Category: Medan

5 Destinasi Wisata Menarik Di Medan

Kota Medan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara. Kota Medan juga menyimpan banyak destinasi wisata menarik untuk dikunjungi. Kota medan termasuk dalam kategori Kota metropolitan terbesar di luar Pulau Jawa yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Medan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki airport paling keren, Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Medan juga sangat dikenal dengan durian Ucoknya. Kota ini merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat. Meskipun kota ini merupakan ujung dari pulau sumatera, namun kota ini telah mengalami perkembangan yang pesat selama beberapa tahun ini. Selain itu Medan memiliki aneka ragam budaya dan tempat wisata yang indah untuk dikunjungi. Selayaknya kota-kota besar lainnya, selain sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, Medan juga sering menjadi kota tujuan wisata bagi masyarakat Indonesia. Berikut ini beberapa destinasi wisata menarik di Medan.

  1. Danau Toba

Danau Toba merupakan wisata medan yang sudah sangat populer. Danau toba adalah danau vulkanis yang paling besar di dunia dan sudah sangat terkenal ke mancanegara. Danau ini terbentuk karena letusan gunung berapi yang teramat besar. Letusan tersebut membentuk kawah yang besar dan lama-kelamaan akan terisi air. Danau Toba sebenarnya hampir menyerupai sebuah lautan daripada danau, mengingat luas ukurannya yang memang tidak seperti danau biasanya. Oleh sebab itu Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan juga sebagai danau terbesar kedua setelah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba juga termasuk sebagai danau terdalam di dunia yaitu dalamnya sekira 450 meter. Secara administratif, kawasan Danau Toba terbentang pada tujuh kabupaten yang ada di Sumatera Utara, yakni Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tanah Karo, dan Dairi. Hal ini disebabkan panjang danau yang mencapai hingga 100 km dengan lebar sebesar 30 km. Danau Toba memiliki kedalaman maksimal mencapai 529 meter dengan luas danau sebesar 1.130 kilometer persegi.

Akses Lokasi menuju danau toba bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun bus, jika menggunakan bus, anda bisa menggunakan bus L300 atau bus yang tujuannya prapat, jika anda berangkat dari medan, anda bisa mencari bus tujuan prapat di terminal pinang baris, jarak yang akan anda tempuh dari medan ke perapat sekitar 176 km, dengan waktu sekitar 6 jam perjalanan kalau tidak macet, Jika anda menggunakan bus biasanya dikenakan biaya Rp 50.000, namun jika anda ingin pergi menggunakan mobil travel biasanya dikenakan biaya sebesar Rp 70.000, selain menggunakan bis dengan tujuan medan prapat anda juga bisa menggunakan bis dengan tujuan medan brastagi, biayanya biasanya sama.

Di tengah Danau Toba ada sebuah pulau kecil bernama Pulau Samosir, luasnya kurang lebih 647 kilometer persegi. Pulau Samosir memiliki luas yang hampir sama dengan negara Singapura. Pulau Samosir memiliki dua danau kecil yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Di pulau ini menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir. Suku Batak yang tinggal di Pulau Samosir masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Mereka juga masih menjalankan berbagai ritual yang biasa dilakukan nenek moyang dahulu. Jika anda ingin pergi ke pulau samosir anda bisa menggunakan kapal feri, jika menggunakan kapal feri bisa memakan waktu skitar 30 menit, tarifnya biasanya sekitar Rp 10.000.

  1. Istana Maimun

Salah satu ikon Kota Medan dan merupakan bangunan peninggalan dari Kerajaan Deli adalah Istana Maimun. Bangunan yang berwarna kuning terang (warna khas melayu) ini berdiri tepat di tengah kota. Istana Maimun memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam (Timur Tengah), Spanyol, India dan Italia. Ketika berkunjung ke Istana Maimun kita akan dapati peninggalan sejarah Kerajaan Deli, singgasana sultan, foto-foto sultan, serta koleksi benda bersejarah lainnya. Istana ini terletak di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Istana Maimun dibangun oleh Sultan Deli, yaitu Sultan Mahmud Al Rasyid pada tahun 1888 dan selesai pada tahun 1891. Dibangun dengan desain arsitektur bergaya Italia, istana dengan luas 2.777 meter persegi terdiri dari dua lantai dan terbagi menjadi tiga bangunan induk, bangunan sayap kiri juga sayap kanan. Setidaknya ada 30 ruangan dalam istana yang kental dengan pangaruh budaya Eropa. Istana terbagi menjadi tiga bagian, yakni bangunan induk, bangunan sayap kanan, serta bangunan sayap kiri. Panjang istana sekitar 75,5 meter dengan ketinggian hingga 14,14 meter. Sementara luas halaman istana mencapai empat hektar.

Bangunan istana menghadap arah utara dan tepat di depannya berdirilah Masjid Al-Mashun atau yang terkenal dengan nama Masjid Raya Medan. Yang menarik, ada bangunan kecil beratap ijuk di sisi kanan istana. Di sana tersimpan Meriam Puntung yang disebut juga meriam buntung dengan legenda penjelmaan putri yang cantik. Disebutkan, Meriam Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali nan cantik jelita. Dia berubah menjadi meriam dalam mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh yang ditolak pinangannya oleh Putri Hijau. Akibat laras meriamnya yang terlalu panas karena menembak terus menerus, maka akhirnya meriam pecah menjadi dua bagian. Ujung meriam yang merupakan bagian yang satu, melayang dan menurut dongeng jatuh di Kampung Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Tanah Karo. Sedangkan bagian yang lain disimpan pada bangunan kecil di sisi kanan Istana Maimun.

Rute Perjalanan ke Istana Maimun dari Bandara Udara Internasional Kualanamu, Anda harus menempuh perjalanan sejauh sekitar 40 km untuk dapat tiba di pusat kota Medan. Tetapi jika Anda dari pelabuhan Belawan, jarak Istana Maimun ini berkisar 28 km. Letak istana yang berada di pusat kota memudahkan Anda untuk dapat tiba di sana. Tersedia berbagai angkutan umum yang dapat mengantarkan Anda ke sana, mulai dari becak, angkot, hingga taksi. Berikut jadwal berkunjung ke Istana dari Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid : SENIN – MINGGU : 08.00 s/d 17.00 WIB; 08.00 s/d 12.00 WIB; 14.00 s/d 17.00 WIB dan PERTUNJUKAN TRADISIONAL MUSIK MELAYU (LIVE MUSIC) pada SENIN – KAMIS : 10:30 s/d 12.00 WIB; JUMAT – SABTU : 14.00 s/d 15.30 WIB; MINGGU : 10.00 s/d 12.00 WIB. Dikenakan biaya Rp 15.000 – Rp 30.000 untuk menyewa pakaian adat melayu dan berfoto di dalam istana. Tiket masuk Istana Maimun seharga Rp 8.000,- per orang.

  1. Gereja Grha Maria Annai Velangkani

Salah satu obyek wisata rohani di Medan yang terkenal. Gereja umat katolik yang mempunyai bentuk unik, mirip dengan kuil hindu. Gereja ini awalnya dibangun untuk umat katolik tamil yang ada di Kota Medan, tetapi lama-kelamaan terbuka juga untuk umum. Annai Velangkanni (Bunda Velangkanni) dibangun dengan tujuan sebagai persembahan untuk Bunda Maria yang pernah terlihat ada di daerah pesisir Velangkanni, Tamil Nadu, India abad ke-17. Selain berdoa, di sini banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk mengambil gambar. Sudut lain dari tempat wisata rohani ini adalah Kapel Maria yang biasa dipakai untuk berdoa pada Bunda Maria.

Graha Santa Maria Annai Velangkanni didesain oleh Pastor James Bharataputra S.J. Gereja ini dibangun pada September 2001 pembangunan graha mulai dilakukan selama empat tahun dengan biaya yang dihabiskan sebesar Rp 4 miliar dan kemudian diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2005. Yang unik dari gereja ini adalah arsitektur Indo – Mogul yang pewarnaan ornamennya dilakuan sesuai dengan makna kitab suci. Bangunan berbentuk menara candi terdiri dari dua tingkat. Lantai dasar dijadikan aula, lantai pertama tempat beribadah dan balkon yang 14 jendelanya menceritakan jalan salib. Buat anda yang tertarik untuk mengunjungi dan melihat setiap sudut bangunan, anda bisa langsung datang ke tempat ini.

Akses jalan ke graha ini pun cukup mudah dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lokasi Graha Santa Maria Annai Velangkanni berada di Taman Sakura Indah, Jalan Bunga Sakura III no.10 Kel.Tanjung Selamat Kec.Medan Tuntungan. Tidak ada biaya retribusi untuk mengunjungi gereja ini, Anda hanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan. Cara menuju Gereja : naik angkot jalur apa pun yang menuju arah Terminal Pinang Baris. Lalu turun di depan terminal, dan naik angkot ke Asam Kumbang. Atau anda juga dapat menggunakan betor, dengan tarif Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000.

  1. Taman Buaya Asam Kumbang

Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda, cobalah untuk mengunjungi Taman Buaya Asam Kumbang. Taman ini adalah taman buaya terbesar di Indonesia dan juga menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Taman Buaya Asam Kumbang berlokasi di Jalan Bunga Raya nomor 59, Kecamatan Medan Selayang, Desa Asam Kumbang, Medan. Taman ini terletak sekitar 5 KM dari pusat Kota Medan. Awalnya taman ini merupakan taman yang didirikan untuk memenuhi hobi seorang Lo Tham Muk, orang kaya Medan beretnis Tiong Hoa, yang menyukai berbagai jenis reptil terutama buaya. Lo Tham Muk yang dikenal sebagai pendiri penangkaran ini awalnya memelihara sekitar 12 reptil, terutama buayanya. Kemudian buaya tersebut berkembang biak hingga kini Di tempat ini terdapat 3000­an ekor buaya dari yang kecil hingga yang besar kebanyakan dari spesies buaya muara. Lo Tham Muk resmi mendirikan penangkaran ini di tahun 1959 lalu. Tak disangka buaya di penangkaran ini semakin banyak dan akhirnya dijadikan tempat penangkaran buaya. Di tempat ini terdapat ribuan ekor buaya dalam berbagai jenis usia yang ditangkar dalam bermacam-macam kandang.

Kini, objek wisata Medan yang satu ini menjadi tempat penangkaran buaya terbesar di dunia di susul Madras Crocodile Bank Trust di Tamil Nadu, India. Penangkaran ini telah menghasilkan ribuan ekor budaya yang siap reproduksi. Untuk makanan buaya ini saja bisa menghasiskan 1 ton lebih daging sebagai konsumsi hariannya. Areal penangkaran ini seluas dua hektar, oleh pemiliknya di dalam areal ini telah dibangun 78 bak penangkaran buaya dan setiap bak dihuni sekitar 10-15 buaya disesuaikan dengan umurnya masing-masing. Bak dan kolam tersebut difungsikan untuk perawatan dan pembersihan buaya. Para pengunjung biasanya tetap dikontrol oleh pengelola agar tidak terlalu mengganggu aktivitas sang pemangsa liar ini. Bila anda berani, ada seekor buaya jinak untuk diajak berselfie ria. Selebihnya adalah buaya­buaya ganas. Anda juga dapat menyaksikan hewanhewan lainnya di Penangkaran Buaya Asam Kumbang seperti berbagai jenis ular, anjing, dan burung. Sebagian tanah dibuat semacam danau buatan, tempat leluasa untuk buaya hidup di air dan naik ke darat. Danau telah dipagari tembok panjang dengan tinggi sekitar 3 meter sebagai pembatas dengan areal perkampungan penduduk yang berada di sekitarnya.

Penangkaran Buaya Asam Kumbang ini dibuka setiap hari dari jam 09.00­-18.00 Wib dan anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 6000,­/orang (Dewasa) dan Rp 4000,­/orang (Anak­anak). Saat makan buaya sekitar jam 17.00, Anda akan melihat aktivitas seru dan menegangkan dari buaya-buaya tersebut. Sebabnya, saat itulah waktunya Anda melihat buaya sedang menyantap makanan. jika anda ingin melihat atraksi buaya, maka anda harus membayar tiket seharga Rp 50.000 untuk setiap orang dan juga anda bisa memberi mereka makan dengan membeli ayam dan itik yang sudah di sediakan oleh pengelola disana dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000 per ekor nya.

  1. Air Terjun Sipiso-piso

Salah satu air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 120 meter. Dalam bahasa Batak, Sipiso-piso berarti piso atau pisau. Ini digunakan untuk mewakili tinggi dan derasnya air terjun yang mengalirkan air seperti bilah pisau tajam bila dilihat dari ketinggian. Lokasi Air Terjun Sipiso-Piso memang tidak jauh dari lokasi Danau Toba tepatnya di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Air Terjun Sipiso Piso berada di sekitar tepi Danau Toba bagian utara dengan ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus. Dari Air Terjun Sipiso-Piso ini kita juga dapat menyaksikan pemandangan Danau Toba dari ketinggian yang tentunya akan sangat indah. Sehingga banyak juga orang yang mengatakan bahwa air terjun ini sebagai kesempurnaan antara pemandangan Danau Toba dari ketinggian dan kedahsyatan air terjun yang mengalir dari perut bumi.

Untuk menuju ke dasar air terjun yang memiliki ketinggian 120 meter ini anda akan membutuhkan waktu sekitar 1 jam, Namun anda tidak perlu takut karena licin atau sebagainya, karena pemerintah kabupaten karo sudah membangun sebuah tangga untuk para wisatawan, agar pengunjung merasa nyaman dan aman, banyak anak tangga yang bakalan kita lewati sekitar 1200 anak tangga. Akses menuju Air terjun ini jika dari medan anda bisa menaiki bus dengan tujuan kabanjahe, biasanya klo naik bus sekitar 2 jam nyampek ke kabanjahe, setelah sampai di kabanjahe carilah bus yang tujuannya ke desa tongging, dari kabanjahe ke desa tongging biasanya menempuh jarak sekitar 24 km, dan memakan waktu kurang lebih 30 menit jika tidak macet. Jika anda berangkat dari pekanbaru menuju air terjun sipiso­piso bisa memakan waktu sekitar 12 jam jika tidak macet, jalur yang bisa anda gunakan dari pekanbaru menuju desa tongging adalah pekanbaru – dumai – bagan batu – rantau prapat – desa tongging – air terjun sipisopiso. Fasilitas yang terdapat di Air Terjun Sipiso­Piso ini cukup memadai, seperti lahan parkir dan warung makan yang cukup luas. Disini juga terdapat penginapan yang berada di Desa Tongging dan Desa Kabanjahe. Terdapat juga toko souvenir bagi anda yang ingin membeli oleh­oleh untuk teman dan kerabat terdekat. Sedangkan untuk tiket masuknya Rp 5000-,.

Top