Category: Tuban

5 Destinasi Wisata Populer Di Tuban

Tuban adalah salah satu daerah di Jawa Timur berada di Pantai Utara Jawa Timur yang terletak strategis karena berada diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan dilintasi oleh Jalan Nasional Daendels di Pantai Utara. Pusat pemerintahan Tuban terletak 101 km sebelah barat laut Surabaya dan 215 km sebelah timur Semarang. Banyak orang yang menyebut Tuban sebagai kota Wali. Tuban adalah kota pertama dimana menjadi tempat melabuhnya Sunan Ampel, Tuban juga di jadikan pelabuhan utama pada masa Kerajaan Majapahit karena letaknya yang sangat strategis di tengah antara jawa timur dan jawa tengah. Secara geografis Kota Tuban berbatasan dengan Blora disisi barat, dari sisi selatan berbatasan dengan Bojonegoro, dari sisi timur berbatasan dengan Lamongan, dan sisi utara dengan Laut Jawa. Tuban memiliki beberapa landmark kota yang terkenal yaitu Monumen Kuda Ronggolawe, Monumen Adpada Pancasila dan Patung Letda Adi Sucipto. Kota yang sering disebut sebagai Bumi Walisongo ini juga memiliki nilai sejarah penting. Karena daerahnya yang strategis, pada zaman dahulu disini dijadikan sebagai pusat perdagangan oleh Kerajaan Majapahit dan pusat penyebaran agama islam oleh Walisongo. Tuban sendiri merupakan sebuah daerah yang mempunyai segudang tempat wisata yang sangat indah. Berikut ini beberapa destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Tuban.

  1. Air Terjun Nglirip

Lokasi Air Terjun Nglirip berjarak kurang lebih 36 km dari pusat kota Tuban. Letaknya berada di wilayah Kecamatan Singgahan tepatnya di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur. berada pada titik koordinat -6.968034, 111.794070. Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar memiliki ketinggian kira-kira 30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya.  Dibalik air terjun juga akan ditemui sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu. Sumber mataair air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun. Ada sebuah mitos untik di sekitar air tejun nglirip. Bagi setiap pasangan yang sedang pacaran akan putus kurang dari 40 hari jika pacaran di air terjun nglirip ini. atau juga pasangan calon pengantin yang nekat bercumbu di sekitaran air terjun. biasanya hubungannya tidak akan lama lagi akan bubar.

Diceritakan pada zaman dahulu terdapat sepasang kekasih beda strata, yang lelaki merupakan kalangan priyayi (orang terpandang) dan yang perempuan merupakan gadis Desa biasa. Sepasang Kekasih tersebut tidak direstui oleh orang tua lelaki tersebut karena beda status sosialnya. Dan akhirnya orang tua lelaki yang dari kadipaten terebut menyuruh pengawal nya untuk membunuh anaknya karena tidak mau patuh padanya. Dan akhirnya perempuan sedikit kecewa dan tak percaya akan kepergian kekasihnya itu. Akhirnya dia bersemedi di balik air terjun nglirip yang konon terdapat goa yang biasa dibuat semedi oleh leluhur. Sang perempuan bersemedi sembari menanti kekasihnya datang karena dalam anganya tak percaya kekasihnya pergi meninggalkan dunia, saking lamanya ia bersemedi sampai hilang raganya dan terbaur dialam roh disana. Sampai saat wanita tersebut dianggap penjaga air terjun nglirip atau warga sekitar sering menyebutnya putri nglirip.

Air terjun nglirip memiliki tinggi sekitar 25 meter, tidak cukup tinggi memang, tapi karena berada di tebing dengan lebar sekitar 20 meter dan berada di cekungan maka membuat air terjun ini memiliki keindahan yang berbeda dari air terjun lain. Saat musim kemaraupun air terjun nglirip tidak kering, hanya debit airnya saja yang berkurang. Tetapi justru ketika musim kemarau inilah air terjun nglirip sangat indah. Karena pemandangan nya tetap hijau dan memiliki air yang jernih dengan warna kebiruan. Untuk tiket masuk di air terjun nglirip ini pengunjung dikenakan Rp.5000 dan biaya parkir Rp.2000 untuk roda dua dan Rp.3000 untuk roda empat.

  1. Pantai Pasir Putih Remen

Pantai Remen merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang cukup menarik di Tuban, Jawa Timur. Pantai yang terletak di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban ini tak hanya memiliki keindahan pasir putih yang dihiasi pohon cemara saja. Namun, juga ada semacam danau yang menjorok sebelum ke laut ini membuat ciri khas dari pantai remen tuban ini. Pantai ini diresmikan pada 22 Pebruari 2015 dan dikelolah oleh pemerintah desa remen. Dinamakan pantai remen karena berada di desa remen. Saat memasuki lokasi pantai, akan langsung disuguhi pemandangan indah, berupa hamparan pasir putih yang melingkar menjorok ke laut, sehingga terbentuk sebuah telaga atau danau dengan arus air yang cukup tenang. Di telaga ini, biasanya digunakan untuk berenang atau hanya sekadar bermain air dan pasir. Di pantai ini sudah banyak ditemukan penjual makanan, minuman maupun oleh-oleh khas Tuban. Meski begitu, pantai ini sangat bersih tak ada sampah yang berserakan. Tampak tersedia tong-tong sampah di sekitar pantai. Karena memiliki pemandangan yang indah, tak sedikit yang menggunakan pantai ini sebagai obyek fotografi.

Tarif untuk memasuki Pantai Pasir Putih Remen Tuban ini tidak mahal, dijamin tidak akan mengempeskan kantong, cukup dengan membayar biaya parkir sebagai tiket masuk senilai Rp.2.000 saja. pada sisi pantai, hamparan pasir putih membentang sepanjang lebih dari 2 km dengan kejernihan air lautnya yang tak kalah dengan keindahan pantai senggigi di Lombok seakan mengajak untuk bermain air dan merasakan butiran pasir pada telapak kaki kita. Terdapat banyak sekali tenda-tenda pedagang berjejer di sekitar pantai, meskipun terlihat sederhana namun tertata dengan rapi dan bersih. Selain aktifitas bermain pasir, berenang, mancing dan foto-foto, pantai yang berada di ujung tanjung awar-awar ini juga sudah bisa digunakan untuk acara perkemahan dan outbond. Namun belum ada fasilitas yang memadai di dalam kawasan pantai, seperti listrik dan MCK. Jadi saat pengunjung hendak madin atau bilas air harus berjalan ke sumur besar yang terdapat di selatan pantai.

  1. Watu Ondo

Watu Ondo terletak di Dusun Bogor, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur,Watu Ondo ini terletak di Kecamatan Semanding dan berjarak sekitar 8 km ke arah tenggara dari pusat Kota Tuban. Untuk Watu Ondonya sendiri merupakan jalur penghubung antara Dusun Mbogor dengan Dusun Ngendut dan antara Dusun Secang dengan Dusun Mondokan. Watu Ondo berasal dari kata “watu” dan “ondo”. Watu Ondo = batu tangga. Sehari-harinya, Watu Ondo digunakan oleh penduduk sekitar untuk menuju ke ladang yang berada di bawah tebing, mengangkut hasil ladang, dan mencari rumput pakan ternak. Karena viewnya yang menarik.

Sebenarnya, untuk Watu Ondo sendiri ada 3 lokasi, yaitu : Watu Ondo Dhuwur (batu tangga tinggi), Watu Ondo Sedeng (batu tangga sedang), dan Watu Ondo Endek (batu tangga pendek). Masing-masing Watu Ondo memiliki bentuk tangga yang berbeda. Watu Ondo Dhuwur tangganya berupa tangga kayu yang disandarkan pada dinding tebing. Tangga ini memiliki derajat kemiringan lebih dari 60 derajat, mendekati vertikal. Untuk menaiki tangga ini diperlukan kehati-hatian dan tenaga ekstra karena bentuk tangga yang kecil dan tidak dilengkapi fasilitas pengamanan. Watu Ondo Endek memiliki tangga dari batu dan semen dengan tingkat kemiringan yang landai. Karena itu, Watu Ondo Endek lebih mudah dilalui dan jalurnya pun lebih bersahabat.

Udara segar akan lansung terasa saat menginjakkan kaki dilokasi ini. Memandang alam sekelilingnya menambah sejuk pandangan mata, tempat ini sungguh memukau. Warna merah keunguan bunga-bunga kecil berpadu dengan langit sore yang agak berkabut memberikan warna tersendiri bagi pengunjung.

  1. Goa Suci

Goa ini terletak di Dusun Suci, Desa Wagun, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Dari pusat kota Tuban menuju kecamatan Palang berjarak sekitar 12 km. Goa ini merupakan peninggalan kerajaan majapahit. Nama goa diambil dari nama dusun ini juga yang mempunyai arti bersih yang berasal dari kata suci. Goa yang terletak disekitar penambangan Batu kapur ini memiliki banyak keunikan, diantaranya goa ini konon katanya sering dibuat semedi orang-orang baik dari dalam maupun luar daerah untuk mediatasi menenangkan fikiran dan nurani maupun untuk mencari sebuah ilmu kebatinan. Goa Suci ini merupakan goa Buatan karena bentuknya terlihat terbuat dari pahatan-pahatan. Namun goa ini dibuat pada zaman dahulu kala, dengan pembuktian terdapat angka jawa 1026 yang menunjukkan tahun di sekitar pahatan tersebut. Goa Suci diakatakan ditemukan sejak tahun 70an.

Goa ini memiliki kedalaman sekitar 14 meter dengan atap kerucut dan berlubang dengan dinding goa yang berundak-undak menambah kecantikan goa tersebut. Halaman sekitar goa juga cukup luas dan menarik buat anda berfoto-foto. Lebih indah lagi bila anda masuk didalam goa tersebut. Didalam goa juga memiliki halaman cukup luas untuk berfoto sendiri maupun bersama teman-teman waktu berkunjung. Keunikan goa terseut terletak pada pahatan-pahatan yang berundak-undak disekeliling dinding goa, selain itu keunikan lain yaitu pancaran sinar matahari dari lubang goa yang dinamai goa suci tersebut. pabila anda kesana usahakan pada waktu siang hari yang cerah, karena anda akan melihat keindahan sesunggguhnya, Yaitu pancaran matahari dari lorong goa memberikan suasana dan pancaran nan indah. Sekitar jam 9 Pagi anda akan melihat panacaran dari samping Goa tersebut dan apabila anda berkunjung disana pas jam 12 siang maka pancaran tepat ditengah diatas Goa tersebut akan anda rasakan dengan penglihatan anda.

  1. Sejarah Klenteng Kwan Sing Bio

Klenteng yang berada di Jalan Raya R.E. Martadinata, Tuban Jawa Timur merupakan satu-satunya kelenteng di Indonesia yang menghadap ke laut. Klenteng dengan luas 4 hektar tersebut dibangun pada abad ke-18. Jika di kelenteng-kelenteng lain yang menjadi simbol di pintu masuknya adalah naga, maka simbol di pintu masuk Kelenteng Kwan Sing Bio ini adalah kepiting. Dewa utama yang dipuja di Kelenteng ini adalah Dewa Kwan Kong. Klenteng Kwan Sing Bio merupakan Klenteng terbesar di Indonesia, konon menurut banyak cerita mengatakan Kwan Sing Bio terbesar se Asia Tenggara. Kelenteng Kwan Sing Bio menganut  ajaran Tri Dharma  yaitu Budha, Tao dan Konghucu dengan pemujaan pada dewa utamanya yaitu Dewa Kwan Kong.  Selaras dengan arti nama Kwan Sing Bio yang berarti kelenteng untuk memuja dan menghormati Dewa Kwan Kong. Selain dapat melihat keindahan dan kemegahan klenteng, kita juga dapat melihat laut lepas yang ada di sebelah utara.

Asal mula symbol kepiting yang berada di atas pintu gerbang, bukan berasal dari legenda tetapi berasal dari mimpi salah seorang pengurus klenteng pada waktu itu. Dalam mimpinya ia melihat kepiting raksasa masuk ke area Klenteng Kwan Sing Bio. Akhirnya semua pengurus klenteng sepakat untuk menggunakan symbol kepiting sebagai lambing pintu gerbang Klenteng Kwan Sing Bio. Tidak ada satupun klenteng di dunia ini menggunakan lambang kepiting. Karena itu symbol patung kepiting ini memilik nilai keunikan atau ciri khas bagi Klenteng Kwan Sing Bio, meskipun sebenarnya tidak bermakna apa-apa.

Top