Category: Makassar

5 Destinasi Wisata Alam Di Makassar

Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, dahulu Makassar bernama Ujung Pandang, yang merupakan kota terbesar di Indonesia bagian Timur yang memiliki luas 175.77 km persegi. Kota ini pula yang menjadi pintu menuju petualangan  seru ke dataran tinggi Tana Toraja di Sulawesi Selatan dengan budaya masyarakatnya yang mengagumkan. Sejak masa lampau, Makassar telah dikenal dunia sebagai salah satu pelabuhan laut tersibuk di Nusantara. Sejak abad ke-14, banyak kapal dagang dari China, India, dan Kamboja melakukan transaksi komoditas. Bangsa Eropa mulai masuk ke kawasan Makassar ini pada abad ke-16. Kota ini banyak disinggahi oleh beragam suku bangsa yang bertempat tinggal dan menetap di Makassar. Mayoritas penduduknya adalah suku Makassar, Toraja, Bugis, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makassar yang terkenal dengan kuliner khasnya, pisang epe dan coto ini memiliki berbagai tempat wisata yang indah. Selain itu sejumlah tempat wisata di Makassar memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari keindahan alam, tempat sejarah, kekayaan budaya, wahana permainan, hingga pemandangan alam yang menyejukan. Berikut ini beberapa wisata alam yang ada di Makassar yang dapat anda kunjungi atau menjadi list di liburan anda.

  1. Pantai Losari

Pantai Losari adalah landmark kota Makassar yang paling banyak dan paling favorit dikunjungi wisatawan. Pantai yang membentang sepanjang barat Kota Makassar ini cukup mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan selama 15 menit dari Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar. Begitu sampai di lokasi, anda akan disambut dengan gugusan huruf yang membentuk tulisan “Pantai Losari”. Pantai ini menjadi favorit para wisatawan untuk menyaksikan sunset yang sangat memukau. Tempat wisata andalan ini memiliki keunikan tersendiri. Jika biasanya pantai dikenal dengan pasirnya, Pantai Losari tidak memiliki pasir. Jika Anda datang, Anda akan menemui beton di tepiannya. Tidak ada pasir bukan berarti pantai ini tak layak dikunjungi, ada banyak hal lain yang menarik dari tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan seperti memancing, naik sepeda air atau banana boat, berlayar dengan perahu dan masih banyak lagi.

Pantai losari menawarkan pemandangan yang sangat indah, disini terdapat tiga anjungan yang bisa anda gunakan untuk memanjakan mata, dimana, setiap anjungan menawarkan panorama alam yang berbeda-beda. Jika anda berkunjung sore hari, dan cuaca cerah anda akan sangat beruntung bisa menyaksikan pemandangan sunset (matahari terbenam) dengan sempurna. Apalagi ditemani dengan pisang epe, makanan khas kota makassar, dimakan perlahan sambil menikmati matahari yang perlahan kembali diujung kaki langit bersama keluarga, teman, sahabat, maupun orang spesial anda, pasti menjadi quality time yang takan pernah anda lupakan.

Fasilitas dan Akomodasi yang terdapat di pantai losari adalah transportasi umum seperti becak, taksi, bus, dan sebagainya. Transportasi tersebut bisa Anda gunakan untuk berkeliling di sepanjang Pantai Losari. Tersedia juga berbagai hotel dengan berbagai kelas, dari wisma sampai hotel berbintang. Rumah sakit, restoran, cafe, warung, kerajinan emas dan souvenir sebagai buah tangan. Obyek wisata Pantai Losari lokasinya berada di jantung Kota Makassar, tepatnya di Jalan Penghibur, Jalan ini berada di sebelah barat Kota Makassar.

  1. Kebun Teh Malino

Kebun Teh Malino adalah sebuah destinasi wisata yang populer di masyarakat Sulawesi Selatan. Inilah kawasan “Puncak“-nya Sulawesi Selatan. Terletak secara administratif dalam wilayah Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pesona tempat wisata di Sulawesi Selatan yang satu ini terletak pada suasana alam yang menyegarkan dengan udara yang begitu sejuk. Berjarak sekitar 90 km dari kota Makassar, Anda dapat tiba di kota Malino dalam waktu antara 2-3 jam perjalanan. Malino adalah salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa dan dikenal juga sebagai kota bunga. Yang memiliki sejumlah objek wisata menarik, seperti air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, lembah biru, bunker peninggalan Jepang, dan Gunung Bawakaraeng.

Di Malino terdapat hutan wisata berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah, jadi sepanjang perjalanan kamu bisa menikmati pemandangan barisan pohon pinus yang indah. Di sini juga terdapat banyak air terjun seperti Air Terjun Seribu Tangga serta Air Terjun Takapala. Ada satu lagi tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke sini yaitu wisata kebun teh di Malino Highlands, kamu bisa menelusuri jalan yang membelah kebuh teh seluas 200 hektar ini sambil menikmati sejuknya udara di sana.

Malino berada di ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di sini berkisar antara 10 – 26 derajat Celcius, jangan sampai lupa membawa jaket dan pakaian hangat Anda. Kawasan ini sudah terkenal sejak zaman Belanda dan dijadikan tempat wisata favorit mereka. Di sini, ada banyak air terjun yang indah seperti Air Terjun Seribu Tangga dan Air Terjun Takapala. Selain itu, ada juga kebun teh, lembah biru dan bunker peninggalan Jepang. Sebelum pulang, sempatkan untuk membeli oleh-oleh khas tempat wisata ini seperti dodol ketan, buah markisa dan juga apel. Inilah sebab mengapa Malino Highlands disukai banyak wisatawan sebagai sebuah kegiatan wisata alam di Sulawesi Selatan yang sangat menyegarkan. Tersedia banyak villa dan guesthouse di kawasan wisata ini serta beberapa hotel.

  1. Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung adalah cagar alam berdiri diatas lahan seluas ± 43.750 Ha dan hanya 45 km sebelah utara Makassar / Ujung Pandang. Menurut Sejarah bantimurung berasal dari kata banting dan murung atatu membanting kemurungan’. Bantimurung merupakan taman nasional wisata alam Indonesia. Taman Nasional Bantimurung ini terletak di Maros, Sulawesi Selatan, sekitar satu jam perjalanan dari Makassar. Taman ini terkenal dengan banyaknya kupu-kupu, pada 1856 Sir Alfred Wallace mengunjungi tempat ini dan beliau menyebut daerah ini sebagai ‘Kingdom of butterflies’ (‘Kerajaan kupu-kupu’). Sebuah nama yang masih digunakan sampai sekarang. Sayangnya jumlah spesies kupu-kupu menurun secara signifikan dalam dekade terakhir. Dalam perhitungan pertama ada 270 spesies, pada tahun 1997 jumlah hanya 147 spesies dan pada perhitungan terakhir di tahun 2010 hanya bisa ditemukan 90 spesies. Selain penurunan spesies, jumlah kupu-kupu juga telah menurun secara signifikan: sebelumnya ada begitu banyak kupu-kupu, mereka akan berkumpul dalam kelompoknya masing – masing. Taman nasional ini mulai ditunjuk menjadi kawasan konservasi atau taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004.

Selain itu Taman Nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua yang merupakan habitat beragam spesies. Terdapat banyak sekali wisata alam yang ditawarkan di tempat wisata yang ada di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan ini. Diantaranya adalah Air terjun bantimurung Penangkaran kupu-kupu, Goa, Cagar Alam dan lain-lain. Terdapat gunung dan perbukitan yang terdiri dari batu-batuan yang seprtinya dulu kala berupa karang sekedar informasi di Kabupaten Maros ini juga terdapat sebuah tempat penelitian Jagung Terbaik yang harganya bisa jutaan. Hingga jagung hasil penelitian di maros ini dijadikan bibit unggul nantinya.

Selain itu, terdapat beberapa goa yang sekarang menjadi salah satu objek wisata di Bantimurung ini menurut sejarah awalnya Goa-goa batu di bantimurung ini adalah tempat bertapa dan tempat tinggal Karaeng Toakala atau raja Toakala hingga tak heran kala melintas sepanjang jalan menuju goa tersebut terdapat sebuah makam raja toakala atau kepala suku tersebut. Ada juga wisata yang tidak kalah menarik dan paling berkesan di bantimurung yaitu Air terjun Bantimurung yang memiliki ketinggian 15 meter. Tiket masuk Taman Bantimurung adalah Rp 5.000 per orang dewasa. Tersedia penginapan bertarif rendah di sekeliling Taman Nasional dengan tarif Rp 50.000.

  1. Rammang-Rammang

Rammang adalah sebuah kawasan pegunungan batuan Kapur (karst). Lokasi Rammang­Rammang berada pada Desa Salenrang, Kacamatan Bontoa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Akses ke Rammang­Rammang berada di jalan Poros Maros ­Pangkep yang merupakan jalan lintas Provinsi dan hanya terletak beberapa meter dari jalan poros. Jaraknya hanya sekitar 40 km di sebelah utara Kota Makassar. Kata Rammang¬Rammang berasal dari bahasa Makassar, mengingat bahasa Makassar yang terdiri dari 4 suku, RammangRammang menurut warga setempat Rammang berarti awan atau kabut. Berdasarkan pendapat ini dapat disimpulkan arti kata rammang¬rammang adalah sekumpulan awan dan kabut. Nama ini disebabkan oleh kondisi pagi hari di Rammang¬Rammang yang selalu berkabut tidak peduli dalam musim seperti apa¬apa.

Kamu bisa mencapai tempat ini dengan kendaraan pribadi, baik motor atau mobil selama 1,5 – 2 jam perjalanan. Jika ingin menggunakan angkutan umum, rutenya adalah pusat kota Makassar – naik pete-pete atau taksi ke Mandai (bilangnya turun di depan Bandara Sultan Hasanudin ya) – disambung naik pete-pete lagi ke Pangkep – turun di pertigaan pabrik semen Bosowa (1 – 1,5 jam) – jalan kaki menuju pabrik semen sejauh 500 meter atau naik ojek/pete-pete lagi. Setelah itu, disebelah kiri jalan kamu bisa lihat gapura dengan tulisan “Selamat Datang di Karst Maros”. Perjalanan menuju Rammang Rammang selanjutnya masih harus naik perahu milik warga setempat untuk menyusuri sungai dengan tarif Rp100.000* – Rp120.000* pp. Hingga akhirnya kamu sampai di dermaga terakhir.

Eksistensi pegunungan karst di Makassar ini juga mencatatkan rekor mengagumkan karena menjadi satu-satunya di Indonesia. Sedangkan di dunia, Rammang Rammang menempati posisi ketiga sebagai Taman Hutan Batu Kapur, setelah Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar dan Taman Hutan Batu Shilin di Cina. Dengan luas hampir 43 hektar, view yang ditampilkan di sana benar-benar mengagumkan. Rammang­rammang terdiri dari Hutan Batu yang terdiri pegunungan batu Karst yang dibelah oleh sungai Pute. Pada ujung sungai jika berjalan sampai di ujung Kampung Berua ada Telaga Bidadari dan juga Gua Bulu’ Barakka dan Gua Pasaung. Background asli dari Rammang­Rammang adalah sebuah kampung petani di sekitar gunung karst, jadi waktu yang paling indah untuk mengunjungi tempat ini adalah pada saat sawah sedang hijau­-hijaunya.

  1. Pulau Lae-Lae

Lae-Lae adalah sebuah pulau di Kelurahan Lae-Lae Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Pulau ini memiliki nama lain yaitu Gusung Tallang. Pulau dengan luas 0,04 km² ini dihuni oleh 420 keluarga atau sekitar 1780 jiwa. Kita bisa mengunjungi daerah iini melaui dermaga Kayu Bangkoa yang terletak di Jalan Penghibur, yang letaknya tidak jauh dari anjungan Pantai Losari. Dengan mrenggunakan speedboat/jonson dengan waktu tempuh kurang dari 15 menit dengan biaya Rp 15.000.

Bagi sebagian orang yang berkunjung kesana, Pulau Lae-Lae merupakan surganya sunset kota Makassar. Tidak heran, jika sore menjelang para pemburu sunset pun akan memenuhi Dermaga Kayu Bangkoa untuk menyeberang menuju Pulau Lae-Lae. bermalam di Pulau Lae-Lae disediakan di lokasi berwujud ‘Bale-Bale’, atau bisa dikatakan seperti pondok kecil seadanya yang dikelola oleh warga setempat. tarif bermalamnya pun sangat terjangkau. Untuk semalamnya, Anda hanya perlu merogoh kocek 50 ribu rupiah. Disarankan bagi pengunjung yang berminat bermalam di tempat ini membawa perlengkapan tambahan untuk menghadang kondisi cuaca pulau di malam hari yang kerap tak menentu.

Pulau Lae-lae memiliki pasir yang putih, bersih, dan air laut yang jernih. Inilah yang menjadi daya tarik Lae-lae. Kebanyakan pengunjung yang datang menghabiskan waktu dengan bermain air, berjemur, bermain pasir, bola, atau sekadar duduk-duduk santai di gazebo yang telah disediakan. Selain pasir dan lautnya yang bersih, Pulau Lae-lae memiliki alam bawah laut yang menawan. Jika beruntung, Anda bisa berjumpa dengan si siput laut kecil dan unik, nudibranc atau siput telanjang. Anda para pecinta snorkeling, jangan sampai lewatkan kesempatan menyelam di sini. Anda tidak perlu kuatir akan tenggelam jauh ke dasar laut jika berenang di perairan Pulau Lae-lae. Ini karena perairan di sekitar pulau relatif dangkal dengan kedalaman kurang dari 7,5 meter. Sunset adalah momen paling di tunggu-tunggu di pulau ini. Sudah tidak di ragukan lagi kalau pemandangan di kala matahari terbenam di Pulau Lae-lae memang sangat indah. Anda pun tak boleh melewatkannya. Apalagi jika cuaca sedang cerah, maka itu adalah hari keberuntungan Anda. Di Pulau ini sudah terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari penginapan dengan harga terjangkau, tempat makan, dan pondok penginapan yang disebut dengan Bale-bale. Fasilitas tersebut di kelola oleh masyarakat setempat di pulau.

Top