Category: Kediri

5 Destinasi Wisata Populer Di Kediri

Kediri merupakan daerah yang berada di wilayah provinsi Jawa Jimur dan termasuk dalam daftar kota terbesar ketiga setelah Surabaya dan kota Malang. Kota yang memiliki luas sekitar 63,40 km┬▓ ini mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Kota terletak di sebelah barat Surabaya, menjadikan kota Kediri ini mudah diakses karena memang letaknya strategis. Kota yang juga dikenal dengan sebutan Kota Tahu ini memiliki salah satu pesona kuliner yang lezat, namanya Tahu Takwa. Ini adalah pusat dari industri gula dan perdagangan produk-produk pertanian seperti kopi, tembakau, beras, dan ubi kayu. Manufaktur ringan kota meliputi tekstil dan kayu pabrik dan toko-toko mesin. Selain itu kediri juga menyimpan potensi wisata yang bagus. Berikut ini 5 destinasi wisata yang bisa anda kunjungi ketika berkunjung ke kota ini.

  1. Wisata Gunung Kelud

Gunung Kelud adalah salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusan terakhir gunung ini terjadi pada awal tahun 2014. Gunung Kelud sudah beberapa kali meletus. Sebelum letusan tahun 2014, letusan terakhir gunung ini terjadi pada tahun 2007 dimana letusan ini menghasilkan kubah lava yang menjadi alasan utama kenapa banyak traveler yang datang ke Gunung Kelud. Gunung Kelud terletak di desa Sugiwaras dan berada di dua kabupaten yaitu Blitar dan Kediri. Jika menempuh perjalanan dari Kota Kediri, maka Anda membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih dengan jarak tempuh sekitar 27 km. Gunung Kelud menjadi destinasi objek wisata gunung berapi yang amat sangat indah di jawa timur. Gunung Kelud memiliki segudang keindahan yang dapat anda nikmati. Pesona utama wisata Gunung Kelud terdapat pada kubah lavanya. Tersedia juga jalur setapak untuk Anda yang ingin melakukan pendakian ke puncak Gunung Kelud. Suhu udara di kawasan ini terasa sangat sejuk karena berada di ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Tak hanya itu, di kawasan wisata Gunung Kelud, Terdapat beberapa kegiatan menarik yang bisa Anda nikmati di kawasan wisata Gunung Kelud diantaranya adalah flying fox, panjat tebing, pemandian air panas bahkan ada juga wisata malam anak Gunung Kelud. Di antaranya seperti flying fox, pemandian air panas, dan panjat tebing.

Objek wisata Gunung Kelud terkenal dengan pemandangan larva aktifnya yang sangat memukau. Anda tidak perlu khawatir terkena larvanya karena pengunjung tidak diperkenankan mengamati larva tersebut dengan jarak yang dekat. Anda dapat melihat pemandangan tersebut dari puncak Gajah Mungkur. Di Gajah Mungkur tersebut telah tersedia sebuah arena yang didesain sedemikian rupa yang berguna sebagai tempat untuk para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam yang cukup menantang ini. Gajah Mungkur merupakan salah satu dari 4 puncak gunung yang berada di kawasan wisata Gunung Kelud. Tiga puncak gunung lainnya bernama Puncak Sumbing, Puncak Kelud, serta Puncak Gedang. Tak hanya itu, Anda pun juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit yang menawan dari Puncak Gajah Mungkur. Ketika berada di gerbang kawasan wisata gunung aktif ini, Anda harus membayar tiket di loket yang telah disediakan yaitu sebesar Rp 5.000,00 untuk weekday dan Rp 10.000,00 pada saat akhir pekan dan hari libur. Harga yang Anda perlukan tergolong sangat terjangkau karena Anda dapat menikmati keindahan Gunung Kelud yang sangat mempesona.

  1. Air Terjun Dolo Kediri

Ini adalah salah satu air terjun yang sangat terkenal di Kediri. Eksotisme dari air terjun ini menjadi daya tarik untuk wisatawan. Air terjun ini terletak di dusun Besuki, desa Jugo, kecamatan Mojo, kabupaten Kediri. Jaraknya kira-kira 25 km dari pusat kota Kediri. Hawa sejuk langsung terasa begitu tiba di area air terjun karna lokasinya berada di dataran tinggi pada ketinggian sekitar 1.800 mdpl. Air terjun Dolo adalah bagian dari lereng gunung Wilis. Tinggi air terjun ini sekitar 125 meter. Volume airnya tidak terlalu tinggi namun airnya sangat dingin. Menurut cerita penduduk setempat di kawasan air terjun Dolo pada zaman dahulu tepatnya pada zaman kewalian di sekitar air terjun Dolo tepatnya di sebelah kanan air terjun ada sebuah pohon besar yang tergantung di atasnya sebuah benda yang sangat misterius, benda tersebut adakalanya dapat dilihat adakalanya tidak dapat dilihat. Dari kisah itu maka muncullah kata Dolo untuk air terjun tersebut, yang mempunyai arti sesuatu yang tergantung (gemandul).

Berada disana anda bisa melakukan aktivitas mandi-mandi, selain itu anda juga bisa menikmati banyak fasilitas permainan seperti track jogging, camping ground, play ground, mushola, warung, dan area trekking. Jika ingin bermalam di sekitar air terjun, ada beberapa villa yang bisa kamu sewa yang jaraknya sekitar 4 km dari air terjun. Atau, kamu juga bisa mendirikan tenda di camping ground yang tersedia. Pantangan yang harus dipatuhi para pengunjung di Air Terjun Irenggolo juga berlaku di kawasan air terjun Dolo, yakni tidak boleh bersiul, tidak boleh bertepuk tangan, tidak boleh bersenda gurau berlabihan dan tidak boleh mengambil hasil alam berlebihan seperti tumbuhan. Kemudian bagi mereka-mereka yang hendak berkemah di kawasan air terjun Dolo dianjurkan supaya menancapkan semua benda tajam yang mereka bawa ke tanah. Hal ini menurut penduduk setempat dimaksud supaya mereka terhindar dari gangguan makhuluk-makhluk gaib di kawasan tersebut.

  1. Gua Selomangleng Kediri

Goa Selomangleng merupakan sebuah goa batu yang memiliki nilai sejarah di Kediri yang terletak di kabupaten Kediri berada di utara kota tepatnya di Jl Mastrip No 1,Mojoroto, Kediri,Jawa Timui. Disebut Selomangleng karena lokasinya yang berada di lereng bukit, secara bahasa Jawa: Selo = batu, Mangleng = miring sehingga berarti Batu yang miring dari permukaan tanah, Kurang lebih 40 m dari permukaan tanah. Gua selomangleng terbentuk dari batu andesit hitam dengan ukuran cukup besar, sehingga nampak menyolok jika di lihat dari kejauhan. Goa Selomangleng memiliki sejarah dan legenda yang sangat meletak dalam masyarakat Kediri.

Masyarakat percaya bahwa Goa ini merupakan tempat mengasingkan diri dan bertapa oleh Dewi Kilisuci, putri Raja Erlangga yang menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan padanya. Bukti bahwa goa ini pernah menjadi tempat tinggal adalah keberadaan ukiran-ukiran relief yang ada di dinding goa, baik di dalam maupun di luar. Goa ini sendiri terbagi menjadi tiga bagian yakni tengah, kiri dan kanan. Secara keseluruhan goa ini tidak terlalu luas. Keunikan dari Goa Selomangleng adalah adanya Bongkahan batu yang seolah berserakan dan diantara batu tersebut ada yang dipahat,dan di bagian luar goa ada berbagai relief yang menghiasi. suasana akan gelap gulita bila pengunjung memasuki area goa dan juga pengunjung akan mencium aroma dupa yang cukup menyengat. Nuansa mistis dan gelap sangat terasa di goa ini.

Tersedia beberapa fasilitas diantaranya Kolam pemandian, pengunjung akan dikenai tarif lagi bila mandi di pemandian tersebut,saat kami datang ke Goa selomangleng, biaya mandi di kolam renang sekitar Rp.4000. Fasilitas pada kolam renang ada yang dikhususkan kolam yang di peruntukkan buat anak-anak. Tiket masuk Goa Selomangleng yaitu sebesar Rp.4000 untuk satu orang dewasa dan Rp 2500 untuk anak anak. menurut pengunjung Goa Selomangleng sebenarnya dulu untuk masuk ke Lokasi Kawasan wisata tidak di pungut biaya alias gratis, tapi saat kami mengunjungi objek wisata tersebut,kami diharuskan membayar tiket masuk.

  1. Sumber Ubalan

Sumber Ubalan terletak di Dusun Kalasan, Desa Jarak, Desa Kecamatan Plosoklaten yang selama ini jaraknya kurang lebih 15 km dari kota Kediri. Dikenal sebagai tempat wisata yang hijau, rindang, sejuk, dan memiliki kolam dengan air dari sumber yang alami dan segar. Air artesis deras yang mubal (mengucur deras) konon dari cerita masyarakat setempat malah disumbat batu besar untuk mengurangi derasnya debit air. Kata mubal itu juga yang menjadi dasar dinamakan Sumber Ubalan. Derasnya air dari Sumber Ubalan menjadi penyuplai air kolam renang. Air segar tersebut mengalir melalui saluran air buatan Administratur Belanda wilayah Kalassan pada tahun 1891 yang dulunya digunakan untuk menyuplai air bagi Pabrik Gula Jengkol yang berada sekitar 4 kilometer dari Sumber. Sumber Ubalan ini merupakan tempat wisata yang berada di dalam hutan lindung.

Ada berbagai fasilitas disini antara lain panggung hiburan, kolam renang dan taman bermain. Disediakan dua kolam renang kolam renang untuk dewasa dan anak-anak yang tersuplai air segar yang dikuras secara berkala dua kali seminggu disamping juga perawatan setiap hari. Namun, objek utama di tempat ini sebenarnya adalah sebuah sumber air yang lokasinya lebih masuk ke dalam. Para pengunjung bisa menikmati sumber air tersebut yang terlihat sangat tenang denga ikan-ikan kecil berenang bebas. Walau terlihat begitu menggoda untuk berenang, namun para pengunjung dilarang berenang disini. Pengunjung juga dilarang untuk memancing. Selain itu rimbunnya Hutan Lindung Kalasan dan Sumber Ubalan juga menjadi arena penjelajahan yang menarik, ataupun hanya sekedar piknik bersantai di bawah rindangnya pepohonan taman sembari menikmati kuliner bekicot yang khas dari daerah ini. Hanya dengan tiket masuk anak-anak Rp. 3.000,- dewasa Rp. 4.000,- untuk hari biasa dan menjadi Rp. 4.000,- dan Rp. 5.000,- saat akhir pekan Anda dapat menikmati rekreasi murah meriah bersama keluarga dan orang terdekat. Bagi yang berkeinginan berenang dan bermain air, pengenaan tiket Rp. 3.000,- untuk anak-anak dan dewasa Rp. 4.000,- dirasa sebanding dengan sarana dan prasarana yang didapatkan.

  1. Monumen Simpang Lima Gumul

Bangunan ini berlokasi di Ds Tugurejo, Kec. Gampengrejo, Kediri, Jawa Timur. SLG menjadi pusat ekonomi juga perdagangan baru (Central Business District) di Kab. Kediri. Monumen Simpang Lima Gumul mulai dibangun tahun 2003 dan diresmikan tahun 2008, bangunan MSLG yang dihiasi ukiran khas lokal dengan relief cerita sejarah kota Kediri memang sekilas mirip dengan Arc De Triomphe di Paris Prancis sehingga banyak sekali dikunjungi terutama bagi sobat travler yang mempuyai hobby fotografi. Monumen Simpang Lima Gumul berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Kediri. Monumen ini ┬áterinspirasi oleh “Jongko Jojoboyo” Raja Kediri abad XII yang ingin menyatukan lima wilayah di Kediri. Tujuan awal dibangun Gumul Simpang Lima adalah sebagai pusat ekonomi baru di Kediri, sehingga diharapkan perekonomian yang lebih maju dari Kediri. Di bangunan utama monumen ini ada ruang untuk pertemuan dan ruang auditorium di lantai atas yang atap seperti kubah dan serbaguna ruangan di lantai dasar. Ada juga diorama di lantai atas dan minimarket yang menjual souvenir di ruang bawah tanah. Monumen ini juga memiliki tiga akses jalan bawah tanah yang menghubungkan parkir dengan monumen ini sehingga pengunjung tidak perlu menyeberang jalan.

Menjelang sore dan hingga malam hari monumen ini akan banyak dikunjungi kalangan muda kota Kediri sebagai tempat menikmati matahari tenggelam dan bercengkrama dengan sahabat dan orang-orang terdekat. Monumen Simpang Lima Gumul sendiri merupakan pertemuan lima jalur untuk menuju 5 daerah di Kediri yaitu Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten. Disini anda bisa menikmati panorama sunset yang menarik di kawasan tempat wisata Kediri yang satu ini. Kawasan yang strategis juga dilengkapi beragam sarana umum, seperti Bank daerah, gedung pertemuan (convention hall), gedung serbaguna (multipupose), MPU (Mobil Penumpang Umum) dan terminal bus antar kota, pasar temporer buka pada waktu tertentu dan sarana rekreasi wisata air Water Park Gumul Paradise Island. Selain itu ada fasilitas tambahan pada daerah ini seperti taman, kolam renang, pusat olahraga, jogging dan bersepeda tempat, dan kuliner lokal dengan banyak pilihan makanan terutama jika Anda sedang mencari beberapa makanan tradisional Kediri.

Top