Category: Serang

5 Destinasi Wisata Alam Indah Di Serang

Provinsi Banten adalah Provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa. Serang adalah salah satu daerah yang terletak di provinsi Banten. Lokasinya berada tepat di sebelah barat kabupaten Tangerang. Sejak pertengahan tahun 2007 wilayah Serang dimekarkan menjadi dua daerah administratif yaitu kabupaten Serang dan kota Serang. Banyak tempat wisata yang menarik di serang. Berikut ini 5 destinasi wisata yang dapat dikunjungi ketka singgah di serang.

  1. Cagar Alam Pulau Dua

Pulau Dua yang terletak di Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, tepatnya di lepas Pantai Utara Banten juga dikenal dengan nama Pulau Burung. Itu karena adanya ribuan burung dari berbagai tempat, seperti Asia, Australia, bahkan Afrika yang singgah di Pulau Dua, pada bulan tertentu (Maret hingga Agustus). Jadi, tak heran jika Pulau Dua disebut sebagai surga bagi pecinta burung. Burung-burung yang datang ke Pulau Dua biasanya datang untuk menghindari cuaca dingin yang sedang terjadi di daerahnya. Di Pulau Dua ini burung-burung itu berkembang biak sebelum akhirnya kembali lagi ke tempat asal mereka. Karena memiliki ekosistem yang penting dan juga menjadi tempat kegiatan burung-burung yang bermigrasi, maka Pulau Dua itu ditetapkan menjadi sebuah cagar alam berdasarkan surat pemerintah sejak tahun 1937. Dulunya Pulau Dua ini hanya berupa gundukan tanah dan luasnya hanya 8 hektar. Akan tetapi, setiap tahunnya dataran ini bertambah hingga akhirnya menyatu dengan Pula Jawa dan luasnya mencapai 30 hektar. Nah, akhirnya pada tahun 1984, peraturan pemerintah menetapkan bahwa daratan yang bertambah itu menjadi bagian dari Cagar Alam Pulau Dua.

Daya tarik tempat ini adalah saat burung-burung dari beragam tempat berkumpul ketika bermigrasi. Mereka singgah dan berkembang biak. Burung-burung tersebut umumnya berasal dari belahan bumi utara dan selatan. Mereka bermigrasi menghindari musim dingin yang datang. Tercatat sekitar 10.000 ekor burung  dari 108 jenis yang berbeda akan berkumpul di tempat ini. Kurang dari sepertiga burung tersebut adalah pra migran yang hanya datang pada bulan tertentu. Hutan bakau pun juga menjadi tempat yang asik untuk berpetualang.

  1. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon adalah sebuah Kawasan Taman Nasional yang terletak di ujung paling barat pulau Jawa. Tepatnya di kecamatan Sumur dan Cimanggu kabupaten Pandeglang provinsi Banten. Luas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon adalah 122.956 Ha, dan 44.337 Ha dari keseluruhan luas Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perairan. Pada 1 Februari 1992, Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site. Taman Nasional Ujung Kulon juga merupakan rumah bagi Badak Jawa yang sangat terkenal dan terancam punah. Di sinilah tempat konservasi satwa badak bercula satu, hewan langka yang dilindungi negara.

Taman Nasional Ujung Kulon menawarkan pesona alam unik yang jarang ditemukan di tempat lainnya. Aneka keunikan dan keindahan alam dapat Anda temukan, mulai dari air terjun, sungai, pantai berpasir putih, taman laut, hingga sumber air panas. flora dan faunanya mampu memberikan pengalaman wisata yang menarik. Anda dapat menyaksikan ikan Glodok yang mampu memanjat akar dari pohon bakau atau ikan Sumpit yang dapat menyemprotkan air hingga satu meter di atas permukaan air. Berikut ini Spot Menarik Wisata Ujung Kulon; Pulau Peucang, Kepulauan Handeuleum, Pulau Panaitan, Curug Cikacang, Mata Air Panas Cibiuk, Padang Rumput Cidaon, Tanjung Layar. Hutan yang terdapat di Taman Nasional ini juga memiliki beraneka ragam jenis tanaman, seperti Jukut Kiara, Kanyere Laut, Tarum Laut, Pandan Duri, dan Pandan Bidur adalah jenis tanaman lain yang tumbuh di dekat garis pantai. Lebih dalam lagi, di hutan pantai juga bisa ditemukan tanaman Cente, Waru, Waru Laut, Babakoan, Taritih, Pulus, Langkap, dan gebang. Bahkan di pantai bagian selatan dapat di temukan jenis tanaman seperti Ketapang, Kampis Cina, Nyamplung, Poh-pohan, Malapari, Cantigi Laut dan Lampeni. Semua jenis tumbuhan tersebut hidup subur sejauh mata memandang.

  1. Air Terjun Cihear

Air Terjun Dengan Karakteristik Bebatuan yang Unik ini lokasinya berada di dalam Kawasan Gunung Halimun Salak, tepatnya antara Desa Cigobang dan Desa Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak. Air Terjun Cihear adalah obyek wisata alam yang sangat menarik nan indah. Dengan aliran air yang sangat deras dan tinggi tebingnya mencapai ketinggian 25 meter, dengan lebar sekitar 6 meter sehingga menimbulkan suara gemuruh air yang menakjubkan. Air terjun ini berdekatan juga dengan objek wisata Arung Jeram Sungai Ciberang. Selain itu Air Terjun Cihear dikelilingi pula oleh air terjun kecil lainnya menambah indahnya bunyi alam pegunungan. Panorama Kawasan Gunung Halimun Salak dapat Anda nikmati sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Cihear, dengan menikmati pemandangan flora yang indah.

Jarak tempah yang harus dilalui traveler dari desa Cigobang menuju ke air terjun ini sekitar 1 jam perjalanan kaki. Tak usah khawatir bosan sebab sepanjang rute trekking traveler akan disuguhi pemandangan alam yang indah serta penampakan aneka flora dan fauna. Selama di pendakian menuju Air Terjun Cihear kalian bisa sambil menikmati panorama kawasan Gunung Halimun Salak. Beraneka flora yang indah serta fauna yang jarang ditemui seperti elang jawa, monyet, dan lain-lain dapat kalian temukan. Air Terjun Cihear juga dikelilingi dengan air terjun kecil yang lain. Dimana semua itu menjadi satu perpaduan yang indah untuk mempesona para pengunjung tempat ini.

  1. Pantai Anyer

Pantai yang berada di ujung barat Pulau Jawa ini dari dulu memang terkenal sebagai tempat favorit berlibur warga Ibukota karena lokasinya yang mudah dijangkau dari Jakarta. Anyer sendiri adalah nama kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang merupakan wilayah pesisir yang memilki jejeran pantai indah yang menajdi tujuan wisata. Pesisir pantai anyer ini menghadap ke barat dan terhubung dengan selat sunda. Daerah ini diberi nama anyer yang diambil dari kata ‘anyar’ atau yang berarti ‘baru’. Asal muasalnya, daerah ini pada tahun 1885 terkena efek letusan gunung krakatau yang dahsyat hingga hancur.Masyarakat kemudian menyebut kawasan wisata sebagai Pantai Anyer. Di kawasan objek wisata ini juga terdapat pantai-pantai lain diantaranya adalah Pantai Sambolo, Pantai Marbella, Cibereum, Marina, Pasir Putih Florida, dan Pantai Jambu. Kawasan wisata ini mulai berkembang sejak dibangunnya Jalan Raya Anyer- Panarukan pada era kolonial Belanda abad ke 18.

Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan disini, seperti berenang, bermain pasir pantai, bermain water sport, dan menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam dan berkumpul bersama keluarga sambil menikmati indahnya pantai. Bahkan di pantai ini anda dapat melakukan aktivitas snorkeling maupun berselancar atau surfing. Yang tidak boleh dilewatkan, anda bisa mengabadikan momen-­momen seru anda dengan latar belakang pemandangan pantai yang indah.

  1. Curug Cigumawang

Curug Cigumawang memiliki ketinggian terjunan air sekitar 40 m.  Sumber mata air Curug Cigumawang berasal dari Gunung Buntu.  Di pusat sumber mata air ini terdapat batu besar yang menutupi sumber air tersebut sehingga membentuk aliran sungai kecil yang mengalir disebelah kanan curug tersebut. Di lokasi curug ini sering digunakan untuk kegiatan panjat tebing, perkemahan dan outbound. Nama Cigumawang dalam bahasa sunda berarti bawang.  Konon dahulu sekitar tahun 70 an masyarakat sekitar curug ini jika melihat jatuhan air curug tersebut dengan debit airnya yang masih deras membentuk menyerupai bawang.  Konon mitosnya jika pasangan kekasih berkunjung ke Curug ini pasti akan menikah. Selain itu juga air dari Curug Cigumawang ini bisa menyembuhkan segala penyakit. Terletak di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Propinsi Banten dengan Koordinat GPS: -8.370461, 115.176187.

Tiket masuk adalah Rp 2500 per orang, dimana gardu tiketnya berada kira-kira di tengah perjalanan menuju curug tersebut. Harga parkir resmi belum tersedia karena ketiadaan lahan parkir sehingga pengunjung dapat menitipkan kendaraannya ke penduduk setempat di areal halaman rumahnya.  Biaya parkir umumnya berkisar Rp 3000 per kendaraan. Di sekeliling lokasi air terjun terdapat beberapa fasilitas umum yang cukup lengkap seperti warung, mushola, bumi perkemahan, ruang ganti dan toilet, tapi sayang semuanya dalam kondisi yang kurang terawat.  Selain itu akses jalan menuju lokasi masih berupa tanah atau belum diaspal dan juga ketiadaan lokasi parkir.

 

Top