Category: Manado

5 Destinasi Wisata “Recomended” Di Manado

Manado merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di ujung urata pulau Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Negara Filipina. Kota Manado sebagai yang terbesar di kawasan utara Indonesia adalah pilihan menarik bagi para penikmat perjalanan, sebab ada banyak tempat-tempat menarik di Manado. Manado menempati urutan kedua sebagai kota yang paling ramai di Sulawesi setelah Makassar. Perekonomian di Manado juga tumbuh sangat cepat, sehingga pembangunan hampir sama dengan Pulau Jawa. Kota ini memiliki semboyan ‘Torang Samua Basudara’ yang berarti Kita Semua Bersaudara. Masyarakat Manado dikenal dengan keramahannya pada pendatang karena bagi mereka, semua yang datang ke kotanya adalah saudara. Manado merupakan salah satu yang terpopuler di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Berikut ini adalah sejumlah tempat-tempat wisata di Manado yang dihimpun dari berbagai sumber.

  1. Taman Laut Bunaken

Taman Laut Bunaken merupakan icon wisata dari kota manado dan kota ini sudah dikenal dunia. Pada tahun 2005, UNESCO menetapkan taman laut ini sebagai salah satu situs warisan dunia. Hal ini tak mengherankan karena biota laut yang ada di sini luar biasa kaya dan menakjubkan. Anda bisa menemukan beragam bentuk terumbu karang dan ikan dengan warna-warni cantik. Sehingga World Coral Reef Conference (WCRC) menetapkan Manado sebagai kota terumbu karang dunia.

Alam bawah laut di sini menjadi surga tersendiri bagi penggemar kegiatan menyelam, snorkeling dan fotografi air. Dengan 39 titik selam yang ada, tentu Anda akan betah berlama-lama menyelam di sini. Jika tak bisa berenang, Anda tetap bisa menikmati keindahan tempat wisata bawah air ini dengan menggunakan kapal selam yang telah didesain secara khusus. Dinding kapal berupa kaca transparan sehingga Anda bisa melihat pemandangan bawah laut yang luar biasa dengan jelas. Anda bisa datang untuk menyelam kapan pun di sini, tapi waktu terbaiknya adalah antara bulan Mei – Agustus. Pada rentang waktu ini, airnya lebih jernih sehingga jarak pandang bisa lebih baik. Selain itu, suhu udara juga ideal untuk menyelam. Sejumlah kegiatan wisata Bunaken yang mungkin Anda pilih di antaranya berkeliling menggunakan katamaran (perahu berkaca), snorkeling, diving, foto bawah laut, berjemur, dan tamasya pantai.

Bunaken telah difasilitasi dengan sangat baik, ada cottage dan pilihan penginapan lainnya, rumah makan, diving center, perahu berkaca, dan aneka kios souvenir. Jarak Bunaken dari pelabuhan Kota Manado sekitar 7 mil, dapat ditempuh dengan kapal cepat sekitar 35 menit menuju Bunaken. Anda tidak akan menyesal tempat wisata di Manado paling terkenal ini. Bersama dengan Pulau Siladen, Pulau Bunaken membentuk Taman Nasional Bunaken – Manado yang telah diresmikan oleh Pemerintah RI.

  1. Bukit Kasih

Semboyan masyarakat Manado yang mengatakan bahwa semua bersaudara bukanlah ucapan belaka. Hal ini dibuktikan dengan adanya Bukit Kasih yang merupakan simbol kerukunan beragama di Manado. Di sini, Anda bisa menemukan rumah ibadah dari lima agama resmi di Indonesia dalam satu tempat. Bukit Kasih terletak di Desa Kanonang di kaki Gunung Soputan atau sekitar 55 km dari pusat kota Manado. Perjalanan ke Bukit Kasih membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari kota Manado. Anda akan melalui kota Tomohon untuk dapat sampai di Bukit Kasih ini. Di puncak Bukit Kasih ini Anda akan menemukan 5 tempat ibadah dari 5 agama yang diakui di Indonesia, yaitu Masjid (Islam), 2 Gereja (Katholik dan Kristen Protestan), Vihara (Budha), dan Pura (Hindu). Kelima tempat ibadah tersebut dihubungkan dengan akses jalan berupa anak tangga. Tempat-tempat ibadah yang dihubungkan di ketinggian tersebut, mewakili simbol bahwa penganut agama apapun bisa hidup berdampingan dalam kerukunan. Tempat ini adalah akhir dari perjalanan di kompleks wisata Bukit Kasih.

Tak jauh dari pintu masuk, Anda akan disambut dengan sebuah monumen setinggi 22 meter yang disebut dengan Tugu Toleransi. Monumen ini berbentuk segi lima yang di setiap sisinya terdapat simbol masing-masing agama dengan kutipan ayat dari kitab sucinya. Naik ke atas, ada lima rumah ibadah yang masing-masing dihubungkan dengan anak tangga berliku. Untuk dapat berkeliling tempat wisata ini, Anda harus naik-turun ratusan anak tangga, maka sebaiknya Anda memakai alas kaki yang nyaman. Selain Tugu Toleransi, ada sebuah menara salib berwarna putih dengan tinggi mencapai 53 meter. Menara ini bahkan bisa dilihat dari kawasan boulevard yang ada di pusat kota Manado.

Menaiki 2.435 anak tangga hingga sampai ke puncak bukit adalah kegiatan utama wisata di Bukit Kasih. Sepanjang perjalanan ke puncak bukit, Anda dapat menyaksikan pemandangan kawah belerang. Anda perlu berhati-hati dalam menaiki anak tangga dan gunakanlah sepatu yang nyaman. Jika kesehatan Anda tidak prima, sebaiknya tidak perlu menaiki anak tangga tersebut. Di bagian kawah Bukit Kasih, Anda dapat berhenti untuk menikmati sajian kuliner Manado berupa jagung, pisang, dan ubi rebus. selain kelima tempat ibadah Anda juga akan menemukan beberapa kolam air panas berukuran kecil, cukup untuk merendam kaki Anda setelah perjalanan jauh. Sembari berendam Anda bisa menikmati asrinya suasana sekitar yang dipenuhi pepohonan yang rimbun. Serta Anda juga bisa menikmati indahnya pemAndangan lansekap, akan sangat mengagumkan di saat fajar dan senja hari. Dari puncak bukit ini Anda juga bisa melihat Danau Tondano yang biru. Untuk bisa mengunjungi tempat wisata ini, Anda akan dikenakan biaya masik sekitar Rp. 5.000. Bagi Anda yang memakai kendaraan pribadi, ada biaya tambahan berupa biaya parkir sebesar Rp. 5.000 – Rp. 10.000.

  1. Waruga Sawangan

Waruga Sawangan berada di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi situs terletak pada ketinggian 235 meter di atas permukaan air laut. Kondisi waruga saat ini telah tertata dan dalam keadaan terkumpul atau terkonsentrasi di dalam suatu kompleks. Waruga adalah kubur orang Minahasa kuno berupa batu berongga bersegi empat setinggi sekitar 1 meter tempat meletakkan jasad si mati dalam posisi duduk, dan cungkup batu yang menutupinya. Satu Waruga biasanya digunakan sebagai batu kubur untuk satu keluarga, sehingga bisa berisi sampai 12 jasad, yang bisa dilihat dari jumlah garis yang ditoreh pada cungkup Waruga. Waruga Sawangan bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruan, dapat anda temukan oranamen ukiran yang menandakan status sosial. Deretan Waruga di Taman Purbakala Waruga-Waruga Sawangan, yang seluruhnya berjumlah 144 buha dari sekitar 2000 waruga di seluruh Minahasa.

Di kiri kanan jalan menuju pintu masuk ini terdapat mural yang menggambarkan pembuatan dan pemakaian Waruga sebagai batu kubur orang Minahasa kuno. Beberapa buah kubur batu Waruga, diletakkan di atas tanah, dengan ornamen orang pada cungkup waruga di latar depan, dan bentuk ornamen lainnya pada cungkup waruga di latar belakang. Waruga polos tanpa ornamen adalah waruga yang berumur lebih tua. Ukiran pada Waruga menggambarkan status sosial atau pekerjaan penghuni waruga semasa hidupnya, dan beberapa ukiran pada cungkup waruga di Taman Purbakala Waruga-Waruga Sawangan ini menunjukkan dari mana si mati berasal. Ukiran berbentuk orang menunjukkan bahwa si penghuni Waruga adalah seorang dotu, atau pemimpin. Ukiran sapi pada waruga di bagian tengah belakang foto di atas menunjukkan bahwa si mati adalah seorang pemburu semasa hidupnya.

Tak jauh dari komplek Waruga, berdiri pula rumah adat Minahasa yang berfungsi sebagai museum. Didalam museum, anda bisa melihat berbagai peninggalan zaman dahulu kala mulai dari alat makan, perhiasan, berbagai perabotan, hingga alat perang. Tak ada tarif khusus untuk masuk ke kawasan ini. Pengunjung hanya disodorkan buku tamu, kemudian menuliskan nominal partisipasi untuk operasional. Menurut juru kunci, Anton Jatuna, uang-uang yang terkumpul kemudian akan diberikan pada pemerintah.

  1. Danau Tondano

Danau Tondano adalah sebuah danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau Tondano adalah sebuah danau yang berada di antara dua kabupaten yakni Kabupaten Tomohon dan Kabupaten Kawangkoa. Tepat nya di desa Remboken, sekitar 3 km dari kota Tomohon atau 30 km dari Manado.Danau Tondano terletak sejauh 60 menit dari kota Manado, sekitar 60 kilometer dengan jalan aspal yang berkelok-kelok. Danau yang memiliki ketinggia 600 meter dari permukaan laut ini setiap harinya memiliki pengunjung yang memadati danau. Danau Tondano sendiri cukup luas dengan panorama yang sangat indah, yakni seluas 4278 hektare. Danau ini pun dikenal sebagai danau terluas yang ada di Sulawesi Utara setelah Danau Linouw dan Danau Moat. Danau Tondano dikelilingi oleh Gunung Kaweng, Pegunungan Lambean, Bukit Tampusu dan Gunung Masarang

Danau ini juga dilingkari oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Tondano Selatan, dan Kecamatan Remboken. Danau ini adalah sebuah danau yang menghasilkan ikan air tawar seperti ikan mujair, payangka wiko atau udang kecil, pior atau kabos, nike, dan lain-lain. Keunikan danau ini adalah adanya pulau kecil bernama Pulau Likri di tengah agak ke pinggir danau ini. Ukuran pulau ini sekitar 100 m X 30 m, tapi lebih mirip dengan segumpal rumput yang mengambang di tengah danau. Terdapat beberapa bangunan dari bambu yang menjorok ke danau mirip dermaga kecil, cocok sekali untuk bersantai menikmati panorama alam sambil berfoto ria bahkan bisa dengan diselingi memancing.

Untuk menyaksikan setiap detail keindahan Danau Tondano anda bisa menyusuri luasnya danau dengan naik perahu motor berkapasitas 10 penumpang dan membayar Rp 50.000 yang disewakan warga sekitar. Anda juga bisa melakukan aktifitas lain seperti memancing secara beramai-ramai di tepi danau dengan jenis ikan tawar dan menikmati kuliner khas Danau Tondano yang berbaris dengan rapi disekitar danau. Begitu banyak kuliner khas Manado yang dijajakan di tempat ini seperti: ikan bakar dengan bumbu kaya rempah yang nikmat, ikan woku belangan dll. Selain itu jika ingin masih menyaksikan pemandangan danau ini anda bisa menyewa salah satu resor yang banyak disediakan oleh pengelola wisata. Resor-resor di sana dibandrol mulai Rp 175 ribuan.

  1. Air Terjun Kima Atas

Air Terjun bersusun tiga ini terletak  di Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Dekat dengan Bandara Sam Ratulangi, Manado sekitaran 10 km atau dari pusat kota Manado jaraknya sejauh 15 km.

Obyek wisata ini memiliki panorama yang unik yakni air terjun yang memiliki 3 tingkat. Air terjun ini juga mempunyai air yang bening, bersih dan masih sangat alami. Obyek wisata ini merupakan tempat yang cocok bagi anda yang mendambakan nuansa berwisata yang nyaman dan tenang. Karena lokasi air terjun ini jauh dari hiruk pikuk kota yang padat dan berpolusi, suasana alami dan udara yang sejuk sehingga cocok untuk mengusir kepenatan, stress dan fikiran lain yang mengganggu mood.

Panorama di sekitar air terjun ini sangat indah dengan dikelilingi pepohonan yang menghijau sehingga menampakkan  suasana lingkungan yang sejuk dan tenang.  Airnya mengalir ke sungai Kima yang bersih dan bermuara di pantai Manado. Airnya mengalir ke sungai Kima yang bersih dan bermuara di pantai Manado. Tempat ini sendiri tergolong pas buat kita berendam dan bermain air, kolamnya yang bening. Di air terjun ini dapat gampang diketemukan penjual-penjual makanan serta minuman dan ATM juga gampang diketemukan di sekitaran tempat ini. Selain itu terkadang juga ada penjual baju. Anda juga bisa menyewa penginapan di sekitar air terjun dengan biaya yang tidak mahal. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp100.000,00, Anda bisa menginap di salah satu penginapan tersebut.

Top