Category: Magelang

5 Destinasi Wisata Bernuansa Alam Di Magelang

Magelang merupakan kota kecil yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Dahulu Magelang merupakan nama sebuah Kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten ini beribu Kota di Kota Magelang yang saat ini berdiri. Kemudian pada tahun 1950 Pemerintah menetapkan bahwa Kota Magelang berdiri sendiri sebagai Kota Magelang berdasarkan UU No. 13 tahun 1950. Kabupaten Magelang juga masih berdiri dengan ibu kotanya terdapat di Mungkid. Letaknya cukup strategis karena menjadi jalan utama arah jogja – semarang. Kondisi geografis wilayah Magelang yang dikelilingi gunung-gunung menghadirkan pesona alam yang memikat dari beberapa tempat menarik di Magelang. Melipir ke daerah-daerah pinggiran di Magelang akan membuat pengalaman traveling menjadi semakin seru. Kamu akan menemukan banyak tempat wisata bernuansa alam di Magelang. Berikut ini 5 destinasi wisata yang bernuansa alam di Magelang yang bisa anda coba kunjungi.

  1. Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan sebuah landmark paling mengagumkan dan menjadi warisan dunia yang sangat berharga dan memang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Terletak Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur ini merupakan candi Budha terbesar yang dibangun sebelum Angkor Wat di Kamboja berdiri. Karena candi Borobudur ini pernah masuk dalam 7 keajaiban dunia yang pernah ada dan diakui oleh lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO sebagai situs warisan dunia. Wisata Candi Borobudur ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang bernilai tinggi di kota Magelang, bahkan juga digunakan sebagai icon dari provinsi Jawa Tengah karena kesohoran dan nilai budayanya yang sangat tinggi. Oleh karena itu tempat wisata Candi Borobudur selalu didatangi para wisatawan baik dari Indonesia maupun mancanegara. Situs megah warisan budaya dunia ini berdiri di tengah taman seluas 85 Ha dan luas bangunan Candi Borobudur adalah 15.129 meter persegi.

Di dalam Candi Borobudur terdapat Relief, ukiran, dan patung yang menceritakan tentang kisah dan sejarah menyangkut kepercayaan religius pada era tersebut. Sebagai sebuah bangunan yang besar, Candi Borobudur menjadi sangat mengagumkan di mata para wisatawan. Sebuah karya budaya manusia di masa lampau yang bahkan belum mengenal teknologi tinggi, namun berdiri dengan megah dan kokohnya hingga saat sekarang ini. Candi Borobudur memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleknya. Candi mempesona ini dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Candi borobudur ini dibangun diatas ketinggian, dengan hamparan taman yang sangat luas-hijau, dikelilingi banyak tanaman dan tumbuhan, suasananya sangat asri dan menyegarkan untuk belajar sejarah kebesaran leluhur kala itu.

Untuk mengenal sejarah candi borobudur, Anda harus membayar tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp 30 ribu per orang (dewasa), anak-anak sebesar Rp 12.500 per orang. Untuk tiket masuk turis mancanegara adalah sebesar USD 20 (dewasa) dan USD 10 (anak-anak). Dibuka setiap harinya termasuk hari libur dengan jam operasional mulai pukul 06.00 sampai dengan 17.00 WIB.

  1. Air Terjun Kedung Kayang

Air Terjun Kedung Kayang terletak di alur Sungai Pabelan yang berasal dari 2 (Dua) gunung yakni Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Tepatnya di sekitar perbatasan kabupaten Magelang dan Boyolali,yaitu  diantara Desa Wonolelo, kecamatan Sawangan, kabupaten Magelang dan Desa Klakah, Kabupaten Boyolali tak jauh dari gardu pandang di Ketep Pass. Dengan ketinggian 40 M dengan posisi kemiringan tebing 80 derajat dan berada pada ketinggian 950 dari permukaan laut. Selain berwisata air tejun, ternyata dibelakang Air Terjun terdapat Goa dengan lebar ± 2 m dan tinggi ± 2,5 m dengan panjang tak terbatas (tidak dapat diketahui) karena konon tidak ada ujungnya. Kalau ada yang mau masuk ke goa harus masuk dulu di kedung lalu naik sekitar 1,5 m di belakang air terjun. Menurut cerita, dulunya goa itu sering dugunakan untuk bertapa oleh orang yang memiliki kepentingan khusus atau untuk meminta petunjuk dari yang maha kuasa.

Untuk mencapai lokasi air terjun kedung kayang ini anda harus berjalan kaki melewati jalan berpaving yang berliku, menanjak dan turun. Air terjun yangberasal dari 4 mata air ini memiliki debit air yang deras sepanjang tahun dan bahkan dimusim kemarau pun masih mengalir. Kedung Kayang terdapat keunikan dan keanehan tersendiri, konon bila di bulan Suro (muhharom) pada hari malam Jum’at Kliwon sering terdengar suara/ alunan Gamelan Jawa dan pada hari Kamis Wage semua kera-kera yang ada di sekitar Kedung Kayang berkumpul di atas air terjun tersebut. Dan masih banyak keajaiban yang lain yang sering ditemui oleh masyarakat setempat maupun pengunjung yang berada di Kedung Kayang.

Kadar airnya yang jernih bisa membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung, pecahan dari air terjun rasanya begitu sejuk menyentuh tubuh karena jarak yang lumayan tinggi. Keindahan air terjun ini bisa dinikmati dari berbagai sisi. Baik dari atas, samping atau depan. Area di sekitar air terjun sendiri sudah dikembangkan sedemikian rupa untuk menjadi sebuah tempat wisata. Di sekitar sana sudah ada beberapa fasilitas penunjang seperti penginapan serta bumi perkemahan. Suasana di lokasi air terjun sendiri tidak terlalu ramai sehingga kita bisa menikmati kesegaran alam dengan lebih leluasa. Harga tiket masuk ke air terjun kayang ini adalah Rp. 4000 dan sebaiknya hati-hati apabila turun ke air terjun ini pada waktu hujan.

  1. Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu merupakan lokasi atau bukit terbaik dan favorit untuk menyaksikan matahari terbit, dari atas bukit setinggi 400 meter dpl ini anda dapat menikmati indahnya candi borobudur di pagi hari. Terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kala waktu subuh tiba dari punthuk setumbu anda bisa melihat pemandangan yang luar biasa yaitu lautan kabut putih dan kerlip lampu yang dilatar belakangi oleh pegunungan yaitu gunung merapi dan gunung merbabu. Borobudur pun menjadi lelap oleh selimut kabut tebal dimalam dan pagi hari, inilah momentum yang selalu menjadi kenangan tersendiri bagi para pengunjung di bukit punthuk setumbu. Meskipun wisata punthuk setumbu adalah sebuah bukit yang tidak tinggi, namun untuk mencapai puncak bukit tersebut anda harus berjalan kaki.

Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa jalan makadam dan tanah. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari tempat parkir terdapat gazebo di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari kejauhan. Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit. Meskipun perjalanan treking di pagi hari sedikit melelahkan, namun hal tersebut akan terbayar lunas saat menyaksikan sapuan kabut borobudur yang perlahan terangkat naik dan mentari yang muncul dari balik gunung dengan malu-malu.

Bagi wisatawan maupun fotografer yang ingin mengabadikan sunrise dari Punthuk Setumbu, maka waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah saat musim kemarau yaitu sekitar bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan ini matahari dapat terlihat dengan jelas tanpa diselimuti mendung sehingga bisa mendapatkan momen yang indah. Selain itu trek menuju bukit tidak becek seperti saat musim hujan. Sedangkan jika ingin memotret Candi Borobudur berselimutkan kabut, pengunjung bisa datang kapan saja. Tiket masuk ke wisata punthuk setumbu adalah Rp. 15.000 dan Rp. 25.000 untuk wisatawan asing.

  1. Top Selfie Pinusan Kragilan

Terletak di desa Kragilan, Pakis, Magelang ini tepat berada di lereng Gunung Merbabu dan berlokasi tidak jauh dari gardu pandang Ketep Pass yang sudah terkenal. Selama perjalanan menuju Kragilan, kalian bisa menikmati indahnya pemandangan gunung Merbabu dan perkebunan di sekitar serta ditemani dengan udara sejuk khas pegunungan. Tempat ini diberi nama Top Selfie karena disini memang banyak sekali spot – spot untuk di abadikan, seperti jalan turunan yang menuju parkiran menjadikan spot top terpopuler tempat ini. Selain itu ada juga ayunan yang menjadikan top selfie dengan gaya sedang ayunan dengan pemandangan hutan pinus disekitarnya Ada lagi spot untuk berfoto, yaitu bangunan yang terbuat dari bambu, seolah – olah kalian sedang berada di rumah pohon Selain itu tempat ini juga menjadi top foto untuk para pasangan yang ingin melakukan foto prewedding.

Dengan tiket masuk sebesar Rp 3.000 saja untuk pengendara sepeda motor atau Rp 10.000 untuk pengendara mobil Anda sudah dapat menikmati kesejukan wisata andalan Magelang yang satu ini. Disini juga disediakan berbagai fasilitas pendukung yang menarik. Salah satunya adalah arena flying fox. Dengan membayar tiket sebesar Rp 10.000 saja, wisatawan dapat menikmati atraksi flying fox di sini. Di area ini juga tersedia tempat duduk dari bambu ataupun ayunan kayu yang dapat digunakan wisatawan untuk beristirahat. Ada pula semacam rumah pohon yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan alam Pinusan Kragilan dari atas ketinggian. Selain itu Top Selfie Pinusan Kragilan juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain seperti mushola, toilet, warung makan hingga lokasi parkir kendaraan yang nyaman. Lokasi ini dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Warga melarang pengunjung untuk menginap atau mendirikan tenda di lokasi ini.

  1. Ketep Pass

Ketep Pass merupakan Obyek Wisata Alam Kegunungapian khususnya Gunung Merapi dan sebuah bukit yang terletak diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Diresmikan oleh Presiden RI Megawati Sukarno Putri pada 17 Oktober 2002. Terletak di Puncak bukit Sawangan di Ketep, Sawangan, Magelang Jawa Tengah pada ketinggian 1200 m dpl serta luas areanya sekitar 800 m/persegi. Sawangan berasal dari bahasa jawa yang berarti sawang atau nyawang yang berarti melihat. Bukit ini persis di pertengahan antara Gunung Merapi dan Merbabu, jadi Petualang bisa melihat kedua gunung tersebut dalam satu pandangan yang mengagumkan. Lokasi ini berada di tepi jalur Solo-Selo-Borobudur. Berjarak 17 km dari Blabak Magelang kearah timur, 30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolalai. Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km, dapat melalaui Kopeng dan Desa Kaponan dan 30 km dari Candi Borobudur. Jika diakses dari Solo maka anda harus melewati jalur arah Kota Boyolali, kemudian ke arah Magelang memalui jalur Selo. Sebelum sampai Magelang nantinya akan ada papan penunjuk jalan ke arah Wisata Ketep Pass ini.

Dari Ketep Pass kita bisa melihat pemandangan lima buah gunung besar yang berada propinsi Jawa Tengah. Ketep Pass tidak hanya menyajikan keindahan alam, tapi juga merupakan wisata edukasi yang menyenangkan. Total luas area tempat wisata ini sekitar 8.000 m². Jika ingin menikmati indahnya pemandangan di sekitar Ketep Pass, ada fasilitas berupa gardu pandang yang bisa digunakan untuk duduk-duduk santai sambil menikmati indahnya pemandangan. Di Pelataran Pancaarga, yang merupaka puncak tertinggi di Ketep Pass, kita bisa melihat pemandangan lima gunung di Jawa Tengah yakni Merapi, Merbabu, Slamet, Sindoro serta Sumbing. Beberapa gunung kecil lain juga bisa dilihat dari sini. Termasuk Gunung Andong, Gunung Tidar serta Gunung Telomoyo. Jika kurang puas melihat indahnya pemandangan dengan mata telanjang, ada teropong yang bisa digunakan untuk melihat lebih dekat apa yang ada di hadapan mata.

Selain difungsikan sebagai tempat wisata juga memiliki fungsi lain. Antara lain sebagai tempat peraga, tempat pengawasan Gunung Merapi, tempat penelitian serta sebagai sarana dokumentasi. Berikut adalah informasi tiket masuk ke Ketep Pass; Tiket Masuk: Rp 7.500, Tiket Ketep Volcano Theatre: Rp 7.000, Teropong: Rp 3.000, Tiket Wisata Mancanegara: USD 3,-/orang, Parkir Sepeda Motor : Rp 2.000,-/unit, Parkir Mobil: Rp 5.000,-/unit, Parkir Mini Bus: Rp 7.000,-/unit dan Parkir Bus Besar: Rp 12.000,-/unit

 

Top