Category: Pasuruan

5 Destinasi Wisata Menarik di Pasuruan

Pasuruan adalah kabupaten di Jawa Timur yang dihuni 1,4 juta jiwa di wilayah seluas hampir 1.500 kilometer persegi. Selain Kabupaten Pasuruan, ada juga Kota Pasuruan, yang terletak di sebelah utaranya, berbatasan dengan Selat Madura. Kabupaten Pasuruan adalah daerah tujuan wisata, pertanian, dan perindustrian. Batas utara Kabupaten Pasuruan adalah Selat Madura dan Kabupaten Sidoarjo. Batas timur adalah Kabupaten Probolinggo. Batas selatan adalah Kabupaten Malang. Batas barat daya adalah Kota Batu. Batas barat adalah Kabupaten Mojokerto. Berikut ini 5 destinasi wisata di pasuruan yang bisa anda kunjungi.

  1. Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah salah satu gunung berapi aktif yang ada di Indonesia, tepatnya di Jawa Timur dan meliputi 4 kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Bromo jadi tujuan wisata terkenal di Jawa Timur dan hampir tidak pernah sepi setiap harinya. Tempat paling favorit adalah Penanjakan. Kita bisa menikmati matahari terbit, udara segar, dan pemandangan laut pasir yang luas tak terbatas. Udara sejuk dengan suhu rata rata 5°C s/d 8°C dengan ketinggian 3.676 meter dpl. Penanjakan dapat dicapai melalui Nongkojajar, jaraknya 40 km dari kota Pasuruan. Dari Malang atau Surabaya berjarak 85-90 km. Gunung Bromo terkenal sebagai icon wisata probolinggo paling indah dan paling banyak dikunjungi. Kata “Bromo” berasal dari kata “Brahma”  yaitu salah satu Dewa Agama Hindu. Gunung Bromo memang tidak besar seperti gunung api lain di Indonesia tetapi pemandangan Bromo sangat menakjubkan sekali. Keindahan Gunung Bromo yang luar biasa membuat wisatawan kagum.

Selain Panorama Gunung Bromo, anda dapat merasakan sensasi bersentuhan dengan masyarakat Suku Tengger. Mereka masih mempunyai adat istiadat alias tradisi yang terus dijaga. Konon mereka keturunan para prajurit Majapahit yang terdesak akibat perkembangan agama Islam di akhir abad ke-13. Mereka tetap bertahan dengan budaya nenek moyang. Masyarakat Tengger beragama Hindu dan bekerja sebagai petani sayur-sayuran. Namun ada keputusan dari Parisada Hindu Darma Wasya yang menyatakan rakyat Tengger memeluk agama Budha Wahayana karena tidak memiliki candi dalam melakukan upacara. Mereka melakukan peribadatan diadakan di punden-punden atau Danyang. Yadnya Kasada merupakan Upacara Sakral yang dilakukan di Poten dan Kawah Gunung Bromo dengan harapan agar mereka diberi Keselamatan dan Kebahagiaan disamping itu juga diadakan Pemilihan dan Pelantikan Dukun.

Ada beberapa objek wisata di sekitaran Bromo yang perlu kamu sambangi, di antaranya yaitu Puncak Gunung Penanjakan, Lautan Pasir Gunung Bromo Dan Kawah Bromo, Padang Rumput Savana, Pasir Berbisik, dan Pura Poten. Gunung Bromo terkenal dengan keindahan sunrise atau matahari terbitnya, namun ada keunikan lain dari gunung ini yaitu adanya lautan pasir  berbentuk kaldera yang luas yang berada di atas Gunung. Selain melihat keindahan matahari terbit dari Puncak Penanjakan 1 Bromo  serta Kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap belerang putih yang terkenal tersebut. Kesemuanya itu memiliki pesona alam yang indah dan menawan. Tentunya kamu tidak akan pernah melupakan liburanmu saat berkunjung ke tempat ini.

  1. Air Terjun Coban Baung

Coban Baung terletak di Desa Cowek, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur. Berjarak sekitar 65 km dari Surabaya dengan waktu tempuh sekitar 90 menit atau 30 km dari Malang dengan waktu tempuh 45 menit. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 100 m dan terletak di dalam Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung yang memiliki luas 195,50 Ha. Air terjun ini bergandengan dengan Kebun Raya Purwodadi di sebelah barat dan merupakan pertemuan dua aliran sungai, yaitu Sungai Welang dan Sungai Beji. Selain Coban Baung, di sisi timur lokasi terdapat empat buah air terjun dengan ketinggian 10 – 20 meter yang terletak di sepanjang aliran Sungai Beji.

Sedangkan bagi pengunjung yang menginginkan pengalaman lebih sarana dan fasilitas yang sudah mulai dikembangkan di dalam kawasan TWA Gunung Baung antara lain ; Areal Parkir, Loket & Sentra Informasi, Shelter 4 buah & Rest Area, Menara Pandang [tower], Air Bersih & MCK, Listrik & Penerangan, Camp / Penginapan (kapasitas 100 orang), Ruang Pertemuan / Pesanggrahan (kapastias 100 orang), Ruang Makan [kapasitas 100 orang], Kafetaria, Kios Souvenir, Pondok Peneliti, Pos Kesehatan, Jogging Track, Camping Ground, Taman Bermain Anak, serta berbagai Wahana Pendidikan dan Petualangan. Tiket masuk adalah 2000/orang.   Untuk kendaraan roda dua biaya parkir adalah Rp. 1000 dan mobil Rp 2000.  Bila membawa dokumentasi foto atau video akan dikenakan biaya tambahan Rp.3000. Wisata alam air terjun Coban Baung berada di lereng gunung Baung, masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung.

Air Terjun Coban Baung memiliki jalan setapak sepanjang sekitar 500 meter telah dibangun berupa anak tangga. Jalan ini tepat berada di seberang pagar belakang Kebun Raya Purwodadi. Pohon-pohon nan tinggi dan rindang mengikuti perjalanan anda menuju air terjun Coban baung. Disana anda akan sering bertemu dengan sekelompok monyet bergelantungan di dahan-dahan pohon. Jika anda turun tepat di tepi sungai, berupa pasir hitam padat. Bebatuan besar menghiasi tepi dan tengah sungai yang airnya berwarna kecokelatan itu. Menyusuri tepian sungai hingga tampak Coban Baung. Air terjun berketinggian sekitar 100 meter itu seolah membelah tebing hitam yang ditumbuhi sejumlah pohon dan tanaman perdu. Air terjun deras, membentuk telaga lumayan dalam dan luas tepat di dasar tebing. Percikan air menyerupai kepulan asap yang membubung dari dasar air terjun.

  1. Danau Ranu Grati

Ranu Grati atau Danau Grati terletak di antara 3 desa yaitu desa Sumberdawesari, Desa Ranuklindungan, dan Desa Gratitunon, kecamatan Grati. Dengan luas 198 hektar, ranu Grati terletak tidak jauh di sebelah selatan pantai utara, diantara ruas jalan Pasuruan-Probolinggo. Sejak tahun 2000, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah dengan gencar memperkenalkan wisata ranu Grati sebagai ajang banyak kegiatan seperti Lomba Olahraga Air tingkat Jawa-Bali. Untuk menuju ke Ranu Grati, dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kota Pasuruan, dan 90 menit dari Probolinggo.

Keberadaan Ranu Garti juga tidak lepas dari legenda yang melingkupinya. Legenda berlatar belakang Kerajaan Majapahit ini menceritakan tentang amarah Begawan Nyampo kepada masyarakat yang telah membunuh puteranya yang berwujud ular bernama Baru Klinting. Dalam amarahnya, Begawan Nyampo menantang masyarakat Desa Kademangan Klindungan untuk mencabut tongkat yang ditancapkannya sendiri, barang siapa bisa mencabut tongkat tersebut, orang itu adalah lawan yang pas bagi Begawan Nyampo. Seluruh orang di desa Kademangan Klindungan kemudian mencoba mencabut tongkat tersebut, namun tidak ada satu pun yang berhasil. Hingga Begawan Nyampo akhirnya mencabut sendiri tongkat tersebut, dan keluarlah mata air yang begitu deras menggenangi desa menjadi sebuah danau yang kini dikenal dengan nama Ranu Grati.

Danau yang lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman warga ini memiliki luas sekitar 1.085 hektare dan dianggap sebagai satu-satunya danau yang berada di dataran rendah Jawa Timur. Ranu Grati merupakan danau alami yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik salah satu gunung berapi. Bentuknya yang menyerupai corong dengan dasar danau yang dalam dan mengandung sedimen mineral, menjadi bukti penguat status Ranu Grati sebagai danau vulkanik.

Ranu Grati menampakan keindahan pemandangan matahari terbenamnya yang menawan. Dengan panorama yang lumayan elok dan air yang tenang, Ranu Grati cocok bagi penyuka wisata air. Bisa naik Boat keliling danau atau mengayuh sepeda air. Namun, pengunjung tidak boleh melewati batas perairan yang telah ditentukan oleh pengelola.Selain itu, tempat ini sangat cocok bagi para pemancing. Bila sedang beruntung, dengan umpan hanya berupa Lumut sungai, bisa dikail Ikan Nila, Mujair kadang Patin.  Di tepian barat dan timur Ranu banyak dibudidayakan ikan air tawar semacam Gurami. Selain itu, ada ikan khas Ranu Grati. Masyarakat menyebutnya Ikan Lempuk. Ikannya kecil-kecil. Tak lebih besar dari Ikan Teri. Untuk mendapatkannya harus di jala. Karena ukurannya yang super mini, Ikan lempuk cocoknya dibuat peyek. Sangat pas buat teman sarapan nasi pecel. Harga Tiket masuk wisata Danau Ranu Grati sangat murah hanya Rp 2.000 kalau hari minggu traveler datang kesini pasti ramai so kalau masih penasaran ayo traveler berlibur ke wisata Danau Ranu Grati. Disana sudah disediakan mushollah dan warung – warung untuk makan.

  1. Pantai Lekok

Secara administratif pantai ini berada di desa Lekok, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.  Pantai ini merupakan salah satu pantai Pasuruan yang memiliki keindahan yang sangat menawan. Pantai ini diberi nama lekok  karena lokasinya berada di kecamatan lekok , pasir pantainya berwarna kecoklatan, perahu nelayan sering berlabuh di tepi pantainya. Perahu nelayan menjadi daya tarik sendiri jika kita perhatikan hampir semuanya di hias sehingga kelihatan bagus dan unik.

Pantai ini merupakan pantai yang eksotis karena memiliki pasir yang berwarna putih kecoklatan. Selain melihat keindahan yang ditawarkan Pantai Lekok ini anda juga bisa melihat pertunjukan yang disuguhkan masyarakat sekitar dimana para peserta yang berdiri di atas papan dan harus berusaha menangkap kepiting, maupun lele karena ini adalah tradisi masyarakat Lekok. Area sekitar pantai lumayan luas sehingga anda bebas bermain di area tersebut, anda bisa bermain bola, voli, atau bahkan hanya bermain – main pasir saja. Selain itu anda juga bisa mendirikan tenda disekitar pantai khususnya bagi anda yang hobi camping. Pantai ini sudah dikelola oleh pemerintah dan swasta sehingga fasilitas yang di sediakan di pantai ini pun juga sudah cukup memadahi seperti area parkir kendaraan, mushola, kamar mandi, toilet, rumah makan dan masih banyak lainnya.

  1. Kebun Raya Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi merupakan sebuah kebun tempat penelitian pohon dan tumbuhan yang terletak di desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur. Lokasi Kebun Raya Purwodadi sangat mudah dicari yaitu dipinggir Jalan Raya Surabaya-Malang Kilometer 65. Luasnya mencapai 85 hektar dan dihuni sekitar 10.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Kebun raya Purwodadi didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten, sebagai pemekaran dari Stasiun Percobaan Lands Plantentuin Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan satu dari tiga cabang Kebun Raya Bogor. Posisinya berada di pinggir jalur utama Malang – Surabaya. Sangat mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan umum atau pribadi. Kebun Raya Purwodadi berfungsi sebagai tempat pelestarian dan konservasi bermacam tumbuhan. Termasuk di dalamnya terdapat tanaman langka yang sudah sulit ditemui. Selain sebagai tempat konservasi, Kebun Raya purwodadi juga dimanfaatkan untuk tempat wisata alam. Sehingga siapapun bisa mengunjungi dan berwisata di tempat ini.

Jika berkunjung ke kebun raya purwodadi, wisatawan bisa menyusuri areal dengan berjalan kaki. Bagi yang enggan berjalan kaki, disediakan sepeda sewaan yang bisa dimanfaatkan untuk berkeliling. Atau menaiki kereta mini, yang disediakan pengelola. Untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, kebun raya purwodadi sudah menyediakan beragam fasilitas. Diantaranya area bermain anak, kolam perahu, kolam renang anak, lapangan sepak bola, gazebo, area camping ground, gedung serbaguna, penginapan, cottage dan lain-lain. Penginapan di Kebun Raya Purwodadi ada 10 kamar dengan tarif mulai 175.000-300.000 per kamar per malam, sedangkan cottage ada 2 rumah, masing-masing sewanya 800.000 per malam. HTM Kebun Raya Purwodadi untuk Turis Domestik Rp. 10.000,-; Turis Asing Rp. 16.000,-; Parkir Motor Rp. 3.000,-; Parkir Mobil Rp. 5.500,-; Parkir Bus Rp. 10.500,-; Mobil Keliling Rp. 15.500,-; dan Sepeda Keliling Rp. 8.500. Sedangkan untuk Jam Kunjungan Kebun: Senin-Minggu pukul 07:30 WIB s/d 16:00 WIB, dan Jam Pelayanan Reservasi: Senin-Kamis pukul 07:30 WIB s/d 15:00 WIB dan Jumat pukul 07.30 WIB s/d 15.30 WIB.

Top