Category: Tasikmalaya

5 Destinasi Wisata Favorit yang Wajib dikunjungi di Tasikmalaya

Tasikmalaya merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, memiliki sebutan Sang Mutiara dari Priangan Timur. Tasikmalaya berada di jantung bumi Priangan dan diapit oleh Kabupaten Ciamis, Garut, dan Sumedang. Letak Tasikmalaya sendiri terbagi dalam dua wilayah, yakni Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. Tasikmalaya adalah sebuah kota administratif yang di tetapkan tanggal 21 Juni 2001 berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2001 yang sebelumnya adalah kabupaten. Kabupaten Tasikmalaya ini mempunyai luas 270.881 ha dan wilayahnya dapat dibedakan menurut ketinggiannya yaitu di bagian utara merupakan dataran tinggi dan bagian selatan merupakan dataran rendah. Kota Tasikmalaya yang strategis menjadikan kota ini sebagai pusat UKM terbesar di Jawa Barat setelah Bandung. Selain terkenal dengan UKM barang-barang kerajinan, Tasikmalaya juga memiliki kekayaan pariwisata yang indah. Berikut ini beberapa wisata di Tasikmalaya.

  1. Goa Malawang

Masyarakat sekitar menamakan kompleks Gua Malawang dengan bermacam nama, seperti Malawang, Batu Masigit, Keraton, Oyod, dan Gorin. Satu hal yang menarik dari penamaan tersebut adalah Gorin, yaitu nama setempat untuk semacam tempayan air dari gerabah. Penamaan Gorin diberikan pada kompleks goa tersebut berdasarkan adanya temuan Gorin oleh Taryana, Kepala Sekolah SKB Tasikmalaya tahun 1993 di salah satu goa. Goa Malawang merupakan sebuah kompleks gua yang terletak di tengah perkebunan, berupa sekumpulan goa dan ceruk. Terletak di Kampung Wangunwati, Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal. Didalam goa ini ditemukan sejumlah penemuan arkeologis berupa 13 buah pecahan gerabah kuno. Kemudian penelitian dilangsungkan beberapa kali, antara lain oleh Balai Arkeologi Bandung. Penemuan yang berhasil ditemukan di goa ini adalah tulang-tulang binatang zaman dulu, alat-alat batu seperti kapak batu dan perkutor, fragmen keramik, dan fragmen gerabah .

Kita dapat mencapai kompleks ini dan mengamati beraneka ragam penemuan menarik menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, melalui perkebunan karet, diusahakan selanjutnya dengan berjalan kaki.

  1. Curug Dengdeng

Secara administrasi terletak di Kampung Caringin, Desa Cikawung Gading, Kecamatan Cipatujah. Dengan koordinat 7°44,814’S 108°6,111’E. Hanya tinggal menuju ke Kampung Caringin, tepatnya di Desa Cikawung, maka pengunjung akan dapat menemukan air terjun yang luar biasa nan eksotis ini. Ada tiga tingkat yang dimiliki oleh air terjun ini, yaitu 13 meter untuk tingkat pertama, 11 meter pada tingkat kedua, dan 9 meter untuk tingkat ketiga. Keasrian dan kesejukan hawa di tempat ini bukan omong kosong karena di tempat ini kaya akan pepohonan hijau. Pengunjung dikenakan biaya untuk masuk ke dalam kawasan Curug Dengdeng sebesar Rp 3.500 karena sudah mendapat pengelolaan khusus dari PERHUTANI. Dari curug ini anda dapat melihat aliran sungai Cikembang. Untuk menuju lokasi curug ini anda harus mempersiapkan tenaga ekstra karena anda harus berjalan kaki dan menyusuri hutan jati yang masih alami.

Jarak yang di ditempuh selama 1 jam dengan berjalan kaki dari Dusun Tawang untuk sampai ditempat ini. Meskipun berjalan kaki agak lama, anda tidak akan bosan karena  suasana alam di sekeliling sangat mendukung dengan hijaunya hutan pinus dan hamparan sawah-sawah, serta udara yang bersih dan sejuk. Bagi anda yang tidak ingin jalan kaki terlalu lama anda bisa memanfaatkan ojek yang ada ataupun membawa kendaraan pribadi.  Sumber mata air Curug Dendeng berasal dari sebuah sungai yang asri dari pegunungan Persil  yang letaknya di desa Tlaga kabupaten Banyumas dan Brebes. Jadi Curug Dengdeng merupakan pembatas alami anatara tiga kabupaten yaitu Cilacap, Banyumas, dan Brebes. Selama berada disini anda akan dimanjakan oleh suara gemericik air yang sejuk dan pemandangan yang mendamaikan mata.

Curug Dengdeng menyimpan sebuah sejarah. Konon, Pada zaman dahulu kala pernah terjadi pertarungan antara dua orang pangeran di curug ini. Perkelahian tersebut terjadi antara Pangeran Jaya Laksana dan Pangeran jaya Nalangsa. Keduanya mengadu kekuatan atau kesaktian (kanuragan). Siapa yang kalah maka akan terlempar ke bagian bawah curug, sedangkan pemenangnya akan bertahan di bagian atas curug. Selain pernah dijadikan sebagai tempat pertarungan, Curug Dengdeng juga pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian atau markas DI/TII.

  1. Kampung Naga

Kampung Naga adalah sebuah kampung adat yang terletak di desa Neglasari Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Kampung Naga terletak pada sebuah lembah yang subur seluas kurang lebih 1,5 hektar.  Topografinya berbukit dan sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan dan kolam. Selebihnya digunakan untuk  lahan pertanian berupa sawah yang dapat dipanen 2 kali dalam setahun. Masyarakatnya masih memegang kuat adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur mereka dimana mereka hidup dalam tatanan yang diliputi suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat. Karena keunikannya kampung ini kerap dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanagara, serta dijadikan sebagai tempat studi tentang kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Ada yang mengatakan, nama Naga berasal dari “Na Gawir”, yatu bahasa sunda yang artinya “berada jurang.”  Ini karena kampung Naga berada pada lereng lembah sungai Ciwulan. Mungkin banyak dari kita yang penasaran dan heran mengapa sebuah kampung menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib untuk disambangi. Kampung Naga juga dikenal sebagai kampung adat yang artinya bahwa warga penghuni kampung ini masih sangat memegang teguh segala adat istiadat dan tradisi yang diturunkan oleh leluhur mereka. Para wisatawan perlu waspada ketika datang berkunjung ke sebuah wilayah yang adat istiadatnya masih sangat kental dan perlu menjaga sikap sebaik mungkin. Ada sekitar 112 rumah di kampong naga, tetapi yang terisi 109 rumah, lainnya adalah mesjid, ruang serba guna, dan lumbung padi . Penduduk di sini rata-rata bermata pencaharian secara bertani dan berkebun. Desa ini adalah desa yang subur. Sungguh saya salut dengan pola hidup masyarakat Kampung Naga yang menjujung tinggi persaudaraan dan keadilan.

Keunikan pada Kampung Naga yang tersurat adalah bangunannya yang semuanya menghadap ke arah yang sama; bahkan dari segi ukuran dan desain bangunan rumah pun hampir semuanya mirip satu dengan yang lain. Beberapa orang pengunjung mungkin bertanya-tanya apakah di Kampung Naga ini benar-benar ada seekor naga yang tersembunyi. Pada kenyataannya, walau ada kata naga tapi bukan berarti kampung ini memiliki naga. Kampung ini disebut sebagai Kampung Naga karena memang lokasinya ada di dalam hutan yang juga dianggap sebagai sebuah pagar alam. Selain itu wisatawan akan menemukan bahwa bangunan di kampung ini semuanya dibuat dengan bahan dari non-pabrik. Di tempat ini pun tidak menggunakan listrik, namun beberapa warga diketahui ada yang sudah memakai listrik, itupun aki atau baterai saja. Untuk menjangkau tempat ini tidaklah susah karena tepat berada di tepi jalan utama Tasik Garut sehingga para pengunjung tidak akan sampai kesasar atau bahkan harus mencarinya dalam waktu yang lama.

  1. Kawah Dan Pemandian Air Panas Gunung Galunggung

Objek wisata Galunggung, di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.  Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung berapi aktif di Jawa Barat, gunung dengan ketinggian 2.167 mdpl ini terletak di Desa Linggajati, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Jaraknya hanya sekitar 17 kilometer saja dari pusat kota Tasikmalaya. Gunung Galunggung adalah objek wisata andalan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Objek wisata alam di Tasikmalaya ini memiliki 2 spot menarik yakni Kawah Galunggung yang memiliki danau hijau yang cantik dan pemandian air panas Galunggung. Untuk dapat masuk ke area objek wisata Gunung Galunggung wisatawan akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp.6.500 per orang. Kalau yang ingin ke kawah bayar lagi Rp. 2000 dan biaya parkir. Pengunjung diijinkan mengunjungi kawah Galunggung, dan dapat mencapai kawah dengan meniti tangga permanen dengan jumlah anak tangga sebanyak 620 buah. dan kawah ini bisa dijadikan tempat wisata rekreasi air dan tempat pemancingan.

Salah Satu Keindahan Objek Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya yaitu kawahnya. Letak kawah cantik ini berada di puncak gunung Galunggung, airnya berwarna hijau dan terdapat banyak habitat laut seperti ikan warna­warni. Bagi yang hobi mancing, bisa menangkap ikan di danau dasar kawah gunung Galunggung. Di tengah­tengah kawah gunung Galunggung terdapat sebuah gugusan pulau kecil yang di atasnya terdapat bendera Merah Putih sebagai bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkibar dengan gagahnya. Tidak jauh dari objek wisata kawah gunung Galunggung juga banyak ada warung­warung makan yang menjajakan masakan, makanan­makanan ringan dan minuman segar. Wisatawan yang ingin berlama­lama atau bermalam di objek wisata Gunung Galunggung bisa mendirikan tenda di sekitar kawah.

Selain menikmati keindahan alam kawah Galunggung, kita juga bisa berendam di tempat wisata air panas Galunggung seluas kurang lebih 3 hektar  dengan membayar tiket sebesar Rp. 5.000 per orang. Kita bisa pilih mau menikmati air panas di sungainya atau di kolam air panas buatan. Spot menarik lainnya di Objek Wisata Gunung Galunggung Tasikmalaya adalah curug atau air terjun yang sangat indah, jika ingin masuk ke kawasan Curug tersebut kita harus bayar lagi Rp. 10.000/ orang. Disini juga banyak kioskios penjual makanan, aksesoris dan oleh­-oleh.

  1. Pantai Sindangkerta

Terletak di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah. Jarak Pantai Sindangkerta dari Kota Tasikmalaya sekitar 74 km dan 4 km dari Pantai Cipatujah.memiliki pantai yang landai dan berpasir putih sehingga aman untuk berenang. Selain itu apabila laut surut, pengunjung akan dapat menikmati keindahan taman laut. Taman laut ini luasnya hampir 20 hektar, taman laut ini namanya adalah Taman Lengsar. Terdapat banyak sekali biota laut di Taman Lengsar. Beberapa jenis biota laut yang sering nampak di Taman Lengsar diantaranya adalah : bintang laut, ikan hias, siput, kerang, dan kepiting kecil. Dan apabila pengujung datang pada waktu yang tepat, akan ada kegiatan melepas Penyu Hijau (Chelonia mydas) ke laut pada waktu tertentu karena pantai ini merupakan tempat habitat penyu (celonyamidas) dalam penetasan telur-telurnya. Hal yang menarik yang bisa Anda lakukan di sini adalah lomba melepas penyu yang dilaksanakan oleh balai penangkaran penyu.

Pantai Sindangkerta merupakan pantai landai dengan hamparan pasir putih, memiliki ombak besar tapi memiliki garis pantai yang jauh dari pinggir pantai. Pantai ini aman untuk melakukan kegiatan berenang. Meskipun pantai ini termasuk pantai yang berkarang, namun ada sisi pantai untuk berenang. Sisi pantai tersebut memang tak ada karang yang menganggu sehingga aman untuk berenang dengan bebas. Penduduk Pantai Taman Lengsar juga menyediakan ban yang disewakan bagi wisatawan yang ingin berenang. Tepat di sebelah Pantai Taman Lengsar, terdapat retakan yang dinamakan Selokan Wangi. Menurut penduduk, orang-orang zaman dulu menamakan Selokan Wangi karena suatu saat nanti, retakan ini akan harum namanya dan diketahui oleh banyak orang.

Top