Category: Palu

5 Destinasi Wisata Andalan di Palu

Palu merupakan sebuah kota di timur indonesia yang tepatnya berada di provinsi sulawesi tengah. Palu merupakan sebuah Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Palu merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah, berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah barat dan Utara, Kabupaten Sigi di sebelah selatan, dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah timur. Kota palu ini mempunyai luas wilayah sekitar 61.841,29 Km persegi. Dengan luas wilayah tersebut, kota ini mempunyai penduduk sekitar 2,8 jutaan jiwa. Kota Palu merupakan kota lima dimensi yang terdiri atas lembah, lautan, sungai, pegunungan, dan teluk. Sehingga memiliki potensi wisata yang bagus dan favorit. Berikut ini 5 destinasi wisata bagus yang ada di Palu.

  1. Pantai Talise

Pantai Talise adalah objek wisata umum dan paling ramai yang ada di kota Palu. Terletak di Jalan Rajamoili dan Jalan Cut Mutia, Kecamatan Palu Timur, Provinsi Sulawesi Tengah. Pantai Talise sendiri diambil dari sebuah kata dalam bahasa Kaili yang berarti Ketapang. Menurut masyarakat sekitar, dahulu kala banyak terdapat pohon ketapang di pantai ini. Oleh karena itu pantai ini lalu diberi nama Pantai Talise (Pantai Ketapang). Selain karena letaknya yang sangat dekat dengan perkotaan, akses menuju tempat ini juga sangat mudah dengan harga yang cukup terjangkau. Pantai Talise terletak 2 km sebelah utara Kota Palu tepatnya di Kecamatan Palu Timur, Pantai ini merupakan tempat wisata utama di Kota Palu setelah Istana Pusat Sulawesi. Pantai ini membentang di Kota Palu hingga Kabupaten Donggala.

Pantai Talise membentang disepanjang pesisir Teluk Palu yang terkenal dengan hamparan pasir putih yang bersih dan lembut serta air lautnya yang jernih dan ombak yang sangat tenang. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di tempat ini diantaranya berenang, bermain pasir, berjemur matahari, berjemur matahari, memancing, sky air, selancar angin maupun jet sky. Kebanyakan masyarakat Palu sering menghabiskan waktu di sore hari untuk menyaksikan momen matahari tenggelam dari pinggir pantai. Selain itu Anda juga dapat menikmati keindahan Pantai Talise dengan hanya sekedar duduk-duduk bersantai hamparan teluk dan pegunungan yang sangat eksotik. Menjelang sore hari, para wisatawan dapat menyaksikan keindahan terbenamnya matahari diantara Gunung Gawalise yang letaknya tidak jauh dari pantai ini. Di malam hari pun banyak wisatawan yang sengaja mendatangi Pantai Talise ini. Di malam hari pengunjung dapat menyaksikan keindahan lampu-lampu hias yang sengaja dipasang di perahu-perahu nelayan yang bergerak-gerak di tengah teluk.

  1. Taman Nasional Lore Lindu

Secara administratif berada di Kabupaten Donggala (Kecamatan Kulawi, Sigibiromaru, Palolo dan Pipikoro) dan Poso (Kecamatan Lore Utara, Lore Tengah, Lore Timur, Lore Piore, Lore Barat dan Lore Selatan) Provinsi Sulawesi Tengah, kurang lebih 60 km sebelah barat kota Palu. Untuk perjalanan darat dapat ditempuh sekitar 3,5 jam dari Palu atau sekitar 1,5 jam dari Poso. Kawasan ini telah ditetapkan sejak Tahun 1993 yang merupakan gabungan Suaka Alam Lore Kalamata dan Hutan Lindung dan Taman Rekreasi Danau Lindu. Secara biogeografis kawasan ini merupakan daerah peralihan antara Zona Asia dan Zona Australia atau disebut Garis Wallace (Wallace Line) yang membentang dari Taman Nasional Nani Wartabone di Bolaang Mongondou hingga Donggala dan Poso melintasi hutan TNLL dan menembus sampai ke hutan-hutan tropis di Sulawesi Tenggara.

Taman Nasional Lore Lindu (TN-LL) merupakan hutan warisan alam dunia yang sangat kaya dengan keanekaragaman flora dan faunanya. Selain untuk berekreasi mendaki gunung, memanjat tebing sambil menikmati panorama alamnya yang indah dan sejuk, juga menjadi obyek penelitian para peneliti dalam dan luar negeri. Taman Nasional Lore Lindu juga sebagai cagar biosfer dunia.

Taman Nasional Lore Lindu merupakan kombinasi antara keindahan danau, gunung, flora dan fauna. Yang menarik dari tempat ini yakni adanya batu bata dari zaman megalitik yang tersebar di tempat wisata ini. Selain itu, flora dan fauna yang langka dan masuk kategori dilindungi juga bisa Anda lihat ditempat ini. Selain itu juga menyuguhkan pesona pantai yang tak kalah menarik dengan pantai lainnya. Kawasan ini membentang dari Kabupaten Donggala Palu dan wilayah Poso Sulawesi Tengah. Beberapa spot wisata yang menarik untuk dikunjungi di dalamnya yaitu: Lembah Besoa untuk Melihat habitat maleo dan batu megalit. Danau Lindu sebagai tempat bersampan dan pengamatan satwa burung. Lembah Saluki, Lembah Bada, Lembah Napu untuk melihat berbagai batu megalit. Gunung Nokilalaki, Gunung Rorekatimbo, dan sungai Lariang sebagai obyek wisata menarik untuk pendaki gunung, bird watching di Padeha, air terjun di Wuasa dan Kolori, air panas di Watumaeta dan Lengkeka, camping ground di Wuasa, arung jeram di Sungai Lariang di Gintu, satwa liar rusa di Torire dan anoa di padang Lelio, Watumaeta, Wuasa serta satwa tarsius di Lengkeka dan pemandangan danau Lewuto. Di samping itu terdapat pula wisata budaya etnik lokal di lembah Napu dan Bada yang unik dan kaya dengan adat istiadat.

  1. Air Terjun Saluopa

Air Terjun Saluopa terletak di Desa Tonusu,  Pamona Utara, Poso, Sulawesi Tengah. Tempat wisata ini berada tidak begitu jauh dengan Kota Tentena atau lebih tepatnya di sebelah barat Kota Tentena dengan jarak kurang lebih sekitar 12 km. Untuk menuju ke lokasi wisata tersebut kita dapat menempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Butuh waktu 5-7 jam menuju Poso jika melewati jalur darat, kalau ingin via udara langsung dari Kota Makassar juga ada menuju Poso. Selanjutnya dari Poso menuju Tentena, sekitar 1,5 hingga 2 jam. Menuju titik air terjun butuh waktu sekitar setengah jam dari pusat Kota Tentena.

Air terjun ini juga dijuluki dengan sebutan Air Luncur Saluopa. Karena air terjun Saluopa memiliki sumber mata air dari pegunungan setempat yang sangat jernih serta airnya meluncur deras dari puncak gunung dengan ketinggian sekitar 25 meter. air terjun ini terlihat menarik karena memiliki 12 tingkatan dan setiap di setiap tingkatannya membentuk sebuah kolam kecil, serta tangga batu yang dapat didaki oleh para pengunjung karena tidak licin. Sehingga membuat pemandangan di air terjun ini nampak sangat indah dan menajubkan, ditambah lagi kesejukan air pegunungan siap memanjakan anda saat mandi di bawah air terjun Saluopa. Lingkungan di air terjun ini masih terdapat hutan  yang asri karena banyaknya pepohonan, dimana pengunjung bisa melihat flora dan fauna hutan yang akan membuat anda semakin betah berlama-lama menikmatinya.

  1. Sinkhole Pusentasi

Pusentasi yang berartikan Pusat Laut ini berbentuk seperti sumur raksasa yang berdiameter 10 meter dengan kedalaman tujuh meter. Terletak persis di Dusun Simbe, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Jika ditempuh darat menggunakan kendaraan bermotor, seperti sepeda motor dan mobil dari Banawa ibu kota Kabupaten Donggala hanya berjarak 12 kilo meter. Sedangkan jika ditempuh dari Palu ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kendaraan pribadi hanya berjarak 46 kilo meter, dengan durasi waktu yang anda perlukan tidak kurang dari 45 menit perjalanan. Pusat Laut atau Pusentasi ini masih berada di kawasan Pantai Tanjung Karang, sebuah pantai yang juga cukup terkenal keindahannya. Hanya sekitar 500 meter dari bibir Pantai Tanjung Karang.

Pusentasi atau Pusat Laut ini berupa sebuah sumur raksasa, sumur tersebut terbentuk secara alami dan mempunyai ukiran bebatuan. Air di dalamnya berwarna biru jernih dan berasa asin seperti air laut. Konon terdapat terowongan yang menghubungkan lubang ini ke laut. Yang membuat unik adalah air di dalam sumur tidak pernah keruh meskipun banyak orang yang menggunakannya untuk berenang ataupun menyelam. Keunikan lainnya adalah, air di dalam sumur raksasa ini akan pasang bila air laut sedang surut dan akan surut ketika air laut sedang pasang. Telah disediakan tangga untuk bagi pengunjung yang ingin berenang di lubang ini. Untuk berenang pun harus dengan keahlian khusus, mengingat kedalamannya yang tak biasa. Biaya masuk ke Pusat Laut hanya Rp 5.000 untuk anak-anak, Rp 10.000 untuk dewasa, dan Rp 15.000 untuk wisatawan asing per orangnya. Biaya masuk itu, hanya anda bayar jika berkunjung di hari-hari libur, seperti libur Idul Fitri, Natal, Tahun Baru dan di hari Minggu biasa. Sedangkan di hari-hari biasanya, mulai Senin hingga Sabtu bagi pengunjung yang masuk tidak dipungut biaya sepeser pun. Tapi pengunjung yang datang di hari-hari biasa harus menjaga peraturan yang ada di dalam Pusat Laut. Disini juga terdapat beberapa warung-warung makan kecil yang bisa anda cicipi masakannya. Tidak hanya itu, jika anda ingin beristirahat sambil membaringkan badan, juga disediakan tempat istirahat berupa pondok-pondok kecil yang bisa menampung lima sampai enam orang pengunjung.

  1. Danau Poso

Merupakan danau terbesar ketiga yang ada di Indonesia setelah Danau Toba yang sudah Kita kenal di Sumatera Utara & juga Danau Singkarak yang letaknya ada di Sumatera Barat. Danau ini juga termasuk salah satu danau paling dalam & terindah di Indonesia. Danau Poso Danau yang berada di ketinggian sekitar 657 meter dpl & membentang dari arah utara ke selatan dengan luas sekitar 32.000 Ha ini mempunyai kedalaman hingga 510 meter. Sehingga Udara di Danau Poso ini sangat sejuk. Perjalanan ke Danau Poso dapat ditempuh selama 8 jam dari Kota Palu atau 1,5 jam dari Poso.

Danau Poso memang indah dan spesial, Sejauh mata memandang, danau dengan air yang jernih ini dikelilingi oleh pegunungan. Suasana yang tenang akan membuat Anda betah untuk bersantai dan sejenak melupakan rutinitas pekerjaan yang membuat anda penat. Uniknya, air di pinggiran danau berwarna kehijauan. Sedangkan di bagian tengah danau, airnya berwarna kebiruan. Amati saja bagaimana air danau ini begitu jernih meskipun sedang terjadi banjir pada beberapa sungai yang bermuara langsung ke danau ini. Bahkan ada orang yang menyebut air yang jernih danau ini terjadi sepanjang masa, meskipun sedang musim hujan tidak akan membuat airnya menjadi keruh. punya keunikan lainnya, yaitu airnya yang terdapat di tepi danau ini berwarna hijau sedangkan yang ada di tengah danau memiliki warna biru. Di danau ini warga setempat terkadang melihat cahaya layaknya lampu yang berpindah pindah. Itu diyakini mereka sebagai mata dari seekor naga yang jadi penjaga Danau.

Selsin itu jangan kaget bila Anda melihat ombak di danau ini. Hal tersebut karena hembusan angin yang menyapu permukaan air danau, sehingga Anda seolah-olah sedang berada di pantai. Tidak hanya itu, di tepian danau terdapat ikan-ikan kecil, serta hamparan pasir yang putih. Pasir-pasir putih tersebut sama persis dengan pasir-pasir putih di pantai. jadi, Anda pun dapat bermain di tepian danau bersama ikan-ikan kecil atau hanya sekedar menikmati hamparan pasir yang putih. Anda juga  bisa berenang menikmati airnya yang dingin atau sekadar memancing. Tepian danaunya landai dan tidak terdapat bebatuan atau karang, sehingga tidak akan menyakitkan Anda. Selain itu, Anda juga bisa menjelajahi Danau Poso dengan menyewa perahu motor yang ada di terminal kapal tentena atau ikut bersama warga yang akan menuju wilayah Peura di ujung Danau Poso. Di sekitar Danau Poso, terdapat beberapa penginapan bagi Anda yang ingin bermalam dan menyaksikan sinar matahari pagi yang menyinari permukaan air danau. Ada beberapa tempat makan yang menyajikan aneka hidangan seafood di sekitar danau.

Top