Category: Palopo

5 Destinasi Wisata yang Populer Di Palopo

Palopo, merupakan kota yang terletak di ujung utara Propinsi Sulawesi Selatan itu, berjarak 362 km dari Makassar, juga memiliki sejumlah lokasi wisata budaya dan alam yang potensial untuk dikembangkan. Kota ketiga setelah Makassar dan Parepare di Provinsi Sulsel ini memiliki sembilan kecamatan yaitu Kecamatan Wara, Kecamatan Telluwanua, Kecamatan Wara Utara, Kecamatan Wara Barat, Kecamatan Wara Timur, Kecamatan Mungkajang, Kecamatan Sendana, Kecamatan Bara dan Kecamatan Wara Selatan. Kota Palopo juga tergolong kota yang bersih. Kota Palopo sudah beberapa kali mengantongi penghargaan bergengsi di Bidang Kebersihan, salahsatunya yaitu Piala Adipura. Kota yang berjuluk Kota IDAMAN (Indah, Damai, Aman) dikelilingi gunung-gunung yang sangat indah bila dipandang. Selain itu juga terkenal dengan sejumlah makanan khas seperti Kapurung, Barobbo dan yang lainnya, Kota Palopo juga menyimpan potensi wisata alam yang sangat luar biasa. Berikut ini wisata yang ada di palopo;

  1. Wisata Alam Latuppa

Latuppa yang berada sekitar 5 km dari pusat kota Palopo merupakan salah satu tujuan wisata dari warga baik itu dari kota Palopo sendiri maupun dari daerah sekitarnya. Latuppa merupakan sebuah salah satu sungai yang membelah kota Palopo selain sungai boting. Selain dijadikan sebagai objek pariwisata, sungai Latuppa merupakan sungai yang juga memiliki peranan penting dalam menyediakan kebutuhan akan air bersih bagi warga kota Palopo. Sungai tersebut memasok seluruh kebutuhan air bersih untuk kota Palopo. Kawasan pariwisata agrowisata. Berhawa sejuk bernuansa pegunungan. Berada di ketinggian sekitar 200 meter dari permukaan laut. dikenal sebagai penghasil buah-buahan, terutama durian dan rambutan. Kawasan ini juga menjadi dan sumber mata air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palopo.

Latuppa yang berada di kawasan pegunungan tropis, membuat pemandian ini berbeda dengan sungai-sungai di daerah kota pada umumnya. Aliran airnya masih alami, bening dan sejuk. Disana, anda bisa langsung menceburkan diri kedalam aliran air sungai, sambil menikmati nuansa pegunungan dan pemandangan hutan tropis. Anda juga bisa mencoba merasakan sensai pijat alami di aliran sungainya, karena aliran sungai Latuppa dipenuhi dengan bebatuan yang besar-besar. Selain menawarkan permandian alamnya, Latuppa juga memiliki air terjun hingga tiga tingkat dengan nuansa pegunungan yang sejuk. Air Terjun ini letaknya tak jauh dari Sungai Latuppa. Objek wisata alam ini sudah mulai dikenal banyak orang sejak tahun 1990-an dan sampai sekarang Latuppa sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara.

Selain menawarkan permandian alamnya, Latuppa juga memiliki air terjun hingga tiga tingkat dengan nuansa pegunungan yang sejuk. Air Terjun ini letaknya tak jauh dari Sungai Latuppa. i kawasan pemandian alam Latuppa sebenarnya terdapat banyak tanaman buah seperti rambutan, langsat, durian, dan manggis. Biasanya musim buah datang dua kali dalam setahun.  Musim buah pertama terjadi pada Februari hingga Mei. Sedangkan musim buah kedua di bulan November. Untuk masuk ke tempat wisata ini Pengelola hanya menarik biaya Rp 1.000 per kendaraan.

  1. Gua Kallo Dewata

Gua Kallo Dewata terletak di Desa Lebang, Kecamatan Wara Utara. Di zaman penjajahan, gua ini dijadikan sebagai benteng pertahanan para pejuang kemerdekaan dari serangan para tentara Jepang dan Koloni Belanda. Letaknya di Kelurahan Battang Kecamatan Wara Barat kilometer 12 arah Palopo-Toraja atau jaraknya sekitar 9 Km dari pusat kota palopo. Di dalamnya terdapat sebuah lubang dengan kedalaman sekitar 30 meter. Meski minim stalaktit dan stalakmit gua ini menyimpan pesona wisata yang cukup menarik untuk ditelusuri. Gua ini adalah gua tertua yang diyakini sebagai tempat peristirahatan para dewa. Di mana di dalam liang gua terdapat tiga ruangan bersegi empat. Selain itu, juga ada keris yang terbuat dari batu, serta perabot kuno berupa guci benda kuno lainnya.

Menempuh berjalanan menanjak dan berkelok di lintas transSulawesi Palopo-Tanatoraja, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lorong Gua Kallo Dewata yang menyimpang keunikan yang luar biasa itu. Bayangkan saja, lorong di gua ini dapat terhubung dengan beberapa gua lain yang ada di Kota Palopo, walaupun jaraknya terbilang sangat jauh. Seperti salah satu gua yang ada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Gua Kallo Dewata, selama ini dijadikan tempat bersarang kelelawar. Potensi ini dimanfaatkan masyarakat setempat dengan mengumpulkan kotoran kelelawar untuk dijual sebagai pupuk tanam.

  1. Pantai Labombo

Pantai Labombo adalah sebuah suguhan panorama wisata bahari yang menawan. Sepanjang kawasan pantai dipenuhi barisan pohon kelapa dan beberapa gazebo terbangun indah. Berjarak dari pusat kota hanya sekitar 2 km dan mudah untuk dijangkau dengan kendaraan membuat pantai ini menjadi pilihan menarik untuk menghabiskan waktu libur. Selepas mata memandang, tampak birunya laut dan tempat pelelangan ikan (TPI) dan Pelabuhan Tanjung Ringgit terlihat jelas. Sarana rekereasi wisata bahari ini memiliki luas sekitar 2 Ha dan menjadi kawasan wisata andalan Palopo.

Disini pula kita dapat menikmati sarana permainan yang menantang adrenalin yang disediakan oleh pengelola seperti wahana Flying Fox, Outbound, dan juga pembangunan taman bermain dan alat-alat pembantu yang lain seperti bebek-bebek. Di pantai ini terdapat replika taman Safari yang terdiri dari berbagai macam patung hewan yang semakin menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Pengunjung juga bisa menikmati makanan khas kota Palopo, seperti: kapurung, lawak, ikan bakar dan makanan lainnya dengan harga terjangkau. Selain menjadi daerah wisata yang banyak didatangi oleh turis lokal, pantai labombo yang sudah dikenal masyarakat palopo pada umumnya merupakan Icon pariwisata bagi Kota palopo yang berencana menjadi daerah transit bagi turis mancanegara yang datang di Kota palopo.

  1. Bukit Sampoddo’

Bukit  Sampoddo’ terletak di Kecamata Wara Selatan atau sekitar tujuh kilometer sebelum memasuki Kota Palopo atau berbatasan dengan Kabupaten Luwu, merupakan lokasi wisata di mana Anda dapat menikmati keindahan Kota Palopo dari ketinggian. Dari Bukit  Sampoddo’ anda akan melihat tiga sudut pandang yang memanjakan mata. Pertama nuansa pegunungan, kedua daratan kota dan ketiga daerah pesisir. Nuansa pegunungan dengan hawa sejuk begitu kental terasa. Di kiri-kanan jalan yang berkelok, barisan pohon jati tumbuh menjulang. Rumput-rumput hijau dan pot-pot bunga tertata rapi di sepanjang jalur perjalanan. Rindangnya pepohonan dan sejuknya udara di Bukit Sampoddo kemudian menarik minat para pedagang untuk membangun tempat nongkrong yang cukup nyaman. Di sepanjang jalan, puluhan kedai berjejer menawarkan jagung rebus-bakar yang disiapkan pedagang setempat. Sambil makan, kita bisa bersantai memandang indahnya alam Palopo, petak sawah, tambak, dan laut Teluk Bone. Waktu yang paling ramai adalah di sore dan malam hari. Apalagi di hari libur, banyak pengunjung yang memang berniat ke Bukit Sampoddo untuk bersantai sambil makan jagung. Untuk anda yang ingin menikmati pemandangan alam kota Palopo dari atas ketinggian, tentu saja Bukit Sampoddo adalah lokasi yang paling tepat.

  1. Rumah Adat Langkanae dan LokkoE

Di rumah adat Langkanae dan LokkoE (kuburan datu – datu Luwu) ini, terdapat beberapa bangunan gedung bersejarah yang memiliki histori bagi masyarakat Palopo dan kawasan Luwu. Salah satunya adalah Istana Datu Luwu, yang saat ini difungsikan sebagai Museum Kerajaan Luwu dan diberi nama Museum La Galigo. Lokasi rumah adat ini kerap digunakan sebagai tempat kegiatan sanggar budaya dan kegiatan adat lainnya. Sementara kawasan wisata LokkoE yang terletak di Luminda, Sabbamparu, merupakan tempat pemakaman raja-raja (datu) Luwu. Tempat pemakaman ini menyerupai piramida yang ada di Mesir. Berbentuk kerucut dan di dalamnya disemayamkan para mendiang raja-raja Luwu yang dianggap dewan adat Luwu berhak dimakamkan di tempat pemakaman ini.

Top