Category: Kendari

5 Pulau indah yang dapat anda kunjungi Di Kendari

Kendari merupakan Ibukota dari Propinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki penduduk hampir 300 ribu jiwa terbagi dalam 10 kecamatan dan beberapa pulau yang indah. Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi Indonesia yang terletak di Pulau Sulawesi. Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar 38.140.00 km2. Kendari diresmikan sebagai kotamadya (kini kota) dengan UU RI No. 6 Tahun 1995 tanggal 27 September 1995. Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hanya memakan waktu 55 menit via jalur udara, setara dengan naik pete-pete (angkot) ke Tugu Bambu, Paris (Pangkajene pinggir sungai). Kendari memiliki destinasi wisata yang menarik yang bisa anda berkunjung ke Kendari terutama untuk wisata baharinya. Terdapat banyak pulau yang ada di kendari, berikut ini 5 pulau yang bisa anda list untuk dikunjungi.

  1. Pulau Wakatobi

Pulau wakatobi merupakan salah satu dari 50 taman nasoinal di Indonesia, terletak dikabupaten Wakatobi – Sulawesi Tenggara. Wakatobi merupakan wilayah Taman Nasional yang memiliki kekayaan biota laut terbesar dan terindah di Dunia sehingga diberi julukan “The Little of Paradise in the World” atau “Surga Kecil di Dunia”. Yang memiliki luas 1.39 juta Ha. Wilayah Kabupaten Wakatobi terdiri atas Pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil yang memiliki keindahan alam, pantai dan tempat-tempat bersejarah. Wakatobi merupakan kependekan dari empat pulau besar yaitu Wangi-Wangi (Wa), Kaledupa (Ka), Tomia (To) dan Binongko (Bi). Wakatobi berada didalam pusat segitiga karang dunia dan Wakatobi adalah ‘Jantung’nya. Kekayaan alam nya pun tak main-main, dari 820 jenis karang yang ada di dunia, 750 jenis nya ada di Wakatobi. Dengan demikian, 90 persen jenis karang didunia terdapat di Wakatobi.

Selain itu Wakatobi juga menjadi salah satu tempat menyelam berkelas dunia “World Class Diving Site”. Presiden dari Suku Bajo berada di Wakatobi. Suku Bajo adalah suku yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya diatas laut. Keunikan mereka memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada tanggal 11 Juli 2012 yang lalu bertempat di Paris pada sidang MAB UNESCO, Kabupaten Wakatobi telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Bumi yang kedelapan di Indonesia. Menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang  menempati posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Kedalaman air di taman nasional ini bervariasi, bagian terdalam mencapai 1 Kilo meter di bawah permukaan air laut, Taman Nasional Wakatobi saat ini menjadi pusat penelitian bawah laut Dunia.

Ada 2 alternatif untuk menuju ke Wakatobi. Pertama melalui laut, jalurnya adalah Makassar-Kendari- Bau Bau- Wangi wangi (Wanci). Dari Wanci tersedia transporasi antar pulau menggunakan kapal cepat, kapal kayu atau speed boat. Keindahan dan kekayaan alam Wakatobi sudah terkenal di dunia setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995. Pesona wisata Taman Nasional Wakatobi terdiri dari empat pulau besar, yaitu: Pesona Wisata Pulau Wangi-wangi, Pesona Wisata Pulau Kaledupa, Pesona Wisata Pulau Tomia, dan Pesona Wisata Pulau Biningko. Bagi anda yang ingin menginap di Wakatobi banyak tersedia penginapan hotel dan resort bahkan rumah penduduk yang bisa anda sewa. Salah satu kegiatan yang wajib anda lakukan di Wakatobi adalah menyelam untuk menikmati keindahan bawah lautnya yang merupakan bagian dari segitiga terumbu karang. Selain itu ada juga pantai yang indah, seperti Pantai Molii Sahatu, Pantai Sousu, Pantai Waha, Pantai Hoga, Pantai Sombano, Pantai Peropa, Pantai Huntete, Pantai Soha, Pantai Onemobaa, Pantai Palahidu, serta masih banyak lagi pantai indah lainnya di Wakatobi.

  1. Pulau Labengki

Pulau Labengki terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijuluki Raja Ampatnya Sultra karena pulau ini tak kalah menarik jika dibandingkan dengan Raja Ampat yang ada di bumi Papua—baik dari panoramanya, maupun keindahan bawah lautnya. Pulau ini terdiri dari sejumlah gugusan pulau-pulau kecil, diantaranya pulau Labengki Besar, Labengki Kecil dan Pulau Mauang serta gugusan pulau lainnya yang tak memiliki nama. Nama Labengki sendiri berasal dari bahasa daerah Tolaki “laabenggi” yang memiliki arti guci. Jika dilihat dari kejauhan, Pulau Labengki memiliki bentuk menyerupai sebuah guci. Hal ini pun yang menjadi ucapan bagi para nelayan setempat.

Kalau kamu berangkat dari pusat Kota Kendari, maka kamu harus menempuh jarak sekitar 70 km untuk sampai ke lokasi. Di sini juga terdapat banyak titik penyelaman yang bisa kamu manfaatkan untuk bersnorkeling. Pemandangan bawah airnya pun begitu cantik dan luar biasa. Ditambah lagi dengan beberapa pantai di pulau ini yang memiliki hamparan pasir berwarna putih, sehingga membuat siapapun yang datang ke sini menjadi betah. Teluk Cinta menjadi spot favorit untuk berfoto. Bentuk teluk yang seperti lambang love akan jelas terlihat bila Anda menggunakan drone atau trekking ke puncak bukit. Anda juga bisa melakukan snorkling bila ingin menikmati keindahan alam bawah laut Pulau Labengki ini. Teluk cinta merupakan satu-satunya teluk di dunia yang bebentuk tanda hati (love) jika dilihat dari udara.

Pulau Labengki merupakan surga bagi pecinta kehidupan bawah laut, dimana Anda dapat menjelajah alam bawah laut yang cantik, mempelajari kerang raksasa, dan juga bertualang di hutan Labengki yang memiliki danau. Anda juga dapat langsung berinteraksi dengan suku Bajo dan melihat kehidupan sehari-hari mereka, yang terkenal sebagai nelayan paling handal sedunia. Pulau Labengki merupakan tempat yang tenang dimana Anda dapat bersentuhan dengan alam langsung, dengan pemandangan pulau-pulau kecil dan disebut sebagai dunia baru untuk menyelam, meneliti dan bepergian. Fasilitas di Pulau Labengki ini memang belum sangatlah lengkap biasanya untuk masalah untuk mandi bebrbilas diri dan menginap bisa menumpang di Posko Tim Konservasi.

  1. Pulau Bokori

Pulau Bokori adalah sebuah pulau kecil di depan tanjung Soropia Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara dengan luas 2,5 hektar. Secara administratif, Pulau Bokori berada di wilayah Kabupaten Konawe. Pulau ini berhadapan langsung dengan perkampungan Suku Bajo yang mendiami wilayah itu. Pulau ini menawarkan sebuah tempat yang nyaman untuk mengasingkan diri sejenak dari hiruk pikuk keramaian kota dan penatnya beban kerja. Sebelum dikembangkan pulau ini dulu bak pulau mati tanpa berpenghuni. Pulau yang dulunya di diami oleh orang-orang suku bajo ini, kini kembali menjadi pusat perhatian, diumpamakan gadis cantik, ini merupakan gadis desa yang kembali di poles agar cantik yang sesungguhnya benar-benar terlihat”. Pulau ini terletak di tengah lautan luas.

Ada dua cara yang bisa ditempuh untuk sampai ke Pulau Bokori. Pertama, menggunakan transportasi laut dari Pelabuhan Kendari langsung ke pulau ini. Kedua menggunakan transportasi darat dari  Kendari menuju perkampungan Suku Bajo. Dari pusat kota hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di perkampungan Suku Bajo. Di sini banyak penduduk setempat yang menyediakan jasa antar ke Pulau Bokori. Tarifnya pun terbilang murah meriah. Cukup dengan merogoh kocek Rp 30.000 per orang, Anda sudah mendapatkan layanan antar jemput.

Sebelum ke pulau bokori kita bisa mampir dulu ke panorama yang tak kalah indahnya yaitu puncak ilalang. Dari puncak ini kamu bisa menyaksikan sebuah pemandangan yang indah, melihat dari kejauhan pulau bokori serta pemandangan desa bajo (masyarakat yang hidupnya lebih senang berdiam di atas air). Pemandangan rumah-rumah terapung suku bajo, bentuknya unik, dan berbeda dengan rumah pada umumnya, jika kebanyakan orang suka membuat rumah di darat lain hal nya dengan orang bajo, kedekatan mereka dengan laut membuat kehidupan mereka tidak bisa dipisahkan dengan laut seperti sebuah negeri diatas air. Selain itudaya tariknya karena pasirnya yang putih. Airnyapun sangat jernih dan tidak mudah keruh. Birunya laut lepas yang terpampang jelas di depan mata menjadi pemandangan tersendiri yang sayang untuk dilewatkan. Apalagi jika laut dalam kondisi tenang. Dengan gulungan ombak yang tidak terlalu tinggi, Pulau Bokori menjadi tempat ideal untuk berenang dengan bebas dan sepuas hati.

  1. Pulau Senja

Pulau Senja juga salah satu tempat yang bisa Anda gunakan untuk menyelam dan menikmati keindahan bawah lautnya. dapat ditempuh dengan menggunakan mobil maupun sepeda motor dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit dari Kota Kendari. Dari kota Anda menuju ke dermaga Windonu yakni jalan yang menuju ke air terjun Moramo dimana Anda harus melewati Pantai Nambo terlebih dahulu. Letak Pantai Senja ini berada di antara Pantai Nambo dan Air terjun Moramo. Dari dermaga Windonu Anda membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Pantai Senja ini. Untuk biaya sewa kapal dari dermaga ke Pantai Senja Anda harus merogoh kantong Anda sebesar 300.000 rupiah dangan daya angkut kapal mencapai 20 orang. Biaya tersebut sudah termasuk antar jemput.

Pantai dengan air laut jernih serta pecahan karang layaknya pulau-pulau kecil. Anginnya yang sejuk menjadikan tempat ini cocok untuk dijadikan tempat beristirahat dengan berbaring di atas pasir. Di sini Anda bisa pergi ke puncak Pulau Senja karena medannya cukup mudah untuk dilewati. Di atas puncak Anda bisa mengabadikan momen berharga saat Anda di Pulau Senja ini, pemandangan di puncak sangat indah dan tak kalah dengan pantai-pantai lain. Bisa juga berpuas-puas diri untuk keliling mencari spot untuk foto-foto dulu dengan pemandangan yang langka seperti karang-karang yang ditumbuhi pepohonan hijau.

Dari atas bisa menyapu pandang sekeliling. Ada beberapa bukit yang bisa dinikmati sebagai tempat mengabadikan perjalanan. Di sini juga bisa sekadar duduk-duduk memandang air atau melihat rekan lain menikmati keindahan. Untuk mendapatkan pemandangan yang indah maksimal anda bisa mendaki ke bukit yang tak terlalu tinggi. Dari ketinggian ini banyak momen bisa diabadikan. Hanya harus tetap berhati-hati agar tidak jatuh atau terluka kaki karena ‘duri-duri’ bebatuan. Pengunjung juga dapat sekadar menikmati hamparan pasir putih dan air laut yang jernih serta gugusan pulau-pulau batu kars yang mengelilingi pulau tak berpenghuni ini. Garis pantainya tak begitu panjang, hanya sekitar 200 meter sehingga bisa disusuri, tanpa harus kelelahan. Apalagi pasirnya putih bersih. Kalau lelah bisa duduk-duduk di atas pasir putih. kenapa pulau ini dinamakan Senja? Tentu ini berkaitan dengan kata “senja”. Pulau tersebut memang indah, namun pemandangannya semakin menakjubkan pada sore hari. Buratan sinar matahari saat memasuki peraduan menerpa sebagian wilayah Pulau Senja. Sebagian lagi akan terlihat lebih redup. Hal ini melahirkan pemandangan sangat bagus.

  1. Pulau Hari

Sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang yang terletak di bagian timur kota Kendari Sulawesi Tenggara. Dengan memiliki luas 15.9 hektar. Pulau ini terkenal dengan keindahan panorama alamnya yang masih alami. Disini anda busa menyaksikan hutan-hutan kecil yang masih alami, sebab pulau ini belum ada sentuhan bangunan modern ataupun bangunan tradisional sama sekali. Disekeliling pulau ini, terdapat beberapa spot atau titik penyelaman, khusus bagi para wisatan penggemar wisata atau olah raga selam atau para diver. Dari kota Kendari, Anda bisa menempuh perjalanan laut menggunakan perahu atau speed boat selama kurang lebih 1,5 jam.

Pemandangan pantai yang berpadu secara alami dengan garis-garis kebiruan  air alut merupakan tantangan bagi pecinta fotografi untuk mengabadikan keindahan alam pualu ini. untuk pengunjung yang hobi dengan diving atau snorkeling, pada kedalaman tujuh hingga delapan meter, beningnya air membuat mata telanjang pun mampu menembus pemandangan taman laut dengan warna-warna yang cantik dan menawan. Terdapat 15 site diving di pulau ini. Selain itu berkeliling pulau untuk menyaksikan berbagai burung maleo yang terbang mencari kesempatan untuk menangkap mangsanya di air. Jika beruntung, di sini mungkin saja Turismania bisa menyaksikan penyu bertelur.

Pulau ini juga merupakan lokasi menarik bagi anda pecinta fotografi. Disini tidak tersedia warung makan ataupun restoran di sekitar Pulau Hari karena memang pulau ini tidak berpenghuni. Satu-satunya tempat untuk mencari kuliner adalah di Kota Kendari. Salah satu makanan khas Kota Kendari yang patut Anda cicipi Adalah Sinonggi. Makanan ini terbuat dari sagu dan disajikan dengan kuah ikan dan tumis sayur. Harga satu porsi Sinonggi Rp17.000,-. Anda juga bisa mencicipi uniknya rasa Sate Pokea. Sate ini juga merupakan salah satu makanan khas Kota Kendari dimana terbuat dari kerang air tawar yang dibuang cangkangnya dan di panggang layaknya sate.

Top