Category: Sumbawa Barat

5 Destinasi Wisata Bahari Di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat sebuah kabupaten yang berada di ujung barat pulau Sumbawa. Kabupaten ini berdiri pada tahun 2003 hasil pemekaran wilayah dari kabupaten Sumbawa. Lokasinya berbatasan dengan Laut Flores di utara, Kabupaten Sumbawa di timur, Samudera Hindia di selatan serta Selat Alas di barat. Kabupaten Sumbawa Barat memiliki kekayaan potensi wisata yang luar biasa. Sumbawa Barat juga memiliki keindahan alam yang mempesona lho. Berikut ini beberapa wisata bahari yang ada di Sumbawa Barat.

  1. Pulau Kenawa

Pulau Kenawa merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau yang memiliki keistimewaan dengan perairan biru nan jernih dan hamparan padang rumput savana yang hijau. Nama Kenawa diambil dari nama sejenis kayu bakau yang banyak tumbuh di P. Kenawa. Pulau Kenawa terletak pada koordinat 116º49’58,98” BT,08º29’55,18” LS atau di sebelah utara Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. P. Kenawa mempunyai luas 13,80 ha, panjang pantai 1,73 km dan hanya berjarak 1,63 km dari daratan P. Sumbawa. Perjalanan menuju P. Kenawa dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit dengan menggunakan speedboat dar dermaga nelayan Desa Poto Tano. Setelah itu anda tinggal melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Pulau Kenawa dengan waktu yang hanya sekitar 20 menit saja.

Topografi P. Kenawa umumnya datar pada bagian tengahnya hingga ke timur dan berbukit di bagian barat. Hamparan pasir putih terbentang dari pantai sebelah utara ke arah timur hingga sebelah selatan. Pada bagian selatan hingga ke barat terdapat vegetasi mangrove sepanjang kurang lebih 500 m, namun ketebalannya hanya sekitar 5 – 20 m, sedangkan pada ujung sebelah utara berupa tebing batu. Pulau Kenawa merupakan salah satu dari 4 (empat) rumpun pulau di bagian utara Desa Poto Tano Kecamatan Poto Tano yang memiliki potensi yang sangat strategis untuk dijadikan sebagai lokasi wisata bahari. Pantai ini emiliki padang rumput yang sangat cantik dan juga begitu luas, bahkan saking luasnya padang rumput tersebut sehingga menutupi hampir semua bagian pulau ini. Hanya bagian bukit kecil dan tepi pantainya saja yang tidak tertutupi oleh rerumputan tersebut. Meskipun begitu rumputnya lembut, jadi anda tidak perlu khawatir karena jika terkena kulit tidak akan terasa tajam. Maka tak mengherankan jika berguling-guling di atas padang rumput di Pulau Kenawa ini terasa sangatlah nyaman.

Pulau ini belum mempunyai sumber listrik dan juga air bersih. Kondisi inilah yang membuat di pulau ini tidak terdapat berbagai fasilitas penunjang. Yang ada hanyalah saung-saung kecil sederhana yang dibangun untuk duduk dan menggelar tikar. Selain itu juga mempunyai kekayaan laut yang sangat melimpah sekali. Disini Anda akan dengan mudahnya menemukan berbagai macam binatang laut seperti bintang laut, kuda laut, kepiting, aneka ragam jenis ikan yang lucu, dan masih banyak lagi yang lainnya. berbagai macam kegiatan wisata dapat para penelusur lakukan diantaranya yaitu berjemur, bersantai, berenang, dan juga snorkeling. Buat anda yang ingin snorkeling disarankan untuk membawa peralatan sendiri, dikarenakan di Pulau Kenawa tidak terdapat tempat persewaan.

  1. Puncak Mantar

Mantar merupakan salah satu desa yang masuk wilayah Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang berada di atas punggung bukit pada ketinggian 630 meter di atas permukaan laut. Untuk sampai ke lokasi anda harus menggunakan kendaraan yang prima untuk melahap medan yang terjal. Jalan menuju Desa Mantar hanya bisa dilalui kendaraan dengan tenaga penggerak empat roda atau “four wheel drive (4WD ) atau 4X4. Untuk menjangkau desa di perbukitan Mantar itu menempuh medan cukup berat. Jalan dengan terjal dan berkelok-kelok menambah sulitnya menjangkau desa yang berada di puncak bukit itu.

Puncak Mantar adalah spot di ketinggian untuk melihat Selat Alas dan wilayah Sumbawa dengan leluasa. Sejauh mata memandang yang tersaji adalah keindahan. Sejatinya desa wisata Bukit Mantar di “Bumi Undru” Sumbawa Barat itu menyajikan perpaduan panorama alam yang memesona dan hawa dingin khas pegunungan. Di Puncak Mantar Anda bisa menyaksikan keindahan dari sunrise dan sunset. Dari sisi barat akan nampak pemandangan Pulau Lombok dan kita juga bisa memandang Gunung Rinjani yang terkenal di dunia karena keindahan dan keunikannya, Selat Alas hingga pulau-pulau kecil lainnya yang dikenal dengan sebutan “Gili Balu” (delapan pulau kecil) di perairan tersebut. Sedangkan saat menengok sisi timur yang terlihat adalah pemandangan matahari terbit yang begitu menawan.

Para tamu yang berkunjung bisa menginap di rumah penduduk termasuk untuk makan dan minum para wisatawan. Warga bisa menyuguhkan kuliner khas Mantar atau khas Sumbawa, seperti “sepat” dan “singang” (masakan berbahan ikan). Mantar juga sering dijadikan tempat bagi penyelenggaraan kompetensi paralayang. Jika anda ingin mencoba wahana ini kalian bisa merogoh kocek yang cukup mahal, sekitar Rp 200.000 – 250.000/orang. Selain wisata di atas ketinggian, wisatawan juga dapat belajar dan menyelami nilai-nilai seni dan budaya, di Desa Mantar kita bisa melihat betapa masih kentalnya adat dan budayanya, di jaman modern seperti sekarang masyarakat sana masih menggunakan Rumah Panggung yang sangat cantik.

  1. Air Terjun Jereweh

Air terjun Jereweh terletak di Desa Jereweh, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Peta dan Koordinat GPS: 8° 52′ 34.90″ S  116° 51′ 6.01″ E. Berjarak sekitar 18 km dari Kota Taliwang (ibukota Kabupaten Sumbawa Barat) atau 48 km Pelabuhan Poto Tano. Banyak sebutan untuk nama Air Terjun Jereweh antara lain Air terjun Semporon Tangkil, Kalela, Ai Koa dan Janup.

Untuk mencapai Air Terjun Jereweh ini, dari Pelabuhan Poto Tano arahkan kendaraan menuju Taliwang.  Selanjutnya dari Taliwang perjalanan diteruskan ke selatan menuju Kota Kecamatan Jereweh.   Dari Jereweh perjalanan diteruskan hingga ke lokasi air terjun berada.  Jarak dari Jereweh ini sekitar 3 km melewati area persawahan.  Kondisi jalan hingga Jereweh sudah beraspal bagus, akan tetapi selepas Jereweh masih berupa jalan tanah berbatu. Setiba di tempat parkir kendaraan, perjalanan  diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 200 m hingga tiba di lokasi air terjun berada dengan menyusuri jalan stapak ke bagian atas bukit.

Meski memang tidak mudah untuk mencapai ke lokasi air terjun ini, namun semua orang yang pergi ke lokasi air terjun ini sangat puas karena begitu sampai, pemandangan indah akan langsung terpampang di depan mata anda. Air Terjun Jereweh ini memiliki keunikan yang berbeda dengan air terjun lainnya, karena tebingnya berbentuk seperti batu berundak yang memiliki rongga seperti gua. Apalagi di atas tebing terdapat sebuah pohon besar dengan akar-akar panjang yang menjuntai di sekitar air terjun ini, sehingga air terjun ini terlihat sangat hijau karena lumut. Air terjun ini juga memiliki sungai yang sangat unik, karena airnya yang berwarna biru kehijau-hijauan, dan sangat segar, apalagi jika cahaya matahari sedang menerobos dari celah-celah pohon, kilauannya semakin membuat pemandangan air terjun ini terlihat sangat indah.

  1. Pantai Maluk

Pantai Maluk terletak di Desa Maluk, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Dari Pantai Maluk wisatawan juga bisa melihat pesona keindahan Teluk Maluk. Keunikan yang dimiliki oleh Pantai Maluk adalah pesona ombaknya sehingga menjadi surganya para peselancar. Bila kita berdiri di atas tepi pantai dan melepas pandang ke laut lepas, permainan ombak yang saling berkejaran merubah pikiran untuk mengikuti arah dan geraknya. Ombak tersebut menuju ke daratan dan membenturkan dirinya di sebuah tanjung, hingga terjadi atraksi dalam pecahan ombak. Olehnya itu, penduduk sekitar menjulukinya sebagai Super Suck.

Pantai yang membentang luas ini sejatinya adalah sebuah Teluk, sehingga ombak juga tidak telalu besar dan kondisi ini cocok sekali untuk berenang di lautnya yang jernih ataupun bermain kano yang memang di sewakan di pantai ini, duduk di pinggir pantai sambil menikmati keindahan pantai dan menu masakan laut yang tersedia dipantai ini juga memberikan sensasi tersendiri bagi kita yang menikmatinya. Adanya ombak yang menuju daratan dan terpecah oleh sebuah tanjung, sehingga oleh penduduk setempat pula memberi nama tanjung itu sebagai Tanjung Ahmad. Pecahnya ombak ini pun menggulung hingga ketinggian di atas dua meter, sehingga pula ombak di Pantai Maluk masuk ke dalam daftar ombak terbaik bagi para peselancar.

Di sekitar pantai banyak papan selancar serta kano yang disewakan dengan tarif Rp 5.000 per jam untuk kano (bila harga belum berubah). Pasirnya yang putih dan lembut menjadikan wisatawan betah berlama-lama di pantai ini untuk sekedar berjemur. Selain itu terdapat pula tempat penangkaran penyu yang berada tepat di tepi pantai. di pantai ini telah dibangun pancuran terbuka, area voli dan area bermain untuk anak-anak. Selain itu, di kawasan pantai ini  anda dapat menemukan rumah makan dengan sajian menu berupa sea food. Begitupun juga tentang penginapan, di tempat ini telah tersedia hotel deng an tarif sekitar Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per hari.

  1. Pantai Tropical

 

Pantai Tropical memang memenuhi segala syarat sebagai pantai tropis yang terkenal bak paradise. Pantai ini berada di desa Sekongkang Bawah, kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat. Pantainya unik, di tepi ombaknya landai cukup nyaman untuk bermain air sedangkan di tengah ada ombak besar yang dimanfaatkan wisatawan asing untuk bermain surfing. Waktu terbaik mengunjungi pantai Tropica adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Walaupun matahari tidak tenggelam di tengah laut namun panorama jingga di pantai ini membuat banyak fotografer terpikat. Saat sore itu pula kawasan pantai akan dipenuhi oleh orang-orang baik warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan yang hendak melaut maupun turis yang sedang berlibur.

Keunggulan pantai tropical ini memiliki pasir pantai yang yang mempunyai pasir yang berbentuk merica dan berwarna putih, bentuk pantainyapun melengkung seperti danau. Apalagi warna biru pantainya benar-benar eksotis, pantai ini  masih dibilang pantai yang perawan. Karena sepanjang kawasan pantai Tropical lain tampak bersih, baik area pasir pantai maupun pada air pantai. Pemandangan pantai Tropical memang indah. Kita bisa menyaksikan bukit batu waktu berjalan-jalan di pasir pantai, kalian juga bisa menemukan kerang-kerang yang berwarna-warni dengan variasi bentuk yang beraneka ragam. Sesekali kalian juga bisa menjumpai hewan-hewan disekitar pantai seperti kepiting dan keong. Untuk masuk ke pantai ini adalah gratis.

Top