Category: Madiun

5 Destinasi Wisata Menarik yang bisa dikunjungi di Madiun

Madiun adalah sebuah kotamadya dan kabupaten yang terletak antara Kabupaten Nganjuk di sebelah timur dan Kabupaten Bojonegoro disebelah utara, serta Kabupaten Ponorogo disebelah Selatan dan Kota Magetan di sebelah barat yang berada di Provinsi Jawa Timur. Madiun sendiri terletak 169 km sebelah Barat Kota Surabaya, atau 114 km sebelah Timur Kota Surakarta. Madiun memiliki julukan Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel, Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri. Banyak orang yang heran dengan nama Kota Madiun, Kota Gadis. Mungkin Anda berpikir bahwa gadis disini merujuk pada wanita. Padahal bukan Gadis merukan singkatan dari Perdagangan, Pendidikan dan Industri. Madiun memang merupakan sebuah kota industri. Industri yang paling terkenal di sana tentu saja adalah industri kereta api (INKA). Dulunya sebelum memakai nama madiun kota gadis, madiun memakai nama madiun bangkit yang artinya adalah bersih, aman, indah dan tertib. Di madiun juga terdapat beberapa wisata yang bisa anda kunjungi ketika datag ke kota ini. Berikut 5 destinasi wisata yang bisa dikunjungi di madiun.

  1. Air Terjun Seweru

Air Terjun Seweru terletak di dusun Seweru, desa Kare, kecamatan Kare di wilayah perkebunan kopi Kandangan lereng gunung Wilis yang masih asri. Berada pada ketinggian sekitar 400 mdpl dan memiliki luas 6 Ha. Berada di balik dua tebing kokoh yang tinggi, Air Terjun Seweru memiliki nama julukan yang banyak. Sering disebut juga sebagai Air Terjun Serondo, Air Terjun Kedung Malam, dan juga Air Terjun Slampir. Meskipun tempat wisata ini masih agak tersembunyi dan minim petunjuk, tetapi jalan akses menuju air terjun cukup baik. Di gapura air terjun, sudah disediakan tempat parkir untuk pengunjung. Dari gapura masuk hingga lokasi air terjun, jalanan cukup terjal dan berjarak 1 kilometer dengan medan yang curam karena jalanan masih berupa tanah dan batu alam. Setelah melewati itu, pengunjung akan menemukan dua air terjun setinggi 15 meter yang dikelilingi bukit batu.

Untuk mencapai lokasinya, perlu sedikit kerja keras. Kondisi jalanan di Desa Kare banyak yang belum beraspal dan penuh dengan tanjakan curam. Mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya jarang terlihat melintasi daerah ini. Hanya sepeda atau sepeda motor yang bisa dengan leluasa melalui jalanan berbatu-batunya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, anda akan disuguhi panorama indah yang tak boleh dilewatkan dari pohon-pohonan hijau yang ada di kiri dan kanan jalan.

Yang unik dari air terjun ini adalah, selain suasana yang membuat pengunjung seperti berada di surga tersembunyi, adalah salah satu diantara dua air terjun itu memiliki batu alam besar di puncaknya yang tampak seperti sedang menggantung. Suasana air terjun yang dikelilingi bukit dan terasa seperti membentuk ruang membuat cahaya matahari tidak sepenuhnya bisa menembus ke dalam tempat air terjun, sehingga wisatawan tidak akan merasa kepanasan atau gerah ketika masuk ke kawasan air terjun. Sumber air yang membentuk air terjun berasal dari bawah gunung dan muncul di atas pohon yang rimbun dan sejuk. Dibawahnya terbentuk sebuah kolam alami yang seakan-akan memanggil kita untuk berenang. Lokasinya berada di wilayah perkebunan kopi Kandangan Sumber air yang membentuk air terjun berasal dari bawah gunung dan muncul di atas pohon yang rimbun dan sejuk. Dibawahnya terbentuk sebuah kolam alami yang seakan-akan memanggil kita untuk berenang. Air terjun Slampir memiliki dua buah aliran air terjun yang letaknya saling berhadapan satu sama lain. Untuk dapat menikmati semua keindahan dan keseruan yang ada di tempat wisata ini tidak dikenakan tarif untuk tiket masuk kecuali hanya Rp. 1.000 – 2.000 sebagai konstribusi biaya parkir.

  1. Wana Wisata Grape

Wana Wisata Grape terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun 17 km ke arah timur Kota Madiun. Wana wisata Grape ini terletak di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan air laut. Lokasinya terletak di kawasan hutan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Brumbun, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kresek, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun, dengan luas mencapai 0,4 hektare. Satu lagi tempat wisata di Madiun yang bertemakan bernuansa alam tempat dangan suasana yang alami. Di tempat ini terdapart mata air alami yang berasal dari Pengunungan Dungus. Disini anda bisa menikmati sebuah perdesaan yang disetting sedemikian rupa menjadi tempat wisata yang mengajak pengunjungnya bisa kembali menikmati suasana alam perdesaan.

Selain itu bisa digunakan untuk tempat berolah raga, bersepeda, hiking maupun berkemah dan panjat tebing. Wisata Grape berada di tepi hutan jati. Wisata Grape sangatlah cocok sebagai tempat liburan keluarga. Tempat wisata di Madiun ini menyuguhkan wahana permainan yang bermacam-macam, seperti taman bermain anak-anak, tempat memancing, bahkan menyediakan tempat untuk camping, dan masih banyak wahana lainnya.

Jika Anda mencari tempat untuk menenangkan diri sejenak dari keramaian kota, maka tempat ini bisa menjadi tempat yang cocok. Suasana yang asri dengan pemandangan persawahan dan perbukitan tentunya bisa membuat pikiran menjadi segar. Wana Wisata Grape ini sering menjadi tujuan wisata bagi keluarga, anak-anak sekolah, dan juga instansi yang melakukan pelatihan di alam. tiket masuk yang ditarik oleh petugas jaga hanya Rp1.000 per orang.

  1. Desa Nglambangan

Desa Nglambangan merupakan desa tertua di sebelah timur Kota Madiun. Tepatnya di Desa Nglambangan Kec.Wungu Kab. Madiun, Jawa Timur atau 8 Km dari alun-alun kota. Desa tersebut menyimpan sejarah yang belum banyak diketahui orang. Sebagai benda peninggalan sejarah atau purbakala lokasi ini sering dipergunakan warga sekitar untuk upacara ritual pada saat bulan Suro. Peninggalan sejarah antara lain Pura Lambangsari, Pesiraman serta tempat keramat rumah eyang Kromodiwiryo, Watu Dakon yang dulu digunakan untuk menyimpan pusaka, punden lambing kuning, Lumbung selayur, Sumur kuno dan sendang jambangan. Tempat penyimpanan benda purbakala yang dibangun pada era Bupati Madiun Kadiono (1989-1999). Pengelolaan museum berukuran 5 x 12 meter tersebut diserahkan kepada pemerintah desa.

Obyek wisara Nglambangan adalah tempat dimana terdapat beberapa peninggalan dari jaman kerajaan Majapahit, seperti Pura Lambangsari, petirtaan, Watu Dakon yang digunaka sebagai tempat penyimpanan pusaka pada masa lampau, Punden, Lumbung, Sumur kuno dan Sendang Jambangan. Berada di situs ini akan membuatmu berasa kembali ke zaman kerajaan. Banyak hal yang bisa kamu saksikan dan pelajari di tempat ini yang makin membuktikan bahwa Indonesia memiliki peradaban sejak zaman bahuela. Untuk masuk ke tempat wisata ini anda tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

  1. Monumen Kresek

Monumen Kresek terletak di Desa Kresek Kecamatan Wungu berjarak sekitar 8 km ke arah Kota Madiun. Monumen ini dibangun Untuk memperingati peristiwa yang pernah terjadi pada tahun 1948 sebuah peristiwa kekerasan di Madiun yang melibatkan pemberontak PKI dan TNI. Tujuan didirikannya monumen ini adalah sebagai penghormatan terhadap para korban kekejaman PKI sejarah tentang keganasan PKI yang terjadi di Madiun pada tahun 1948. Tragedi Madiun ini sendiri tercatat sebagai salah satu sejarah kelam bangsa Indonesia yang memakan banyak korban di Desa Kresek. Korban tersebut mulai dari anggota TNI, Pamong desa hingga dengan warga biasa. Pada tanggal 1 Oktober di tempat ini selalu diadakan upacara untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila oleh Pemkab Madiun dan diikuti oleh Peserta dari seluruh Kabupaten Madiun dan Kota Madiun. Monumen ini dibangun sekitar tahun 1987 dan selesai pada tahun 1991. Monumen ini diresmkan oleh Bupati Madiun yang bernama Soelarso.

Monumen ini menempati area sekitar 2 hektare. Di dekat monumen juga terdapat prasasti batu yang memuat nama-nama prajurit TNI dan pamong desa yang gugur melawan PKI di desa Kresek. Sejumlah relief dan patung yang ada di monumen tersebut juga menarik pengunjung karena menggambarkan bagaimana kejamnya PKI pada tahun 1948, di Monumen Kresek ini. Layaknya tugu peringatan, di monument ini terdapat batu prasasti yang mengukir nama-nama prajurit TNI dan aparat desa yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di desa Kresek. Di bagian atas monumen bisa kita lihat relief, patung dan prasasti peresmian yang berisikan pesan-pesan bagi generasi muda agar tetap mempertahankan semangat Pancasila dan UUD 1945. Sedangkan di bawah, di dekat pendopo dapat kita lihat prasati lain yang bertuliskan nama-nama korban tewas.

Menurut warga setempat di area monumen kresek yang sekarang, adalah bekas rumah warga yang dijadikan PKI sebagai ajang pembantaian, warga sekitar dikurung di dalam rumah tersebut lalu rumah tersebut tersebut dibakar bersama warga yang ada di dalamnya. Monumen Kresek juga mempunyai fasilitas yang memadai untu para pengunjung yang mampir ke tempat ini, fasilitas yang disediakan adalah sebagai berikut musholla, jogging track, rumah makan, mainan anak, dan MCK. Tak perlu takut kehausan dan bahkan kelaparan karena di lokasi ini terdapat warung-warung dan pendopo untuk beristirahat, toilet umum pun tersedia. Pada hari-hari biasa keadaan di monumen ini relatif sepi, sedangkan pada akhir minggu dipastikan ramai. Untuk masuk ketempat ini anda tidak dikenankan biaya masuk hanya diminta untuk membayar parkir saja.

  1. Taman Umbul

Taman Wisata Umbul di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, bukanlah wahana rekreasi baru di Kabupaten Madiun yang berjarak 20 km kearah selatan kota Madiun. Taman wisata ini sudah dikenal warga Madiun dan sekitarnya sejak puluhan tahun silam. Hal itu karena taman wisata Umbul merupakan tempat rekreasi peninggalan penjajahan Belanda. Disana terdapat beberapa peninggalan kebudayaan Hindu dan Budha yang berupa patung sapi dan sumber air belerang. Di mana saat ini di Umbul telah terdapat wahana kolam renang, “out bond”, taman bermain, pendopo untuk beristirahat, dan kebun binatang kecil atau “mini zoo” dengan koleksi satwa yang cukup banyak. Sejumlah koleksi satwa yang ada di kebun binatang kecil Umbul, di antaranya, kera Jawa, kelinci, ular sanca, burung merak, rusa tutul, buaya, dan masih banyak lagi. Taman Wisata Umbul Madiun atau Madiun Umbul Square bisa menjadi tempat berwisata yang lebih baik dari tempat tujuan wisata lainnya di sekitar Madiun. Karena jika anda berada disana tidak akan pernah membosankan, banyak hal hal unik yang berada di taman wisata umbul tersebut. Disini ada banyak sekali permainan seperti roller coaster, kora-kora, kincir angin, dan permainan sejenisnya.

Untuk yang ingin bermalam ditempat ini juga disedikan tempat penginapan. Berbeda dengan taman lain pada umumnya, Taman Umbul menawarkan keindahan alam dan sesuatu yang berbeda. Kelebihan dari taman ini adalah letaknya begitu dengan alam. Taman Umbul diapit oleh dua jurang di kedua sisinya. Taman Umbul juga memiliki udara yang bersih bebas dari polusi serta air yang sejuk dan jernih. Jangan lewatkan tempat ini saat anda mengunjungi Madiun. Selain itu taman umbul beroperasi hingga malam hari guna mendongrak pendapatan yang diperoleh manajemen setempat dengan mengusung tema ‘Umbul Square Night Festival.

Umbul Square Night Festival dikonsep taman yang memberikan hiburan pada malam hari. Di taman tersebut pengunjung bisa menikmati suasana Taman Wisata Umbul pada kondisi malam hari yang ditambah juga dengan hiburan pentas musik. Umbul Square Night Festival menyasar pada pengunjung remaja atau anak muda dengan tarif tiket masuk yang lebih murah dibanding harga tiket masuk pada saat jam buka pagi hingga sore hari. Adapun tiket masuk pada jam buka pagi hingga sore ditetapkan sebesar Rp10.000 per orang dan Rp15.000 per orang untuk akhir pekan. Sedangkan tiket masuk untuk Umbul Square Night Festival hanya Rp5.000 per orang.

Top