Category: Solo

5 Destinasi Wisata Favorit Di Solo

Kota Solo atau dikenal dengan Surakarta, yaitu salah satu kota yang ada di Jawa Tengah bagian selatan. Nama sebuah kota di Jawa Tengah yang terletak cukup strategis karena merupakan jalur perlintasan yang menghubungkan Semarang dan Yogyakarta. Solo mempunyai beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Untuk menuju ke Kota Solo sangat mudah, anda bisa menggunakan Pesawat, Kereta Api maupun menggunakan Bus atau kendaraan pribadi. Kota yang memiliki luas lebih dari 44 KM persegi ini memiliki beragam kebudayaan dan kultur peninggalan nenek moyang. Selain lokasinya yang strategis dan mudah untuk dilalui, kekayaan budaya dari kota solo inipun menjadi salah satu daya pikat tersendiri bagi pengunjung yang ingin berlibur. Sejumlah tempat wisata di Solo memiliki kesan kuat akan sejarah dan kebudayaan dalam masyarakatnya, dan tetap eksis sampai sekarang. Solo merupakan tempat dengan tradisi Jawa yang kuat dan menjadi suatu kebanggaaan. Di sini, Anda bisa menemukan warisan budaya Jawa kuno. Berbagai pesona tempat wisata di Solo terlihat mulai dari keraton, wayang, kerajinan batik, kuliner, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang ada di solo.

  1. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Keraton ini merupakan kerajaan Mataram, tapi karena permasalahan politis dengan Belanda akhirnya Kerajaan Mataram dipecah jadi dua, yaitu Kasunanan Surakata yang dipimpin oleh Pakubowono III dan Kasultanan Yogyakarta yang dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi. Keraton Kansunanan Surakarta Hadiningrat adalah cikal bakal kota Surakarta yang lebih dikenal sebagai kota Solo. Pakubuwono III mendirikan keraton ini sejak tahun 1744, sehingga tempat ini sangat menyimpan banyak nilai sejarah tentang Solo. Sura yang berarti tekad dan keberanian, Karta berarti makmur, Hadi berarti besar dan Rat adalah negara. Surakarta Hadiningrat adalah sebuah permohonan agar terciptanya sebuah negara yang besar dan makmur tata, titi, tentrem, karta raharja. Uniknya, arsitektur keraton ini terinspirasi dari Eropa dan Jawa dengan nuansa putih dan biru. Keraton juga sering untuk menyelenggarakan upacara adat saat hari tertentu, misal sekaten dan arak kebo malam satu suro.

Selain itu juga di dalam objek wisata ini terdapat beberapa barang pusaka bekas raja terdahulu.Disini anda bisa melihat benda-benda koleksi peninggalan sejarah seperti kereta kencana, senjata, dan peninggalan bersejarah lainnya. Keraton ini merupakan salah satu simbol dari kota surakarta atau kota solo, karena disinilah semua perjuangan dan pemerintahan di kota ini dimulai, banyak terdapat barang-barang sisa zaman penjajahan belanda, mulai dari benda-benda kuno, hingga kereta kencana yang biasa digunakan keluarga keraton. Bagi anda yang ingin berkunjung ke keraton sebaiknya anda berpakaian rapih dan sopan, seperti tidak memakai topi, kacamata hitam, celana pendek, sandal, serta jaket, itu adalah peraturan yang wajib anda patuhi ketika berkunjung ke Keraton Surakarta. Bagi Anda yang memakai celana pendek, di Keraton anda bisa meminjam kain bawahan untuk digunakan selama mengelilingi kawasan keraton.

Harga tiket masuk Keraton Rp 4.000,00, jika membawa kamera dikenakan tiket tambahan sebesar Rp 2.000,00. Anda juga bisa berfoto dengan prajurit dan benda-benda yang terdapat disana, untuk memasuki areal keraton ini anda cukup membayar sebesar Rp 10,000 saja. Keraton buka untuk umum setiap hari jam 08.30-14.00 WIB, hari Minggu jam 08.30-13.00 WIB dan tutup pada hari Jumat.

  1. Istana/ Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran atau dalam istilah Jawa disebut dengan Puro Mangkunegaran, merupakan salah satu istana yang terletak di kota Solo. Tepatnya di pusat Kota Solo yang terletak diantara Jl. Kartini,  Jl. Teuku Umar, Jl. Ronggo Warsito, dan Jl. Siswa. Pura (Puro) Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta dan dibangun setelah tahun 1757 dengan mengikuti model keraton yang lebih kecil. Secara arsitektur bangunan ini memiliki ciri yang sama dengan keraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem, dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh. Pura ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran dan dua tahun setelah dilaksanakannya Perjanjian Giyanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta oleh VOC pada tahun 1755. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said terus memberontak pada VOC dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri tahun 1757. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian Sungai Pepe (Kali Pepe) di pusat kota yang sekarang bernama Solo.

Disini para pengunjung juga diajak untuk menelusuri peninggalan serta jejak sejarah yang begitu mengagumkan. Karena selain memiliki bangunan yang sangat indah, Pura Mangkunegaran ini juga menyimpan berbagai buku serta koleksi sastra. Semua ditata dengan rapi di Rekso Pustaka yang didirikan oleh KGPAA Mungkunegaran IV dengan tujuan untuk senantiasa menjaga khazanah ilmu yang telah berkembang di tempat wisata Pura Mangkunegaran. Mangkunegaran terdiri 2 bangunan utama, Pendopo ( balairung istana, tempat menerima tamu ) dan Dalem ( balairung utama ) yang dikelilingi kediaman keluarga raja. Terbuat dari kayu jati utuh. Keraton indah dan terawat ini dibangun Raden Mas ( 17 Maret 1757 ) setelah pertarungan sengit keluarganya dengan VOC ( East India Company ).

Untuk masuk ke Pura Mangkunegaran, pengunjung bisa melewati sebuah gapura hijau di Jalan Ronggowarsito. Sebelum sampai di loket tiket masuk, pengunjung akan melihat hamparan lapangan rumput yang disebut pamedan. Di sayap timur berdiri sebuah bangunan Kavallerie Artillerie. Di bagian depan Pura Mangkunegaran itu terdapat lapangan luas yang disebut Pamedan, yang pada jaman dahulu merupakan lapangan tempat berlatih para prajurit pasukan Mangkunegaran. Kini pamedan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan kolosal Matah Ati. Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum setiap hari jam 09.00-14.00, Jumat jam 09.00-12.00, Minggu jam 09.00-14.00. Dan untuk harga tiket masuknya Rp.10.000.

  1. Taman Balekambang

Taman Balekambang adalah taman yang  luas terletak di kota Solo tepatnya di belakang atau sebelah utara Stadion Manahan dan tepat di belakang kolam renang Tirtomoyo Solo tepatnya di Jl. Ahmad Yani. Balekambang dalam Bahasa Indonesia artinya rumah di atas air. Memang, rumah atau vila raja dibangun di atas kolam air. Selain itu dinamakan Balekambang karena di taman tersebut terdapat sebuah kolam ikan dan kolam renang yang di tengahnya terdapat rumah istirahat yang nyaman, dikelilingi kebun bunga yang sangat indah. Taman Balekambang memiliki luas area sekitar 9,8 hektare. Taman Balekambang dulunya difungsikan sebagai vila keluarga raja dan tidak dibuka untuk umum. Taman ini dibangun oleh KGPAA Mangkunegaran VII sebagai tanda cinta untuk kedua putrinya GRAy Partini dan GRAy Partinah. Area taman dibagi dua dan diberi nama sesuai dengan kedua putrinya yaitu area hutan kota Partina Bosch dan taman air Partini Tuin. Baru pada tahun 1970an sewaktu pemerintahan KGPAA Mangkunegaran VIII taman ini dibuka untuk umum.

Tak jarang taman ini juga kerap menjadi tempat untuk pertunjukan seni dan event budaya lainnya. Di Taman Balekambang anda bisa bersantai menikmati sejuknya udara yang dihasilkan oleh pepohonan tua dan besar. Tidak hanya itu, Taman Balekambang lengkap dengan berbagai macam sarana kesenian yang bisa juga anda nikmati. Di kompleks taman ini ada jugaTaman Reptil. Taman Balekambang ini juga terkenal dengan berbagai macam satwa yang sengaja dilepaskan tanpa dikandangkan. Yang paling terkenal adalah rusa-rusa jinak yang dibiarkan bebas berkeliaran dan dikembang biakkan secara alami. Taman yang indah ini merupakan kebanggaan warga Solo dan layak untuk dikunjungi dan merasakan keindahan taman masa lalu.

Taman ini dipenuhi oleh rumput serta pohon yang usianya sudah cukup tua. Banyak tempat duduk yang tersedia di Taman Balekambang sehingga kita bisa ngobrol santai bersama teman yang kita kita ajak berkunjung. Beberapa tempat duduk bahkan dilengkapi dengan meja di depan/sampingnya. Untuk memunculkan kesan alami di sekitar taman, pihak pengelola menambahkan binatang-binatang liar tidak berbahaya seperti rusa, angsa serta beberapa jenis ayam. Binatang-binatang tersebut dibiarkan hidup di sekitar taman tanpa dikandang sehingga kadang-kadang kita bisa bermain dengan mereka. Ada pula area outbond yang terletak si sudut tenggara taman. Jika kita masuk ke Taman Balekambang melalui pintu selatan, kita akan melewati pasar ikan serta burung burung (Pasar Depok). Untuk masuk ke area taman ini kita hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp. 2.000 per kendaraan. Taman Belakambang mulai dibuka pukul 7 pagi hingga pukul 6 sore.

  1. Kebun Binatang Taru Jurug/ Taman Satwa Taru Jurug

Kebun binatang jurug ini terletak di jalan ir Sutami No. 40 Kentingan Jebres, Surakarta atau di sebelah kampus universitas sebelas maret. Taman satwa ini terkenal cukup strategis karena terletak di pinggiran kota sehingga mudah untuk di jangkau. Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)  pada mulanya dibangun oleh PT Bengawan Permai pada tahun 1972 dengan nama Taman Jurug, saat itu Taman Jurug hanya berupa taman dan berbagai macam permainan. Taman dan kebun binatang Solo ini mempunyai koleksi antara lain merak hijau, macan tutul, harimau sumatera, ular, komodo, iguana, kuda, landak, burung dan berbagai macam unggas lainnya, beruang, kera, zebra, unta, buaya, merak, kijang, gajah, siamang, dan fauna lainnya. Gajah tertua yang bernama Kyai Rebo di Jurug telah mati dan kini telah diawetkan dan dipajang di galeri koleksi binatang Taman Jurug persis setelah pintu masuk. Selain fauna, Taman Jurug juga mengoleksi berbagai tumbuhan seperti pohon cemara, pinus, munggur (trembesi),flamboyan, akasia, dan pohon-pohon besar lainnya. Pohon-pohon yang tinggi dan rindang ini cukup membuat suasana sejuk.

Sebelumnya, satwa-satwa yang ada di Taman Satwa Taru Jurug merupakan satwa yang berada di kawasan Taman Sriwedari (dulunya bernama Taman Bonrojo /Kebon Raja), dibangun oleh Paku Buwono X pada sekitar tahun 1870an. Kiai Anggoro, seekor gajah milik Keraton Surakarta  pernah menjadi maskot Bonrojo atau Bonbin Taman Sriwedari. Setelah Sinuhun Paku Buwono X mangkat pada tahun 1939, kebun binatang (bonbin) Sriwedari lambat laun menjadi kurang terawat sehingga jumlah satwa menurun. Tahun 1986 kebun binatang tersebut diambil alih oleh Pemkot Surakarta. Untuk menjamin kehidupan satwa, maka kebun binatag dipindahkan ke Taman Jurug dengan dibentuk sebuah yayasan bernama Yayasan Bina Satwa Taruna. Sejak saat itu, nama Taman Jurug diganti nama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Fasilitas yang ada disana berupa koleksi flora dan fauna, masjid, arena bermain anak, kereta mini dll. Selain itu pada waktu tertentu di Taman Satwa Jurug juga diadakan pementasan reog, pertunjukan musik, syawalan dan tak lupa Festival Gethek di Taman Satwa Jurug yang diselenggarakan setahun sekali. Selain itu di dalam Kompleks Taman satwa taru Jurug juga terdapat sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang seorang maestro keroncong asal Solo yaitu Gesang. konon katanya pada waktu menciptakan lagu “Bengawan Solo” beliau terinspirsi ketika sedang berada di taman Jurug. Untuk harga tiket masuknya Rp 6.000,- hari biasa dan Rp 7.000,- hari libur, Kereta Mini: Rp 3.000,- satu kali putaran, Menunggang Gajah: Rp 7.000,- sekali putaran, Menunggag Kuda: Rp 7.000,- sekali putaran. Sedangkan untukJam Buka Taman Jurug dari jam 07.00-17.00.

  1. Pandawa water world

Pandawa water world merupakan satu-satunya water world yang ada di Solo terletak di Jl. Cernara Raya Solo Baru –Surakarta Jawa Tengah tepatnya di komplek Pandawa Solo Baru, Sukoharjo. Tempat wisata yang merupakan taman bermain air yang memiliki berbagai wahana dan fasilitas menarik layaknya waterpark yang lain namun yang menjadi ciri khas dari tempat ini adalah desain dengan konsep pewayangan. Berdiri pada 22 Desember 2007, dan selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Di Pandawa Water World Anda bisa menikmati aneka macam wahana air bersama keluarga atau orang tersayang. Sesuai dengan namanya, walaupun berkelas Internasional Pandawa World didisain berdasarkan tokoh pewayangan Jawa Pandawa.

Sehingga tak heran jika disetiap sudut dari objek wisata ini akan terlihat berbagai tokoh pewayangan seperti Bima, Krisna, Arjuna, Sadewa dan Nakula. Ada 27 wahana air di kawasan ini dan fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung saat berada di pandawa water world adalah Kresna, Kunti, Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sahadewa, Drupadi, Gatotkaca, Black Hole Slide Left, Black Hole Slide Right, Toddler Slide, Bima Slide, Body Slide, Raft Slide, Racer Slide, Water Curtain Earth Shower, Volcanic Pond, Aerated Creater, Kunti Children & Toddler Pool, River, Mountain Cavern, Kresna Wave Pool, Gatotkaca pool, Drupadi Food Servery, Yudhistira & Drupadi Open Count, Action River, First Aid, Restroom, Mushola dan Nursery. Diantara Aneka Wahana itu wahana yang menjadi favorit pengunjung yaitu Kresna Wave Pool disini air kolamnya berombak, jadi saat Anda berenang di kolom ini ada seperti menikmati sensai berenang di pantai, serta Black Hole Slide wahana ini cukup menantang ardenalin Anda, Anda bisa meluncur disepanjang lorong yang gelap gulita hingga ke dasar.

Anda tidak perlu khawatir bermain disini karena setiap wahana dijaga oleh dua life guard, serta dokter yang selalu siaga. Bagi Anda yang membawa serta buah hati Anda juga tidak perlu khawatir, karena disini juga disediakan tempat bermain air khusus untuk anak-anak. Pandawa Water World juga dilengkapi dengan fasilitas foodcourt seperti Drupadi Food Servery, beraneka macam makan dan minuman bisa Anda pesan disini. Senin-Jumat buka mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Sabtu-Minggu buka mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Kolam Renang (Setiap hari) : Jam 07.00 – 18.00 WIB. Harga tiket untuk hari Senin-Jumat Rp 80.000. Hari Sabtu, Minggu serta hari libur lainnya Rp 100.000.

Top