Category: Lumajang

5 Destinasi Wisata Alam Keren yang Wajib dikunjungi Di Lumajang

Kabupaten Lumajang merupakan sebuah kabupaten yang ada di Jawa Timur, Ibu kotanya adalah Lumajang. Kabupaten tersebut merupakan perbatasan antara Samudera Hindia di bagian selatan, kabupaten Probolinggo di bagian utara dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Malang. Nama Lumajang berasal dari nama tempat “Lamajang” yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya. Lumajang adalah sebuah daerah di Provinsi Jawa Timur.

Lumajang terletak di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Kabupaten Lumajang terdiri atas 21 kecamatan, yang masih di bagi lagi atas 21 desa dan 7 kelurahan. Lumajang memiliki luas wilayah sekitar 1790.90 kilometer persegi. Wilayah ini terdiri dari dataran yang subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yakni Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan juga Gunung Lamongan. Kabupaten Lumajang memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter diatas permukaan laut. Seperti kabupaten-kabupaten lain yang ada di Indonesia Lumajang pula memiliki iklim tropis dengan jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 1.500 – 2.500 mm. Temperatur atau suhu didaerah ini berkisar antara 24 derajat Celcius hingga 32 derajat Celcius. Sedangkan di wilayah pegungan mencapai 5 derajat Celcius.

  1. Danau Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau gunung di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Letaknya di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Luasnya 15 hektare. Ranu Kumbolo adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terletak di ketinggian 2.400 meter dpl, Ranu Kumbolo merupakan sumber air bersih bagi para pendaki Gunung Semeru yang tengah berkemah atau yang akan mendaki ke Mahameru, puncak Gunung Semeru.

Danau ini juga termasuk tempat untuk mengambil air terakhir sebelum akhirnya melanjutkan pendakian menuju puncak Semeru. Terlebih lagi, Anda tak akan menjumpai sumber mata air lainnya hingga puncak Semeru selain danau ini. Dengan debit air yang melimpah dan tak pernah surut, Ranu Kumbolo menjadi titik berkumpulnya para pendaki untuk mendirikan tenda. Keindahan Ranu Kumbolo memang tak perlu diragukan lagi. Di sana, para pendaki biasanya berburu sunrise yang memang begitu mengagumkan. Matahari pagi muncul di sela-sela dua bukit hijau berpadu dengan beningnya air danau menjadi sebuah panorama yang tak terucap.

  1. Puncak B29

Puncak B29 Lumajang yang terkenal dengan sebutan “Negeri Di Atas Awan”. Dari puncak bukit ini kita bisa melihat hamparan lautan awan putih dan kita bisa menikmati sensasi seperti sedang berada diatas awan. Tentunya sungguh sangat menyenangkan jika sedang berada ditempat ini. Jika sempat menginap, wisatawan juga akan disuguhi pemandangan sunset dan sunrise yang tak kalah indahnya jika dibandingkan dengan sunrise gunung bromo. Sebenarnya letak puncak B29 Lumajang ini berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Lokasinya berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan sebagian besar penduduk dari Desa Argosari tersebut merupakan asli Suku Tengger. Ketinggian puncak B29 lebih tinggi dari gunung bromo, yaitu 2900 mdpl dan sedangkan gunung bromo hanya 2393 mdpl. Baik puncak B2, gunung bromo dan gunung semeru, semua masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ada 2 versi tentang penamaan B29 ini. Versi yang pertama adalah huruf B berarti Bukit dan angka 29 merupakan nomor urutan dari jumlah bukit disana. Versi yang kedua adalah penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (dua sembilan, jawa) karena ketinggiannya 2900 mdpl. Terlepas dari asal-usul penamaan tersebut, yang pasti puncak indah nan anggun ini sungguh sangat sayang untuk dilewatkan jika Anda sedang melakukan perjalanan wisata ke propinsi Jawa Timur.

  1. Pantai Watu Godeg

Pantai Watu Godeg Ini terletak di Desa Bulu Rejo Kecamatan Tempur Sari Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Berjarak 8 Km dari Kecamatan Tempursari kearah Selatan, atau sekitar  80 km dari Kota Lumajang arah selatan.  Dengan adanya jalan tembus Pasirian – Tempursari jaraknya dapat diperpendek menjadi 12 Km dari Kecamatan Pasirian. Salah satu yang khas dari Pantai Watu Godeg adalah sebuah batu yang menjulang tinggi sendirian di pinggir pantai. Bebatuan tebing tersebut merupakan pecahan, yang terbentuk karena hantaman ombak pantai Selatan yang ganas.  Batu ini menurut beberapa orang sangat sakral, masyakat menamai Watu Gedeg.

Ada pula nama Watu Godeg adalah sebutan sebuah tebing yang menyerupai dinding raksasa mempunyai ketinggian mencapai puluhan meter. Ada yang versi lain, sebutan  Watu Godeg diambil dari keberadaan batu besar di tepi pantai itu. Dalam bahasa Jawa, Watu berarti Batu, dan Godeg adalah sejenis penyakit kulit seperti panu dan kudis. Sehingga masyarakat sekitar mempercayai bahwa dengan mandi di laut ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Versi lain lagi mengartikan Watu Godek, batu besar dipantai bila terkena ombak seperti bergoyang, Godek (geleng kepala).

Pantai dengan pemandangan yang indah, dengan hijaunya perbukitan menjadi latar belakang yang sangat hidup. Begitu pecahan ombak menggiring kearah bibir pantai, adalah pemandangan khas Pantai pantai selatan, pinggiran samudera Indinesia. Selain itu pengujung juga akan disuguhkan dengan tebing bebatuan yang tinggi dan pengunjung bisa melewati dibawah tebingnya serta terbingkai bak lukisan alam. Ketika kita berada di Watu Gedeg dipastikan pengunjung akan tertegun, karena kagum dengan kedasyatan pemandangan yang diwarnai dengan gulungan ombak pantai selatan.

  1. Kebun Teh Kertowono Gucialit

Kebun teh ini terletak di desa Gucialit Kecamatan Gucialit Lumajang, merupakan perkebunan teh yang memiliki panorama yang cukup mengesangkan dan pastinya memiliki udara sejuk. Berjarak sekitar 45 KM dari arah Kota Lumajang.Disini juga ada pabrik teh peninggalan kolonial belanda yang hingga saat ini masih beroperasi. Destinasi wisata yang berada di naungan PT. Perkebunan Nasional XII (PTPN XII). Dikawasan perkebunnan ini terhampar pemandangan yang menakjubkan. Sejauh mata memandang kita disuguhkan dataran hijau nan elok, barisan tanaman teh yang rapi, dengan suhu kurang lebih 16 derajat celcius karena berada di atas ketinggian 650 hingga 1.250 meter dari permukaan laut (dpl) dengan luas sekitar 931,82 hektare.

Perkebunan dan pertanian di Kabupaten Lumajang ini adalah salah satu sumber pemasukan Kabupaten Lumajang. Kondisi awal perkebunan di Lumajang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Terdapat dua pabrik, yaitu Pabrik Gula Jatiroto (1884) dan Pabrik Teh Kertowono (1910). Pabrik Gula Jatiroto adalah Pabrik Gula Terbesar, sehingga pada masa penjajahan Belanda, dimana saat itu Belanda yang dipimpin oleh Ratu Wilhelmina pernah berkunjung ke Jatiroto sebagai ungkapan syukur karena pabrik gula Djatiroto memberikan keuntungan yang sangat besar, sekitar 20 persen setiap tahunnya, sehingga mampu menyelamatkan perekonomian Negeri Kincir Angin.

  1. Air Terjun Tumpak Sewu

Lokasi air terjun ini terletak di Desa Sidomulyo, kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Air Terjun Tumpak Sewu, ada juga yang menyebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang. Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang. Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.

Akses menuju ke lokasi objek wisata ini terbilang cukup mudah dan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari Kota Malang. Dari akses jalan utama anda akan dengan mudah menemukan pintu masuk ke lokasi, karena terdapat papan penunjuk yang mudah terlihat dengan jelas. Ketika anda masuk ke lokasi, anda akan diminta untuk membayar retribusi parkir dan tiket masuk ke lokasi wisata dengan harga kurang lebih Rp 3000 – Rp 5000 untuk satu orang. Setelah memakirkan kendaraan anda harus berjalan kaki untuk bisa mencapai lokasi Air Terjun Tumpak Sewu.

Pemandangan yang sangat  indah akan anda rasakan saat tiba di lokasi tumpak sewu baik dari atas maupun bawah air terjun. Terdapat sebuat tempat untuk berfoto dengan view yang sangat luar biasa indahnya, petugas disekitar lokasi wisata menyebut tempat tersebut dengan nama “panorama”. Selain Air Terjun Tumpak Sewu anda akan menemui Gua tetes yang sebenarnya ini merupakan tempat wisata awal sebelum air terjun Tumpak Sewu di buka untuk umum. Gua tetes juga merupakan keindahan alam yang menakjubkan karena ada sumber mata air di atas gua yang memancar ke segala arah hingga air tadi jatuh di setiap sisi gua seperti layangnya tetesan air yang perlahan, maka dari itu di namakanlah spot ini dengan Gua Tetes.

Top