Category: Magetan

5 Destinasi Wisata Alami Di Magetan

Magetan adalah sebuah kota di kawasan pegunungan yang memiliki hawa sejuk dan damai.Meskipun kota Magetan ini adalah kota kecil tidak terlalu ramai, akan tetapi sangat asri tempat ini. Pemandangan hijau, hawa sejuk dan suasana yang nyaman dapat kamu temui saat berlibur ke sini. Berikut ini beberapa ulasan destinasi wisata di magetan.

  1. Telaga Sarangan

Telaga Sarangan berada di Kaki Gunung Lawu yang menganugerahinya bukan saja pemandangan danau yang menawan tapi juga udara yang sejuk khas pegunungan. Telaga yang memiliki nama lain sebagai Telaga Pasir ini telah menjadi tulang punggung pariwisata kabupaten Magetan sejak lama maka tak heran jika namanya terkenal kemana-mana. Telaga Sarangan hanya berjarak 16 kilometer dari pusat kota ke arah barat. Luas telaga sekitar 30 hektar dengan kedalaman rata-rata 28 meter. Traveler bisa menemukan aneka penginapan dari yang berbintang hingga kelas melati. Fasilitas penunjang lainnya juga ada, seperti perahu boat untuk berkeliling telaga dari air atau ojek kuda untuk mengantarmu berkeliling dari pinggir telaga.

Telaga Sarangan juga akan menyuguhkan Anda udara yang sejuk yaitu dengan suhu sekitar 18 hingga 25 derajat Celcius, salah satunya karena letaknya yang berada di kaki gunung. Telaga ini banyak dikunjungi oleh wisatawan sehingga Telaga Sarangan sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas wisata seperti puluhan peginapan, toko cinderamata, fasilitas berkuda di sekitar telaga, speed boat, berbagai tempat makan, wahana bermain dan lain-lain. Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 10 ribu untuk dapat menikmati seluruh pemandangan di Telaga Sarangan. Untuk biaya masuk yang harus dibayarkan bila mengendarai sepeda motor adalah Rp 2.500, sementara untuk mobil dikenakan Rp 5 ribu. Biaya parkir mobil Rp 1.500 dan biaya parkir sepeda motor dikenakan Rp 1 ribu saja.

  1. Air Terjun Pundak Kiwo

Di Magetan, wisata alam lainnya yang akan membuat liburan makin asyik adalah Air Terjun Pundak Kiwo yang menarik. Dengan ketinggian sekitar 45 meter, air terjun ini ada di Desa Ngancar dan ada di bagian teratas dari sederetan air terjun di desa ini. Posisinya yang berada di ketinggian 1.476 mdpl membuatnya menjadi air terjun tertinggi dalam hal lokasi keberadaannya. Nama Pundak Kiwo berasal dari letak air terjun di sebelah kiri dari lereng gunung Lawu jika dilihat dari bawah.

Dari rangkaian air terjun di lokasi desa tersebut, Air Terjun Pundak Kiwo merupakan yang paling tinggi dan bila memandanginya dari bawah kita akan tahu persis bahwa air terjun ini ada di sebelah kiri lereng Gunung Lawu. Itulah alasan mengapa air terjun ini disebut dengan Pundak Kiwo (ada di sisi kiri lereng gunung). Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata ini sudah cukup baik karena di sana kita akan menemukan tempat parkir yang memadai berikut juga gazebo dan kamar mandi untuk kepentingan para pengunjung. Pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 3 ribu. Hanya saja harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.

  1. Gunung Lawu

Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya antara Kabupaten Karanganyar dan Magetan. Dikelilingi dengan kabut dan udara sejuk, serta rindang perkebunan dan hutan pinus, kawasan lembah Gunung Lawu memiliki lebih dari sekedar panorama indah dari dataran tinggi. Sebagai kawasan yang dianggap sakral berabad-abad lampau, lembah Gunung Lawu menyimpan banyak misteri melalui serangkaian candi yang unik dan estetik.

Gunung setinggi 3.265 meter ini memiliki tiga puncak: Hargo Dumilah, Hargo Dalem, dan Hargo Dumiling. Jika cuaca cerah, dari ketiga puncak Lawu tersebut kita bisa melihat hampir semua puncak gunung-gunung yang ada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur. Sepanjang tahun lembah-lembah selalu dikelilingi kabut, terutama pada siang dan sore. Suhu udara sejuk berkisar 15-25 derajat Celcius. Tak hanya pemandangan pegunungan, di antara lembah-lembah gunung yang tertidur ini juga banyak bertebaran bentukan alam yang indah dan situs bersejarah.

Di gunung ini juga banyak tempat-tempat keramat antara lain Sendang Drajat, Argo Dalem, Argo Dumilah, Pasar Dieng, Batu Tugu “Punden Berundak”, Lumbung Selayur, Telaga Kuning dan masih banyak lagi. Gunung ini juga ditumbuhi bunga Edelweis berwarna merah muda, kuning dan putih. Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.

  1. Candi Sadon

Candi Sadon terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di sebelah jalan raya Magetan – Panekan. Walaupun nama candi tersebut adalah Candi Sadon, sesuai dengan nama dusun tempatnya berada, namun masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan nama Candi Reog, karena di reruntuhan Candi Sadon terdapat Kalamakara, arca raksasa Kala yang wajahnya mirip dengan kepala harimau pada ‘dhadhakmerak’. Dhadhakmerak adalah topeng kepala harimau dengan hiasan susunan bulumerak disekelilingnya. Topeng ini merupakan atribut tokoh Singabarong dalam kesenian reog. Topeng dhadak merak yang berat keseluruhannya antara 30-40 kg tersebut biasanya dikenakan oleh penari Singabarong.

Candi Sadon memiliki bentuk awal seperti gunungan wayang (mungkin yang dimaksud adalah memiliki langgam candi Jawa Timur). Pada tahun 1966, Candi Sadon mengalami perusakan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 1969 diadakan penataan kembali batu-batu reruntuhan Candi Sadon. Candi Sadon dipercaya masyarakat setempat sebagai candi tertua yang didirikan mendahului Candi Borobudur dan tinggalan-tinggalan masa klasik tua lainnya. Dalam mitologi setempat, fragmen naga Candi Sadon dikenal sebagai nogotatmolo. Konon fragmen tersebut berjumlah sepasang namun satu fragmen telah dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Magetan. Fragmen naga yang berada di Candi Sadon dipercaya sebagai naga betina.

  1. Wana Wisata Cemoro Sewu

Lokasi Wana Wisata (WW) Cemoro Sewu secara administratif berada di desa Ngancar Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan terletak pada petak 73/2 RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu DS.  Cemoro sewu berada pada ketinggian 1.820 mdpl, merupakan pintu gerbang pendakian menuju Gunung Lawu  dari jalur Jawa Timur yang biasa digunakan oleh wisatawan yang akan “muncak”. Lokasi pintu gerbang pendakian tersebut berada pada jalur jalan provinsi antara Magetan-Solo melalui Tawangmangu. Keberadaan lokasi WWCemoro Sewu sangat strategis dandapat  dicapai baik dari arah Magetan maupun arah Solo dengan mudah dengan jarak22 km dari Plaosan atau 42 km darikota Magetan kearah Solo. Apalagi proyek pembangunan jalan provinsi (jalan tembus) sudah selesai sehingga menjadikan aksesibilitas untuk sampai ke lokasi obyek wisata ini menjadi mudah.

Menjadi titik awal pendakian menuju Gunung Lawu sekaligus tempat istirahat yang nyaman, kawasan Cemoro Sewu selalu menjadi tujuan singgah yang banyak diburu traveler khususnya mereka yang hendak menuju Tawangmangu di Karanganyar setelah berlibur di Telaga Sarangan. Kalau kamu berada di Magetan tapi tidak mampir ke Cemoro Sewu pasti akan menyesal. Sebab dari tempat ini kamu bisa menikmati udara sejuk pegunungan yang pada waktu-waktu tertentu akan diselimuti kabut merubah suasana menjadi seperti di hutan Jurrassic Park. Banyak warung-warung yang berada di sekitar tempat ini, umumnya mereka menjajakan kuliner khas berupa sate kelinci.

Disini juga menawarkan wisata memetik stroberi sendiri langsung dari pohonnya dengan biaya yang sangat terjangkau mulai dari 5.000 – 25.000. Tidak hanya memetik stroberi saja, namun di sekeliling lokasi juga terdapat pemandangan yang indah untuk anda nikmati ketika anda berwisata disini. Di sekitaran kawasan Cemoro Sewu yang merupakan pintu gerbang untuk pendakian Lawu ini terdapat warung-warung makan. Menjajakan teh, kopi, mie rebus, hingga sate kelinci – kamu layak banget mampir ke tempat ini. Secangkir teh atau kopi yang kamu pesan bakal terasa istimewa saat kamu menikmatinya sambil memandang penorama Lawu.

Top