Category: Ponorogo

5 Destinasi Wisata Alam Indah yang Hits Di Ponorogo

Ponorogo adalah sebuah daerah di provinsi Jawa Timur. Daerah ini terletak di sebelah barat dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya 220 km arah barat daya dari ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya. Ponorogo Timur meliputi Kecamatan Ngebel, Kecamatan Pulung, Kecamatan Sooko serta Kecamatan Pudak. Ke empat kecamatan tersebut berada di lereng Gunung Wilis bagian selatan. Ponorogo di kenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog, tidak hanya keseniannya saja yang terkenal di Ponorogo. Ternyata Ponorogo juga memiliki banyak tempat wisata alam yang mempesona.

  1. Goa Lowo

Goa Lowo terletak di Desa Sampung, Kecamatan Sampung. Sekitar 25 km dari pusat kota Ponorogo. Lokasi goa berada di area hutan jati dan membutuhkan sedikit usaha untuk sampai ke sana. Kita harus berjalan melewati hutan jati yang becek saat musim penghujan.  Goa lowo memang di bawah bukit sehingga terasa sangat asri. Anda tidak akan bisa melihat Goa Lowo ini dari depan, sebab terhalang oleh banyak kayu berukuran besar. Ia memiliki bentuk yang eksotis, meskipun ukurannya cenderung melebar dan tidak terlalu dalam. Sehingga sepertinya tidak mengapa jika goa ini dikatakan sebagai ceruk besar. Pada sisi kiri goa, terdapat sejenis ceruk agak dalam yang ketik anda memasukinya terdapat tetesan air dari atap goa. Untuk itu anda harus berhati-hati saat memasukinya sebab tetesan air itu membuat bagian lantai gua menjadi licin. Bagian tengah goa dapat menampung hingga puluhan orang karena ukurannya yang cukup lebar. Sementara bagian kanan goa adalah bagian goa yang cukup menarik. Pasalnya beberapa tahun lampau lokasi tersebut pernah diadakan penggalian kerangka manusia purba. Hasil penggalian sebagian telah dibawa ke Jakarta. Bekas penggalian tersebut masih tampak hingga kini.

Di Goa Lowo ini begitu banyak ditemukan berbagai tulang-belulang dari manusia purba sebagaimana yang ditemukan di daerah Trinil, Kabupaten Ngawi dan Wajak di Kabupaten Tulungagung. Sehingga tidak heran jika lokasi obyek wisata ini sering dijadikan lokasi penelitian bagi para mahasiswa yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Goa Lowo mempunyai tinggi langit-langit sekitar 11 m, panjang 26 m da lebar 27 m. Goa ini terbagi menjadi 4 ruangan yaitu: ruang semedi, ruang raja rahman senduk, ruang kursi batu dan ruang batu candi. Setiap ruangan di goa ini memiliki sejarah masing-masing. Di situlah para mahasiswa melakukan penelitian meliputi penggalian tanah untuk melihat sedimentasi tanahnya dan serpihan tulang.

Dr. Van Stein Callenfels pernah meneliti Goa Lowo yang bernilai arkeologis tinggi ini pernah melakukan penelitian pada 1928-1931. Hasil kesimpulannya, Goa cantik menawan ini tergolong Abris Sous Roche. Yang berarti goa sebagai tempat tinggal dan berlindung para manusia purba di jaman Mesolithikum dari binatang buas dan perubahan cuaca. Ada banyak alat-alat peninggalan sejarah masa purba dari bekas penggalian arkeologi seperti alat-alat yang berasal dari batu. Misalnya saja flakes, ujung panah, kapak yang telah di asah dan batu pipisan.

  1. Gunung Pringgitan

Gunung Pringgitan merupakan salah satu wisata gunung diPonorogo, tepatnya berada di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, kurang lebih sekitar 27 kilometer dari pusat kota Ponorogo. Dengan ketinggian sekitar 606 Mdpl ini terletak pada tiga desa sekaligus yaitu desa Kabeng, Broto, dan Caluk, namun sebagian besar gunung ini berada pada desa Caluk. Wisatawan yang akan menuju Puncak Pringgitan Ponorogo harus berjalan kaki selama sekitar 45 menit sampai 60 menit atau sejam dari penitipan kendaraan di Dusun Joso.

Keindahan yang kita dapatkan dari gunung pringgitan yaitu; Gunung ini  masih alami dengan banyaknya pepohonan termasuk pohon pinus, di Gunung Pringgitan juga didiami beberapa satwa salah satunya kera yang menjadi hiburan tersendiri bagi para pendaki. Selain itu pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Ponorogo pada malam hari yang akan tersaji dengan taburan bintang. Jika anda datang waktu bulan purnama, keindahan city light kota Ponorogo akan terasa lebih sempurna dengan hadirnya bulan purnama tersebut.  Jadi buat warga ponorogo tidak perlu jauh-jauh ke jogja atau malang untuk merasakan dan melihat keindahan city light.

  1. Air Terjun Sunggah

Air terjun Sunggah ini secara administratif berada di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo dan terletak di koordinat 8°5’3″S 111°28’25″E. Ditempuh dari kota Ponorogo memerlukan waktu sekitar satu jam melewati jalan yang berliku namun tetap menyenangkan karena suasana pegunungannya yang indah dan masih sangat eksotis. Air terjun Sunggah mengalirkan air yang cukup jernih dan menghasilkan suara gemuruh dari ketinggian sekitar 50 meter. Apalagi ketika musim penghujan itu tiba, maka air akan mengalir dengan begitu deras dan ambisius. Air Terjun yang jatuh dari ketinggian dengan background bebatuan raksasa. Panorama hijau menghiasi sudut di setiap sisi air terjun membuat mata semakin termajakan oleh keindahannya.

Dari kejauhan tampak air terjun diapit oleh dua tebing hijau yang mempesona, bebatuan besar yang menopang air yang jatuh dan terbesar di sepanjang aliran sungai menciptakan spot indah untuk berfoto ria. Berfoto sambil menyapa jernihnya air terjun yang alirannya bersahabat menjadi momen tak terlupakan meski hanya terbingkai dalam selembar kertas. Di bagian bawah terdapat hamparan bebatuan sungai yang tertata acak secara alami dengan beragam ukuran yang menambah keindahan Air Terjun Sunggah ini. Untuk retribusinya belum ada hanya membayar parkir Rp 5000 saja.

  1. Tanah Goyang Pudak

Tanah Goyang terletak di Desa Pudak Wetan, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Dinamakan tanah goyang karena beberapa bagian tanah yang terdapat di dataran tersebut terasa bergerak saat diinjak. Konon katanya, keberadaan lembah bergoyang ini berawal dari seekor naga yang berusaha membuat sebuah telaga. Namun usaha tersebut akhirnya gagal karena terdengar suara ayam berkokok yang membuktikan bahwa fajar akan segera tiba. Tapi cerita itu hanya mitos saja. Tanah goyang merupakan wilayah lembah hijau tersebut merupakan sebuah kawasan yang dikelilingi oleh perbukitan yang tinggi. Bukit-bukit tersebut terdapat air yang terkumpul membentuk rawa. Di atas air yang menggenang tersebut terdapat rerumputan tebal yang sebagian berubah menjadi tanah. Oleh karena itu saat kita menggerakkan kaki dan menginjak tanah tersebut, seolah-olah kawasan tersebut bisa bergoyang.  Di tengah kawasan tanah yang bisa bergoyang ini juga terdapat sebuah sungai kecil dengan air jernih yang terus mengalir. Kita bisa memanfaatkan air ini untuk mencuci muka ataupun mandi.

Untuk bisa sampai di lokasi wisata alam ini kita bisa menempuh perjalanan dari alon-alon Ponorogo menuju ke arah timur. Setelah bertemu dengan perempatan Jeruksing kita bisa lurus terus hingga menemukan wilayah Kecamatan Pudak- Satalag. Dari situ kita bisa mengikuti petunjuk jalan menuju Desa Pudak Wetan. Kurang lebih 300 meter perjalanan anda akan sampai di lokasi wisata Tanah Goyang. untuk masuk lokasi wisata ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Anda hanya cukup menyiapkan uang parkir sebesar Rp 3.000,00 untuk mengamankan kendaraan anda di rumah warga sekitar.

  1. Bukit Teletubies Gunung Masjid Pandak

Bukit ini terletak di wilayah Desa Pandak Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Bukit Teletubies atau lebih tepatnya Gunung Masjid merupakan salah satu objek wisata alam yang indah. Objek wisata alam berupa gunung ini memiliki ekosistem alam yang masih jarang dijamah orang sehingga tergolong sangat alami. Gunung ini disebut-sebut sebagai bukit Teletubiesnya Ponorogo karena memiliki panoramana yang mirip dengan yang ada di serial karakter Teletubies. Pemandangan rumput hijau yang menyejukkan mata seiring dengan pesona lanscape kota Ponorogo dari atas ketinggian. Hamparan padang rumput sabana yang luas terlihat sangat keren dengan kemiringan tanah yang sangat extrem. Keindahan semakin bertambah dengan adanya pohon perdu.

Wisata alam Bukit Teletubies buka setiap hari dari hari Senin sampai Minggu. Objek wisata Bukit Teletubies ini akan sangat ramai oleh pengunjung pada hari-hari libur. Tiket masuk Bukit Teletubies tergolong sangat terjangkau karena belum ada restribusi khusus. Kita hanya perlu menyiapkan uang parkir sebesar Rp 3.000,00/ sepeda motor.

Top