Category: Klaten

5 Destinasi Wisata Menarik untuk dikunjungi di Klaten

Klaten adalah sebuah daerah di Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Kompleks Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, berada di Kabupaten Klaten. Berada di perbatasan antara kota besar Yogyakarta dan Surakarta, Klaten seringkali menjadi tempat singgah orang-orang yang akan pergi ke Surakarta atau ke Yogyakarta untuk liburan. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata menarik yang bisa kamu kunjungi di Klaten.

  1. Umbul Ponggok

Buat kamu yang pengen nyoba diving maupun snorkeling tetapi takut jika sewaktu-waktu terseret ombak, datang aja ke Umbul Ponggok Klaten. Tempat ini sangat cocok buat kamu yang masih pemula di dunia selam menyelam. Kamu juga gak perlu khawatir, karena di Umbul Ponggok ini tidak ada ombak sama sekali. Umbul Ponggok merupakan kolam sumber mata air alami yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar menjadi tempat wisata air yang terkenal dan diminati oleh para traveller. Umbul ponggok ini juga sering digunakan untuk latihan diving oleh para mahasiswa yang tergabung dalam UKM selam.

Dasar kolam Umbul Ponggok ini masih sangat alami yang berupa hamparan pasir, bebatuan, dan ribuan ikan warna-warni yang membuat kamu seolah-olah benar-benar berada di bawah laut. Walaupun banyak ikan di dasar kolam, air di Umbul Ponggok ini tidak berbau amis karena airnya mengalir terus.Destinasi wisata ini terletak di Desa Ponggok, Kec. Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Umbul Ponggok selalu buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Untuk masuk ke Umbul Ponggok kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 8.000 per orang untuk tiket masuknya. Jika kamu ingin menyewa peralatan snorkeling, kamu cukup membayar sebesar Rp 5.000 untuk kaki katak, Rp 10.000 untuk snorkel, Rp 5.000 untuk pelampung, dan Rp 5.000 untuk ban. Jika kamu ingin mengabadikan fotomu di dalam air tetapi tidak memiliki kamera underwater, kamu bisa menyewa kamera underwater seharga Rp 60.000 untuk 30 menit dan Rp 100.000 untuk 1 jam.

  1. Bukit Clongop

Bukit Clongop adalah nama suatu tempat di wilayah Watugajah Gedangsari. Terletak di sebelah utara kecamatan Gedangsari kira-kira berjarak 3 km dari kota kecamatan Gedangsari, atau berjarak 3 km kearah selatan dari balai desa Watugajah. Karena letaknya yang tinggi, maka dinamakan Clongop. Menurut bahasa Jawa clongop berasal dari istilah tansah angop (menguap). Atau bisa juga berasal dari kata clong-clongan kemudian angop yang artinya setelah kita jalan-jalan kemudian istirahat melepas penat kemudian kita menguap karena ngantuk. Pada hari minggu atau libur bukit Clongop Gedangsari ini banyak dikunjungi orang, baik kaum remaja, anak-anak atau orang tua terutama pada sore hari untuk refresing atau ingin melepaskan lelah, tak ketinggalan para komunitas pothograper yang ingin mengambil momen pemandangan yang indah.

Tempat wisata yang satu ini cocok banget nih untuk para pendaki. Puncak Clongop menawarkan pemandangan Klaten yang begitu cantik dari ketinggian.Selain khas dengan pemandangan di puncaknya, di kawasan Clongop ini juga dapat ditemui wisata Klaten air terjun, yakni Curug Luweng Sampang dan Curug Indah yang juga tak kalah cantiknya.

  1. Museum Gula Gondang Winangun

Museum Gondang Winangoen terletak di  Jalan Raya Jogja-Solo Km.25 Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Museum ini berisi berbagai macam peralatan bersejarah dan juga cerita dibalik perkembangan industri gula di wilayah Jawa Tengah. Museum ini diresmikan pada tahun 1982 oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, yaitu Soepardjo Roestam, pada tanggal 11 September 1982. Empat tahun setelah peresmian Museum Gondang Winangoen, dilaksanakan sebuah Kongres, International Society of Sugar Cane Technologist di Pasuruan, Jawa Timur pada tanggal 22 Agustus 1986.

Di dalam Museum Gondang Winangoen, para wisatawan akan banyak dijelaskan tentang proses pembuatan sebuah gula. Mulai dari cara menanam tebu yang baik, pemetaan wilayah, jenis-jenis tebu di Indonesia, dan berbagai macam alat penggiling gula dari yang tradisional hingga yang modern. Tidak hanya peralatan pembuatan gula saja, di ruangan terakhir terdapat peralatan kantor para petugas pengolahan tebu, seperti beberapa mesin tik dan juga kalkulator kuno. Peralatan kantor tersebut digunakan saat pemerintahan Hindia-Belanda. Museum Gondang Winangoen adalah museum satu-satunya museum gula di Asia Tenggara.

Dibagian depan museum terdapat berbagai macam jenis lokomotif, beberapa diantaranya diproduksi oleh perusahaan Jerman. Dahulu transportasi ini digunakan untuk mengirim pasokan tebu dari berbagai macam daerah untuk diolah. Banyak wisatawan yang berfoto-foto dengan lokomotif tua ini. Museum Gondang Winangoen juga menyediakan jasa kereta mini lawas menggunakan kayu bakar untuk memutari kawasan Gondang Winangoen. Tiket masuk Museum Gondang Winangoen sangat murah, seharga Rp.5.000,- kita bisa mendapatkan ilmu dari masa lalu dan berbagai pengalaman untuk masa kini.

  1. Riverboarding Kali Pusur

Wisata Riverboarding mungkin lebih dikenal di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun di Kabupaten Klaten ternyata terdapat wisata Riverboarding, tepatnya di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Kali Pusur sendiri sebenarnya merupakan sebuah sungai dengan aliran air yang cukup besar untuk membawa Anda berpetualang. Nantinya, selama pertualangan traveller akan ditemani dengan operator. Harga untuk bermain di kali ini juga murah sekitar Rp150 ribu satu orang dan sudah ditemani oleh pemandu yang akan menjaga Anda selama berpetualang. Keindahan alam yang natural akan membawa Anda berpetualang ke surganya dunia. Untuk mengarunginya, Anda harus berpetualang selama dua jam, dan akan ada 6 jeram yang sangat menantang. Kemudian, di akhir perjalanan Anda langsung menyelam ke kolam alami yang ada di sana.

Wisata Riverboarding tersebut awalnya dari hobi dari salah satu komunitas pecinta alam, Pasmaja. Namun kemudian berlanjut menjadi wisata yang dikomersialkan. Meskipun baru dimulai 2012 lalu, namun berbagai wisatawan dari luar Klaten tidak sedikit yang telah mencobanya. Tridoyo Suryo Saputro, salah satu pengurus dari wisata tersebut, mengatakan medan riverboarding di Kali Pusur tersebut tepat diperuntukkan bagi pemula. Pasalnya, kedalam sungai dan tingkat kesulitan medan yang berbatu tidak membahayakan bagi wisatawan yang baru pertama kali mencobanya. Selain bermain dengan jeram yang menyenangkan, tamu dapat menikmati pemandangan alam sekitar yang mayoritas masih alami. Sejumlah peralatan bagi pengunjung juga disediakan sebagai bagian dari keselamatan, seperti helm, pelampung, pelindung kali,dan termasuk board-nya.

  1. Taman Lampion Klaten

Taman Lampion, itulah nama sebuah taman di Klaten tepatnya di Kelurahan Bareng Lor, Klaten Utara, Klaten. Terletak sekitar 200 meter saja di samping jalan utama Klaten-Jogja. Tadinya saya pikir ada banyak lampion di taman ini sesuai namanya, tapi ternyata ini adalah taman biasa pada umumnya, hanya dengan konsep Chinese.  Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya bangunan di taman ini dengan warna merah dan desain khas Cina. Taman dengan luas lebih dari satu hektar ini rencanannya juga akan dilanjutkan pembuatannya dengan ditambahkan embung.

Di tengah taman terdapat kolam bertingkat dengan dilengkapi air mancur di sekelilingnya, airnya pun masih jernih dan segar. Sekelilng air mancur dibangun Jogging Track atau Walking Track untuk kita yang akan berkeliling taman. Desain dari lantainya pun cukup bagus rapi dan modern. Masuk taman ini tentunya gratis, dan hanya membayar biaya parkir kendaraan saja untuk motor hanya Rp 2000 per motor. Disini kita tidak hanya piknik atau  bersanai saja, tetapi juga bisa mengabadikan moment-moment menarik kalian dengan sahabat, keluarga atau pasangan tentunya.

Top