Category: Kupang

5 Destinasi Wisata terfavorit Di Kupang

Kota Kupang adalah kota terbesar yang berada di Nusa Tenggara. Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini telah dipenuhi oleh para perantau yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti dari Jawa, Sumatera, Sulawesi dan masih banyak lagi yang lainnya. Letak NTT yang berada di paling selatan Indonesia dan berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia membuat kupang menjadi salah satu kota yang penting karena terdapat markas TNI Angkatan Laut disana. Kupang memiliki beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ini bisa menjadi pilihan anda untuk berwisata melihat keindahan alam Indonesia terutama di bagian timur, di Kupang terdapat banyak sekali tempat wisata yang bisa anda kunjungi dan tidak kalah menarik dengan daerah lainnya di Indonesia. Bagi anda yang ingin mengunjungi Kupang berikut 5 destinasi wisata yang ada dikupang.

  1. Gua Kristal

Gua Kristal adalah sebuah gua yang gelap dan di dalamnya terdapat sebuah kolam. Gua Kristal ini berada di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, 3 km dari pusat Kota Kupang. Gua Kristal berada tidak jauh dari Kantor Polisi Perairan (Polair) Bolok. Untuk mencapai Gua Kristal dari Kota Kupang sebenarnya cukup mudah meski tak ada petunjuk arah sama sekali menuju gua. Jaraknya sekitar 16 km dari pusat Kota Kupang atau sekitar 30 menit berkendara. Kamu juga bisa menyewa jasa ojek atau mobil rental bila rombongan. Namun kamu perlu berjalan kaki menyusuri semak-semak dan pohon-pohon kering sekitar 100 meter, sampai akhirnya berada di mulut gua. Agar tak kebingungan mencapai lokasi, kamu disarankan menyewa pemandu wisata lokal atau mencari sopir yang sudah sering mengantar ke tempat ini. Gua Kristal di Kupang mempunyai lingkungan dengan karakteristik udara yang normal. Sehingga dapat didatangi oleh pengunjung tanpa perlu menggunakan peralatan khusus.

Disebut Gua Kristal karena pemandangan kolam air di dalam gua tersebut, yang mengilat bagai kristal saat tersinari cahaya matahari menerobos masuk ke gua. Untuk mendapatkan sensasi pemandangan tersebut, sebaiknya kamu datang pada siang hari. Danau kecil di gua memiliki air yang jernih dengan sedikit berasa asin. Air di dalam gua merupakan pertemuan dua mata air tawar dan asin. Kamu harus menuruni bebatuan licin sekitar 20 meter dari mulut gua untuk sampai ke danau tersebut. Sangat disarankan, harus bawa senter atau headlamp untuk memudahkanmu berjalan. Setiba di dalam gua, ada kolam seluas kurang lebih 30 meter persegi yang bisa kamu gunakan untuk mandi, berenang, bahkan menyelam. Air yang sangat jernih membuat bebatuan di dasar gua dapat terlihat dengan jelas. Waktu yang tepat ke Gua Kristal adalah dari pukul 09.00 WITA s.d. 14.00 WITA, disaat matahari cerah. Jangan datang terlalu pagi ataupun sore, karena Anda tidak bisa menyaksikan air berwarna biru dan gua akan semakin gelap. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah siang, saat matahari bisa masuk ke dalam gua.

  1. Pantai Lasiana

Pantai Lasiana yang mulai dibuka sebagai obyek wisata untuk umum pada tahu 1970-an. Pantai landai dengan luas 3,5 hektar ini dihiasi oleh sekitar 65 pohon kelapa dan 230 pohon lontar yang berjajar di sepanjang hamparan pasir putih pantai ini. Ditambah dengan gulungan ombaknya yang tidak terlalu besar, menjadikan suasana di sekitar pantai terasa sejuk dan asri. Perpaduan pasir putih dan birunya laut pun makin menambah keelokan Pantai Lasiana.

Pantai Lasiana yang berlokasi di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kupang Tengah,  Kupang, NTT ini berjarak sekitar 12 km ke arah timur dari pusat Kota Kupang. Di pantai yang menjadi alternatif wisata andalan masyarakat Kupang ini, pengunjung dapat melakukan beragam aktivitas, seperti berenang, memancing, bermain sepak bola, karaoke atau sekedar bermain air di pantainya.

Tak jauh dari bibir pantai terdapat pohon-pohon kelapa dan pohon-pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif dan dimanfaatkan warga setempat. Kedua tanaman tersebut sering digunakan untuk membuat lopo-lopo, seperti yang terlihat berjajar di Pantai Lasiana. Lopo-lopo adalah pondok tradisional khas Timor yang juga didirikan di tepi Pantai Lasiana. Pondok ini mempunyai bentuk menyerupai payung dengan tiang penyangga pada bagian tengahnya yang terbuat dari batang pohon kelapa. Sementara atapnya bisa tersusun dari ijuk, daun lontar, pelepah kelapa, atau dari ilalang. Kadang seng juga ditambahkan pada atap untuk membuatnya lebih kuat. Selain dapat menyaksikan keindahan pantai tersebut, Anda juga disuguhi kuliner khas Kupang yang ditawarkan puluhan pedagang di los-los yang dibangun pemerintah.

Kuliner yang Anda dapat nikmati dengan biaya murah diantaranya kelapa muda, jagung bakar dan pisang gepe (pisang bakar yang disiram air gula aren dan kacang tanah tumbuk. Satu buah kelapa muda dihargai Rp 6.000, jagung bakar seharga Rp 5.000 per buahnya. Sementara pisang gepe bakar yang dilumuri dengan kacang tumbuk dan gula merah dihargai Rp 10.000 setiap bijinya. Sementara itu di area Pantai Lasiana terdapat tempat parkir untuk menampung kendaraan pengunjung roda dua dan roda empat. Fasilitas MCK juga telah disediakan bagi Anda yang membilas usai mandi di pantai atau hendak buang air kecil dan besar. Saat masuk ke pantai, Pengunjung dipungut tiket masuk  2.000 rupiah per-orangnya dan biaya tambahan untuk parkir 1.000 rupiah untuk sepeda motor dan 3.000 rupiah untuk mobil/ roda empat.

  1. Air terjun Oenesu

Air terjun ini berada di Desa Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Kupang. Air terjun ini berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Kupang. Wilayah Air Terjun Oenesu meliputi area  yang terdiri dari hutan heterogen yang dialiri sungai. Keunikan dari air terjun ini adalah memiliki ketinggian sekitar 10 m dan tingkatan yang mencapai 4 tingkat dalam satu air terjun. Airnya meluncur dari air terjun pertama hingga ke air terjun berikutnya. Air mengalir diatas bebatuan yang menjadi ciri khas pulau Timor yaitu tanah berkarang sehingga memberikan warna indah tersendiri.

Diantara air terjun ini terdapat bendungan air yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berenang atau berendam sambil menikmati pemandangan alam di sekitarnya. Air yang mengalir ini banyak mengandung kapur. Saat musim hujan, curuhan dan volume air Oenesu begitu melimpah. Kendati begitu airnya tetap jernih. Sementara ketika musim panas, airnya tak pernah kering meski tak sebanyak saat musim hujan. Namun airnya terlihat lebih jernih. Air Terjun Oenesu memang sudah terkenal sejak lama dan telah menjadi salah satu tempat favorit wisatawan lantaran pesona air terjun yang dikelilingi rerimbunan berbagai jenis pohon itu menjadi pilihan cocok menghalau rasa gerah dengan panasnya cuaca Kota Kupang pada musim kemarau.

Sebenarnya pengelolaan tempat rekreasi Oenesu sudah dilakukan sejak awal 1990-an. Di atas areal seluas sekitar 1,5 hektar sudah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti bangunan peneduh berupa sembilan lopo. Selain itu, Oenesu juga dilengkapi jalan setapak, tempat parkir, tempat MCK, dan bangunan ganti pakaian. Tiket masuk adalah Rp 1.500 untuk orang dewasa, Rp 1.000 untuk anak kecil.  Sedangkan parkir kendaraan roda empat adalah Rp 2.000 dan roda dua adalah Rp1.000.

  1. Pantai Tablolong

Pantai yang terletak di Kecamatan Kupang Barat ini memiliki pasir putih yang indah dan berjarak kurang lebih 30 Km dari Kota Kupang. Bila menggunakan kendaraan bermotor, maka lokasi pantai ini bisa dicapai dalam waktu kurang-lebih 45 menit. Nama Tablolong diambil dari nama salah satu perkampungan nelayan kecil yang berada di ujung timur. Di sekitar pantai terdapat perkampungan nelayan. Pantai ini merupakan salah satu basis arena bagi olahraga pancing baik berskala tradisonal maupun internasional di Kabupaten Kupang.

Pantai yang memiliki hamparan pasir putih ini dan diapit oleh Pulau Rote dan Timor ini, ternyata sering dijadikan arena olahraga memancing dari mulai yang skala nasional hingga internasional setiap tahunnya. Perairan sejauh 10 mil dari garis Pantai Tablolong itu merupakan jalur migrasi ikan yang cukup ramai dari perairan Laut Timor menuju Laut Sawu. Tak hanya itu saja, kekayaan biota lautnya juga menjadikan Tablolong sebagai penghasil rumput laut terbesar di NTT.

Di Pantai Tablolong ini terdapat lopo-lopo (sejenis bale-bale/ gazebo) yang dapat digunakan pengunjung sebagai tempat beristirahat sejenak sambil menikmati keindahan pantai. Di sekitar pantai juga terdapat warung makanan dan fasilitas penunjang lainnya seperti toilet, kamar ganti serta sarana bermain untuk anak-anak. Bagi pengunjung yang berniat bermalam di sekitar pantai tenang saja, karena di bagian barat pantai terdapat sebuah penginapan sejenis vila. Untuk tarifnya cukup mahal sehingga tak heran hanya sedikit wisatawan lokal yang menginap di sana dan selebihnya hanya turis mancanegara saja. Untuk biaya tarif masuknya yaitu sebesar 2.000 rupiah per orang dan ongkos parkir kendaraan sekitar 1.000 rupiah.

  1. Pulau Kera

Teluk Kupang ditetapkan sebagai salah satu taman wisata alam laut Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 83/Kpts-II/1993 tertanggal 28 Januari 1993. Luas TWAL Teluk Kupang adalah 50.000 ha. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, salah satu fungsi taman wisata alam laut adalah sebagai kawasan pelestarian alam yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan wisata. Pulau Kera bukan berarti Pulau Monyet dan karena tidak ada satupun Kera di Pulau ini. Yang ada hanyalah penduduk yang kurang lebih dari 100 penghuni dengan rumah sederhana dengan tiang dan penutup seadanya yang mirip gubuk. Ada beberapa pendapat tentang asal usul nama Pulau Kera ini. Sebagian ada yang menyebut Kera berasal dari kata Kea (Bahasa Rote) yang artinya penyu. Karena dahulunya pulau ini berfungsi sebagi penangkaran penyu. Namun mungkin karena pengucapan lafal saja, sehingga namanya berubah menjadi Pulau Kera. Namun beberapa ada pula yang berpendapat Kera berasal dari kata Takera (Bahasa Solor) yang artinya ember/timba. Pulau ini mempunyai hamparan pantai dengan pasir seputih salju. Keindahannya bahkan bisa terlihat dari seberang lautan. Pasir putihnya berkilau indah dan mengundang anda untuk mendekat. Ombaknya pun tenang, jadi anda bisa bermain sepuasnya di bibir pantai, berjemur, bermain ombak atau pasir, sambil menikmati keramahan penduduk pulau Kera.

Sebenarnya Pulau Kera merupakan Taman Wisata Alam Laut sehingga wajar saja kalau pulau ini indah dan menawan serta memiliki daya tarik yang kuat. Terlepas dari penduduknya yang terisolasi dan kebanyakan dari mereka hidup dibawah garis kemiskinan Pulau Kera memang sangat indah, pulau kecil ini di kelilingi oleh panti berpasir putih kemerah-merahan. Warna air lautnya sangat jernih biru dan hijau tosca di bagian pinggir pantai. Tidak hanya itu anda juga dapat menyaksikan sunrise dan sunset dipulau ini tanpa terhalang apapun karena anda bisa berpindah tempat kurang dari 1 (satu) jam. Keindahan Pulau Kera tidak hanya bagian atasnya saja. Bagian bawah lautnya juga tidak kalah menarik, anda bisa diving, snorkeling dan berenang karena air lautnya sangat bersih dan jernih. Di bawah anda dapat menyaksikan keindahan bawah laut yang mengasikkan, dihiasi terumbu karang dan ikan terumbu karang ber-snorkeling ria di Pulau Kera pasti mengasikkan.

Di pulau ini masih minim fasilitas. Beberapa gubuk peristirahatan memang sudah tersedia di bibir pantai. Penduduk setempatnya pun sangat ramah terhadap pengunjung. Sebaiknya, Anda membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena tidak ada warung makan di pulau ini. Yang ada hanyalah beberapa warung kelontong kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari. Bila mau menginap, Anda bisa mendirikan tenda atau menginap di rumah penduduk setempat. Hanya saja, tidak ada sumber air tawar di pulau ini. Sumber mata air di pulau ini berasal dari tiga buah sumur yang semuanya berair payau. Untuk air yang digunakan untuk memasak, makan/minum, penduduk setempat membelinya dari Kupang. Listrik di pulau ini pun masih berasal dari genset yang hanya menyala mulai dari jam 18.00 WITA hingga jam 23.00 WITA. Sehingga saat malam tiba, suasana di pulau ini cukup tenang dan jauh dari kebisingan.

Top