Category: Pacitan

5 Destinasi Wisata Terpopuler yang Wajib dikunjungi Di Pacitan

Pacitan merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Timur. Kabupaten Pacitan Ibukotanya adalah Kota Pacitan. kota yang terletak terletak di ujung barat daya provinsi Jawa Timur, berjarak 270 km dari kota Surabaya atau 100 km dari Solo. Pacitan sendiri memiliki julukan kota 1001 Goa, karena memang ada banyak sekali goa di Pacitan yang menarik untuk kita kunjungi. Topografi Pacitan mirip dengan Gunung Kidul, Yogyakarta, yakni didominasi oleh pegunungan karst atau kapur. Oleh karenanya, daerah ini juga dikenal tandus. Meski demikian, potensi wisata yang terpendam di dalamnya sungguh luar biasa.

  1. Goa Gong

Goa Gong merupakan salah satu tempat wisata di Pacitan yang populer dan memegang predikat sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. Terletak di Dusun Pule Desa Bomo, Kec. Purung Donorejo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur berjarak sekitar 37 km arah barat dari pusat kota Pacitan dengan Peta Koordinat GPS : -8.16484,110.97984. Dengan memiliki kedalaman sekitar 700-800 meter, Goa ini muncul sebagai akibat dari aktivitas vulkanik dan gerakan termik yang diperkirakan berlangsung ratusan hingga ribuan tahun silam. Berdasarkan kisah masyarakat lokal, goa ini dinamai sebagai Goa Gong adalah karena masyarakat kerap mendengar adanya suara gema tabuhan seperti suara gong yang berasal dari dalam goa. Gong adalah salah satu alat tabuh dalam kesenian gamelan Jawa. Suara seperti gong dari dalam goa ini adalah hasil dari pantulan tetesan air alam goa yang menimpa batuan stalaktit atau stalagmit goa tersebut. Bunyi yang dihasilkannya terdengar harmonis dan indah, bahkan jika Anda berada di pintu masuk goa tersebut.

Goa ini memiliki 7 ruangan besar yang memiliki memiliki stalakmit dan stalaktit berumur ratusan tahun dan keunikannya masing-masing. Di salah satu ruangan, kamu bisa menemukan Sendang Bidadari yang airnya jernih. Di ruang lain, ada batu unik yang jika ditabuh akan mengeluarkan bunyi seperti Gong. Keberadaan batu inilah yang konon menjadi dasar penamaan goa ini. Jangan mengira kamu bakal menemukan goa yang gelap gulita. Untuk masuk ke dalamnya kamu bahkan gak membutuhkan senter karena di dalam goa sudah terpasang lampu temaram yang menciptakan warna-warni cantik di dinding goa. Jalan setapak juga sudah dibangun, lengkap dengan pagar pembatas, biar kamu gak sembarangan menginjak bagian goa.

Saat anda mengunjungi Goa Gong Pacitan, Anda akan diajak menyusuri tangga dan menyaksikan berbagai pemandangan gong cave, shawl drappery (stalaktit yang meneteskan air), rekahan endapan kalsium, dan tetesan air di ujung-ujung goa yang membentuk laksana danau kecil. Jika Anda ingin menikmati pesona Goa Gong Pacitan yang sungguh kaya akan keindahan stalaktit (mineral sekunder yang menggantung di langit goa) dan stalagmit (batuan kapur yang berbentuk meruncing dan terdapat di lantai goa). Anda akan dikenai tarif masuk sebesar Rp. 8000,00. Sedangkan biaya parkir kendaraannya sebesar Rp. 2000,00 untuk sepeda motor, dan Rp. 5000,00 untuk kendaraan roda empat. dengan jam buka dari pukul 9 pagi hingga 5 sore.

  1. Sungai Maron

Sungai Maron terletak di Desa Dersono, Kec. Pringkuku, Kab. Pacitan, Jawa Timur dengan Koordinat GPS: -8.238044,110.984022. Sungai Maron menawarkan pemandangan hijau di kiri-kanannya, dengan rimbun pohon jambu dan pohon kelapa. Sungai ini dipenuhi dengan ikan kakap merah. Pesona salah satu tempat wisata Pacitan ini terletak pada panorama alam yang dapat Anda nikmati tatkala menyusuri alur sungai. Paduan harmoni alam dari pepohonan hijau di sepanjang tepian sungai, tanaman kelapa, serta air sungai yang jernih sungguh menyuguhkan pengalaman wisata yang menawan hati. Suasana di area sungai sangat tenang dan sejuk. Panorama pepohonan hijau di sisi sungai membuat wisata ini berasa menyusuri sungai Amazon. Karena keeksotisan dan keindahan panorama nya, Sungai Maron mendapat julukan Green Canyon nya Pacitan dan juga “The Indonesia’s Amazon”. Sungai ini selalu menjadi destinasi favorit bagi mereka yang menginginkan wisata dengan panorama alam yang natural.

Aktivitas seru yang umum dilakukan oleh wisatawan yang berkunjung ke sungai ini adalah susur sungai dengan menyewa sebuah perahu yang disediakan oleh warga. Ketika menyewa sebuah perahu, wisatawan akan dipandu oleh pemilik perahu sekaligus ia yang akan mengemudikan serta mengantarkan perjalanan susur sungai hingga sampai. Perahu kecil yang digunakan untuk susur sungai tersebut cukup untuk menampung hingga 6 orang. Harga Tiket Masuk: Rp. 2.000 / orang. Harga biaya sewa perahu: Rp. 100.000 s/d Rp 150.000 (Harga tergantung pada kondisi perahu yang disewa). Apabila ingin perahu nya bersandar, maka cukup menambah biaya Rp. 5.000 saja.

Sungai Maron adalah sungai yang vital bagi Desa Dersono dan Desa Sendang. Makanya, sungai ini terlihat bersih dan asri karena menjadi sumber air dan habitat alami ikan air tawar yang bisa dimanfaatkan warga desa. Yang menarik, Di Sungai Maron Pacitan selalu diadakan event rutin setiap tahunnya, yaitu lomba dayung. Lomba dayung ini dilakukan di sepanjang sungai, dan berakhir di muara pantai Ngiroboyo, pantai yang ramai dengan aktivitas Water Tubing dan Surfing. Event lomba dayung masih cukup baru, Event ini pertama kali diadakan pada tahun 2012.

  1. Goa Tabuhan

Selain goa gong ada goa yang tak kalah menarik dengan goa tersebut, yaitu Goa Tabuhan di Pacitan. Goa ini terletak di Dukuh Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, sekitar 25 kilometer arah barat kota Pacitan. Goa Tabuhan berlokasi di bukit kapur Tapan dengan pembentukan stalagtit dan stalagmit yang diyakini sudah berlangsung beratus tahun lalu, karena adanya reaksi kimia antara hujan dan mineral kapur. Dengan panjang rata-rata hingga tujuh meter dan diameter hingga satu meter, stalagtit dan stalagmit. Tampak menyerupai pilar-pilar raksasa yang sangat menakjubkan. Tempat itu mulai ramai dikunjungi orang sejak 1998, dan awalnya bernama Goa Tapan, karena sering dipakai orang untuk bertapa. Seiring dengan berjalannya waktu, goa ini lebih terkenal dengan goa Tabuhan karena sering digunakan warga setempat untuk kegiatan dan hanya memiliki 2 ruangan besar.

Goa ini masuk ke dalam goa bermitos misteri dikarenakan bebatuannya bisa digunakan untuk bermain musik alias bisa dibunyikan seperti halnya gamelan jawa. Goa ini memiliki mitos misteri karena ada beberapa sendang di dalam goa yang memiliki nilai magis. Ruang pertama ada sendang bidadari, kemudian ada ruang Kristal, marmer, sedangkan ruang kelima adalah ruang yang pernah digunakan konser musik bersama. Menurut sejarah setempat, goa ini ditemukan oleh Kyai Santiko yang pada waktu itu kehilangan sapi, dan akhirnya ditemukan di goa ini. Lalu, goa ini dibersihkan dan diambil oleh Raden Bagus Joko Lelono dan Puteri Raden Ayu Mardilah.

Goa ini terlihat besar dari luar, dan begitu masuk Anda langsung disuguhi kubah yang megah, lengkap dengan stalaktit (batuan yang berbentuk seperti tiang dan menempel di atap goa) dan stalagmit (seperti stalaktit, namun menempel di dasar goa). Namun bila Anda menjelajah lebih dalam, Anda hanya akan menemukan jalan kecil buntu yang ujungnya dipercaya sebagai tempat bertapa Pangeran Diponegoro dan pengikutnya. Harga tiket masuk ke goa ini adalah Tiket Dewasa: Rp. 4.000 dan Tiket Anak-Anak: Rp. 3.000.

  1. Pantai Klayar

Secara administratif, pantai Klayar Pacitan terletak di Kecamatan Donorojo, tepatnya di Desa Kalak, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dari pusat kota Pacitan, dapat ditempuh dengan jarak perjalanan sejauh 40 km pada arah barat Pacitan, menghabiskan waktu perjalanan selama sekitar 1 jam.

Di pantai ini anda dapat menjumpai sebuah hal yang unik, yakni seruling samudra. Seruling samudera ini adalah sebutan untuk fenomena di mana terdapat cekungan yang ada pada bagian bawah tebing atau batuan yang ada di pantai. Saat cekungan ini diterjang ombak laut, maka air laut keluar menyembur ke permukaan melalui sela-sela berbatuan dan menghasilkan bunyi yang indah laksana bunyi seruling. Selain itu, Anda juga  dapat menyaksikan fenomena di mana terjangan ombak yang menghantam bebatuan karang akan menciptakan air mancur yang bahkan tingginya mencapai 10 meter. Pemandangan indah ini adalah akibat semburan kencang air laut yang masuk melalui bagian bawah bebatuan. Anda dapat melihat dua karang setinggi pohon kelapa di sisi timur pantai. Karang inilah yang menjadi icon pantai Klayar Pacitan. Pada bagian belakang karang tersebut, terdapat karang lain yang menahan terjangan ombak laut selatan.

Pantai Klayar memiliki banyak tebing dan beberapa di antaranya bolong akibat terjangan ombak, juga jejaran pohon kepala di kawasan pantai. Disini anda tidak diperbolehkan untuk berenang di pantai ini mengingat ombak yang tergolong besar serta banyaknya tebing. hal unik lainnya adalah Anda dapat menjumpai patung yang menyerupai bentuk Sphinx sebagaimana yang ada di Mesir. Keunikan ini terbentuk akibat banyaknya tebing-tebing tinggi di kawasan pantai Klayar yang jika dilihat dari kejauhan, menyuguhkan pemandangan laksana patung Sphinx. Anda tentu saja dapat menaiki tebing ini, tetapi sudah sepatutnya menjaga kehati-hatian untuk keselamatan mengingat tebing ini tergolong curam dan tinggi.  Anda dapat menyaksikan fenomena di mana terjangan ombak yang menghantam bebatuan karang akan menciptakan air mancur yang bahkan tingginya mencapai 10 meter. Pemandangan indah ini adalah akibat semburan kencang air laut yang masuk melalui bagian bawah bebatuan. Di kala senja tiba, sunset di pantai Klayar Pacitan adalah salah satu yang menawan. Sejauh mata memandang horizon, Anda akan mendapati suguhan panorama pantai yang indah dengan nuansa alami yang begitu kental. Untuk harga tiket masuknya hanya Rp 2000.

  1. Pantai Banyu Tibo

Pantai Banyu Tibo  teerletak di pinggiran Pacitan bagian selatan. Tepatnya di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo. Banyu Tibo punya suasana dan pemandangan yang berbeda. Di pantai ini terdapat sebuah fenomenan alam yang cukup unik dan jarang yakni sebuah air terjun yang jatuh langsung ke pantai. Fenomena dan pemandangan ini menjadi daya tarik utama Pantai Banyu Tibo. Sumber mata air ini berasal dari mata air bawah tanah dari pegunungan karst yang berada di sebelah utara. Air terjun Banyu Tibo berasal dari sebuah sungai kecil yang jernih dan tidak pernah kering walaupun di musim kemarau. Aliran air inilah yang berakhir dengan terjun dan menyatu dengan debur ombak laut selatan disebuah teluk kecil yg dikelilingi batu karang. Nama Banyu Tibo adalah nama yang diberikan oleh masyarakat sekitar dimana air terjun tersebut berada. Arti Banyu Tibo menurut bahasa jawa adalah air yang jatuh

Secara keseluruhan pantai ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pantai-pantai di Pacitan pada umumnya. Yakni berpasir putih dan memiliki air laut yang bersih. Hanya keberadaan air terjun yang membuat pantai ini terlihat berbeda. Area pantai Banyu Tibo sendiri sebenarnya tidak terlalu luas. Bahkan jika air laut sedang pasang kita hanya bisa menikmati pemandangan pantai dari atas tebing. Namun, saat air sedang surut, bermain di area pantai yang dilengkapi dengan sebuah air terjun yang jatuh langsung ke area bibir pantai adalah sebuah pengalaman yang teramat seru. Apalagi volume air terjun disini cukup tinggi. Pantai Banyu Tibo juga dikelilingi oleh bukit-bukit karst dan juga batu-batu karang untuk memambah pemandangan pantai menjadi semakin kompleks namun indah.

Berbagai aktivitas bisa dilakukan pengunjung di pantai ini.Yang hobby mancing bisa mencoba spot mancing disekitar area pantai ini. Karena pinggir pantai didominasi tebing­tebing karang, teknik rock fishing yang banyak dipakai oleh mancing mania.

Top