Category: Pamekasan

5 Destinasi Wisata Alam Di Pamekasan

Kabupaten Pamekasan, kabupaten yang masih dalam wilayah Provinsi Jawa Timur ini berada di Pulau Madura. Lokasi kabupaten ini juga berada di perbatasan Laut Madura dan Jawa. Kabupaten terpencil yang berada di pulau Madura ini memiliki potensi wisata yang yang menjanjikan. Karena pesona dan keindahan alam dan wisatanya yang fantastis. Berikut ini tempat wisata yang dapat dikunjungi ketika di Pamekasan.

  1. Wisata Api Tak Kunjung Padam

Terletak di Desa Larangan, Tokol, Pamekasan. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Pamekasan, hanya berjarak sekitar 4-5 km saja. Nama itu memang cocok dengan kondisi api di wisata ini yang bahkan tetap menyala meskipun diguyur hujan. Mungkin ini adalah api abadi. Keabadian api ini membuatnya menjadi tempat wisata paling hits di Pamekasan, bahkan menjadi salah satu ikon wisata terkenal di pulau Madura. Fenomena alam yang langka seperti ini hanya ada dua di Indonesia, selain di Pamekasan api abadi juga bisa ditemukan di Bojonegoro.

Keberadaan Api Tak Kunjung Padam sering dikaitkan dengan cerita dahulu yang melegenda yaitu Ki Moko yang sakti mandraguna di madura yang ingi mempersunting putri Palembang dengan mas kawin seekor ikan sejenis lele yang ia dapatkan dari sungai timur. Terjadilah keajaiban ketika pesta pernikahan berlangsung dimana mata ikan yang Ki Moko tangkap berubah menjadi mutiara. Pesta tersebut berlangsung bibawah pohon Palembang dalam keadaan gelap. Mengetahui keadaannya gelap lalu Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah sehingga muncul titik api yang sampai saat ini tidak pernah padam. Sudah pernah dilakukan sebuah penelitian untuk mengetahui kandungan gas dari semburan nyala api yang terdapat di objek wisata Api Tak Kunjung Padam ini, namun hasilnya nihil tidak ditemukan kandungan gas apapun.

Di lokasi Api Abadi, Anda bisa menemukan lebih dari 50 titik api yang keluar dari dalam tanah. Sesuai namanya, Api Abadi berarti api yang tidak akan pernah padam. Hujan deras biasa tak akan mampu memadamkan api. Api hanya padam saat terjadi hujan badai disertai angin kencang. Itupun saat hujan perlahan reda, api akan kembali menyala. Titik-titik api tersebut dikelilingi oleh pagar besi. Di sekitar lokasi, tampak penduduk lokal menjajakan jagung yang bisa Anda bakar sendiri di atas api. 10 menit dibakar di atas api, jagung bakar Anda pun siap disantap. Panas api yang dihasilkan dari celah-celah tanah merata. Nyala birunya seperti api dari kompor gas. Penduduk sekitar pun ada yang memanfaatkan api untuk memasak. Anehnya, api tidak menyebar sampai keluar pagar. Api abadi hanya berada di dalam lingkaran pagar.Tidak ada tiket masuk untuk melihat keajaiban Api Tak Kunjung Padam tapi kamu wajib membayar parkir ya guys. Cukup Rp. 2000 untuk motor, dan Rp. 5000 untuk mobil.

  1. Air Terjun Durbugen

Air terjun ini terletak di Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota Pamekasan. Di sekitar Kelurahan Kowel sebenarnya ada dua air terjun yaitu Air Terjun Palesteran dan Air Terjun Durbugen. Air Terjun Palesteran terbentuk dari bendungan sungai buatan warga sekitar sedangkan Air Terjun Durbugen adalah air terjun alami.Wisata Air Terjun Durbugen Pamekasan memiliki pesona keindahan yang menarik dan unik, sangat disayangkan jika anda berkunjung ke Pamekasan namun tidak berkunjung ke Wisata ini. Wisata ini sangat cocok untuk mengisi liburan anda, apalagi seperti liburan panjang. Air Terjun ini memang pendek tidak memiliki ketinggian seperti air terjun pada umumnya. Namun, suara airnya cukup memberikan ketenangan pada para pengunjung. Selain itu, wisata ini jauh dari pusat kota jadi bisa dijadikan tempat bersantai dan merenung sejenak.

Air terjun Durbugen ini sangat cocok buat kamu yang ingin memancing atau pun bermain air. Tapi sebaiknya datang saat musim penghujan ya biar main airnya lebih berasa. Konon area sekitar air terjun ini punya mitos seram yaitu memiliki penunggu yang suka mengganggu orang yang berkunjung ke sana. Warga menyarankan pada traveler yang datang untuk berhati-hati dan selalu mengucapkan salam sebelum masuk ke kawasan air terjun.

  1. Pantai Jumiang

Pantai ini terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Hanya berjarak sekitar 12 km ke arah tenggara Kota Pamekasan. Kabar gembiranya, kondisi jalan raya dari Kota Pameksan menuju Pantai Jumiang sudah sangat bagus. Bahkan sudah ada layanan saran transpotasi umum yang bisa membawamu menuju pantai. Pantai Jumiang memiliki kontur yang berbeda dengan pantai-pantai di Pulau Madura pada umumnya. Pantai ini dihiasi tebing-tebing tinggi. Sunset dan sunrisenya yang mempesona, dan gugusan karang yang memikat.

Salah satu sisi pantai ini berupa tebing tinggi yang memungkinkan traveler melihat hamparan laut yang luas seakan tak bertepi. Sebelumnya, sepanjang perjalanan menuju pantai traveler juga akan disuguhi dengan pemandangan tambak garam yang luas. Selain itu pula , gugusan yang terdiri dari tebing dan juga karang ini menyajikan pemandangan dan ke eksotisannya tersendiri. Debur ombak yang menerobos langsung tepat berada di sela-sela karang ini seakan – akan menciptakan sensasi pengalaman wisata air yang sangatlah indah. Seolah olah , waktu ini enggan beranjak pada saat kita mengunjungi pantai Jumiang ini . Untuk menikmati pesona Pantai Jumiang, kamu cukup membayar Rp. 5000 saja.

  1. Bukit Waru

Terletak di Desa Waru Barat dan Waru Timur,  Kecamatan Waru. Dari kejauhan, Bukit Waru seperti tembok raksasa yang berdiri kokoh. Sejak dulu, Bukit Waru menyimpan potensi alam yang begitu indah. Keanekaragaman populasi satwa dan tumbuhan menjadi ciri khas tak terlupakan. ternyata Bukit Waru adalah bukit tertinggi di Pamekasan. Bukit Waru memiliki pesona keindahan tersendiri yang menjadikan sebagai background untuk berfoto atau selfie ria, ada pun warga yang berfoto untuk sesi priweding di lokasi Bukit Waru ini, jika anda berkunjung maka siapkan batrey ponsel atau kamera anda dengan full agar bisa berfoto dengan berbagai pose.

Batuan Bukit Waru lah menjadi pemandangan pertama ketika anda mendekati area perbukitan waru, Secara alami, terdapat relief menarik di perbukitan waru ini, jika di kaki bukit dan memandang ke arah Selatan, anda akan melihat Kecamatan Waru dan di sisi Utara anda akan melihat hamparan laut luas yang indah di pandang mata. Banyaknya sejumlah titik, banyaknya batu-batu bukit yang begitu kokoh dapat dijadikan sebagai olah raga alam, seperti panjat tebing, saat ini banyak sekali pengunjung yang datang ke Bukit Waru, karena rute menuju lokasi sudah enak dengan jalannya yang beraspal.

  1. Gua Blaban

Gua blaban merupakan Gua hasil temuan warga Madura. Gua blaban ini berada di Dusun Rojing, Desa Blabar, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan Madura Gua Blaban ini ditemukan oleh warga sekitar. Temuan itu bermula saat beberapa orang pekerja sedang menggali sumur untuk kebutuhan air minum. Pada kedalamam 7 meter, penggali sumur justru menemukan lubang besar berdiameter 50 meter persegi dan pada dinding lubang itu penuh dengan batu akik. Atas temuan itu, pemilik sumur langsung melaporkan ke Kepala Desa Blaban Sukrianto dan selanjutnya informasi penemuan gua batu akik itu menyebar luas di masyarakat.

Untuk memasuki gua tersebut pengunjung diharuskan membayar biaya masuk sebesar Rp. 20.000 sebagai karcis masuk. Kemudian menuju sebuah sumur yang terdapat tangga besi melingkar hingga mencapai dasar gua dengan jarak sekitar 4 meter. Didalam gua, udara terasa cukup pengap dikarnakan kurangnya ventilasi untuk keluar masuk oksigen serta suhu didalam gua yang cukup hangat. Semua akan terbayar ketika melihat cantiknya bebatuan stalaktit dan stalagmit yang terdapat didalam Gua.

Top