Category: Sragen

5 Destinasi Wisata Bagus di Sragen

Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Sragen terletak di 30 km ke arah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di Utara, Kabupaten Ngawi Jawa Timur di sebelah timur, Kabupaten Karanganyar di sebelah selatan dan Kabupaten Boyolali di sebelah barat. Kabupaten Sragen memiliki julukan Bumi Sukowati, karena nama Sukowati digunakan pada masa pemerintahan Kerajaan Surakarta.

  1. Ganesha Technopark

Ganesha Technopark terletak di Jl. dr. Sutomo no. 5 Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Ganesha Technopark merupakan sebuah proyek pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan akses ke lembaga-lembaga penelitian, guru besar(professor) dan siswa yang telah lulus untuk membentuk proyek R&D maupun proyek lain yang berbasis profit sharing. Selain konsep technopark, ditempat ini juga ada BLK yang bertujuan untuk menetapkan dan mengimplementasikan R&D, pelatihan, mengembangkan, kemandirian maupun kerjasama untuk meningkatkan keahlian, tenaga kerja, produk, dan pelayanan yang mempunyai nilai jual dan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Sragen.

Merupakan tempat wisata yang harus anda kunjungi karena pesona keindahannya tidak ada duanya. Penduduk lokal daerah Wisata Ganesha Technopark di Sine Sragen Jawa Tengah juga sangat ramah tamah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota Sragen juga terkenal akan Wisata Ganesha Technopark di Sine Sragen Jawa Tengah yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Wisata Ganesha Technopark di Sine Sragen Jawa Tengah yang dinamakan Technopark Ganesha Sukowati Sragen, adalah kawasan khusus milik pemerintah Kabupaten Sragen yang dibangun sebagai pusat pelatihan dan persiapan tenaga kerja terlatih, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja, serta lembaga intermediasi finansial. Disamping itu Sragen Technopark dimaksudkan sebagai pusat litbang, desain, dan perdagangan Sragen; pusat wisata eco techno Sragen, serta gerbang investasi di Kabupaten Sragen. Sragen Technopark diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 Juni 2009 Ganesha Technopark. Ganesha Technopark merupakan sebuah proyek pemerintah yang bertujuan untuk memudahkan akses ke lembaga-lembaga penelitian, guru besar(professor) dan siswa yang telah lulus untuk membentuk proyek R&D maupun proyek lain yang berbasis profit sharing.

  1. Museum Prasejarah Sangiran

Sangiran adalah sebuah situs arkeologi. Sangiran merupakan contoh gambaran kehidupan manusia masa lampau karena situs ini merupakan situs fosil manusia purba paling lengkap di Jawa. Luasnya mencapai 56 km2 yang meliputi tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh, serta satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan Gondangrejo. Secara geografis situs Sangiran terlatak antara kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Area ini memilikiluas 48 km2 15km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu.  Di museum ini anda dapat melihat semua koleksi fosil yang ditemukan di Kawasan Cagar Budaya Sangiran. Ada sekitar kurang lebih 13.806 buah benda pamer yang tersimpan dalam dua tempat yaitu 2.931 tersimpan di ruang display dan 10.875 tersimpan di dalam gudang penyimpanan.

Penelitian tentang manusia purba dan binatang purba diawali oleh G.H.R.Von Koenigswald, seorang ahli paleoantropologi dari Jerman yang bekerja pada pemerintah Belanda di Bandung pada tahun 1930-an. Dialah orang yang telah berjasa melatih masyarakat Sangiran untuk mengenali fosil dan cara yang benar untuk memperlakukan fosil yang ditemukan. Hasil penelitian kemudian dikumpulkan di rumah Kepala Desa Krikilan, Bapak Totomarsono, sampai tahun 1975. Pada waktu itu banyak wisatawan yang datang berkunjung ke tempat tersebut, maka muncullah ide untuk membangun sebuah museum. Pada awalnya Museum Sangiran dibangun di atas tanah seluas 1.000 m2 yang terletak di samping Balai Desa Krikilan.

Sebuah museum yang layak baru dibangun pada 1980 mengingat semakin banyaknya fosil yang ditemukan dan sekaligus untuk melayani kebutuhan para wisatawan akan tempat wisata yang nyaman. Bangunan tersebut seluas 16.675 m2 dengan ruangan museum seluas 750 m2. Sejak tahun 1977 situs Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Tahun 1996 Sangiran terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai World Heritage (No. 593, dokumen WHC-96/Conf.201/21). Sejak ditetapkannya sebagai World Heritage oleh UNESCO, Sangiran memberi sumbangannya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia khususnya ilmu arkeologi, geologi, paleoanthropologi, dan biologi. Dilihat dari hasil temuannya, Situs Sangiran merupakan situs purbakala yang paling lengkap di Asia bahkan di dunia. Wisatawan domestik Rp 5.000/orang dan Wisatawan asing Rp 11.500/orang. Museum ini sendiri buka pada setiap hari Selasa-Minggu dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore.

  1. Waduk Kedung Ombo

Obyek wisata waduk Kedung Ombo ini terletak di Desa Kedung Ombo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan daratan 3.746 Ha. Waduk yang mulai didirikan tahun 1980 dan selesai pada tahun 1991 ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang ada  di Indonesia. Waduk Kedung Ombo merupakan sebuah bedungan raksasa yang terdapat di Jawa Tengah. Waduk ini memiliki luas 6.576 hektar dan menempati 3 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Keberadaan Waduk Kedung Omb ini sangat bermanfaat terutama sebagai sarana irigasi bagi persawahan yang berada di Kabupaten Grobogan dan sekitarnya. Selain sebagai sarana irigasi, Waduk Kedung Ombo juga dikembangkan sebagai tempat wisata yang sangat potensial. Salah satu spot di Tempat Wisata Waduk Kedung Ombo yang banyak didatangi wisatawan adalah yang ada di Desa Kedung Ombo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

Anda dapat melihat secara langsung bendungan raksasa yang menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah ini. Di sekitar waduk dapat anda lihat bagaimana bendungan ini dibuat. Di sekitra bendungan sendiri juga terlihat rapih. Di sekitar Waduk Kedung Ombo banyak ditumbuhi hutan yang rimbun yang dikelola oleh Perhutani. Waduk Kedung Ombo sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mebuat nyaman para pengunjung. Ada beberapa pemancingan yang siap melayani pengunjung dengan menyajikan berbagai masakan ikan air tawar. Jika ingin melihat lebih jauh ke dalam waduk anda juga dapat menyewa perahu motor yang dapat mengantarkan ana mengelilingi area Waduk Kedung Ombo. Di sepanjang Waduk Kedung Ombo juga banyak dutemui pehobi memancing yang mencoba meruntungannya memancing ikan air tawar, khususnya pada musim liburan.

  1. Waduk Gebyar

Waduk Gebyar yang terletak di Desa Jambean, Kecamatan Sambirejo. Waduk Gebyar alias Segebyar atau kerap disebut sebagai Waduk Brayut berlatar belakang kegagahan Gunung Lawu. Berada di tengah-tengah bukit membuat waduk ini cocok dijadikan lokasi berburu gambar para pencinta fotografi. Saat cuaca cerah, birunya Gunung Lawu yang terletak di tenggara waduk bakal memantul jelas di permukaan air. Siapapun yang berkunjung ke tempat ini serasa diajak untuk rileks sejenak menikmati ketenangan yang ditawarkan. Kesejukan suasana makin terasa tatkala duduk di pinggir sembari menengok para pemburu ikan di tepi waduk. Pada musim penghujan, volume air waduk begitu melimpah. Tampungan air tersebut nantinya digunakan untuk mengaliri sawah milik petani desa setempat. Menurut informasi, Waduk Gebyar dapat menampung air hingga 701.295 meter kubik.

Banyak aktivitas yang kita bisa lakukan disini mulai dari jogging, bersepeda, hunting foto, atau tadabur alam ciptaan Tuhan.  Pesona nya memikat dijiwa seakan tak mau beranjak meninggalkannya, tertegun kagum akan ciptaan yang kuasa. kalau pagi kita kesana, mentari meninggi baru berasa. Kalau sore berkunjungnya, tenggelam mentari keperaduan mengingatkan waktunya kita untuk pulang. Pemandangan Waduk Gebyar akan tampak lebih indah dipandang dari atas bukit yang ada di sebelah timur laut waduk. Dari atas bukit ini bisa kita nikmati keindahan lansekap, ladang jagung, sungai, tebing kapur, gunung Lawu juga tampak jelas dari atas bukit ini.

  1. Kedung Grujug Miri

Kedung ini terletak di dusun Kedung Grujug, desa Doyong, Kecamatan Miri. Sebuah curug yang indah dan penuh warna. Tak Cuma keindahan airnya yang tumpah dari sebuah aliran sungai, tapi bebatuan yang ada disekelilingnya sangatlah menakjubkan setiap orang yang sempat melihatnya. Curug Kedung Grujug mirip dengan air terjun Niagara, yang ada di benua Amerika. Lokasi air terjun sekitar 25 kilometer dari Kota Solo dansekitar 35 kilometer jika ditempuh dari Sragen. Dari dari Kantor Kecamatan Miri hanya berjarak kurang lebih sekitar satu kilometer. Akses untuk masuk ke lokasi cukup mudah, jalannya sudah bagus dan bias dilewati oleh berbagai kendaraan.

Para pengunjung akan disuguhi keindahan alam air terjun. Di bagian kanan dan kiri air terjun terdapat struktur batu karang yang membentang beberapa meter. Bentangan batu karang semakin terlihat indah karena pola artistik yang terbuat secara alami oleh aliran air selama ratusan atau bahkan ribuan tahun itu. Air yang mengalir juga cukup deras dan menambah keindahan tersendiri. Air yang mengalir tersebut kemudian akan masuk ke Waduk Kedungombo, lokasi waduk memang tidak terlalu jauh dari air terjun.

Top