Category: Pati

5 Destinasi Wisata Alam di Pati

Kabupaten Pati merupakan salah satu kabuaten yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pati termasuk dalam deretan kabupaten yang terdapat di pantura timur Jawa Tengah. Daerah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di selatan, serta Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di barat. Kabupaten ini terkenal dengan julukan Bumi Mina Tani. Sebagai catatan, Kabupaten Pati selain dikenal dengan julukan bumi mina tani, juga mendapat julukan sebagai kota pensiunan, kota seribu paranormal (Hogwarts van Java), kota Manggis, Kota Kacang karena ada Pabrik PT Dua Kelinci dan Garuda, dan terakhir ada media lokal (Direktoripati.com) yang menjuluki daerah di pesisir laut utara Jawa ini dengan sebutan “The Core of Java” yang artinya “Intinya Jawa” atau Saripati-nya Pulau Jawa. Yang paling unik, kabupaten Pati juga dijuluki dengan “Hogwarts van Java“. Pati dijuluki demikian karena banyak masyarakatnya yang menekuni ilmu mistis alias menjadi paranormal atau dukun. Para dukun ini tersebar ke berbagai “disiplin ilmu”, kayak ilmu putih, ilmu hitam, sampai dukun melahirkan dan dukun pijat. Memang dunia pariwisata yang dimiliki oleh Pati belum sebanyak dan sebagus daerah lainnya. Namun juga menyimpan keunikan tempat wisata yang amat sayang kalau dilewatkan. Setidaknya Pati memiliki 3 keindahan alam berdasarkan letak geografisnya: daratan, pegunungan dan lautan. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang bisa anda kunjungi ketika di Pati.

  1. Air Terjun Tadah Hujan

Air terjun ini terletak di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jika dari jalan pasar lama Sukolilo tepatnya Jl. Raya Pati-Purwadadi, perkiraan perjalanan 4 menit dengan sepeda motor menuju timur. Air terjun ini mengalir dari kawasan pegunungan Kendeng. Dari atas, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan berupa tebing-tebing hijau yang dibelah oleh air terjun setinggi kurang lebih 75 meter ini. Air Terjun Tadah Hujan memiliki air jernih yang langsung dari hujan dan resapan tanah perbukitan. Air Terjun Tadah Hujan merupakan istilah warga setempat untuk menyebut sebuah air terjun yang memiliki konsep yang sama dengan sawah tadah hujan yang hanya mendapat pasokan air saat musim hujan semata. Air Terjun Tadah Hujan mengalirkan air sepanjang tahun meski musim kemarau. Karena kelimpahan airnya tersebut kemudian warga sekitar mengandalkannya sebagai pemasok air bersih. Pipa-pipapun dibangun untuk mengalirkan air ke desa-desa.

Air terjun ini memiliki kolam alami di bawahnya. Air yang dihasilkan berwarna agak kehijauan. Tidak jauh dari spot air terjun juga ada kolam kecil yang dibuat warga dengan air yang lebih jernih. Di sanalah biasanya traveler berenang dan mandi. Selain itu  juga memiliki lingkungan yang masih cukup asri dengan pohon-pohon besar yang tumbuh subur menjadikannya payung alami yang membuat kawasan sekitar menjadi teduh.

Disini anda bisa melakukan aktivitas berenang dan mandi. Air terjun ini memiliki lingkungan yang masih cukup asri dengan pohon-pohon besar yang tumbuh subur menjadikannya payung alami yang membuat kawasan sekitar menjadi teduh. Tempat wisata alam ini juga memiliki beberapa fasilitas dan pelayanan di antaranya sebagai berikut;  Area Parkir kendaraan, Mushola, Kamar mandi / MCK, Tempat Istirahat, dll. Sedangkan untuk masuk ke tempat wisata ini anda diminta untuk membayar Rp 3000 sudah termasuk parkir.

  1. Gua Pancur

Gua pancur terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Obyek wisata Gua Pancur juga banyak menyimpan cerita, sejarah, misteri, mitos serta legenda yang mendalam untuk warga setempat.  Gua ini pertama kali ditemukan oleh penduduk sekitar bernama Mbah Sarto di tahun 1932. Kisah bermula, ketika Mbah Sarto mendengar lantunan air yang memercik dengan suara yang dalam. Setelah diteliti, percikan air ternyata berasal dari bukit pegunungan. Setelah ditemukan, gua yang ditemukan dilubangi menggunakan gancu sampai membentuk mulut gua. Warga akhirnya memanfaatkan temuan tersebut agar menjadi pengairan pertanian di sawah yang terdapat di sekitarnya. Dan kini dijadikan tempat wisata ini memiliki pemandangan yang sangat indah berupa stalagtit dan stalagmit yang terdapat di sepanjang gua. Dan juga terdapat aliran sungai yang kedalamannya bisa mencapai dada orang dewasa. Oleh karena itu, jika kamu akan menyusuri gua ini, sebaiknya kamu menyewa jasa pemandu.

Ada banyak wahana yang ditawarkan di Gua Pancur, mulai dari mandi gratis didepan mulut Gua Pancur yang telah diyakini dapat membuat awet muda, wahana air juga berupa bebek kayuh dalam danau mini yang ada di depan mulut Gua Pancur, hingga wahana susur gua ini dengan menjejalah dalam perut bumi lereng Pegunungan Kendeng dengan panjang 827 meter. Bagi yang ingin menyewa bebek kayuh di danau ini, pengunjung cukup mengeluarkan isi dompet Rp 15 ribu yang dapat ditumpangi hingga 4 orang. Pengunjung dikasih waktu sekitar 15 menit agar menikmati pemandangan yang ada di atas air danau. Untuk wisata Gua Pancur, menjelajah keindahan pesona dalam perut bumi gua yang sepanjang 8,27 kilometer, pengunjung hanya membayar Rp 20 ribu untuk per orang. Dengan harga yang sangat murah tersebut, pengunjung sudah diberikan fasilitas bagus berupa helm keamanan, jaket pengaman serta guide.

Pengunjung yang menggunakan motor dikenai biaya parkir Rp 3.000 serta mobil dikenakan biaya parkir sebesar Rp 6 ribu. Tidak ada tiket masuk. Cukup untuk bayar parkir saja, sehingga menghabiskan waktu bersama keluarga di Gua Pancur benar-benar dijangkau murah muriah. Ada pula beragam kuliner yang dapat ditawarkan di sana. Pengunjung bisa membawa makanan dan minuman dari rumah dan berburu aneka kuliner yang dijajakan yang ada di sekitar kawasan gua.

  1. Desa Wisata Jolong

Desa wisata ini berada di Desa Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati tepatnya di lereng Gunung Muria sehingga memiliki suasana yang sejuk dan banyak ditumbuhi pepohonan yang besar dan rindang. Tempat wisata ini menyimpan seribu pesona keindahan alam ini mampu menyedot para wisatawan untuk datang ke lokasi. Desa wisata ini mempunyai beragam tempat wisata yang bisa kamu pilih. Misalnya saja kebun kopi yang saat ini dijadikan wahana bumi perkemahan, agrowisata, outbond, dan wisata air terjun Grenjengan.

Air Terjun Grenjengan ini menjadi salah satu favorite spot wisata di Agrowisata Jolong ini karena air yang mengalir sangat jernih dan suasananya begitu menyejukkan. Selain itu kawasan perkebunan kopi yang sudah ada sejak zaman kolonial dan kini dikelola oleh PT. Perkebunan Nasional IX. Perkebunan ini berada di ketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut. Tak heran kalau banyak orang berwisata kemari untuk menyegarkan pikiran lewat pemandangan dan suasananya yang sejuk. Bumi Perkemahan yang telah terpelihara dan terjaga. Bumi perkemahan ini memiliki luas lahan hampir seluas lapangan sepak bola dengan tertutup rumput halus dan rapi indah.

Selain itu bagi para pecinta alam, kawasan ini biasa dipakai sebagai salah satu rute yang dapat dilewati untuk menuju puncak tertinggi di Pegunungan Muria seperti Puncak Songolikur (Saptorenggo) dan Puncak Argojembangan. Pemandangan yang disuguhkan pun tidak akan membawa penyesalan bagi siapa yang mengunjunginya. Pepohonan dan udara yang sejuk akan selalu menemai setiap langkah ketika berada di daerah ini. Beberapa kegiatan dapat dilakukan seperti berjalan melintasi perkebunan kopi, tebing dan jurang, air terjun dan sungai kecil yang dipadati dengan babatuan kecil maupun besar. Fasilitas MCK juga tersedia di kawasan ini dengan persediaan air yang berkualitas karena air yang dipakai adalah air pegunungan. Biaya retribusi ke lokasi ini dibandrol dengan harga Rp. 8000,00/ orang. Sedangkan biaya parkirnya hanya sebesar Rp. 2000,00 (motor) dan Rp. 5000,00 (mobil).

  1. Pantai Sambilawang

Pantai Sambilawang adalah pantai indah yang dipagari dengan ribuan tanaman mangrove seluas 8 hektare. Alur air yang mengalir di sepanjang anak sungai menuju laut, dilengkapi dengan perahu tua yang bisa dijadikan wahana bagi pengunjung untuk menyusuri anak sungai. Selain itu pengunjung akan disuguhkan puluhan tambak ikan bandeng, dan udang yangberjajar sepanjang dua kilometer menuju pantai.

Adanya hutan mangrove ternyata membawa dampak positif bagi lingkungan yaitu mencegah abrasi laut yang berkepanjangan. Disamping itu akar hutan bakau yang khas ternyata menjadi tempat yang cocok bagi ikan untuk berkembangbiak. Saat pagi hari kita bisa melihat matahari terbit dari balik hutan bakau. Tingginya hutan bakau juga bisa melindungi kita dari teriknya panas matahari. Ini membuktikan bahwa hutan mangrove memang membawa manfaat ganda yaitu bagi hewan laut dan manusia di sekitarnya. Para pengunjung santai menikmati semilir angin pantai dengan pemandangan laut lepas dan ribuan tanaman mangrove yang hijau. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati puluhan tambak ikan bandeng yang berjajar di sepanjang jalan menuju pantai.

Begitu memukau pesona keindahannya juga tidak lepas dari peranan masyarakat desa setempat yang ikut menyukseskan keberhasilan menghidupkan penanaman hutan mangrove di sekitar pantai Sambilawang. Belasan jenis burung ikut mewarnai indahnya kawasan pesisir utara Kabupaten Pati tersebut. Beragam jenis burung yang hidup di kawasan mangrove ini, seperti blekok, kuntul, cendet, kutilang, dan lain sebagainya. Ini membentuk ekosistem yang begitu indah. Untuk biaya masuk di tempat ini adalah gratis. Siapapun boleh berkunjung ketempat ini.

  1. Air Terjun Santi

Air Terjun Santi terletak di Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah dengan koordinat GPS: 6° 37′ 45.98″ S  110° 56′ 43.41″ E.  Akses jalan menuju lokasi air terjun dapat ditempuh dari beberapa jalur. Pertama dari jalur Dukuh Santi, Desa Gunungsari dan yang kedua dari Dukuh Jetir, Desa Tanjungsari. Biasanya akses jalan termudah yang paling banyak dilalui oleh pengunjung adalah melalui Desa Gunungsari. Akses dimulai dari kota Pati yang kemudian dilanjutkan ke arah jalur Pati-Tayu. Sesampai di kecamatan Trangkil, akan dimulai jalur utama menuju ke desa Gunungsari. Jalan utama tersebut tepatnya berada di depan Puskesmas Trangkil. Ikuti jalur utama tersebut sampai di desa Gunungsari. Desa tersebut adalah pemberhentian terakhir untuk ke air terjun Tretes. Kendaraan akan dititipkan di perumahan warga dengan membayar biaya parkir sekitar Rp2.000,- per kendaraan.

Air Terjun Santi terdiri dari atas dua air terjun yang terpisah.  Yang pertama terdapat di bagian bawah, tepat di sisi sebuah sungai kecil dengan aliran sungai yang dipenuhi batu-batu beraneka ukuran dengan kedalaman air yang tidak terlalu dalam. Air terjun ini oleh masyarakat disebut sebagai “Tretes”. memiliki karakteristik air terjun yang kecil dalam debet air tak terlampau besar dan dengan kedalaman terjunan air tak terlampau dalam. Air terjun Tretes memiliki jarak tempuh dari pusat pemukiman yang tidaklah terlampau jauh. Hingga pada hari weekend tempat ini dipenuhi oleh banyak pengunjung dari daerah asli maupun dari daerah seputar. Aspek belum populer serta kurangnya info yang menyebar membuat tempat yang indah ini belumlah maksimal di nikmati oleh pengunjung dari luar daerah.

Sedangkan air terjun yang kedua oleh masyarakat sekitar di sebut dengan “Jenar”. Air terjun Jenar ini justru lebih besar dan tinggi ketimbang Air Terjun Tretes. Letak air terjun ini berada sekitar 500 m di atas Air Terjun Tretes. Air Terjun ini memiliki karakteristik tidak sama akan saudaranya yang terdapat dibawahnya. Air terjun Jenar ini mempunyai debet air yang akan terus besar dengan kedalaman terjunan air yang melebihi dalam dari Air Terjun Tretes. Keindahan air terjun unik ini berpadu cocok dengan perkebunan kopi milik warga yang tumbuh dengan subur yang ada di lereng tebing timur Gunung Muria. Tempat tersebut bisa dikatakan masih perawan, Namun tempat wisata ini merupakan surga tersembunyi yang ada di kabupaten pati. Kedua air terjun ini berada di tebing sungai di lereng Gunung Muria bagian timur, dan tersembunyi di rimbunnya perkebunan pohon kopi milik warga.

Top