Category: Sumenep

5 Destinasi Wisata bagus Di Sumenep

Sumenep adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya adalah Kota Sumenep. Daerah ini terletak di Pulau Madura yangmenyimpan berbagai macam tempat wisata. Berikut ini tempat wisata di sumenep yang bisa anda kunjungi.

  1. Pulau Gili Labak

Gili Labak yang dahulu orang menyebutnya dengan Pulau Tikus terletak Pulau Gili Labek ini berada di Desa Kombang, Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Tepatnya, lokasi pulau yang hanya dihuni oleh sekitar 35 kepala keluarga dan memiliki luas 5 hektar ini berada di sebelah tenggara kota Sumenep. Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan berjalan kaki. Spot andalan dari pulau ini adalah keindahan biota bawah laut yang akan memuaskan para penghobi snorkeling dan diving. Hamparan gugusan terumbu karang dan warna-warni keberagaman ikan lautnya akan membuat Anda betah berlama-lama berwisata disana. Selain itu, hamparan pasir putih bersih dan pemandangan laut biru dengan desiran ombaknya yang tenang menambah pesona keindahan pulau yang masih perawan dan terpencil ini.

Untuk menuju ke pulau ini dapat ditempuh dengan kapal sekitar 2 jam dari pelabuhan Kalianget Madura. Tarif sewa kapal relatif berubah-ubah biasanya berkisar 350 ribu untuk 15 orang. Jadi kalau Anda ingin berhemat pandai-pandailah dalam menawar tarif sewa kapal ini. Anda akan disuguhkan dengan keindahan gugusan terumbu karang yang sangat mempesona. Tak hanya itu, pulau ini juga sangat cocok untuk para pengunjung yang memiliki hobi snorkling atau diving. Keindahan alam bawah lautnya sungguh luar biasa. Namun sayangnya fasilitas di pulau ini masih kurang memadai sehingga pengelola harus lebih meningkatkan fasilitas untuk kenyamanan para pengunjung.

  1. Pulau Giliyang

Pulau giliyang ini terletak di wilayah kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pulau ini dikenal dengan dua nama yaitu gila iyang dan gili elang menurut warga sekiar nama tersebut memiliki sejarah atasa asa lmuasalnya nama pulau tersebut yaitu; Nama yang pertama yaitu Gila Iyang yang diartikan “gila dari nenek moyang” hal tersebut dikarenakan dahulu kala pulau tersebut menjadi tempat pembuangan orang gila dan pada saat pulau tersebut di temukan terdapat banyak orang gila yang menempati pulau tersebut. Nama yang kedua ialah Pulau Gili Elang yang mana nama tersebut diartikan sebagai “pulau yang hilang” (dalam bahasa Madura), menurut cerita yang berkembang dahulu kala pada zaman penjajahan belanda, pulau tersebut merupakan pulau yang tidak di temukan atau bisa di anggap hilang, sementara pulau lainnya di kawasan tersebut telah ditemukan dan pulau ini menjadi Giliyang pada tahun 2006 oleh tim pembakuan nama repabumi.

Pulau giliyang ini juga dikenal dengan kandungan oksigen tertinggi nomer dua di dunia, klaim tersebut berdasarkan penelitian oleh Tim Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim LAPAN pada ahir juli 2006, yang kemudian dilakukan lagi kaji ulang pada tahun 2011 tanggal 27 Desember oleh BLH (badan lingkungan hidup) sumenep dan jawa timur dan Bappeda. Hasil dari penelitian tersebut pulau giliyang ini memiliki konsentrasi oksigen sebesar 20,9% dengan level explosif limit (LEL) 0,5%. Nilai kandungan tersebut berbeda dengan wilayah lain yang mempunyai nilai konsentrasi oksigen 20,9% dan LEL 0,0%. Ketika dikaji ulang, hasilnya pun sama yakni oksigen di pulau tersebut antara 3,3 hingga 4,8 persen atau di atas normal. Dan tak heran jika pulau giliyang tersebut dijadikan destinasi wisata kesehatan.

Pulau ini memiliki beberapa spot yang bisa anda kunjungi seperti spot oksigen Batu Sponge, spot ini merupakan sebuah bukit yang memiliki ketinggian kurang lebihnya 15 meter yang ditanami dengan pohon jati, untuk mencapai spot ini pengunjung akan melewati anak tangga yang berukuran cukup besar untuk mendaki ke puncak bukit tersebut, udara di bukit ini sangatlah sejuk dan segar  dengan peman dangan hamparan pasir pantai dan view laut yang menawan dan tentunya sangat keren dijadikan obyek foto-foto. Dan masih banyak spot lainnya yang bisa anda explore di pulau giliyang tersebut. Untuk sampai di pulau giliyang ini pengunjung harus menyebrang menggunakan perahu motor yang tersedia di pelabuhan dungkek. Dengan harga sewa kisaran Rp.300.000/perahu.

  1. Pulau Kangean

Kangean merupakan pulau yang masuk dalam Kepulauan Kangean yang masuk ke dalam teritorial Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Menurut cerita, asal mula pulau ini apabila air laut surut baru dapat dilihat dari jauh, sedangkan apabila air laut pasang, maka akan terendam dibawah muka air, olehkarena itu pilau ini dinamakan Pulau Kangean yang asal perkataan Madura ‘Ka-aengan’ yang artinya terendam pada air. Airnya yang jernih dan pemandangan bawah lautnya memang selalu memanjakan para diver. Kangean adalah gugusan kepulauan yang sangat indah dengan pantai berpasir putih dan air yang sangat jernih, membuat siapa saja betah berlama-lama bermain di sana. Namun, selain pantainya, Kangean juga memiliki alam bawah laut yang tak kalah cantiknya. Banyak wisatawan yang datang ke sini khusus untuk diving.

Air lautnya yang sangat jernih dengan pemandangan koral beragam, mulai dari koral lembut maupun keras, bahkan yang berbentuk sponge pun semua ada di perairan Pulau Kangean di Sumenep ini. Di pinggir pantai terdapat sebuah kolam kecil sebagai penampungan air. Bak kecil ini biasa digunakan oleh warga sekitar untuk kegiatan mencuci. Memandang jauh ke ujung batas antara laut dan langit menyesapi udara yang sejuk sungguh kegiatan yang bisa mendatangkan kesenangan tak ternilai. Karena ombak yang dimiliki di tempat wisata ini cukup besar sehingga Dolaners bisa menggunakannya sebagai kegiatan surfing. Selain itu surfing, diving dan snorkeling juga masih menjadi kegiatan favorite di Pulau Kangean Sumenep. Untuk menuju Pulau Kangean, Anda harus naik kapal cepat atau kapal feri dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, dengan jarak tempuh sekitar 4 jam untuk kapal cepat dan 8 jam untuk kapal feri.

  1. Bukit Tinggi Daramista

Berada di sebuah desa bernama desa Daramista, untuk bisa sampai disana kita harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat kota Sumenep. Selama perjalanan menuju bukit kita bisa menikmati pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Dari puncak Bukit Tinggi Daramista ini kita bisa dengan langsung melihat kota Sumenep yang begitu indah dan luas. Setelah tiba di puncak bukit kita akan melewati pos penjaga keamanan disana kita bisa menitipkan sepeda motor dengan membayar biaya 2 ribu. Tidak perlu khawatir, pengamanan di sekitar bukit cukup aman untuk kita tinggalkan. Bukit Tinggi Daramista ini merupakan objek wisata alam yang dikelola sangat profesional oleh pemerintah setempat.

Terdapat beberapa gubuk kecil dari bambu yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai menikmati pemandangan bukit bersama keluarga juga teman. Ada jalan setapak yang sengaja dibuat untuk bisa dilewati pengunjung karena bentuk bukit yang bertingkat. Disekitar gubuk kecil ada sebuh kolam ikan yang masih bernuansa bambu dan cukup menarik perhatian pengunjung. Dari puncak bukit kita juga bisa menikmati senja sore, banyak pengunjung yang memang sengaja datang ke bukit menjelang sore berakhir agar tidak ketinggalan senja yang sangat indah. Ketika malam datang di sekitar bukit ada rangkain lampu kecil berwarna – warni yang digantung di pohon. Di atas puncak bukit juga telah disediakan sebuah warung kecil yang berjualan makanan, minuman dan kebutuhan lainnya. Untuk jaringan sinyal dan koneksi internet teman – teman tidak perlu khawatir karena jangkauannya cukup baik.

  1. Gua Mahakarya

Gua Mahakarya terletak di desa Banraas atau sekitar 3 kilometer dari tepi pantai Gili Iyang. Gua Mahakarya di Semenep ditemukan pada tahun 2014 oleh warga sekitar, pada awalnya gua ini bernama Gua Celeng, akan tetapi dikarenakan sempat dijadikan sebagai tempat persembunyian babi hutan.  Nama Mahakarya sendriri merupakan nama yang diberikan oleh warga sekitar, setelah gua tersebut ditinggalkan sang Celeng(babi hutan). Keindahan batu stalaktik dan stalakmitnya yang masih hidup  pada pada Gua Mahakarya , membuat orang yang berkunjung kesana pasti akan takjub ketika meilhat sebagian dari dinding gua berkelap-kelip terkena oleh cahaya. Ukuran Gua Mahakarya sendiri cukup panjang dan masih alami, dengan memberikan sebuah sensasi petualangan yang sangat menantang tentunya.

Gua Mahakarya ini memiliki luas yang cukup besar sekitar 800 meter persegi dan terbagi menjadi 7 ruangan yang bisa teman – teman singgahi dan nikmati. Penerangan Gua tersendiri berasal dari bantuan mahasiswa ITS dengan mengandalkan tenaga matahari. Di dalam Gua juga masih banyak ditemukan kelelawar yang bergerombol. Luasnya Gua menjadikan sirkulasi udara sangat teratur sehingga membuat kami bebas bernafas dan bergerak. Sedang beberapa bebatuan stalaktik dan stalakmik masih aktif menetes dan menghasilkan bebatuan dan ornamen yang baru. Di dalam Gua juga bisa ditemukan bebatuan yang bersinar karena terkandung butiran – butiran kecil yang bila terkena sinar akan memancarkan kilau yang sangat indah. Selain itu di dalam Gua terdapat bebatuan yang memiliki bentuk sangat unik, seperti bebatuan yang berjejer seumpama sebuah deretan anggota keluarga bapak, ibu serta dua orang anak. Lain lagi ada bebatuan yang berbetuk seperti Naga yang sangat indah.

Top