Category: Purbalingga

5 Destinasi Wisata Menarik di Purbalingga

Kabupaten Purbalingga terletak di Provinsi Jawa Tengah. Merupakan salah satu dari eks Karisidenan Banyumas. Kabupaten Purbalingga berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara di sebelah timur dan selatan, Kabupaten Banyumas di barat dan Kabupaten Pemalang di utara. Purbalingga yang masuk dalam kawasan wisata Jawa Tengah ini ternyata menyimpan banyak tempat wisata menarik untuk anda kunjungi. Mulai dari wisata buatan, wisata alam, wisata religi, hingga desa wisata. Dan berikut adalah destinasi tempat wisata di Purbalingga yang dapat anda kunjungi.

  1. Curug Tuntong Laut

curug ini terletak di Dukuh Cumbut, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja. Untuk Mencari lokasi curug ini cukup mudah. Sebab, Pemkab Purbalingga belum lama ini membangun jalur tembus dari barat Lapangan Desa Talah Lor menuju jalan tembus Desa Tlahab Lor menuju Desa Siwarak. Jalan menuju ke Curug Silintang masih berupa jalan yang melintasi perkebunan warga. Meski hanya berupa jalan yang menanjak, perjalanan jalan kaki sekitar 15 menit menuju lokasi curug tidak akan terasa. Beberapa jembatan kayu, pijakan batu buatan, dan anak tangga yang Anda lalui akan membuat perjalanan terasa menyenangkan. Mungkin Anda akan sedikit lelah tetapi semua itu akan terbayar dengan sejuknya air sungai. Anda pun bisa berendam di sana. Suara gemericik air dan kicauan burung akan menemani sampai air Curug Silintang.

Curug Silintang adalah  kreasi alam yang unik dan spektakuler dimana terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Menyejukan mata Anda saat memandang air meluncur deras pada bebatuan besar yang bersusun dengan ketinggian sekitar 40 meter. Sebagian masyarakat kerap percaya legenda bahwa bidadari sering turun dari langit untuk mandi di tempat ini.Ini dikaitkan dengan pelangi yang sering muncul dan mengarah kesekitar curug silintang. Keunikan yang lain dari  Curug silintang adalah bentuknya yang mempunyai dua tingkatan dan masing-masing tingkatannya bisa dipergunakan pengunjung untuk mandi. Yang tak kalah menariknya adalah perjalanan yang akan menuju curug silintang terdapat bukit yang menyerupai piramida. Sungguh pemandangan yang menakjubkan .

  1. Curug Sumba

Curug Sumba yang letaknya berada di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Curug Sumba merupakan air terjun yang memiliki pesona keindahan alam dengan nuansa pegunungan. Curug Sumba memiliki ketinggian sekitar belasan meter saja, nuansa hutan dengan pohon-pohon dan bebatuan yang mengelilinya menambah suasana alami tempat ini. Anda bisa bersantai, bermain air, berselfi ria atau bahkan sekedar melepas rasa penat di Curug Sumba saat rasa galau melanda, pesona alam sekitarnya akan sedikit mengurangi beban atau juga rasa bosan dengan aktivias sehari-hari. Saat musim kemarau, Curug Sumba memiliki kondisi air yang berwarna biru bening dan hanya terdapat satu aliran air terjun saja, sedangkan pada saat musim hujan tiba, maka debit air akan meningkat sehingga biasanya terdapat tiga aliran air terjun yang jatuh ke genangan yang sama. Tetapi anda harus  berhati hati jika ingin mandi dan berenang karena selama musim hujan, debit air menjadi naik dan cukup tinggi, sehingga di himbau untuk para pengunjung untuk tidak berjalan ke tengah. Karena dikhawatirkan debit air meningkat lebih tinggi lagi.

Warga sekitar lokasi Curug Sumba biasanya memanfaatkan air terjun mungil ini untuk mandi dan mencuci saat musim kemarau tiba, atau kadang hanya sekedar bersantai saja. Hingga saat ini di kawasan Curug Sumba masih belum dikomersilkan oleh warga atau pihak manapun, sehingga tidak ada harga tiket masuk di tempat wisata ini. Terkadang ada beberapa orang yang berjualan, sekedar untuk jajan, minuman, dan rokok. Selain itu, terkadang ada warga sekitar Curug Sumba yang menjaga motor, dengan cukup membayar Rp. 2000,-. Beberapa organisasi dan komunitas, khususnya organisasi pecinta alam dan komunitas Cliff Jumping memanfaatkan Curug Sumba sebagai sarana untuk mereka belajar olahraga extreme. Contohnya adalah rapelling, slackline, dan cliif jumping. Suasana alami yang masih terjaga di area Curug Sumba sangat memanjakan wisatawan. Untuk menuju lokasi Curug Sumba dari alun-alun Kota Purbalingga dapat ditempuh dengan lama perjalanan sekitar 30 menit.

  1. Goa Lawa

Goa Lawa, atau terkadang orang menyebutnya “Gua Lawa”, merupakan sebuah goa yang panjangnya mencapai 1,5 km dan luasnya mencapai 5 km persegi, bisa dibayangkan kan betapa besarnya Goa Lawa Purbalingga ini. Goa Lawa konon terbentuk dari pembekuan dan pendinginan lava yang kemudian mengeras. Goa Lawa sendiri diketahui tidak mengandung kapur serta tidak ada stalagtit dan stalagmit. Goa Lawa terletak di Desa Siwarak Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Kalau dari Kota Purbalingga, jaraknya sekitar 25 km ke arah utara, atau kurang lebih perjalanan selama 45 menit s.d. 1 jam. Goa Lawa sendiri berada di kaki Gunung Slamet sehingga udaranya pun masih sangat sejuk. Goa Lawa berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Sebelum mengunjungi Goa Lawa, anda juga bisa menikmati kebun strawberry yang letaknya tidak jauh dari Goa Lawa. Di Kebun Strawberry ini anda bisa memetik sendiri buah strawberry dan langsung dimakan di tempat atau di bawa pulang.

Adapun harga tiket masuk Gua Lawa Purbalingga sebagai berikut: Hari Biasa : Rp 6.000,- Hari Libur : Rp 7.500,- Parkir Biasa : Rp 1.000,- dan Parkir Libur : Rp 1.500. Di dalam gua lawa ternyata masih terdapat banyak gua gua lainya yang menjadi bagian dari gua lawa, ada beberapa nama nama dan sejarahnya dalam bagian gua lawa yang antara lain : Gua Batu Semar, Gua Waringin Seto, Gua Dada Lawa, Gua Batu keris, Gua Ratu ayu, Pancuran Slamet / Sendang Drajat, Goa Langgar, Balai Pertemuan Agung, Goa Angin, Gua Musium Batu, Gua Rahayu, Gua Cepet, Gua Pos, Gua Danau, Gua Lorong Penembahan dan Gua Naga.

  1. Puncak Sendaren

Puncak Sendaren mempunyai daya pikat pesona alam yang mengasyikan. Letaknya di Dusun Karang Gedang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Di atas Puncak Sendaren, terdapat jembatan bambu yang memudahkan wisatawan bisa menikmati lanskap di sekitarnya. Jembatan dengan panjang 10 meter yang berada diatas bukit dengan ketinggian 682Mdpl ini tidak seperti jembatan pada umumnya. Jembatan ini sengaja dibuat untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung ke puncak Sendaren. Dari atas jembatan, pengunjung bisa melihat Kecamatan Rembang, Kecamatan Karangmoncol serta daerah lainnya dari ketinggian.

 

Dari jembatan bambu di Puncak Sendaren, wisatawan terasa berdiri di atas awan dan menjangkau semua pemandangan. Apalagi jika kabut mulai turun dan bayang-bayang pemukiman warga di kejauhan berubah jadi siluet yang mengagumkan. Untuk menikmati jembatan awan di Puncak Sendaren biayanya tak begitu mahal. Setiap wisatawan membayar tiket masuk sebesar Rp5000 per orang dan biaya parkir Rp2000 untuk kendaraan beroda dua.

Pemandangan malam dengan bertabung bintang di Puncak Sendaren tak kalah menarik. Kalian bisa berkreasi dengan kamera dan lampu-lampu tambahan untuk menghasilkan foto-foto light painting yang ciamik. Apalagi jika sedang ada sinar rembulan purnama. Dijamin suasananya tambah syahdu banget. Puncak Sendaren cocok lah untuk kalian pendaki pemula. Ketinggiannya sekitar 682 mdpl. Tak ayal kini Puncak Sendaren selalu dijadikan spot favorit para pemburu sunrise juga sunset. Eksotisnya gak nahan deh pokoknya. Alamat Lokasi Puncak Sendaren ini berada di Desa Panusupan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

  1. Bukit Watu Geong
????????????????????????????????????

Bukit Watu Geong ini berada di sebelah selatan Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Puncak bukit ini berada di ketinggian 580 mdpl. Saat cuaca cerah, dari puncak bukit ini kamu bisa melihat wilayah rembang dan sekitarnya, bahkan waduk Jendral Soedirman yang berada di Kecamatan Mrican, Banjarnegara pun bisa terlihat. Di sepanjang perjalanan menuju puncak, kamu akan ditemani semilir angin dan hamparan bunga pacar air yang tumbuh di sana-sini. Selain itu, beberapa mata air di pinggir jalan juga akan menambah keasriannya. Yap, buat kamu yang suka berpetualang, dijamin deh, kamu nggak akan nyesel kalau ngebolang ke tempat ini. Untuk biaya masuknya sendiri, cukup dibandrol dengan harga Rp. 5000,00 saja. disarankan Kalau kamu ingin berpetualang menikmati indahnya sunset dari sini, kami sarankan agar kamu datang pada awal musim kemarau. Soalnya, kalau pas musim hujan kabutnya lumayan tebal.

“Watu Geong merupakan tempat bersemayamnya senjata dari para Pandawa, sehingga puluhan tahun yang lalu diyakini sebagai tempat untuk mencari wangsit ataupun senjata pusaka”. Selain cerita tersebut,Juweni menambahkan “Watu Geong merupakan tempat bertapa tokoh pewayangan, yakni Pandawa dan Punakawan. Sehingga masyarakat Dusun Sirebut dan sekitarnya tidak berani mengadakan pagelaran wayang kulit”. Konon kalau ada yang berani menggelar pagelaran wayang kulit, akan menimbulkan bencana. Salah satunya adalah runtuhnya Watu Geong.

Top