjung bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang hutan mangrove dan fungsinya bagi lingkungan, proses terjadinya suksesi, dan berbagai pengetahuan lainnya terkait ekosistem mangrove. pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan panorama alam di sana. Mereka pun dapat turut serta menjaga dan melestarikan hutan mangrove. Salah satunya dengan cara menanam bibit pohon mangrove.

Dengan menyewa perahu, pengunjung diajak menyusuri Sungai Bodo yang merupakan pembatas antara Kabupaten Kebumen dan Cilacap. Hamparan hutan bakau berbaris manis di sepanjang bibir sungai. Selama perjalanan, Pemandu bercerita tentang manfaat bakau bagi kehidupan. Menunjukkan secara langsung sisi sungai yang telah dan belum ditanami bakau. Tak hanya mencegah abrasi, keberadaan hutan bakau dirasakan manfaatnya secara ekonomi oleh masyarakat sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Atraksi lainnya yang mengagumkan ialah aktivitas bird watching. Tepuk tangan dan teriakan mengundang ratusan kuntul berwarna hitam keluar beterbangan dari rimbunnya bakau. Benar-benar pemandangan yang tidak ternilai.

Top