Category: Palembang

5 Destinasi Wisata yang harus dikunjungi di Palembang

Palembang merupakan ibu kota propinsi dari sumatera selatan. Palembang ini merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Kota Palembang sendiri terkenal karena kota ini merupakan pusat dari Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal. Sehingga membuat kota ini dikenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya”. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km² yang dihuni 1,7 juta orang dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Selain populer dengan pempek-nya, Palembang juga menyimpan beberapa tempat wisata yang indah dan sudah jadi ikon kota ini lho. Palembang menyimpan banyak tempat wisata yang indah yang bisa anda jadikan tujuan untuk menghabiskan waktu libur anda.

  1. Jembatan Ampera

Jembatan yang menjadi ciri khas, landmark atau ikon kota Palembang yang dibangun pada tahun 1962 ini menghubungkan daerah seberang Ulu dan seberang Ilir. Kedua wilayah ini terpisahkan oleh sungai Musi. Dulu jembatan ampera memiliki motor penggerak yang bisa terangkat jika ada kapal besar yang melintas di bawahnya. Tetapi sejak tahun 1970 fungsi ini dihentikan agar tidak mengganggu perjalanan yang melintas. Karena waktu yang dibutuhkan untuk membuka jembatan sampai terangkat sempurna sekitar 30 menit. Jembatan Ampera yang memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter ini dinamakan Jembatan Bung Karno. Pemberian nama tersebut ditujukan sebagai bentuk penghargaan kepada Soekarno yang sudah memperjuangkan keinginan warga Palembang yang menginginkan sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Namun, Bung Karno tidak setuju dengan pemberian nama tersebut. Makan, jembatan itu dinamakan Jembatan Ampera, sesuai fungsinya yaitu sebagai Amanat penderitaan Rakyat (slogan bangsa Indonesia tahun 1960-an).

Dulunya Sungai Musi adalah sarana transportasi utama. Di tepiannya, terdapat beberapa obyek wisata, seperti Restoran Terapung, Benteng Kuto Besak, Kampung Arab, dan lain-lain. Pada pagi atau siang hari mungkin jembatan ini terlihat biasa saja, tapi menjelang malam hari, Jembatan Ampera tampak sangat indah dengan lampu­lampu yang menghiasinya. Disepanjang Sungai Musi terdapat banyak objek wisata yang bisa dikunjungi misalnya, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Benteng Kuto Besak, Pasar 16 Ilir, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Jembatan Musi II, Kilang Minyak Pertamina, Rumah Sakit, Pantai Bagus Kuning, Masjid Al Munawar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di dekat Jembatan Ampera juga terdapat pasar yang menyediakan oleh-oleh atau souvenir khas Palembang. Bagi wisatawan yang lapar pun tidak perlu khawatir karena di pasar tersebut juga menyediakan berbagai macam makanan yang dapat dinikmati dan mengisi kekosongan pada perut. Jika Anda ingin melihat keindahan dari Jembatan Ampera ini adalah di waktu malam hari karena di waktu itulah jembatan ini selalu dihiasi dengan lampu-lampu yang warna-warni dan sangat terang serta memancar ke segala arah. Arah sinar dari lampu yang memancar itu tidak hanya menyamping, tetapi menjulang ke atas langit. Keindahan ini tampak lebih sempurna karena teknik pencahayaan yang digunakan ditata secara khusus, sehingga kemegahan jembatan ini semakin terlihat sempurna.

  1. Pulau Kemaro

Pulau Kemaro merupakan salah satu tempat wisata di Palembang yang paling terkenal. Pulau ini menjadi destinasi wisata favorit buat masyarakat Palembang dan lokasinya yang berada di tengah Sungai Musi, tak jauh dari Jembatan Ampera Palembang, hanya sekitar 6 km jaraknya. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah Klenteng yang banyak didatangi oleh umat Buddha untuk berdoa dan berziarah. Di Pulau Kemaro terdapat beberapa hal menarik, misalnya pagoda berlantai 9 yang dibangun pada tahun 2006, dan pohon cinta. Di sana ada makam seorang Putri Palembang, putri yang menikah dengan pangeran dari China. Sang pangeran yang tenggelam terlebih dahulu ke sungai, akhirnya disusul oleh sang putri. Masyarakat setempat percaya bahwa bila sepasang kekasih mengukir namanya di pohon cinta ini, maka hubungan cinta mereka akan berlanjut sampai dengan pernikahan.

Untuk menuju kesana, kalian cukup membayar biaya perahu yang banyak ditemukan disekitar Jembatan Ampera. Jenis transportasi yang ditawarkan umumnya berbentuk perahu kayu, mulai dari perahu tongkang ukuran besar, perahu ketek ukuran sedang, hingga perahu kecil yang disebut speedboat. Jika anda merupakan rombongan besar lebih dari 10 orang, anda mungkin bisa menyewa perahu tongkang. Untuk biaya sewanya memang cukup menguras isi dompet, yaitu berkisar Rp 1,5 – 2 juta. Jika anda merupakan rombongan kecil kurang dari 10 orang anda bisa menyewa perahu ketek ukuran sedang dengan harga berkisar Rp 300 – 400 ribu. Sementara jika anda merupakan rombongan kecil di bawah 5 orang anda bisa menyewa speed boat dengan harga sekitar Rp 200 – 250 ribu. Biaya sewa tersebut mencakup perjalanan pergi pulang, ada yang sistemnya mereka menunggu, ada juga yang sistemnya nanti akan dijemput lagi sesuai waktu yang disepakati. Adapun lama waktu tempuh dari tepian Pelataran Sungai dengan BKB menuju lokasi Pulau Kemaro tentunya tergantung jenis perahu yang disewa. Untuk Perahu tongkang dan ketek relatif lebih lambat, waktu tempuhnya berkisar 25 – 30 menit. Sementara jika memakai speedboat waktu tempuhnya bisa 10-15 menit.

  1. Benteng Kuto Besak

Palembang juga memiliki peninggalan bangunan bersejarah dari Kerajaan Palembang Darussalam saat masa pendudukan bangsa Belanda yang masih bertahan hingga sekarang. Benteng ini adalah satu­satunya benteng yang menggunakan dinding batu di Indonesia yang dulu dijadikan pertahanan untuk menangkal serangan dari penjajah Belanda. Di dalam benteng ini terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya serta rumah sakit. Benteng yang berlokasi persis di tepi Sungai Musi ini bukan bangunan biasa. Karena Benteng Kuto Besak sudah berumur ratusan tahun. Benteng Kuto Besak dibangun pada tahun 1776-1803 Masehi pada saat pemerintahan Sultan Muhammad Badaruddin. Usia bagunan ini mencapai ratusan tahun, sehingga membuat tempat wisata ini menjadi sangat menarik dengan nilai sejarah yang tinggi. kemegahannya masih terlihat dari benteng dengan tinggi mencapai 9,9 meter, panjang 288,75 meter dan lebar 183,75 meter. Apalagi tebalnya mencapai 1,99 meter. Di setiap sudut benteng ini terdapat benteng pertahanan, salah satunya yang ada di sebelah barat laut, memiliki ukuran lebih besar dari ketiga benteng pertahanan lainnya.

Dari Benteng Kuto Besak, Anda dapat melihat banyak kapal berlayar di Sungai Musi. Benteng Kuto Besak adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang sudah menjadi ikon unik karena keindahan yang ditawarkannya, terutama pada sore hari. Ketika malam tiba, biasanya Benteng Kuto Besak diramaikan oleh pedagang pasar malam yang menyajikan aneka kuliner yang enak-enak, salah satunya pempek. Juga ada berbagai macam jajanan kaki lima yang nggak kalah lezat. Bakal lebih asyik, jika kamu makan malam di atas kapal restoran terapung. Suasana malam makin terasa hangat karena ada deretan lampu taman dengan refleksi warna kuning dari permukaan sungai.

  1. Gunung Dempo

Gunung Dempo merupakan salah satu obyek wisata alam Kabupaten Lahat yang merupakan puncak tertinggi salah satu dari kumpulan pegunungan yang dikenal dengan bukit barisan ini memilki tinggi 3.195 mdpl. Gunung tertinggi di Sumatera Selatan ini dapat dicapai langsung dari Palembang dengan kendaraan pribadi selama lebih kurang 6 jam, menempuh jarak sepanjang 295 km. Dapat juga mempergunakan bus umum dari Lahat menuju Pagar Alam (60 km), dan dari sini dilanjutkan dengan bus lain menempuh jarak 9 km sampai ke perkebunan dan pabrik teh lereng gunung. Obyek wisata ini mirip dengan keindahan gunung Lokon Tomohon.

Gunung Dempo menyajikan pemandangan yang sangat indah dengan kebun teh berhektar-hektar. Uniknya, kawahnya bisa berubah warna sewaktu-waktu, kadang putih, biru, atau hijau. Di dekat Gunung Dempo terdapat Kampung Ampat, yaitu desa yang kebanyakan masyarakatnya berasal dari suku Jawa. Mereka juga menggunakan bahasa Jawa dan menjadi tujuan transmigrasi masyarakat Jawa. Serta memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit hutan Montane serta Hutan Ericaceous atau yang disebut hutan gunung. Gunung ini terletak pada perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Gunung Dempo sendiri merupakan gunung berapi yang masih aktif. Sehingga tak heran jika masih tampak terlihat asap dan semburan lumpur yang menuju ke dataran rendah. Salah satu hal yang menarik dari Gunung Dempo adalah adanya sumber mata air yang berada pada lembah yang terhampar ditengah antara puncak Gunung Dempo dan Gunung Marapi. Selain itu panorama yang indah yang diberikan ketika para pendaki berada diatas puncak gunung dempo dapat menjadi suatu kepuasan tersendiri.

  1. Air Terjun Maung ( Curup Maung)

Air terjun curug maung ditemukan oleh warga sekitar awal tahun 2014. Air Terjun Maung adalah salah satu dari 76 air terjun di Kabupaten lahat. Air Terjun Maung memiliki tinggi hampir 80 meter dengan lebar yang hampir sama dengan tingginya. Air Terjun Maung ini lebih populer dengan sebutan Curup Maung dengan pemandangan alam disekitar lokasi Curup Maung yang masih sangat hijau dan alami, menjadi daya tarik utama wisatawan. Meskipun ramai akan pengunjung, namun air terjun ini masih terlihat eksotik. Sepanjang 80 meter aliran air tersebut terbagi oleh dinding jurang dan rumput yang hijau. Itulah yang membuatnya tampak indah, sekaligus berbeda dari air terjun lainnya.

Di sebelah kanan Air Terjun Maung ada dua air terjun kembar yang mengalir deras. Menurut masyarakat setempat, Air Terjun maung berasal dari Ayek Mingkek yang mengalir melalui goa dan kemudian terhempas ke Sungai Lematang. Disana terdapat 2 Air terjun besar dan 5 air terjun kecil. Dengan ketinggian 200 M. Diatas air terjun tumbuh pepohonan dan kebun kopi masyarakat. Lokasinya berada di Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat. Kurang lebih sekitar satu jam dari Ibu Kota Kabupaten Lahat menuju Kecamatan Gumay Ulu. Setelah sampai kelokasi dilanjutkan dengan berjalan kaki selama ± 1 jam untuk sampai ke curug maung, Anda akan melewati hutan dan kebun kopi dengan medan yang menurun dengan tingkat kecuraman hampir 45 derajat. Untuk kesini cukup membayar tiket masuk dan parkir seharga Rp 5000,-.

Top